Anda di halaman 1dari 14

Sofyan Hasan dr, Sp.

Definisi
Penyakit paru yang ditandai oleh hambatan aliran

udara yang tidak reversibel

Faktor Resiko
Faktor host

Faktor eksogen
Rokok, cerutu, pipa Dust Chemical Polusi udara (indoor & outdoor)

Genetik Hipereaktivitas bronkus Gender : pria >> Atopi dan asma

Patogenesis
Keradangan kronis saluran nafas,parenkim paru sampai struktur vaskuler paru Peningkatan makrofag, limfosit T dan netrofil Leukotrien B4, IL8, TNF alfa Merusak struktur paru (saluran nafas, parenkim paru dan vaskuler paru)

Gejala Klinis
Keluhan Sesak nafas progresif Batuk kronis Suara mengi (wheezing) Batuk darah Nyeri dada Anoreksia BB turun

Pemeriksaan fisik (tergantung derajat hambatan) Inspeksi : Penggunaan otot nafas bantuan, pursed lips breathing Palpasi : JVP , hepar teraba (bila sudah terjadi decomp cordis) Perkusi : hiperinflasi Auskultasi : suara nafas , wheezing ekspirasi Tanda-tanda decomp cordis : edema tungkai dll

Gold standard dengan pemeriksaan faal paru (spirometri) Post bronkodilator FEV1/FVC < 70 % = Obstruksi reversibel parsial FEV1 meningkat < 10-15% atau < 200 ml

Diagnosa banding
Asma bronkial
Gagal jantung kongestif Bronkiektasis Tuberkulosis

Penatalaksanaan
Bronkodilator

Agonis beta 2 : salbutamol, terbutalin, fenoterol, salmeterol, formoterol Antikolinergis : ipratropium bromide, tiotropium bromide Derivat xantine : aminophyllin, theophyllin

Terapi inhalasi lebih dianjurkan


Kortikosteroid Mukolitik dan expectoran

Eksaserbasi akut
Perburukan gejala dibanding sebelumnya Gejala : Sesak nafas bertambah Produksi sputum meningkat Perubahan warna sputum (purulen) Penyebab terbanyak karena infeksi saluran nafas

Tatalaksana eksaserbasi akut


Oksigen terkontrol Oksigen nasal 1-2 l/menit sasaran : PaO2 60-65 mmHg atau SaO2 > 90% 2. Bronkodilator kombinasi agonis beta 2 + antikolinergi 3 4x sehari
1.

3. Antibiotik bila eksaserbasi karena infeksi bakteri 4. Mukolitik dan ekspektoran 5. Kortikosteroid (pada eksaserbasi berat) 6. Monitor cairan dan elektrolit 7. Nutrisi diet tinggi protein, >1,5 mg/kgBB/hari

Komplikasi
Gagal nafas
Infeksi berulang Kor pulmonale

TERIMA KASIH