Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KUNJUNGAN TOKO PESTISIDA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Toksikologi semester 2

Disusun oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Ahmad Nur Syahid Deshinta Puspita Ayu Sari Farah Debby Pangestika Maya oktavia Muhammad Adin Nugroho Muhammad Anugerah Ramadhan A. Rini Fitria Ningsih Sylviana Rusdwitasari Titis Ragil Kusuma W.

NONREGULER A KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA KESEHATAN LINGKUNGAN 2012

Toko pestisida dan juga pupuk yang berada di kecamatan playen gunung kidul Yogyakarta NO 1. 2. 3. NAMA TOKO UD Murni Toko Abdi Tani UD Sumber Tani Alamat Dusun Jatisari playen 4 nguwu playen Dusun Siyono playen koptan wana Nama Pemilik Hadi Suprawoto

Dusun Suberrejo rt 31 rw Joko Sutarno wetan Tumiyem

Kunjungan ke took di laksanakan pada : Hari/ tanggal : Jumat/ 22 Juni 2012 Toko Yogyakarta Pemilik Jam Hasil : Toko UD Murni merupakan toko pestisida dan juga pupuk yang beralamatkan Dusun Jatisari Playen Gunung Kidul Yogyakarta dan berdiri sejak tahun 1990an. Atas kerja keras bapak setengah baya bernama Bapak Hadi suprawoto toko UD MURNI menjadisalah satu toko pestisida dan pupuk terbesar di kecamatan playen dan konsumen merasa diuntungkan karena letak toko yang setrategis di wilayah pertanian gunung kidul dan juga harga yang miring.Pak Hadi Suprawoto memiliki 3 karyawan dengan gaji sesuai dengan lamanya kerja dan UMR di kabupaten gunung kidul dan toko UD Murni buka setiap hari mulai dari jam 07.00 17.00 WIB. Konstruksi bangunan toko UD Tani sudah layak untuk menyimpan dan menjual pupuk dan pestisida karena : Bangunan toko UD Murni pencahayaannya sudah memadahi karena lebih dari 20% dari bangunan merupakan ventilasi baik ventilasi tetap dan tidak tetap. : Hadi Suprawoto : 10.00 WIB : UD Murni dengan alamat Dusun Jatisari Playen Gunung Kidul

Luas wilayah bangunan juga cukup bahkan lebih dan bisa menampung pupuk dan pestisida dalam jumlah besar.

Suhu dan kelembapan di dalam gedung baik karena disekitar toko ada pohon dan untuk memperendah suhu meskipun disekitar toko merupakan tanah pertanian.

Sirkulasi udara sangat memadahi karena ada ventilasi yang cukup.

Selain kontruksi bangunan toko baik dilihat dari kesehatan pemilik dan juga karyawan juga baik karena selama menjual pupuk dan pestisida tidak ada keluhan yang terjadi terhadap karyawan dan pemilik. Kaeyawan dan pemilik toko selalu menggunakan APD (sarung tangan, masker, alas kaki, dan pakaian yang tebal) selama menangani pupuk dan pestisida. Meskipun terjadi paparan tetapi hanya sedikit yang masuk dan kontak dengan tubuh karena dicegah menggunakan APD. Toko tersebut menjual lebih dari 30 jenis pestisida dan juga pupuk. Untuk katalok lebih dari 100 item tetapi hanya beberapa yang laris di konsumen karena dilihat dari resistensi pestisida dan juga kondisi lingkungan di gunung kidul. Selain itu masa tahan pestisida sekitar 5 tahun, diatas 5 tahun tidak laku maka pestisida ditarik dari pasaran dan di hanguskan. Pada penyimpanan bahan bahan pestisida ada yang tertutup dan terbuka. Yang terbuka karena pestisida tersebut berbau menyengat dan harus ditempatkan di tempat yang tertutup dan dikeluarkan jika diperlukan. Meskipun dikeluarkan harus menggunakan APD. Yang tertutup karena dari pabriknya sudah ada segelnya dan sudah diuji sehingga dimungkinkan tidak bocor dan mencemari lingkungan. Jika segel rusak harap untuk dikembalikan kepabrik. Selain itu kebersihan penyimpanan pestisidan dan pupuk tetap terjaga karena selalu di bersihkan setiap hari yaitu waktu pagi hari. Hal yang paling utama dijaga adalah kebersihan dan juga tempat penyimpanan pestisida karena jika pestisida tidak ditempatkan di tempat yang pas akan merusak lingkungan dan memapar ke manusia.

Lingkungan juga berhubungan erat dengan iklim yang terjadi di kabupaten gunung kidul.

Berdasarkan letak astronomisnya, Kabupaten Gunungkidul berada di daerah sekitar equator, sehingga secara klimatologi beriklim tropis dengan suhu harian rata-rata27,7C, rentang suhu terendah 23,2C dan tertinggi 32,4C memiliki 10 dua musim,yaitu musim hujan dan musim kemarau. Curah hujan agak basah dan mempunyaikarakter 3 bulan kering dan 7 bulan basah. Wilayah Kabupaten Gunungkidul bagianutara merupakan wilayah curah hujan yang paling tinggi dibanding wilayah tengah danselatan, sedangkan wilayah Gunungkidul bagian selatan mempunyai awal hujan palingakhir. Kelembaban nisbi berkisar antara 80% - 85% yang dipengaruhi oleh musim.Kelembaban tertinggi terjadi pada bulan Januari hingga April, dan kelembaban terendah terjadi pada bulan September hingga desember. Iklim dan juga penjualan pupuk serta pestisida sangat berhubungan erat sebab pada bulan januari april penjualan relative tinggi dan merupakan iklim kemarau serta kelembapan tinggi sehingga vector dan binatang pengganggu mampu hidup dan merusak hasil pertanian di gunung kidul. Selain itu pada bulan September hingga desember curah hujan tinggi dan kelembapan rendah sehingga penjualan pestisida di masyarakat cenderung rendah. Oleh karena itu iklim berhubungan erat dengan penjualan pestisida. Untuk penjualan pupuk juga tidak berbeda jauh dengan penjualan pestisida. Penjualan pupuk cenderung tinggi dikala masa tanam pada bulan januari hingga april karena pada waktu itu iklim kemarau dan cocok untuk bertanam. Pestisida yang laku penjualannya ke masyarakat adalah 1. Sevin 2. Wigen 3. Yasitril 4. Basa 5. Karalem 6. Karon 7. Tikam 8. akadon

Menurut kelompok kami : Cara penggunaan pestisida yang tepat merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan pengendalian hama. Walaupun jenis obatnya manjur, namun karena

penggunaannya tidak benar, maka menyebabkan sia-sianya penyemprotan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida, di antaranya adalah keadaan angin, suhu udara, kelembapan dan curah hujan. Hal-hal teknis yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah ketepatan penentuan dosis. Dosis yang terlalu tinggi akan menyebabkan pemborosan pestisida, di samping merusak lingkungan. Dosis yang terlalu rendah menyebabkan hama sasaran tidak mati. Di samping berakibat mempercepat timbulnya resistensi. 1. Dosis pestisida Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan hama tiap satuan luas tertentu atau tiap tanaman yang dilakukan dalam satu kali aplikasi atau lebih. Ada pula yang mengartikan dosis adalah jumlah pestisida yang telah dicampur atau diencerkan dengan air yang digunakan untuk menyemprot hama dengan satuan luas tertentu. Dosis bahan aktif adalah jumlah bahan aktif pestisida yang dibutuhkan untuk keperluan satuan luas atau satuan volume larutan. Besarnya suatu dosis pestisida biasanya tercantum dalam label pestisida. 2. Konsentrasi pestisida Ada tiga macam konsentrasi yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan pestisida

Konsentrasi bahan aktif, yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air.

Konsentrasi formulasi, yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air. Konsentrasi larutan atau konsentrasi pestisida, yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi.

PETUNJUK PENGGUNAAN PESTISIDA a. Memilih pestisida Di pasaran banyak dijual formulasi pestisida yang satu sama lain dapat berbeda nama dagangnya, walaupun mempunyai bahan aktif yang sama. Untuk memilih pestisida, pertama yang harus diingat adalah jenis jasad pengganggu yang akan dikendahikan. Hal tersebut penting karena masing-masing formulasi pestisida hanya manjur untuk jenis jasad pengganggu tertentu. Maka formulasi pestisida yang dipilih harus sesuai dengan jasad pengganggu yang akan dikendalikan. Untuk mempermudah

dalam memilih pestisida dapat dibaca pada masing-masing label yang tercantum dalam setiap pestisida. Dalam label tersebut tercantumjenis-jenis jasad pengganggu yang dapat dikendahikan. Juga tercantum cara penggunaan dan bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan. Untuk menjaga kemanjuran pestisida, maka sebaiknya belilah pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan oleb Departemen Pertanian yang dilengkapi dengan wadah atau pembungkus asli dan label resmi. Pestisida yang tidak diwadah dan tidak berlabel tidak dijamin kemanjurannya. b. Menyimpan pestisida Pestisida senantiasa harus disimpan dalam keadaan baik, dengan wadah atau pembungkus asli, tertutup rapat, tidak bocor atau rusak. Sertakan pula label asli beserta keterangan yang jelas dan lengkap. Dapat disimpan dalam tempat yang khusus yang dapat dikunci, sehingga anak-anak tidak mungkin menjangkaunya, demikian pula hewan piaraan atau temak. Jauhkan dari tempat minuman, makanan dan sumber api. Buatlah ruang yang terkunci tersebut dengan ventilasi yang baik. Tidak terkena langsung sinar matahari dan ruangan tidak bocor karena air hujan. Hal tersebut kesemuanya dapat menyebabkan penurunan kemanjuran pestisida. Untuk berjaga-jaga apabila sewaktuwaktu pestisida tumpah, maka harus disediakan air dan sabun ditergent, beserta pasir, kapur, serbuk gergaji atau tanah sebagai penyerap pestisida. Sediakan pula wadah yang kosong, sewaktu-waktu untuk mengganti wadah pestisida yang bocor. 3. Menggunakan pestisida Untuk menggunakan pestisida harus diingat beberapa hal yang harus diperhatikan: Pestisida digunakan apabila diperlukan Sebaiknya makan dan minum secukupnya sebelum bekerja dengan pestisida Harus mengikuti petunjuk yang tercantum dalam label Anak-anak tidak diperkenankan menggunakan pestisida, demikian pula wanita hamil dan orang yang tidak baik kesehatannya Apabila terjadi luka, tutuplah luka tersebut, karena pestisida dapat terserap melalui luka Gunakan APD

Hati-hati bekerja dengan pestisida, lebih-lebih pestisida yang konsentrasinya pekat. Tidak boleh sambil makan dan minum

Jangan mencium pestisida, karena pestisida sangat berbahaya apabila tercium Sebaiknya pada waktu pengenceran atau pencampuran pestisida dilakukan di tempat terbuka. Gunakan selalu alat-alat yang bersih dan alat khusus

Dalam mencampur pestisida sesuaikan dengan takaran yang dianjurkan. Jangan berlebih atau kurang

Tidak diperkenankan mencampur pestisida lebih dari satu macam, kecuali dianjurkan Jangan menyemprot atau menabur pestisida pada waktu akan turun hujan, cuaca panas, angin kencang dan arah semprotan atau sebaran berlawanan arah angin. Bila tidak enak badan berhentilah bekerja dan istirahat secukupnya

Wadah bekas pestisida harus dirusak atau dibenamkan, dibakar supaya tidak digunakan oleh orang lain untuk tempat makanan maupun minuman

Pasanglah tanda peringatan di tempat yang baru diperlakukan dengan pestisida Setelah bekerja dengan pestisida, semua peralatan harus dibersihkan, demikian pula pakaian-pakaian, dan mandilah dengan sabun sebersih mungkin.

PETUNJUK KEAMANAN, PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN

Petunjuk Keamanan

Jangan makan/minum atau merokok pada waktu bekerja. Pakailah sarung tangan, pelindung tubuh, topeng muka, gunakan pakaian berlengan panjang /celana panjang serta jauhkan dari nyala api pada waktu membuka wadah dan memindahkan pada waktu bekerja

Sebelum makan, minum atau merokok dan setelah bekerja, cucilah tangan atau kulit yang terkena insektisida ini dengan air sabun, yang banyak, jangan menggunakan insektisida ini 10 hari sebelum tanaman dipanen untuk tanaman pangan. Setelah digunakan cucilah dengan air semua peralatan semprot dan pakaian pelindung jangan mencemari kolam, perairan dan sumber air lainnya dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. o Simpan insektisida ini secara tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari bahan makanan, api, sumber air dan jangkauan anak-anak. Rusakkanlah wadah bekasnya, kemudian tanamlah sekurang-kurangnya 0,5 meter di dalam tanah dan jauh dari sumber air.

Gejala Dini Keracunan Kulit atau mata terasa gatal atau terbakar, pusing, sakit kepala, banyak menimbulkan

keringat, mual, mencret,badan gemetar, pingsan. Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul, segera berhenti bekerja, lakukan tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke Puskesmas/dokter terdekat.

Petunjuk Pertolongan Pertama pada Keracunan

Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida ini. Apabila kulit terkena, segera cuci dengan sabun dan air yang banyak. Apabila mata terkena, cucilah segera dengan air bersih selama sedikitnya 15 menit. Apabila tertelan dan penderita masih sadar, segera usahakan permuntahan dengan memberikan segelas air hangat yang diberi 1 sendok garam dapur atau dengan cara menggelitik tenggorokan penderita dengan jari tangan yang bersih sampai cairan muntahan menjadi jernih. Jangan memberi sesuatu melalui mulut kepada penderita yang pingsan/tidak sadar. Apabila terhisap segera dibawa ke ruangan yang berudara sejuk/segar, apabila perlu berikan pernapasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen.

Perawatan oleh Dokter

Perawatan dilakukan secara simptomatik sesuai dengan gejala yang timbul.

Daftar Pustaka http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida ml.scribd.com School Work Homework