Anda di halaman 1dari 10

Smartphone Android Sebagai Sistem Kontrol Untuk Monitoring Wahana Bawah Air

Fredy Hidayat1, Wakhyu Dwiono,S.T.,M.T2 & Wiwin Styorini,S.T3


1

Jurusan Teknik Elektronika Telekomunikasi, Program Studi Teknik Elektronika Telekomunikasi. Politeknik Caltex Riau Jl Umban Sari No.1 Pekanbaru 28265 catatansimodjo@ymail.com1, wakhyu@pcr.ac.id2, wiwin@pcr.ac.id3

Abstrak Dalam menjalanan suatu aktivitas manusia dibantu sebuah perangkat yang biasa disebut robot. Dengan bantuan robot manusia dapat melakukan hal-hal yang sulit dikerjakan menjadi mungkin untuk dikerjakan. Salah satunya adalah monitoring bawah air. Pada proyek akhir ini dibuat suatu sistem kontrol berupa remote yang diimplementasikan dengan jaringan wifi sebagai kontrol ip, ip camera digunakan untuk monitoring gambar dibawah air dan untuk melakukan eksekusi sistem pergerakan robot digunakan ATMega8535 dan untuk konversi serial Ethernet maupun modul WIZ110SR. Dengan media wifi robot dapat dikontrol pergerakkannya bahkan dimonitoring oleh user menggunakan satu perangkat yaitu Smartphone Android. Sehingga robot dapat melakukan pergerakan ke kanan, kiri, lurus, maupun pergerakkan masuk kedalam air. Selain sebagai pergerakkan robot, teknologi ini juga dapat digunakan menerima gambar berupa video yang dikirim ip camera melalui media wifi. Kata kunci : Smartphone Android, Wifi, IP Camera , Eclipse Abstract In running a human activity assisted a device commonly called a robot. With the help of human robot can do things that are difficult to do become possible to be done. One is monitoring underwater. At the end of the project created a form of remote control system is implemented as a control wifi network ip, ip camera used for monitoring underwater images and to execute the movement of the robot system used ATMega8535 and serial to Ethernet conversion module and wiz110sr. With media wifi robot can be controlled even monitored his movements by the user using a device that Android Smartphone. So that the robot can move to the right, left, straight, and movement into the water. In addition to the movement of the robot, this technology can also be used to receive video images sent via media wifi ip camera. Keywods: Smartphone Android, Wifi, IP Camera , Eclipse

1 1.1

Pendahuluan Latar Belakang

Pada mulanya, sistem kontrol dari suatu robot dapat dikendalikan secara manual. Adapun sistem kontrol secara manual yaitu menggunakan perantara kabel, bluetooth maupun WiFi. Sistem kontrol menggunakan perantara kabel tidak terlalu efektif dalam menggendalikan robot dalam jarak jauh, kerena harus membutuhkan kabel yang yang lebih banyak dan mempersulit dalam proses pengerjaan. Sama halnya dengan sistem kontrol menggunakan kabel, dalam pengendalian robot digunakan bluetooth akan tetapi hal ini hanya dapat dilakukan pada jarak rendah dan rentan terhadap penghalang. Sedangkan sistem kontrol menggunakan perantara WiFi dapat digunakan pada jarak jangkauan yang tinggi, jarak jangkauan WiFi bisa mencapai

100 hingga 200 meter. Dalam perkembangannya WiFi juga dapat mentransmisikan data, audio dan video. Oleh karena itu sistem kontrol menggunakan WiFi dengan perantara Smartphone Android memiliki teknologi pendukung yaitu tochsreen dan accerelometer dan perangkat lainnya dan dianggap lebih efisien karena dapat menambah kebutuhan dalam pembuatan proyek akhir. 1.2 Tujuan

Adapun tujuan dalam proyek akhir ini adalah membuat sistem kontrol gerakan suatu wahana bawah air, dapat mengembangkan penggunaan WiFi, dapat mengetahui kejadian dibawah laut dengan mengirim video ataupun gambar secara real time. 1.3 Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang akan diselesaikan adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana membuat komunikasi Android ke mikrocontroller AVR ATMega 8535 2. Bagaimana merancang aplikasi yang dapat berjalan di Android untuk mengontrol pergerakan 3. Bagaimana membuat komunikasi Android ke IP Camera 1.4 Batasan Masalah Yang menjadi batasan masalah dalam proyek akhir ini adalah : 1. Pengujian dilakukan pada kolam yang tenang dengan kedalaman tidak lebih dari 2m. 2. Pengaruh tekanan air terhadap wahana bawah air diabaikan. 3. Wahana yang digunakan tidak dapat tenggelam secara penuh 2 2.1 Tinjauan Pustaka Sistem Kontrol

Suatu sistem kontrol pada awalnya dipahami sebagai proses yang dapat mengontrol suatu sistem baik dengan rangkaian elektronika analog, maupun dengan rangkaian yang memakai saklar (switch), relay, dan timer. Pengertian tersebut dipahami pada zaman yang masih belum terdapat teknologi canggih. Di zaman serba teknologi canggih ini, seiring dengan kemajuan microprocessor, pengimplementasian sistem kontrol terhadap dunia nyata semakin meluas. Dengan adanya microprocessor, sistem kontrol dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan canggih, serta terdapatnya fitur-fitur yang baru. 2.1.1 Sistem kontrol secara manual (Open Loop Controls)

Proses pengaturannya dilakukan secara manual oleh operator dengan mengamati keluaran secara visual, kemudian dilakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya untuk mempertahankan hasil keluarannya. Sistem kontrol itu sendiri bekerja secara open loop, artinya sistem kontrol tidak dapat melakukan koreksi variabel untuk mempertahankan hasil keluarannya. Perubahan ini dilakukan secara manual oleh operator setelah mengamati hasil keluarannya melalui alat ukur atau indikator.

Gambar 1

Diagram blok sistem kontrol open loop

2.1.2

Sistem kontrol otomatis (Closed Loop Controls)

Sistem kontrol otomatis dapat melakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya secara otomatis, karena pada sistem ini terdapat untai tertutup (Closed Loop) sebagai umpan balik (feedback) dari hasil keluaran menuju ke masukan setelah dikurangkan dengan nilai setpoinnya. Pengaturan secara untai tertutup ini, tidak memerlukan operator untuk melakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya karena dilakukan secara otomatis dalam sistem kontrol itu sendiri.

Gambar 2

Diagram Blok Sistem Kontrol Close Loop

2.2 2.2.1

Wifi Pengertian Wifi

Wifi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk jaringan lokal nirkabel (Wireless Local Area Networks) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Fungsinya menghubungkan jaringan dalam satu area lokal secara nirkabel. Awalnya Wifi digunakan untuk perangkat nirkabel dan jaringan Local Area Netwok (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinkan seseorang yang mempunyai komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau Personal Digital Assistant (PDA) untuk terhubung ke internet dengan menggunakan titik akses (hotspot) terdekat. 2.2.2 Spesifikasi Wifi

Wifi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini telah ada 4 variasi 802.11 yakni : 802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama wifi. Berikut detail dari masing masing variasi 802.11 tersebut :
Tabel 1 Spesifikasi wifi

Spesifikasi 802.11b 802.11a 802.11g 802.11n

Kecepatan 11 Mbps 54 Mbps 54 Mbps 100 Mbps

Frekuensi Band 2,4 Ghz 5 Ghz 2,4 Ghz 2,4 Ghz

Cocok Dengan B A b,g b,g,n

2.2.3

Metode Akses Koneksi Wifi

Ada 2 cara untuk menghubungkan antara PC dengan sistem wifi yaitu adhoc dan infrastruktur. Kedua cara ini memiliki keuntungan dan kelemahan masing masing sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Sistem adhoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu komputer dihubungkan ke satu komputer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari satu komputer, sedangkan infrastruktur satu komputer berhubungan dengan komputer lain dengan menggunakan perantara yaitu access point. 2.3 2.3.1 Android Sistem Operasi Android

Android merupakan Operating System untuk ponsel yang berbasis Open Source,bisa diibaratkan seperti Operating System linux ubuntu pada sebuah PC.Android dikembangkan oleh Google,dan pertama kali dikenal pada bulan november 2007.Salah satu alasan Google merilis Android sebagai Operating System berbasis Open Source,dikarenakan kebebasan bagi penggunanya untuk dapat mengembangkan beragam aplikasi,yang sudah mencapai lebih dari 70 ribu aplikasi dan terus berkembang setiap harinya Android memiliki kemudahan dalam penggunaanya,dan dinilai sebagai Operating System yang dapat bekerja dengan stabil,cepat dan kuat untuk semua aplikasi,termasuk game 3D. Beragam bentuk disajikan oleh ponsel dengan Operating System Android, dari ponsel QWERTY hingga penggunaan touchscreen. Selain itu, Android yang telah diakuisisi oleh Google ini memberi kemudahan dalam mengakses produk Google seperti Gmail, google Calendar, Google Contacts dan Google Voice.

2.3.2

Arsitektur Android

Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Berikut ini susunan dari lapisan lapisan tersebut jika di lihat dari lapisan dasar hingga lapisan teratas :

Gambar 3

Arsitektur Android

2.3.3

Fitur - fitur Android Android memiliki fitur fitur sebagai berikut :

1. Application framework : mendukung pemakaian komponen-komponen yang mudah diganti dan digunakan kembali. 2. Dalvik virtual machine : dioptimasi untuk piranti mobile.

3. Integrated browser : dibangun dari engine browser open source WebKit. 4. Optimized graphics : didukung oleh custom 2D graphics library, 3D graphics dibangun berdasarkan OpenGL ES 1.0 specification (dukungan hardware acceleration optional). 5. SQLite : untuk penyimpanan database terstruktur. 6. Media support : untuk mendukung berbagai audio, video, dan still image formats (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF). GSM Telephony, Bluetooth, EDGE, 3G, and WiFi, Camera, GPS, compass, and accelerometer. 2.4 IP Camera

IP Camera adalah CCTV (Closed-circuit television) kamera yang menggunakan Internet Protokol (IP) untuk mengirimkan data gambar dan sinyal kendali atas Fast Ethernet link. IP Camera bisa juga disebut sebagai kamera jaringan, sejumlah IP Camera biasanya di tempatkan bersama-sama dengan perekam video digital (DVR) atau jaringan perekam video (NVR) untuk membentuk sistem pengawasan video.(Malik, 2009, hal.9). IP Camera bisa digunakan untuk memantau aktivitas melalui perangkat mobile, seperti ponsel atau PDA lewat jaringan 3G atau 3,5G, sedangkan CCTV biasa yang terdahulu tidak dapat dihubungkan dengan jaringan internet, melainkkan hanya terhubung dengan sebuah kabel yang dihubungkan kembali dengan sebuah Television. Dengan Kelebihan yang dimiliki IP Camera ini maka banyak digunakan untuk fasilitas memantau suatu daerah atau tempat. Seperti sekarang ini di Indonesia dibidang lalu lintasnya telah memanfaatkan IP Camera untuk memantau keadaan lalu-lintas transportasi, yang dapat di akses semua masyarakat melalui Smartphone atau Web Browse. Cara Kerja IP Camera dapat digambarkan seperti ini: Kamera menangkap gambar Gambar yang ditangkap diubah menjadi signal elektrik. Signal ini dikonversi dari format analog menjadi digital Signal digital dikompres dan dikirim melalui jaringan.

Gambar 4

IP Camera

3 3.1

Perancangan Blog Diagram dan Prinsip Kerja

Secara umum sistematika perancangan terdiri dari 2 buah blok yaitu blok remote dan blok kapal selam. Berikut blok diagram dari perancangan yang akan dibuat :

Smartphone Android

Wireless Router

Wahana Dalam Air

Blog Diagram Wahana Bawah Air

IP Camera

WIZ 110 SR

AtMega 8535

Bilge Pump

Gambar 5

Diagram Arsitektur Sistem Kerja

Cara kerja dari sistematika berdasarkan blok gambar diatas : 1. Smartphone Android akan terhubung dengan wahana bawah air buntuk melakukan sistem kontrol pergerakan ataupun monitoring. 2. Ketika Smartphone melakukan perintah kontrol, wireless router melakukan penerimaan inisialisasi yang terhubung ke modul WIZ110SR untuk konversi ke port RS 232, dan mikrocontroller akan menerima data dari port serial berupa karakter yang akan diproses oleh mikro. 3. Pada saat smartphone melakukan sistem kontrol pergerakan, wireless router dapat menghubungkan IP Camera dengan smartphone. Sehingga akses gambar pada IP Camera dapat ditampilkan pada Smartphone Android. 3.2 Flowchart program pada sistem kontrol remote Adapun bentuk Flowchart pada sistem kontrol pada remote android yang digunakan:
MULAI

Pembacaan IP Camera dan Menampilkan Video Pembacaan Tombol Saat di Tekan

Jika Tombol Maju = 1 Tidak Jika Tombol Kiri = 1

Ya

Wahana Bergerak Ke Maju

Ada Penekanan Tombol Ya Jika Tombol ON = 1 Ya

Tidak

Ya

Wahana Bergerak Ke Kiri

Tidak

Tidak Jika Tombol Kanan = 1 Tidak Jika Tombol OFF = 1 Ya Wahan Bergerak Ke Atas Selesai Tidak Wahana Bergerak Ke Kanan

Wahana Bergerak Ke Bawah

Gambar 6

Flowchart Sistem Kontrol

4 4.1

Hasil dan Pembahasan Tampilan pada Android

Ukuran file apk dari program kontrol robot mobil yang berjalan di Android adalah 459,8 KB, berikut ini adalah tampilan dari program kontrol tersebut :

1. Tampilan splash screen program


Merupakan tampilan awal saat menjalankan program kontrol wahana bawah air

Gambar 7

Tampilan splash screen

2. Tampilan menu program


Merupakan tampilan menu dari program setelah selesai tampilan splash screen

6 5 3 2
Gambar 8 Tampilan menu program

1 4

Berikut ini adalah penjelasan dari Gambar diatas : 1 Merupakan tombol yang berfungsi sebagai on dari program remote, dan wahana masuk kedalam air 2 merupakan tombol pergerakan untuk maju 3 merupakan tombol pergerakan untuk kiri 4 merupakan tombol pergerakan untuk kanan 5 merupakan tombol pergerakan untuk off, dan wahana kembali kepermukaan air

6 merupakan tampilan kamera pada IP Camera 4.2 Tampilan Pada Wahana Bawah Air Berikut bentuk tampilan pada wahana bawah air :

Gambar 9

Wahana Tampak Depan

Gambar 10 Gambar 11

Wahana Tampak Belakang Wahana Tampak Samping

4.3

Pengujian Pengiriman Data Melalui Smartphone Android

Berikut hasil dari pengujian pengiriman data dari Smartphone Android ke microcontroller :
Tabel 2 Pengujian Pengiriman Data

Android Kirim Data 1 Kirim Data 2 Kirim Data 3 Kirim Data 4 Kirim Data 5
4.4

Data Microcontroller 00000001 00000110 00000010 00000100 00001000

Relay Relay 1 Hidup Relay 2 dan 3 Hidup Relay 2 Hidup Relay 3 Hidup Relay 4 Hidup

Tegangan Pompa (Perc.1) 11.8 volt 11.4 volt 11.6 volt 11.5 volt 11.8 volt

Tegangan Pompa (Perc.2) 12.1 volt 12.0 volt 11.9 volt 12.4 volt 12.1 volt

Pengujian Arus Pada Pompa Wahana

Berikut pengujian arus pompa pada wahana :


Tabel 3 Pengujian Arus

Pompa Pada Wahana Pompa Luar Pompa Kiri dan Kanan Pompa Kiri Pompa Kanan Pompa Dalam

Arus (perc.1) 1.85 A 2.94 A 1.39 A 1.67 A 1.91 A 1.98 A 2.8 A 1.6 A 1.8 A 2.0 A

Arus (Perc.2)

4.5

Pengujian WiFi

Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jarak maksimal dari suatu device wifi sehingga masih mampu terdeteksi oleh wifi device yang lain. Dengan adanya pengujian ini dapat diketahui pada jarak berapa saja user dapat mengontrol wahana secara wireless dengan menggunakan wifi. Pada pengujian jangkauan wifi terdapat dua parameter yang diuji yaitu 1. Ruangan terbuka (tanpa halangan) Maksud dari ruangan terbuka disini adalah wireless router yang terdapat pada wahana tidak terhalang oleh benda apapun dalam memancarkan sinyal wifi. 2. Ruangan tertutup (halangan) Maksud dari ruangan tertutup disini adalah wireless router yang terdapat pada wahana terhalang oleh suatu benda, baik itu dinding ataupun sebagainya yang dapat mengganggu kekuatan dari sinyal wifi. Berikut ini adalah hasil tabel pengujian pada ruangan terbuka dan ruangan tertutup:
Tabel 4 Pengujian WiFi Area Bebas

Jarak 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200

Ruang Terbuka -40dBm -53dBm -64dBm -69dBm -75dBm -79dBm -84dB -82dBm -85dBm -85dBm -84dBm

Ruang Tertutup -40dBm -60dBm -72dBm -75dBm -78dBm -85dBm -86dBm -

Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa jarak maksimum yang dapat dijangkau Wifi pada ruang tertutup hanya 120 meter. Sedangkan jarak maksimum yang dapat dijangkau Wifi pada ruang terbuka adalah 200 meter. Jadi, dapat dikatakan bahwa transmisi data via wifi lebih jauh jangkauannya jika dilakukan di ruang terbuka. 4.6 Pengujian Jarak Jangkau IP Camera

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui jarak jangkau dari gambar yang yang dikirim dari ipcamera ke Smartphone Android.

Tabel 5

Jarak Jangkau IP Camera

Jarak60 20 40 60 80 100 120 140 160

Tanpa Penghalang Video Jernih Video Jernih Video Jernih Video Jernih Video Jernih Video Jernih Video Jernih -

Dengan Penghalang Video Jernih Video Jernih Video Jernih Video Jernih -

5 5.1

Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan Adapun kesimpulan setelah melakukan penguujian : 1. Program kontrol robot mobil yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Java telah berhasil menggerakkan robot mobil secara wireless dengan menggunakan metode wifi. 2. Jarak maksimum yang dapat dijangkau wifi pada ruang tertutup (terdapat halangan/sekat) hanya 100 meter. Sedangkan jarak maksimum yang dapat dijangkau wifi pada ruang terbuka/tanpa halangan adalah 200 meter. Sehingga, transmisi data via wifi lebih jauh jangkauannya jika tidak ada penghalang. 3. Delay kontrol pengiriman data dari Smartphone Android ke wahana adalah 100ms

5.2

Saran Untuk pengembangan sistem ini lebih lanjut, ada beberapa hal yang disarankan :

1. 2.

Penambahan perangkat pendukung lainnya yang dapat meningkatkan manfaat atau daya guna dari wahana bawah air. Penambahan keamanan jaringan pada sistem kontrol.
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Iqbal. (2012). WRT54GL Remote Control (Software). Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau. Arif, Agus. (2004). Teknologi Kontrol Modern. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. Fauzi, M.N. (2009). Sistem Navigasi Pada Wahana Bawah Air Tanpa Awak . Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November. Gino. (2012). Kontrol Robot Mobil Melalui Android Smartphone Dengan Wifi Sebagai Media Remote. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau. Malik, Muhammad. (23 Desember 2010). Sistem Pengendalian Lengan Robot,IP Camera dan Sensor Gas CO dengan Wifi Berbasis Arduino.