Anda di halaman 1dari 3

A. Aplikasi Klinis Hitung Jenis Leukosit 1.

Neutrofilia Peningkatan jumlah netrofil (disebut netrofilia) dijumpai pada infeksi akut (lokal dan sistemik), radang atau inflamasi (reumatoid arthritis, gout, pneumonia), kerusakan jaringan (infark miokard akut, luka bakar, cedera tabrakan, pembedahan), penyakit Hodgkin, leukemia mielositik, hemolytic disease of newborn (HDN), kolesistitis akut, apendisitis, pancreatitis akut, pengaruh obat (epinefrin, digitalis, heparin,

sulfonamide, litium, kortison, ACTH) (Joice, 2007). Penurunan jumlah netrofil (disebut netropenia) dijumpai pada penyakit virus, leukemia (limfositik dan monositik), agranolositosis, anemia defisiensi besi (ADB), anemia aplastik, pengaruh obat (antibiotic, agen imunosupresif) (Joice, 2007). 2. Limfositosis Limfasitosis adalah jumlah limfosit yang meningkat terjadi pada infeksi kronis dan virus. Limfositosis berat umumnya disebabkan karena leukemia limfositik kronik. Limfosit mengalami penurunan jumlah (disebut leukopenia) selama terjadi sekresi hormon adenokortikal atau pemberian terapi steroid yang berlebihan (Ronald, 2004). Peningkatan jumlah limfosit dijumpai pada leukemia limfositik, infeksi virus (mononucleosis infeksiosa, hepatitis, parotitis, rubella, pneumonia virus, myeloma multiple, hipofungsi adrenokortikal. Penurunan jumlah limfosit dijumpai pada kanker, leukemia, hiperfungsi adrenokortikal, agranulositosis, anemia aplastik, sklerosis multiple, gagal ginjal, sindrom nefrotik, SLE (Ronald, 2004). 3. Monositosis Monositosis atau peningkatan jumlah monosit dapat dijumpai pada : penyakit virus (mononucleosis infeksiosa, parotitis, herpes zoster), penyakit parasitic (demam bintik Rocky Mountain, toksoplasmosis, bruselosis), leukemia monositik, kanker, anemia (sel sabit, hemolitik), SLE, arthritis rheumatoid, colitis ulseratif.Penurunan jumlah monosit dapat dijumpai pada leukemia limfositik, anemia aplastic ( Joice, 2007) 4. Eosinofilia Eosinofilia adalah peningkatan jumlah eosinofil yang dapat dijumpai pada alergi, pernyakit parasitic, kanker (tulang, ovarium, testis, otak), feblitis, tromboflebitis, asma, emfisema, penyakit ginjal (gagal ginjal, sindrom nefrotik). Penurunan jumlah eosinofil dapat dijumpai pada stress, luka bakar, syok, hiperfungsi adrenokortikal ( Joyce, 2007) 5. Basofilia

Peningkatan basofil dapat dijumpai pada proses inflamasi, leukemia, tahap penyembuhan infeksi atau inflamasi, anemia hemolitik didapat. Penurunan jumlah dapat dijumpai pada stress, reaksi hipersensitivitas, kehamilan, hipertiroidisme (Frances, 1992).

B. Aplikasi Klinis Hitung Jumlah Eritrosit 1. Polisitemia Polisitemia Vera adalah suatu keganasan derajat rendah sel-sel induk hematopoitik dengan karakteristik peningkatan jumlah eritrosit absolut dan volume darah total, biasanya disertai lekositosis, trombositosis dan splenomegali. Ditandai dengan peningkatan eritrosit >6 juta/mL, dan sediaan apus eritrosit biasanya normokrom, normositik kecuali jika terdapat transisi ke arah metaplasia mieloid. (Nilmar, 2008) 2. Anemia Hemoragik Anemia hemoragik adalah anemia yang disebabkan oleh pengeluaran darah dari tubuh akibat pendarahan. Sehingga jumlah eritrosit akan berkurang drastis dengan sangat cepat. Perdarahan hebat merupakan penyebab tersering dari anemia ini. Jika kehilangan darah, tubuh dengan segera menarik cairan dari jaringan diluar pembuluh darah sebagai usaha untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terisi. Akibatnya darah menjadi lebih encer dan persentase sel darah merah berkurang. Pada akhirnya, peningkatan pembentukan sel darah merah akan memperbaiki anemia. Tetapi pada awalnya anemia bisa sangat berat, terutama jika timbul dengan segera karena kehilangan darah yang tiba-tiba, seperti yang terjadi pada: - Kecelakaan - Pembedahan - Persalinan - Pecahnya pembuluh darah. 3. Anemia Aplastik Anemia aplastik merupakan suatu kelainan primer sumsum tulang yang ditandai dengan gangguan pembentukan prekursor eritropoetik dimana sumsum tulang menjadi hipoplastik dan terjadi pansitopenia. Anemia aplastik disebabkan oleh dikarenakan cedera atau destruksi daripada stem sel pluripotensial yang dapat bersifat congenital, idiopatik atau dari pemakaian obat-obatan tertentu. Sehingga akan didapat jumlah eritrosit yang kurang dari normal. (Sudoyo, Aru W.dkk, 2009)

DAFTAR PUSTAKA Joyce LeFever Kee. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik. Jakarta: EGC Frances K. Widmann, alih bahasa : S. Boedina Kresno dkk . 1992. Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium, edisi 9, cetakan ke-1. Jakarta:.EGC Ronald A. Sacher & Richard A. McPherson, alih bahasa : Brahm U. Pendit dan Dewi Wulandari, editor : Huriawati Hartanto. 2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Edisi 11Jakarta : EGC Sudoyo, Aru W. 2008. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi VJakarta: Interna Publishing Nilmar, Melfita. 2008. Polisitemia Vera. Repository Universitas Sumatera Utara. Diakses tanggal 15 September 2013.