Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN TUGAS ALAT UKUR DAN PENGUKURAN

Disusun oleh : KELOMPOK 5 ( LIMA )

Muhammad Akbar Muhammad Indra Okta Wijaya SN Putri Ramadhani

061230320927 061230320928 061230320929 061230320930

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA TAHUN 2013

Multimeter sebagai Voltmeter dan Amperemeter

Tujuan Percobaan Setelah melakukan percobaan ini anda diharapkan dapat : 1. Menyelidiki pengaruh tahanan dalam Volt meter pada pengukuran tegangan searah; 2. Menyelidiki besarnya tegangan jauh pada rangkaian pembagi tegangan searah; 3. Menyelidiki tegangan output antara variable resistor atau pembagi tegangan; 4. Menggunakan Multimeter sebagai pengukur Ampere meter dengan terampil; 5. Menyelidiki pengaruh tahanan dalam Ampere meter pada pengukuran arus.

Dasar Teori Dalam percobaan 1 sudah dijelaskan kegunaan multimeter, yaitu untuk mengukur tegangan, yaitu Multimeter sebagai Volt Meter. Cara pengukuran tegangan DC, Letakan saklar posisi Multimeter pada posisi DC Volt pada range tertentu. Hasilnya akan terlihat pada jarum penunjuk, perhatikan pula skala range yang sesuai. Tegangan adalah suatu beda potensial antara dua titik yang mempunyai perbedaan jumlah muatan dengan satuan volt (V). Satu volt adalah perubahan energy sebesar satu joule yang dialami oleh satu coulomb muatan listrik. Multimeter juga dapat digunakan untuk pengukuran arus/Ampere Meter. Cara pemasangan Ampere Meter adalah seri terhadap beban yang akan diurus arusnya (baca teori dasar percobaan 1).

Pengukur Ampere Meter juga mempunyai tahanan dalam seperti halnya Volt Meter yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran arus pada rangkaian. Arus listrik timbul karena adanya gerakan electron satu arah dari suatu bahan atau zat akibat pengaruh dari luar dengan satuan ampere.

Satu ampere adalah jumlah muatan listrik dari 6,24 x 10 elektron yang mengalir melalui satu titik tertentu selama satu detik. Dalam percobaan ini akan diukur arus searah (Direct current). Tahanan dalam pengukur Tahanan dalam pengukur perlu mendapat perhatian jika kita menggunakan pengukur tersebut untuk mengukur tegangan DC maupun AC. Jika suatu pengukur tidak dilengkapi dengan data-data tentang besarya tahanan dalam untuk setiap batas ukur, maka biasanya pada meter itu dicantumkan sensitivitas pengukur yang ditulis dalam ohm/volt. Dengan mencantumkan sensitivitas tersebut kita dapat mencari tahanan dalam pengukur untuk setiap batas ukur. Tahanan dalam = Batas ukur (Range) x Sensitivitas

DAFTAR ALAT DAN BAHAN Multimeter : Catu daya DC : Model Resistor : - 2 Buah - 1 Buah - 100 Ohm - 470 Ohm - 1K Ohm - 3K Ohm

- 1M Ohm - 1K2 Ohm Variabel Resistor : 1K Ohm - 220, 5K, 10K,

Gambar Rangkaian

R1

8v

R2

Gambar 2.1

v
R1 R2
V

8V

Gambar 2.2

6 v

Gambar 2.3

6 V

A 1

R1

R 2
A 2 AT
Gambar 2.4

I 1
R1

I2
R2

A1

A2

Gambar 2.5

I1
A1

Gambar 2.5

R1

I2

I3

V S

R 2

R 3

A2

A3

Gambar 2.6

Langkah Percobaan 1. Langkah pengukuran tegangan seperti Gambar 2.1 dengan voltmeter, catat hasilnya pada tabel 2.1 2. Lakukan pengukuran tegangan V1 dan V2 seperti pada Gambar 2.2 dengan voltmeter. Catat hasilnya pada Tabel 2.2 3. Lakukan pengukuran tegan seperti gambar 2.3 dengan voltmeter. Catat hasilnya pada Tabel 2.3 4. 5. Ulangi langkah 1,2,3 dengan menggunakan peukur yang lain. Untuk rangkaian yang dipasang seri seperti Gambar 2.4, ukurlah arus II dengan menggunakan amperemeter AL dan arus I2 dengan menggunakan amperemeter A2. Catat hasilnya pada Tabel 2.4 untuk beberapa variasi nilai R1 dan R2. 6. Untuk rangkaian yang dipasang paralel seperti Gambar 2.5. Ukurlah besarnya It (arus total) pada At dan arus masing-masing cabang I1 dan I2. Catat hasilnya pada Tabel 2.5 untuk beberapa variasi nilai R1 dan R2 7. Untuk rangkaian yang dipasang seri paralel seperti Gambar 2.6. Ukurlah I1, I2, dan I3 untuk Vs = 6 Volt. Catat hasilnya pada Tabel 2.6 untuk beberapa variasi nilai R1, R2, dan R3. Gnati sumber tegangan dengan 8 Volt. Catat hasilnya pada Tabel 2.7.

Keselamatan Kerja

1.

Untuk pengukuran arus dan tegangan searah, letakkan multimeter pada posisi saklar Ide/ Vde, kemudian untuk skala batas ukur pasangkan pada skala batas ukur paling besar. Bila belum terbaca perlahan-lahan turunkan sampai terbaca dengan jelas pada skala pengukuran.

2.

Perhatikan skala range yang sesuai dengan batas ukur dan baca hasil pengukuran yang teliti dan benar, catat hasilnya.

Data Percobaan Tabel 2.1 Vs = 8v Pengukuran (V) R1 R2 Heles Range 100 100 330 220 50 50 V 6 5,5 Winner Range 50 50 V 5,6 5 6,138 5,5 Perhitungan ( V ) Ket

Tabel 2.2

Vs = 10v Pengukuran (V) Range 50 50 V1 2,2 3 Range 50 50 V2 7,8 7 Perhitungan ( V ) Ket V1 2,32 3,125 V2 7,656 6,875

R1 100 100

R2 330 220

Tabel 2.3

Vs = 6v Pengukuran Range 10 Vac 6 Range 10 Vbc 0 Pengukuran Rac 220 Rbc 0 ket

Posisi Variabel Resistor A

B 220 C D E F

10 10 10 10 10

5 4 3 2 1

10 10 10 10 10

1 2 3 4 5

195 164 110 54 0

25 57 110 166 220

Tabel 2.4 R1 100 100

Vs = 6v R2 330 220 Pengukuran (mA) Range 25 25 I1 13,95 18,50 Range 25 25 I2 13,95 18,50 Perhitungan (mA) Ket I1 13,95 18,75 I2 13,95 18,75

Tabel 2.5

Vs = 6v Pengukuran (mA) Range 250 250 It 78, 5 87, 4 Range 250 250 I1 60,5 60,4 Range 250 250 I2 18,3 27,7 Perhitungan (mA) Ket It 78,2 87,3 I1 I2

R1

R2

100 100

330 220

60,01 18,19 59,9 27,29

Tabel 2.6 R1 100 100 R2 220 220

Vs = 6v R3 Range 330 470 250 250 I1 25,6 23,8 Pengukuran (mA) Range 250 250 I2 15,4 16,2 Range 250 250 I3 10,3 7,5 Perhitungan (mA) I 1 25,8 24,1 2 15,4 16,4 1 3 10,3 7,6 1 Ket

Tabel 2.7 R1 100 100 R2 220 220

Vs = 8v R3 330 470 Pengukuran (mA) Range 250 250 I1 34,2 32 Range 250 250 I2 20,4 21,5 Range 250 250 I3 13,8 10,4 Perhitungan (mA) I1 34,4 32,8 I2 20,6 21,8 I3 13,76 10,21 Ket

Evaluasi dan Pertanyaan Jawablah soal-soal berikut dengan jelas dan benar! 1. Apa pengaruh tahanan dalam voltmeter terhadap hasil pengukuran rangkaian Gambar 2.1? 2. 3. 4. Berapa besar tegangan jatuh pada R1 dan R2 pada rangkaian gambar 2.2? Berapa besar tegangan output potensiometer sebagai pembagi tegangan? Buatlah dalam kertas grafik : It = f(Rt) dan hasil pengukuran dan perhitungan dari rangkaian Gambar 2.1 dan 2.2 (pilih untuk satu macam variasi R1 dan R2)? 5. Buatlah dalam kertas grafik : It = f(Rt) dan hasil pengukuran dan perhitungan dari rangkaian Gambar 2.3 (pilih untuk satu macam variasi R1, R2, dan R3 dengan satu macam sumber tegangan) 6. Apa kesimpulan analisa Anda dari percobaan diatas?

Jawaban : 1. Menurut kami, tahanan (Resistor) mempengaruhi nilai tegangan saat tegangan melewati tahanan tersebut. Sehingga saat pengukuran pada Voltmeter hasil yang diterima pada saat tegangan melewati resistor (output) akan berbeda dengan tegangan semula (input) .

2. Hasil perhitungan dan pengujian pada gambar 2.2 tiap resistor tegangan terbagi berbeda. R1 dengan nilai tahanan 100 tegangan jatuh menjadi 2,2V sedangkan pada R2 dengan nilai tahanan sebesar 330 jatuh sebesar 7,8V dari sumber tegangan utama sebesar 10V. 3. Besar tegangan output potensiometer untuk pembagi tegangan tergantung dari besaran potensiometer itu sendiri. Disini kami menggunakan potensiometer 220 dengan tegangan sumber 6 Volt. Output dari potensiometer itu sendiri adalah sebesar 6 V. 4. Grafik Gambar 2.1 dan 2.2 5. Grafik Gambar 2.3 6. Dari hasil praktek job ke-2 ini dapat kami analisa sebagai berikut : Sebelum melakukan percobaan cek terlebih dahulu komponen yang akan dipakai. Jika komponen yang akan digunakan mengalami kerusakan segera ganti dengan yang lain agar nantinya tidak terjadi kesalahan pada saat proses pengukuran. Tahanan dalam alat ukur juga mempengaruhi proses pengukuran. Karna akan mempengaruhi nilai saat proses pengukuran tapi tidak jauh beda dengan hasil perhitungan

Menghubungkan amperemeter haruslah seri terhadap beban. Jika disambung secara paralel maka amperemeter tidak akan bekerja. Pada saat menghubungkan amperemeter ke beban tidak boleh ada penyabung lain karena akan mempengaruhi proses pengukuran dan juga bisa merusak amperemeter itu sendiri.

Pemilihan selector switch juga penting saat proses pembacaan hasil ukur. Sesuaikan antara sumber tegangan dengan batas ukur pada alat ukur. Jika pemilihan selector switch tepat maka proses pembacaan hasil ukurpun akan lebih mudah.

Jika rangkaian yang diukur adalah rangkaian seri maka arusnya akan sama tetapi tegangannya berbeda. Sedangkan jika yang diukur adalah rangkaian paralel arusnya akan berbeda tetapi tegangannya akan sama.

Jika hasil pengukuran dan hasil perhitungan tidak berbeda jauh itu dikarenakan adanya pengaruh tahanan dalam alat ukur. Tapi jika berbeda jauh maka bisa jadi ada kesalahan dalam rangkaian atau pada saat proses pembacaan.

KESIMPULAN

Pada praktik kali ini kami menyimpulkan jika hubungan rangkaian berbentuk seri maka arusnya akan sama tetapi tegangannya berbeda dan jika hubungan rangkaiannya paralel maka arusnya akan berbeda tapi tegangannya akan tetep sama. Pemilihan selector switch juga penting karena akan mempermudah kita dalam proses pembacaan hasil ukur. Pengaruh tahanan dalam alat ukur juga sedikit mempengaruhi hasil pengukuran walaupun tidak begitu besar. Dalam percobaan ini juga di dapati kesimpulan bahwa semakin besar nilai hambatan maka arus yang melewati akan semakin kecil tapi jika nilai hambatan semakin kecil maka arus yang melewati akan semakin besar, jadi dengan kata lain besar hambatan berbanding terbalik dengan besar arus yang melewatinya. Rangkaian seri dan paralel mempengaruhi nilai tegangan pada saat tegangan masuk melewatinya.