Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan dalam dunia pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya. Penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun ini dirasakan semakin meningkat. Dapat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di media cetak maupun elektronika yang hampir setiap hari memberitakan tentang penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat keamanan. Kebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun, mereka pasti sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsi narkoba, tapi mengapa mereka menggunakannya. Dikalangan para siswa, terutama bagi mereka yang secara formal berada dibangku SMP/MTs. Umumnya penggunaan pertama narkoba diawali pada anak usia sekolah dasar atau SMP/MTs. Hal ini terjadi biasanya karena penawaran, bujukan, atau tekanan seseorang atau sekelompok orang kepadanya, misalnya oleh kawan sebayanya. Didorong rasa ingin tahu, ingin mencoba, atau ingin memakai, seseorsang mau menerima tawaran itu. Selanjutnya, tidak sulit baginya untuk menerima tawaran berikutnya.

1.2

Rumusan Masalah Adapun masalah yang akan dibahas menyangkut latar belakang diatas adalah sebagai berikut : 1. bahaya narkoba terhadap generasi penerus bangsa ?

2. Gejala-gejala apa sajakah yang timbul akibat mengkonsumsi narkoba ?

1.3

Tujuan Program Tujuan dari penyuluhan ini adalah terumuskannya model pemberdayaan pranata sosial dalam menangani masalah

penyalahgunaan narkoba.

1.4

Manfaat penelitian Manfaat yang diharapkan adalah sebagai bahan masukan bagi perumusan kebijakan penanganan masalah penyalahgunaan narkoba khususnya keikutsertaan pencegahan dan penanganan

penyalahgunaan masalah narkoba, serta memberikan pemehaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

II.1

Sejarah singkat Desa Urundaka Desa Urundaka merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-una. Awal mula pada saat Desa Urundaka terbentuk pada akhir tahun 1985 merupakan desa pemekaran dari dusun 5 di Desa Borone yang sebelumnya bernama Uetoli. Dinamakan uetoli (air mengalir) karena pada saat itu masyarakat dengan giatnya membuat saluran air untuk membuka lahan persawahan. Pada tahun tersebut banyak warga yang bertambah akibat pengungsi dari Desa Urundaka di pulau una-una karena bencana alam meletusnya gunung colo. Akibat banyaknya warga pengungsi tersebut sehingga pada pemekarannya bernama Desa Urundaka di Uetoli. Adapun susunan nama-nama pemimpin Desa Urundaka ialah sebagai berikut: 1. Ahmad Lahay 2. Sardin 3. Bahru Bakali 4. Ridwan Bamarudin 5. Kamrin Lahay 6. Sabrin Dj. Sewa 7. Abdul Hafid Mange 8. Jois N. Samaun Tahun 1985 s/d 1990 Tahun 1990 s/d 1991 Tahun 1991 s/d 1995 Tahun 1995 s/d 1997 Tahun 1997 s/d 2004 Tahun 2004 s/d 2005 Tahun 2005 s/d 2007 Tahun 2007 s/d sekarang

II.2

Kondisi geografis Desa Urundaka yang berjumlah 3 (tiga) dusun, merupakan salah satu desa berada di wilayah kecamatan Ampana Tete

Kabupaten Tojo Una-una, dengan kondisi geografis sebagai berikut: 1. Luas dan batas wilayah A. Luas desa B. Batas wilayah Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur 2. Orbitasi (Jarak dari pusat) Jarak dari pusat pemerintah kecamatan Jarak dari ibu kota kabupaten Jarak dari ibu kota provinsi : 15 Km : 25 Km : 407 Km : Teluk Tomini : Hutan : Desa Bantuga : Desa Borone : 4.900 Ha

3.

Bidang Pembangunan,yaitu sebagai berikut: A. Agama a. Jumlah mesjid b. Jumlah musholah c. Jumlah gereja B. Kesehatan a. Puskesmas pembantu : 1 buah : 1 buah : - buah : - buah

C. Pendidikan a. Pendidikan umum: Gedung Pendidikan anak Guru Negeri 2 Guru swasta 4

usia dini (PAUD) Sekolah (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Dasar

b. Pendidikan khusus

:-

D. Sarana olahraga, kesenian, kebudayaan dan social a. Lapangan bola b. Lapangan Takraw c. Lapangan volley d. Lapangan bulu tangkis E. Prasarana umum a. Jalan b. Jembatan c. Sungai F. Industri a. Rumah tangga G. Pengairan a. Gorong-gorong : 15 buah : 1 buah : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 1 buah : 4 buah : 2 buah :-

H. Perkebunan a. Jagung I. Perdagangan/jasa a. Pasar kecamatan b. Warung J. Kelembagaan desa/kelurahan. a. PKK Jumlah tim penggerak : 15 orang Jumlah kader PKK II.3 Kondisi Demografis 1. Potensi Sumber daya Manusia Desa Urundaka terdiri dari 3 dusun, dengan jumlah penduduk 1054 jiwa dari jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 304 KK. : 7 orang : 3 buah : 3 buah : 83 Ha

Table 1.1 Potensi sumber daya manusia dari segi umur Menurut usia 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 Jenis kelamin Laki-laki 39 53 41 50 44 42 41 37 29 34 31 Perempuan 36 59 38 65 54 37 36 35 33 42 34 Jumlah 75 112 79 115 98 79 77 72 62 76 65

55-59 60-64 65 keatas Jumlah

39 11 6 497

45 26 17 557

84 37 23 1054

Table 1.2 Potensi sumber daya manusia dari segi bidang pendidikan Menurut Tingkatan Jumlah Keterangan

Pendidikan TK SD SMP/SLTP SMA/SLTA AKADEMI SARJANA 15 413 43 51 12 4

Table 1.3 Potensi pencaharian

sumber

daya

manusia

berdasarkan

mata

Didukung dengan

potensi alam

yang ada,

kebanyakan

masyarakat Desa Urundaka bermata pencaharian sebagai petani. Jagung dan sawah menjadi pilihan dari jenis tanaman yang menghasilkan keuntungan MATA PENCAHARIAN Pegawai Negeri Sipil Swasta Wiraswasta Petani L P JUMLAH 14 orang 9 orang 10 orang 266 orang

Pertukangan Buru Tani Nelayan Jasa Total jumlah

8 orang 39 orang 30 orang 3 orang 379 orang

Table 1.4 Potensi sumber daya manusia berdasarkan agama Dari beberapa kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Desa Urundaka, Islam menjadi agama yang mendominasi dari agama yang lain. Agama Islam Kristen Protestan Katholik Hindu Budha Jumlah Jenis Kelamin L P Jumlah 1032 22 1054

Table 1.5 Potensi

sumber

daya

manusia

berdasarkan

usia

kelompok pendidikan Usia 0 - 05 Thn 06- 17 Thn 18- 25 Thn 26- 40 Thn 41- 61 Thn 65 thn keatas Jumlah 97 orang 359 orang 96 orang 277 orang 194 orang 34 orang

2. Bidang kemasyarakatan A. Keagamaan a. Majelis talim : 50 anggota

b. Remaja mesjid : 30 anggota B. Kesehatan a. Puskesmas Pembantu Tenaga bidan : 1 orang

Tenaga perawat : 1 orang C. Olahraga a. Sepak bola b. Sepak Takraw c. Volley ball : 7 perkumpulan : 14 perkumpulan : 5 perkumpulan

D. Organisasi sosial a. Kelompok PKK : 12 anggota

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Narkoba A. Pengeritan Narkotika/Narkoba Narkotika/ Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium, suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan. Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi). Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana

disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat

sehingga

menimbulkan

perubahaan

tertentu

pada

aktivitas

mental dan perilaku. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai

menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi).

B. Jenis-Jenis Narkotika/Narkoba Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain. Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin, ekstasi, shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK, termasuk LSD, Mushroom. Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven).Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20 tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain yang lebih berbahaya (Putauw). 1. OPIAT atau Opium (candu) Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi). Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation) Menimbulkan semangat Merasa waktu berjalan lambat.

Pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk. Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang). Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.

2. MORFIN Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena). Menimbulkan euforia. Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi). Kebingungan (konfusi). Berkeringat. Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-debar. Gelisah dan perubahan suasana hati. Mulut kering dan warna muka berubah.

3. HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dihisap. Timbul rasa kesibukan dengan yang cara sangat disuntik atau

cepat/rushing

sensastion ( 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.

Denyut nadi melambat. Tekanan darah menurun. Otot-otot menjadi lemas/relaks. Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point). Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat. Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal. Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari. Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual, kesulitan membuang hajat besar, jantung berdebar-debar, kemerahan dan gatal di sekitar hidung, timbul gangguan kebiasaan tidur. Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat

4. GANJA atau Kanabis Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Denyut jantung atau nadi lebih cepat Mulut dan tenggorokan kering. Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira. Sulit mengingat sesuatu kejadian. Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi. Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.

Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih/capek. Gangguan kebiasaan tidur. Sensitif dan gelisah. Berkeringat. Berfantasi Selera makan bertambah

5. LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam. Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan waktu. Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya. Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan (paranoid). Denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Diafragma mata melebar dan demam. Disorientasi. Depresi. Pusing Panik dan rasa takut berlebihan. membuat perasaan khawatir yang berlebihan

Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian. Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan.

6. KOKAIN Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih. Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda.

C. Cara Pengobatan Narkoba Pertolongan penderita Narkoba dimandikan dengan air hangat, minum banyak, makan- makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif yang dipakai atau dengan penurunan dosis obat pengganti. Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif), tubuh secara fisik memang tidak ketagihan lagi, namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu.

BAB IV METODE PENELITIAN

4.1

Tipe dan Dasar Program Program Kerja Profesi Integral Tematik Posdaya yang

dilaksanakan oleh mahasiswa KKNP-Integral Angkatan 67 di Desa Urundaka Kecamatan Amapana Tete Kabupaten Tojo Una-una berdasarkan masukan dari masyarakat. Masukan-masukan tersebut merupakan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan merupakan kebutuhan dari masyarakat di Desa Urundaka. Dalam melaksanakan program kerja, terlebih dahulu dilakukan beberapa strategi pendekatan untuk menggali permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Adapun strategi pendekatan yang digunakan yaitu : a. Observasi Observasi dilakukan selama tujuh hari untuk meninjau secara langsung kondisi geografis maupun karakteristik masyarakat yang ada. Hal yang dilakukan adalah mengadakan silaturahmi baik pada pendekatan persuasif personal maupun kelompok masyarakat, sasaranya adalah seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di lingkungan Desa Bambaira. Hal tersebut merupakan tahapan sosialisasi dan menggali informasi terutama yang berhubungan dengan keadaan desa. b. Wawancara dan dokumentasi Teknik pengumpulan data melalui tanya jawab responden maupun informan untuk mendapatkan informasi yang didapatkan. Serta mengumpulkan gambar-gambar ada.

4.2

Pelaksanaan program Program kerja Profesi penyuluhan Narkoba pada minggu ke-1 di bulan Agustus. Sosialisasi penyuluhan ini dilakukan dengan cara membagi-bagikan brosur dan stiker pada Masyarakat Desa Urundaka terutama remaja. Pembagian brosur dilakukan dengan cara dibagikan pada saat penyuluhan di Desa Urundaka.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1

Hasil yang dicapai Berdasarkan masalah yang ditemukan pada saat observasi, maka program yang disepakati untuk profesi Fakultas MIPA Jurusan Farmasi yaitu penyuluhan narkoba. Sasaran dari program ini yaitu Masyarakat khususnya kalangan muda yang berada di Desa Urundaka. Kegiatan ini dilakukan hanya 1 kali di Kantor Desa,selanjutnya dibagikan pada masyarakat desa Urundaka pada saat POSYANDU. Penyuluhan ini dilakukan pada minggu pertama di bulan Agustus. Adapun persiapan sosialisasi ini yaitu: 1. Persiapan bahan materi Persiapan bahan materi untuk penyuluhan narkoba, dilakukan pada minggu pertama bulan Desember. Bahan materi yang akan di paparkan pada kegiatan penyuluhan ini di ambil dari beberapa referensi dan di format secara sederhana agar mudah di mengerti dan di pahami oleh Masyarakat Desa Urundaka. 2. Pembagian brosur dan stiker tentang penyuluhan narkoba. Penyuluhan dilakukan pada minggu ke-1 bulan Agustus dan dilakukan sebanyak 1 kali. Penyuluhan ini dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan di Kantor Desa dan kemudian

memberikan informasi dan solusi yang sangat berharga kepada masyarakat. Dari hasil pelaksanaan program profesi yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas MIPA Program Studi Farmasi mengenani penyuluhan narkoba, persentase hasil yang dicapai yaitu sebesar 100 %.

5.2

Pembahasan Pada penyuluhan ini akan yang akan dibahas yaitu tentang Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut narkoba. Penyuluhan dilakukan berdasarkan hasil dari observasi yang dilakukan selama 7 hari di Desa Urundaka, selama observasi di Desa Urundaka kami mendapatkan permaslahan bahwa belum banyaknya masyarakat desa khususnya anak muda tentang bahaya penggunaan narkoba dan jenis obat-obat lain yang dapat membahayakan generasi muda serta memberikan pemahaman undang-undang tentang NAPZA dan hukuman atas perjual belikan NAPZA. Yang menjadi sasaran penyuluhan ini ialah masyarakat desa khususnya pemuda. Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa . Hal inilah yang melatar belakangi kami melakukan penyuluhan di tingkat pemuda. Berdasarkan observasi di desa Urundaka bahwa adanya perilaku dari kalangan pemuda atau remaja sendiri yang dapat membantu dalam penyebaran narkotika yang dapat menyebabkan banyaknya korban menjadi kecanduan. Penyebaran tersebut dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung. Sebab observasi yang dilakukan di pasar tradisional yang setiap hari selasa hanya muncul 1 kali dalam 1 minggu pembelian obat TDR dapat diperjual belikan dengan bebas tanpa memikirkan bahaya pembeli. observasi ini yang Dari hasil

melatar belakangi kami untuk melakukan

penyuluhan narkoba di Desa Urundaka.

Dalam penyuluhan ini kami berikan pencegahan dan bahaya menggunakan narkoba serta tanda-tanda gejala kecanduan narkoba pada masyarakat khususnya muda di desa Urundaka. a. Pertama kami memberikan info Tanda-tanda sederhana yang dapat dikenali jika kecanduan narkoba. 1. Perubahan perangai atau perilaku seperti : yang biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas. 2. Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun, dan tidak memperdulikan kebersihan atau penampilan diri. 3. Menjadi tidak disiplin, atau sering kabur, baik dirumah maupun disekolah. 4. Nilai rapor atau prestasi lainnya turun. 5. bersembunyi di tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang. 6. Lebih memilih bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai ciri-ciri seperti tanda-tanda diatas. 7. Mencuri apa saja milik orang tua atau saudara untuk membeli minuman atau obat-obatan terlarang. 8. Sering cemas, mudah stress atau gelisah, sukar tidur. 9. Pelupa, seperti orang bego atau pikun. 10. Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai

kacamata hitam.

b. Kedua gejala- gejala menggunakan narkoba. 1. Malas makan, sehingga fisik lemah dan kekurangan gizi. 2. Hidup jorok, sehingga terkena ekzim, penyakit kelamin, lebih lanjut paru-paru, hepatitis.

3. Sering sakit kepala mual-mual, muntah, murus-murus dan sulit tidur. 4. Gangguan otot jantung dan TD tinggi. 5. G3 gerak dan keseimbangan tubuh. 6. Lambat kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.

7. Hilang kepercayaan diri, apatis, penghayal, penuh curiga. 8. Cenderung menyakiti diri bahkan bunuh diri. Upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda, sudah seyoginya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke hal negatif adalah kurangnya pendidikan moral dan keagaman sehingga perbuatan tercela pun mereka jalani.

BAB VI PENUTUP

6.1

Kesimpulan Berdasarkan program profesi Mahasiswa KKNP-Integral Tematik Posdaya Angkatan 65 Fakultas MIPA Program Studi Farmasi di desa Urundaka ialah kurang kesadaran masyarakat desa khususnya para generasi muda tentang bahaya narkoba

6.2

Saran Diharapkan kepada masyarakat desa Urundaka Kegiatan

pencegahan penyalah gunaan narkotika dan zat adiktif sebaiknya ditindaklanjuti dengan berbagai pelatihan, misalnya pelatihan efektif dengan orang tua dan putra-putri.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Amin, Buku Tentang Bahaya Narkoba, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1991.

http://noerhayati.wordpress.com/2008/06/02/Narkoba+ Narkotika /