Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TERSTRUKTUR AGROKLIMATOLOGI PERTANIAN

Oleh: Nurul Purwaningsih A1L010109

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN AGROTEKNOLOGI PURWOKERTO 2013

Perlu diketahui bahwa iklim dan cuaca merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Iklim dan cuaca mempunyai peranan yang besar terhadap kehidupan seperti dalam bidang pertanian, transportasi atau perhubungan, telekomunikasi, pariwisata dan bidang bidang yang lainya. Cuaca adalah keadaan udara yang terjadi pada waktu dan daerah tertentu yang relative sempit dan dalam waktu yang pendek. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Sifatnya adalah mudah berubah, berlaku untuk waktu yang terbatas dan meliputi daerah yang sempit. Sedangkan iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang lama pada beberapa puluh tahun. Iklim bersifat tetap, meliputi tempat yang luas dan berlaku untuk waktu yang lama. Contohnya iklim Indonesia sejak dulu adalah iklim tropik. Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut dan badai. Adapun pengaruh iklim dan cuaca terhadap kehidupan masyarakat antara lain yaitu : 1. Bidang Pertanian Manfaat iklim dalam bidang pertanian diantaranya adalah sebagai berikut: Menentukan waktu tanam, menentukan tanaman yang sesuai. Selain itu cuaca dan iklim juga memiliki dampak bagi pertanian diantaranya: Dampak secara langsung yaitu dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada kegiatan pertanian. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika, dan ada yang dirasakan secara lambat. Misalnya curah hujan yang lebat atau terus menerus dapat menimbulkan tanah longsor saat itu, angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman, dan adanya embun beku yang mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering. Dampak langsung yang diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi, misalnya tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan, tanah menjadi kering setelah beberapa hari hujan makin berkurang.

Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi, sedangkan kadar cuaca/iklim yang terjadi tersebut diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu. Cuaca/iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama, penyakit, tumbuhan parasit juga memerlukan cuaca/iklim. Sering terjadi kerusakan tanaman bukan karena cuaca saat itu secara langsung , tetapi karena timbulnya hama, penyakit, parasit yang justru hidup subur pada saat adanya cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu.

2. Bidang Transportasi Faktor - faktor cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan. Selain berpengaruh terhadap

penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain - lain.

3. Bidang Telekomunikasi Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang telekomunikasi. Seperti arus angin dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar daerah dengan menggunakan telepon angin. Pengaruh lain yaitu kondisi cuaca yang kurang baik dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. mendung sinyal handphone menjadi melemah. Misalnya saat kondisi hujan atau

4. Bidang Pariwisata Faktor cuaca dan iklim berpengaruh terhadap bidang pariwisata, seperti cuaca cerah, banyak cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya sangat mempengarui terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut.

5. Bidang Industri Pada industri tradisional banyak yang masih bergantung pada kondisi cuaca. Industri itu umumnya yang membutuhkan panas matahari, antara lain industri genteng, batu bata, dan kerupuk. Cuaca juga mempengaruhi aktivitas penduduk sehari - hari.

Agroklimatologi merupakan ilmu yang sangat berguna bagi setiap kalangan baaik dari yang terkecil hingga kalangan besar karena klimatologi sangat menpengaruhi semua makhluk hidup yang ada di bumi. Agroklimatologi sangat berpengaruh terhadap lingkungan dan

keadaan struktur dalam bumi. Pengertian agroklimatologi sendiri adalah ilmu iklim yang mempelajari tentang hubungan antara unsur - unsur iklim dengan proses kehidupan tanaman. Kajian yang

dipelajari dalam agroklimatologi adalah bagaimana unsur - unsur iklim itu berperan di dalam kehidupan tanaman. Kita akan mempelajari bagaimana agar fotosintesis bisa tinggi, respirasi optimal, transpirasi normal, sehingga hasil bisa tinggi. Kisaran Agroklimatologi yaitu : Radiasi Matahari Suhu Kelembapan Udara Angin Awan Hujan Gas

Tujuan Agroklimatologi : Mengetahui hubungan antara unsur - unsur iklim dengan proses pertumbuhan tanaman. Mengetahui bagaimana unsur - unsur iklim itu berperan dalam kehidupan tanaman. Mengetahui dan menpelajari tentang cuaca dan iklim dan sebagainya. Mengetahui pengaruh apa saja yang menpengaruhui dalam bidang pertanian. Memahami bagaimana iklim menpengaruhi hama tanaman.

Manfaat Agroklimatologi :

Perencanaan atau pengembangan pertanian (intensifikasi dan atau ekstensifikasi) di suatu wilayah iklim

Sebagai dasar strategi penyusunan rencana dan kebijakan pengelolaan usahatani. Untuk mengtahui dalam penjadwalan tanam & panen budidaya pertaniaan. Penentuan jenis tanaman untuk wilayah yang akan ditanam dan sebaliknya. Perancangan teknik buididaya pertanian. Desaign bangunan pertanian. Antisipasi kegagalan dalam panen. Untuk uapaya peningkatan produksi panen.

Agroklimatologi

sangat

erat

kaitannya

dengan

iklim

dan

cuaca.

Iklim

merupakan karakter, sintesis atau nilai statistik cuaca jangka panjang di suatu tempat atau wilayah misalnya iklim: tropik, subtropik, basah, kering. Sedangkan cuaca adalah kondisi atmosfer sesaat (jangka pendek) beserta perubahan yang terjadi. Budidaya tanaman pertanian sangat tergantung pada iklim dan cuaca. Unsur cuaca yang berpengaruh adalah intensitas cahaya matahari, suhu, curah hujan, dan kelembaban. Semuanya terikat dan saling mempengaruhi. Data mengenai keadaan cuaca sangat penting artinya bagi dunia pertanian antara cuaca dan pertanian mempunyai hubungan yang khas yang sering dikenal dengan klimatologi pertanian. Hubungan yang khas itu dapat dilihat dari pengaruh ketinggian tempat, vegetasi alam dan jenis tanaman yang cocok untuk ditanam serta waktu yang tepat untuk penanaman suatu komoditi. Hubungan yang lebih luas antara cuaca dan pertanian tercakup didalamnya lama musim pertanaman, hubungan antara laju pertumbuhan ataupun hasil panen dengan factor atau unsure cuaca dari pengamatan unsur cuaca dari pengamatan jangka panjang. Hasil dari data iklim ini akan dapat diketahui kesesuaian iklim yang optimum bagi tanaman serta batas-batas ekstrimnya, dapat pula dibahas tentang kebutuhan air irigasi, perkembangan iklim terhadap perkembangan maupun penyebaran hama dan penyakit tanaman, serta hubungan iklim dengan berbagai kegiatan pertanian lainnya. Pada hakekatnya klimatologi pertanian merupakan kesimpulan dari pengamatan metereologi pertanian dalam jangka panjang didaerah luas. Iklim didifinisikan sebagai sintesis dari perubahan nilai unsur - unsur cuaca (hari demi hari ) dalam jangka panjang di suatu wilayah tertentu. Sedangkan cuaca adalah nilai sesaat dari atomosfer, serta perubahan dalam jangka pendek ( kurang dari satu jam s/d 24 jam) di suatu lokasi tertentu. Cuaca melingkupi ruang dan waktu yang lebih sempit dibanding iklim dan membutuhkan alat bantu analisis berupa ilmu matematika dan fisika. Sedangkan iklim yang merupakan sintesis cuaca lebih memerlukan alat analisis statistika. Data yang tersaji hasil analisis statistika tersebut berupa data rata - rata, data ekstrim (maksimal dan minimal), peluang kejadian, dan frekuensi kejadian. Ilmu yang mengkaji tentang cuaca disebut meteorologi dan ilmu yang mengkaji tentang iklim disebut klimatologi. Cuaca/iklim merupakan komponen yang penting dalam ekosistem alam yang mempengaruhi kehidupan yang ada di bumi. Unsur iklim/cuaca antara lain adalah radiasi, suhu/temperatur, kelembaban udara, tekanan udara, angin, dan penguapan.

Unsur iklim/cuaca tersebut, selain ada dalam suatu wilayah yang luas, juga terjadi dalam suatu lingkup ruang atau daerah yang sempit. Kondisi iklim pada suatu ruang terbatas inilah yang disebut iklim mikro. Iklim mikro sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, perkembangan hama dan penyakit tanaman, dan proses pelapukan dan pembentukan tanah. Iklim mikro yang penting terutama adalah kelembaban udara, suhu, kecepatan angin dan penguapan. Iklim mikro penting artinya bagi krhidupan tanaman, hewan, dan manusia.

Karena iklim yang bersifat mikro inilah yang berkontak langsung dengan makhluk hidup di sekitarnya. Modifikasi iklim mikro adalah upaya untuk menciptakan lingkungan yang

optimal atau paling tidak lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam kegiatan pertanian. Pendekatan lain untuk memodifikasi iklim mikro yang dilakukan manusia diantaranya adalah dengan merubah kelembaban udara, dan temperatur. Untuk itu perlu dilakukannya pengukuran unsur iklim mikro agar dapat mengetahui kondisi iklim mikro terbaik bagi tiap jenis tanaman. Sedangkan ilmu yang mengkaji tentang pemanfaatan potensi sumberdaya iklim terhadap kegiatan pertanian biasa disebut dengan klimatologi pertanian (agroklimatologi) atau agricultural climatology. Maka dari itu, dari keterangan diatas dapat kita simpulkan bahwa agroklimatologi sangat berkaitan erat dan merupakan bagian dari klimatologi.