Anda di halaman 1dari 9

OUTLINE

.Penjelasan Outline. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

- menceritakan secara jelas tentang alasan pemilihan judul penulisan ilmiah - menceritakan secara umum tentang sistem yang akan dibahas, baik sistem berjalan maupun sistem usulan secara global. 1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud Penulisan Ilmiah adalah : sebagai sumbangan pikiran dalam rangka memperbaiki bentuk sistem lama menjadi sistem baru yang lebih baik, dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada baik dilihat dari segi software, hardware maupun brainware Tujuan Penulisan Ilmiah adalah : sebagai salah satu syarat dalam rangka memperoleh gelar sarjana komputer pada Fakultas Universitas Gunadarma 1.3. Metode Penelitian

wawancara, observasi, questioner, monitoring, kepustakaan 1.4. Ruang Lingkup

Batasan sistem yang akan dibahas di dalam Penulisan Ilmiah ini yang dimulai dari proses apa..sampai dengan proses apa..(dijelaskan secara rinci) 1.5. SIstematika Penulisan

Penjabaran isi setiap BAB yang ditulis di dalam Penulisan Ilmiah secara global BAB II LANDASAN TEORI menjelaskan tentang konsep teori dan beberapa tools sistem yang digunakan dalam proses pembangunan atau pengembangan sistem informasi & perancangan program aplikasi secara umum, serta penulisan skripsi secara khusus. BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN 3.1. Umum - menceritakan secara rinci & detail sistem berjalan, mulai dari sistem secara umum sampai sistem secara khusus

- menjelaskan latar belakang pendirian organisasi/sejarah organisasi secara lengkap & benar - menjelaskan bentuk usaha/kegiatan organisasi (apakah perusahaan JASA,INDUSTRI, DAGANG). 3.2. Tinjauan Perusahaan - menceritakan tentang formatur atau bentuk organisasi dimana anda melakukan kegiatan KKP, (baca referensi buku manajemen umum) - menjelaskan tentang struktur organisasi dalam bentuk diagram/chart. - menjelaskan bentuk kebijakan organisasi serta job desciption dari setiap program atau unit yang ada pada struktur organisasi 3.3. Prosedur Sistem Berjalan -menceritakan bentuk alur logika sistem mulai dari awal s.d akhir dalam bentuk bisnis proses secara rinci dan detail yang diuraikan kedalam beberapa tahapan proses. 3.4. Data Flow Diagram Sistem Berjalan - menjelaskan bentuk dari maket sistem berjalan secara rinci dan detail ke dalam analisa terstruktur dengan menggunakan TOOLS sistem. - dibuat mulai dari diagram KONTEKS, diagram NOL s.d diagram DETAIL. 3.5. Kamus Data Sistem Berjalan - menjelaskan notasi elemen data data flow yang mengalir dalam DFD atau dokumen input & output sistem yang berjalan 3.6. Spesifikasi Sistem Berjalan - untuk penulisan skripsi yang sistem berjalannya sudah terkomputerisasi harus menjelaskan format atau bentuk dokumen input dan dokumen outputnya serta penjelasan mengenai spek file, spek program, struktur kode dan konfigurasi komputernya. 3.7. Permasalahan

- menjelaskan bentuk kendala di dalam sistem yang berjalan, baik secara umum maupun secara khusus, diihat dari kebutuhan informasinya, bentuk dokumen input/output serta alur logika sistemnya. 3.8. Alternatif Pemecahan Masalah - menjelaskan tentang solusi yang tepat dari kasus atau kendala yang terjadi di dalam sistem berjalan secara jelas & benar, yang mana solusi yang dikemukakan dilengkapi atas dasar analisa data sistem berjalan, opini penulis, buku referensi dan pengalaman yang ada serta pengalaman yang di dapat pada waktu melaksanakan KKP. BAB IV PERANCANGAN SISTEM USULAN 4.1. Umum - menceritakan secara rinci dan detail sistem yang akan diusulkan oleh penulis. - menjelaskan secara rinci tentang tujuan serta sasaran komputerisasi yang akan dibuat, baik secara umum maupun secara khusus. 4.2. Prosedur Sistem Usulan - menjelaskan bentuk alur logika sistem yang akan diusulkan mulai dari awal sampai dengan akhir, secara rinci, detail dan benar, yang diuraikan d alam beberaoa tahapan proses. 4.3. Diagram Alir Data Sistem Usulan - menjelaskan bentuk dari maket sistem ususlan secara rinci dan detail ke dalam analisa terstruktur dengan menggunakan TOOLS system. 4.4. Kamus Data Sistem Usulan - menjelaskan notasi elemen data data flow yang mengalir dalam DFD atau dokumen input & output sistem yang berjalan 4.5. Spesifikasi Rancangan Sistem Usulan

- menjelaskan tentang bentuk dokumen INPUT atau OUPUT yang akan diusulkan oleh penulis dalam sistem usulan - menjelaskan tentang SPEK.FILE dan SPEK. PROGRAM (coding script) yang akan diusulkan oleh penulis, termasuk struktur kode bila ada dan diperlukan. 4.6. Sarana Pendukung Sistem Usulan - menjelaskan tentang spesifikasi teknis perangkat keras dan perangkat lunak secara jelas dan benar sebagai sarana pendukung sistem yang akan diusulkan oleh penulis. 4.7. Jadwal Implementasi - menjelaskan tentang estimasi / perkiraan waktu kegiatan dalam rangkamenerapkan sistem yang akan diusulkan secara lengkap dan benar dalam bentuk GANT-CHART BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan - menjelaskan secara rinci dan detail tentang resume dari seluruh penulisan yang ada pada BAB-I, BAB-II, BAB-III dan BAB-IV. 5.2. Saran - menjelaskan mengenai bentuk kritik yang membangun serta usulan saran yang baik yang ditujukan kepada pihak lembaga atau perusahaan dimana anda melakukan KKP, seandainya sistem yang baru akan di implementasikan. Daftar Pustaka Daftar Riwayat Hidup Surat Keterangan Kuliah Kerja Praktek (KKP) Outline, atau biasa disebut kerangka karangan, adalah inti dari sebuah tulisan. Pendek ataupun panjang, fiksi ataupun non-fiksi, cerita lepas ataupun buku, selalu mengutamakan outline dalam prosesnya. Mengapa? Karena dengan outline, kita dapat mengetahui apa yang kita tulis, dan membuat tulisan kita itu lengkap. Cara terbaik untuk membuat outline, adalah dengan sistematika berikut ini,

Judul Tulisan I. Bab I a. Keterangan Bab I b. Keterangan Bab I II. Bab II a. Keterangan Bab II b. Keterangan Bab II III. Bab III a. Keterangan Bab III b. Keterangan Bab III IV. Bab IV a. Keterangan Bab IV b. Keterangan Bab IV V. Bab V, dst Bagi orang-orang yang pernah menyusun karangan ilmiah seperti skripsi, tugas akhir, laporan penelitian, dan sebagainya, pastinya sudah mengetahui sistematika seperti itu. Akan tetapi, bagi yang belum pernah menyusun, sistematika tersebut bisa dijadikan acuan. Untuk jenis tulisan apa sistematika tersebut digunakan? Jawabannya adalah, untuk tulisan jenis apa saja. Dalam artian, fiksi, maupun non-fiksi bisa menggunakan sistematika outline tersebut. Harap diingat, jenis tulisan yang berbeda, bukan berarti penyusunan outline juga berbeda. Susunan akan sama, mind mapping untuk menyusun outline pun sama, yang berbeda hanyalah isi dari outline, dan isi dari tulisan tersebut. Berikut, contoh outline dari tulisan non-fiksi, Tulisan non-fiksi, Judul : Sistem Kunci Kombinasi Digital BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi elektronika, terutama mikrokontroler dewasa ini semakin mempermudah manusia dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sehari-hari. Pada masalah sistem keamanan, kunci pintu adalah merupakan salah satu faktor utama yang cukup penting. Untuk sebuah rumah yang mempunyai banyak pintu, yang harus berada dalam keadaan terkunci setiap kali kita meninggalkannya maka akan dibutuhkan banyak kunci pula yang harus berada dalam saku kita. Dengan menggunakan kunci elektronik digital, permasalahan ini dapat kita atasi. Pengguna tidak perlu membawa berbagai macam kunci, cukup dengan memasukkan password yang sesuai maka pintu akan terbuka.

Semakin modern teknologi ternyata diikuti oleh semakin tinggi tingkat kriminal disuatu daerah. Tingkat kejahatan di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jenis kejahatan yang ditemukan juga semakin bertambah, dari pembunuhan, perampokan dan pencurian dan lain sebagainya. Misalnya tingkat pencurian dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Jenisnya pun semakin beragam, ada spesialis pencuri kendaraan, pencuri toko, pencuri rumah dan lain-lain. Masing-masing mempunyai keahlian tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi untuk menghindari pencuri, misalnya pencuri rumah, diperlukan teknologi pengaman rumah salah satunya adalah kunci rumah itu sendiri. Saat ini masih banyak sistem kunci yang menggunakan kunci konvensional, yaitu dengan menggunakan kunci dari logam. Sistem kunci seperti ini memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah mudah diduplikat, mudah rusak, ada kemungkinan hilang dan butuh

kunci yang banyak untuk pengguna yang banyak. Dan perlu kunci yang banyak pula untuk membuka beberapa pintu. Tentunya dengan menggunakan sebuah sistem kunci elektronik (digital), pengguna dapat meninggalkan rumah, lemari atau brankasnya dengan tenang, tanpa ada rasa khawatir kunci akan hilang. Pengguna cukup memiliki kode untuk mengakses sistem kunci miliknya. Apabila ada lebih dari satu pengguna, maka kode akses dapat dipakai bersama-sama.

1.2. Batasan Masalah Pembahasan pada makalah ini akan membahas seputar cara kerja, analisa rangkaian secara lebih spesifik. Makalah ini akan membahas tentang bagaimana alat ini bekerja sebagai aplikasi untuk melindungi rumah dan ruangan dari pencuri. Sistem pengaman rumah ini didukung oleh sebuah mikrokontroller AT89C2051, keypad sebagai input kode/ password, Buzzer dan LED sebagai indikator sistem saat itu, solenoid sebagai aktifator kunci, dan LCD sebagai penampil menu-menu sistem dan informasi sistem saat itu. Kode/ password yang digunakan berjumlah 4 digit, ini dimaksudkan agar pemakai tidak mudah lupa untuk mengingatnya.Batas kunci yang dipakai hanya dua kunci, ini dikarenakan keterbatasan pin pada mikrokontroller yang dipakai (mikrokontroller AT89C2051 mempunyai 20 pin).

1.3. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan: Memberikan solusi untuk sistem pengaman rumah yang efisien. Membuat sistem pengamanan rumah dengan biaya yang murah dan cukup efektif. Dari beberapa tujuan di atas diharapkan dapat memberikan solusi tentang aksi pencurian yang selama ini sering terjadi di lingkungan masyarakat.

1.4. Metode Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode studi pustaka dan metode studi lapangan. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan empat metode penulisan yaitu : Studi pustaka, dengan cara mengkaji literature yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas. Desain rangkaian / alat, dengan melakukan eksperimen terhadap alat yaitu pembuatan alat dan pemasangan komponen. Implementasi, dengan menerapkan alat-alat dan komponen yang akan digunakan dalam penelitian. Uji coba dan analisa alat.

1.5. Sistematika Penulisan Dalam Penulisan Ilmiah ini terdiri dari empat bab dan ditambah beberapa sub bab, guna mempermudah pembaca dalam memahami serta mengambil kesimpulan dari pembahasan di dalam makalah ini. Untuk memudahkan pembahasan masalah, maka penulisan ilmiah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan dibahas komponen-komponen utama dalam rangkaian yang dipergunakan dalam pembuatan kunci kombinasi digital ini, khususnya mikrokontroller AT89C2051. Selain itu juga dibahas teknik interfacing modul LCD 2x16, yang merupakan standar LCD yang banyak digunakan dalam aplikasi berbasis mikrokontroller. BAB III ANALISA ALAT DAN UJI COBA Pengoperasian dan Pengujian sistem, bab ini menjelaskan bagaimana alat ini dirancang, dibuat, diuji coba , dianalisa dan pengujian sistem yang membandingkan alat secara nyata. BAB IV PENUTUP Di dalam bab yang terakhir ini penulis berusaha mengambil kesimpulan - kesimpulan dari penulisan ini. Dan jika terdapat masalah atau kendala dalam pembuatan alat, pengoperasian alat serta hasil percobaan dapat diuraikan dimana letak kesalahan alat dan kekurangannya.