Anda di halaman 1dari 2

PRINSIP PENATALAKSANAAN(1,2) Pada prinsipnya, penatalaksanaan tuberkulosis tulang belakang harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghentikan progresivitas

penyakit serta mencegah paraplegia.

Penatalaksanaan terdiri atas : 1. Terapi Konservatif a. Tirah baring. b. Memperbaiki keadaan umum penderita antara lain dengan nutrisi yang bergizi. c. Pemasangan brace pada penderita untuk stabilisasi tulang belakang. d. Pemberian obat anti tuberkulosa selama kurang lebih 1 tahun yang terdiri atas:
Nama Obat Dosis Dewasa/Hari Dosis Maksimum/Hari 600mg 300-400mg 2 gram 1 gram 2,5 gram Efek Samping Hepatitis, febris, diskolorasi jingga pada urin Hepatitis, neuropati perifer Hepatotoksisitas, artralgia, skin rash Ototoksisitas, nefrotoksik Neuritis optik, skin rash hiperurisemia,

Rifampisin Isoniazid Pirazinamid Streptomisin Etambutol

10mg/kgBB p.o 5mg/kgBB p.o 12-30mg/kgBB p.o 15mg/kgBB IM 15-25 mg/kgBB p.o

Kriteria penghentian pengobatan yaitu apabila keadaan umum penderita bertambah baik, LED menurun dan menetap, gejala klinis berupa nyeri dan spasme berkurang, serta gambaran radiologik ditemukan adanya union pada vertebra. 2. Terapi Operatif Indikasi operasi yaitu : a. Bila dengan terapi konservatif selama 3-4minggu, pasien tidak memberikan respon yang baik. b. Diagnosa yang meragukan sehingga diperlukan untuk melakukan biopsi. c. Adanya abses yang besar sehingga diperlukan drainase abses secara terbuka dan sekaligus debridement serta bone graft.

d. Pada pemeriksaan radiologis baik dengan foto polos, mielografi, ataupun pemeriksaan CT dan MRI ditemukan adanya penekanan langsung pada medula spinalis.

1. Rasjad C. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Ed.2. Makassar: Bintang Lamumpatue; 2003. 2. Salter RB. Tuberculous Osteomyelitis. In : Textbook of Disorders and Injuries of The Musculoskeletal System. 3rd ed. Baltimore : Williams & Wilkins, 1999 : 228-31.