Anda di halaman 1dari 7

Weni Laelatul Ismah 2013

Identifikasi Klebsiella pneumoniae

Hari/Tanggal Praktikum: Selasa-Kamis/28-30 Mei 2013

Tujuan Praktikum 1. Mengidentifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae pada sampel dahak dengan menggunakan medium selektif dan deret uji biokimia. 2. Mengetahui hasil uji biokimia untuk bakteri Klebsiella pneumoniae.

Dasar Teori Klebsiella pneumoniae termasuk genus Klebsiella dalam famili Enterobacteriaceae yang merupakan mikroflora normal pada mulut, selaput lendir saluran pernafasan atas, usus, saluran kemih dan alat kelamin manusia dan hewan. Kuman ini dan dapat diisolasi dari tinja manusia atau hewan. Pada manusia, genus Klebsiella dapat merupakan kuman penyebab pneumonia, disamping infeksi lain diluar sistim pernapasan misalnya: infeksi saluran kemih, infeksi nosokomial (Dzen, 1994). K. pneumoniae berada dalam system pernafasan dan tinja kurang lebih pada 5% individu normal. Hal tersebut menyebabkan sebuah proporsi kecil (kirakira 1%) dari radang paru-paru. K. pneumoniae dapat menimbulkan konsolidasi hemorrhagic intensif pada paru-paru. Kadang-kadang menyebabkan infeksi system saluran kencing dan bakterimia dengan luka yang melemahkan pasien. Enterik lain juga dapat menyebabkan radang paru-paru. K. pneumoniae dan K. oxytoca menyebabkan infeksi rumah sakit (Brooks dkk., 2001). K. pneumoniae adalah organism batang pendek yang umumnya berbentuk coccoid. Bentuk batang pendek dengan ukuran 0.5 1.5 mikron. Mempunyai selubung yang lebarnya 2 sampai 3 kali ukuran kuman. Tidak berspora, tidak bergerak dan gram negatif. Mudah dibiakkan pada media sederhana (bouillon agar). Pada media padat tumbuh dengan koloni mucoid (24 jam), putih keabuan dan permukaannya mengkilat. pH untuk hidup 6.0 8.7 dan suhu 35oC. Klebsiella dapat memecah karbohidrat menjadi asam dan gas: laktosa, sukrosa dan inositol (Depkes RI, 1989).

Weni Laelatul Ismah 2013


Spesies Klebsiella menunjukkan pertumbuhan mucoid, kapsul

polisakarida yang besar dan tidak motil. Mereka biasanya memberikan hasil tes yang positif untuk lisin dekarboksilase dan sitrat. Klebsiella, Enterobacter dan Serratia biasanya memberikan reaksi Voges-Proskauer yang positif (Brooks dkk., 2001).

Alat, Bahan Dan Metode Praktikum a. Alat: Autoclaf, Cawan petri, Kertas label, Korek api, Lampu spirtus, Ose bulat, Ose jarum, Rak tabung dan Spidol permanent. b. Bahan: Sampel: Dahak, Deret media uji biokimia (gula-gula cair, SIM, TSIA, SC, MR, VP), Media Mac Conkey Agar, dan Reagensia untuk uji biokimia (KOH, Alpha naphtol, Kovack, Methylen Red). c. Metode Praktikum: Metode yang digunakan pada praktikum ini adalah metode cawan/agar gores.

Hasil Praktikum Pengamatan pada sampel: Darah Tn. Misbah 1. Hasil isolasi pada media selektif: Mac Conkey Agar Tabel 1. Hasil Isolasi K. pneumoniae pada Media Mac Conkey Agar No 1 2 3 4 5 6 Ciri Koloni: Bentuk Ukuran Warna Elevasi Pinggiran Ciri khas lainnya Media: Mac Conkey Agar Bulat 1 2 mm Putih cokelat Cembung Rata Koloni sangat basah

Weni Laelatul Ismah 2013


2. Uji Biokimia Penanaman pada media: Gula-gula, MR, VP, SIM, TSIA, SC, Urease Tabel 2. Hasil Uji Biokimia K. pneumoniae No 1 Nama Uji Gula-gula: Laktosa Sukrosa Glukosa Manitol 2 3 4 MR VP SIM Tidak terjadi perubahan apapun. Tidak terjadi perubahan apapun. Sulfur: Tidak ada. Indol: Tidak terbentuk. Motility: Bakteri tumbuh pada bekas tusukan. 5 TSIA Lereng: Kuning Dasar: Kuning H2S: Tidak ada Gas: pecah. 6 SC Terjadi perubahan warna media dari hijau menjadi biru. 7 Urease Tidak terjadi perubahan apapun. + Media menjadi pecahAs/As/Gas: + Pengamatan Terjadi perubahan warna dari ungu menjadi gas kuning pada dan tabung + + + + Sulfur: Indol: Motility: Hasil (+/-)

terbentuk durham.

Pembahasan Dari hasil praktikum didapatkan hasil isolasi pada media selektif Mac Conkey Agar koloni berbentuk bulat dengan ukuran 1 3 mm, berwarna putih kecokelatan, elevasi cembung, pinggiran rata dan ciri khas koloni sangat basah (mucoid). Pada media padat K. pneumoniae dapat tumbuh menjadi koloni mucoid (24 jam), putih keabuan dan permukaannya mengkilat (Depkes RI, 1989). Pada uji gula-gula menunjukkan adanya perubahan warna media dari ungu menjadi kuning pada tabung laktosa, glukosa, sukrosa dan manitol. Itu

Weni Laelatul Ismah 2013


artinya semua gula-gula difermentasikan dan hasilnya adalah positif. Uji gulagula ini digunakkan untuk menentukan kemampuan organisme untuk melakukan fermentasi karbohidrat tertentu yang tergabung dalam medium dasar dan membentuk asam atau asam dengan gas yang dapat dilihat (Karsinah dkk., 1994). Pada praktikum ini, hasil uji MR adalah negatif. Tes MR (Methyl Red) digunakan untuk menguji kemampuan organisme menghasilkan dan

mempertahankan hasil akhir asam yang stabil dari fermentasi glukosa dan mengatasi sistem buffer dari perbenihan (Karsinah dkk., 1994). Bakteri spesies Klebsiella memiliki hasil MR yang negatif (Brooks dkk., 2001). Pada praktikum ini, hasil uji Voges-Proskauer menunjukkan hasil negatif. Tes Voges-Proskauer digunakan untuk menentukan kemampuan beberapa organisme menghasilkan produk akhir yang netral (asetil-metilkarbinol) dari fermentasi glukosa (Karsinah dkk., 1994). Bakteri spesies Klebsiella,

Enterobacter dan Serratia biasanya memberikan reaksi Voges-Proskauer yang positif (Brooks dkk., 2001). Pada media SIM hasil menunjukkan sulfur negatif, indol negatif dan motilitas juga negatif. Prinsip dari tes indol adalah menentukkan kemampuan organisme untuk menghasilkan indol dari triptofan (Karsinah dkk., 1994). Triptofan akan diubah oleh enzim tryptophanase menjadi indol, asam piruvat dan ammonia. Hasil positif ditandai dengan adanya cincin merah setelah media ditetesi reagen kovaks (Herawati dkk., 2012). K. pnemoniae adalah bakteri indol negatif dan tidak motil (Brooks dkk., 2001). Pada media TSIA (Triple Sugar Iron Agar) menunjukkan hasil lereng asam, dasar asam, H2S negatif dan gas positif. Tes TSIA ini memiliki prinsip untuk menentukkan kemampuan organisme menyerang suatu karbohidrat yang tergabung dalam perbenihan basal, dengan atau tanpa pembentukkan gas, disertai penentuan kemungkinan terbentuknya H2S (Karsinah dkk., 1994). Pembentukan H2S dari cystein asam amino dimana peptone terdapat dalam media. Sedangkan pembentukkan H2S dari reaksi anorganik bahan yang mengandung sulfur Na2S2O3 (Herawati dkk., 2012). Pada media SC (Simon Citrat) Klebsiella hasil menunjukkan positif, karena terjadi perubahan warna media dari hijau menjadi biru. Tes sitrat ini

Weni Laelatul Ismah 2013


menggunakan prinsip untuk menentukkan apakah suatu organisme dapat menggunakan sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon untuk metabolisme dengan menghasilkan suasana basa (Karsinah dkk., 1994). K. pneumoniae adalah salah satu bakteri dengan sitrat positif (Brooks dkk., 2001). Pada tes urease media tidak terjadi perubahan warna apapun, itu menunjukkan hasil adalah negatif. Prinsip tes urease adalah menentukan kemampuan organisme untuk memecah urea, membentuk dua molekul ammonia dengan keaktifan enzim urease. Keaktifan enzim ini digunakkan untuk membedakan Klebsiella yang memiliki hasil positif dari Escherichia dengan hasil negatif (Karsinah dkk., 1994).

Kesimpulan Setelah melakukan praktikum identifikasi P. mirabilis pada sampel urine kateter Tn. X didapatkan hasil P. mirabilis dengan persentase kecocokan yang telah disesuaikan dengan buku Konemans sebesar 100%.

Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. 1989. Bakteriologi Klinik. Bakti Husada: Jakarta. Dzen SM. 1994. Dasar-dasar Mikrobiologi. Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya: Malang. Karsinah, Lucky HM, Suharto, Mardiastuti HW. 1994. Mikrobiologi Kedokteran. Binarupa aksara: Jakarta. Brooks GF, Butel JS, Morse SA. 2001. Jawetz, Melnick dan Adelberg Mikrobiologi Kedokteran Buku 1. Salemba Medika: Jakarta. Koneman. 2006. Color Atlas and Textbook of Diagnostic Microbiology Edisi VI. Philadelphia: Lippicot Williams & Wilkins Company. Herawati I, Novilla A. 2012. Modul Penuntun Praktikum Mikrobiologi I. STIKES Jenderal Achmad Yani: Cimahi.

Weni Laelatul Ismah 2013


Lampiran

Gambar 1. Hasil Isolasi K. pneumoniae pada Media Mac Conkey Agar

Gambar 2. Hasil Uji Gula-gula K. pneumonia

Gambar 3. Hasil Uji MR (kiri) dan VP (kanan) K. pneumonia

Gambar 4. Hasil Uji SIM K. pnemoniae

Weni Laelatul Ismah 2013

Gambar 5. Hasil Uji TSIA K. pneumoniae

Gambar 6. Hasil Uji SC K. pneumonia

Gambar 7. Hasil Uji Urease K. pneumoniae Sumber: Dokumen Pribadi