Anda di halaman 1dari 3

Laporan Praktikum Mekanika Batuan 2012

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Uji Fisik Batuan Dari hasil pengolahan data pengujian sifat fisik batupasir kuarsa diperoleh nilai berat isi asli (n), berat isi jenuh (s), berat isi kering (d), apparent specific gravity, true specific gravity, kadar air asli (W), kadar air jenuh (A), derajat kejenuhan (S), porositas (n) serta angka pori (e) yang nilainya dapat dilihat pada tabel data pengolahan sifat fisik batuan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapat nilai porositas terbesar berada pada sampel 25 dengan porositas sebesar 23,524 % dimana nilai porositas terkecil berada pada sampel 1 dengan nilai porositas sebesar 8,234 %. Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan celah antar sampel yang diambil dimana porositas terbesar didapat jika celah pada sampel semakin besar sehingga mudah dimasuki oleh air. Keadaan celah yang terbuka dipengaruhi oleh tingkat sementasi dan karakteristik material yang dipilih. Selain itu, kadar air jenuh (A) pada sampel 25 juga besar dimana nilainya sebesar 8,9 % yang dapat diartikan bahwa sampel tersebut bersifat permeabel, dimana air dapat dengan mudah mengisi pori-pori sampel tersebut karena keadaan pori yang terbuka lebar. Sedangkan untuk derajat kejenuhan (S), nilai yang terbesar berada pada sampel 25 dengan nilai sebesar 66,16 % yang diartikan bahwa sampel tersebut memiliki sifat jenuh air yang tinggi dimana volume air yang terdapat pada sampel besarnya berbanding lurus dengan besarnya angka porinya (e) bernilai 0,308 yang mempengaruhi volume total sampel. Untuk apparent specific gravity dan true specific gravity nilai terbesar berada pada sampel 30 yang menunjukkan bahwa sampel 30 memiliki berat isi kering (d) yang lebih besar jika di udara bebas dibandingkan volume air yang mengisinya. Sedangkan untuk berat isi asli (n) dan berat isi jenuh (s) yang tertinggi berada pada sampel 25 sebesar 2,799 gr/cm 3 dan 2,878 gr/cm3 dimana berat isi asli (n) diartikan bahwa sampel 25 memiliki berat batuan yang lebih besar dibandingkan berat air yang memasukinya dan berat isi jenuh ( s) diartikan bahwa sampel 25 mampu menyimpan banyak air dibandingkan sampel lain. Sedangkan
Ach. Affuan Hidayat 4-1

H1C110071

Laporan Praktikum Mekanika Batuan 2012

berat isi kering (d) terbesar berada pada sampel 7 dengan berat 2,711 gr/cm3 yang diartikan bahwa sampel 7 berat sampel pada kondisi kering lebih besar daripada berat air yang memasukinya. Dari tabel hasil pengolahan data sifat fisik batuan dapat disimpulkan bahwa kadar air asli (W) pada batuan mempengaruhi berat isi asli ( n) dan isi kering (d) batuan dimana kadar air asli (W) dan jenuh (A) besarnya dipengaruhi oleh intensitas besaran angka pori (e) yang mempengaruhi besaran porositas pada batuan dimana derajat kejenuhan menjadi faktor penentu besarnya kadar air yang ada pada sampel batuan. 4.2. Pengujian Sifat Kuat Tekan Uniaksial Berdasarkan hasil pengolahan data pengujian sifat kuat tekan uniaksial didapatkan hasil tegangan pada nomor sampel TP/07/BPK/2012 dengan beban retak, beban akhir, tegangan retak dan tegangan pecahan terendah, yaitu 510,204, 573,980, 0,711, 0,700. Selain itu nilai tegangan E sebesar 0,711 dan c sebesar 0,700. Dengan nilai lretak - 0,1 cm, lakhir - 0,7 cm, dretak 0,01 cm dan dakhir 0,3 cm. Nilai regangan a
retak

sebesar -0,008, a

akhir

sebesar -0,058, l

retak

sebesar

0,018, l akhir sebesar 0,055, v retak sebesar -0,055 dan v akhir sebesar 0,051. Sedangkan pada nomor sampel TP/09/BPK/2012 dengan beban retak, beban akhir, tegangan retak dan tegangan pecahan tertinggi, yaitu 956,633, 1020,408, 1,322, 1,356. Selain itu nilai tegangan E sebesar 1,322 dan c sebesar 1,358. Dengan nilai lretak 0 cm, lakhir - 0,4 cm, dretak 0,02 cm dan dakhir 0,22 cm. Nilai regangan a
retak

sebesar 0, a

akhir

sebesar -0,033, l

retak

sebesar 0,0036, l

akhir

sebesar 0,040, v retak sebesar 0,007 dan v akhir sebesar 0,047. Pada percobaan ini dapat digambarkan bahwa antara kuat tekan ( C ) dengan kuat tarik ( t ) saling berhubungan. Dan dari hasil perhitungan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin kuat beban yang diberikan maka akan menghasilkan tegangan dan regangan yang besar pula dan begitu pula sebaliknya jika beban yang diberikan kecil maka nilai regangan serta tegangan juga kecil.
Ach. Affuan Hidayat 4-2

H1C110071

Laporan Praktikum Mekanika Batuan 2012

4.3. Pengujian Kuat Tarik Tidak Langsung Berdasarkan hasil pengolahan data kuat tarik tidak langsung didapatkan nilai hasil beban retak, beban akhir, retak, t, t
rata-rata

Kohesi dan sudut geser dalam.

Sampel dengan nomor sampel TP/05/BPK/2012 memiliki nilai terendah diantara smpel yang lain yaitu beban retak sebesar 446,429 kg, beban akhir sebesr 510,204 kg, retak sebesar 0,160 Mpa dan t 0,188 Mpa. Sedangkan pada sampel dengan nomor sampel TP/03/BPK/2012 memiliki nilai tertinggi diantara smpel yang lain yaitu beban retak sebesar 701,531 kg, beban akhir sebesr 765,306 kg, retak sebesar 0,251 Mpa dan t 0,280 Mpa. Nilai t rata-rata yang didapatkan adalah sebesar 0,207 Mpa. Nilai kohesi dan sudut geser dalam yang didapatkan adalah dari penggambaran lingkaran Mohr yaitu kohesi sebesar 0,4357 Mpa yang merupakan perpotongan antara selubung kekuatan batuan dengan sumbu regangan dan nilai sudut geser dalam adalah sebesar 390 yang merupakan sudut yang dibentuk oleh selubung kekuatan batuan dengan sumbu tegangan. 4.4. Pengujian dengan Hammer Test Pada pengujian dengan menggunakan Hammer Test didapatkan nilai

tegangan pada 7 buah sampel. Nilai tegangan terendah yang didapat yaitu pada sampel TP/01/BPK/2012, TP/02/BPK/2012 dan TP/04/BPK/2012 yang memiliki nilai sama yaitu 122,4 Kg/cm2. Dan nilai tegangan tertinggi yaitu pada sampel TP/02/BPK/2012 yaitu sebesar 204 Kg/cm2. Serta setelah dilakukan perhitungan didapatkan nilai tegangan rata-rata yaitu sebesar 122 Mpa.

Ach. Affuan Hidayat 4-3

H1C110071

Anda mungkin juga menyukai