Anda di halaman 1dari 28

MASA DEPAN APOTEKER / FARMASIS INDONESIA DALAM KARIR DAN PROFESI

2020
OLEH AHADITOMO

LATAR BELAKANG

DALAM 1 DEKADE TERAKHIR , APOTEKER INDONESIA BERADA DALAM SATU SETTING KETIDAK JELASAN

TENTANG FORMAT KARIR DAN LEGITIMASI PROFESINYA DIMUKA SISTEM PEMERINTAH MAUPUN
MASYARAKAT PRAKTIS SEMUA APOTEKER INDONESIA TIDAK MENYELENGGARAKAN TUGAS POKOK PEKERJAAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN SISTEM PEMERINTAHAN TIDAK MELAKUKAN TUGAS POKOK UNTUK MENYELENGGARAKAN PELAYANAN KEFARMASIAN YANG BAIK MASYARAKAT PRAKTIS TIDAK MENGENAL DAN MEMAHAMI HAKNYA ATAS PELAYANAN BERBASIS PROFESI / KEAHLIAN DALAM BERBAGAI SETTING PELAYANAN KEFARMASIAN

TIDAK ADA TANDA TANDA ADANYA PERUBAHAN FUNDAMENTAL DALAM SISTEM PENDIDIKAN TINGGI DAN MENENGAH KEFARMASIAN , YANG MENJAMIN ATAU BERORIENTASI KEPADA KEAHLIAN DALAM PEKERJAAN KEFARMASIAN PERISTIWA PENANGGALAN JABATAN BPOM OLEH SEORANG DOKTER KESULITAN MENYIAPKAN REKRUTMENT APOTEKER UNTUK JABATAN BIROKRASI DALAM SISTEM KEFARMASIAN PEMERINTAH KESULITAN MENYIAPKAN REKRUTMEN DALAM SETTING KARIR YANG TERKAIT DENGAN PEKERJAAN KEFARMASIAN

APOTEKER INDONESIA ( Farmasis ?) 1. Siapa Apoteker di Indonesia 2. Apakah pekerjaan seorang apoteker ? 3. Apakah lulusan pendidikan apoteker memahami format pekerjaan seorang Apoteker ? 4. Apakah pemerintah memahami dan melegitimasi pekerjaan keprofesian apoteker ? 5. Apakah pemerintah mengetahui dan memahami format pekerjaan kefarmasian ? 6. Apakah masyarakat awam memahami dan mengakui pekerjaan apoteker ? 7. Profesi lainnya,khususnya kesehatan, mengenal,memahami dan mengakui pekerjaan apoteker ?

APOTEKER INDONESIA TIDAK MEMILIKI KELOMPOK ELITE BERBASIS PROFESI

KEFARMASIAN
ADALAH PROSES YANG TERKAIT DENGAN

PRODUK DAN JASA KEFARMASIAN


YANG DISELENGGARAKAN SECARA SAINTIFIK DALAM SUATU FORMAT PEKERJAAN KEFARMASIAN UNTUK TUJUAN KESEHATAN DALAM BENTUK PELAYANAN KEFARMASIAN

PRODUK DAN JASA KEFARMASIAN

PRODUK KEFARMASIAN
PRODUK SEDIAAN JADI OBAT, KOSMETIKA, JAMU, ALAT KESEHATAN (Medical Devices), DIAGNOSTIKA = DIMENSI BARANG PRODUK KEGIATAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN PENGGUNAAN / PEMBUATAN PRODUK KEFARMASIAN

JASA KEFARMASIAN
TINDAKAN KEFARMASIAN YANG DISELENGGARAKAN oleh apoteker DALAM KERANGKA PELAKSANAAN PELAYANAN KEFARMASIAN - DIMENSI KEAHLIAN

BARANG /PRODUK
MANUFACTURE

SEDIAAN JADI OBAT ( DOSAGE FORM) MEDICAL DEVICES DIAGNOSTICS KOSMETIKA MAKANAN SEDIAAN ALAM

FARMASI
JASA / PELAYANAN PELAYANAN BERBASIS PROFESI SET PELAYANAN TENTANG FARMAKOTERAPI ANALISIS FARMASI PEMBUATAN FORMULASI TINDAKAN KEFARMASIAN DALAM SEDIAAN JADI FARMASI
SET PELAYANAN KESEHATAN

PEKERJAAN PROFESI APOTEKER

SEKWEN SAINS KE PROFESI


Proses Rekayasa s/d Dosage Form
FENOMENA REKAYASA MOLEKUL
FENOMENA PRODUKSI SAO (SENYAWA AKTIF OBAT) DAN SEMACAMNYA s/d DOSAGE FORM

Proses Pelayanan ttg dosage form vs fenomena kesehatan, sebagai proses pekerjaan profesi
FORMULASI SEDIAAN JADI OBAT DAN SEMACAMNYA MANAJEMEN SEDIAAN JADI OBAT

FARMAKOTERAPI ( FORMAT PENGGUNAAN SEDIAAN JADI OBAT DLM PLYANAN FARMASI)

R&D DAN TEHNOLOGIKAL SERTA INDUSTRI

IMPLEMENTASI ILMU DALAM PEKERJAAN PROFESI

PERSPEKTIF KEFARMASIAN INDONESIA

ASI M R A F MI Milyar 0 0 0 EKONO 011) 1 2 $ ( r a .9 Mily 3 DUNIA $ ESIA N O D IN


SI / A R K IRO UNAN B EM NG SIST EMBA HATAN P E KES ONESIA IND

PEND IDIKA TING N GI

?
IS I T SI E E P F M O O K N PR A I L H KEA

APOTEKER

FAKT A PA SAR TENA G FARM A ASI

PEMAHAMAN KONSEP ILMU

FARMASI
Apakah suatu Ilmu Pengetahuan ?

Dengan kategori General Knowledge ?


Lulusan bisa bekerja di berbagai jenis pekerjaan yang tidak terkait dengan induk ilmu

Ataukah suatu Specialistic knowledge ?

Lulusan memperoleh privelege sebagai operator dari semua sistem pekerjaan yang terkait dengan kefarmasian

TEMPAT KERJA

Sistem Pekerjaan Non Kefarmasian

Sistem pekerjaan Kefarmasian di pemerintahan sebagai aparat birokrasi

Sistem Pekerjaan Kefarmasian Non Birokrasi

Selanjutnya
Sistem pemerintahan sebagai aparat birokrasi

Sistem Pekerjaan Kefarmasian Non Birokrasi

Di Sub Sistem Pengawasan Kefarmasian


(sebagai produk)

Di Sub Sistem Pelayanan Kefarmasian sebagai bagian integral pelayanan kesehatan

Industri Farmasi dan yang terkait Termasuk sistem Distribusi Sistem Pelayanan Kefarmasian berbasis

Yang terkait dengan penggunaan / pembuatan obat dimasyarakat luas (Nasional,Daerah) Institusi Khusus,seperti Bea Cukai, NarkotikPsikotorpika

Mengelola Manajemen di Insitusi/Birokrasi pelayanan Kefarmasian Pusat-Nasional / Daerah ( Departemen s/d Dinas )

profesi

Praktek profesi Pribadi LAIN LAIN

SISTEM BIROKRASI LAINNYA

Praktek profesi terintegrasi seperti di RS

Selanjutnya

Sistem Pekerjaan Kefarmasian Non Birokrasi


Sistem Distribusi

Industri Farmasi dan yang terkait

Pekerjaan Bebas

Sistem Produksi / QC dengan beragam jenis pekerjaan ikutannya


Marketing,termasuk registrasi,product manajemen, Scientific..dan bermacam jenis pekerjaan lainnya

Marketing dan beragam pekerjaan administratif lainnya .


Tidak harus terkait dengan kompetensi profesi

Pekerjaan bebas lainnya di


industri

Tidak harus terkait dengan kompetensi profesi

Melakukan pekerjaan apa saja misalnya menjadi Penulis, Banking atau lainnya yang semuanya tidak memerlukan kompetensi profesi

Lulusan bisa bekerja Apabila ada kebutuhan tambahan / menggantikan

Lulusan akan mengalami kesulitan oleh karena berkompetisi dengan beragam lulusan pendidikan umum

Bagaimana Format Pendidikan Tinggi?

Apabila benar sebagai Specialistic knowledge ?

Konstruksi Kurikulum yang mendukung Ilmu pengetahuan Spesialistik dan keterkaitannya dengan Format Pekerjaan Profesi Kefarmasian Kognitif, Psikomotorik dan Afektif

Pembelajaran Perilaku dan Kompetensi dlm menyelenggarakan Pekerjaan Keprofesian Kefarmasian

Lulusan dengan Kualifikasi ahli dalam menyelenggarakan pekerjaan keprofesian kefarmasian

Laboratorik pre klinikal dan klinikal

Tempat Kerja

LATAR BELAKANG SEJARAH KEAHLIAN KEFARMASIAN

PENDIDIKAN TINGGI KEFARMASIAN DI NEGARA MAJU ( AS,EROPA,JEPANG) SAAT INI

APOTEKER ADALAH HEALTH CARE PROVIDER KEFARMASIAN

FORMAT PELAYANAN KESEHATAN INDONESIA

PELUANG APOTEKER UKURAN EKONOMI OBAT INDONESIA, REGIONAL DAN GLOBAL

DESTINY APOTEKER INDONESIA 2020 ?

FORMAT FATE APOTEKER INDONESIA HARI INI DI TH.2008.

Q:

APAKAH MASA DEPAN APOTEKER INDONESIA DISERAHKAN KEPADA MASA DEPAN ATAUKAH KITA YANG MELUKISKANNYA BAGAIMANA MASA DEPANNYA ?

MENATA 2020
ELITE PEND IDIK RERE S)

(THE L

N I A S K A S I ARM N F I T F E NI P ELITE) M D U K R AL E PRO ELO PA N T A M T ( FEG POK TER AN S I O SEB Y NAL N A A R ,TAN YANG U J U PA T ELIT A P N E K TA O OMP ANPA SI L E K T ,T T EN A E R P K M BIRO PA KO AN T , E ELIT

ECTU

DEFINED DEFINITION STATEMENT APOTEKER SEBAGAI PROFESI KESEHATAN

ELITE P

ERES IT ) ALUM NPA EL ( TA PR KELO TER OFESI MPOK O SEB LK AR, NA YAN O T P A M G O NPANPA SI KEL AT,T N ELI E TE KR OMPET O R BI AK P N ,T A E T I EL

(THE RMASI LA F ECTU T P I E) R N

ENDID IK

PERTARUHAN FATE APOTEKER :


SEBAGAI PEKERJA INDUSTRI OBAT DAN PELAYANAN MEDIK ATAU MENJADI PROFESI MANDIRI SEBAGAI PENGAWAL MASYARAKAT TERHADAP RESIKO INDUSTRI ?

PENATAAN PEWARISAN MELALUI GENERASI BARU

EKONOMI OBAT/ PDB- 250 -280 JT PENDUDUK JUMLAH LULUSAN LULUSAN S2-S3; PROFESOR

G-70 G-60 G-50

G-90 G-80
EKSEKUTIF BIROKRASI KOMPETENSI PROFESI

UMUR PADA 2008 G-80 = 18 +26 (= 44 TH) G-90 = 18+ 18 (= 36 TH)

2020 2030
48-56 58-66

ESI B F O R P 0 >2

ARU

PERKEMBANGAN PROFESI LAIN BERBASIS ILME PENGETAHUAN

0 5 M A L DA
DOKTER UMUM PADA TH 50-AN

N U H TA

? ?

ILMU KEDOKTERAN

ILMU HUKUM

ILMU EKONOMI

ILMU TEHNIK

ILMU FARMASI

SEKWEN SAINS KE PROFESI


Proses Rekayasa s/d Dosage Form
FENOMENA REKAYASA MOLEKUL
FENOMENA PRODUKSI SAO (SENYAWA AKTIF OBAT) DAN SEMACAMNYA

Proses Pelayanan ttg dosage form vs fenomena kesehatan, sebagai proses pekerjaan profesi
FORMULASI SEDIAAN JADI OBAT DAN SEMACAMNYA MANAJEMEN SEDIAAN JADI OBAT

FARMAKOTERAPI ( FORMAT PENGGUNAAN SEDIAAN JADI OBAT DLM PLYANAN FARMASI)

R&D DAN TEHNOLOGIKAL SERTA INDUSTRI

IMPLEMENTASI ILMU DALAM PEKERJAAN PROFESI

DIMENSI BARU DARI OBAT BAHAN BAKU OBAT

SUMBER SENYAW A AKTIF DARI ALAM ATAU SINTESIS

TEHNOLOGI PRODUKSI DOSAGE FORM MASSAL PRODUK DOSAGE FORM DARI BERAGAM SAO

PROVIDER PELAYANAN KEFARMASI AN

PASIE N

R&D; IPTEK: INVESTASI; EKONOMI; SOSIAL; REGULASI

PELAYANAN KESEHATAN

POSISI PROFESI DALAM TATANAN PELAYANAN PUBLIK


INDUSTRI FARMASI

APOTEKER SEBAGAI PROFESI KESEHATAN

SISTEM LAINNYA YANG TERKAIT

PUBLIK SEBAGAI KONSUM EN

REGISTRASI,IJ IN EDAR, CPOB, SUPPLY

STANDARD2 , SOP PROFESI DAN UU/PP

UU PERLINDUNG

THE CHALLENGE

YANAN A L E P N AJUKA M E M M API A R L E A T D O I K S A I FARM PRESTA U L A L E AN M GAI KESEHAT A B E S N A LIFE KEAHLI I Y S T I N L E A T U E AGA Q I KOMP J S N A E T M U I P RE T DEM N A V R E PUBLIC S EKERJA P I A G A AN SEB L A B M I H X PDB E 3 L 2 O R D E R MEMP TANDA S N A G N DE ILMU PROFESI N A K G MBAN ESIA E N O G D N N E I M DAN OTEKER L P A A W I S A E G F MEN N PRO A D N A I S A KEFARM

N I P ? M I M PAN E M DE N E A K K A E G G N N A HA Y A C P SIA SES O R P

U G G N A G ENG M A L I B AF A M N O H MO JU U N E M N T A N N E A L M A E J R I PER RET F O G N I ND A L E F A S