Anda di halaman 1dari 5

LATAR BELAKANG Transnasionalisme adalah sebuah gerakan sosial yang tumbuh karena meningkatnya bumi dan interkonektifitas semakin

antar manusia di seluruh negara.

permukaan

memudarnya

batas-batas

Transnasional bisa menimbulkan yang namanya Kejahatan Transnasional. Pengertian Kejahatan Transnasional itu sendiri adalah kejahatan yang tidak hanya sifatnya lintas batas Negara, tetapi termasuk juga kejahatan yang dilakukan di suatu Negara, tetapi berakibat fatal bagi Negara lain. Beberapa Negara mengkategorikan kejahatan telematika sebagai kejahatan transnasional, karena tindakannya bisa dilakukan di Negara B, oleh warga Negara A, tetapi korbannya ada di Negara C.1 Kejahatan transnasional sampai saat ini masih mendunia. Dalm hal ini globalisasi berpengaruh penting atas adanya kejahatan transnasional. Menurut Thomas L. Friedman, globalisasi yang menjadi pendorong utama gerakan transnasionalisme adalah sebuah sistem dunia abad 21 yang menitikberatkan kepada integrasi dunia yang tidak mengenal sekat sama sekali. Munculnya internet merupakan tonggak penting bagi babak baru yang dinamakan globalisasi. Menurut Friedman, globalisasi memiliki tiga landasan, yaitu: a) Keseimbangan tradisional yang menandai hubungan antar bangsa (nation state) b) Keseimbangan antar suatu bangsa/negara dengan pasar ekonomi dunia (global market) c) Keseimbangan antara individu dan negara (individual and the nation state) Ketika batas negara telah runtuh dan dunia telah dihubungkan satu dengan lainnya dengan jaringan yang sangat luas, maka itu bisa disebut bahwa batas wilayah negara telah tidak ada. Hal ini memungkinkan bagi

http://pikirangga.blogspot.com/2012/02/transnasional-isme.html

individu untuk muncul di panggung dunia tanpa mempengaruhi pasar maupun keberadaan sebuah negara. Pada tingkatan inilah muncul apa yang dinamakan SuperEmpowered Individuals dimana individu-individu ini dapat berbuat apa saja di panggung dunia. Individu-individu ini bisa melakukan berbagai hal baik itu dalam bidang yang baik atau buruk, yang dapat merepotkan dunia. Dengan memanfaatkan kemudahan-kemudahan akses informasi dan teknologi Super-Empowered Individuals mampu menjalankan aksiaksinya dengan mudah dan efek yang ditimbulkan akan dapat diketahui dan dirasakan oleh seluruh penduduk dunia dalam waktu yang sangat singkat.1 Dengan adanya kemajuan dan kemudahan mengakses dan menjalankan telekomunikasi, maka akan muncul media baru dan para penjahat asing tidak perlu melakukan suatu kerja sama dengan penjahat lokal untuk melakukan tindak kriminalnya. Sehingga penjahat asing bisa mendapatkan keuntungan dari adanya kemajuan telekomunikasi dan tidak perlu membagi hasil dengan penjahat lokal.

RUMUSAN MASALAH 1. Dapatkah pendapat Van Duyne menjelaskan tentang kasus cyber crime?

PEMBAHASAN Dalam era globalisasi saat ini kejahatan transnasional menjadi sangat mendunia. Kejahatan transnasional seakan-akan menjadi hal yang lumrah terjadi. Faktanya banyak sekali kasus-kasus seperti peredaran narkoba antar negara, human trafficking, illegal loging, semakin banyaknya situs-situs video porno yang diunggah, dan lainnya. Hal ini terjadi karena semakin pesatnya interkonektifitas antar negara. Kejahatan transnasional merupakan dampak negative dari globalisasi. Pertumbuhan transnasionalisasi dari dunia yang kontemporer ini diikuti oleh trend tertentu dalam pasar kejahatan khususnya yang mengangkat tentang Organized Crime atau criminal yang terorganisasi. Pasar gelap di perbatasan negara saling berkaitan dan kelompok-kelompok negara dan bangsa yang berbeda telah membentuk jaringan bisnis gelap,

perdagangan barang serta pelayanan informasi juga pendanaan yang kuat. Membicarakan tentang Organized Crime ada 2 hal yang perlu kita ketahui, yaitu proses tumbuhnya ethnicization dan internationalization.. Ethnicization adalah suatu komunitas local yang terdiri dari individuindividu atau kelompok-kelompok meski dari etnis yang berbeda. Internationalization adalah pasar kejahatan dan kegiatan gelap yang dilakukan dengan melampaui batas geografis suatu negara. Jika Van Duyne mengatakan bahwa kejahatan internasional lebih merupakan pembesaran dari media masa. Selanjutnya masih menurut Van Duyne, walaupun kelompok kejahatan asing terlibat dalam kegiatan illegal di suatu wilayah negara tertentu. Kegiatan tersebut masih tetap dimonopoli oleh kelompok kejahatan tradisional (kelompok kejahatan local). Dalam artian lain kegiatan kelompok kejahatan internasional tersebut masih harus bekerja sama dengan kelompok kejahatan yang sudah ada sehingga bagi kelompok-kelompok kejahatan asing yang baru terlibat seakan-akan hanya berada di bawah monopoli kejahatan konvensional.

Pada kenyataannya jenis transnasionalism crime sekarang sudah memiliki banyak jenis. Salah satunya adalah kejahatan cyber crime. Menurut Finckenauer, terdapat kejahatan yang tidak terikat dalam batas suatu negara. Hal ini menjelaskan bahwa pelaku kejahatan internasional tidak harus mendatangi wilayah negara lain untuk melakukan kejahatannya. Sebagai salah satu contohnya adalah perdagangan video porno melalui internet. Pelaku penjualan video porno internasional ini jelas tidak terikat dengan kejahatan local di suatu negara. Karena pada dasarnya mereka memanfaatkan internet untuk menjangkau pasaran di negara lain. Ini jelas bertentangan dengan teori yang dikemukakan oleh Van Duyne yang menyatakan bahwa kejahatan internasional selalu di bawah monopoli kelompok kejahatan local. Berdasarkan sejumlah paparan tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk memandang suatu tindak kejahatan

transnasional kita tidak bisa hanya terpaku pada satu bentuk kejahatan saja dan mengacuhkan bentuk kejahatan lainnya.

KESIMPULAN Pendapat Van Duyne tidak dapat dijadikan patokan untuk mengkaji setiap kegiatan kejahatan internasional yang terjadi. Dan pada kenyataannya kejahatan transnasionalisme seperti cyber crime adalah bentuk kejahatan transnasionalisme kontemporer yang merupakan akibat dari globalisasi. Sehingga pengkajian mengenai transnasionalisasi sebagai bagian dari pemahaman akan dampak globalisasi semakin meluas dan bahkan akan mengalami pembedaan-pembedaan.