Anda di halaman 1dari 10
Page 1
Page 1

Page 1

Facts

Facts Page 2

1.

Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi pada saat yang bersamaan sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama dan pada tempat yang sama.

2.

Arah medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang

3.

Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang tranversal

4.

Mengalami peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi juga polarisasi

5.

Besar medan listrik dan medan magnet (E=cB)

6.

Tidak dipengaruhi oleh medan listrik dan medan magnet karena gelombang elektromagnetik tidak memiliki muatan

7.

Kecepatan dalam ruang hampa sama dengan kecepatan di udara 3 x 10 8 m/s.

8.

C= cepat rambat gelombang elektromagnetik ε = permitivitas vakum = 8,85 418 x 10 C N
C= cepat rambat gelombang elektromagnetik ε = permitivitas vakum = 8,85 418 x 10 C N

C= cepat rambat gelombang elektromagnetik ε 0 = permitivitas vakum = 8,85 418 x 10 -12 C 2 N -1 m -2 μ0= permeabilitas vakum = 4πx10-7 Wb A -1 m -1

C= cepat rambat gelombang elektromagnetik ε = permitivitas vakum = 8,85 418 x 10 C N

Perbandingan amplitudo kuat medan

listrik dan kuat medan magnet sama denagn kecepatan cahaya

;;;ggggggg

Difraksi iyalah penyebaran <a href=gelombang , contohnya cahaya , karena adanya halangan. Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip Huygens . Pada animasi pada gambar sebelah kanan atas terlihat adanya pola gelap dan terang, hal itu disebabkan wavelet-wavelet baru yang terbentuk di dalam celah sempit tersebut saling ber interferensi satu sama lain. Page 6 " id="pdf-obj-5-2" src="pdf-obj-5-2.jpg">

Difraksi iyalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan. Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip Huygens. Pada animasi pada gambar sebelah kanan atas terlihat adanya pola gelap dan terang, hal itu disebabkan wavelet-wavelet baru yang terbentuk di dalam celah sempit tersebut saling berinterferensi satu sama lain. Page 6

Interferensi

Cahaya

Polarisasi

Cahaya

pustaka

Vacuum permeability is derived from production of a magnetic field by an electric current or by a moving electric charge and in all other formulas for magnetic-field production in a vacuum. In the reference medium of classical vacuum, µ 0 has an exact defined value: [1][2]

µ 0 = 4π×10 7 V·s/(A·m)

1.2566370614...×10

6 H·m 1 or N·A 2 or

T·m/A or Wb/(A·m) in the SI system of units.

The value of ε 0 is defined by the formula [3] where c 0 is the defined value for the speed of light in classical vacuum in SI units, [4] and μ 0 is the parameter that international Standards Organizations call the "magnetic constant" (commonly called vacuum permeability). Since μ 0 has the defined value 4π × 10 7 H m 1 , [5] and c 0 has the defined value 299792458 m·s 1 , [6] it follows that ε 0 has a defined value given approximately by

ε 0

8.854187817620...

× 10 12 F·m 1 (or A 2 ·s 4 ·kg 1 ·m 3 in SI base units, or

C 2 ·N 1 ·m 2 or C·V 1 ·m 1 using other SI coherent units).

Page 10