Anda di halaman 1dari 3

Ilmu Bantu Geografi

1. Gemorfologi : ilmu yang mempelajari bentuk bentuk permukan bumi dan penafsirannya tentang proses terbentukknya. 2. Meteorology: ilmu yang mempelajari tentang cuaca yang meliputi ciri-ciri fisik dan kimianya, tekanan , suhu udara, angin, dan per-awanan. 3. Klimatologi : ilmu yang mempelajari tentang iklim, yang meliputi sebab terjadinya, pengaruhnya terhadap benuk fisik dan kehidupan disuatu wilayah. 4. Biogeografi : ilmu yang mempelajari persebaran hewan dan tumbuhan dipermukaan bumi serta factor-faktor yang mempengaruhi, membatasi dan menentukan pola persebarannya. 5. Antropogeografi : ilmu yang Mempelajari persebaran manusia dipermukaan bumi dalam hubungannya dengan lingkungan geografi. 6. Hidrologi : ilmu yang mempelajari tentang fenomena air dibumi yang meliputi sirkulasi, distribusi, bentuk, serta sifat fisik dan kimianya. 7. Oseanografi : ilmu yang mempelajari fenomena lautan yang meliputi sifat air laut, gerakan air laut dan pasang surut air laut. 8. Kartografi : ilmu yang mempelejari tentang peta meliputi tentang pembuatan jenis dan pemanfaatannya, 9. Demografi : ilmu yang mempelajari tentang kependudukan meliputi jumlah pertumbuhan, komposisi dan migrasi penduduk. 10. Pedologi: ilmu yang mempelajari tentang tanah, meliputi proses pembentukan jenis-jenis dan persebarannya. 11. Penginderaan jauh : ilmu yang mempelajari gejala atau fenomena geografi pada suatu tempat dengan menggunakan suatu alat dengan menggunakan bantuan media penginderaan jauh tanpa melakukan kontak secara langsung terhadap lokasi yang diamati. 12. SIG (system informasi geografi): ilmu yang mempelajari tentang tata cara membuat peta secara komputasi dengan tahap-tahap input data, proses dan manajemen data, dan output data.

2- Penjelasan perubahan cuaca kepada masyarakat peralihan musim merupakan istilah saat terjadinya peralihan dua musim di daerah iklim muson antara musim penghujan dan kemarauNormalnya pancaroba terjadi pada bulan Maret-April, saat peralihan musim dari penghujan ke kemarau. Bulan OktoberDesember, saat peralihan dari musim kemarau ke penghujanMasa peralihan dari musim hujan ke kemarau biasanya terjadi sekitar bulan Maret-April, sementara peralihan dari musim kemarau ke hujan sekitar bulan September-Oktober. Namun, perubahan siklus ini sangat tergantung dari masa musim tersebut. Masa musim itu sendiri sangat tergantung dari faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya badai El-Nino. Badai yang umumnya terjadi di perairan itu sangat mempengaruhi mundur-majunya waktu peralihan musim. El-Nino itu membawa angin yang dapat mempengaruhi cuaca, tukasnya.

El-Nino itu sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti anak lelaki. Berdasarkan sejarahnya El-Nino merupakan sebuah fenomena yang teramati oleh para penduduk atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian timur pada Desember. Fenomena yang teramati adalah meningkatnya suhu permukaan laut yang biasanya dingin. Fenomena ini mengakibatkan perairan yang tadinya subur dan kaya akan ikan (akibat adanya upwelling atau arus naik permukaan yang membawa banyak nutrien dari dasar) menjadi sebaliknya. El-Nino akan terjadi apabila perairan yang lebih panas di Pasifik tengah dan timur meningkatkan suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada di atasnya. Kejadian ini mendorong terjadinya pembentukan awan yang akan meningkatkan curah hujan di sekitar kawasan tersebut. Dalam perkembangannya, para ahli juga menemukan bahwa selain fenomena menghangatnya suhu permukaan laut, terjadi pula fenomena sebaliknya yaitu mendinginnya suhu permukaan laut akibat menguatnya upwelling. Kebalikan dari fenomena ini selanjutnya diberi nama La-Nina berasal dari bahasa Spanyol yang berarti anak perempuan. Fenomena ini memiliki periode 2-7 tahun. Prabowo menyampaikan, saat ini sebenarnya sudah terjadi badai El-Nino di sekitar samudra pasifik. Tentu saja badai ini cukup mempengaruhi musim di Indonesia, hanya saja badai tersebut masih kategori intensitas rendah. Bulan-bulan Juni-Juli ini sudah ada gejalanya (badai El-Nino) tapi intensitasnya rendah. Sementara itu bulan Juli ini sudah memasuki musim kemarau. Meski kemarau, bukan berarti tidak akan terjadi hujan. Menurutnya, potensi turunnya hujan tetap ada, hanya saja dalam intensitas yang rendah. Berbeda jika dalam kondisi terjadinya Badai La-Nina. Kalau ada kejadian La-Nina seperti tahun 2010 itu memang hampir tidak ada hujan pada musim kemarau, ucapnya.

3-Cabang-cabang ilmu geografi yang berfungsi untuk menganalisis masalah geografis


1. Biogeografi yaitu bidang ilmu yang mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan bumi. Di dunia ini dikenal 6 daerah biogeografi dengan masing-masing daerah yang memiliki perbedaan dan keseragaman tertentu (unik) dalam kelompok-kelompoknya. 2. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kehidupan di bumi termasuk hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil. 3. Hidrologi adalah cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air. Orang yang ahli dalam bidang hidrologi disebut hidrolog, bekerja dalam bidang ilmu bumi dan ilmu

lingkungan, serta teknik sipil dan teknik lingkungan. 4. Hidrogeologi (hidro- berarti air, dan -geologi berarti ilmu mengenai batuan) merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran dan pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan di kerak Bumi (umumnya dalam akuifer). Istilah geohidrologi sering digunakan secara bertukaran. Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli hidrogeologi atau ahli rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi (geohidrologi), dan ahli geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi (hidrogeologi)6. Geologi (berasal dari Yunani - (ge-, "bumi") dan (logos, "kata", "alasan")) adalah Ilmu (sains yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dah proses yang membentuknya. 7. Geokimia adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari komposisi-komposisi kimia bagian dari bumi misalnya pada lithosfer yang sebagian besar komposisi kimianya adalah silikat serta pada daerah stalaktit dan stalagmit banyak ditemukan CaCO3. 8. Geomorfologi adalah ilmu yang mendeskripsikan, mendefinisikan, serta menjabarkan bentuk lahan dan proses-proses yang mengakibatkan terbentuknya lahan tersebut, serta mencari hubungan antara proses-proses dalam susunan keruangan (Van Zuidam, 1977). 9. Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameterparameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi.