Anda di halaman 1dari 24

PEMBIMBING: Dr. DIDIK B.W Sp.OG OLEH: PUTU HENDRA SUKMAWAN S.

ked (08700281)

Pengertian Diabetes Melitus Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolic sebagai akibat kurangnya insulin efektif baik karena adanya disfungsi sel beta pancreas atau ambilan glukosa di jaringan perifer yang menyebabkan hiperglikemi

DM merupakan kelainan endokrin yang terbanyak dijumpai. Yang paling sering terjadi yaitu: diabetes mellitus yang diketahui sewaktu hamil yang disebut DM gestasional dan DM yang telah terjadi sebelum hamil yang dinamankan DM pragestasi.

Diabetes pragestasi, artinya sudah diketahui diabetes mellitus kemudian hamil. Diabetes Pragestasi Adalah diabetes yang terjadi sebelum konsepsi dan terus berlanjut setelah masa hamil. Diabetes pragestasi dapat berupa diabetes tipe 1 (tergantung insulin) dan tipe II (tidak tergantung insulin

Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak. Disebut diabetes gestasional bila gangguan toleransi glukosa yang terjadi sewaktu hamil kembali normal dalam 6 minggu setelah persalinan.

Kekurangan insulin kerusakan sel beta pankreas yg bekerja menghasilkan insulin Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat untuk makanan janin dan persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin sehingga kadarnya dalam darah janin menyerupai kadar darah ibu. HIPERGLIKEMI

Sering kencing pada malam hari ( polyuria ) Selalu merasa haus ( polydipsia) Selalu merasa lapar ( polyfagia ) Selalu merasa lelah atau kekurangan energy Penglihatan menjadi kabur Glukosauria ( glukosa dalam urine ) BB menurun Gula darah 2 jam pp > 200 mg/dl. Gula darah sewaktu > 200 mg/dl Gula darah puasa > 126 mg/dl.

Keguguran berulang Riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan atau anak mati tanpa sebab yang jelas Pernah melahirkan bayi > 4000 gram Riwayat pre eklamsi Riwayat polihidramnion Usia ibu > 30 tahun Riwayat DM pada keluarga Pernah DMG sebelumnya Infeksi saluran kemih berulang selama hamil.

Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan glukosa darah) diakibatkan karena produksi insulin yang tidak adekuat atau penggunaan insulin secara tidak efektif pada tingkat seluler. Insulin insulin yang diproduksi sel sel beta pulau langerhans di pankreas bertanggung jawab mentranspor glukosa ke dalam sel

Hiperglikemia menyebabkan hiperosmolaritas dalam darah yang menarik cairan intarsel ke dalam sisitem vaskular sehingga terjadi dehidrasi dan peningkatan volume darah. Akibatnya ginjal menyekresi urine dalam volume besar (poliuria) sebagai upaya untuk mengatur kelebihan volume darah dan menyekresi glukosa yang tidak digunakan (gliousuria).

Dehidrasi seluler, menimbulkan rasa haus berlebihan (polidipsi). Penurunan berat badan akibat pemecahan lemak dan jaringan otot, pemecahan jaringan ini menimbulkan rasa lapar yang membuat individu makan secara berlebihan (polifalgia).

Pada DMG, selain perubahan-perubahan fisiologi tersebut, akan terjadi suatu keadaan di mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Terjadi perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap efek insulin. Akibatnya, komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah (kadar gula darah tinggi, kadar insulin tetap tinggi).

Diabetes dengan kehamilan, ada 2 kemungkinanyang dialami oleh si Ibu: 1. Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil 2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil

Klasifikasi DM dengan Kehamilan menurut Pyke: Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes yang timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah melahirkan. Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu diabetes mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil. Klas III : Pregestasional diabetes yang disertai dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti retinopati,nefropati, penyakit pemburuh darah panggul dan pembuluh darah perifer.

Dalam kehamilan Abortus,partus prematurus, preeklamsi, hidramnion, kelainan letak, insufisiensi placenta Dalam persalinan Inertia uteri & atonia uteri, distosia bahu karena bayi besar, lahir mati Saat nifas Infeksi nifas, sepsis puerpuralis, menghambat penyembuhan luka jalan lahir. Bagi bayi Cacat bawaan, dismatur, makrosomia, IUFD ( Intra Uteri Fetal Death ), kematian neonatal, kelainan neurologi dan psikologi di kemudian hari.

TERHADAP KEHAMILAN
Hyperemesis gravidarum Pemakaian glikogen bertambah Meningkatnya metabolism basal Sebagian insulin ibu dimusnahkan oleh enzim insulin dalam plasenta

TERHADAP PERSALINAN
kegiatan otot rahim dan usaha meneran mengakibatkan pemakaian glukosa lebih banyak , sehingga dapat terjadi hypoglikemia , apabila disertai dengan muntah muntah.

TERHADAP NIFAS
Lebih sering mengakibatkan infeksi nifas dan sepsis yang menghambat luka jaln lahir , baik rupture perineum maupun lika episitiomi

Maternal Infeksi saluran kemih, hydramnion, hipertensi kronik, preeklamsi, kematian ibu. Fetal Abortus spontan, kelainan congenital, infusiensi plasenta, makrosomia, kematian intra uterin. Neonatal Prematuritas, kematian intauterin, kematian neonatal, trauma lahir, hipoglikemia, hipomagnesemia, hipokalsemia, hipebilirubinemia, syndrome gawat nafas, polisitemia.

KOMPLIKASI MATERNAL Hipertensi Hidraamnion Persalinan distosia Gangguan vaskuler sehingga menimbulkan : preeclampsia Dapat terjadi infertilitas Emesis dan hyperemesis berat

KOMPLIKASI JANIN Kematian perinatal tinggi Kelainan congenital Makrosomia Kematian intra uterin

Abortus berulang / tanpa sebab Respiratory distress syndrom


Janin makrosomia cenderung menyebabkan pertolongan persalinan operatif transoabdominal pertolongan persalina pervaginam yang paling berbahaya adalah distosia bahu.

1.

DIET diberi diet 1200 1800 kalori sehari selama kehamilan. Pola makan 3 kali makan besar diselingi 3 kali makanan kecil dianjurkan dalam sehari. Pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari jumlah makanan dalam sehari dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial (2 jam setelah makan)

2. Olahraga Bersepeda dan olah tubuh bagian atas direkomendasikan pada wanita dengan diabetes gestasional. Para wanita dianjurkan meraba sendiri rahimnya ketika berolahraga, apabila terjadi kontraksi maka olahraga segera dihentikan. Olahraga berguna untuk memperbaiki kadar glukosa darah

3. Pengobatan insulin Penderita yang sebelum kehamilan memerlukan insulin Terapi insulin direkomendasikan oleh The American Diabetes Association (1999) ketika terapi diet gagal untuk mempertahankan kadar gula darah puasa < 95 mg/dl atau 2 jam setelah makan kadar gula darah < 120 mg/dl

Pada penderita diabetes gestational yang tidak berat, dapat dikendalikan gula darah melalui diet saja,tidak memiliki riwayat melahirkan bayi makrosomia, maka ibu dapat melahirkan secara normal dalam usia kehamilan 37 40 minggu selama tidak ada komplikasi lain. Apabila diabetesnya lebih berat dan memerlukan pengobatan dengan insulin , maka sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini pada kehamilan 36 38 minggu

Wanita dengan diabetes gestasional memiliki risiko meningkat untuk mengalami diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Kadar glukosa darah ibu harus diperiksa 6 minggu setelah melahirkan dan setiap 3 tahun ke depan.