BELAJAR SERIAL ATMEGA16 DENGAN CODEVISION

Posted by iswanto

Tujuan : Setelah melaksanakan modul ini mahasiswa diharapkan dapat :

• • • • •

Membedakan dasar-dasar port serial pada mikrokontroler Membedakan dasar-dasar tx pada mikrokontroler Membedakan dasar-dasar rx pada mikrokontroler Memanfaatkan bilangan biner dan heksadesimal dalam pemrograman Membuat rangkaian serial sekaligus membuat program

Materi input output atmega dengan codevision, klik disini

7. Jenis yang utama adalah :  Operasi full duplex ( register penerima dan pengirim serial dapat berdiri sendiri )  Operasi Asychronous atau synchronous  Master atau slave mendapat clock dengan operasi synchronous  Pembangkit boud rate dengan resolusi tinggi  Dukung frames serial dengan 5.  Mode komunikasi multi-processor . 6.1. TX data register empty dan RX complete. 8 atau 9 Data bit dan 1 atau 2 Stop bit  Tahap odd atau even parity dan parity check didukung oleh hardware  Pendeteksian data overrun  Pendeteksi framing error  Pemfilteran gangguan ( noise ) meliputi pendeteksian bit false start dan pendeteksian low pass filter digital  Tiga interrupt terdiri dari TX complete.BAB II PORT SERIAL MIKROKONTROLLER 2. SERIAL PADA ATMEGA16 Universal synchronous dan asynchronous pemancar dan penerima serial adalah suatu alat komunikasi serial sangat fleksibel.

Tercatat bahwa flag TXC harus dibersihkan sebelum tiap transmisi ( sebelum UDR ditulisi ) jika itu semua digunakan untuk tujuan tersebut. r17. Sebelum melakukan inisialisasi ulang dengan mengubah boud rate atau frame format. Untuk kode assembly.2. Untuk interrupt menjalankan operasi USART . Boud rate diberikan sebagai fungsi parameter. Proses inisialisasi normalnyaterdiri daripengesetan boud rate. global interrupt flag ( penanda ) sebaiknya dibersihkan ( dan interrupt global disable ) ketika inisialisasi dilakukan. INISIALISASI USART USART harus diinisialisasi sebelum komunikasi manapun dapat berlansung. untuk meyakinkan bahwa tidak ada transmisi berkelanjutan sepanjang peiode register yang diubah. USART sederhana inisialisasi kode contoh berikut menunjukan fungsi satu assembly dan satu C itu mempunyai kesamaan dalam kemampuan. Pada contoh tersebit mengasumsikan bahwa operasi asinkron menggunakan metode poling ( tidak ada interrupt enable ) frame format yang tetap. Mode komunikasi double speed asynchronous 2. parameter boud rate diasumsikan untuk di simpan pada register r16. Lebih mengedepankan inisialisasi rutin dapat dibuat seperti itu . bit URSEL (MSB) harus diset dalam kaitan dengan pembagian penempatan I/O oleh UBRRH dan UCSRC. penyetingan frame format dan pengaktifan pengirim atau penerimatergantung pada pemakaian. Flag TXC dapat digunakan untuk mengecek bahwa pemancar telah melengkapi semua pengiriman. dan flag RXC dapat digunakan untuk mengecek bahwa tidak ada data yang tidak terbaca pada buffer penerima. Ketika menulis fungsi pada register UCSRC.

RXC akan bernilai satu jika ada data yang siap dibaca di buffer penerima.meliputi frame format sebagai parameter. dan bernilai nol jika tidak ada data pada buffer penerima. MENGIRIM DATA MELALUI PORT SERIAL Proses pengiriman data serial dilakukan per byte data dengan menunggu register UDR yang merupakan tempat data serial akan disimpan menjadi kosong sehingga siap ditulis dengan data yang baru. disable interrupt dan lain-lain. Proses ini menggunakan bit yang ada pada register UCSRA. . 2. Bit UDRE merupakan indikator kondisi register UDR. atau dikombinasikan dengan inisialisasi kode untuk modul I/O yang lain. dan untuk aplikasi jenis ini dapat ditempatkan secara langsung pada keseluruhan routine. Jika penerima USART dinonaktifkan maka bit ini akan selalu bernilai nol. Bagai manapun juga banyak aplikasi menggunakan seting tetap boud dan register control. MENERIMA DATA MELALUI PORT SERIAL Proses penerimaan data serial diakukan dengan mengecek nilai bit RXC (USART Receive Complete) pada register UCSRA. Jika UDRE bernilai 1 maka register UDR telah kosong.3.4. 2. yaitu bit UDRE (USART Data Register Empty).

Rangkaian Led Driver Serial menggunakan Microcontroller ATMEGA16 yang dihubungkan ke port serial dengan menggunakan IC RS232 Rangkaian Serial LED Driver ini akan mendeteksi setiap pengiriman data karakter dari port serial computer. Berikut adalah rangkaian serial led driver yang akan kita hubungkan pada port serial. Hasil pemasangan komponen rangkaian serial mikrokontroller .2. sebagai konverter dari serial ke pararel. RANGKAIAN SERIAL MIKROKONTROLLER Rangkaian berikut digunakan untuk interfacing Led dengan port serial. VC C 1 1 1 1 1 1 1 1 H EAD ER 5 VC C 1 2 3 4 5 J IS P R ST C 1 22pF 1 SW 2 C 3 100nF 1 X1 2 C 2 22pF P P P R G 5 6 7 ST N D R 1 P0 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 VC C 1 1 1 1 PD 0 1 PD 1 1 PD 2 1 PD 3 1 PD 4 1 PD 5 1 PD 6 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 U 4 P B 0 (XC K /T 0 ) P A 0 (A D C 0 ) P B 1 (T 1 ) P A 1 (A D C 1 ) P B 2 (IN T 2 /A IN 0 ) P A 2 (A D C 2 ) P B 3 (O C 0 /A IN 1 ) P A 3 (A D C 3 ) P B 4 (S S ) P A 4 (A D C 4 ) P B 5 (M O S I) P A 5 (A D C 5 ) P B 6 [M IS O ) P A 6 (A D C 6 ) P B 7 [S C K ) P A 7 (A D C 7 ) R ESET AR EF VC C AG N D G N D AVC C XTA L2 P C 7 (T O S C 2 ) XTA L1 P C 6 (T O S C 1 ) P D 0 (R X D ) PC 5 P D 1 (T X D ) PC 4 P D 2 (IN T 0 ) PC 3 P D 3 (IN T 1 ) PC 2 P D 4 (O C 1 B ) P C 1 (S D A ) P D 5 (O C 1 A ) P C 0 (S C L ) P D 6 (IC P ) P D 7 (O C 2 ) A TM E G A 16 L1 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 D D D D D D D D A A A A A A A A TA TA TA TA TA TA TA TA 0 1 2 3 4 5 6 7 2 2 2 2 2 2 2 2 A A A A A A A A D D D D D D D D D 8 D 9 D 10 D 11 D 12 D 13 D 14 D 15 PD 7 VC C H EAD ER 3 1 2 3 J S e r ia l1 R X1 TX1 8 13 7 14 1 u F 1 6 1V + C 4 3 U 6 R 2 IN R 1 IN T2O U T T1O U T C + T 1 IN R 1O U T T 2 IN R 2O U T C 2+ 11 12 10 9 4 1uF 16V + C 5 C 1V+ M A X232 C 2V- 5 6 1uF 16V C 9 + 1uF 16V + C 8 2 Gambar 5. Rangkaian tersebut.1.5.

6. unsigned long int UBRR.h> #include <stdio. //-----------------------------------------------------//DEKLARASI SUB RUTIN //------------------------------------------------------void InisialisasiUSART (unsigned long int baud_rate).h> //------------------------------------------------------//DEKLARASI VARIABEL //------------------------------------------------------char data_terima = 0x00.6. PEMROGRAMAN MENGIRIM DATA Setelah membuat rangkaian serial mikrokontroller dan menghubungkan ke komputer. const long int osilator = 12000000. PEMROGRAMAN PORT SERIAL MIKROKONTROLLER 2. MENGIRIM DATA SERIAL PORT //------------------------------------------------------//------------------------------------------------------//DEKLARASI HEADER //------------------------------------------------------<mega16. Program sebagai berikut ini //------------------------------------------------------//Program Bab 5.2.1. putsf("Selamat Datang Mas Iswanto"). PORTC = 0x00. putchar(13). } //-----------------------------------------------------//DEKLARASI SUB BAUDRATE //------------------------------------------------------void InisialisasiUSART (unsigned long int baud_rate) { #include unsigned . //-----------------------------------------------------//PROGRAM UTAMA //------------------------------------------------------void main(void) { DDRC = 0xFF.h> #include <delay. maka sekarang saatnya Anda membuat program yang digunakan untuk mengirim data serial. InisialisasiUSART(9600).1.

2.h> //------------------------------------------------------//DEKLARASI VARIABEL //------------------------------------------------------char data_terima = 0x00.2.UBRR = (osilator/(16*baud_rate))-1. } 2. UCSRC = 0x86. PEMROGRAMAN MENGIRIM DAN MENERIMA DATA Setelah membuat dan menjalankan program mengirim data serial. const long int osilator = 12000000. maka sekarang saatnya Anda membuat program kedua yang digunakan untuk program mengirim dan menerima data serial. MENGIRIM DAN MENERIMA DATA //------------------------------------------------------//------------------------------------------------------//DEKLARASI HEADER //------------------------------------------------------<mega16. PORTC = 0x00. InisialisasiUSART(9600).h> #include <stdio. //-----------------------------------------------------//PROGRAM UTAMA //------------------------------------------------------void main(void) { DDRC = 0xFF. while(1) #include unsigned . //-----------------------------------------------------//DEKLARASI SUB RUTIN //------------------------------------------------------void InisialisasiUSART (unsigned long int baud_rate). unsigned long int UBRR.6. UBRRH = UBRR>>8. UBRRL = UBRR.h> #include <delay. UCSRB = 0x18. Program sebagai berikut ini //------------------------------------------------------//Program Bab 5. putsf("Selamat Datang Mas Iswanto"). putchar(13).

delay_ms(100). data_terima = getchar(). UBRRH = UBRR>>8. UBRRL = UBRR. putchar(13). UCSRC = 0x86. putchar(13).. } . putchar(data_terima). putsf("Anda menekan tombol "). } } //-----------------------------------------------------//SUB RUTIN BAUDRATE //------------------------------------------------------void InisialisasiUSART (unsigned long int baud_rate) { UBRR = (osilator/(16*baud_rate))-1.{ putsf("Tekan sembarang tombol"). UCSRB = 0x18.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful