Anda di halaman 1dari 9

TUGAS INDIVIDU UNIT PEMBELAJARAN I BLOK 23 KEDOKTERAN POPULASI VETERINER APAKAH KEDOKTERAN POPULASI ITU??

Oleh : RIA HARDIANA 09 / 283233 / KH / 06193 Kelompok 9

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

LEARNING OBJECTIVES 1. Mengetahui peranan postulat koch dan postulate vans dalam kedokteran populasi ! 2. Mengetahui tentang sample, besaran sample dan teknik pengambilan ! 3. Mengetahui lingkup dan tujuan epidemiologi ! PENYELESAIAN 1. Mengetahui peranan postulat koch dan postulat evans dalam kedokteran populasi ! Postulat Koch: a. Organisme penyebab harus ada pada semua kasus penyakit b. Harus tidak dijumpai pada penyakit lain atau hewan normal c. Harus bisa diisolasi dan dimurnikan d. Harus mampu menimbulkan penyakit yang sama jika dicobakan Postulat Evans: a. Proporsi hewan yang berpenyakit pada individu yang terdedah faktor penyebab akan lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan yang tidak terdedah. b. Pendedahan terhadap penyebab akan lebih nyata terlihat pada individu yang sakit dari pada yang tidak sakit, bila semua faktor lain sama. c. Jumlah kasus baru secara nyata lebih tinggi pada kelompok yang terdedah, dibandingkan dengan kelompok tanpa pendedahan, sebagaimana terlihat pada kajian prospektif. d. Distribusi penyakit setelah pendedahan mengikuti distribusi normal sesuai dengan masa inkubasinya. e. Spektrum dari respon hospes dari ringan sampai berat haus mengikuti gradien biologis. f. Respon hospes, misalnya timbulnya antibodi, akan terlihat secara reguler setelah terdedah penyakit pada individu yang tidak memilikinya sebelum pendehadan, atau akan meningkat pada individu yang pernah terdedah dan pola ini tidak akan terlihat pada individu yang tidak mengalami pendedahan.

g. Pada percobaan reproduksi penyakit, frekuensi akan lebih besar terlihat pada hewan atau manusia yang terdedah, dibanding dengan tanpa pendedahan. Pendedahan ini mungkin dilakukan di laboratotium atau secara alami. h. Menghilangkan (Misalnya untuk menghilangkan agen yang spesifik) atau modifikasi (misalnya alternatif program diet) suatu faktor penyebab penyakit, akan mengurangi frekuensi kejadian penyakit. i. Pencegahan atau modifikasi respon hospes (misalnya dengan imunisasi atau menggunakan tranfer limposit spesifik pada kanker) akan mengurangi atau menghilangkan penyakit yang normal ada pada pendedahan terhadap penyakit. j. Semua hubungan atau keterkaitan tesebut harus dapat dibuktikan secara biologis dan epidemiologis. 2. Mengetahui tentang sample, besaran sample dan teknik pengambilan ! Sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti, yang ciri - ciri dan keberadaannya diharapkan mampu mewakili atau menggambarkan ciri - ciri dan keberadaan populasi yang sebenarnya. Mengingat dasar pemikiran digunakannya sampel di dalam suatu penelitian, antara lain adalah agar dalam penelitian tersebut dapat diperoleh kecermatan yang tinggi, penghematan biaya, waktu, dan tenaga, serta membatasi akibat-akibat buruk yang ditimbulkan oleh suatu penelitian (khusnya pelaksanaan eksperimen), maka sampel harus ditetapkan dengan tepat dan benar. Memilih teknik yang akan dipakai dalam pengambilan sampel merupakan suatu upaya penelitian supaya menemukan sampel yang mewakili serta dapat menggambarkan populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu : A. Sampling Nonprobabilitas Non Probability Sampling (Non Random Sample) Sedangkan pada non probability sampel, penyimpangan nilai sampel terhada populasinya tidak mungkin diukur. Pengukuran penyimpangan ini merupakan salah satu bentuk pengujian statistik. Penyimpangan yang terjadi pada perancangan kwesioner, kesalahan petugas pengumpul data dan pengola data disebut Non Sampling Error. a. Sampel Konvenien

Sampel ini dipilih karena mudah didapat, misalnya lokasi pengambilan dekat b. Sampel Perkiraan Sampel ini dipilih karena dianggap mewakili sesuatu c. Sampel Purposif Seleksi unit didasarkan pada pendedahan atau situasi penyakit yang diketahui. Metode ini banyak dilakukan untuk memilih unit dalam studi observasi analitik tetapi tidak cukup untuk mendapatkan data dalam suatu populasi. B. Sampling Probabilitas Probability Sampling (Random Sample) Dengan teknik ini, peneliti dapat menentukan derajat kepercayaan terhadap sebuah sampel. Selain itu, perbedaan dalam menafsirkan parameter populasi dengan statistik sampel dapat diperkirakan. a. Sampel Rambang Sederhana (Simple Random Sampling) Metode ini dilakukan dengan cara mendaftar seluruh populasi, kemudian dimbil secara acak. Keuntungan: sederhana penyimpangan estimasi kecil Kerugian : Kerangka sampling sulit diperoleh b. Sampel Rambang Sistemik (Systemik Sampling) Pelaksanaannya dilakukan seleksi dengan interval sama. Cara ini lebih praktis untuk sampling representative dan distribusinya lebih merata pada keseluruhan populasi. Namun bias dapat terjadi bila factor yang dikaji berhubungan dengan interval sampling. Keuntungan: seperti angka rambang sederhana, kerangka sampling tidak perlu Kerugian: tidak dapat untuk populasi besar c. Sampel Rambang Strata Dalam metode ini populasi dibagi dalam beberapa strata, kemudian diambil sampel dari tiap tiap strata tersebut. Penentuan strata berdasar criteria yang relevan misalnya ukuran ternak, usia ternak, dan sebagainya. Hal ini memberikan tingkat perkiraan yang spesifik untuk stratum bersangkutan, menjamin seluruh strata terambil sampelnya, dan ketepatan penafsiran biasanya lebih baik dibanding sampel rambang sederhana. Contoh : kabupaten kecamatan kelurahan peternak desa

Keuntungan: Kerangka sampling hanya pada unit terakhir Kekurangan: penyimpangan harga estimasi lebih besar d. Sampel Klaster Metode ini menggunakan unit unit populasi yang berdasarkan kumpulan alami sejumlah elemen. Misalnya anak yang berasal dari suatu induk merupakan satu klaster. Dengan cara ini lebih mudah memperoleh daftar klster daripada daftar individu. Keuntungan dan kerugian seperti sampling tahapan ganda e. Sampel Tahapan Ganda Pada dasarnya hampir sama dengan sampel klaster. Namun dalam sampel tahapan ganda, tiap klaster dianggap sebagai unit primer, yang kemudian dipilih anggotanya sebagai unit sekunder, baru dari unit sekunder tersebut diambil sampel. Pada prinsipnya metode sampel secara keseluruhan mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya: 1. Perolehan informasi lebih murah, mudah dan cepat daripada metode populasi 2. Kemudahan dalam memperoleh data 3. Efisiensi tenaga dan waktu 4. Mampu memberikan informasi yang lebih menyeluruh dan mendalam (komprehensif) 5. Memberikan lebih sedikit kesalahan daripada penanganan data yang lebih besar/ banyak Kekurangannya ialah: 1. Penyimpangan hasil dapat terjadi 2. Sampel tidak benar benar mewakili seluruh populasi, dengan demikian tingkat keakuratan rendah. Namun kekurangan ini dapat diminimalkan dengan cara : 1. Penyeragaman populasi yang akan dibuat sampel 2. Pembuatan strata 3. Meningkatkan ketelitian dalam pengerjaannya

Besaran Sampel Ukuran besarnya sampel yang harus diambil dalam suatu penelitian agar hasil penelitian tersebut dapat dikatakan valid atau sah, merupakan masalah besar yang sering kali muncul dari pihak yang hendak melakukan penelitian dengan menggunakan sampel. emakin besar keragaman dari individu-individu yang merupakan anggota populasi, semakin besar pula ukuran sampel yang diperlukan agar semakin banyak informasi yang dapat diambil. Pengambilan sampel dalam jumlah kecil mungkin tidak dapat mewakili populasi karena perbedaan karakteristik individu-individu anggota populasi tersebut besar. Sebaliknya bila individu-individu anggota populasi relatif memiliki karakteristik yang seragam, sampel yang berukuran kecil akan mampu memberikan jumlah informasi yang tidak jauh berbeda dengan jumlah informasi yang diperoleh dari sampel yang berukuran besar. Pertimbangan penggunaan metode sampel dalam kajian epidemiologi adalah sebagai berikut: 1. Mendeteksi atau menyidik adanya penyakit dalam populasi Diperlukan perkiraan: tingkat keyakinan (konfidensi), prevalensi penyakit bila ada, dan jumlah hewan dalam populasi 2. Estimasi aras penyakit dalam populasi Diperlukan : perkiraan aras penyakit, galat/penyimpangan perkiraan tersebut, dan tingkat konfidensi 3. Menyidik penyebab penyakit Diperlukan : Estimasi akibat dalam kedua kelompok yang dibandingkan . Pertimbangan penggunaan sampel 1. Mendeteksi adanya penyakit pada populasi a. Diperlukan perkiraan: 1) tingkat keyakinan (konfidensi) 2) prevalensi penyakit bila ada 3) jumlah hewan dalam populasi b. Rumus:

n = [1 (1 a)1/D][N (D 1)/2] n: jumlah sampel a: tingkat konfidensi N: jumlah populasi D: tingkat penyakit

2. Estimasi aras penyakit pada populasi a. Diperlukan 1) perkiraan aras penyakit 2) galat/penyimpangan perkiraan tersebut 3) tingkat konfidensi

b. Rumus
n = 4PQ/L2 95% n = 9PQ/L2 99%
P: perkiraan aras Q: 1 P L : Galat yang diinginkan

Bila n>10% populasi n2=


1 1/n1+ 1/N

3. Menyidik penyebab penyakit a. Diperlukan 1) Estimasi akibat dalam kedua kelompok yang dibandingkan 2) Tingkat konfidensi a) galat tipe I b) galat tipe II

b. Rumus n = [Z (2PQ)1/2 - Z (PeQe + PoQo)1/2]2 (Pe Pe)2 Z = harga z galat tipe I (= 1,96) (untuk galat tipe I 5 %) Z = harga z galat tipe II(= 0,84) (untuk galat tipe II 20 %) Pe = perkiraan akibat untuk kelompok pertama Qe = 1 - Pe Po = perkiraan akibat untuk kelompok kedua Qo = 1 Po P = (Pe + Po)/2 Q=1-P 3. Mengetahui lingkup dan tujuan epidemiologi ! Epidemiologi Veteriner adalah suatu ilmu yang mempelajari kejadian penyakit dalam suatu kelompok atau populasi hewan. Epidemiologi Veteriner menggunakan pendekatan holistik untuk mencari, mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang persamaan dan perbedaan antara kelompok individu yang memiliki tingkat kejadian penyakit yang lebih tinggi dan mereka yang memiliki tingkat kejadian penyakit yang lebih rendah, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, dalam suatu populasi hewan. Hasil yang diperoleh dari proses ini kemudian digunakan untuk mengendalikan dan mencegah pengaruh faktor-faktor tersebut serta kecepatan penyebaran penyakitnya, bahkan sebelum agen penyebab penyakitnya dapat ditentukan dengan pasti.

Identifikasi penyebab dan faktor-faktor resiko suatu penyakit Studi tentang natural history dan prognosis suatu penyakit Evaluasi efektivitas terapi dan tindak pencegahan Identifikasi sindroma-sindroma baru Pemantauan status kesehatan suatu populasi DAFTAR PUSTAKA Budiharta, S. 2002. Kapita Selekta Epidemiologi Veteriner.UNUD. Denpasar Budiharta,S., dan Suardana,I W. 2007. Epidemiologi dan Ekonomi Veteriner.Bali. Penerbit Universitas Udayana. Bali Murti, B. 2010. Kedokteran Komunitas. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret. Diakses Dari Http://Fk.Uns.Ac.Id/Static/Materi/Kedokteran_Komunitas_Prof_Bhisma_Murti. Pdf. Pada tanggal 2 April 2013 Setianegara, B. 2009. http://www.scribd.com/doc/56300844/EPIDEMIOLOGI. April 2013. Epidemiologi. Diakses tanggal 2

Willyanto, I. 2008. Konsep-konsep Dasar Epidemiologi Veteriner. Bagian Klinik Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga. Surabaya