Anda di halaman 1dari 4

Pemisahan Senyawa Acetogenin pada Daun Sirsak dengan Metode Kromatografi

Tanaman sirsak (Annona muricata) banyak tumbuh di Indonesia dan pertumbuhannya tidak tergantung pada musim, sehingga dapat tersedia secara terus menerus. Selain buahnya yang dapat langsung dikonsumsi, bagian lain dari pohon sirsak seperti kulit kayu, daun, biji dan akar dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit, insektisida, larvasida, molluscida, antimikroba dan lain-lain. Namun pada pembahasan kali ini akan difokuskan pada daun dari tanaman sirsak. Topik ini saya angkat karena saya terinspirasi dari kedua orang tua saya yang rajin mengkonsumsi air rebusan dari daun sirsak tersebut. Oleh sebab itu dengan materi materi dalam matakuliah pemisahan ini saya mencoba menerapkannya lewat cara pemisahan ekstrak daun sirsak kedalam metode metode yang terdapat dalam materi matakuliah pemisahan kimia. Dalam berbagai penelitian dikatakan bahwa daun dari tanaman sirsak ini dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit kanker prostate, kanker pancreas, kanker leukemia, kanker kolon, kanker paru paru, kanker payudara dan berbagai sel kanker lainnya. Berdasarkan penelitian dari Cancer Chemoprevention Research Center Universitas Gajah Mada (CCRC-UGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLaughlin menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker. Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak <20 g/mL, sedangkan ED50 senyawa murni Cuma < 4 g/mL. Artinya dengan dosis rebusan 10 15 daun sirsak masih aman dikonsumsi. Kandungan daun tanaman sirsak yang efektif memberantas sel kanker adalah terdapatnya senyawa acetogenin yang merupakan senyawa poliketida dengan struktur C-34 atau C-37 rantai karbon tidak bercabang yang terikat pada gugus 2-propanol pada C-2 untuk membentuk suatu lakton. Senyawa annonaceous acetogenins yang terkandung didalam daun sirsak bersifat sitotoksik bagi sel kanker dan tumor. Cara kerja senyawa acetogenins dijelaskan Prof.Amzu adalah dengan memblokir transportasi ATP ( adenosin trifosfat) dalam sel kanker. Pada pembahasan sebelumnya telah dikemukakan bahwa senyawa acetogenin pada daun sirsak ini dapat dipisahkan dengan metode ekstraksi. Namun diperkirakan metode tersebut belum bisa memisahkan senyawa senyawa dengan sifat yang sangat mirip, sehingga diduga pada hail pemisahannya masih mengandung komponen lain. Oleh sebab itu pada pembahasan kali ini saya

mencoba merancang sebuah metode pemisahan dengan memanfaatkan metode kromatografi untuk memisahkan senyawa acetogenin pada daun sirsak, karena metode kromatografi diduga efektif untuk memisahkan senyawa senyawa yang mirip sifat fisika dan sifat kimianya. Metode kromatografi mempunyai prinsip distribusi campuran pada fasa gerak dan fasa diam. Perbedaan sifat kimia suatu komponen dengan komponen lain pada sebuah campuran dalam hal kemampuan terserap senyawa pada fasa diam akan menyebabkan komponen akan terpisah dari campurannya dengan membentuk pita pita yang nantinya akan dikeluarkan dari kolom dalam keadaan terpisah sesuai kemampuan terserapnya tadi. Senyawa dengan kemampuan terserap yang kurang pada fasa diamnya akan keluar terlebih dahulu dari kolom kromatografi. Untuk pembahasan ini akan dikhususkan pada penggunaan salah satu jenis metode kromatografi yaitu kromatografi kolom. Seperti telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa senyawa acetogenin ini larut dalam fraksi pelarut methanol 90%. Oleh sebab itu pada proses ini fasa gerak yang akan digunakan adalah methanol sedangkan fasa diam yang akan digunakan adalah fasa diam buatan pabrik yang mengandung alumina. Karena methanol merupakan pelarut dengan kekuatan elusi pada alumina yang cukup tinggi seperti yang terlihat dalam table 12.1, sehingga diharapkan pada proses pemisahan ini nantinya akan didapatkan hasil dengan puncak puncak pemisahan yang tinggi dan tidak terjadi pelebaran pita yang besar. Untuk rangkaian proses pemisahan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. Pertaman tama harus disiapkan rangkaian alat metode kromatografi yang meliputi kolom yang diisi dengan fasa diam serta wadah untuk memadahi eluat yang nantinya keluar dari kolom setelah proses pemisahan yang telah dihubungkan pada perangkat computer sebagai detector. Kemudian dibuat ekstrak dari daun sirsak tersebut dengan cara melarutkan daun sirsak yang telah dikeringkan dengan pelarut methanol. Kemudian ekstrak dipisahkan dengan penyaringan. Setelah proses penyaringan selesai dan ekstrak tersebut terpisah antara filtrate dan residu atau pengotornya maka akan dilanjutkan proses pemisahan dengan kromatografi kolom. Filtrate yang mengandung ekstrak daun sirsak tadi dilewatkan pada kolom yang telah diisi dengan fasa diam tadi. Kemudian senyawa senyawa pada ekstrak daun sirsak tadi akan membentuk pita pita sesuai kemampuan masing masing komponen dalam campuran pada ekstrak daun sirsak terserap pada fasa diamnya. Kemudian komponen komponen tadi akan keluar dari kolom

dalam keadaan terpisah. Pada proses ini diharapkan hasil yang diperoleh adalah senyawa acetogenin dapat terpisah dari campurannya. Rangkaian proses ini dapat dijelaskan melalui gambar 1.1 dibawah. Pada saat proses elusi tadi berlangsung proses tersebut akan dikontrol dengan menggunakan detector yang disambungkan pada perangkat computer. Sehingga proses terbentuknya puncak puncak dalam proses elusi tersebut dapat diketahui apakah metode yang telah digunakan sudah sesuai untuk memisahkan senyawa acetogenin dari ekstrak daun sirsak. Untuk perencanaan lebih lanjut diharapkan senyawa acetogenin hasil pemurnian ini dapat dimanfaatkan sebagai obat penyembuh atau obat pencegah kanker melalui proses lebih lanjut.

gambar 1.1 Contoh Rangkaian Proses Pemisahan dengan Metode Kromatografi

Daftar Rujukan
Wonorahardjo, Surjani. 2013. Pemisahan Kimia. Malang: Surjani Wonorahardjo. Gunawan, Tata. 2013. Kandungan Kimia dan Manfaat Daun Sirsak, (Online), (http://tanamanobatherbal.blogspot.com/2013/03/kandungan-kimia-dan-manfaat-daunsirsak.html/journal/item/1, diakses 8 Mei 2013). wikipedia. 2013.Acetogenin, (Online),(http://en.wikipedia.org/wiki/Acetogenin/1, diakses 8 Mei 2013). Farida, Sofa. 2013.Sirsak (Annona muricata L.) (Online),( http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=2285, diakses 8 Mei 2013).