Anda di halaman 1dari 19

PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Dahulu orang sering menggunakan anggota tubuh sebagai satuan pengukuran, misalnya jari, hasta, kaki, jengkal, depa, langkah dan lain-lain. Namun satuan-satuan tersebut bukan merupakan satuan baku, sehingga menyulitkan bila digunakan dalam komunikasi. Dari keluargamu atau orang lain mungkin kita pernah mendengar satuan-satuan pengukuran berikut: membeli air dalam galon, membeli benang dalam yard, diameter pipa paralon dinyatakan dalam inci dan lain-lain. Satuan-satuan pengukuran di atas adalah beberapa contoh satuan ukuran dalam sistem Inggris. Setelah tahun 1700, sekelompok ilmuwan menggunakan sistem ukuran, dikenal dengan nama Sistem Metrik. Pada tahun 1960, Sistem Metrik dipergunakan dan diresmikan sebagai Sistem Internasional (SI). Penamaan ini berasal dari bahasa Perancis Le Systeme Internationale dUnites. Dalam satuan internasional terdapat besaran Pokok diantaranya: No 1 2 3 4 5 6 7 No 1 2 Besaran Pokok Panjang massa waktu Kuat arus listrik suhu Jumlah zat Intensitas cahaya Besaran Pokok Tambahan Sudut datar Sudut ruang Satuan meter kilogran sekon ampere kelvin mole candela Satuan radian steradian Simbol m kg s A K mol cd Simbol rad sr J N Dimensi Dimensi
L

M T I

Tabel 1.1 Besaran Pokok dalam Satuan Internasional

Dalam ilmu fisika memerlukan pengukuran- pengukuran yang sangat teliti agar setiap barang yang di ukur memiliki ketelitian yang akurat. Ketika kita akan melakukan
1

pengukuran suatu besaran Fisika, dibutuhkan alat ukur untuk membantu Anda mendapatkan data hasil pengukuran. Untuk mengukur panjang suatu benda, dapat menggunakan mistar, jangka sorong, atau mikrometer ulir (sekrup). Untuk mengukur massa suatu benda dapat menggunakan timbangan atau neraca. Adapun untuk mengukur waktu, kita dapat menggunakan jam atau stopwatch. Adapun alat ukur yang digunakan dalam kehidupan sehari diantaranya: a. Mistar Alat ukur panjang yang sering kita gunakan adalah mistar atau penggaris. Pada umumnya, mistar memiliki skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm. Mistar mempunyai ketelitian pengukuran 0,5 mm, yaitu sebesar setengah dari skala terkecil yang dimiliki oleh mistar. Pada saat melakukan pengukuran dengan menggunakan mistar, arah pandangan hendaknya tepat pada tempat yang diukur. Artinya, arah pandangan harus tegak lurus dengan skala pada mistar dan benda yang di Ukur. b. Jangka sorong Jangka sorong terdiri atas dua bagian, yaitu rahang tetap dan rahang geser. Skala panjang yang terdapat pada rahang tetap merupakan skala utama, sedangkan skala pendek yang terdapat pada rahang geser merupakan skala nonius. Skala utama pada jangka sorong memiliki skala dalam cm dan mm. Sedangkan skala nonius pada jangka sorong memiliki panjang 9 mm dan di bagi dalam 10 skala, sehingga beda satu skala nonius dengan satu skala pada skala utama adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Jadi, skala terkecil pada jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong tepat digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman tabung. c. Timbangan/ Neraca

Alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berbagai jenis neraca yang biasa digunakan adalah neraca batang antara lain: neraca sama lengan, neraca tiga lengan (Ohauss 2610 dapat mengukur massa sampai 2.610 kg dengan ketelitian 0,1 gram ), neraca empat lengan(Ohauss 311 dapat mengukur massa sampai 310 gram dengan ketelitian 0,01 gram). d. Stopwatch
2

Alat-alat yang dapat digunakan untuk mengukur waktu, antara lain arloji atau jam, stopwatch, dan jam atom. Seperti halnya alat pengukur panjang dan massa, alat pengukur waktu juga dibuat sesuai kebutuhan. Misalnya, untuk mengukur waktu yang membutuhkan tingkat ketelitian hingga tingkat ketelitian hingga sekon digunakan stopwatch analog, untuk yang membutuhkan sekon digunakan stopwatch digital, dan yang membutuhkan

tingkat ketelitian yang lebih dari itu digunakan jam atom. e. Termometer Untuk mengukur suhu suatu sistem umumnya menggunakan termometer. Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian. Termometer biasanya terbuat dari sebuah tabung pipa kapiler tertutup yang berisi air raksa yang diberi skala. Ketika suhu bertambah, air raksa dan tabung memuai. Pemuaian yang terjadi pada air raksa lebih besar dibandingkan pemuaian pada tabung kapiler. Naiknya ketinggian permukaan raksa dalam tabung kapiler dibaca sebagai kenaikan suhu. Berdasarkan skala temperaturnya, termometer dibagi dalam empat macam, yaitu termometer skala Fahrenheit, skala Celsius, skala Kelvin, dan skala Reamur. Termometer skala Fahrenheit memiliki titik beku pada suhu 32oF dan titik didih pada 212oF. Termometer skala Celsius memiliki titik beku pada suhu 0oC, dan titik didih pada 100oC. Termometer skala Kelvin memiliki titik beku pada suhu 273oK dan titik didih pada 373oK. Suhu 0oK disebut suhu nol mutlak, yaitu suhu semua molekul berhenti bergerak. Dan termometer skala Reamur memiliki titik beku pada suhu 0oR dan titik didih pada 80oR.

B. TUJUAN PERCOBAAN Memperlajari penggunaan alat-alat ukur dan cara penggunaanya penggunaan angka penting serta memahami

TINJAUAN PUSTAKA

Pengukuran merupakan proses mengukur. Sedangkan mengukur didefinisikan sebagai kegiatan untuk membandingkan suatu besaran dengan besaran standart yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Dari pengertian ini dapat diturunkan pengertian berikutnya yaitu besaran dan satuan. Besaran didefinisikan sebagai segala sesuatu yang didapat dari hasil pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk angka dan satuannya. (Sri Handayani, 2009) Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku. ( Teguh Sugiyarto,2008) Pengukuran merupakan pengunaan instrument alat ukur. Instrument alat ukur ialah adalah alat ukur untuk menentukan nilai atau besaran suatu kuantitas atau variabel.sedangkan Ketelitian alat ukur adalah harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrumen mendekati harga sebenarnya dari variabel yang diukur.dan ketepatan mengukur ialah suatu ukuran kemampuan untuk hasil pengukuran yang serupa. ( Sri Walyuti, 2002 ) Pengukuran merupakan proses pengunaan alat ukur menggunakan satuan internasional, satuan internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. Dan dalam satuan interrnasional terdapat besaran pokok yaitu besaran yang satuan-satuannya telah di tetapkan dan digunakan sebagai acuan ( patokan ) besaran-besaran satuan lainnya. Sedangkan besaran adalah sesuatu yang dapat diukur yang memiliki satuan. (Joko Sumarso, 2008)

PROSEDUR PERCOBAAN

A. Waktu dan tempat Waktu Tempat : Rabu,10.20 WIB : Laboratorium Fisika Dasar

B. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah: No Nama Alat 1 Mistar besi 2 Jangka sorong 3 Neraca digital 4 termometer 5 Gelas ukur 6 stopwatch Bahan yang digunakan adalah No 1 2 3 4 5 Nama bahan Balok Jam dinding kaleng bear beand Kaleng lasegar pipa Jumlah 1 1 1 1 1 2

jumlah 3 1 1 1 1

C. Cara Kerja a. Pengukuran dengan jangka sorong 1. Sebuah pipa diambil, kemudian diukur diameter pipa bagian dalam dan luar dari
pipa tersebut,dilakukan pengulangan sebanyak lima kali 2. Selanjutnya diukur dengan mengunakan mistar besi dan dilakukan pengulangan sebanayak lima kali 3. Hasil pengukuran dibandingkan dengan menggunakan mistar dan jangka sorong berdasarkan kesalahan mutlaknya

b. Pengukuran dengan menggunakan timbangan Tentukan Nst Sebuah balok diambil, lalu diletakan pada landasan beban timbangan Masa balok tersebut diukur dan diulangi pengukuran untuk jenis balok yang lainnya c. Pengukuran dengan stopwatch Tentukan Nst Stopwatch diset pada posisi nol, kemudian posisi jarum pada jam tangan diset Pada saat jarum mulai bergerak dari posisi yang telah diset, stopwatch dihidupkan. Kemudian nilai terbaca pada stopwatch dibandingkan dengan lamanya waktu yang telah diset pada jam tangan yaitu 3 menit dan 5 menit. Pengulangan dilakukan sebanyak lima kali d. Pengukuran dengan termometer Tentukan Nst Termometer Air diambil lalu dimasukkan dalam gelas dan ukur suhu air tersebut dengan memasukkan termometer di dalam gelas, coba lakukan pengukuran untuk suhu air yang telah di panaskan . lakukan pengulangan e. Pengukuran dengan gelas ukur Ukurlah dimensi silinder( kaleng) kemudian dimasukkan air ke dalam kaleng tersebut. volume air didalam kaleng dihitung dengan menggunakan rumus volume silinder. Kemudian air yang sama di masukkan ke dalam gelas ukur Bandingkan volume air dimasukkan kaleng dan gelas ukur lakukan penggulangan sebanyak lima kali diameter kelereng dihitung dengan jangka sorong, hitung volumenya selanjutnya dimasukkan kelereng dalam gelas ukur, hitung volumenya. Kemudian dibandingkan

PEMBAHASAN

A. Hasil Percobaan a) Hasil percobaan pengukuran dengan gelas ukur

NO

VOLUME

VOLUME GELAS UKUR 1. 310 ml

VOLUME MATEMATIS

LASEGAR

2. 310 ml 3. 310 ml 1. 190 ml

382,58ml

BEAR BEAND

2. 190 ml 3. 180ml

237,68 ml

b) Hasil percobaan pengukuran dengan stopwatch

Jumlah ulang No Pengukuran pada jam dinding

Ulang I

Ulang II

3 Menit

3.00.16

3.00.25

5 Menit

5.00.63

5.00.28

c. Hasil percobaan pengukuran dengan Jangka sorong Ulangan (n) 1

Data

6,45

6,45 6,3= 0,11

( 0,11 )2= 0,0121

6,47

6,47 6,34= 0,13

( 0,13 )2= 0,0169

6,1

6,1 6,34= 0,24

( 0,24)2= 0,0576

n=3

= 6,34

= 0,0866

d. Hasil percobaan pengukuran dengan Menggunakan Timbangan

Ulangan (n) 1

Data

327

327 332,3=-5,3

( 5,3 )2= 28,09

401

401 332,3=68,7

(68,7)2= 4719,69

269

269 332,3= 63,3

( 63,3)2= 4006,89

n=3

= 332,3

= 8754,67

e. Pengukuran dengan mistar Ulangan (n) 1

Data

6,3

6,3 6,26= 0,04

(0,04 )2= 0,0016

6,4

6,4 6,26= 0,14

(0,14)2= 0,0196

6,1

6,1 6,26 = 0,16

(0,16 )2= 0,0256

n=3

= 6,26

= 00,468

B. ANALISA DATA a. Pengukuran Volume dengan gelas ukur Diketahui : Tinggi lasegar = 11,5cm

Diameter lasegar = 6,51cm Jari-jari lasegar = 3,255cm Ditanya: Jawab: Vlasegar = = 3.14 x (3,255)2 X 11,5 = 382,58 cm3 = 382,58 ml Volume tabung lasegar

diketahui: Tinggi bear beand Diameter bear beand Jari-jari bear beand Ditanya: Jawab: Vbear beand=

= 10,5cm = 5,37cm = 2,685cm

Volume tabung bear beand

= 3,14x(2,685)2x10,5 = 237,68 cm3 =237,68 ml b. Pengukuran dengan Jangka Sorong kesalahan Mutlak

= 0,12 Kesalahan relatif Kesalahan relatif Kesalahan relatif Kesalahan persen

= = =
=

= = =

= 0,0186 =0,0185 =0,0196

x100%

= 0,0186 x 100% =1,86% Kesalahan persen = x100%

= 0,0185 x 100% =1,85%

10

Kesalahan persen

x100%

= 0,0196 x 100% =1,96% Kesalahan penelitian =( = = 98,14% Kesalahan penelitian =( = =98,15% Kesalahan penelitian =( = = 98,04% Hasil pengukuran: = 6,34 + 0,12 = 6,46 = 6,34 0,12 = 6,22 ) ) )

c. Pengukuran dengan Timbangan/neraca kesalahan Mutlak

=38,19 Kesalahan relatif Kesalahan relatif

= =

= =

= 0,116 = 0,095

11

Kesalahan relatif Kesalahan persen

=
=

= 0,141

x100%

= 0,116 x 100% =11,6% Kesalahan persen = x100%

= 0,095 x 100% =9,5% Kesalahan persen

x100%

= 0,141 x 100% =14,1% Kesalahan penelitian =( = = 88,4% Kesalahan penelitian =( = = 90,5% Kesalahan penelitian =( = =98,54% Hasil pengukuran: = 332,3+ 38,19 = 370,49 = 332,3 38,19 = 294,11 ) ) )

12

d. Pengukuran dengan Mistar kesalahan Mutlak

= 0,088 Kesalahan relatif Kesalahan relatif Kesalahan relatif Kesalahan persen

= = = =

= = =

= 0,0139 =0,0137 =0,0144 x100%

= 0,0139 x 100% =1,39% Kesalahan persen

x100%

= 0,0137 x 100% =1,37% Kesalahan persen

x100%

= 0,0144 x 100% =1,44% Kesalahan penelitian =( = = 98,61% Kesalahan penelitian =( = = 98,63% Kesalahan penelitian =( )
13

= = 98,56% Hasil pengukuran: = 6,26+ 0,088= 6,348 = 6,26 0,088= 6,172

C. Pembahasan a. Pengukuran volume menggunakan gelas ukur Pengukuran volume botol lasegar menggunakan gelas ukur mula-mula adalah 310 ml, pada pengukuran kedua adalah 310 ml dan pada pengukuran ketiga adalah 310 ml. secara matematis, volume pada botol lasegar adalah 382,58 ml. hal ini berbeda dengan pengukuran pada gelas ukur, ini di sebabkan pada pengisian air pada botol lasegar kurang penuh dan banyaknya volume air pada saat pengukuran tumpah keluar. Pengukuran volume botol bear beand menggunakan gelas ukur adalah 190 ml,

pengukuran kedua adalah 190 ml, dan pengukuran ketiga adalah 180 ml. secara matematis pengukuran volume pada botol bear beand adalah 237,68 ml. pengukuran volume secara matematis lebih besar dari pengukuran dengan gelas ukur. Hal ini di sebabkan oleh pada pengisian air pada botol bear beand kurang penuh dan pada saat pengukuran banyak volume air tumpah keluar. b. Pengukuran dengan menggunakan jangka sorong Pengukuran pipa menggunakan jangka sorong adalah 6,45 cm,pada pengukuran kedua adalah 6,47cm dan pada pengukuran ketiga adalah 6,1 cm. pada pengukuran

pertama , pengukuran kedua, dan pengukuran ketiga memiliki nilai pengukuran berbeda, hal ini disebabakan posisi mata pada saat pembacaan alat ukur jangka sorong tidak tepat sehingga nilai pembacaan berbeda. Sehingga pengukuran menggunakan jangka sorong

14

memiliki kesalahan mutlak adalah 0,12 cm dan memiliki kesalahan relatif pada pengukuran adalah 0,0186 cm, kesalahan relatif pada pengukuran kedua adalah 0,0185 cm, dan kesalahan relatif pada pengukuran ketiga adalah 0,0196 cm. Pada pengukuran pertama menggunakan jangka sorong memiliki kesalahan persen adalah 1,86% , kesalahan persen pada pengukuran kedua adalah 1,85%, kesalahan persen pada pengukuran ketiga adalah1,96% dan saat pengukuran terdapat kesalahan penelitian. Pada pengukuran pertama memiliki kesalahan penelitian adalah 98,14%, pengukuran kedua memiliki kesalahan penelitian adalah 98,15%,dan pengukuran ketiga memiliki kesalahan penelitian adalah 98,04%. Jadi, hasil pengukuran sebenarnya antara 6,46 cm dan 6,42 cm. c. Pengukuran dengan menggunakan stopwatch Pengukuran jam dinding menggunakan stopwatch dengan waktu tiga menit adalah 3.00.16 pada ulang ke-1 dan 3.00.25 pada ulang ke-2 . perbedaan antara 3 menit pada jam dinding dengan stopwatch disebabkan oleh pengukuran waktu pada jam dinding

menggunakan satuan detik (sekon) dan pengukuran pada stopwatch menggunakan satuan mili detik (mili sekon) . Pengukuran jam dinding menggunakan stopwatch dengan waktu lima menit adalah 5.00.63 pada ulang ke-1 dan 5.00.28 pada ulang ke -2 . perbedaan antara 5 menit pada jam dinding dengan stopwatch disebabkan oleh pengukuran waktu pada jam dinding

menggunakan satuan detik (sekon) dan pengukuran pada stopwatch menggunakan satuan mili detik (mili sekon) d. Pengukuran dengan menggunakan timbangan/neraca Pengukuran balok menggunakan neraca mula-mula adalah 327gram, pada pengukuran kedua balok adalah 401 gram dan pada pengukuran balok ketiga adalah 269 gram. pada pengukuran pertama , pengukuran kedua, dan pengukuran ketiga memiliki nilai pengukuran berbeda, hal ini disebabakan karena massa ketiga balok berbeda pada saat pengukuran menggunakan neraca. pada saat pengukuran menggunakan timbangan/neraca memiliki
15

kesalahan mutlak adalah 38,19 gram dan memiliki kesalahan relatif pada pengukuran adalah 0,116 gram, kesalahan relatif pada pengukuran kedua adalah 0,095 gram, dan kesalahan relatif pada pengukuran ketiga adalah 0,141 gram. Pada pengukuran pertama menggunakan timbangan/neraca memiliki kesalahan persen adalah 11,6%, kesalahan persen pada pengukuran kedua adalah 9,5%, kesalahan persen pada pengukuran ketiga adalah14,1% dan saat pengukuran terdapat kesalahan

penelitian. Pada pengukuran pertama memiliki kesalahan penelitian adalah 88,4%, pengukuran kedua memiliki kesalahan penelitian adalah 90,5%,dan pengukuran ketiga memiliki kesalahan penelitian adalah 98,54%. Maka, hasil pengukuran sebenarnya antara 294,11 gram dan 370,49 gram e. Pengukuran dengan menggunakan mistar Pengukuran pertama menggunkan mistar dalah 6,3 cm, pengukuran kedua

menggunakan misatar adalah 6,4cm dan pengukuran ketiga adalah 6,1 cm. pengukuran dengan menggunakan mistar memiliki kesalahan mutlak adalah 0,088 cm dan kesalahan relatif pada pengukuran pertama adalah 0,0139 cm , kesalahan relatif pada pengukuran kedua adalah 0,0137cm, kesalahan relatif pada pengukuran ketiga adalah 0,0144 cm. selain kesalah relatif terdapatnya kesalahan persen dengan menggunakan mistar. Kesalahan persen pada pengukuran pertama adalah 1,39%, kesalahan persen pada pengukuran kedua adalah 1,37%, kesalahan persen pada pengukuran ketiga adalah 1,44% dan pada pengukuran dengan mistar terdapat kesalahan penelitian. Kesalahan penelitian pada pengukuran pertama adalah 98,61%, kesalahan penelitian pada pengukuran kedua adalah 98,63% dan kesalahan penelitian pada pengukuran ketiga adalah 98,56%. Maka, hasil pengukuran sebenarnya ialah: antara 6,172 cm dan 6,348 cm f. Pengukuran menggunakan termometer Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur temperature suatu zat. Ada dua jenis termometer yang umum digunakan dalam laboratorium, yaitu termometer air

16

raksa dan termometer alkohol. Keduanya adalah termometer jenis batang gelas dengan batas ukur minimum 10 oC dan batas ukur maksimum +110 oC. Nilai skala terkecil untuk kedua jenis termometer tersebut dapat ditentukan seperti halnya menentukan nilai skala terkecil sebuah mistar biasa, yaitu dengan mengambil batas ukur tertentu dan membaginya dengan jumlah skala dari nol sampai pada ukur yang diambil tersebut. Berdasarkan skala temperaturnya, termometer dibagi dalam empat macam, yaitu termometer skala Fahrenheit, skala Celsius, skala Kelvin, dan skala Reamur. Termometer skala Fahrenheit memiliki titik beku pada suhu 32oF dan titik didih pada 212oF. Termometer skala Celsius memiliki titik beku pada suhu 0oC, dan titik didih pada 100oC. Termometer skala Kelvin memiliki titik beku pada suhu 273oK dan titik didih pada 373oK. Suhu 0oK disebut suhu nol mutlak, yaitu suhu semua molekul berhenti bergerak. Dan termometer skala Reamur memiliki titik beku pada suhu 0oR dan titik didih pada 80oR.

17

PENUTUP

a. Kesimpulan 1. Pengukuran volume botol lasegar menggunakan gelas ukur adalah 310 ml dan pada pengukuran volume secara matematis adalah 382,58ml 2. Pengukuran volume botol bear beand menggunakan gelas ukur adalah 190 ml dan pada pengkuran volume secara matematis adalah237,68 ml 3. Pengukuran menggunakan jangka sorong memiliki kesalahan mutlak adalah 0,12 cm dan hasil pengukuran sebenarnya antara 6,46cm dan 6,42 cm 4. Pengukuran jam dinding menggunakan stopwatch dengan waktu tiga menit adalah 3.00.16 pada ulang ke-1 dan 3.00.25 pada ulang ke-2 .pengukuran jam dinding menggunakan stopwatch dengan waktu lima menit adalah 5.00.63 pada ulang ke-1 dan 5.00.28 pada ulang ke -2 5. Pengukuran menggunakan neraca memiliki kesalahan mutlak adalah 38,19 gram dan hasil pengukuran sebenarnya antara 294,11 gram dan 370,49 gram 6. Pengukuran menggunakan mistar memiliki kesalahan mutlak adalah 0,088 cm dan hasil pengukuran sebenarnya antara 6,172 cm dan 6,348 cm

b. Saran 1. agar peralatan pratikum pada laboratorium fisika dasar ditambah , baik yang sudah ada peralatan maupun tidak ada peralatan 2. agar kedisplinan masuk laboratorium fiska dasar di perhatikan

18

DAFTAR PUSTAKA

1. Handayani. Sri.2009. Fisika Dasar .penerbit: departemen pendidikan Nasional 2. Nurachmandani. Setya.2008. FISIKA 1, penerbit Grahadi 3. Sumarso, Joko.2008, Fisika SMA. Penerbit CV Teguh Karya 4. Sugiarto.
5.

Teguh,

Ismawati.

Eny.2007.

Fisika

Bagi

Pemula,

penerbit:pusat

perbukuan depateman pendidikan Nasional Walyuti. sri. 2002. Alat Ukur Dan Teknik Pengukuran, penerbit: gramedia, jakarta

19