Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA

PERENCANAAN KONSERVASI MUSEUM BAHARI DAN LINGKUNGANNYA

SUMBER DANA : APBD

TAHUN ANGGARAN 2013

Disetujui oleh: Kepala Satuan Kerja

....................................... NIP. .................

PERENCANAAN

KONSERVASI MUSEUM BAHARI DAN LINGKUNGANNYA

I.

Latar Belakang Sebagaimana telah digariskan dalam Undang Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1992, perlindungan terhadap benda cagar budaya dan situs, bertujuan melestarikan dan memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia, mengingat bahwa benda cagar budaya memiliki arti penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pelestarian bangunan bersejarah juga merupakan suatu pendekatan yang strategis dalam pembangunan kota, karena pelestarian menjamin kesinambungan nilai-nilai kehidupan dalam proses pembangunan yang dilakukan manusia Gedung memilih Museum dan Bahari semula hasil pada masa pendudukan Belanda yang

bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, mengepak bumi, seperti rempah-rempah merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. Bangunan yang berdiri persis di samping muara Ci liwung ini memiliki dua sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771) dan sisi timur, disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN untuk gudang. Pada 1976 kompleks gedung ini diserahkan kepada pemerintah DKI Jakarta yang kemudian dipersiapkan sebagai sebuah museum. Museum Bahari saat ini berfungsi untuk menyimpan koleksi yang

berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa. Museum Bahari adalah salah satu dari delapan museum yang

berada di bawah pengawasan dari Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Saat ini kondisi Museum Bahari sebagai bangunan cagar budaya

beberapa elemen bangunannya mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan - perbaikan. Kerusakan elemen-elemen bangunan (dinding, lantai, atap dan lain-lain) selain karena termakan usia yang lebih dari 350 tahun juga diperparah oleh air tanah yang mengandung garam yang naik kedinding secara kapilerisasi sehingga menimbulkan pelapukan terhadap elemen-elemen bangunan tersebut. Maka dengan kondisi tersebut diatas diperlukan perbaikan agar keberadaan bangunan Museum Bahari sebagai bangunan tetap terjaga dengan baik. masing-masing bangunan yang bersejarah Untuk itu, maka diperlukan suatu ada. Dalam rangka mendukung

perencanaan konservasi terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi pada keberadaan bangunan Museum Bahari penyusunan dokumen perencanaan tersebut maka perlu dilakukan konservasi Museum Bahari dan

lingkungannya. Hasil dari perencanaan tersebut sebagai dasar pelaksaan fisik konservasi bangunan Museum Bahari dan Lingkungan pada tahuntahun berikutnya. II. Maksud dan Tujuan

Maksud dari pekerjaan ini adalah membuat perencanaan konservasi bangunan museum bahari dan lingkungan yang memenuhi persyaratan teknis dan kaidah-kaidah konservasi bangunan bersejarah. Dan tujuan dari pekerjaan ini adalah tersusunya desain rinci dan spesifikasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dokumen teknis sebagai dasar pelaksanaan tender dan pelaksanaan konstruksi. III. Lingkup Kegiatan Sesuai dengan maksud dan tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini, maka ruang lingkup kegiatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Melakukan studi literatur buku-buku yang berkaitan dengan konservasi bangunan bersejarah.

2. Melakukan diperlukan

survei

lapangan

untuk

melakukan

pengukuran

yang

3. Mengidentifikasi, menginventaris serta meneliti kerusakan kerusakan yang terjadi pada elemen-elemen bangunan Museum Bahari dan lingkungannya 4. Menyusun perencanaan teknis perbaikan bangunan yang sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi bangunan cagar budaya. 5. Menyusun RAB, persyaratan teknis untuk pelaksanaan pelelangan konstruksi. IV. V. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan berupa : Koordinasi; Desk study; Survei lapangan, pengukuran dan penelitian Perencanaan Pelaporan Pendanaan Kegiatan ini dibiayai dari dana APBD tahun anggaran 2013 melalui satker sebesar Rp 198 .000.000,- (seratus sembilan puluh delapan juta rupiah). VI. Waktu Pelaksanaan Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 3 bulan.

No 1 2 3 4

KEGI ATAN
Laporan Pendahuluan Laporan Draft Final laporan Final Diskusi

Bulan I

Bulan II

Bulan III

Keterangan

VII. Agar

Tenaga Ahli pekerjaan ini mempunyai kualitas pencapaian sasaran yang memadai, maka pekerjaan ini membutuhkan dukungan personil yang terdiri dari tenaga ahli dan pendukung yang terdiri dari:

1. Ahli Ketua TIM (Ahli Arsitektur) Kualifikasi Ketua Tim, merangkap sebagai ahli arsitektur adalah Sarjana S-1 Teknik Arsitektur, pengalaman lebih 15 tahun dibidangnya, Tugas dan Tanggung jawab Ketua Tim, meliputi : Memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan dan Inventarisasi data. Melakukan diskusi dengan internal terhadap kondisi bangunan Museum Bahari. Melakukan koordinasi dengan stakeholder khususnya keterkaitan dengan pemilihan dan penentuan material . Membuat & mengkordinasikan dengan seluruh tim dengan perencanaan konservasi bangunan ini. Membuat & mengkoordinasi dengan seluruh tim terhadap alur kegiatan pelaksanaan pekerjaan Mengkoordinir pada seluruh Tim dalam menyelesaikan laporanlaporan kegiatan (Laporan Pendahuluan, Laporan Draft Final, dan Laporan Akhir). Mengkoordinir dan bertanggung jawab pada seluruh substansi kegiatan Perencanaan Konservasi Museum Bahari dan lingkungannya. Mengkoordinir kehadiran Tenaga Ahli dan bertanggung jawab pada pemyelenggaraan kegiatan diskusi Perencanaan Konservasi Museum Bahari, 2. Ahli Arsitektur Kualifikasi Ahli Arsitektur sebagai ahli arsitektur adalah Sarjana S-1 Teknik Arsitektur, pengalaman lebih 10 tahun dibidangnya, Tugas dan Tanggung jawab Ketua Tim, meliputi : Membantu Ketua Tim dalam seluruh kegiatan dan Inventarisasi data. Melakukan diskusi dengan internal terhadap kondisi bangunan Museum Bahari. Bertanggung jawab pada seluruh substansi kegiatan Perencanaan Konservasi Museum Bahari dan lingkungannya. Membuat RKS/Spesifikasi Teknis sehubungan

3. Ahli Struktur Kualifikasi Ahli Struktur, adalah Sarjana Teknik Sipil S1 berpengalaman dibidang pekerjan Struktur untuk pekerjaan Gedung selama 8 tahun. Tugas dan Tanggung jawab Ahli Struktur, meliputi : Memberi masukan kepada Team Leader perihal Struktur & Konstruksi bangunan Menyiapkan desain struktur bila diperlukan. Memberi masukan kepada Ahli Analisa Biaya tentang Perhitungan struktur, Memberi masukan kepada ketua tim dan membantu ketua tim pada kegiatan penyusunan Laporan dibidang struktur dan konstrksi. Membuat RKS/Spesifikasi Teknis perencanaan Bangunan

4. Ahli Estimasi Biaya. Kualifikasi Ahli Estimasi Biaya, adalah : Sarjana Teknik Sipil S1 berpengalaman dibidang pekerjan Perhitungan Bill of Quantity dan Rencana Angaran Biaya, selama 8 tahun. Tugas dan Tanggung jawab Ahli Analisa Biaya, meliputi : Melakukan kegiatan Inventarisasi data, harga sewa alat-alat berat di DKI Jakarta. Menyusun daftar kuantitas pekerjaan perencanaan Bangunan Museum Bahari dan Lingkungannya Menyusun daftar kuantitas pekerjaan Drainase Konservasi Pengumpulan data tentang harga-harga bahan bangunan dan harga upah, maupun

5. Ass. Ahli Arsitektur Kualifikasi Ahli Arsitektur, adalah Sarjana Teknik Arsitektur S1 berpengalaman dibidangnya, selama 5 tahun. Tugas dan Tanggung jawab Ass. Ahli Arsitektur, meliputi : Membantu dalam penyusunan perencanaan Konservasi Museum Bahari dan lingkungannya Memberi masukan kepada Ahli Analisa Biaya tentang dimensi dan item- item pekerjaan yang perlu untuk dihitung .

Membuat RKS/Spesifikasi Teknis . Menyusun Laporan perencanaan .

6. Tenaga Pendukung Untuk membantu tenaga ahli maka dibantu oleh tim pendukung yang terdiri juru gambar, surveyor dan operator komputer . VIII. Keluaran Berdasarkan data-data teknis hasil survei di lapangan dan hasil penelitian lapangan, konsultan diminta untuk memberikan laporan kesimpulan teknis terhadap Bangunan Museum Bahari, sehingga diharapkan setelah konsultan membicarakannya dengan Pemberi Tugas dan Stakeholders terkait, konsultan akan dapat mengolahnya menjadi keluaran berikut ini: a. Laporan Detail Disain, b. Gambar Detail Disain, c. Spesifikasi Teknis ( RKS), d. Perhitungan Volume Pekerjaan (BOQ), e. Perhitungan Biaya Konstruksi (RAB) Faktor-faktor pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemberian kesimpulan teknis ini adalah keamanan terhadap bangunan-bangunan yang akan di Konservasi IX. Pelaporan Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui tahapan kegiatan yang disajikan dalam bentuk buku: - Laporan pendahuluan, berisikan tentang metodologi. program kerja konsultan dalam penyelesaian pekerjaan dan hasil survey identifikasi lapangan, Laporan ini diserahkan sebanyak 3 eksemplar dan diserahkan Diserahkan paling lambat 30 hari kalender setelah dftandatanganinya Surat Perjanjian (Kontrak) atau sejak diketuarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). - Laporan Draft Final, laporan ini berisi tentang hasil analisis yang berupa Gambar-Gambar Desain yang ditengkapi dengan Perhitungan Volume Pekerjaan dan Perkiraan Biaya (BOQ dan Cost Estimate) serta Spesifikasi Teknis (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat). Draft laporan akhir ini akan didiskusikan/dibahas dengan Pihak Pemberi Tugas.

Laporan ini diserahkan sebanyak 3 eksemplar. Diserahkan paling lambat dalam waktu Surat 90 (sembilan Perjanjian puluh) (Kontrak) hari atau setelah sejak ditandatanganinya

dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). - Laporan Akhir, laporan ini merupakan laporan hasil perbaikan dari Laporan Draft Final dan juga dilengkapi dengan Dokumen Tender yang mencakup Gambar-Gambar Desain, BOQ dan Cost Estimate serta Spesifikasi Teknis (RKS). Laporan Akhir ini diserahkan oleh Konsultan sebanyak 3 eksemplar dan dalam bentuk media optikal (DVD/CD) sebanyak 2 (sepuluh) buah. Diserahkan paling lambat dalam waktu 180 (seratus delapan puluh) hari terhitung setelah ditandatanganinya Surat Perjanjian (Kontrak) atau sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK).