Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi 2. Melaksanakan tatacara shalat fardhu dan sujud sahwi Kompetensi Dasar

B. Indikator 1. Dapat menjelaskan pengertian shalat 2. Dapat menjelaskan syarat-syarat shalat 3. Dapat menjelaskan sunnah shalat 4. Dapat menjelaskan hal hal yang membatalkan shalat

C. Tujuan Pembelajaran 1. 2. 3. 4. Siswa dapat menjelaskan pengertian shalat Siswa dapat menjelaskan syarat-syarat shalat Siswa dapat menjelaskan sunnah shalat Siswa dapat menjelaskan hal hal yang membatalkan shalat

D. Nilai Karakter yang Dikembangkan Religius, Jujur, Mandiri, Demokratis, Komunikatif , Tanggung jawab

BAB II SHALAT FARDHU

A. Pengertian Shalat Shalat ( );, merupakan ibadah yang pada prakteknya harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda, "Shalatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku mempraktikkannya." [HR Imam Bukhari dan Imam Muslim]. Perintah Shalat pertama kali diterima Rasulullah saw dalam perjalanan Isra Mi'raj, di Baitul Ma'mur (tempat yang selalu dimasuki tujuh ribu malaikat setiap harinya). Pertama kali Rasul menerima perintah Shalat Wajib dari Allah Ta'ala adalah sebanyak lima puluh (50) kali dalam sehari.

Rasulullah kemudian menghadap Nabi Musa as menceritakan perihal ini, kemudian Nabi Musa menyarankan Rasulullah meminta keringanan, karena menurut beliau 50 kali dalam sehari terlalu berat bagi umat Rasulullah: "Sesungguhnya umatmu akan merasa berat mengerjakan Shalat lima puluh waktu setiap hari. Kembalilah kepada Tuhanmu (Allah) dan mintalah keringanan untuk umatmu.". Rasul kemudian menghadap Allah Ta'ala dan akhirnya mendapatkan keringanan hingga hanya sepuluh (10) kali dalam sehari, Nabi Musa masih memberikan saran yang sama seperti sebelumnya: Sesungguhnya umatmu akan merasa berat mengerjakan Shalat sepuluh waktu setiap hari. Kembalilah kepada Tuhanmu (Allah) dan mintalah keringanan untuk umatmu. Kali ini permintaan Rasul tidak dikabulkan Allah Ta'ala sehingga perintah Shalat wajib tetap 10 kali dalam sehari, ketika Rasul menghadap Nabi Musa, beliau tetap menyarankan hal yang sama sehingga Rasul kembali menghadap Allah Ta'ala. Setelah tiga kali ditolak akhirnya Allah Ta'ala memberikan keringanan sehingga Shalat wajib menjadi 5 kali dalam sehari. Adapun Nabi Musa masih berpendapat bahwa 5 kali dalam sehari masih terlalu berat, namun Rasulullah kemudian menjawab: Aku telah sering meminta keringanan untuk

umatku sampai aku merasa malu sendiri. Demikianlah Shalat wajib hingga saat ini adalah berjumlah 5 kali / waktu setiap harinya. Dalam kehidupan sehari-hari, shalat sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam. Shalat adalah tiang agama. Tanpa shalat, maka hidup akan percuma. Shalat dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Nah, kita tahu sendiri shalat bacaannya seperti apa. Karna kita mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada sebagian dari kita atau mungkin diri kita sendiri yang mengerjakan shalat dan membaca bacaan shalat yang masih keliru. Apabila bacaannya keliru, maka artinya juga keliru.

B. Syarat-syarat Shalat Syarat dari sesuatu yaitu apa-apa yang mengakibatkan tiada hasilnya sesuatu bila ia tidak ada, tetapi dengan adanya semata, belum berarti ada atau tidaknya sesuatu itu. Misalnya wudhu bagi shalat, maka tanpa adanya, shalat tidak ada. Tetapi dengan berwudhu semata, belum tentu shalat akan hasil. Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan shalat dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu :

1.

Syarat-syarat wajib shalat yaitu syarat-syarat diwajibkannya seseorang mengerjakan shalat. Jika seseorang tidak memenuhi syarat-syarat itu, tidak diwajibkan mengerjakan shalat yaitu :
a. Islam

Orang yang tidak Islam tidak wajib mengerjakan shalat.


b. Suci dari Haid dan Nifas

Perempuan yang sedang Haid (datang bulan) atau baru melahirkan tidak wajib mengerjakan shalat.
c. Berakal Sehat

Orang yang tidak berakal sehat seperti orang gila, orang yang mabuk, dan pingsan tidak wajib mengerjakan shalat.

d. Baliqh (dewasa)

Orang yang belum baliqh tidak wajib mengerjakan shalat. Tanda-tanda orang yang sudah baliqh : - Sudah berumur 10 tahun - Mimpi bersetubuh - Mulai keluar darah haid (datang bulan) bagi anak perempuan
e. Telah sampai da'wah kepadanya

Orang yang belum pernah mendapatkan da'wah atau seruan agama tidak wajib mengerjakan shalat.
f.

Terjaga Orang yang sedang tertidur tidak wajib mengerjakan shalat.

2. Syarat-syarat sah shalat Yaitu yang harus dipenuhi apabila seseorang hendak melakukan shalat. Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi maka tidak sah shalatnya. Syaratsyarat tersebut ialah : a. Masuk waktu shalat Allah Subhanahu wa Taala berfirman: Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya bagi kaum mukminin. (QS. An-Nisa`: 103) Dalam hadits Rasulullah Saw., banyak sekali kita dapatkan dalil tentang permasalahan ini. Kaum muslimin pun sepakat, akan tidak sahnya shalat yang dikerjakan sebelum masuk waktunya. Bila seseorang shalat sebelum waktunya dengan sengaja maka shalatnya batal dan ia tidak selamat dari dosa. Namun bila tidak sengaja, dalam arti ia mengira telah masuk waktu shalat padahal belum, maka ia tidak berdosa. Shalatnya tersebut teranggap shalat nafilah (shalat sunnah) dan ia wajib mengulangi shalatnya setelah masuk waktunya. b. Suci dari hadats besar dan kecil Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak menegakkan shalat, basuhlah wajah kalian dan lengan kalian sampai siku, lalu usaplah kepala kalian dan cucilah kaki kalian sampai mata kaki. Dan jika kalian junub, bersucilah. (QS. Al-Ma`idah: 6) Dalam ayat di atas ada perintah dari Allah Swt. kepada hamba-hamba-Nya yang ingin shalat sementara mereka belum bersuci, agar membasuh wajah dan tangan mereka sampai siku dengan menggunakan air, dan seterusnya dari amalan wudhu. c. Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis Dalil tentang sucinya pakaian didapatkan dari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:


Dan pakaianmu sucikanlah. (QS. Al-Mudatstsir: 4) Dari As-Sunnah didapatkan banyak dalil, seperti hadits Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu anhuma berkata, Ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah Saw., Ya Rasulullah, apa pendapatmu bila pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apa yang harus diperbuatnya? Rasulullah Saw. bersabda memberi bimbingan:


Apabila pakaian salah seorang dari kalian terkena darah haid, hendaklah ia mengeriknya kemudian membasuhnya dengan air. Setelah itu, ia boleh mengenakannya untuk shalat. (HR. Al-Bukhari no. 307 dan Muslim no. 673) c. Menutup aurat, Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


Wahai anak Adam kenakanlah zinah kalian setiap kali menuju masjid. ( QS.Al-Araf: 31) Al-Imam Asy-Syaukani r.a. berkata: Mereka diperintah untuk

mengenakan zinah ketika datang ke masjid guna melaksanakan shalat atau thawaf di Baitullah. Ayat ini dijadikan dalil untuk menunjukkan wajibnya menutup aurat di dalam shalat. Demikian pendapat yang dipegangi oleh jumhur ulama. Bahkan menutup aurat ini wajib dalam segala keadaan, sekalipun seseorang shalat sendirian sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih. (Fathul Qadir, 2/200) d. Menghadap kiblat Yang dimaukan dengan kiblat adalah Kabah. Dinamakan kiblat karena manusia menghadapkan wajah mereka dan menuju kepadanya.

C. Tata Cara Shalat Fardhu

1. Berdirilah tegak menghadap Kiblat. Niatlah sesuai dengan Shalat yang ingin kita kerjakan. contoh disini Shalat Magrib. Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa rakaaatim mustaqbilal qiblati adaaan (mamuman/imaman) lillaahi taaalaa

2. Bacalah takbiratul ihram (Allhu Akbar) dan bersamaan dengan itu angkatlah kedua tangan Anda seperti terlihat di gambar

3. Kemudian membaca doa iftitah, Contoh salah satu doa iftitah : Allahu akbar kabiiraw walhamdulillaahi katsiiraw wasubhaanallaahi bukrataw wa-ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati walardla haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil aalamiin laa syariika lahuu wabidzaalika umirtu waana minal muslimiin. lalu baca taawwudz (audzu billahi minasy syaithanirrajim) , kemudian membaca Al-Fatihah dan apabila telah selesai dia membaca aamiin. Bacalah surah Al-Ftihah sebagai berikut:

Kemudian bacalah satu surah dari surah-surah Al-Quran. Bisa tidak sempurna (beberapa ayat bila surah panjang seperti Albaqorah) namun sebaiknya sempurna surahnya pendek (Seperti Surah di Juz 30). 4. Setelah itu lakukanlah Ruku Dengan diawali takbiratul ihram ( Allahu Akbar )

5. Saat Ruku Bacalah:

6. Kemudian bangunlah dari ruku dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:

Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya sehingga tegak berdiri dalam keadaan itidal, kemudian membaca doa : Rabbanaa lakal chamdu mil-ussamaawaati wamil-umaasyita min syai-in bad artinya Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu

7. Setelah itu, sujudlah dan baca:

8. Kemudian duduklah di antara dua sujud seraya membaca:

artinya:

Wahai

Tuhanku

ampunilah

aku,kasihanilah

aku,cukupilah

kekuranganku, angkatlah (derajat)ku beri rizqilah aku,beri petunjuklah aku, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.

9. Kemudian sujudlah untuk kedua kalinya seraya membaca bacaan sujud di atas

10. Duduklah sejenak setelah bangun dari sujud dan sebelum berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya dan dapatkan tumaninah. Berdirilah kembali untuk melaksanakan rakaat kedua sambil membaca Takbir (Allahu Akbar ) 9

===== mulai rakaat ke dua ======

11. Bacalah surah Al-Ftihah sebagai berikut:

Kemudian bacalah satu surah dari surah-surah Al-Quran. Bisa tidak sempurna ( beberapa ayat bila surah panjang seperti Albaqorah) namun sebaiknya sempurna bila surahnya pendek (Seperti Surah di Juz 30). Bacaan surah pada rakaat pertama dan kedua hendaklah berbeda. Contohnya: Al-Ihklas:

10

12.Setelah itu lakukanlah Ruku Dengan diawali takbiratul ihram ( Allahu Akbar)

13. Saat Ruku Bacalah:

14. Kemudian bangunlah dari ruku dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:

Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya sehingga tegak berdiri dalam keadaan itidal, kemudian membaca doa : Rabbanaa lakal chamdu mil-ussamaawaati wamil-umaasyita min syai-in bad artinya Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu

15. Kemudian sujudlah untuk kedua kalinya seraya membaca bacaan sujud di atas

11

16. Kemudian duduklah di antara dua sujud seraya membaca:

Rabbiqhfirlii warhamnii wajburnii warfanii warzuqnii wahdinii waaafinii wafu annii artinya: Wahai Tuhanku ampunilah aku,kasihanilah aku,cukupilah kekuranganku, angkatlah (derajat)ku beri rizqilah aku,beri petunjuklah aku, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.

17. Kemudian sujudlah untuk kedua kalinya seraya membaca bacaan sujud di atas

18. Setelah itu, duduk tasyahhud awal dan baca bacaan tasyahhud awal / pertama sebagai berikut:

. 12

==== mulai rakaat ketiga ====

19. Berdirilah kembali untuk melaksanakan rakaat ketiga sambil membaca Takbiratul Ihram (Allahu Akbar)

20. Bacalah surah Al-Ftihah sebagai berikut:

21. Setelah itu lakukanlah Ruku Dengan diawali takbiratul ihram (Allahu Akbar)

13

22. Saat Ruku Bacalah:

23. Kemudian bangunlah dari ruku dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:

Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya sehingga tegak berdiri dalam keadaan itidal, kemudian membaca doa : Rabbanaa lakal chamdu mil-ussamaawaati wamil-umaasyita min syai-in bad artinya Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu

24. Kemudian sujudlah seraya membaca bacaan sujud di atas

14

25. Kemudian duduklah di antara dua sujud seraya membaca:

Rabbiqhfirlii warchamnii wajburnii warfanii warzuqnii wahdinii waaafinii wafu annii artinya: Wahai Tuhanku ampunilah aku,kasihanilah aku,cukupilah kekuranganku, angkatlah (derajat)ku beri rizqilah aku,beri petunjuklah aku, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.

26. Kemudian sujudlah untuk kedua kalinya Saat Ruku Bacalah:

27. Setelah itu, duduklah dan baca bacaan tasyahhud akhir sebagai berikut:

Lanjutkan dengan doa tasyahud akhir: kamaa shollaita alaa Ibroohiim wa alaa aali Ibroohiim innaka hamiidun majiid, wabaarik alaa Muhammad waalaa aali Muhammad,

15

kamaa baarokta alaa ibroohiim waalaa aali Ibroohiim innaka hamiidun majiid perhatikan posisi kaki kiri tidak di duduki / melewati hingga berada di bawah kaki kanan,jari jari kaki kanan di tekuk kedepan/menghadap kiblat

28. Setelah tayahhud akhir tengoklah kekanan sambil ucapkan salam

29. Setelah menengok kekanan, tengoklah sebelah kiri sambil ucapkan salam

Catatan: 1. Bila kita akan menunaikan ibadah Shalat Subuh atau Shalat Sunah dua rakaat, Maka pada Tasyahhud Awal(18) diganti dengan Tasyahhud Akhir (27).

Kemudian langsung mengakhiri Shalat dengan sebelumnya mengucapkan salam ke kiri dan ke kanan. 2. Bila kita menunaikan Shalat fardhu Empat rakaat ( Dzuhur, Asyar, Isya). Maka setetah sujud kedua pada rakaat ketiga (26) lanjutkan dengan dengan duduk Tumaninah (10). Setelah itu berdiri takbir (19) dan melanjutkan kembali dengan rakaat keempat..Ikuti panduan dari awal rakaat ketiga sampai akhir Shalat (dari 19 29).

16

BAB III STRATEGI PEMBELAJARAN DAN EVALUASI

A. Strategi Pembelajaran No 1 Uraian Kegiatan Kegiatan awal : Apersepsi : Memberikan pertanyaan seputar pelajaran yang lalu dan materi shalat fardhu Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan dan manfaat mempelajari seputar shalat fardhu 2 Kegiatan Inti : Siswa membaca literatur/referensi tentang shalat fardhu. (fase eksplorasi) Siswa mengamati demonstrasi guru tentang shalat fardhu (fase eksplorasi) Membuat bagan wudhu dan tentang shalat fardhu (fase elaborasi) Pameran bagan dan saling mengomentari (fase elaborasi) Salah seorang siswa mendemonstrasikan tatacara shalat fardhu sementara yang lain memperhatikan dan mencatat mencatat pokokpokok penting dari hasil kegiatan pengamatan (fase elaborasi) Penguatan tentang shalat fardhu dan tentang tatacaranya (fase konfirmasi) Religius, Jujur, Mandiri, Demokratis, Komunikatif Tanggung jawab , 60 Menit Nilai yang Waktu 10 menit

ditanamkan

17

Kegiatan akhir : Tanya jawab tentang materi shalat fardhu dan tentang tatacaranya. Guru memberikan tugas untuk mencari pengertian shalat fardhu dan tentang tatacaranya untuk pertemuan selanjutnya. Religius, Jujur, Mandiri, Demokratis, Komunikatif Tanggung jawab ,

10 menit

B. Evaluasi a. Teknik Penilaian: Tes Tertulis b. Bentuk Instrumen: Tes Uraian 1. Jelaskan pengertian shalat! 2. Jelaskan syarat-syarat shalat! 3. Sebutkan rukun shalat! 4. Sebutkan sunnah shalat! 5. Sebutkan hal hal yang membatalkan shalat!

18

BAB IV KESIMPULAN 1. Shalat ( );, merupakan ibadah yang pada prakteknya harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah SAW 2. Syarat-syarat wajib shalat yaitu Islam, Suci dari Haid dan Nifas, Berakal Sehat, Baliqh (dewasa), Telah sampai da'wah kepadanya, Terjaga 3. Syarat-syarat sah shalat, Masuk waktu shalat, Suci dari hadats besar dan kecil, Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis, Menutup aurat, Menghadap kiblat

19

DAFTAR PUSTAKA

Buku Paket Fikih MTs kelas VII Sulaiman Rasyid, Fiqih Islam Lengkap, Semarang : CV. Toha Putra http://www.slideshare.net/nurulmuhson/bab-vi-tata-cara-shalat-wajib http://catatanlilia.wordpress.com/2012/09/01/tata-cara-sholat-yang-benar/

20