Anda di halaman 1dari 10

I.

Etika Bisnis dan Nilai-Nilai Lingkungan Mengapa kita harus bertindak dalam cara yang melindungi lingkungan alam dari degradasi?Mengapa bisnis harus memperhatikan dan menghargai lingkungan alam? Jawaban yang paling jelas adalah untuk kepentingan pribadai manusia. Seluruh umat manusia bergantung pada lingkungan alam untuk dapat bertahan hidup.Manusia membutuhkan air bersih untuk minum,udara segar untuk bernafas,tanah dan lautan yang subur untuk menghasilkan makanan,lapisan ozon yang tebal untuk menangkal radiasi sinar matahari, dan biosfer yang menjaga keseimbangan iklim,dll. Prinsip Etika Lingkungan Hidup. Prinsip ini menjadi pegangan dan tuntutan bagi perilaku kita dalam berhadapan dengan alam, baik perilaku terhadap alam secara langsung maupun perilaku terhadap sesama manusia yang berakibat tertentu terhadap alam. (Keraf, 2002): 1. Sikap Hormat terhadap Alam (Respect for Nature) Pada dasarnya semua teori etika lingkungan mengakui bahwa alam semesta perlu untuk dihormati. Secara khusus sebagai pelaku moral, manusia mempunyai kewajiban moral untuk menghormati kehidupan, baik pada manusia maupun makhluk lain dalam komunitas ekologis seluruhnya. 2. Prinsip Tanggung Jawab (Moral Responsibility for Nature) Kelestarian dan kerusakan alam merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia. semua orang harus bisa bekerja sama bahu membahu untuk menjaga dan melestarikan alam dan mencegah serta memulihkan kerusakan alam. 3. Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity) Dalam diri manusia timbula perasaan solider, senasib sepenanggungan dengan alam dan sesama makhluk hidup lain. Prinsin ini bisa mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan dan semua kehidupan di alam ini. 4. Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian (Caring for Nature) Prinsip ini tidak didasarkan pada pertimbangan kepentingan pribadi, tetapi semata-mata demi kepentingan alam. 5. Prinsip No Harm Terdapat kewajiban, sikap solider dan kepedulian, paling tidak dengan tidak melakukan tindakan yang merugikan atau mengancam makhluk hidup lain. 6. Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam

Prinsip ini menekankan pada nilai, kualitas, cara hidup yang baik, bukan menekankan pada sikap rakus dan tamak. Ada batas hidup secara layak sebagai manusia, yang selaras dengan alam. 7. Prinsip Keadilan Prinsip ini menekankan bahwa terdapat akses yang sama bagi semua kelompok dan anggota masyarakat untuk ikut dalam menentukan kebijakan pengelolaan dan pelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam. 8. Prinsip Demokrasi Prinsip ini terkait erat dengan hakikat alam, yaitu keanekaragaman dan pluralitas. Demokrasi member tempat seluas-luasnya bagi perbedaan, keanekaragaman dan pluralitas. Prinsip ini sangat relevan dengan pengambilan di bidang lingkungan dan memberikan garansi bagi kebijakan yang pro lingkungan hidup. 9. Prinsip Integritas Moral Prinsip ini terutama untuk pejabat public, agar mempunyai sikap dan perilaku yang terhormat serta memegang teguh prinsip-prinsip moral yang mengamankan kepentingan public untuk menjamin kepentingan di bidang lingkungan. II. Tanggung Jawab Bisnis Terhadap Lingkungan a. Pendekatan Pasar Meski perdebatan yang cukup signifikan mengelilingi sebagian nilai lingkungan,masih terdapat kesepakatan yang sangat kuat tentang alas an yang bijak untuk melindungi lingkungan alam-manusia memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari bahaya.Kontroversi yang ada lebih berfokus mengenai sarana terbaik untuk mencapai tujuan.Secara historis,perdebatan ini berfokus pada apakah pasar yang efisien ataukah peraturan pemerintah adalah sarana yang paling tepat untuk mempertemukan tanggung jawab bisnis terhadap lingkungan.Masing-masing dari dua pendekatan ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap bisnis. Dari satu sisi,jika pendekatan terbaik terhadap masalah lingkungan adalah untuk mempercayakan mereka pada pasar yang efisien,maka manajer bisnis yang bertanggung jawab hanya perlu mencari keuntungan dan membiarkan pasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien.Dengan demikian bisnis memenuhi perannya dalam sebuah sistem pasar,yang pada gilirannya melayani kebaikan keseluruhan (utilitarianisme) yang lebih besar.Di sisi lain,jika peraturan pemerintah adalah pendekatan yang lebih memadai,maka bisnis mengembangkan struktur yang memenuhi peraturan untuk memastikan bahwa bisnis telah mematuhi peraturan tersebut. Para pembela pendekatan pasar berpendapat bahwa masalah lingkungan adalah masalah ekonomi yang patut mendapat solusi ekonomi.Pada dasarnya,masalah lingkungan melibatkan

alokasi dan distribusi dari sumber daya yang terbatas.Pasar yang efisien dapat menanggapi tantangan lingkungan , terlepas dari peduli atau tidaknya kita terhadap alokasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan gas, atau dengan kapasitas bumi untuk menyerap produk sampingan dari industry seperti CO2 atau PCB. Jenis kegagalan pasar yang kedua terjadi ketika tidak ada pasar menciptakan harga untuk barang-barang social yang penting.Spesies yang terancam punah,panorama yang indah,tanaman dan binatang langka,serta keanekaragaman hayati adalah beberapa jenis barang-barang lingkungan yang pada umumnya tidak diperdagangkan di pasar bebas.Barangbarang public seperti udara dan penangkapan ikan yang bersih dilaut juga tidak memiliki harga pasar yang mapan.Tanpa nilai pertukaran yang mapan,pendekatan pasar bahkan bahkan tidak dapat berupaya untuk meraih tujuannya untuk memenuhi permintaan konsumen secara efisien. Cara ketiga di mana kegagalan pasar dapat mengarah pada kerusakan lingkungan yang serius melibatkan perbedaan antara keputusan individu dan konsekuensi kelompok. Kita dapat kehilangan pernyataan tentang kebijakan dan etis yang penting jika kita membiarkan keputusan kebijakan dihasilkan hanya dari keputusan individu.Pertimbangankan perhitungan yang akan dibuat seorang konsumen terkait dengan pembelian sebuah mobil SUV dan konsekuensi dari keputusan itu terhadap pemanasan global.Tambahan CO2 yang akan dikeluarkan oleh mobil SUV tidak terlalu besar sehingga individu ini sepertinya akan menyimpulkan bahwa keputusannya untuk membeli mobil SUV tidak akan menghasilkan perbedaan.Namun jika setiap konsumen membuat keputusan yang sama persis,konsekuensinya akan menghasilkan perbedaan yang signifikan. Kegagalan pasar ini menimbulkan keprihatinan serius terhadap kemampuan dari ekonomi pasar untuk mencapai kebijakan lingkunganyang tepat.Para pembela pandangan yang sempit tentang tanggung jawab social perusahaan tentu saja telah memberikan tanggapan terhadap tantangan ini.Menginternalisasi biaya eksternal dan menyediakan hak milik untuk barang-barang yang tidak ada pemiliknya seperti binatang liar merupakan dua tanggapan terhadap kegagalan pasar.Pasar dapat bekerja untuk mencegah kerusakan hanya melalui informasi yang didapatkan dari adanya kegagalan pasar.Kita belajar mengenai kegagalan pasar dan berusaha mencegah kerusakan di masa depan dengan cara mengorbankan generasi pertama hanya sebagai sarana untuk memperoleh informasi ini. b. Pendekatan Peraturan Sebuah consensus luas muncul di Amerika serikat pada tahun 1970-an bahwa pasar yang tidak diatur oleh undang-undang adalah pendekatan yang tidak memadai terhadap tantangantantangan lingkungan.Sebaliknya,peraturan pemerintah dilihat sebagai cara yang lebih baik untuk menghadapi masalah lingkungan.Sebagian besar peraturan lingkungan yang paling signifikan di Amerika Serikat diberlakukan pada tahun 1970-an. The Clean Air Act tahun 1970,Federal Water Pollution Act tahun 1972,dan The Endangered Species Act tahun 1973 merupakan bagian dari consensus nasional untuk menangani masalah lingkungan.

Semua undang-undang ini memiliki pendekatan yang sama terhadap isu lingkungan.Sebelum semua undang-undang ini diberlakukan,hokum utama untuk penanganan terkait keprihatinan lingkungan adalah hokum tort.Hanya individu yang dapat membuktikan bahwa mereka telah dirugikan oleh polusi-lah yang dapat mengajukan tuntutan hokum atas polusi udara dan air.Pendekatan hokum ini menempatkan beban pembuktian pada orang yang telah dirugikan, dan paling baik hanya menawarkan kompensasi kerugian setelah adanya fakta. Undang-undang yang mulai diberlakukan selama tahun 1970-an menetapkan standar yang secara efektif memindahkan beban pembuktian dari mereka yang melakukan tindakan pengrusakan.Pemerintah menetapkan standar aturan untuk mencegah terjadinya polusi atau kepunahan spesies alih-alih menawarkan kompensasi setelah adanya fakta. Masyarakat memiliki dua kesempatan untuk menetapkan tanggung jawab lingkungan perusahaan.Sebagai konsumen,individu dapat meminta produk yang ramah lungkungan di pasar.Sebagai warga Negara,individu dapat mendukung legislasi terkait lingkungan.Selama bisnis merespon pasar dan mematuhi undang-undang,bisnis telah bertanggung jawab terhadap lingkungan. Bisnis secara sukarela dapat memilih untuk melakukan hal-hal yang baik berkenaan dengan lingkungan, akan tetapi bisnis tidak berkewajiban melakukannya.Bisnis seharusnya bebas untuk mengejar keuntungan dengan merespon permintaan perekonomian pasar tanpa perhatian khusus terhadap tanggung jawab lingkungan.Sejauh masyarakat menginginkan barangbarang yang ramah lingkungan,maka mereka bebasuntuk mengekspresikan keinginan tersebut melalui undang-undang atau di dalam pasar. Tanpa permintaan itu,bisnis tidak memiliki tanggung jawab khusus terhadap lingkungan. Beberapa masalah menunjukkan bahwa pendekatan ini tidaklah memadai dalam jangka panjang. 1.Pendekatan ini merendahkan pengaruh yang dimiliki bisnis dalam menetapkan undang-undang 2.Pendekatan ini juga merendahkan kemampuan bisnis untuk mempengaruhi konsumen 3.Model peraturan ini berasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi secara lingkungan dan etis tidak membahayakan.Peraturan menetapkan batas sampingan pada bisnis dalam mengejar keuntungan,dan sejauh bisnis tetap mematuhi batasan tersebut,jalan apapun yang ditempuh manajemen untuk meraih keuntungan akan mendapat legitimasi etis.Apa yang hilang dalam penbahasan ini adalah fakta yang sangat penting bahwa ada banyak cara untuk mengejar keuntungan dalam batasan undang-undang.Jalan yang berbeda untuk meraih profitabilitas dapat menimbulkan konsekuensi lingkungan yang sangat berbeda.

c. Pendekatan Keberlanjutan Konsep pengembangan/pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dan praktik bisnis yang berkelanjutan (sustainable business practice) menyarankan visi baru yang radikal untuk menintregasikan tujuan lingkungan dan keuangan,dibandingkan dengan model

pertumbuhan yang sebelumnya.Ketiga tujuan ini: keberlanjutan ekonomi,lingkungan dan etis,sering kali disebut sebagai tiga pilar keberlanjutan (three pillar of sustainability). Model Arus Sirkular,menjelaskan sifat transaksi ekonomi dalam hal arus sumber daya dari bisnis sampai ke rumah tangga dan kembali lagi ke bisnis.Bisnis menghasilkan barang dan jasa untuk merespon permintaan pasar dari rumah tangga,kemudian mengirim barang dan jasa tersebut ke rumah tangga untuk ditukarkan dengan pembayaran yang diterima oleh bisnis.Pembayaran ini selanjutnya dikembalikan lagi ke rumah tangga dalam bentuk upah, gaji, sewa, keuntungan dan bunga. Rumah tangga menerima pembayaran sebagai pertukaran atas tenaga kerja,lahan,modal dan keahlian wirausaha untuk menghasilkan barang dan jasa. Dua aspek dari model arus sirkular ini perlu diperhatikan: 1.Model ini tidak membedakan sumber daya alam dari factor produksi lainnya.Sumber daya hanyalah hal-hal yang dimiliki oleh rumah tangga seperti tenaga kerja,modal,dll,yang dapat dijual kepada bisnis. 2.Model ini memperlakukan pertumbuhan ekonomi sebagai solusi atas semua penyakit social dan tidak memiliki batasan.Agar dapat mengikuti pertumbuhan penduduk,ekonomi harus tumbuh.Agar dapat menyediakan standar hidup yang lebih tinggi,ekonomi harus tumbuh. Untuk dapat mengurangi kemiskinan,kelaparan dan penyakit,ekonomi harus tumbuh.Kemungkinan bahwa ekonomi tidak dapat tumbuh sampai waktu yang tidak terbatas bukanlah bagian dari model ini. Dengan demikian kita perlu mengembangkan suatu sistem ekonomi yang menggunakan sumber daya hanya pada tingkatan yang dapat terus berlanjut dalam jangka panjang dan hanya dapat mendaur ulang atau menggunakan kembali baik produk sampingan dari proses produksi maupun produk itu sendiri. Model Ekonomi sebagai sebuah subset dari biosfer Dalam jangka panjang,sumber daya dan energy tidak dapat dipakai,dan limbah tidak dapat dihasilkan,pada tingkat dimana biosfer tidak dapat menggantikan atau menyerap mereka tanpa membahayakan kemampuannya untuk menunjang kehidupan manusia.Biosfer dapat menghasilkan sumber daya alam secara tak terbatas,dan dapat menyerap limbah secara tak terbatas,namun hanya pada tingkat tertentu dan dengan jenis kegiatan ekonomi tertentu.Inilah tujuan dari pembangunan berkelanjutan.Menemukan tingkatan dan jenis kegiatan ekonomi ini,dan dengan demikian menciptakan praktik bisnis yang berkelanjutan,adalah tanggung jawab lingkungan perusahaan yang utama.

III.Peluang Bisnis dalam Ekonomi yang Berkelanjutan Pembangunan ekonomi pada masa lalu pada satu sisi telah berhasil meningkatkan pendapatan per kapita penduduk dan perbaikan kualitas hidup mereka secara rata-rata, akan tetapi pada sisi lain telah mengakibatkan kesenjangan pendapatan yang signifikan golongan pendapatan, antar wilayah dan antar kelompok masyarakat, serta angka kemiskinan masih tetap sangat tinggi. Ekonomi berkelanjutan adalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai strategi yang memungkinkan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia untuk keuntungan mereka yang terbaik. Tujuan dari ekonomi berkelanjutan adalah untuk mempromosikan penggunaan sumber daya tersebut dengan cara yang baik, efisien dan bertanggung jawab, dan kemungkinan untuk memberikan manfaat jangka panjang. Keberlanjutan ekonomi dari perspektif pembangunan memiliki dua hal utama keduanya mempunyai keterkaitan yang erat dengan tujuan aspek keberlanjutan lainya. Keberlanjutan ekonomi makro menjamin kemajuan ekonomi secara berkelanjutan dan mendorong efisiensi ekonomi melalui reformasi struktural dan nasional. Tiga elemen utama untuk keberlanjutan ekonomi makro yaitu efisiensi ekonomi, kesejahteraan ekonomi yang berkesinambungan, dan meningkatkan pemerataan dan distribusi kemakmuran. Hal tersebut diatas dapat dicapai melalui kebijaksanaan makro ekonomi mencakup reformasi fiskal, meningkatkan efisiensi sektor publik, mobilisasi tabungan domestik, pengelolaan nilai tukar, reformasi kelembagaan, kekuatan pasar yang tepat guna, ukuran sosial untuk pengembangan sumberdaya manusia dan peningkatan distribusi pendapatan dan aset. Penyesuaian kebijakan yang meningkatkan keberlanjutan ekonomi makro secara jangka pendek akan mengakibatkan distorsi sektoral yang selanjutnya mengabaikan keberlanjutan ekologis. Hal ini harus diperbaiki melalui kebijaksanaan sektoral yang spesifik dan terarah. Oleh karena itu penting mengindahkan keberlanjutan aktivitas dan ekonomi sektoral.Untuk mencapai keberlanjutan ekonomi sektoral, berbagai kasus dilakukan terhadap kegiatan ekonomi. Pertama, sumberdaya alam yang nilai ekonominya dapat dihitung harus diperlakukan sebagai kapital yang tangibble dalam kerangka akunting ekonomi, kedua, secara prinsip harga sumberdaya alam harus merefleksi biaya ekstaksi, ditambah biaya lingkungan dan biaya pemanfaatannya. Pakar ekonomi harus mengidentifikasi dan memperlakukan sumber daya sebagai sumber yang terpulih, tidak terpulihkan, dan lingkungan hidup. Sumber yang terpulihkan seperti hutan dapat memberikan

manfaat secara berkelanjutan bila tidak memperlakukan produktivitas ekonomi sebagai fungsi yang pasif atau jasa yang mengalir; menggunakan prinsip pengelolaan yang berkelanjutan, sedangkan sumber yang tidak terpulihkan mempunyai jumlah absulut dan berkurang bila dimanfaatkan. Oleh karena itu pada kondisi seperti ini konsep sustainable yeild tidak boleh diterapkan. Pembangunan berkelanjutan dalam konteks sumberdaya yang tidak dapat dipulihkan berarti: pemanfaatan secara efisien sehingga dapat dimanfaatkan oleh generasi masa mendatang dan diupayakan agar dapat dikembangkan substitusi dengan sumberdaya terpulihkan; membatasi dampak lingkungan pemanfaatannya sekecil mungkin, karena sumberdaya lingkungan adalah biosfer, secara menyeluruh sumberdaya ini tidak menciut akan tetapi berpariasi sesuai dengan kualitasnya. Proses liberalisasi ekonomi tanpa kontrol dan haluan yang jelas juga akan mendorong terjadinya eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dengan alasan untuk mendorong efisiensi ekonomi dan rasionaliasi. Ini juga merupakan salah satu bentuk kerusakan moral manusia dalam tanggung jawabnya terhadap alam yang harus dijaga dan dilestarikan. Bencana alam yang bertubi tubi seperti bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi dimana mana secara rela tidak rela telah menyadarkan kita akan pentingnya perhatian dan usaha konservasi sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi. Kecenderungan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menyatakan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor sebagai peristiwa alam merupakan sikap yang tidak bijaksana dan cenderung menghindar dari tanggung jawab. Berbagai bencana alam ditambah dengan isu dunia yaitu pemanasan global (global warming) telah meletakkan kita pada posisi yang tidak ada pilihan lain kecuali melaksanakan pembangunan perekonomian yang mampu menjaga konservasi sumber sumber daya alam maupun manusia (sustainable economic development).

Mengapa sebuah perusahaan harus mengejar strategi dari keberlanjutan?

1. Keberlanjutan adalah strategi jangka panjang yang bijak Bisnis perlu mengadopsi praktik yang berkelnajutan untuk menjamin

kelangsungan hidup dalam jangka panjang.Perusahaan yang gagal beradaptasi

terhadap kurva dari penurunan ketersediaan sumber daya alam dan kenaikan permintaan yang saling mengerucut berisiko kehilangan kelangsungan hidup mereka sendiri. 2. Potensi pasar yang besar yang belum terpenuhi di antara perekonomian dunia yang sedang berkembang hanya dapat dipenuhi dengan cara yang berkelanjutan Terdapat banyak sekali peluang bisnis untuk melayani miliaran orang yang membutuhkan,serta meminta barang dan jasanyang ekonomis.Dasar dari piramida ekonomi menunjukkan pasar dari perekonomian yang terbesar dan memiliki pertumbuhan tercepat dalam sejarah manusia.Sebagai contoh, jika Cina mengonsumsi minyak bumi pada tingkatan yang sama dengan Amerika serikat,maka Cina saja akan mengonsumsi lebih dari produksi harian minyak dunia dan emisi karbon dioksida ke atmosfer akan meningkat tiga kali lipat.Dengan demikian jelas bahwa tekhnologi dan produk baru yang berkelanjutan akan diperlukan untuk memenuhi permintaan dari masyarakat Cina. 3. Penghematan biaya yang signifikan dapat dicapai melalui praktik yang berkelanjutan. Penghematan penggunaan energy dan bahan tidak hanya akan mengurangi pembuangan limbah lingkungan,namun juga berarti mengurangi pengeluaran yang sia-sia.Meminimalkan limbah adalah hal yang masuk akal atas dasar financial maupun lingkungan. 4. Terdapat keunggulan kompetitif bagi bisnis yang berkelanjutan Perusahaan yang menerapkan bisnis yang berkelanjutan akan memiliki dua keunggulan yaitu melayani konsumen yang peduli lingkungan dan menikmati sebuah keunggulan kompetitif untuk menarik para karyawan yang memiliki rasa bangga dan puas karena bekerja di perusahaan tersebut. 5. Keberlanjutan adalah strategi manajemen risiko yang baik Perusahaan yang mengambil inisiatif untuk bergerak kea rah keberlanjutan kemungkinan juga akan menjadi perusahaan yang menetapkan standar dari praktik terbaik dalam bidangnya.Pemboikotan oleh konsumen terhadap

perusahaan yang tidak berkelanjutan juga merupakan sebuah risiko yang harus dihindari.