Anda di halaman 1dari 10

ALAT KONTRASEPSI

Apa itu kontrasepsi? Alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Jenis-Jenis Kontrasepsi Adapun jenis-jenis kontrasepsi berikut dengan kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut: 1. Pil KB

Pil KB adalah kontrasepsi oral hormonal yang diminum secara rutin setiap hari. Hormon yang terkandung di dalam pil KB, yaitu hormon estrogen dan progesteron, adalah hormon yang sama yang diproduksi oleh tubuh wanita. Meminum pil KB secara teratur akan membantu menstabilkan level kedua hormon di dalam tubuh. Dan hal ini yang membantu dalam pencegahan kehamilan. Kelebihan:

Keberhasilan 100% jika diminum sesuai aturan Mudah diperoleh dan dapat digunakan oleh ibu hamil Dapat sekaligus bermanfaat untuk: Membantu mengatur siklus menstruasi Kulit yang lebih bersih Mengurangi nyeri haid Pengobatan pasangan mandul

Dapat meningkatkan gairah seksual

Kekurangan: Harus diminum secara teratur Mual, sakit kepala , rambut rontok Perubahan mood Perubahan berat badan Pengaruh terhadap fungsi ginjal dan hati

2. KB Suntik

Suntikan KB bekerja dengan mengentalkan lendir rahim sehingga sulit untuk ditembus oleh sperma. Selain itu, suntikan KB juga membantu mencegah sel telur menempel di dinding rahim sehingga kehamilan dapat dihindari. Kelebihan:

Efektifitas tinggi Suntikan tiap 3 bulan (progestin) hanya mengandung hormone gestogen saja. Dapat digunakan untuk yang menyusui. Suntikan tiap 1 bulan (kombinasi progestin dan estrogen) tidak mempengaruhi siklus haid Pengawasan relative lebih ringan Hubungan seks dengan suntikan kb bebas

Kekurangan: Suntikan tiap 3 bulan Perdarahan tidak teratur Perubahan berat badan Tidak datang haid Kembalinya kesuburan lebih lama sejak penghentian pemakaian Suntikan tiap 1 bulan Tidak dapat digunakan pada ibu yang menyusui

3. IUD (Intrauterine Contraceptive Devices)

IUD adalah alat kontrasepsi non hormonal jangka panjang yang dipasang di dalam rahim, iud mampu mencegah kehamilan selama 10 tahun. Kelebihan:
-

Efektifitasnya tinggi (1 kegagalan dalam 125 170 kehamilan). Akan segera efektif begitu terpasang di rahim Tidak mempengaruhi hubungan seksual dan dapat meningkatkan kenyamanan berhubungan karena tidak perlu takut hamil Tidak ada efek samping hormonal seperti halnya pada alat kontrasepsi hormonal Tidak akan mempengaruhi kualitas dan volume ASI Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus dengan catatan tidak terjadi infeksi Dapat digunakan hingga masa menopause Tidak ada interaksi dengan obat-obatan Dapat dipasang kapan saja, tidak perlu pada saat masa haid saja asal tidak sedang hamil atau diperkirakan hamil.

Kekurangan:
-

Perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama, dan akan berkurang setelah 3 bulan Haid akan lebih lama dan lebih banyak. Kadang-kadang terjadi pendarahan diantara masa menstruasi

Akan terasa sakit dan kejang selama 3 hingga 5 hari setelah pemasangan Mungkin dapat menyebabkan anemia jika pendarahan pada saat haid sangat banyak Jika pemasangan tidak benar, bisa saja terjadi perforasi dinding uterus. Tidak bisa mencegah infeksi penyakit menular seksual (IMS) Jika wanita yang terkena IMS, dikhawatirkan akan memicu penyakit radang panggul.

4. Kondom pria

Kondom merupakan selubung karet tipis yang di pasang pada penis yang ereksi dan dipakai selama senggama untuk mencegah penumpukan sperma dalam vagina. Kelebihan: 98 persen efektif bila digunakan dengan benar, setiap saat Melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (IMS) Murah dan mudah didapat, banyak jenis dan ukuran tersedia secara luas Tidak perlu pengawasan

Kekurangan: Beberapa pria merasakan kondom tidak nyaman Harus dipasang setiap kali berhubungan seks Ada resiko sobek

Kemungkinan alergi terhadap karet atau jeli pada kondom Angka kegagalan tinggi

5. Kondom wanita

Kondom wanita adalah sebuah kantung berpelumas dengan dua cincin fleksibel di ujungujungnya. Sebuah cincin lunak yang dapat dilepas memudahkan pemasangannya dan menjaga kondom di tempat. Sebuah cincin fleksibel yang besar tetap berada di luar vagina, yang meliputi pembukaan vagina dan memberikan perlindungan tambahan. Kelebihan: Dapat mencegah kehamilan sekaligus ims Tidak ada hubungan dengan kondisi medis pemakai Tidak menimbulkan reaksi alergi Tidak mudah slip dan bocor

Kekurangan: Tidak efektif untuk semua posisi Harga relative mahal

6. Implant (KB susuk)

Implant adalah alat kontrasepsi hormonal jangka panjang. Alat kontrasepsi ini mengandung hormon levonorgestrel dan dipasang di dalam lengan bagian atas. Implant sangat praktis dan efektif mencegah kehamilan hingga 5 tahun. Kelebihan: Berbentuk elastic, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit atau luka di dalam kulit, Kesuburan kembali pulih setelah alat ini dilepas, Tidak mengandung hormon estrogen, sehingga efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit, Tidak memberikan masalah saat melakukan hubungan seks. Cocok untuk ibu menyusui, karena tidak mengganggu produksi ASI baik volume dan kualitasnya, Hanya perlu pemeriksa ke tenaga kesehatan terdekat apabila terjadi efek samping Bisa dilepas kapan saja, sesuai dengan keinginan.

Kekurangan:
-

Mual, sakit kepala, perubahan perasaan atau kegelisahan, Perubahan berat badan. Mengganggu penampilan, karena susuk biasanya akan terlihat sedikit menonjol pada kulit, dan terasa apabila diraba. Saat pelepasan diperlukan penyayatan pada kulit, sehingga bisa menimbulkan bekas luka. Perlu dilakukan pembedahan kecil untuk pemasangan dan dan pelepasan, Tidak dianjurkan untuk wanita yang menderita penyakit kanker payudara,hati, penggumpalan darah, perdarahan tanpa sebab, kolesterol tinggi,pasien darah tinggi, penyakit kandung empedu, siklus menstruasi tidak teratur, dan penyakit jantung.

7. Spermicide

Spermicide adalah bahan kimia yang menghentikan gerak dan mematikan sperma di dalam vagina sebelum membuahi sel telur. Bahan kimia tersebut berbentuk tablet, pessarium. Foam / busa, krim dan lapisan tipis yang ditempatkan di dalam vagina setinggi-tingginya dekat cervix. Kelebihan:
-

Tidak menimbulkan efek samping sistemik Mudah didapat

Kekurangan
-

Mengurangi nilai kepuasan Dapat menimbulkan iritasi dan alergi Mual muntah dan sakit kepala Tingkat kegagalan tinggi

8. Diafragma

Diafragma adalah topi karet lunak yang dipakai di dalam vagina untuk menutupi leher rahim (pintu masuk ke rahim). Fungsinya adalah mencegah sperma memasuki rahim. Digunakan juga sebagai alat untuk menempatkan spermisida. Kelebihan: -

Efektif bila digunakan dengan benar. Tidak mengganggu produksi ASI. Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah dipersiapkan sebelumnya. Tidak mempunyai pengaruh sistemik. Memberikan perlindungan terhadap IMS Dapat menampung darah menstruasi, bila digunakan saat haid.

Kekurangan:
-

Efektifitas tidak terlalu tinggi (angka kegagalan 6-16 kehamilan/100 wanita/tahun pertama, bila digunakan dengan spermisida). Keberhasilan kontrasepsi ini tergantung pada cara penggunaan yang benar. Memerlukan motivasi dari pengguna agar selalu berkesinambungan dalam penggunaan alat kontrasepsi ini. Pemeriksaan panggul diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan. Dapat menyebabkan infeksi saluran uretra. Harus masih terpasang selama 6 jam pasca senggama.

9. Kontrasepsi mantap/sterilisasi

Sterilisasi adalah kontrasepsi yang paling efektif. Pada sterilisasi pria (vasektomi), vas deferens ditutup sehingga tidak ada sperma yang keluar, meskipun tetap ejakulasi. Pada sterilisasi wanita (tubektomi), saluran tuba falopi ditutup sehingga sel telur tidak keluar. Kelebihan: Operasi aman dan sederhana, hanya memerlukan bius lokal Sangat efektif Tidak ada efek samping jangka panjang Tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun perasaan seksual

Kekurangan: Harus dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen Biaya relative mahal Harus dilakukan oleh dokter spesialis