Anda di halaman 1dari 12

UTS FISIKA DASAR GERAK PERIODIK

DISUSUN OLEH: 1. SURAEDI AMIN (A1D011015) 2. EKA SERLIA 3. RIA OKVILIA (A1D011008) (A1D011033) (A1D011026) (A1D011028) (A1D011034)

4. SITI KURNIAWATI 5. VIONA RAMADINA 6. LETRI SEFTRIANI

Dosen Pengampu: Eko Risdianto, M.Cs Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS BENGKULU 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG Suatu benda yang mengalami gerak periodik selalu mempunyai posisi kesetimbangan yang stabil. Jika benda tersebut dijauhkan dari posisi ini dan dijelaskan akan timbul suatu gaya atau torsi untuk menarik benda tersebut kembali ke posisi setimbangnya. Akan tetapi pada saat benda tersebut mencapai kinetik, sehingga melampaui posisi tersebut, berhenti di suatu tempat yang lain, untuk kemudian kembali lagi ke posisi kesetimbangannya. Pemahaman mengenai gerak periodik ini adalah hal yang penting karena relevan dengan materi gelombang, suara, arus listrik bolak balik dan cahaya. Selain itu juga akan dibahas mengenai mengapa osilasi cenderung mengecil seiring berlalunya waktu dan mengapa beberapa osilasi semakin besar perpindahannya dari posisi kesetimbangannya ketika gaya yang berubah-ubah secara periodik bekerja.

1.2.TUJUAN Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah: Mengetahui tentang gerak periodik Mengetahui tentang osilasi Mengetahui tentang gerak harmoni sederhana Mengetahui pendulum sederhana

1.3.RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah permasalahan, tersusunlah rumusan masalah sebagai berikut: Pengertian gerak periodik Gerak harmoni sederhana Pembahasan osilasi Pembahasan pendulum sederhana

1.4. BATASAN MASALAH Dalam penguaian makalah ini, adapun batasan-batasan maslah yang telah ditentukan sebagai berikut: Pembahasan gerak periodik Energi pada gerak harmoni sederhana Penggunaan gerak harmoni sederhana Macam-macam osilasi Penyebab-penyebab osilasi

BAB II PEMBAHASAN

Dalam makalah ini ada beberapa pembahasan yang akan dibahas, yaitu: 1. GERAK PERIODIK Gerak periodik adalah gerak yang berulang-ulang pada suatu siklus tertentu. Gerak ini terjadi jika suatu benda memiliki posisi kesetimbangan stabil dan sebuah gaya pemulih atau torsi yang bekerja jika benda tersebut dipindahkan dari kesetimbangannya. Amplitudo (amplitude) gerak, ditunjukkan oleh A, merupakan besar perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan: yaitu nilai maksimum dari |x|. Harganya selalu positif. Periode (period), ditunjukkan oleh T merupakan waktu satu siklus. Periode selalu positif. Satuan SI-nya adalah sekon, tetapi sering dinyatakan sebagai sekon per siklus. Frekuensi (frequency), ditunjukkan oleh f merupakan banyaknya siklus pada suatu satuan waktu. Frekuensi selalu positif. Satuan SI untuk frekuensi ialah hertz: 1 hertz = 1 Hz = 1 siklus/sekon = 1 Rumus frekuensi yaitu: f= T= (hubungan antara frekuensi dan periode)

Frekuensi sudut (angular frequency), , adalah 2 dikalikan dengan frekuensi: = 2f = (frekuensi sudut)

2. GERAK HARMONIK SEDERHANA Gerak harmonik sederhana (GHS) adalah jika gaya total adalah gaya pemulih f yang berbanding langsung dengan perpindahan x. Dengan rumus: F = -kx Percepatan a= (gerak harmoni sederhana) (gaya pemulih yang diberikan oleh pegas ideal)

Suatu benda yang mengalami gerak harmonik sederhana disebut dengan osilator harmonic (harmonic oscillator). Jadi, gerak harmonic sederhana adalah proyeksi dari suatu gerak melingkar homogeny pada sebuah diameter.

Persamaan-persamaan untuk gerak harmonic sederhana Konstruksi dari lingkaran acuan menggunakan vektkor yang berputar yang dinamakan fasor, memiliki suatu panjang yang sama dengn amplitude gerak. Proyeksi pada sumbu horizontal mewakili gerak actual dari suatu benda pada gerak harmonic sederhana. Komponen x dari fasor pada waktu t merupakan koordinat x dari titik Q : x = A cos

Frekuensi sudut, frekuensi dan periode dalam Gerak Harmonik Sederhana (GHS) tidak bergantung pada amplitudo, akan tetapi hanya bergantung pada massa m dan konstanta k. Dengan rumus sebagai berikut: = f= T= (gerak harmonic sederhana) (gerak harmonic sederhana)

Perpindahan, kecepatan, dan percepatan dalam gerak harmonic sederhana Dalam gerak harmonic sederhana perpindahan, kecepatan dan percepatan merupakan fungsi sinusoidal dari waktu. Perpindahan x diberikan sebagai fungsi waktu t oleh: x = A cos (t + ) (perpindahan di dalam GHS)

dimana = . Amplitudo A dan sudutt fase ditentukan oleh posisi awal dan kecepatan benda Di dalam gerak harmonic sederhana posisi adalah periodic dan fungsi sinusoidal dari waktu. Periode T adalah waktu untuk satu siklusosilasi sempurna. Jadi jika memulai pada waktu t = 0, waktu T untuk menyelesaiakan satu siklus diberikan oleh: T =

Kecepatan dalam GHS dapat digunakan rumus: v=

Percepatan dalam GHS dapat digunakan rumus:

a=

Energi pada gerak harmonic sederhana Gaya yang diberikanoleh suatu pegas ideal adalah gaya konservatif, dan gaya vertical tidak ada, sehingga energi mekanik total system adalah kekal. Energi mekanik total pada GHS dapat digunakan rumus: E= Dalam gerak harmonic sederhana, sudut frekuensi dan frekuensi sudut dihubungkan dengan momen inersia I dan konstansa torsi k oleh = dan f=

Contoh soal : Sebuah benda titik bermassa 500 gram dipasang pada pegas tanpa massa, dan digetarkan di atas lantai datar tanpa gesekan. Getaran terjadi sepanjang sumbu x dan persamaan gerak benda adalah Tentukan : a) Posisi pegas bila benda ada dalam keadaan kendor (posisi setimbang) b) Periode getaran c) Posisi awal, kecepatan awal, dan laju maksimum d) Tetapan pegas e) Besar dan arah gaya tarik pada pegas Jawab : a) Dalam menentukan posisi benda bila pegas dalam keadaan kendor, kita perlu ingat bahwa simpangan getaran (dihitung dari posisi setimbang) adalah x = 10 cos (5t + 6 ) cm x (t) = 100 + 10 cos (5t + 6 ) dengan x posisi benda dalam cm

Pegas ada dalam keadaan kendor bila x = 0. Jika posisi benda bila pegas dalam keadaan kendor adalah x = 100 cm. posisi setimbang ini tercapai pada saat x = 10 cos (5t + 6 atau 5t + 6 =9 + n (36 t= =( ) = 0,

) dengan n bilangan bulat. Jadi posisi setimbang terjadi pada saat

) , ,

detik, yaitu untuk

t=

, .. detik

b) Untuk menentukan perioda getaran, perlu diingat bahwa bentuk umum persamaan gerak harmonic sederhana adalah x = A cos (t + ) fasa awal. Frekuensi sudut dinyatakan dalam

Dengan A amplitude getaran dan

radial/detik dan sebanding dengan frekuensi f (dalam hertz, sebagai = 2. Dari persamaan gerak nyata bahwa = 5 radial/detik frekuensi getaran f= = = detik = hz

Dalam satu detik ada getaran, berarti bahwa perioda getaran T = detik

c) Posisi awal benda dapat ditentukan dengan mengambil t = 0, sehingga x(t = 0) = 100 + 10 cos 6 = 105 cm

Dari titik asal sumbu x, yaitu disebelah kanan titik setimbang. Pada saat awal tersebut benda sedang bergerak dan kecepatan awal dapat ditentukan dari persamaan gerak benda. Kecepatan sesaat benda dapat dihitung dari, v (t) = = { 100 + 10 cos (5t + 6 ) )}

= - 10 (5) sin (5t + 6 = - 50 sin (5t + 6 Pada saat t = 0 kecepatan benda adalah v (t) = - 50 sin 6 = -25 )

Tanda negative berarti pada saat t = 0 benda sedang bergerak ke arah sumbu x negative (kekiri).

d) Tetapan pegas dapat ditentukan bila massa benda dan frekuensi getar diketahui, yaitu dari hubungann gerak

=
k= m

jadi diperoleh

Dengan menggunakan sisitem satuan maksimum, kita masukkan harga m = 0,5 kg, sehingga k= = 12,5 (0,5) kg kg/ /

e) Gaya tarik pada pegas F dapat dihitung dengan, F = + k x saat t = 0 F (t = 0) = + k x (t = 0) = + (12,5) (n/m) (0,05 m)

= + 6,16 newton Tanda positif berarti gaya adalah ke kanan Percepatan benda dapat dihitung dengan, a= = { -50 sin (5t + 6 ) )}

= - (50 ) (5) cos (5t + 6 Pada saat t = 0 percepatan benda adalah a = -250 cos 6

= -12,32 m/ Karena massa benda m = 0,5 kg, gaya yang bekerja pada benda haruslah F = m . a = (0,5 kg) (-12,32 m/ = - 6,16 newton (arah ke kiri) Gaya pada pegas F adalah reaksi dari gaya F pada benda dan dari hokum III Newton, F = -F , sehingga gaya tarik pada pegas adalah F = + 6,16 newton (arah ke kanan)

3. PENDULUM SEDERHANA Sebuah pendulum sederhana (simple pendulum) merupakan model yang disempurnakan yang terdiri dari sebuah massa titik m yang ditahan oleh benang kaku tidak bermassa dengan panjang L. Geraknya mendekati harmonic sederhana untuk amplitude yang cukup kecil: frekuensi sudut, frekuensi dan periode, dengan menggunakan rumus:

Pendulum sederhana, amplitude kecil:

= f= T=
Pendulum fisik

Pendulum fisik ( physical pendulum) adalah sembarang pendulum nyata, menggunakan suatu benda dengan ukuran terhingga, kontras dengan model idealis dari pendulum sederhana dengan semua massanya terkonsentrasi pada satu titik tunggal. Pendulum fisik adalah suatu benda yang digantungkan dari sebuah sumbu putar dengan jarak d dari pusat gravitasinya. Jika monen inersia di seputar sumbu putar adalah I, frekuensi sudut dan periodenya untuk osilasi amplitudo rendah adalah dengan rumus:
= T =2

4. OSILASI Pengurangan dalam amplitude disebabkan oleh gaya-gaya hilang yang disebut dengan redaman damping, dan geraknya disebut osilasi redaman (damped oscillation). Ketika sebuah gaya redaman F = bv yang sebanding dengan kecepatan ditambahkan sebuah osilator harmonic sederhana, geraknya dinamakan isolasi teredam. Untuk gaya redaman yang relative kecil, X=A
( )

Frekuensi sudut osilasi diberikan oleh

=
Gerak ini terjadi jika b>2 b=2 berlebih. , suatu syarat yang dinamakan redaman lebih rendah. Jika , sistem teredam

, system teredam secara kritis dan tidak lagi berosilasi. Jika b>2

Jika suatu gaya penggerak

yang berubah secara sinusoidal ditambahkan pada osilator

harmonic yang teredam, gerak yang terjadi dinamakan osilasi paksa. Amplitudonya diberikan sebagai fungsi frekuensi sudut penggerak d oleh A=

Ampllitudo mencapai suatu puncak pada frekuensi penggerak yang dekat dengan frekuensi osilasi alami sistem. Perilaku ini dinamakan resonansi. Contoh soal : Sebuah benda titk bermassa 200 gram dipasang pada pegas tanpa massa, dan digetarkan diatas lantai tanpa gesekan. Gerak osilasi yang terjasdi sepanjang sumbu x dapat dianggap gerak harmonic sederhana. Posisi setimbang terletak pada jarak 50 cm dari titik asal sumbu x. Pada saat t = 0, benda ditarik sejauh 10 cm ke kiri dari titik setimbang dan dilepaskan. Pegas yang digunakan memiliki sifat untuk meregangkan pegas sepanjang 10 cm diperlukan gaya 5 newton. Tentukanlah: a. Berapa banyak osilasi terjdi dalam satu menit b. Persamaan gerak benda Jawab : a. Sebelum menentukan banyak osilasi dalam satu menit, terlebih dahulu kita harus mencari frekuensi osilasi f. Kita tahu bahwa frekuensi sudut = 2f berhubungan dengan tetapan pegas k dan massa benda m dari = . Tetapan pegas k dapat dihitung dari informasi bahwa untuk meregangkan pegas sepanjang 10 cm diperlukan gaya 5 newton. Hukum Hooke menyatakan bahwa dalam batas elastisitas pegas gaya tarik pada pegas F adalah sebanding dengan pertambahan panjang atau F = kx. Tetapan pembanding k tidak lain adalah tetapan pegas. Jadi untuk jawabannya k= = = 50 newton/m = dan dengan memasukkan Selanjutnya frekuensi sudut dapat dihitung dari m = 200 gram = 0,2 kg kita peroleh = Frekuensi getar f = = = 10 radial/detik

= Hz , sehingga dalam waktu satu menit terjadi osilasi sebanyak osilasi

detik x 60 detik =

b. Persamaan gerak benda yaitu posisi benda tiap saat dapat ditentukan dengan x (t) = + x (t) Besaran menyatakan posisi setimbang benda diukur dari titik asal sumbu x untuk soal = 50 cm. Besaran x (t) menyatakan simpangan sessat benda terhadap posisi setimbang. Untuk gerak harmonic sederhana simpangan ini mempunyai bentuk umum x = A cos ( t + )

Dengan A amplitude osilasi dan fasa awal osilasi. Pada saat t = 0 benda dilepas dari simpangan sebesar 10 cm di sebelah kiri posisi setimbang. Ini berarti amplitude osilasi A = 10 cm dan pada saat t = 0 benda mempunyai simpangan x = - 10. Jadi berlakulah hubungan x = t = 0 = cos = - 10 atau cos = - 1. Pemecahan persamaan tersebut memberikan cos = . Sehingga diperoleh persamaan gerak benda x (t) = 50 + 10 cos (10 t + = 50 10 cos (10 t)

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa : 1. Gerak periodik adalah gerak yang berulang-ulang pada suatu siklus tertentu. Gerak ini terjadi jika suatu benda memiliki posisi kesetimbangan stabil dan sebuah gaya pemulih atau torsi yang bekerja jika benda tersebut dipindahkan dari kesetimbangannya. 2. Gerak harmoni sederhana (GHS) adalah jika gaya total adalah gaya pemulih f yang berbanding langsung dengan perpindahan x. 3. Sebuah pendulum sederhana (simple pendulum) merupakan model yang disempurnakan yang terdiri dari sebuah massa titik m yang ditahan oleh benang kaku tidak bermassa dengan panjang L. 4. Pengurangan dalam amplitude disebabkan oleh gaya-gaya hilang yang disebut dengan redaman damping, dan geraknya disebut osilasi redaman (damped oscillation).