Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN V TANDA PADA WADAH BAHAN KIMIA NO . 1.

LABEL SIMBOL ARTI SIMBOL BAHAN KIMIA TNT KCl3 HNO3 (NH4)2NO3

Bahan kimia bersifat dapat meledak Lambang E (Explosive)

2. Lambang F (Highly Flammable) Bahan kimia bersifat mudah menyala atau terbakar

3. Lambang F+ (Extremely Flammable) 4. Lambang O (Oxidant Substance) Bahan kimia bersifat pengoksidasi Bahan kimia bersifat sangat mudah terbakar

EtilAsetat Benzene extra pure (C6H6) Methylane blue Aseton (CH3COCH3) Boron Tri Flouride Eter Dietileter Propana

KNO2 KBrO2 K2S2O8 NatriumNitrit Kalium iodat (KIO3) Kalium peroxodisulfat (K2S2O8) Kalium nitrat (KNO3) Silver nitrat (HgNO3) Sodium nitrat (NaNO3)

5.

Lambang T (Toxic)

Bahan kimia bersifat racun

6.

Lambang T+ (Very Toxic) 7.

Bahan kimia bersifat racun kuat

Benzene Cl2 Hg Br2 Toluen Methanol Kalium chromat KaliumSianida HidrogenSulfid a Nitrobenzene Atripin Natrium nitrit

Lambang C (Corrosive)

Bahan kimia bersifat Korosif atau dapat merusak jaringan tubuh

8. Bahan kimia dapat menyebabkan iritasi terhadap jaringan atau organ tubuh Lambang Xi (Irritant)

Hidrocloride Acid AsamSulfat 95-97% AsamFosfat Amoniak 25% Acetid Acid 96% NatriumNitrit Methanol Fenol Ammonia BenxylKlorida KalsiumKlorida Tartaric acid (C4H6O6) Aceton (CH3COCH3) Sodium formate/natriu m formiat (HCOONa) Sulfanilic acid (asam sulfanilat) Eriochrome Black T

9. Bahan kimia dapat melukai jaringan atau jaringan tubuh

LambangX n (Harmful)

10. Lambang N (Dangerous for the environmen t) Bahan kimia bersifat berbahaya bagi satu atau beberapa komponen dalam lingkungan kehidupan

Kloroform KalsiumKlorida Cl2 NO2 HNO3 Recorcinol GR (C6H6O) Toluol (C7H8) 1-butanol (CH3(CH2)3OH ) Oxalic acid dihydrate (C2H2O.2H2O) Barium chloride dihydrate Mercury (II) Nitrat Amoniak 25% Acetid Acid 100% Eriochrome Black T

LAPORAN VI PENGENALAN INDIKATOR

Pengertian indikator Indikator adalah Suatu kelompok senyawa yang memiliki sifat khas yaitu warnya dapat berubah oleh perubahan pH larutannya umumnya kelompok senyawa ini tergolong senyawa organik . 1. Indikator Alam umumya bersumber dari tumbuhan (akar, daun, bunga, buah, atau bji) yang dapat dibuat melalui ekstraksi dengan pelarut yang sesuai 2. Indikator Sintesis (dibuat secara sintetik) terutama golongan Sulfariftalein dan Ftalein. Indikator sintetik lenih unggul karena mampu memberikan warna lebih jelas (cemerlang). Indikator memiliki kepekaan terhadap pH larutan, namun ada juga yang peka terhadap konsentrasi ion-ion logam tertentu seperti ion Mg2+, Ca2+, dan ion Cu2+. Indikator ini sering disebut indikator Metalokromik dan memiliki peran dalam titrasi Kolometrik. MACAM MACAM INDIKATOR I. Asidi Alkalimetri Bisa berubah warna sesuai pH larutan. 1. Metil jingga / Metil Orange (MO)

Pembuatan indikator: a. Metil jingga 0,04% b/v MO dlm Kedua bahan dicampurkan

(0,04g dilarutkan

100ml aquades) b. Etanol 20% (100ml)

Nama indikator Metil orange

Warna indikator Jingga

Warna dlm asam Merah

Warna dlm basa Kuning

Warna antara Orange

Sifat

Trayek pH

Basa

3,7 4,4

Keterangan: 1. Warna dalam keadaan basa 2. Warna dalam keadaan asam 3. Warna antara 2. Phenolftalein (PP) Pembuatan indikator : a. Phenol phtalein (200mg) b. Etanol 90% c. Nama indicator PP (60ml) ketiga bahan dicampurkan

Aquades (100ml). Warna indikator Jernih Warna dlm asam Tak berwarna Warna dlm basa Merah ungu Warna antara Merah muda Asam 8,4 9 Sifat Trayek pH

Keterangan: 1. Warna indicator 2. Warna dalam asam 3. Warna antara 4. Warna dalam basa

3.

Metil merah

Pembuatan indikator: a. Metil merah (25mg) NaOH 0,05M (0,95ml) Etanol 95% (5ml) b. Etanol 50% (250ml) Campuran A dihomogenkan hingga membentuk larutan, kemudian ditambahkan B kedalamnya.

Nama indikator Metil merah

Warna indikator

Warna dlm asam

Warna dlm basa

Warna antara

Sifat

Trayek pH

Jingga

Merah

Kuning

Jingga

Basa

56

Keterangan: 1. Warna dalam basa 2. Warna dalam asam 3. Warna antara

4.

Biru Bromtimol (BTB)

Pembuatan indikator: a. Bromtimol biru (100mg) NaOH 0,01 M (16ml) b. Aquades (234ml) Campuran (a) dihomogenkan sampai membentuk larutan kemudian diencerkan dengan (b)

Nama indikator

Warna indikator

Warna dlm asam

Warna dlm basa

Warna antara Hijau daun

Sifat

Trayek pH

BTB

Jingga

Kuning

Biru

Asam

6 - 7,8

Keterangan: 1. Warna dalam keadaan asam 2. Warna antara 3. Warna dalam keadaan basa

II.

Argentometri

Perubahan bukn berdasarkan pH ( presipitasi ). Penetapan kadar suatu zat dalam larutan berdasarkan presipitasi dengan larutan standar AgNO 3 Metode Morh : indikator K2CrO4 (Kalium Kromat) 5%, titrasi bertingkat. Pembuatanindikato a. K2CrO4 serbuk (5g) b. Aquades (100ml) NB : Pemakaian per ml untuk 50-100 mL larutan uji Campurkan kedua bahan tersebut

Metode Fajans : Metode Volhard : indikator FeSO4

III.

Kompleksometri Penetapan logam : logam Ca, Mg (pH tidak cocok tidak mau berubah warna). Pentiter : EDTA Buffer : Amoniak, NH3 2N Contoh :

BHN : Biru Hidroksi Naftol : pH 13 Mureksid : pH 12 EBT : Eriochrom Black T : pH 10

L-ind + EDTA

L- EDTA + ind (bebas)

Warna berbeda IV. Iodometri Indikator : kaniji / amilum : 0,5% - 1% I2 + kanji biru hitam

Pembuatan indikator: a. Amilum 0,5g b. Aquades 100ml V. Indikator Redoks Indikator : Ferroin ( berubah berdasarkan elektron yang dilepas dan diterima) Pembuatan indikator: a. 1,10 fenantrolina hidrat b. Besi (II) sulfat 0,02M Larutkan (a) ke dalam (b) (harus dihitung secara stoikiometris). Larutkan amilum dalam aquades dingin, didihkan selama 2 menit hingga larutan jernih