Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Etika menjadi suatu hal penting yang terdapat di masyarakat luas. Berbagai aspek kehidupan menjadikan etika sebagai salah satu komponen penting dalam menjalankan aktivitasnya,hal ini dapat diketahui dari banyaknya etika yang di masukan kedalam undang-undang. Etika sendiri akan sangat berpengaruh terhadap respon masyarakat terhadap kegiatan yang kita lakukan. Etika juga erat kaitannya dengan segala profesi. Semua profesi diharapkan mampu memiliki standar etika tersendiri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap profesinya. Etika dapat memandu seluruh anggotanya dalam menjalankan tugas atau tanggung jawab dan dalam hubungan mereka dengan kelompok atau entitas entitas yang lainnya yang berhubungan langsung dengan mereka. Etika juga dipercaya dapat menimbulkan keteraturan di masyarakat. Namun ada kalanya etika yang telah ditetapkan dan telah disetujui bersama dilanggar hanya karena adanya keuntungan pribadi yang ingin diperoleh atau karena alasan lain yang mengakibatkan oknum tersebut tidak lagi memperoleh hak untuk terus menjalankan usaha atau kegiatanya sebagai salah satu anggota pembuat kode etik tersebut. Seperti halnya ikatan akuntan publik Indonesia, masih banyak oknum oknum anggota IAI yang melanggar kode etik yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Sehingga hal ini menimbulkan ketertarikan penulis untuk dapat menganalisis salah satu artikel tentang pelanggaran kode etik akuntan publik Indonesia yang berjudul Menkeu Bekukan Izin 2 KAP dan 2 Akuntan Publik yang diambil dari

http://finance.detik.com/read/2009/05/16/115233/1132429/4/menkeu-bekukan-izin-2kap-dan-2-akuntan-publik. Diharapkan dari hasil analisis penulis dapat diketahui latar belakang pelanggar dan solusi untuk mencegah hal ini terulang kembali di kemudian hari.

B. Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang ,kami mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah: 1. Kode etik apa yang dilanggar ? 2. Apa dasar hukum yang memberatkan pelaku pelanggaran kode etik? 3. Apa sanksi yang diberikan terhadap pelaku pelanggaaran kode etik ? 4. Apakah solusi yang efektif untuk mencegah kejadian ini terulang ?

C. Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain: 1. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Auditing I. 2. Untuk mengetahui latar belakang pelaku pelanggar kode etik yang ada pada artikel. 3. Untuk menganalisis dan mencari solusi yang efektif agar tidak terjadi kejadian yang sama di kemudian hari.

D. Metode Penulisan Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah : 1. Dalam metode ini kami membaca buku-buku yang berkaitan dengan penulisan makalah ini yaitu telaah pustaka antara lain berupa Hardcopy seperti buku. 2. Sebagai refensi juga diperoleh dari situs web internet yang membahas mengenai etika professional,kode etik Ikatan Akuntan Indonesia,aturan etika kompartemen akuntan public dan juga standar professional akuntan public.

BAB II PEMBAHASAN

A. Penjelasan Singkat Masalah Utama pada Artikel Pada tahun 2009 menteri keuangan yang saat itu menjabat Sri Mulyani membekukan 2 Kantor Akuntan Publik dan 2 Akuntan publik. Kedua KAP yang dibekukan izinnya adalah KAP Heriyono ,SE dan KAP Nasrul Effendi & Rekan. Berdasarkan keputusan menteri keuangan nomor 338/KM.1/2009 tanggal 30 maret 2009 KAP Heriyono,SE dibekukan izinnya selama tiga bulan. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 389/KM.1/2009 tanggal 2 april 2009 resmi membekukan izin dari KAP Nasrul Effendi & Rekan. KAP Nasrul Effendi & Rekan dibekukan selama tiga bulan. Selain pembekuan izin dua KAP oleh menteri keuangan Sri Mulyani,menteri keuangan juga membekukan izin dua orang akuntan public yaitu Akuntan Publik Heriyono SE. Selain Akuntan Publik Heriyono SE masih terdapat satu akuntan public yang mendapat sanksi pembekuan izin yaitu Akuntan Publik Drs. Nasrul Amri dikenakan sanksi pembekuan selam 6 bulan berdasarkan alasan AP tersebut melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pembatasan masa pemberian jasa sesuai yang diatur di pasal (3) ayat (1) peraturan menteri keuangan(PMK) nomor : 17/PMK.01/2008.

B. Penyebab Pembekuan Izin KAP dan AP 1. Berdasarkan keputusan menteri keuangan nomor 338/KM.1/2009 tanggal 30 Maret 2009 KAP Heriyono,SE dibekukan izinnya selama tiga bulan. Pembekuan izin operasi KAP ini disebabkan karena KAP dimaksud tidak menyampaikan laporan kegiatan usaha dan keuangan KAP tahun takwim selama tiga tahun berturut-turut yaitu tahun 2004,2005,dan 2006,setelah sebelumnya dikenai sanksi peringatan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 48 bulan terakhir. 2. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 389/KM.1/2009 tanggal 2 April 2009 resmi membekukan izin dari KAP Nasrul Effendi & Rekan. KAP Nasrul Effendi & Rekan dibekukan selama tiga bulan,alasan yang melandasi pembekuan izin tersebut adalah KAP Nasrul Effendi & Rekan melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pasal 3 ayat(1) peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor : 17/PMK.01/2008 tentang jasa

akuntansi public. Yaitu memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan PT.Korea Antar lestari lebih dari 6 tahun buku berturut-turut dari tahun 2001 sampai dengan 2007. 3. Akuntan Publik Heriyono SE pembekuan izin tersebut masih berhubungan dengan sanksi lanjutan dari pembekuan KAP Heriyono SE sesuai dengan Pasal 71 ayat (3) peraturan menteri keuangan (PMK) nomor : 17/PMK.01/2008 tentang jasa akuntan public,bahwa izin AP pemimpin KAP dibekukan apabila izin usaha KAP dibekukan. 4. Berdasarkan keputusan menteri keuangan nomor : 389/Km.01/2009 tanggal 15 April 2009, yaitu Akuntan Publik Drs. Nasrul Amri dikenakan sanksi pembekuan selama 6 bulan berdasarkan alasan AP tersebut melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pembatasan masa pemberian jasa sesuai yang diatur di pasal (3) ayat (1) peraturan menteri keuangan(PMK) nomor : 17/PMK.01/2008 tentang jasa akuntan public dengan memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan lebih dari 3 tahun buku berturutturut,terhadap PT.Angka Wijaya Sentosa dan Cirleka Indonesia,PT Ryorongkor,PT Pasaman & Soeparma dan Tekma Yasa Konsultan,PT Merpati Internet Mandiri serta PT.Korra Antar lestari hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 354/KM.1/2009 tanggal 2009.

C. Sanksi yang diberikan 1. Untuk KAP Heriyono SE dan KAP dan KAP Nasrul Effendi & Rekan mendapat sanksi yaitu pembekuan izin selama tiga bulan . 2. Untuk Akuntan public Heriyono SE mendapat sanksi pembekuan izin selama tiga bulan sesuai dengan pembekuan KAP yang dipimpinnya. 3. Sedangkan untuk akuntan public Drs. Nasrul Amri mendapat sanksi pembekuan izin selama 6 bulan terkait pelanggaran yang dilakukan. 4. Dengan pembekuan izin tersebut maka KAP Heriyono SE dan KAP Nasrul Effendi & rekan tidak dapat menjalankan dan memberikan jasanya sebagaimana dimaksud dalam peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor : 17/PMK.01/2008 tentang jasa akuntan public dan pasal 2 peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor : 17/PMK.01/2008 tentang jasa akuntan publik .

D. Analisis Masalah Masalah yang terdapat pada artikel yang dimuat dalam Detik finance terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh KAP dan AP yang berujung pada Pembekuan izin dari KAP Heriyono SE dan KAP Nasrul Effendi & Rekan,serta pembekuan izin AP Heriyono SE dan AP Drs. Nasrul Amri Pelanggaran tersebut menyangkut beberapa hal yang menjadi pokok utama profesi akuntansi yaitu mengenai Standar Profesional Akuntan Publik dan Kode Etik Akuntan Publik Indonesia.

1) Kasus Pembekuan Izin KAP Heriyono SE Pembekuan izin KAP Heriyono SE dikarenakan selama tiga tahun berturut-turut tidak melampirkan laporan kegiatan usaha dan keuangan KAP tahun takwim dan telah melalui tahap peringatan sebanyak tiga kali dan dalam jangka waktu 48 bulan terakhir namun tetap tidak di hiraukan. Hal ini dapat dikatakan merupakan pelanggaran mengenai standar professional akuntan public yaitu standar aatestasi,dimana standar atestasi adalah standar yang menyatakan apakah suatu entitas telah berjalan sesuai ketentuan. Dimana pada kasus ini laporan usaha dan keuangan KAP merupakan ketentuan wajib yang harus disampaikan oleh Kantor Akuntan Publik ( KAP ) yang harus dipenuhi oleh suatu KAP di Indonesia. Selain itu hal ini juga melanggar kode etik akuntan indonesia yaitu menyangkut aturan kompartemen akuntan public dimana terdapat poin standar umum dan prinsip akuntansi,dalam standar umum ditentukan bahwa anggota KAP maupun AP harus mematuhi aturan atau standar yang berlaku,serta melanggar standar pengendalian mutu yang harus ditaati dan dilaksanakan segala ketentuan yang ada. Selain melanggar aturan kompartemen akuntan public pada kasus ini dapat diidentifikasi bahwa KAP Heriyono SE telah melanggar prinsip-prinsip yang terdapat pada kode etik Akuntan Publik Indonesia yaitu prinsip ketujuh yang memuat mengenai perilaku professional dalam prinsip ini dinyatakan bahwa KAP dan AP harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Selain itu KAP tersebut juga telah melanggar prinsip kedelapan yaitu standar teknis yang menyatakan bahwa KAP dan AP harus mentaati standar teknis dan standar professional yang ditetapkan oleh IAI,International federation of accounting

,badan yang berwenang dan peraturan perundang-undangan dimana pada kasus ini KAP heriyono SE telah melanggar UU RI nomor 5 tahun 2011 tentang akuntan public.

2) Kasus KAP Nasrul Effendi & Rekan Pembekuan KAP Nasrul Effendi & Rekan dikarenakan adanya pelanggaran yang dilakukan dengan memberikan jasa audit atas laporan keuangan PT. Korra Antarlestari lebih dari 6 tahun buku berturut-turut dari tahun2001 hingga tahun 2007,hal ini jelas telah melanggar standar professional dan kode etik akuntan public di Indonesia. Pelanggaran pertama terkait standar professional akuntan public yaitu melanggar standar auditing dimana pada standar auditing yang terdapat pada standar professional Akuntan Publik telah ditetapkan segala ketentuan yang berlaku terkait pemberian jasa,hal ini juga terdapat pada peraturan menteri keuangan Nomor : 17/PMK.01/2008 tentang jasa akuntan public dimana hal tersebut terdapat pada pasal 3 yang menjelaskan tentang batas waktu dari pemberian jasa yang ditentukan untuk KAP paling lama 6 tahun buku berturut-turut untuk batas waktu sedangkan KAP Nasrul Effendi & Rekan memeberikan jasa tersebut melampaui waktu yang diatur dalam peraturan menteri yang telah ditetapkan. Selain itu hal ini juga tentu melanggar standar pengendalian mutu sebuah KAP dimana seluruh KAP diwajibkan untuk mematuhi standar yang relevan yang telah ditetapkan oleh badanbadan yang berwenang. Selain Standar Profesional Akuntan Publik yang telah dilanggar KAP Nasrul Effendi ini telah melanggar Kode Etik Akuntan Publik Indonesia dimana KAP tersebut telah melanggar beberapa prinsip etika profesi akuntan indonesia dan aturan kompartemen akuntan public. Dimana dalam prinsip etika profesi terdapat tanggung jawab profesi pada prinsip kesatu yang berarti bahwa dalam menjalankan tugasnya dimana anggota KAP harus mampu bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan dan pemakai jasa,sehingga KAP tersebut telah melanggar prinsipkesatu denganadanya keterlambatan dalam pemberian jasa. Selain itu juga terdapat pelanggaran pada prinsip ketiga integritas dimana dalam menjalankan tanggung jawabnya KAP harus menjalankan dengan integritas tinggi hal ini tidak terjadi pada KAP nasrul Effendi yang telah mengabaikan pembatasan waktu untuk penyerahan jasa kepada pemakaijasa. Hal ini membutikan bahwa integritas dari KAP Nasrul Effendi rendah. Terdapat prinsip lain

yang juga dilanggar oleh KAP Nasrul Effendi adalah perilaku professional dengan adanya keterlambatan penyerahan jasa maka ini membutikan bahwa KAP Nasrul Effendi belum dapat beriskap Profesional dan juga belum mematuhi prinsip kedelapan mengenai standar teknis. Dimana standar teknis menyatakan tentang ketentuan yang harus dipenuhi dan hal ini menunjukan bahwa KAP tersebut telah melanggar peraturan menteri keuangan Nomor : 17/PMK.01/2008 tentang jasa akuntan publik yang telah ditetapkan oleh Menteri keuangan.

3) Kasus Pembekuan Akuntan Publik Heriyono SE Dalam kasus ini dapat ditentukan bahwa terdapat pelanggaran terhadap standar professional akuntan public,dan kode etik akuntan public. AP Heriyono SE dianggap tidak mematuhi Pasal 71 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor:

17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, bahwa izin AP Pemimpin KAP dibekukan apabila izin usaha KAP dibekukan yang mengartikan bahwa AP Heriyono SE telah melanggar standar auditing,standar pengendalian mutu serta terdapat pelanggarn pada beberapa prinsip dan aturan kompartemen yang menyatakan tentang sikap professional,mematuhi standar relevan yang berlaku dan tanggung jawab profesi.

4) Kasus Pembekuan Akuntan Publik Drs. Nasrul Amri Pengenaan sanksi ini disebabkan karena AP tersebut melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pembatasan masa pemberian jasa yang diatur Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, dengan memberikan jasa 'audit umum atas laporan keuangan lebih dari 3 tahun buku berturut-turut, terhadap PT. Angka Wijaya Sentosa dan Cirleka Indonesia, PT Ryorongkor, PT Pasaman & Soeparma dan Tekma Yasa Konsultan, PT Merpati Internet Mandiri, serta PT Korra Antarlestari. Hal ini telah melanggar standar auditing,standar atestasi,kode etik akuntan public Indonesia yaitu melanggar prinsip-prinsip etika profesi yaitu melanggar prinsip pertama Tanggung Jawab Profesi,prinsip ketiga Integritas,prinsip ketujuh perilaku professional,dan prinsip kedelapan standar teknis.

E. Solusi Pencegahan 1. Hendaknya dilakukan pengendalian preventif dengan adanya pemeriksaaan rutin oleh pihak yang berwenang dan audit KAP yang dilakukan dalam periode tertentu dengan waktu yang teratur. 2. Terdapat evaluasi dengan jadwal teratur sehingga ada perbaikan yang mampu meminimalisir terjadinya pelanggaran oleh KAP dan AP. Dan juga adanya perbaika kebijakan-kebijakan mengenai KAP dan AP. 3. Hendaknya Kementrian Keuangan Republik Indonesia dapat memberikan sanksi tegas terhadap para KAP dan AP yang melakukan pelanggaran sehingga mampu menimbulkan efek jera pada KAP dan AP yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan 1. Etika professional pada akuntan publik seharusnya disusun untuk mengatur tingkah laku dan perilaku anggotanya dalam menjalankan kewajibannya dalam menjalankan profesinya.

DAFTAR PUSTAKA

Qomariyah, Nurul (2009). Menkeu Bekukan Izin 2 KAP dan 2 Akuntan Publik. Dilihat pada tanggal 12 Maret 2013 http://finance.detik.com/read/2009/05/16/115233/1132429/4/menkeu-bekukan-izin-2-kapdan-2-akuntan-publik

LAMPIRAN

Menkeu Bekukan Izin 2 KAP dan 2 Akuntan Publik


Nurul Qomariyah - detikfinance Sabtu, 16/05/2009 11:52 WIB Jakarta - Menteri Keuangan membekukan dua izin Kantor Akuntan Publik (KAP) dan dua izin Akuntan Publik (AP). Menkeu juga memberikan persetujuan kepada empat Akuntan Publik setelah dikenakan sanksi untuk aktif kembali memberikan jasa Dua KAP yang dibekukan izin usahanya adalah: 1. KAP Heriyono, SE berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 338/KM.1/2009 tanggal 30 Maret 2009 untuk jangka waktu 3 bulan. "Pembekuan izin ini disebabkan karena KAP dimaksud sebelumnya telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 48 bulan terakhir yaitu tidak menyampaikan laporan kegiatan usaha dan keuangan KAP tahun takwim 2004, 2005, dan 2006," jelas Kepala Biro Humas Depkeu, Harry Soeratin dalam siaran persnya yang dikutip Sabtu (16/5/2009). 2. KAP Nasrul Effendi & Rekan dibekukan selama 3 bulan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 389/KM.1/2009 tanggal 2 April 2009. Pembekuan in dilakukan sebagai sanksi karena KAP Nasrul Effendi & Rekan melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, yaitu memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan PT. Korra Antarlestari lebih dari 6 tahun buku berturut-turut, dari tahun 2001 hingga 2007. Sedangkan 2 Akuntan publik yang dibekukan izinnya adalah: 1. Akuntan Publik Heriyono, SE, yang dikenai sanksi pembekuan selama 3 bulan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 389/Km.01/2009 tanggal 15 April 2009. Pembekuan ini sebagai sanksi lanjutan dari pembekuan KAP Heriyono, SE, sesuai dengan Pasal 71 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, bahwa izin AP Pemimpin KAP dibekukan apabila izin usaha KAP dibekukan.

2. Akuntan Publik Drs. Nasrul Amri dikenakan sanksi pembekukan selama 6 bulan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 354/KM.1/2009 tanggal 2 April 2009. Pengenaan sanksi ini disebabkan karena AP tersebut melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pembatasan masa pemberian jasa yang diatur Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, dengan memberikan jasa 'audit umum atas laporan keuangan lebih dari 3 tahun buku berturut-turut, terhadap PT. Angka Wijaya Sentosa dan Cirleka Indonesia, PT Ryorongkor, PT Pasaman & Soeparma dan Tekma Yasa Konsultan, PT Merpati Internet Mandiri, serta PT Korra Antarlestari. "Selama masa pembekuan KAP dilarang memberikan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, wajib memelihara Laporan Audit Independen, kertas kerja pemeriksaan dan dokumen lainnya, dan tetap bertanggung jawab atas jasa-jasa yang telah diberikan," jelas Harry. Bagi AP yang dibekukan, selama masa pembekuan AP dilarang memberikan jasa sebagaimana dimaksud Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik, dilarang menjadi pemimpin dan/atau pemimpin rekan dan/atau pemimpin cabang KAP, wajib mengikuti Pendidikan Profesional berkelanjutan (PPL), dan tetap bertanggung jawab atas jasa-jasa yang telah diberikan. Sementara itu, Akuntan Publik yang telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan untuk aktif kembali memberikan jasa setelah dikenakan sanksi pembekuan izin adalah AP Drs. Muhammd Zen, AP Drs. Sofyan Syafri Harahap, MS. Acc, AP Drs. Agus Ubaidillah, dan AP Drs. Victor Tuntun Hatorangan Pandjaitan, M. Si.