Anda di halaman 1dari 42

SUMBER CAHAYA BUATAN dan METODE LUMEN

EVOLUSI SUMBER CAHAYA BUATAN


LAMPU BERASAL DARI KATA LAMPAS ( YUNANI ) OBOR MENYALA 70.000 SM CARA MEMBUAT API ABAD XV LILIN LEBAH,MINYAK HEWAN/TUMBUHAN

ABAD XVII GAS DARI BATU BARA


ABAD XIX LAMPU PIJAR / INCADESCENT LAMP HINGGA KINI PERKEMBANGAN PESAT : FLOURESCENT, HALOGEN, NATRIUM, MERCURY, FIBER OPTIC, DLL. MASA DEPAN KRISIS ENERGI PERLU INOVASI BARU UTK. EFISIENSI

VARIASI JENIS SUMBER CAHAYA BUATAN


Incandescent Lamps Fluorescent Lamps Halogen Lamps HID ( High Intensity Discharge ) Lamps Sumber Cahaya lain

Spektrum cahaya dari berbagai sumber:

cahaya alami

TL white

High Pressure Mercury

Metal Halide

High Pressure Sodium Low Pressure Sodium

INCANDESCENT LAMPS

Efisiensi

Luminous rendah ( 10 20 lumen/watt )

tapi dapat menjadi makin baik jika nilai watt-nya bertambah besar

Umur pendek 2000 jam

Color Rendering baik ( 90 100 )


Color Temperatur rendah ( 2500 3000oK )

CONTOH SPESIFIKASI LAMPU INCADESCENT PHILIPS

VARIASI LAIN - INCANDESCENT LAMPS

CANDLE LAMPS

DENGAN REFLEKTOR

LAMPU

Keunggulan dan Kekurangan Incandescent Lamp


Biaya

awal relatif lebih murah

Efisiensi Umur

rendah tidak hemat energi

rapid

start
mudah capable

Instalasi Dimming Color

lampu pendek biaya pemeliharaan besar


Sensitif Silau

terhadap perubahan voltage

rendering index tinggi

dan Panas

Jadi umumnya penggunaan Lampu Pijar, terbatas untuk: 1. 2. Penggunaan yang jarang, dalam jangka waktu yang pendek Bila proses dimming diperlukan

3.
4. 5.

Bila dibutuhkan sumber cahaya titik


Jika biaya awal mininum diperlukan Untuk efek-efek pencahayaan tertentu

FLUORESCENT LAMPS

Warna Umur

cahaya tergantung pada komposisi zat fluorescent-nya

lampu ( 6000 jam nyala) tergantung juga pada jam nyala per start (standar 3 jam nyala/ start), output dengan cepat berkurang pada 100 jam nyala pertama, setelah itu akan berkurang dengan sangat lambat
Lumen

44 80 lumen/ watt tergantung pada arus listrik operasional dan penggunaan fosfornya. Jenis warm-white paling efisien, diikuti oleh jenis: cool white, white, daylight, kemudian coloured lamp
Efisiensi

tidak mempengaruhi umur lampu tidak sensitif (karena menggunakan ballast)


Voltage,

CONTOH SPESIFIKASI LAMPU FLUORESCENT PHILIPS

VARIASI LAIN FLUORESCENT LAMPS

PLE-C LAMPS Colour Temp 2700K-6500K Ra 85

SL LAMPS Colour Temp 2700K-6500K Ra 85

PLE-T LAMPS Colour Temp 2700K-6500K Ra 85

Keunggulan dan Kekurangan Fluorescent Lamp


Umur Biaya

panjang relatif murah luminous cukup tinggi Rendering cukup tinggi ( 85)

Ukuran
Perlu Tidak

relatif lebih besar

Efisiensi Color

ballast / starter mudah di-dim (dimming )

diffus tidak menimbulkan pembayangan dan mereduksi efek silau


Cahayanya Tersedia

perlu peralatan yang khusus mahal


Menimbulkan Menimbulkan

suara dengung efek getar/ kedip

dalam berbagai ukuran , warna/ color appearance, bentuk, color temperature, dan brightness yang sangat berragam
Tidak

disebut stroboscopic effect

sensitif terhadap perubahan

voltase

HALOGEN LAMPS

-Umur Lampu 4000 JAM -COLOR TEMPERATURE 3200 K -Color Rendering Index sempurna -Rapid start -Efisiensi luminous hampir sama dengan lampu pijar 22-30Lm/watt -Silau dan panas

CONTOH SPESIFIKASI LAMPU HALOGEN PHILIPS

VARIASI LAIN - HALOGEN LAMPS

DOUBLE ENVELOPE HALOGEN Colour Temp 2900K Ra 100

LOW-VOLTAGE HALOGEN Colour Temp 3000K Ra 100

PAR HALOGENA Ra 100

HID LAMPS

lampu cukup panjang ( 24.000 jam nyala dengan dasar 10 jam/ start)
Umur

warna sangat diperlukan. Karena cahaya biru-hijau yang dipancarkan akan merubah semua warna obyek yang disinari. Untuk mengkoreksi warna ditambah dengan lapisan fosfor, agar sinar UV direradiasi pada daerah merah
Koreksi Efisiensi Sangat

Luminus: 50 60 lumen/ watt

HIGH PRESSURE MERCURY LAMPS


Color

peka terhadap perubahan voltase listrik (idealnya tidak boleh menyimpang 2,5 5% dari voltase desain) cepat rusak/ berkurang umurnya. Untuk men-stabil-kan voltase, dipergunakan ballast start perlu waktu 7 8 menit untuk mencapai output penuh
non-rapid

rendering index nya, tidak begitu baik ( 15 45). Yang paling baik nilai Ra nya adalah HPL Comfort, dengan Ra = 52

CONTOH SPESIFIKASI LAMPU HALOGEN PHILIPS

BLENDED-LIGHT LAMPS Colour Temp 3050K - 3750K Ra 70

HID LAMPS

Strukturnya agak berbeda dengan lampu merkuri dan metal halide, tapi memiliki kelebihan pada penyerapan spektral dari sodium pada tekanan tinggi sehingga menghasilkan warna resultan kuning yang hampir sama efeknya dengan cahaya warmwhite pada lampu fluorescent Efisiensi luminus = 85 140 lumen/watt Warm up time 3 -4 menit

Tidak sensitif terhadap perubahan HIGH PRESSURE SODIUM LAMPS voltase Color Temperature 2000o K Color Rendering Index, tidak begitu baik (poor to moderate)

CONTOH SPESIFIKASI LAMPU HP SODIUM PHILIPS

HIGH-PRESSURE SODIUM LAMPS Ra 23 CAHAYA KEEMASAN

HID LAMPS

Adalah

lampu Merkuri + bubuk metal (seperti: Thallium, Indium, atau Sodium) sehingga cahaya dapat di re-radiasi pada frekuensi lain diluar frekuensi warna dasar lampu Merkuri
Efisiensi

bertambah, tapi mengurangi umur lampu hingga 60%


Warna

yang dihasilkan lebih hangat jika dibandingkan dengan lampu Merkuri


Umur

nyala lampu mencapai 7.500 15.000 jam, terhadap perubahan voltase, luminus 61 94,5 lumen/ watt, start mencapai 2 3 menit

Sensitif

METAL HALIDE LAMPS

Waktu

Efisiensi Color Color

Rendering Index Ra = 68 92 Temperature 3000 5600oK

CONTOH SPESIFIKASI LAMPU METAL HALIDE PHILIPS

MHD LAMPS Ra 92 CAHAYA KEEMASAN

SUMBER CAHAYA LAIN

QL Induction Lamp System

Bola lampu berisi campuran gas murni dan uap merkuri Bagian dalam bola lampu diberi lapisan fluorescent untuk mengubah sinar ultra violet menjadi cahaya tampak Umur mencapai 60.000 jam CRI sangat baik (> 80) Warna Cahaya: cool white ( 3000oK) & warm-white (4000oK) Efisiensi luminous 67 - 70 lumen/ watt

Fiber Optics
tabung kaca atau serat fiber, yang mentransmisikan cahaya lampu Serat fiber-nya sendiri tidak meneruskan listrik bila seberkas sinar melalui-nya, maka sinar akan diteruskan hingga ke ujung yang lain Dapat diletakkan pada daerah basah ( kolam/ air mancur) / daerah yang rawan beban (misalnya: trotoar / jalan/ tempat parkir) CRI 60 100 Life time 3500 9000 jam nyala Color Temperature 3000 8500oK

Prinsip penerusan cahaya

Prinsip penyalaan

Penampang kabel optik

Laser Beam & Holography

LASER merupakan kependekan dari: Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation,


Menghasilkan cahaya monokromatik dapat menghasilkan gambar 3 dimensi yang bergerak di ruangan atau pada layar, dengan bantuan komputer atau gerak mekanikal Holography adalah fotografi dibawah sinar laser gambar akan terlihat 3 dimensi bila disinari dengan arah yang tepat

ARMATUR - LUMINAIRES
INDOOR LAMPS

KANTOR

RUMAH

ARMATUR - LUMINAIRES
ARMATUR OUTDOOR

LINGKUNGAN

STADION OLAH RAGA

BANDARA

JALAN RAYA

ARMATUR - LUMINAIRES
DOWNLIGHTS - DECORATIVE

KORI DOR

EKTERI OR

TOKO

ARMATUR - LUMINAIRES
SPOTLIGHT-DECORATIVE

GALERI

KUANTITAS PENCAHAYAAN BUATAN PERHITUNGAN METODA LUMEN

Kuantitas Pencahayaan Buatan


Metoda TITIK DEMI TITIK ( POINT BY POINT METHOD) - hanya ada 1 sumber cahaya yang diperhitungkan saat itu - bidang kerja harus relatif kecil - Sumber cahaya dianggap merupakan sumber cahaya titik - Harus ada data pola distribusi cahaya ( Diagram Polar) karena itu metoda ini dianggap tidak praktis & jarang dipergunakan 1. 2. Metoda LUMEN mencari tingkat pencahayaan rata-rata pada bidang kerja ( pencahayaan merata / general lighting )

Faktor-faktor penentu dalam perhitungan kuantitas Pencahayaan dengan cara Lumen


Bentuk / Ukuran / dimensi dan proporsi Ruang Pola perletakan sumber cahaya: - jumlah lampu - jenis lampu / armatur/ pola distribusi cahaya Tinggi sumber cahaya terhadap bidang kerja Faktor Refleksi Dinding & Plafon ( + Bidang Kerja) Kuat Pencahayaan Standar sesuai aktivitas / fungsi ruang Pengurangan cahaya lampu ada depresiasi, akibat: - umur lampu - masa pemeliharaan - berkurangnya kebeningan gelas lampu - debu pada lampu/ armatur - refleksi yang berkurang (dari dinding & plafon) - penurunan tegangan daya listrik - lokasi dimana sumber cahaya berada Kontribusi dan distribusi cahaya alami

Perhitungan METODE LUMEN cara sederhana


Kuat Pencahayaan diukur pada tempat dimana tugas visual dilakukan pada BIDANG KERJA pada ketinggian 75 90 cm diatas permukaan lantai ruangan,

JUMLAH ALIRAN CAHAYA/ FLUX CAHAYA yang dibutuhkan oleh suatu Bidang Kerja dengan luas = A m2 adalah:

F = E x A (lumen) INTENSITAS PENCAHAYAAN/ KUAT PENCAHAYAAN (E) tergantung macam/ sifat aktivitas yang dilakukan (yang diambil dari Nilai Standar/ DPMB dalam: Lux),

E = Standar Kuat Pencahayaan dalam ruangan (Lux)


F E = A A = satuan luas ruangan (m2) F = Flux Cahaya (lumen)

Sebenarnya : tidak semua cahaya lampu mencapai Bidang Kerja sebagian terpancar ke: Bidang Dinding, Plafon, Lantai, dls.

R/A

R/A

Plafon R/A

Ada pantulan (R), ada penyerapan (A),


Dinding

R/A

Bidang Kerja

F yang sampai pada Bidang Kerja tidak penuh = F tidak 100%

Lantai

Untuk menentukan Jumlah Cahaya/ Flux Cahaya yang dipergunakan harus dihitung RENDEMEN nya
TAPI UNTUK PERHITUNGAN SEDERHANA FAKTOR RENDEMEN DAPAT DIABAIKAN

EFISIENSI LAMPU
JENIS LAMPU LAMPU PIJAR, dengan: Gas & kawat pijar spiral Kawat pijar spiral ganda & bagian dalam bola lampu diburamkan LAMPU HALOGEN LAMPU NATRIUM: Tekanan Rendah Tekanan Tinggi LAMPU TL / FLORESEN; Warm White Daylight White LAMPU MERKURI, dengan: Gelas Terang + Yodium LAMPU SODIUM, bertekanan: Tinggi Rendah VARIABEL 10 % ATAU SESUAI DENGAN SPESIFIKASI PABRIK BROSUR

EFISIENSI (lumen/watt)
20 14 22 - 30 450 100 44 49 80 56 83 118 185

CATATAN Efisiensi Rendah

Efisiensi Tinggi

SOAL LATIHAN
SEBUAH RUANG GAMBAR DENGAN LUAS 8 X 12 M2 DIRENCANAKAN MENGGUNAKAN ARMATUR DENGAN 2 LAMPU TL @ 40 WATT DAN EFISIENSI 52 LM / WATT

BERAPA JUMLAH TITIK LAMPU YANG DIBUTUHKAN?


RENCANAKAN PERLETAKKAN TITIK LAMPU SERTA ZONING SAKLARNYA AGAR DIPEROLEH PENCAHAYAAN RUANG MERATA DAN PENYALAAN YANG SESUAI DENGAN ZONA PENCAHAYAAN SIANG HARI !

PENEMPATAN TITIK LAMPU/ARMATUR


Penempatan merata (general lighting) dapat dicapai dengan aturan:

armatur

a 2a 2a a b 2b 2b 2b b

DENAH PLAFON

BILA JUMLAH LAMPU/ARMATUR TIDAK MEMUNGKINKAN UNTUK DISUSUN SECARA MERATA ( jumlah armatur yang ganjil) TAMBAHKAN DENGAN ARMATUR YANG SEJENIS dibulatkan keatas

ZONING PENCAHAYAAN PADA WAKTU SIANG HARI


PERHATIKAN POSISI BUKAAN JENDELA/ LUBANG CAHAYA EFEKTIF, TENTUKAN ZONING: TERANG GELAP BILA ADA ZONA AKTIFITAS

4 SISI BUKAAN

2 SISI BUKAAN

1 SISI BUKAAN

ZONE III Daerah yang selalu perlu penambahan lampu ZONE II Daerah yang perlu ditambah lampu jika cuaca redup / mendung ZONE I Daerah yang intensitas pencahayaannya memenuhi persyaratan

ZONING PENCAHAYAAN & ZONING SAKLAR


ZONA I SAKLAR GROUP I ZONA II SAKLAR GROUP II ZONA III SAKLAR GROUP III

ZONA I
ZONA II

I III ZONA

ZONING PENCAHAYAAN

ZONING SAKLAR

LATIHAN METODA LUMEN SEDERHANA


Sebuah laboratorium identifikasi warna pada pabrik tekstil berukuran lebar x panjang x tinggi (9 x 15 x 3 m3) membutuhkan perencanaan pencahayaan buatan sebagai pendukung. Pilihlah dari ke empat jenis sumber cahaya buatan pada tabel di bawah ini agar sesuai dengan fungsi ruang! Sertakan alasan pemilihan! Hitung berapa titik lampu yang dibutuhkan bila tiap armatur terdiri atas 2 lampu dan buat juga penataan serta penzoningan saklar yang sesuai!

No 1 2 3 4

Jenis Lampu Halogen Incadescent Fluorescent HP Mercury

Daya watt 300 100 40 60

Eff lum. Lm/watt 40 20 80 60

Col. Temp K 4000 2500 4000 3400

Ra 100 100 85 55

Umur jam 6000 2000 6000 24000

SEKIAN Sampai Minggu Depan