Anda di halaman 1dari 5

III. 3.

1 a) -

PROSEDUR PERCOBAAN Alat dan Bahan Alat Labu destilasi, berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat cair yang akan di destilasi. Termometer, biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi selama proses destilasi berlangsung, dan seringnya termometer yang digunakan harus berskala suhu tinggi di atas titik didih zat cair yang akan didestilasi. Termometer ini ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas reservoir sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. - Kondensor, memiliki 2 celah, yaitu celah masuk dan celah keluar Untuk aliran uap hasil reaksi, serta celah masuk dan celah keluar untuk aliran air pendingin. - Penangas air, berfungsi untuk memanaskan bahan pada labu distilasi. - Erlenmeyer, sebagai wadah penampung distilat (hasil distilasi). b) Bahan - Sampel, berupa metanol yang akan dimurnikan dari zat lainnya (impurities). - Kristal Kupri Sulfat Anhidrat (CuSO4), sebagai zat penguji adanya kandungan air pada hasil distilat.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Data Percobaan : - Suhu terjadinya tetesan pertama - Suhu selama distilasi berlangsung - Suhu ruang percobaan - Massa piknometer kosong - Massa piknometer + air - Massa piknometer + sampel awal - Massa piknometer + distilat - Massa piknometer + residu

: : : : : : : :

65 C 65 C 27 C 15,219 g 23,324 g 23,34 g 23,214 g 23,10 g

Berat Jenis Distilat = (massa piknometer + distilat) massa piknometer kosong Volume piknometer

Massa distilat = (massa piknometer + distilat) massa piknometer kosong = 23,324 g - 15,219 g = 7,995 g Berat Jenis Distilat = Massa distilat Volume piknometer = 7,995 g

10 mL = 0,7995 g/mL Dari percobaan didapatkan berat jenis dari distilat (metanol) adalah 0,7995 g/mL . Dan berdasarkan data dari literatur berat jenis dari distilat (metanol) adalah 0,7930 g/mL (tergantung kemurnian).

0,7920 g/mL -

4.2 Pembahasan Setelah semua alat dan bahan untuk distilasi normal telah tersedia. Laboran merangkai alat-alat tersebut sebuai skema alat. Dalam memasang alat ada hal yang harus diperhatikan, yaitu metode distilasi normal ini merupakan sistem tertutup. Dan jangan sampai ada celah dalam sistem ini, jika hal ini terjadi maka ada kemungkinan isi sampel dan uap dari pemanasan sampel akan terbawa keluar. Hal ini akan mengurangi keakuratan nantinya. Setelah memasukkan senyawa campuran, laboran memasukkan batu didih ke dalam labu ditilasi. Hal ini dilakukan agar selama proses distilasi berlangsung batu didih akan meratakan panas atau menyebabkan pemanasan atau pendidihan mejadi teratur dengan mengeluarkan sedikit demi sedikit selama proses pemanasan, serta menyerap panas. Selain itu batu didih juga berfungsi untuk mencegah terjadinya bumping (ledakan atau tumbukan suatu cairan selama penyulingan di bawah tekanan 1 atm). Ketika sampel telah mendidih, maka dari senyawa campuran itu yang pertama kali meguap adalah metanol (CH3-OH) pada suhu 65C. Hal ini diakibatkan karena diantara komponenkomponen yang terdapat pada sampel, metanol adalah komponen yang memilki titik didih terendah, yaitu 64 C-65 C. Pada proses distilasi, laboran harus tetap menjaga suhu agar tetap konstan, karena jika suhu telah melebihi titik didih terendah dari komponen yang akan dimurnikan (metanol), maka akan ada komponen-komponen lain yang akan ikut menguap. Dan hal ini akan mengurangi kesempurnaan laboran laboran dalam memurnikan salah satu komponen dari senyawa campuran karena telah bercampur dengan komponen lain yang juga ikut menguap. Ketika metanol menguap, uapan dari metanol akan bergerak ke arah pendingin (kondensor). Hal ini dapat terjadi karena suhu dan tekanan udara di labu distilasi lebih tinggi daripada suhu dan tekanan di kondensor, sehingga udara uap metanol akan bergerak ke dalam pendingin atau kondensor. Di dalam kondensor, yang selalu dialiri oleh air dari bawah ke atas sehingga suhuny tetap rendah dan dapat melakukan pendinginan dengan baik, uap metanol tersebut akan mengalami pengembunan (perubahan zat dari gas menjadi cair). Pada saat inilah uap metanol akan berubah kembali menjadi metanol dalam bentuk zat cair. Metanol dalam bentuk cair akan mengalir ke dalam erlenmeyer karena pendingin atau kondensor diposisikan miring ke bawah, sehingga metanol, berdasarkan sifat zat cair yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah, akan mengalir sepanjang kondensor dan kemudian akan tertampung di dalam erlenmeyer.

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari praktikum distilasi normal didapatkan berat jenis dari distilat (metanol) adalah 0,7995 g/mL . Dan berdasarkan data dari literatur berat jenis dari distilat (metanol) adalah 0,7920 g/mL 0,7930 g/mL (tergantung kemurnian). 5.2 Saran Setelah dilakukannya praktikum ini terdapat beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan. Pertama dan yang terpenting sekali adalah tentang keselamatan kerja di laboratorium. Distilasi ini dilakukan dengan memanfaatkan panas dari mantel pemanas. Meskipun cukup aman untuk pekerja, namun hal ini bisa menjadi potensi bahaya terhadap alat gelas yang digunakan. Pemasangan labu distilasi yang benar pada mantel harus diperhatikan. Karena kelalaian pada bagian ini bisa menyebabkan kerusakan pada alat gelas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemasangan rangkaian alat distilasi. Begitu juga dengan aliran air pendingin, perlu diperiksa dan diuji sebelum digunakan. Selain itu, pada pemasangan wadah penampung distilat, meskipun distilasi sederhana dilakukan dengan tekanan antara sistem dan lingkungan yang sama, kita perlu menutup dan memastikan tidak ada celah pada pemasangan wadah. Metanol yang didistilasi tersebut sangat mudah menguap. Apabila pada pemasangan wadah penampung dibiarkan terbuka, uap metanol yang tadinya telah terkondensasi dapat kembali menguap sebagian. Hal ini bisa mnyebabkan volume distilat jadi berkurang.

1.

2.

TUGAS SEBELUM PRAKTIKUM Apa kegunaan penambahan batu didih? Selama proses pemanasan, batu didih akan mengeluarkan udara sedikit demi sedikit sehingga pemanasan atau pendidihan menjadi teratur. Batu didih ini juga digunnakn untuk mencegah terjadinya bumping (ledakan atau tumbukan suatu cairan selama penyulingan di bawah tekanan 1 atm), jadi batu didihlah yang menyerap panas dan meratakan panas Bagaimana cara menentukan kemurnian distilat? Menambahkan kupri sulfat unhidrat (CuSO4). Dengan ini, pada distilat yang diperoleh, maka akan timbul dua macam warna sebagai patokan