Anda di halaman 1dari 7

BAB III EVALUASI PROGRAM JAMINAN MUTU

A. Identifikasi Masalah Suatu masalah ditetapkan jika terdapat kesenjangan antara ke nyataan dengan tolak ukurnya, sedangkan penyebab masalah ditentukan bila ada kesenjangan antara unsur sistem lainnya dengan tolak ukur. Proses identifikasi masalah dilakukan secara bertahap, dimulai dari melihat hal-hal yang terjadi di lapangan, kemudian apabila ditemukan adanya kesenjangan antara tolak ukur dengan kenyataan yang terjadi di lapangan tersebut maka harus dicari kemungkinan penyebab masalah pada unsur input, proses, dan output. Pelayanan yang disediakan dokter keluarga adalah pelayanan medis strata pertama untuk semua orang dimana salah satu sifat pelayanannya adalah pelayanan yang bersifat paripurna (comprehensive) baik dari segi preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Sebagai pusat kesehatan primer, proses pelayanan kesehatan di KDK (Klinik Dokter Keluarga) FKUI Kiara terdiri dari

pendaftaran pasien, triase dan pelayanan balai pengobatan (balai pengobatan umum, KIA, balai pengobatan gigi), farmasi. Farmasi merupakan suatu bagian yang bertugas menyiapkan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan sesuai dengan permintaan pada resep, menghitung kesesuaian dosis dan tidak melebihi dosis maksimum, serta memberikan obat kepada pasien (Permenkes RI, 2004). Obat merupakan salah satu komponen yang tak tergantikan dalam

pelayanan kesehatan. Penyediaan obat esensial merupakan kewajiban bagi pemerintah dan lembaga pelayanan kesehatan. DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional) merupakan dasar penyediaan obat di pelayanan kesehatan publik. Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, maka untuk selanjutnya DOEN akan direvisi setiap 2 (dua) tahun sekali. Dari daftar obat yang dimiliki Klinik Kiara, ada beberapa obat yang menurut DOEN harusnya tidak digunakan lagi karena beberapa pertimbangan. Sehingga dari hasil pengamatan tersebut, disimpulkan daftar obat yang dimiliki oleh KDK FKUI Kiara belum diperbaharui menurut DOEN 2011. B. Penetapan Masalah Penetapan masalah pada program jaminan mutu pelayanan kesehatan ditetapkan berdasarkan pengamatan selama menjalani kepaniteraan di Klinik Kedokteran Keluarga Kiara FK UI, sehingga disepakati masalah yang ditemukan adalah masalah di bidang farmasi dalam hal pembaharuan obat di wilayah kerja Klinik. C. Identifikasi Penyebab Masalah Sesuai dengan prioritas masalah yang telah disepakati bersama didapatkan ketidakberhasilan pencapaian tolak ukur penilaian yang digunakan adalah Kebijakan pemerintah yang mengatur berbagai ketentuan barkaitan dengan obat dengan kenyataan yang ditemukan di wilayah kerja Klinik Dokter Keluarga Klinik Kiara FK UI. Prioritas masalah dalam program jaminan mutu di bidang farmasi. Untuk mengatasinya, dengan pendekatan pada masalah dan harus diperhatikan kemungkinan adanya masalah pada

komponen,

mengingat

suatu

sistem

merupakan

keadaan

yang

berkesinambungan dan saling mempengaruhi. Setelah mengetahui faktor atau masalah dominan, langkah berikutnya adalah mencari akar masalah dalam hal ini kami mencari akar masalah dengan menggunakan diagram fishbone.

Input
Latar Latar belakang belakang pendidikan pendidikan SDM SDM yang yang ada ada di di bagian bagian farmasi farmasi KDK KDK kiara kiara FKUI FKUI bukan bukan merupakan merupakan lulusan lulusan farmasi farmasi

Proses

Output

Tidak Tidak ada ada nya nya perencanaan perencanaan untuk untuk pembuatan pembuatan SOP SOP mengenai mengenai pembaharuan pembaharuan daftar daftar obat obat sesuai sesuai DOEN DOEN terbaru terbaru

Daftar Daftar obat obat dibuat dibuat sesuai sesuai kebutuhan kebutuhan dokter dokter dalam dalam melayani melayani pasien. pasien.

Man

Money

Perencanaan

pelaksanaan

Material

Method

Pengorganisasian
Dilakukannya Dilakukannya kerjasama kerjasama antara antara pemegang pemegang kebijakan kebijakan dengan dengan petugas petugas obat obat mengenai mengenai sistem sistem pembaharuan pembaharuan obat. obat.

pengawasan
Pengawasan Pengawasan dilakukan dilakukan terbatas terbatas hanya hanya pada pada stok stok obat obat yang yang habis habis dan dan obat obat yang yang kadaluarsa. kadaluarsa.

Terdapat Terdapat beberapa beberapa jenis jenis obat obat yang yang tidak tidak dianjurkan dianjurkan oleh oleh DOEN DOEN tetapi tetapi masi masi terdapat terdapat di di KDK KDK Kiara Kiara FKUI FKUI

Belum Belum adanya adanya SOP SOP mengenai mengenai sistem sistem pembaharuan pembaharuan daftar daftar obat obat yang yang dimilik dimilik KDK KDK kiara kiara FKUI FKUI menurut menurut DOEN DOEN terbaru terbaru

Belum Belum terbentuknya terbentuknya SOP SOP mengenai mengenai pembaharuan pembaharuan daftar daftar obat obat klinik klinik yang yang mengacu mengacu pada pada DOEN DOEN terbaru terbaru di di KDK KDK Kiara Kiara FKUI FKUI

Keterangan diagram fishbone:

Penyebab Masalah Input Man

Tolok ukur Petugas di bagian farmasi memiliki latar belakang pendidikan kefarmasian

Fakta
Latar belakang pendidikan SDM yang ada di bagian farmasi KDK kiara FKUI bukan merupakan lulusan farmasi

Masalah +

Money Material

Ketersediaan dana Tersedianya obatobatan yang sesuai dengan DOEN terbaru

Telah tersedia alokasi dana di bidang farmasi


Terdapat beberapa jenis obat yang tidak dianjurkan oleh DOEN tetapi masih terdapat di KDK Kiara

Method

Adanya SOP yang mengatur tentang sistem pembaharuan obat yang mengacu pada DOEN terbaru

Belum adanya SOP mengenai sistem pembaharuan daftar obat yang dimilik KDK kiara FKUI menurut DOEN terbaru. Tidak ada nya perencanaan untuk pembuatan SOP mengenai pembaharuan daftar obat sesuai DOEN terbaru

Proses

Perencanaan

Ada nya komitmen dalam memperbaharui daftar obat yang mengacu pada DOEN terbaru

Pengorganisa siaan

Dilakukannya kerja kebijakan dengan

Telah ada komunikasi pemegang kebijakan dengan petugas farmasi


Daftar obat dibuat sesuai kebutuhan dokter dalam

sama antara pemengang yang efektif antara petugas farmasi. Daftar obat sesuai dengan DOEN

Pelaksanaan

melayani pasien.

Pengawasan

Kegiatan pengawasan dilakukan secara menyeluruh baik dari jumlah ketersediaan, jangka waktu pemakaian obat dan kesesuaian dengan DOEN

Pengawasan dilakukan terbatas hanya pada stok obat yang habis dan obat yang kadaluarsa.

D. Penetapan Prioritas Penyebab Masalah

Dari diagram fishbone di atas, masih perlu mencari masalah-masalah yang paling memiliki peranan dalam mencapai keberhasilan program jaminan mutu di bidang kebersihan. Dengan menggunakan model teknik kriteria matriks pemilihan prioritas dapat dipilih masalah yang paling dominan.

No Daftar Penyebab Masalah 1. Method Tidak adanya Standar Operational Prosedur Kebersihan di Klinik 2. Dokter Keluarga Kiara Pelaksanaan Tidak adanya standar operasional prosedur tentang kebersihan sehingga pelaksanaan

C 5

T 5

R 5

CxTxR 125

48

belum sesuai standar 3. Evaluasi Tidak adanya pengawasan sehingga tidak terlaksananya proses pembersihan klinik yang benar sehingga tidak dapat di evaluasi

27

Keterangan Tabel :

1. Method Tidak adanya pedoman tentang kebersihan C = 5 Harus adanya pedoman yang mengatur proses pembersihan agar proses pembersihan berjalan sesuai dengan standar T = 5 Karena pembuatan pedoman secara tehnik dapat dengan mudah dilakukan R = 5 pada dasarnya pedoman tentang kebersihan telah diatur di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

2. Pelaksanaan Pelaksanaan kebersihan tidak sesuai dengan standar C = 4 Pelaksanaan kebersihan tidak sesuai dengan standar karena tidak adanya pedoman mengenai proses kebersihan

T = 4 Karena dalam teknikal dalam hal kebersihan tidaklah sulit untuk dilakukan R = 3 Karena tidak adanya pedoman yang mengatur proses pembersihan maka proses pembersihan tidak dapat dilakukan sesuai standar.

3. Evaluasi Tidak dapat di evaluasi C = 3 pengawasan dan evaluasi seharusnya dilakukan secara berkala untuk mempertahankan jaminan mutu pelayanan khususunya pada proses pembersihan T = 3 Evaluasi tidak sulit dilakukan apabila ada pedoman yang mengatur tentang kebersihan R = 3 semua sumberdaya dapat melakukan tindakan evaluasi dan pengawasan.

Berdasarkan tabel matrix diatas ditemukan penyebab masalah yaitu tidak tersedianya pedoman yang mengatur proses pembersihan di wilayah kerja Klinik Kedokteran Keluarga FK UI Kiara.