Anda di halaman 1dari 19

BISNIS INTERNASIONAL MODUL 3

TEORI EKONOMI BISNIS INTERNASIONAL

Disusun oleh: Mochamad Rizki, BBA, MBA Sumber: International Business Donald A. Ball

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Merkantilisme Merkantilisme suatu falsafah ekonomi berdasarkan keyakinan bahwa (1) kemakmuran sebuah negara bergantung pada harta yang terakumulasi, biasanya emas, dan (2) untuk meningkatkan kemakmuran, kebijakan pemerintah hendaknya meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Merkantilisme, falsafah ekonomi yang diserang Smith, menganut pendirian bahwa adalah penting bagi kesejahteraan sebuah negara untuk mengakumulasi persediaan logam-logam berharga. Hal ini, dalam pandangan penganut merkantilisme, merupakan satu-satunya sumber kesejahteraan. Karena Inggris tidak memiliki pertambangan, par amerkantilis cenderung ke perdagangan internasional untuk memasok emas dan perak. Pemerintah membuat kebijakan ekonomi yang mempromosikan ekspor dan mengurangi impor, mengakibatkan surplus perdagangan yang harus dibayar dengan emas dan perak. Larangan-larangan impor seperti bea masuk mengurangi impor, sementara subsidi pemerintah kepada eksportir meningkatkan ekspor. Tindakan-tindakan ini meciptakan surplus perdagangan. Sebuah contoh merkantilisme moderen yang dewasa ini disebut nasionalisme ekonomi oleh sebagian orang, adalah kebijakan industri yang berdasarkan intervensi negara yang sangat kuat yang dibuat oleh orang-orang sosialis di Prancis. Mereka menasionalisasikan industriindustri kunci dan bank-bank penting agar dapat menggunakan kekuatan/kekuasaan negara baik sebagai (1) pemegang saham dan penyandang dana, maupun (2) pelanggan dan pemasar untuk merevitalisasi basis industri negara itu. Dengan hampir sepertiga kapasitas produktif Prancis dan 70 persen dari kapabilitas elektronik teknologi tingginya di tangan pemerintah, kekuasaannya mendekati tingkat intervensi negara pada abad ke 17. Teori Keunggulan Absolut Adam Smith menyatakan bahwa kekuatan-kekuatan pasar, bukan pengendalian pemerintah, yang seharusnya menentukan arah, volume dan komposisi perdagangan internasional. Dia berasalan bahwa dalam perdagangan yang bebas dan tidak diregulasi, masing-masing negara akan mengkhususkan diri dalam memproduksi barang-barang yang dapat diproduksinya

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

dengan lebih efisien diperoleh).

(memiliki

suatu keunggulan absolute, baik alamiah maupun yang

Sebagian barang-barang tersebut akan diekspor untuk membayar impor barang-barang yang dapat diproduksi lebih efisien di tempat lain. Smith menunjukkan dengan contoh mengenai keunggulan absolute bahwa kedua negara akan memperoleh keuntungan dari perdagangan. Teori Keunggulan Komparatif Pada tahun 1817 Ricardo memperlihatkan bahwa meskipun sebuah bangsa memegang keunggulan absolit dalam produksi dua barang, kedua negara masih dapat berdagang dengan keunggulan bagi masing-masing sepanjang bangsa yang kurang efisien, tingkat kekurang efisienannya tidak sama dalam memproduksi kedua barang tersebut. Teori Faktor Endowment oleh Heckscher Ohlin Teori Heckscher Ohlin, menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan internasional dan interregional dalam biaya produksi timbul karena perbedaan-perbedaan dalam pasokan faktorfaktor produksi. Barang-barang yang memerlukan sejumlah dalam pasokan faktor-faktor produksi. Barang-barang yang memerlukan sejumlah besar faktor yang berlimpah, jadi lebih murah akan memperendah biaya produksi, sehingga memungkinkan untuk dijual lebih murah di pasar-pasar internasional. Sebagai contoh, Cina yang relatif memiliki pendukung yang lebih baik dalam tenaga kerja dibanding belanda, harus berkonsentrasi pada produksi barang-barang yang pada tenaga kerja, belanda, dengan modal yang relatif lebih banyak daripada tenaga kerja, seharusnya menspesialisasikan diri dalam produk-produk yang padat modal. Ketika kedua negara ini berdagang, masing-masing akan memperoleh barang-barang yang memerlukan sejumlah besar faktor produyksi yang relatif langka dengan harga yang lebih rendah, dan keduanya akan memperoleh keuntungan dari transaksi itu. Paradoks Leontief Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1953 oleh ahli ekonomi Wassily Leonatied mempersoalkan manfaat teori Heckscher-Ohlin sebagai peramal arah perdagangan. Studi itu, yang dikenal sebagai Leontief Paradox, menemukan bahwa Amerika Serikat, salah satu diantara negara-negara yang paling padat modal di dunia, mengekspor produk-produk yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

padat tenaga kerja. Para ahli ekonomi berspekulasi bahwa hal ini timbul karena Amerika Serikat mengekspor produk-produk padat teknologi yang diproduksi oleh tenaga kerja yang sangat trampil yang memerlukan investasi modal besar untuk mendidik dan melatih serta mengimpor barang-barang yang dibuat dengan teknologi dewasa yang memerlukan proses produksi missal yang padat modal oleh tenaga kerja yang tidak terdidik. Perbedaan Selera Hal itu karena adanya sisi permintaan yang selalu sulit untuk berhubungan dengan teori ekonomi dan yang begitu jauh telah kita abaikan, perbedaan-perbedaan dalam rasa/selera. Orang-orang bisnis tidak dapat mengabaikan perbedaan ini, yang memungkinkan perdagangan mengalir dalam arah yang sama sekali berlawanan dengan yang diramalkan oleh teori keunggulan kompratif dari negara-negara biaya tinggi ke sampai rendah. Prancis menjual kepada Amerika Serikat anggur, kosmetik, pakaian dan bahkan air minum, yang semuanya diproduksi di sini dan pada umumnya dijual dengan harga yang lebih rendah. Jerman dan Italia mengirim Porche dan maserati ke salah satu prosen mobil terbesar di dunia. Amerika Serikat membeli barang-barang ini tidak hanya atas dasar harga, yaitu variabel independen yang diterapkan dalam teori yang telah kita bahas, tetapi juga karena perbedaan preferensi selera. Pengaruh Kurs Beras ke Jepang dan mobil ke Amerika Serikat akan merupakan arah perdagangan sepanjang kurs tetap dalam kisaran sekitar $1 = 250 yen. Tetapi jika dolar menguat menjadi $1 = 750 yen, maka beras Amerika akan sama harganya dalam yen dengan beras Jepang, dan impor akan berhenti. Di pihak lain, seandainya dolar melemah menjadi $1 = 125 yen, maka mobil Jepang akan berharga $5.000 bagi para pedagang Amerika, dan mereka akan memiliki alasan yang lemah untuk mengimpor. Daur Hidup Produk Internasional 1. Ekspor AS. Karena Amerika Serikat memiliki penduduk dengan konsumen berpenghasilan tinggi terbesar di dunia, persaingan untuk memperoleh dukungan mereka sangat intensif. Karenanya para pabrikan didorong untuk secara terus menerus mencari cara yang lebih baik guna memuaskan kebutuhan konsumennya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

2. Produksi luar negeri dimulai. Para konsumen luar negeri, utamanya di negara-negara maju, memiliki kebutuhan dan kemampuan untuk membeli produk yang sama. Volume ekspor tumbuh dan menjadi cukup besar untuk mendukung produksi lokal. Apabila inovatornya adalah perusahaan multinasional, maka ia akan mengirim ke anak-anak perusahaannya informasi mengenai produk baru dengan penjelasan yang lengkap tentang bagaimana memproduksinya. 3. Persaingan luar negeri dalam pasar ekspor. Kemudian, begitu pabrikan luar negeri mulai memperoleh pengalaman dalam pemasaran dan produksi, biaya-biaya mereka akan turun. Kejenuhan pasar lokal akan menyebabkan mereka mencari para pembeli lain tempat. 4. Persaingan impor di Amerika Serikat. Apabila penjualan domestik dan ekspor memungkinkan para produsen luar negeri memperoleh skala ekonomi yang dinikmati oleh perusahaan Amerika, mereka dapat mencapai suatu titik dimana mereka dapat bersaing dalam kualitas dan menjual lebih murah daripada perusahaan Amerika di pasar Amerika.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

Daur Hidup Produk Internasional (IPLC) Sebuah teori yang menjelaskan mengapa suatu produk yang mula-mula sebagai ekspor sebuah negara akhirnya menjdi impornya. Beberapa Penjelasan yang Lebih Baru untuk Arah Perdagangan Skala Ekonomi dan Kurva Pengalaman Pada tahun 1920-an, para ahli ekonomi mulai mempertimbangkan fakta bahwa kebanyakan industri memperoleh keuntungan dari skala ekonomi (economies of scale), yaitu, dengan semakin besarnya pabrik dan meningkatnya keluiaran, biaya produksi per unit menurun. Teori Penggerak Pertama (First Moves Theory) Sebagian ahli teori manajemen menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang pertama menorobos pasar (penggeak pertama) akan segera mendominasinya. Sebagai hasil dari bagian pasar yang besar akan memungkinkan mereka memperoleh manfaat skala ekonomi yang disebutkan pada bagian sebelumnya. Sebuah studi yang meliputi kisaran industri yang luas menunjukkan bahwa para penggerak pertama memegang 30 persen bagian pasar (market share) dibandingkan dengan hanya 13 persen untuk pengikut selanjutnya. Sebuah temuan lain yaitu 70 persen pemimpin di pasarpasar yang ada sekarang adalah para penggerak pertama. Teori Linder Mengenai Permintaan yang Tumpang Tindih Ahli ekonomi Swedia lainnya, Stefan Linder, mengenali bahwa meskipun teori orientasi permintaan Heckscher Ohlin yang bergantung pada faktor pendukung cukup memadai untuk meneangkan perdagangan internasional dalam produk-produk primer, namun diperlukan suatu penjelasan lain untuk perdagangan barang-barang manufaktur. Teori orientasi permintaannya me nyatakan bahwa selera konsumen sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, dan karenanya tingkat pendapatan per kapita suatu bangsa menentukan jenis barang-barang yang akan dimintanya. Keunggulan Kompetitif Bangsa-bangsa dari Porter Michel Porter, seorang professor ilmu ekonomi Harvard, menelaah 100 perusahaan di 10 negara maju untuk mempelajari keunggulan sebuah bangsa dalam suatu industri yang dapat

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

dijelaskan secara lebih memadai dengan variabel-variabel selain faktor-faktor produksi yang merupakan dasar teori-teori keunggulan komparatif dari Heckscher Ohlin. Teori Porter menyatakan bahwa empat jenis variabel akan mempunyai dampak atas kemampuan perusahaan-perusahaan lokal di suatu negara untuk menggunakan sumbersumber negara itu guna memperoleh keunggulan komparatif. 1. Kondisi-kondisi permintaan, sifat dasar dari pemerintaan domestik. Apabila para pelanggan sebuah perusahaan mempunyai permintaan, perusahaan akan berusah memproduksi produk-produk yang berkualitas tinggi dan inovatif dan dalam melakukan hal itu akan memperoleh keunggulan kompetitif atas perusahaan-perusahaan yang berada di tempat dimana tekanan domestik lebih kecil. 2. Kondisi-kondisi faktor level dan komposisi faktor produksi. Porter membedakan antaa faktorfaktor dasar (teori Hecksher Ohlin) dan faktorfaktor lanjutan (infra struktur sebuah negara). Kekurangan sumber daya alam telah menyebabkan bangsa-bangsa melakukan investasi dalam penciptaan faktor-faktor lanjutan, seperti pendidikan angkatan kerjanya, pelabuhan bebas dan system komunikasi maju, untuk memungkinkan industri-industri mereka bersaing secaa global. 3. Industri-industri terkait dan pendukung, para pemasok dan jasa dukungan industri. Selama berpuluh-puluh tahun, perusahaan-perusahaan dalam sebuah industri dengan para penyedianya, penyedia bagi penyedia dan seterusnya, cenderung membentuk sebuah kelompok di lokasi tertentu, sering kali tanpa alasan yang jelas. 4. Strategi, struktur dan persaingan, perluasan persaingan domestik, adanya hambatanhambatan untuk masuk, serta organisasi dan gaya manajemen perusahaan. Porter mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang mengalami persaingan berat di pasar-pasar domestiknya secara konstan akan meningkatkan efisiensinya, yang membuat mereka lebih kompetitif secara internasional.

RESTRIKSI PERDAGANGAN Kontradiksi yang jelas ini timbul karena pejabat-pejabat pemerintah yang mengambil keputusan mengenai restriksi (hambatan) impor sangat peka terhadap kelompok-kelompok kepentingan yang akand irugikan oleh kompetisi internasional. Kelompok-kelompok ini terdiri atas badan/

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

lembaga masyarakat yang kecil dan mudah diidentifikasi sebagai lawan dari jumlah konsumen yang besar dan tersebar luar yang mendapat keuntungan dari perdagangan bebas. Pertahanan Nasional Industri-industri tertentu memerlukan proteksi dari impor karena vital bagi pertanahan nasional, dan harus tetap diberlakukan meskipun terdapat kerugian secara komparatif berkenaan dengan para pesaing luar negeri. Apabila persaingan dari perusahaan-perusahaan asing mendorong perusahaan menghentikan usahanya dan membiarkan negara ini bergantung pada impor, impor itu mungkin tidak tersedia di masa perang. Melindungi Industri yang Baru Tumbuh (Infant Industry) Para pendukung proteksi atas industri yang baru tumbuh bisa menyatakan bahwa dalam jangka panjang industri itu akan memiliki keunggulan komparatif, tetapi perusahaan-perusahaan itu memerlukan proteksi terhadap impor sampai angkatan kerja telah terlatih, teknik-teknik produksi dikuasai dan mereka mencapai skala ekonomi. Apabila sasaran-sasaran itu dipenuhi, proteksi impor tidak diperlukan lagi. Melindungi Tenaga Kerja Domestik dari Tenaga Asing yang Murah Para proteksionis yang menggunakan alasan ini akan membandingkan tingkat upah per jam tenaga asing yang lebih murah dengan yang mereka bayar di AS. Dan menyimpulkan bahwa para eksportir dari negara-negara ini dapat memasok Amerika Serikat dengan barang-barang murah, dan menyebabkan orang Amerika kehilangan pekerjaan. Tarif Ilmiah atau Persaingan yang Adil Para pendukung argument ini mengatakan mereka percaya dengan persaingan yang adil. Mereka sekadar menginginkan bea masuk yang akan meningkatkan biaya barang-barang impor sama dengan biaya barang-barang yang diproduksi di dalam negeri. Tindakan Balasan Perwakilan-perwakilan industri yang ekspornya telah mendapat hambatan-hambatan impor yang dikenakan atas mereka oleh sebuah negara lain, meminta pemerintah mereka untuk membalas dengan hambatan-hambatan yang sama. Sebuah contoh mengenai bagaimana tindakan balasan dimulai adalah larangan oleh Uni Eropa untuk mengimpor daging sapi yang menggunakan hormone (hormone treated beef) dari Amerika Serikat pada 1 Januari 1989.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

karena pemakaian hormone dianggap membahayakan

kesehatan di Uni Eropa, mereka

menutup pasar daging sapi senilai $100 juta (12 persen dari ekspor daging Amerika Serikat). Dumping Tindakan balasan juga akan diambil terhadap dumping, yaitu penjualan produk ke luar negeri dengan harga lebih rendah daripada (1) biaya produksi, (2) harga di pasar dalam negeri, atau (3) harga ke negara-negara ke tiga. Sebuah pabrikan asing bisa mengambil tindakan ini karena berharap dapat menjual kelebihan produksi tanpa menganggu harga-harga di pasar domestiknya, atau bisa menurunkan harga ekspor tersebut untuk memaksa semua produsen domestik di negara pengimpor meninggalkan bisnis itu. Eksportir itu mengharapkan kenaikan harga-harga di pasar begitu tujuan itu tercapai. Ini disebut predatory dumping (dumping yang mematikan). 1. Dumping sosial, persaingan yang tidak adil oleh berbagai perusahaan di negara-negara berkembang yang telah menurunkan biaya tenaga kerja dan memperburuk kondisi kerja. 2. Dumping lingkungan, persaingan tidak adil disebabkan oleh belum adanya standar-standar lingkungan suatu engara. 3. Dumping jasa keuangan, persaingan tidak adil yang disebabkan oleh rendahnya rasio modal bank/asset yang dipersyaratkan sebuah negara. 4. Dumping budaya, persaingan tidak adil yang disebabkan oleh hambatan-hambatan buday ayang membantu perusahaan-perusahaan lokal. Subsidi Sumbangan keuangan, diberikan secara langsung atau tidak langsung oleh pemerintah tanpa imbalan keuntungan. Termasuk hibah, perlakuan pajak istimewa dan asumsi pemerintah mengenai pengeluaran bisnis yang normal. Countervailing Duties Pajak-pajak impor tambahan yang dikenakan atas impor yang telah memperoleh keuntungan dari subsidi ekspor.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

Argumen-argumen Lain Argumen-argumen yang telah kita bahas adalah kemungkinan merupakan yang paling sering diberikan. Yang lainnya termasuk penggunaan proteksi terhadap barang-barang impor untuk (1) mengizinkan diversifikasi perekonomian domestik, atau (2) meningkatkan neraca perdagangan.

JENIS-JENIS RESTRIKSI Tarif Pajak atas barang impor dengan tujuan menaikkan harganya untuk mengurangi persaingan bagi produsen lokal atau merangsang produksi lokal. Bea ad valorem (ad valorem duties) Pajak impor yang dikenakan sebagai suatu persentase dari nilai faktor barang-barang yang diimpor. Bea Spesifik (specigic duties) Jumlah tetap yang dikenakan atas unit fisik barang yang diimpor. Bea Kombinasi (compound duties) Kombinasi pajak-pajak spesifik dan ad valorem Harga Resmi Harga-harga ini termasuk dalam tarif bea cukai dari beberapa negara dan merupakan dasar untuk perhitungan pajak ad valorem bilamana harga faktur yang sebenarnya lebih rendah. Harga resmi menjamin bahwa pajak impor minimum tertentu akan dibayar tanpa memperhatikan harga faktur yang sebenarnya. Pajak Variabel Sebuah bentuk pajak variabel, yang menjamin harga pasar barang-barang impor akan sama dengan harga barang-barang yang diproduksi secara domestik, digunakan oleh Uni Eropa untuk mengimpor gandum.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

10

Bea yang Lebih Rendah untuk Masukan Lokal yang Lebih Banyak Bea-bea impor/bea paben ditetapkan oleh banyak negara sedemikian rupa untuk mendorong masukan lokal. Misalnya, produk jadi yang siap untuk dijual ke konsumen dapat dikenakan pajak ad valorem 70 persen. Akan tetapi, apabila produk tersebut diimpor dalam bentuk curah sehingga harus dikemas di negara pengimpor, pajaknya bisa 30 persen.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

11

HAMBATAN-HAMBATAN NONTARIF Hambatan-hambatan nontarif adalah semua bentuk diskriminasi terhadap impor selain pajakpajak impor/bea masuk yang telah dibahas. De ngan semakin progresifnya negara-negara mengurangi pajak impor, hambatan-hambatan nontarif dianggap semakin penting. Kuantitatif Kuota, sebuah bentuk hambatan kuantitatif, adalah pembatasan-pembatasan jumlah jenis barang tertentu yang akan diizinkan diimpor oleh sebuah negeri tanpa hambatan selama jangka waktu tertentu. Persetujuan Tertib Pemasaran Persetujuan resmi antara negara-negara pengekspor dan pengimpor yang mencantumkan kuota impor atau ekspor yang akan diperoleh tiap negara untuk suatu barang.

HAMBATAN-HAMBATAN NONTARIF NONKUANTITATIF Banyak pakar perdagangan internasional menyatakan bahwa hambatan-hambatan nontarif yang paling penting adalah jenis nonkuantitatif. Banyak pemerintah cenderung menetapkan hambatan nontarif untuk memperoleh perlindungan yang diupayakan melalui pajak impor. 1. Partisipasi pemerintah langsung dalam perdagangan. Bentuk yang paling lazim partisipasi pemerintah langsung adalah subsidi. Di samping melindungi industri melalui subsidi, seperti dikemukakan sebelumnya, hamp;ir semua pemerintah mensubsidi pertanian. 2. Prosedur kepabeanan dan administrative lainnya. Ini meliputi beraneka ragam kebijakan dan prosedur pemerintahan baik yang mengadakan diskriminasi terhadap impor maupun yang menguntungkan ekspor. Misalnya di Cina, produk yang diimpor dapat dikenakan tariff bea masuk berbeda, bergantung pad apelabuhan yang mengenakan pajak dan penentuan nilai pabean yang dapat dirundin gkan. Karena fleksibilitas ini, biaya pabean sering kali bergantung pad anegosiasi antar apejabat pabean Cina dengan pelaku bisnis diduga keras bahwa korupsi sering terkait. 3. Standar. Baik standar-standar pemerintah maupun swasta untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga negaranya tentu saja dikehendaki, tetapi selama bertahun-tahun

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

12

perusahaan-perusahaan ekspor telah dianggu oleh banyaknya standar yang rumit dan dan diskriminatif. Uni Eropa mengeluh bahwa Amerika Serikat telah menyebabkan masalah bagi impor luar negeri karena kurang memberikan perhatian terhadap standar-standa ryang ditetapkan oleh badan-badan standarisasi internasional. Dari Sistem Multinasional ke Sistem Pabrikasi Terpadu secara Global Penurunan pajak-pajak impor dan pengurangan atau pelonggaran hambatan-hambatan nontarif lebih memudahkan dan mengurangi biaya bagi perusahaan untuk menempatkan aktivitas produksinya di negara-negara biaya rendah. 1. Menutup pabrik yang paling tidak efisien dan memasok pasar-pasar mereka dengan impor dari cabang-cabang yang lain. 2. Mengubah system pemanufakturan multidomestik menjadi system terpadu secara global dimana masing-masing pabrik melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukannya dengan paling efisien.

BIAYA HAMBATAN PERDAGANGAN Anda mungkin terkejut membaca bahwa karena system kuota AS untuk gula, para konsumen Amerika harus membayar dua kali lipat dari harga dunia. Tetapi ini hanyalah sebagian kecil dari biaya yang harus dibayar konsumen atas hambatan-hambatan perdagangan.

KATEGORI BERDASARKAN TINGKAT PEMBANGUNAN EKONOMI Maju (developed) adalah nama yang diberikan kepada negara-negara industri di Eropa Timur, Jepang, Australia, Selandia Baru, Kanada, Israel dan Amerika Serikat. Istilah berkembang (developing) merupakan klasifikasi untuk negara-negara dengan pendapatan lebih rendah di dunia yang secara teknis kurang berkembang. Pada suatu saat, negara-negara industri baru (newly industrializing countries NIC) merupakan kategori yang meliputi empat macam Asia (Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Korea Selatan), Brasil, Meksiko dan tiga negara industri yang baru muncul, Malaysia, Thailand dan Chili. Negara-negara tersebut (1) memiliki apa yang oleh Bank Dunia dianggap sebagai

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

13

perekonomian yang tumbuh dengan cepat, dengan pendapatan sedang atau lebih tinggi, (2) memiliki konsentrasi investasi luar negeri yang berat, dan (3) mengekspor dalam jumlah besar barang-barang manufaktur, termasuk produk-produk berteknologi tinggi. Maju (Developed) Klasifikasi untuk semua negara-negara industri, yang secara teknis paling maju. Karena perekonomian keempat macan itu telah tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan negara-negara industri baru yang lain dan hampir sama ukurannya dengan perekonomian negara-negara maju, istilah negara industri baru pad aumumnya juga diberikan kepada perekonomian industri baru (newly industrialized economies NIE) yang digunakan teritama untuk merujuk kepada para macan tersebut.

PNB/KAPITA SEBAGAI INDIKATOR Perekonomian Bawah Tanah (Underground Economy) Bagian pendapatan nasional yang, karena tidak dilaporkan atau dilaporkan kurang, tidak terukur oleh statistik resmi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

14

Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity PPP) Ia menggunakan kurs yang berlaku 25,2 baht = $1 untuk mengkonversi 46.370 baht/kapita menjadi $1.840 (46.370/25,2). Seberapa baikkah angka-angka itu mengukur kesejahteraan Thailand ? Apa yang dapat dikonsumsi oleh seorang warga negara Thai dengan 46.370 baht dibandingkan dengan apa yang dapat dikonsumsi oleh seorang Amerika dengan pendapatan per kapita $ 23.240 di Amerika Serikat ? Bandingkanlah harga-harta setempat di kedua negara untuk keranjang barang-barang yang sama. Barang Sabun (batang) Beras (pon) Sepatu (pasang) Pakaian Kaus kaki (pasang) Thailand (baht) 15 10 450 350 25 AS ($) 0,45 0,30 60,00 45,00 2,00

850 $107,78 Delapan ratus limapuluh baht membeli di Thailand apa yang dibeli dengan $107,75 di Amerika Serikat. Jadi, dengan membandingkan daya beli mata uang, 850 baht/$107,75 = 7,9 baht/$1. dengan menggunakan kurs 7,9 baht per dolar maka PNB/kapita Thailand sekarang adalah 46.37/7,9 = $5.870. dengan kurs resmi 25,2 baht/$1, PNB Thailand adalah $1.84 0. Dengan kurs paritas tenaga beli 7,9 baht/$1 maka PNB Thailand adalah $5.870. Paritas Daya Beli Jumlah unit mata uang yang diperlukan untuk membeli jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang sama di pasar domestik sebanyak yang dapat dibeli dengan $1 di Amerika Serikat. Faktor Konversi Atlas Ketidakpuasan atas metode paritas daya beli dan konversi mata uang berdasarkan nilai tukar umum menyebabkan Bank Dunia mengadopsi metode Atlas untuk mengestimasi GNI per kapita. Faktor konversi atlas adalah metode aritmatika yang menghitung rata-rata nilai tukar saat ini dengan nilai tukar dua tahun sebelumnya yang sudah disesuaikan dengan rasi antara inflasi domestik dan inflasi negara G5 (Prancis, Jerman, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

15

KARAKTERISTIK NEGARA BERKEMBANG Kendati terdapat perbedaan besar diantara banyak negara berkembang, sebagian besar samasama memiliki karakteristik umum sebagai berikut : 1. PNB / kapita kurang dari $9.265 (criteria Bank Dunia). 2. Distribusi pendapatan tidak merata, dengan kelas menengah yang sangat kecil. 3. Dualisme teknologi campuran perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi mutakhir dan perusahaan-perusahaan yang memakai cara-cara sangat primitive. 4. Dualisme regional productivitas dan pendapatan yang tinggi di bebeapa wilayah dan pembangunan ekonomi yang sedikit di wilayah-wilayah yang lain. 5. Sebagian besar (80 sampai 85 persen) penduduk memperoleh penghasilan dalam sektor pertanian yang relative tidak produktif. 6. Pengangguran tidak kentara atau setengah pengangguran, dua orang melakukan suatu pekerjaan yang dapat dilakukan oleh satu orang. 7. Pertumbuhan penduduk yang tinggi (2,5 sampai 4 persen setahun). 8. Tingkat buta huruf yang tinggi dan sarana pendidikan yang tidak mencukupi. 9. Kekurangan gizi yang meluas dan banyak permasalahan dibidang kesehatan. 10. Instabilitas politik. 11. Sangat bergantung pada beberapa produk eskpor, umumnya produk-produk pertanian atau pertambangan. 12. Topografi yang tidak ramah, seperti gurun pasir, pegunungan dan hutan tropis. 13. Tingkat tabungan yang rendah dan fasilitas perbankan yang tidak memadai. PENDEKATAN KEBUTUHAN MANUSIA Mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan pendapatan. Investasi dalam Modal Manusia Teori pembangunan ini mengenal bahwa lebih dari sekadar akumulasi modal yang diperlukan untuk pertumbuhan. Juga harus ada investasi dalam pendidikan rakyat, sehingga akan terdapat para manajer untuk memastikan modal itu produktif, dan ada para pekerja terdidik yang mengoperasikan dan merawat alat-alat modal.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

16

Substitusi Impor Versus Promosi Ekspor Strategi lain yang diikuti oleh bangsa-bangsa berkembang adalah substitusi impor. Meskipun bangsa-bangsa berkembang telah lama menganggap ekspor produk-produk primer (pertanian dan bahan baku) sebagai suatu tahap penting dari strategi pembangunan mereka, mereka belum secara agresif mempromosikan ekspor barang-barang manufaktur. Akan tetapi, mereka menekankan pada substitusi produk-produk yang dibuat di alam negeri dengan barang-barang impor sebagai cara mengurangi ketergantungan mereka pada negara-negara maju. Substitusi Impor Produksi barang-barang lokal untuk menggantikan impor.

TEORI-TEORI INVESTASI LANGSUNG LUAR NEGERI KONTEMPORER Teori Keunggulan Monopolistik Teori keunggulan monopolistik modern berasal dari disertasi Stephen Hymer tahun 1960-an yang menunjukkan bahwa investasi langsung luar negeri lebih banyak terjadi dalam industriindustri oligopolistik daripad adalam industri-industri yang beroperasi dalam persaingan hampir semua (near perfect competition). Ketidaksempurnaan pasar Produk dan Faktor Produksi Caves, seorang ahli ekonomi Harvard memperluas karya Hymer untuk menunjukkan bahwa pengetahuan unggul memungkinkan perusahaan yang melakukan investasi untuk memproduksi berbagai produk yang lebih disukaiu konsumen daripada barang-barang yang sama buatan lokal, dengan demikian akan memberikan kepada perusahaan itu beberapa kendali untuk harga jual dan keunggulan atas perusahaan-perusahaan pribumi. Daur Hidup Produk Internasional (International Product Life Cycle - IPLC) Kita telah membahas teori ini untuk membantu menjelaskan aliran perdagangan internasional, tetapi seperti telah dikemukakan, terdapat hubungan yang erat antara perdagangan internasional dan investasi internasional.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

17

Teori-teori Lain Investasi Silang (Cross Investment) Oleh perusahaan-perusahaan Eropa dan Amerika dalam industri-industri oli gopolistik tertentu : yaitu perusahaan-perusahaan Eropa cenderung menanamkan modal di Amerika Serikat sementara perusahaan-perusahaan Amerika pergi ke Eropa. Investasi langsung luar negeri oleh perusahaan oligopoly di negara-negara asal masing-masing sebagai tindakan pertahanan. Teori Internalisasi Perluasan teori pasar tidak sempurna : untuk memperoleh laba yang lebih tinggi atas investasinya, sebuah perusahaan akan menstransfer pengetahuan unggulnya ke cabang di luar negeri daripada menjualnya di pasar terbuka.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

18

Teori Eklektik Produksi Internasional dari Dunning Teori ini menggabungkan unsur-unsur dari beberapa teori yang telah kita bahas. Dunning menyatakan apabila sebuah perusahaan bermaksud melakukan investasi dalam sarana produksi di luar negeri, ia harus memiliki tiga jenis keunggulan. 1. Kepemilikan yang khas (ownership specific) yaitu sejauhmana sebuah perusahaan memiliki atau dapat memperoleh asset-aset yang kelihatan (tangible) dan tidak kelihatan (intangible) yang tidak dapat diperoleh perusahaan-peruisahaan lain. 2. Internalisasi (internalization), adalah dalam kepentingan terbaik perusahaan untuk menggunakan keunggulan kepemilikan khas (menginternalisasi) ketimbang melisensikannya kepada pemilik asing (mengeksternalisasi). 3. Kekhasan lokasi (locations specific) perusahaan akan memperoleh keuntungan dengan menempatkan sebagian fasilitas produksinya di luar negeri.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Mochamad Rizki BBA,MBA

BISNIS INTERNASIONAL

19