Anda di halaman 1dari 9

TEORI DASAR ANALISIS KUALITATIF KESETIMBANGAN KIMIA HUKUM AKSI MASSA Semua reaksi kimia adalah reaksi reversibel

bel Reaksi reversibel akan mencapai keadaan kesetimbangan Dalam beberapa reaksi, kesetimbangan tercapai dengan jumlah hasil reaksi ke kanan mendekati sempurna, sehingga seolah-olah reaksi berjalan irreversibel

Laju reaksi suatureaksi kimia adalah sebanding dengan hasil kali konsentrasi zat-zat yang mengadakan reaksi Jika dilihat suatu reaksi kimia Maka kecepatan reaksi dapat ditulis

Dengan k1 adalah konstanta kecepatan reaksi dan tanda kurung menyatakan konsentrasi dalam mol/liter Kecepatan reaksi ke kiri Saat setimbang, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri Atau

Diatur lagi akan diperoleh K adalah konstanta kesetimbangan, yang nilainya tidak tergantung konsentrasi reaktan, tapi dipengaruhi suhu dan tekanan

Persamaan dapat digeneralisasi, untuk reaksi

Konstanta kesetimbangan dapat dituliskan Dapat dikatakan : hasil kali konsentrasi produk di bagi hasil kali konsentrasi reaktan di mana masing-masing zat dipangkatkan dengan koefisien reaksi adalah konstan IONISASI AIR Molekul air dapat terionisasi dalam jumlah yang relatif sangat kecil

Konstanta kesetimbangan ionisasi air Jumlah nolekul terionisasi kecil sehingga konsentrasi molekul air bisa dianggap konstan dan digabung dg K menjadi Kw

Nilai Kw secara umum Larutan dikatakan netral Konsentrasi ion H+

Eksponen hidrogen, pH

pH larutan netral

ASAM - BASA ASAM : suatu bahan/materi yang jika dilarutkan dalam air mengalami ionisasi dengan menghasilkan ion H+ sebagai satu-satunya ion positif

Asam polibasis : mengalami disosiasi multi langkah

BASA : suatu bahan/materi yang jika dilarutkan dalam air mengalami ionisasi dengan menghasilkan ion OH- sebagai satu-satunya ion negatif

KESETIMBANGAN DISOSIASI ASAM-BASA Konstanta Kesetimbangan disosiasi

EKSPONEN konstanta kesetimbangan disosiasi

Tabel I.6 : nilai pK berbagai disosiasi asam basa

PENGENDAPAN Endapan terbentuk karena larutan terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan = konsentrasi molar larutan jenuh Kenaikan suhu mempengaruhi kelarutan Bahan lain yang ada dalam campuran mempengaruhi kelarutan. Ionsekutu : ion sejenis dg hasil ionisasi Ion sekutu memperkecil kelarutan Ion asing : ion yang berbeda dg hasil ionisasi Ion asing memperbesar kelarutan.

HASIL KALI KELARUTAN Pada larutan jenuh terjadi kesetimbangan antara padatan kristal dengan ion di dalam larutan

Konstanta kesetimbangan

AgCl padat sehingga nilainya konstan dan dijadikan satu dg K menjadi Ks = hasil kali kelarutan

Tabel I-12 : nilai Ks berbagai senyawa

ION KOMPLEKS Suatu molekul atau ion kompleks terdiri atas atom (ion) pusat dan ligan Atom pusat memiliki bilangan koordinasi yang menunjukkan jumlah ligan yang terikat

Penulisan Atom pusat diikuti dengan senyawa ligan dan bilangan koordinasi (jumlah ligan) dan ditempatkan dalam tandan kurung kotak

Penamaan jumlah ligan, nama ligan, diikuti dengan nama atom pusat dan bilangan oksidasinya (valensi)

Muatan ion kompleks adalah jumlah dari muatan ion yang membentuk kompleks

Kompleks dengan lebih dari satu ligan mungkin memberikan beberapa komposisi

Fenomena yang terjadi saat pembentukan ion kompleks salah satunya adalah perubahan warna larutan

Fenomena lain : larutnya endapan akibat pembentukan kompleks

Pembentukan kompleks dapat mengakibatkan larutnya endapan akibat jumlah yang berlebih (excess)

APLIKASI PEMBENTUKAN ION KOMPLEKS

KOMPLEKS YANG PENTING

REAKSI REDUKSI OKSIDASI =REAKSI YANG TERJADI PADA SEL ELEKTROKIMIA ADALAH REAKSI REDUKSI OKSIDASI (REDOKS) LEO the Lion Says GER LEO Loss of Electrons is Oxidation GER Gain of Electronsis Reduction REAKSI REDUKSI : reaksi di mana senyawa menangkap elektron (mengalami penurunan bilangan oksidasi ) BILANGAN OKSIDASI 1. The oxidation number of a pure element (by itself, and not an ion) is zero. Element Na H2
CL2

REAKSI OKSIDASI reaksi di mana suatu senyawa melepas elektron (mengalami kenaikan bilangan oksidasi )

OxidationNumber 0 0 0 0

P4

2. The oxidation number of a monatomic ion (by itself or as part of an ionic compound) is equal to its charge.

Alkali metals - elements in the first column of the periodic table - will always have an oxidation number of +1; Alkali metals (column 2) are almost always +2 Ionic Compound NaCl Ions Na+ ClMg3N2 Mg+2 N-3 Charge +1 -1 +2 -3 Oxidation Number +1 -1 +2 -3

3. The oxidation number of hydrogen is almost always +1 when it is in a compound. Compound HCl element H Cl H2S H S Oxidation Number +1 -1 +1 -2

4. The oxidation number of oxygen is almost always -2 when it is in a compound The exceptions: peroxides, such as hydrogen peroxide. In peroxides oxygen has an oxidation number of -1. when oxygen is combined with fluorine it's oxidation number is +2 Compound MgO magnesium oxide Na2O sodium oxide Na2O2 sodium peroxide element Mg O Na O Na O Oxidation Number +2 -2 +1 -2 +1 -1

5. The sum of the oxidation numbers in a compound is zero. To determine the oxidation number of Mn in Mn2O7 we must work backwards: We know each oxygen is -2 (Rule 4) 7 oxygen gives a total of: -2 7 atoms = -14 total Since the sum of oxidation numbers must be zero, the total oxidation number of Mn must be +14 to cancel out oxygen's -14, but since there are 2 Mn atoms, each individual atom will have an oxidation number of +7: +14 total 2 Mn atoms Compound = +7 element Oxidation Number +2 -3 SUM Mn2O7 Mn O +7 -2 SUM Cl2O3 Cl O +3 -2 SUM 2 3 2 7 Number atoms Total

Mg3N2

Mg N

3 2

+6 -6 0 +14 -14 0 +6 -6 0

MENYEIMBANGKLAN REAKSI REDUKSI - OKASIDASI 1. Menyeimbangkan jumlah atom yang tereduksi atau teroksidasi 2. Menyeimbangkan bilangan oksidasi dengan menambahkan elektron 3. Menyeimbangkan muatan dengan penambahan H+ (larutan asam) atau OH- (larutan basa) 4. Menyeimbangkan atom H dengan panambahan H2O

MENYEIMBANGKAN SETENGAH REAKSI MENYEIMBANGKLAN REAKSI REDUKSI - OKASIDASI MENYEIMBANGKAN REAKSI REDOKS 1. Menulis reaksi setengah 2. Menyeimbangkan setiap setengah reaksi 3. Menggabungkan setengah reaksi untuk menghilangkan elektron dari reaksi keseluruhan BEBERAPA ZAT YANG DIGUNAKAN DALAM ANALISA KIMIA