Anda di halaman 1dari 38

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii PENDAHULUAN A. Latar Belakang.............................................................................................................1 B. Batasan Masalah.........................................................................................................13 C. Tujuan........................................................................................................................14 D. Waktu Pelaksanaan Observasi...................................................................................14 E. Metode Observasi......................................................................................................15 PEMBAHASAN A. B. C. D. E. F. G. H. Struktur Organisasi.......................................................................................................16 Identitas Bengkel..........................................................................................................19 Tugas Pengurus Bengkel..............................................................................................19 Tata Tertib Bengkel......................................................................................................22 Kondisi Umum Bengkel...............................................................................................23 Perawatan.....................................................................................................................26 Kelengkapan Bengkel...................................................................................................27 Tata bengkel.................................................................................................................28

PENUTUP A. Kesimpulan...................................................................................................................30 B. Saran dan Kritik............................................................................................................31 LAMPIRAN.............................................................................................................................32

ii

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Pemerintah menciptakan kebijaksanaan dalam pendidikan sebagai sarana

pengembangan bangsa, meliputi kemanusiaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan bangsa dan negara di masa yang akan datang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa sehingga benar-benar selaras dengan program pembangunan nasional dalam rangka mencapai tujuan nasional. Pendidikan nasional akan ditingkatkan menuju pengembangan kualitas dan kesepadanan kompetensi dasar dan kejuruan dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan di bidang pendidikan sekaligus mengantisipasi ketidakmampuan menjawab tantangan zaman. Sebagai salah satu wahana yang dijadikan penyiap tenaga terampil adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah Menengah Kejuruan merupakan lembaga pendidikan yang mencetak tenaga terampil untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja dengan pemenuhan kompetensi diberbagai pengembangan. Dalam hal ini Karier menjadi orientasi utama sebagian besar siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Untuk merencanakan kehidupan karier lebih baik, diperlukan suatu bimbingan yang memberikan bekal cukup kepada siswa. Bimbingan karier sebagai jembatan bagi siswa dalam mengetahui informasi karier yang ingin ditekuni oleh siswa agar siswa mandiri dalam memilih karier yang sesuai dengan kondisi diri siswa. Hal ini penting, mengingat kehidupan karier merupakan kehidupan yang akan dijalani siswa setelah lulus. Agar masa depan karier yang akan dijalani memberikan hasil yang memuaskan. Menurut Suharsimi Arikunto (1998:55) bahwa melalui bimbingan karier di SMK diharapkan siswa mampu untuk memahami dirinya, tingkat kemampuannya serta mampu mengetahui gambaran yang lengkap tentang karakteristik kariernya. Dengan adanya bimbingan karier disekolah, diharapkan dapat menumbuhkan profsionalisme dalam menghadapi dunia kerja dan kemandirian siswa dalam memilih karier yang akan dijalaninya nanti berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Menurut Prayitno, (1997:45) hakekat bimbingan karier kejuruan pada kurikulum SMK memberi tekanan utama pada penyiapan siswa untuk berkarier dan memasuki dunia kerja, disamping tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Manajemen Industri 1

Begitu pentingnya bimbingan karier di Sekolah Menengah Kejuruan dalam menciptakan kemandirian siswa dalam memilih karier dan berkarier, serta dapat memberikan gambaran dan harapan yang akan dicapai oleh siswa dimasa yang akan datang didunia kariernya, sehingga diharapkan lulusan SMK yang siap kerja dan memiliki sikap kemandirian dapat diandalkan mampu untuk menghadapi persaingan era globalisasi dan tantangan masa depan karier. Dengan kondisi yang demikianlah diharapkan pelaksanaan Bimbingan Karier di SMK dapat terus terlaksana dan semakin ditingkatkan dari tahun ajaran ketahun ajaran, agar dapat berfungasi secara efektif dan efisien. Berdasarkan keterangan diatas terlihat bahwa upaya pemberian bimbingan karier disekolah sangat penting sehingga dengan alasan inilah, peneliti melakukan beberapa penelitian atau obervasi kebeberapa SMK guna mengetahui pelaksanaan bimbingan karier Didalam merencanakan hendaknya tidak statis harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan dari peralatan yang dimiliki: 1. Dasar- dasar perencanaan bengkel Berapa hal dibawah ini dapat membantu kita dalam merencanaken suatu bengkel: Perkiraan apa bengkel yang kita buat untuk masa sekarang atau perkembangan pada masa yang akan datang. Mempunyai tujuan dasar yang jelas, apakah untuk sekolah atau kursus yang direncanakan. Mengetahui jenis kelas apakah untuk permulaan atu tingkat lanjutan. Jumlah, lama penyelenggaraan program dan ukuran maksimum dari bengkel. Luas bengkel yang diperlukan umtuk setiap siswa Mengetahui jumlah alat-alat yang diperlukan untuk spesialisasi. Jumlah loker/lemari, kran cuci tangan dan toilet. Apa ruang dibuat tetap atau pembagi ruang. Hubungan antar bengkel atau dengan ruang teori. Penerangan dan ventilasi.

Dasar-dasar penempatan peralatan. Dasar penempatan peralatan haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut: Mesin atau perlengkapan harus mudah dicapai.
Manajemen Industri 2

Cahayanya cukup dan dari arah yang benar. Jarak antar perlengkapan cukup dekat dengan pengoprasianya. Letak motor atau mesin sudah tersedia sumber arusnya Perhitungan ventilasi udara, untuk mengeluarkan debu, asap heat treatment, asap motor atau gas pengecatan dan lain-lain sudah benar dan terencana. Tersedia papan tugas pekerjaan, papan bulletin. Tersedia alat pemadam kebakaran 2. Pemeriksaan perencanaan. Dengan pembuatan perencanaan bengkel diharapkan kekurangan-kekurangan dapat dielaminir sehingga akan diharapkan akan lebih baik., antara lain: a. Standart area bengkel. Area bengkel yang kita buat harus memenuhi standart-standart sebagai berikut: No. Fasilitas 1 Minimum tinggi langit-langit 2 Minimum lebar bengkel 3 Minimum perbandingan lebar dan panjang 4 Maximum perbandingan lebar dan panjang bengkel 5 Minimum luas area lantai untuk tiap siswa b. Standart macam lantai bengkel. Standart 4 meter 10 meter 1 : 1 1:2 5 meter2

Lantai pada bengkel harus memenuhi persyratan sebagai berikut: No. Fasilitas 1 2 3 4 5 6 7 8 Macam Lantai bengkel kerja kayu Macam Lantai bengkel kerja plat Macam Lantai bengkel kerja pipa Standart Kayu Beton Beton

Macam Lantai bengkel kerja mesin Beton Macam Lantai bengkel listrik Macam Lantai bengkel elektronika Macam Lantai bengkel otomotif Macam Lantai ruang gambar Kayu Kayu Beton Kayu

c. Standart ukuran pintu bengkel Untuk pintu pada bengkel harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: No. 1 Fasilitas Lebar pintu keluar keruang lain / kantor 2 Lebar pintu utama 2,4 meter
Manajemen Industri 3

Standart 1,5 meter

Jenis pintu utama

Overhead/ rolingdoor

Bahan pintu utama

matal

d. Standart pembatasan ruang praktek. No. 1 Fasilitas Bahan pemisah bengkel yang dapat diubah atau dipindah Standart Metal

e. Standart area gedung dan ruang khusus. No. 1 Fasilitas Letak sampah 2 3 Isi tempat sampah Tempat milik penyimpanan siswa (werpack penyimpanan Standart Pada 2,5 m3 5 m3 tiap ruang

bengkel

dan benda kerja 4 Tempat khusus 5 Letak tempat pameran hasil kerja siswa 6 Area tempat pameran pertemuan 100% bengkel Dekat bengkel 0,75 m3 pintu dari luas

hasil kerja siswa 7 Tempat ruang guru Dekat pintu masuk bengkel 8 9 Luas ruang guru Tempat alat bantu visual 5 m2 Disatukan dengan planning room 10 Tempat penyimpanan / gudang 11 12 Area gudang Luas planning room Didalam bengkel / gedung 30 m3 10 14% luas bengkel

Manajemen Industri

13

Lebar bengkel

lintas

ruang

1,5 m

f. Standart kenyamanan pemandangan dan penerangan. No. 1 Fasilitas Luas bengkel 2 Susunan bengkel 3 Tinggi bagian Sampai langit-langit jendela Berjajar pada dinding jendela Standart 25% luas bengkel

atas jendela 4 5 Kaca jendela Pengaturan cahaya 6 System penerangan umum 7 Nilai pemantulan cahaya langit-langit g. Standart pemipaan dalam bengkel. No. 1 Fasilitas Fasilitas cuci tangan 2 3 Letak kompresor Pembagian cabang tempat Standart Satu stasion untuk setiap 10 siswa Diluar bengkel Pada tembok dengan dari Tembus pandang Denganpanghalang cahaya tuangan Cahya tidak langsung

25% arah keatas, 75% arah kebawah Minimum 80%, maximum 90%

jarak tiap 7m

h. Standart instalasi listrik. No. 1 Fasilitas System instalasi penyediaan listrik Standart Tiga kawat, tiga

Manajemen Industri

tenaga 2 Cabang instalasi penyediaan tenaga listrik 3 Instalasi listrik tenaga cadangan

pas Setiap mesin

Satu buah untuk disumber

Pencegah beban lebih (over load) untuk listrik tenaga

Alat pemutus

Instalasi listrik penerangan

Pada langit

langit-

Lampu cadangan

Satu buah

untuk

Penegah beban lebih pada instalasi penerangan

Alat pemtus

Stop kontak

Pada dengan setiap 4m

tembok jarak

Stop kontakcadangan

Sebuah setiap kontak

untuk 4stop

3. Merencanakan bengkel / laboratorium sekolah. Supaya dalam perencanaan factor keamanan terpenuhi, maka dibutuhkan alat perkakas dan daerah kerja antara lain: a. Aneka macam perlengkapan umum. Keran-keran air : bak cuci dan ruang cuci Gas: tungku dan keran gas bila diperlukan Udara: kompresor, saluran pipa, kran-kran udara Penerangan: penerangan umum, setempat, dengan lampu pendar (T.L.) Peti-peti sampah: untuk sisa yang masih dapat dipakai, sampah yang harus dibuang. Penyimpanan lap, cat, bensin, minyak, dan gemuk. b. Penerangan lantai.
Manajemen Industri 6

Skala (biasanya 1:50) Bengkel baru harus didirikan: perisai panjang, mengatur penempatan perlengkapan yang baru akan dipindah. Tempat-tempat latihan (trining stasion atau working stations) c. Bengkel mobil. Paling kecil : 15 x25 m Pintu cukup banyak untuk keluar masuk mobil dan mesin-mesin perkakas. Ruang untuk mobil yang diperbaiki :3,5 x 6 m Diluar bengkel harus ada tempat untuk parkir mobil (mobil yang akan diperbaiki) Diruang pengecatan harus ada tempat untuk mengeluarkan udara dari bengkel. Bila mungkin bengkel mobil terpusah dengan gedung lainya. Jendela dengan persyaratanya: cahaya yang tidak diinginkan, jendela minimum 1,5 m dari lantai, disisi timur dan barat dipakai gelas yang dapat memantulkan cahaya, selokan tertutup atau pipa untuk mengalirkan air, peredaran udara harus cukup. d. Bengkel listrik. Laboratorium: bangku kerja untuk satu atau dua orang dan tiga orang. Tempat melilit motor: tiap 1,5 meter panjang bangku untuk tiap siswa. Pengawatan: tiap 2m panjang dinding utnuk satu siswa. Motor-motor dan generator: jarak motor dan generator itu 0,66 sampai 0,75 dengan ban penggeraknya. Pintu: jangan ditengah-tengah gedung,ukuranya jangan kurang dari 2m, e. Bengkel mesin pekerjaan logam. Harus cukup besar agar dapat menempatkan bangku-bangku kerja menempal didinding. Mesin-mesin haruis diberi jarak yang cukup antara satu dengan yang lain. Gergaji mesin harus ditempatkan dekat penyimpanan bahan. Pekerjaan pemasangan sebaiknya digedung tersendiri. Ada jalan yang cukup untuk mengengkut perkakas kemesin-mesin. Gerinda untuk menggerinda pahat ditempatkan diruang alat .
Manajemen Industri 7

Mesin bor dapat ditempatkan saling berbelakangan atau membelakangi dinding. Mesin ditempatkan ditempat yang tidak berdebu. Kamar penyimpanan bahan persediaan yang besar harus punya pintu yang cukup. Salah satu pintu harus cukup besar dan dapat dipakai jalan keluar dan masuknya mesin besar. f. Bengkel mesin kayu. Ruang: ukuran dan bentuk harus disesuaikan. Penerangan matahari: terbuka bagian utara dan timur yang baik,luas jendela semua sama dengan luas lantai, jendela paling sedikit 1 m dari lantai. Jalan masuk: paling sedikit ada dua pintu, harus ada satu pintu yang cukup lebar, sebaiknya dekat penyimpanan bahan, para murid harus menggunakan satu pintu saja. Ruang tambahan untuk merencana, perpustakaan, pengajaran terakir dan ruang teori harus dekat. Ada beberapa perlengkapan umum yang diperlukan: Air, gas, udara,listrik, dll Penempatan mesin dan tempat kerja (work station) g. Pemilihan perlengkapan (berdasarkan jumlah seluruh siswa tiap jam pelajaran) Disesuaikan dengan keadaan industry. Perlengkapan yang digunakan saat ini, kebutuhan penting, perkembangan dikemudian hari Persediaan / penyisihan dana: untuk keperluan yang sudah ditentukan, supaya mengikuti zaman, untuk perbaikan, hadiah, pengiriman,jangka panjang, penukaran dengan yang baru, jangak pendek dll. Luas lapangan pekerjaan yang diajarkan: tingkat umur siswa, persiapan kejuruan dibanding dengan pekerjaan,tingkat dasar sampai lanjutan, jumlah team latihan. h. Pemilihan alat-alat tangan. Kualitas (kualitas baik biasanya lebih ekonomis)
8

Manajemen Industri

Banyaknya tergantung pada: cara pengeluaran, macam-macam alat,uang yang dapat diminta untuk menentukan alat. i. Bahan-bahan persediaan. Macamnya: yang dibutuhkan untuk pekerjaan praktek, untuk mengajar, yang dipakai industry. Kualitas: tergantung pemakaianya Banyaknya: bergantung pada besarnya tempat penyimpanan, cukup untuk memenuhi yang dibutuhkan, bergantung pada kemampuan keuangan, bergantung pada pengiriman. j. Bangku-bangku kerja. Tergantung pada: Macam pekerjaan yang harus dikerjakan: bangku kerja dari logam, dari kayu, tingginya, dapat dipindahkan. Untuk dua siswa tiap bangku (jurusan mobil) Bangku laboratorium yang panjang (jurusan listrik dan mobil) Bangku hanya untuk pelajar. Bangku panjang untuk bengkel bubut. k. Mebel (meja, kursi, lemari dan lain sebagainya) Penyimpanan bahan-bahan pelajaran : diberkas dibendel menjadi buku. Meja untuk belajar (dari logam atau kayu) Meja gambar dan meja untuk merencana. Lemari penyimpanan lembaran-lembaran (file cabinets) Lemari istimewa (khusus) Rak-rak penyimpanan: untuk menyimpan kayu dan batang baja. Rak papan, peti dan lemari. Kursi-kursi atau bangku duduk Meja tinggi (tulis untuk) guru. 4. Tata bengkel, pemeliharaan dan perkakas sebuah bengkel yang tidak teratur. Dengan bahan-bahan yang berceceran akan menibulkan bahaya kecelakaan maka perlu diperhatikan antara lain:
Manajemen Industri 9

a. Cara-cara penyimpanan. Alat-alat yang dipakai sehari-hari: ditempatkan pada panel,laci peti, dan rak,pemegang-pemegang (kait-kait khusus) Alat istimewa: harus mendapat tanda tangan guru untuk memakai, guru memeriksa jika dikembalikan, almari istimewa, kadang-kadang disimpan dikantor guru,kartu pemakaian khusus. Alat cadangan atau penggantian: almari khusus, ditempatkan ditempat yang asli dari pabrik, dijaga dari karat. Persediaan dan bahan: baru, sisa-sisa yang masih berguna, peti atau kotak untuk sisa yang dapat dijual. Pekerjaan yang telah selesai: almari penyimpanan, almari khusus, ditandai, dll.

b. Pembersihan. Persediaan (supplies): sapu, penggorek, sikat, bak, bahan campuran untuk menyapu, bahan yang menghisap minyak, detergent, mesin penggosok, sobekan kain (kain perca), tempat penyimpananya. Jadwal pembersihan: pembagian tugas siwa,(bergilir, tiap bulan, dll) Tempat berjalan, jalan kendaraanjalan pintu dan daerah-daerah aman. Pelaksanaan (procedure) pembersihan. c. Pemeliharaan perkakas (perbot-Equibment) Daftar pemeriksaan Pelumasan Mengecat Pemeliharaan penjagaan(preventative maintenance). Pemeliharaan alat d. Pemeliharaan bengkel sekolah. Pengecetan dan pembersihan tahunan Lantai: perbaikan, pengawetan, member tanda tempat-tempat jalan. e. Aneka macam lainya.

Manajemen Industri

10

Papan pengumuman (bulletin board): ada yang mengawasi, pengaturan dan perbaikan kembali. Gambar dinding penggantian dan pengaturan, dibutuhkan pengawas dan orang yang memperbaiki pada waktu-waktu tertentu. Papan tulis: tiap hari dibersihkan, tiap tahun diperbaiki. 5. Perencanaan biaya (budgeting). Banyak factor yang perlu diperhatikan antara lain: a. Kebutuhan masyarakat. Sebuah sekolah atau yang telah ada. Bidang latihan yang diberikan

b. Biaya administrasi. Instruktur atu guru wajib memberikan anggaran serta perkiraan (penaksiran) dalam penyususan biaya administrasi. c. Perkiraan bahwa bahan persediaan berdasarkan pemeriksaan. Bahan-bahan yang diperlukan dalam tiap pekerjaan atau rencana dalam suatu kesatuan latihan. Bahan terbuang yang dapat dimanfaatkan. Panjang waktu praktek Mendapatkan bahan. Kejadian kejadian yang tak terduga d. Pemeliharaan yang menuntut perkembangan zaman (up to date). Perlengkapan baru:kiriman dan penerimaan (sumbangan) biaya pemasangan, pembelian-pembelian, gantilah perlengkapan yang kuno, ganti perlengkapan yang sudah usang dengan perlengkapan baru/modern. e. Perbaikan bengkel. Pemeliharaan Penyiapan keperluan pembersihanya yang lengkap.
Manajemen Industri 11

f. Ruang alat dan ruang persediaan. Ukuran berhubungan dengan bengkel dan perlengkapanya, missal: banyaknya macam dari alat, banyaknya alat yang dibutuhkan, alat yang ditempatkan ditempat latihan. Penempatanya dibengkel: mudah dicapai dari semua tempat latihan, mudah pengawasanya, dijaga dari pencurian, dijaga dari unsur-unsur yang rusak. Perencanaan susunan ruang alat: model pintu, jendel, papan gantungan alt, tempat persediaan kartu alt, panel dll. g. Rak. Tempat minyak Kikir-kikir Logam Kotak-kotak alat h. Papan untuk buku-buku catalog dan sebagainya. Jadi dalam sebuah bengkel (ruang bengkel) disediakan tempat untuk menaruh atau menyimpan buku-buku keterangan,pedoman dan buku catalog i. Penyusunan alat-alat Dikumpulkan menurut macamnya, pemakaian dalam pekerjaan Alat-alat untuk katup dikumpulkan jadi satu. Digantungkan j. Penyusunan semua alat dibengkel. Alat harus mudah diperiksa Alat harus dapat dengan mudah diambil. Alat yang sering dipakai harus ditempatkan didekat jendela. Alat yang pemakaianya dibatasi harus ditempatkan pada tempat khusus. Harus dimintai paraf sebelum meminjam. k. Tanda petunjuk (indeks) dan Liventarisasi. Ruang alat dibagi dalam bagian-bagian dan diberi nomor atau huruf
Manajemen Industri 12

Cara untuk inventarisasi Nama-nama alat ditiap panel atau almari. l. Penyimpanan persediaan bahan atau bagian. Karena ukuranya mungkin ditempatkan diluar ruang alat. Untuk memudahkan pengawasan atau control maka mungkin harus ditempatkan pada tempat khusus. Dipapan atau di bak-bak. Laci untuk penyimpanan bagian dan sebagainya. Rak dan lemari Cara inventarisasi. Ruang bahan. m. Pembersihan tempat kerja dan alat-alat. Membuat daftar pembagian pekerjaan tugas: tugas siswa, pemimpin tugas (ketua) Perintah pembersihan setelah selesai praktek di bengkel. Pembersihan istimewa: tiap bulan

B.Batasan Masalah Dari latar belakang diatas maka dapat diambil batasan masalah sebagi berikut: 1. Bagaimanakah perencanaan bengkel disekolah. 2. Bagaimanakah struktur organisasi bengkel disekolah. 3. Apakah bengkel-bengkel yang ad disekolah-sekolah sudah memenuhi standart minimum suatu bengkel. 4. Bagaimana perawatan (maintenance) bengkel sekolah.

Manajemen Industri

13

C.Tujuan Tujuan dari observasi ini adalah sebagai berikut : 1. Mengenalkan dan mengidentifikasi bengkel secara langsung. 2. Menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam bidang manajemen bengkel secara langsung. 3. Mahasiswa dapat mengamati langsung proses kerja dan mekanisme praktek secara langsung. 4. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan pihak-pihak yang terkait dalam manajemen sebuah bengkel. 5. Mengetahui bagaimana perencanaan suatu bengkel yang baik dan benar. 6. Memberi gambaran mengenai bentuk ataupun struktur bengkel yang berada di sekolah-sekolah. 7. Memenuhi tugas managemen industri. 8. Mahasiswa dapat memahami tentang kondisi lingkungan bengkel di SMK. D. Waktu Pelaksanaan Observasi Kegiatan observasi di SMK Bina Patria 2 Sukoharjo kami laksanakanpada waktu sebagai berikut: 1. Hari : Selasa

2. Tanggal : 30 April 2012 3. Waktu : pukul 10.00-12.30 WIB

4. Tempat : Jl. Mawar No 01 Bulakrejo, Sukoharjo 57522 Telp./Fax (0271)592062

Manajemen Industri

14

E.Metode Observasi Untuk metode yang kami lakukan adalah:

1. Observasi lapangan Observasi lapangan ini berarti penulis datang langsung kelokasi bengkel yang menjadi tujuannya untuk memperoleh data. Dengan data tersebut, maka penulis akan lebih mengetahui bagaimana situasi dan kondisi bengkel yang menjadi objek observasinya.

2. Wawancara Dalam metode ini kami melakukan wawancara dengan Instruktor Bengkel Teknik Mesin SMK Bina Patria 2 Sukoharjo

3. Metode kepustakaan yakni pengumpulan beberapa data melalui literatur yang relevan baik dari buku, internet maupun dokumentasi langsung dari lapangan.

Manajemen Industri

15

BAB II PEMBAHASAN A. Struktur Organisasi SMK BINA PATRIA 2 SUKOHARJO SMK Bina Patria 2 adalah salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo.SMK yang berdiri pada tahun 1989 yang awal mula berasal dari SMK Pertanian dan kemudian di bangun menjadi SMK Bina Patria 2 Sukoharjo ,Sekolah ini memiliki berbagai fasilitas pendukung yang memadai,mulai dari bagunan gedung yang representatif,lingkungan yang asri,dan situasi yang kondusif untuk melakukan pembelajaran. Serta didukung oleh para guru-guru yang kompeten dibidangnya. Agar tercapainya visi dan misi SMKN Bina Patria 2 Sukoharjo, maka dibentuklah susunan organisasi dari Program Studi Keahlian Teknik Mesin sebagai berikut:

Manajemen Industri

16

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MESIN


2012/2013
SMK BINA PATRIA 2 SUKOHARJO

KETUA UP

KETUA PROGRAM

SURADI,S.T

MAWANTO,S.Pd

KETUA BENGKEL

KETUA MR

SEKRETARIS

Drs.ISKANDAR

AGUS H W,S.T

Dra. TITIK SRI LESTARI

TOOLMAN

TOOLMAN

GURU/INSTRUKTUR

MULYONO

SUGIYANTO

SISWA

Manajemen Industri

17

Denah Ruang Kelas SMK Bina Patria 2 Sukoharjo

Manajemen Industri

18

B. IDENTITAS BENGKEL SMK Bina Patria 2 Sukoharjo memiliki mesin mesin produksi seperti mesin frais, mesin bubut, mesin gerinda, , dan lainnya. Masing masing mesin mempunyai bengkel yang sudah diatur oleh sekolah. Di SMK ini ada berbagai bengkel yaitu : 1. Bengkel Engine 2. Bengkel Electrical 3. Bengkel Chasis 4. Bengkel Kerja Bangku 5. Bengkel Listrik 6. Bengkel Unit Produksi

C. Tugas pengurus bengkel SMK BINA Patria 2 Sukoharjo Adapun tugas-tugas dari pengurus-pengurus bengkel SMK Bina Patria 2 adalah sebagai berikut:
TUGAS KETUA PROGRAM KEAHLIAN

1. Menyusun jadwal pelajaran bersama-sama di bawah koordinasi Wakasek Urusan Administrasi Pendidikan. 2. 3. 4. 5. Mengatur jalannya belajar mengajar Mengatur dan memotivasi staf agar bekerja produktif Mengatur fasilitas bengkel secara efektif untuk kegiatan belajar Ikut mengatur dan memelihara kebersihan, keindahan ruangan pekarangan taman dan linkungan sekolah. 6. 7. Mengatur, memelihara dan memperbaiki alat-alat agar koondisi alat bengkel siap pakai. Melaksanakan tugas-tugas : a. b. c. d. e. 8. Pencatatan inventaris barang Program Keahlian. Pencatan penerimaan dan pengeluaran barang/ bahan praktek. Pencatatan hasil produksi dan kemajuan belajar siswa. Pencatatan prestasi siswa dan guru. Pencatatan prestasi dan perilaku siswa, guru dan wali kelas.

Mengatur laborat/ bengkel untuk mengembangkan program keahlian dan unit produksi.

Manajemen Industri

19

TUGAS KETUA BENGKEL 1. Menjaga dan mengatur fasilitas ruang praktek, sehingga dapat digunakan secara efektif. 2. Meneta ruang dan penempatan alat praktek sehingga dapat digunakan secara baik. 3. Mencatat semua peralatan dan iventaris yang digunakan diruang praktek. 4. Mengidentifikasi kerusakjan alat-alat praktek dan iventaris ruang praktek. 5. Bersama-sama dengan Ketua Maintenance dan Repair dalam pemeliharaan dan perawatan alat-alat praktek. TUGAS MAINTENANCE DAN REPAIR 1. Menjaga kelangsungan penggunaan fasilitas program sehingga dapat digunakan secara efektif, efisien dan kontinyu. 2. Mencatat kerusakan semua peralatan dan iventaris yang digunakan di Program Keahlian. 3. Melakukan perbaikan kerusakan fasilitas/ alat-alat praktek dan iventaris Program Keahlian. 4. Berkoordinasi dengan ketua bengkel dan kelompok kerja lainnya di bawah pengawasan Ketua Program dalam rangka perbaikan dan pengembangan Program Keahlian.

Manajemen Industri

20

TUGAS BENDAHARA 1. Menerima, menyimpan, mengeluarkan dan membukukan keuangan Program Keahlian 2. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan Program Keahlian kepada KepalaSekolah.

TUGAS SEKRETARIS 1. Mengadministrasikan semua kegiatan Program Keahlian. 2. Menyimpan semua dokumen kegiatan Progran Keahlian 3. Membuat laporan kegiatan Program Keahlian.

TUGAS UNIT PRODUKSI 1. Mencari/ menerima job dari pelanggan 2. Melaksanakan job dari pelanggan 3. Membuat laporan keuangan dan dilaporkan kepada kepala sekolah

TUGAS TOOL MAN 1. Menjaga kebersihan ruang praktek dibawah pengawasan ketua bengkel dan Ketua Program. 2. Menyediakan/ mengatur alat dan bahan praktek. 3. Memeriksa dan menghitung semua peralatan sebelum dan sesudah dipakai dan menyimpan di kotak alat. 4. Bersama-sama Ketua Maintenance dan Repair dalam pemeliharaan dan
Manajemen Industri 21

perawatan alat-alat praktek 5. Mengatur inventaris sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. 6. Memantau dan memeriksa kelengkapan PPPK dan alat pemadam kebakaran supaya siap digunakan. 7. Membuat laporan mengenai inventaris yang berada di ruang praktek. 8. Membantu guru/ instruktur selama selama ruang praktek digunakan. D.TATA TERTIB BENGKEL SMK BINA PATRIA 2 SUKOHARJO

1. 2. 3.

Siswa memasuki bengkel sesuai dengan jadwal praktek yang telah ditetapkan. Siswa harus menggunakan pakaian praktek dan alat keselamatan kerja. Sebelum dan sesudah praktek, siswa berbaris untuk presensi dan menerima pengarahan dari guru praktek.

4.

Siswa meminjam alat dengan menggunakan koin dan bertanggungjawab atas alatalat yang dipinjam.

5. 6. 7.

Siswa praktek sesuai dengan Job yang dikerjakan. Pada waktu istirahat semua siswa harus keluar dari bengkel. Bila terjadi kerusakan alat/mesin, siswa harap melapor kepada guru yang mengajar praktek.

8. 9.

Pengembalian alat-alat harus dalam keadaan bersih dan baik seperti semula. Setelah selesai praktek siswa harus membersihkan mesin, alat dan lantai.

10. Siswa harus menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan dan ketenangan bengkel. 11. Siswa dilarang memasuki ruang alat kecuali siswa piket. 12. Siswa dilarang makan/ minum dalam bengkel. 13. Sebelum alat-alat, mesin dan lantai bersih, siswa dilarang mencuci tangan. 14. Dilarang menempatkan alat-alat kebersihan disembarang tempat.

Manajemen Industri

22

15. Selama praktek, siswa dilarang meninggalkan bengkel tanpa seijin guru praktek. SANGSI: 1. Setiap siswa yang melanggar tata tertib, TIDAK DIPERBOLEHKAN praktek. 2. Setiap siswa yang merusakkan alat dan alat tidak dapat dipergunakan lagi, akibat prosedur kerja yang salah maka siswa yang bersangkutan DIWAJIBKAN untuk mengganti. 3. Setiap siswa yang menghilangkan alat, HARUS mengganti. 4. Setiap siswa yang dengan sengaja mengambil benda kerja orang lain, akan dinyatakan TIDAK LULUS dalam pelajaran tersebut.

E.KONDISI UMUM BENGKEL

1. Bengkel Mesin

Bengkel Mesin mempunyai mesin bubut sebanyak 10 unit , mesin sekrap 1 unit , mesin frais 3 unit , mesin gerinda 2 unit, mesin bor 3 unit dan gergaji 1 unit. Terdapat satu buah pintu untuk keluar masuk siswa dan guru serta satu buah troli untuk memindahkan mesin .Luas bangunan yaitu 10 x 9 90 m3.

Ganbar (1.0) Kondisi pada Bengkel Mesin Manajemen Industri 23

Observasi ini mencangkup kondisi lantai, tembok , pencahayaan serta penghawaan yang ada di bengkel tersebut, untuk lantai bengkel tersebut menggunakan paving.

Gambar (1.1) Kondisi lantai

Untuk bagian paling atas, menggunakan Genteng ,serta menggunakan kuda kuda baja ringan yang di cat warna biru.

Gambar (1.2) Kondisi atap Bengkel

Untuk pencahayaan, bengkel tersebut menggunakan pencahayaan alami sebagai pencahayaan utama serta pencahayaan buatan sebagai pendukungnya. Hal ini didukung letak bengkel yang menghadap ke selatan, sehingga pencahayaan dari samping dapat berjalan dengan optimal.

Manajemen Industri

24

Gambar (1.3) kondisi pencahayaan bengkel

Tembok pada bengkel tersebut mempunyai warna yang terang, sehingga dapat menyerap dan menyalurkan panas dengan baik. Warna putih juga dikenal sebagai warna netral sehingga cukup nyaman untuk digunakan. Mengenai penghawaan atau aliran udara, dilakukan dengan alami dengan bantuan kipas yang digerakkan oleh listrik. Kipas tersebut terletak di dinding bengkel. Selain itu, bengkel ini dirancang dengan tinggi yang cukup. Hal ini bertujuan agar penghawaan dapat berfungsi dengan baik. Pada sisi samping bengkel terdapat ventilasi yang cukup besar untuk menjamin penghawaan dari arah samping.

Gambar (1.4) Ventilasi Bengkel

Manajemen Industri

25

Hasil dari kerja praktek para siswa adalah menghasilkan alat-alat kecil beserta berbagai macam perkakas. Misalnya saja roda gigi. Instrumen-instrumen alat mesin tekstil, baut dan masih banyak lainnya.

Gambar (1.5) Hasil Kerja F. PERAWATAN ( MAINTENANCE )

1. Jangka Pendek : a. Pembersihan bengkel, dan kantor setiap hari. b. Pembelian danPergantian oli untuk Mesin Bubut (Oli encer) c. Perbaikan Secara Berkala. d. Untuk perawatan mesin di lakukan setiap saat sebelum dan sesudah praktek , bahkan setiap saat di bersihkan sekaligus pengecekan , karena setiap hari siswa-siswa pada praktek sesuai jadwal yang telah di tentukan.

2. Jangka Panjang a. Perbaikan ruang , renovasi gedung , pengecatan tembok. b. Inventaris peralatan yang telah rusak fatal : misal pahat , bor, dan lain-lain ( semua alat yang bisa tahan lama).

Manajemen Industri

26

3. Mesin a. Memberikan kartu pemkaian pada mesin untuk pengecekan pemakain mesin bubut sehingga pengantian oli dapat diketahui, b. Selalu menjaga kebersihan mesin bubut misalnya setelah selesai pemakaian serta dibersihkan gram-gram yang berserakan pada mesin. c. Selalu diberi pelumasan pada bagian mesin frais yang bergeser d. Pemberian/ penggantian air pendingin (glomus) e. Penggantian mata bor jika sudah tumpul f. Pengecekan masing-masing cekam/ pengikat mata frais dan baut pengikat.

G. Kelengkapan ruang di bengkel di SMK Bina Patria 2

Ruang laboran Ruangan ini berfungsi sebagai ruang kepala bengkel, ruang guru/ruang intruktur serta ruang penyimpanan hasil kerja pada laboratorium permesinan. Sehingga ruangan ini hanya ukuran kecil karena beberapa fungsi ruang yang di gabung menjadi 1. Tetapi ada kelebihan walaupun ruangan laboran yang dijadikan dengan kepala bengkel serta ruang guru/ruang instruktur dengan penataan serta perawatan yang menjadi kelebihan dari bengkel di SMK Bina Patria 2 Sukoharjo menjadikan tempatnya nyaman dan kelihatan rapi untuk di tempati. Tempatnya yang bersih dan penataan yang rapi membuat betah para pengguna ruangan.

Ruang Kerja Ruangan ini digunakan untuk tempat kerja. Lantai yang terbuat dari keramik paving membuat tempat ini nyaman digunakan untuk praktek. Lantai keramik abu abu untuk ruang kerja frais, mesin bubur, kerja bangku, gudang, dan kerja las.

Ruang Ganti Ruang ini digunakan untuk tempat menggati pakain serta tempat untuk meletakan barang berupa tas maupun jaket.

Manajemen Industri

27

H. TATA BENGKEL

1. Penataan mesin untuk praktek : a. Penatan rapi b. Mudah dijangkau, tidak terlalu sempit antar mesin satu dengan mesin lain c. Mesin harus dapat digeser untuk kemungkinan praktek yang membutuhkan ruang yang luas d. Penataan sesuai tipe dan merk e. Mudah dalam pengawasan guru praktek

2. Cara-cara penyimpanan alat : a. Alat-alat yang dipakai sehari-hari: ditempatkan pada panel, laci peti, dan rak, pemegang-pemegang (kait-kait khusus) b. Alat istimewa: harus mendapat tanda tangan guru untuk memakai, guru memeriksa jika dikembalikan, almari istimewa, kadang-kadang disimpan dikantor guru,kartu pemakaian khusus. c. Alat cadangan atau penggantian: almari khusus, ditempatkan ditempat yang asli dari pabrik, dijaga dari karat. d. Persediaan dan bahan: baru, sisa-sisa yang masih berguna, peti atau kotak untuk sisa yang dapat dijual. e. Pekerjaan yang telah selesai: almari penyimpanan, almari khusus, ditandai, dll.

3. Pembersihan. a. Persediaan (supplies): sapu, penggorek, sikat, bak, bahan campuran untuk menyapu, bahan yang menghisap minyak, detergent, mesin penggosok, sobekan kain (kain perca), tempat penyimpananya. b. Jadwal pembersihan: pembagian tugas siwa,(bergilir, tiap praktik, dll) c. Tempat berjalan, jalan kendaraanjalan pintu dan daerah-daerah aman. d. Pelaksanaan (procedure) pembersihan.

4. Penyusunan alat-alat a. Dikumpulkan menurut macamnya, pemakaian dalam pekerjaan b. Alat-alat untuk dikumpulkan jadi satu. c. Digantungkan
Manajemen Industri 28

d. Alat harus mudah diperiksa e. Alat harus dapat dengan mudah diambil. f. Alat yang sering dipakai harus ditempatkan ditempat yang dekat g. Alat yang pemakaianya dibatasi harus ditempatkan pada tempat khusus. h. Harus dimintai paraf sebelum meminjam. i. alat dibagi dalam bagian-bagian dan diberi nomor atau huruf j. Laci untuk penyimpanan bagian dan sebagainya.

Manajemen Industri

29

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan

Sebagai mahasiswa yang dipersiapkan menjadi seorang pendidik, diperlukan suatu wawasan, ketrampilan dan pengalaman yang cukup agar dapat menjadi pendidik yang berkompeten. Salah satu kegiatan yang dimungkinkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah kegiatan observasi. Observasi adalah pengamatan secara cermat dan langsung terhadap objek yang telah ditentukan. Observasi yang kami lakukan bertempat di SMK Bina Patria 2 Sukoharjo.

Adapun yang dapat kami simpulkan yaitu :

1. Bengkel mesin di SMK Bina Patria 2 Sukoharjo sudah memenuhi standar minimum bengkel yang baik. Dan sudah memiliki inventaris mesin yang memadai/lengkap untuk praktek walaupun jumlahnya masih terbatas di bandingkan dengan jumlah siswa. 2. Perawatan bengkelnya dilakukan setiap hari oleh para siswa yang setiap harinya praktek dengan toolman yang bertanggung jawab terhadapnya. 3. SMK Bina Patria 2 adalah salah satu sekolah kejuruan (vokasi) yang memiliki kualitas tidak kalah dengan SMK N yang lainnya. 4. SMK Bina Patria 2 memiliki beberapa jurusan yang masing-masing sudah memiliki bengkelnya masing-masing yaitu bengkel industry, bengkel otomotif, bengkel listrik, dan bengkel kerja bangku . 5. Setiap bengkel yang berada di SMK Bina Patria 2 memiliki susunan organisasi masing-masing guna mempermudah management bengkel dan perawatan. 6. Hasil produk yang dihasilkan dari praktek industry di SMK Bina Patria 2 adalah alatalat kecil, perkakas, dan instrument-instrumen alat pada mesin tekstil.

Manajemen Industri

30

B. Saran dan kritik

Berikut adalah beberapa saran dan kritik yang berkaitan dengan kegiatan observasi manajemen bengkel:

1. Sebaiknya mahasiswa melakukan observasi pada bengkel maupun industri yang bersifat komersil, agar dapat memperoleh wawasan dan pengalaman yang lebih bervariasi. 2. Sebaiknya mahasiswa saling berkoordinasi agar tidak terjadi benturan objek observasi yang sama. 3. Hendaknya pembuatan surat perijinan dilaksanakan dalam waktu yang singkat dan diusahakan tidak mengalami penundaan. 4. Hendaknya perusahaan maupun industri yang lain memberikan kesempatan kepada mahasiwa untuk melakukan observasi. 5. Untuk Cat tembok diusakan menggunakan Cat bewarna gelap agar tidak mudah kotor. 6. Alat dan mesin ditambah jumlahnya sehingga siswa dapat praktek sendirisendiri. 7. Kerapian dan kebersihan harus lebih ditingkatkan. 8. Apabila sedang berlangsung praktek ada toolman/ guru pembimbing yang mengawasi.

Manajemen Industri

31

Lampiran

Gambar Halaman Bengkel Mesin

Gambar Bagian Kelistrikan Bengkel

Manajemen Industri

32

Gambar Gerinda Duduk

Gambar Ragum

Manajemen Industri

33

Gambar Mesin Frais

Gambar Hasil Karya Praktik Siswa

Manajemen Industri

34

Gambar Gerinda (Krisbow)

Manajemen Industri

35

Gambar Mesin Bor

Gambar Alat Pemadam Kebakaran

Manajemen Industri

36

Gambar Rak Alat

Gambar Gergaji Otomatis

Manajemen Industri

37