Anda di halaman 1dari 27

BAB I KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. KESIMPULAN Pemeriksaan pada Kantor Lingkungan Hidup Kota Pariaman dilaksanakan pada tanggal 07 s/d 25 Juni 2010, serta telah mengacu dan mempedomani Peraturan Pemerintah RI Nomor 79 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Secara umum masih ditemukan kelemahan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta laporan pelaksanaan program/kegiatan belum terlaksana menurut semestinya sehingga belum mendapat hasil yang optimal. Hal positif yang ditemui selama berlangsungnya pemeriksaan adalah objek pemeriksaan secara umum telah bersikap pro aktif membantu kelancaran dari pemeriksaan yang dilakukan, bahkan semua temuan tersebut telah ditindaklanjutinya. B. REKOMENDASI Disarankan kepada Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Pariaman untuk lebih memberikaan arahan, pembinaan, bimbingan serta evaluasi terhadap kinerja bawahannya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, dengan maksud kelemahan yang terjadi tidak lagi terulang pada masa yang akan datang. PENANGGUNGJAWAB I N S P E K T UR

Drs. EFENDI JAMAL, MM Pembina Tk.I, NIP. 19610607 198203 1 007

BAB II URAIAN HASIL PEMERIKSAAN


A. PENDAHULUAN 1. Dasar Hukum Pemeriksaan a. Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 tentang Pegawai Negeri Sipil. b. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaaraan Pemerintah Daerah. c. Keppres 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah d. Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 23 tahun 2007 tentang Tata Cara pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pengelolan Keuangan Daerah. f. Peratuan Menteri Dalam Negeri Nomor: 17 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. g. Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 4 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Kota Pariaman. h. Surat Pemerintah tugas Inspektur Inspektorat Kota Pariaman Nomor: 75/SPT/Insp/VI2010 tanggal 01 Juni 2010. 2. Ruang Lingkup Pemeriksaan. a. Bidang Keuangan b. Bidang Pengalolaan Barang/Inventaris. 3. Tujuan Pemeriksaan. a. Menilai prosedur yang digunakan untuk mengukur efektifitas pelaksanaan program Kegiatan. b. Menilai ketaatan dalam pengelolaan penatausahaan keuangan. c. Menilai ketaatan dalam pengelolaan aset / barang inventaris. 4. Periode Tahun yang diperiksa : Tahun 2009 ( Juni s/d Desember 2009) Tahun 2010 ( Januari s/d Mei 2010 )

5. Waktu Pemeriksaan: Pelaksanaan dari tanggaL 07 s/d 25 Juni 2010 6. Tim Pemeriksa: Drs. Efendi Jamal,MM Ir. Hazrul Hasanudin Edi Sonaidi, S.Sos Yelmis Sri Yetti, SE Mairizal, ST ( Penanggung Jawab) ( Ketua Tim) ( Anggota ) ( Anggota ) ( Anggota )

7. Informasi Singkat Struktur Organisasi. Kantor Lingkungan Hidup Kota pariaman dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 11 Tahun 2006 yang mengatur tentang Susunan dan Tata Kerja Kecamatan Pariaman Kota Pariaman dengan susunan Personil sebagai berikut : N0 1 2 4 5 6 Nama Ir.Definal Efni Yetti NIP 19580812 198002 1 003 19621231 198509 2 007 Pangkat/Gol Pembina IV/a Penata ,III/c Jabatan Kepala Kantor Kasubag TU

M.Taufik Mardayelli Danhas,ST Feri Abidin, ST

19590310 198202 1 001 19800317 200312 2 005 19790323 200501 1 010

Penata Muda Tk I, III/d Penata , Tk III/c Penata Muda Tk I, III/b

Kasi KSDA Kasi P3 Kasi PLB 3A

8. Kondisi Anggaran Kantor Lingkungan Hidup Belanja Jumlah Anggaran tahun 2009 Penerimaan uang jan s/d Des 2009 jumlah Pengeluaran uang jan s/d Des. 2009 jumlah Sisa UYHD Rp. 3.528.777.830,Rp. 2.849.270.173,Rp. 2.730.790.267,Rp. 118.479.906,-

Pendapatan Target menurut DPA 2009 Realisasi per 31 Desember 2009 Kelebihan target Belanja Jumlah Anggaran tahun 2010 Rp. 3.166.994.140,Rp. Rp. 354.291.929,47.933.333,Rp. 306.358.596,Penerimaan uang jan s/d Mei 2010 jumlah Pengeluaran uang jan s/d Mei 2010 jumlah Sisa UYHD Rp. 30.000.000,Rp. 31.202.625,Rp. 1.202.625,-

Pendapatan Target menurut DPA 2010 Realisasi per 31 Mei 2010 Yang belum tercapai Rp. 45.000.000,Rp. 11.285.245,Rp. 33.714.755,-

B. URAIAN HASIL PEMERIKSAAN 1. Dari hasil verifikasi atas dokumen belanja periode juni 2009 sampai dengan Mei 2010 pada Kantor Lingkungan hidup kota Pariaman ditemukan pajak PPN dan PPh belum setor sejumlah total Rp. 1.686.319,- dengan rincian sebagai berikut : A. Periode Juni s/d Desember 2009 sejumlah Rp. 592.272,dengan rincian (0212) : 1. Ppn/Pph yang belum disetor ke kas Negara sejumlah Rp. 512.272,-

No.Kwt 30/Agus

Uraian Pembuatan Plang Labor Rp.4.900.000,Jumlah

PPn (Rp) 445.454,445.454,-

PPh (Rp) 66.818,66.818,-

1. PPh Pasal 23 atas belanja sewa belum dipungut dan disetor sejumlah Rp. 80.000,- dengan rincian: (0212)

No.Kwt 23

Kegiatan Pembayaran sewa tenda dlm. rangka peresmian labor

Jumlah 2.000.000,-

PPh.Psl.23 (Rp) 80.000,-

C. Periode Januari s/d Mei 2010 sejumlah Rp1.094.047 1. Ditemukan belum dipungut dan disetorkannya 794.047,- dengan rincian: (0212)
No.Kwt 08/ Jan.2010 16/ Feb. 07/Jan. Biaya peralatan Pembelian bahan bangunan Biaya peralatan Jumlah 6.996.000,699.600,94.447,Service Komputer/ 3.495.000,2.018.000,349.500,201.800,47.183,27.243,Kegiatan Service Komputer/ Jumlah 1.483.000,PPn (Rp) 148.300,PPh (Rp) 20.021,-

PPn/PPh sejumlaRp.

2. Ditemukan belum dipungut dan disetorkannya


No.Kwt 82 Kegiatan Pembayaran jasa adm.keu bulan Mei 2010 Jumlah Jumlah 3.200.000,-

PPh Pasal 21 atas

pembayaran honor sejumlah Rp. 300.000,- dengan rincian : (0212)


PPh.Psl.21 (Rp) 300.000,-

Kondisi ini belum memenuhi maksud Permendari No 13 tahun 2006 pasal 135, yang berbunyi : Bendahara pengeluaran sebagai wajib pungut pajak penghasilan (PPn/PPh

dan pajak

lainnya, wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajaknya ke rekening kas negara pada bank yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan .

Hal ini disebabkan karena kelalaian bendahara pengeluaran ( Romi Satria E AMd ) tidak mempedomani ketentuan perundang-undangan yang berlaku pengawasan dari atasan langsung. Akibatnya negara belum menerima pendapatan dari sektor pajak 1.686.319,Menurut pejabat yang diperiksa : pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut. Disarankan kepada kepala kantor Lingkungan hidup memerintahkan bendahara pengeluaran untuk menyetorkan pajak tersebut ke Kas Negara bukti setoran disampaikan ke Inspektorat kota Pariaman. Telah ditindaklajuti 2. Dari hasil verifikasi belanja makan minum rapat dan kegiatan pada kantor Lingkungan Hidup Kota Pariaman periode juni 120.000,- dengan uraian sebagai berikut : A. Periode Januari sampai Mei 2010 pajak makan minum ( PB.I) yang belum disetor sejumlah Rp.120.000,- dengan rincian sebagai berikut: No. Kwt 25/29 Jan 27/22 Feb Jenis kegiatan Biaya makan rapat lKeg.KLH 29 Jan Biaya makan rapat lKeg.KLH 22 Feb Biaya makan rapat hutan kota 13 Jan Jumlah PB I 10 % 30.000 30.000 60.000 120.000 2009 sampai Mei 2010 Rp. ditemukan pajak makan minum yang belum disetor Sejumlah sejumlah Rp. dan lemahnya

Kondisi tersebut belum sesuai dengan Surat Edaran Walikota Pariaman Nomor 973/113/KPD/III-2004 tanggal 8 Maret 2004, yang berbunyi :

Setiap pelayanan hotel dan restoran atau rumah makan harus dikeluarkan pajak sebesar 10% dari jumlah pembayaran
Hal ini terjadi disebabkan karena kelalaian bendahara pengeluaran pengawasan dari atasan langsung (10403) dan lemahnya

Akibatnya pemerintah daerah kota Pariaman belum menerima pendapatan dari sektor pajak makan dan minum (PB I) sejumlah Rp. 120.000,Menurut pejabat yang diperiksa : pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut. Disarankan kepada kepala kantor Lingkungan hidup memerintahkan bendahara pengeluaran untuk menyetorkan pajak tersebut ke Kas Dearah, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat kota Pariaman. Telah ditindaklajuti 3. Ditemui pembayaran bantuan BBM pegawai Kantor Lingkungan Hidup yang tidak mempedomani ketentuan yang berlaku sejumlah Rp.8.100.000,dengan rincian sbb :
N0 NAMA NO/ TGL. KWT 71/7 70/7 73/6 69/8 67/8 72/6 18 16 15 14 13 12 11 10 09 08 101 100 103 102 104 105 106 TGL.KEG./ TUJUAN 16,17 Juli/Padang 23,24 Juli/Padang 22,23 Juni/Padang 20,21 Agus/Padang 10,11 Agus/Padang 18,19 Juni/Padang 11,12 Juni/Padang 3,4 agustus 24,25 Agustus 11,12 Agustus 3,4 Agustus 6,7 Agustus 28,29 Juli 27,28 juli 9,10 Juli 6,7 juli 19,20 Okt 1,2 Sept 28, 29 Okt 22,23 Okt 26,27 Okt 25,26 Okt 14,15 Sep RINCIAN JUMLAH (Rp)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Setiady Kusuma,SP Setiady Kusuma,SP Ariani Rahman,A.Md Wiwit Sundari,A.Md Fifi Asfrida,ST Zulhendri Fifi Asfrida Wiwit Sundari Fifi asfrida Linda Afriani Linda Afriani Setiadi K. Ariani Rahman Fifi asfrida Setiadi K. Wiwit Sundari Khaidir Wiwit Sundari Fifi asfrida Setiadi K. Wiwit Sundari Zulhendri Setiadi K.

40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,-

180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,-

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

Fifi asfrida Ariani R.,A.Md Khaidir Fifi asfrida Linda Afriani Zulhendri Khaidir Setiadi K. Setiadi K. Zulhendri Setiadi K. Khaidir Setiadi K. Setiadi K. Setiadi K. Setiadi K. Fifi asfrida Fifi asfrida Zulhendri Zulhendri Ariani R.,A.Md Ariani R.,A.Md

107 108 109 110 111 112 113 98 99 97 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53

7,8 Okt 13,14 Okt 15,16 Okt 9 10 Sep 7,8 Sep 7, 8 Sep 2,3 Sep 23,24 Okt 16,17 April 5,9 Jan

40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,40 Ltr. X a.Rp.4.500,-

Jumlah

180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,180.000,8.100.000,-

Hal ini belum sesuai dengan maksud Permendagri no. 13 tahun 2006 pasal 4 ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut:

Keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundangan-undangan, efektif, ekonomis, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat.
dan Surat Edaran Sekretaris Daerah No.005/139/DPPKA/II/2009, tanggal 3 Februari 2009 huruf (2) yang berbunyi sebagai berikut:

Pemberian BBM hanya untuk Perjalanan Dinas Luar Daerah Provinsi yang menggunakan kendaraan dinas dengan perhitungan 1 (satu) liter BBM untuk 6 (enam) kilometer jarak tempuh.
Hal ini disebabkan kelalaian PPTK dan KPA untuk memahami aturan yang berlaku serta kurangnya pengendali dari atasan. ( 10100 )

Akibatnya terjadi pengeluran daerah yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku sejumlah Rp.8.100.000,Menurut Pejabat yang diperiksa: pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut dan akan menindaklanjuti.

Disarankan kepada kepala kantor Lingkungan hidup memerintahkan bendahara pengeluaran untuk menagih kembali pembayaran BBM tersebut Rp. 8.100.000,- dan menyetorkannya ke kas daerah, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat Kota Pariaman. Telah ditindaklanjuti.

4.

Ditemui kelebihan pembayaran biaya makan minum pada Kantor Lingkungan Hidup sejumlah Rp. 1.444.600,- dengan rincian sbb :
N0 No Kwt/Tgl kegiatan 12/13-7 Selisih/ Kelebihan (Rp) 20.000,PPTK

Rincian 16 bks. X Rp.12.500 = Rp.200.000 + PBN I Rp.20.000,- = 220.000,16 bks. X Rp.12.500 = Rp.200.000 + PBN I .20.000,- =Rp.220.000,16 bks. X Rp.12.500 = Rp.200.000 + PBN I 20.000,- = 220.000,16 bks. X Rp.12.500 = Rp.200.000 + PBN I 20.000,- = 220.000,16 bks. X Rp.12.500 = 200.000 + PBN I 20.000,- =Rp.220.000,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = 192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I

Seharusnya 16 bks. X 12.500,= 200.000,- sudah termasuk pajak 16 bks. X 12.500,= 200.000,- sudah termasuk pajak 16 bks. X 12.500,= 200.000,- sudah termasuk pajak 16 bks. X 12.500,= 200.000,- sudah termasuk pajak 16 bks. X 12.500,= 200.000,- sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,=Rp.192.000,termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah

M.Taufik

13/10-8

20.000,-

M.Taufik

1/31-7

20.000,-

M.Taufik

10/3-7

20.000,-

M.Taufik

14/21-8

20.000,-

M.Taufik

45/4-8

19.200,-

Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas

47/6-7

19.200,-

66/18-8 49/. .

19.200,-

19.200,-

10

64/29-7 65/..

11

12

44/5-4

13

51/6-4

14

43/1-4

15

41/20-5

16

42/29-5

17

40/1-5

18

52/17-4

19

48/19-8

20

46/10-7

21

54/27-7

22

53/8-7

23

58/14-8

24

57/6-8

25

56/17-6

26

55/25-5

27

50/24-4

19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,- ,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- = 211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,-

termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,=Rp.192.000,termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak

19.200,-

Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

10

28

59/15-6

29

61/26-6

30

60/4-6

31

62/21-7

32

33/11-5

16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,-) 16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,108 bks. X Rp.12.500 = Rp.1.350.000,-+ PBN I 135.000,- = 1.485.000,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,12 bks. X Rp.12.000 = Rp.144.000 + PBN I 14.400,- =Rp.158.400,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,-

33

31/5-10

34

30/7-10

35

29/12-10

36

28/14-10

37

27/16-10

38

32/6-10

39

37/19-10

40

26/8-10

41

39/4-11

42

38/9-10

43

33/26-10

44

34/28-10

45

35/15-10

16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 108 bks x 12.500,= 1.350.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 12 bks x 12.000,-= 144.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak

19.200,-

Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas

19.200,-

19.200,-

19.200,-

135.000,-

19.200,-

Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

14.400,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

11

46

36/21-10

47

40/6-12

48

24/15-7

49

25/7-10

50

23/23-10

51

96/3-12

52

33/13 April 32/12 Mei

53

54

31/23 Juni

55

30/24 Juli

56

29/1 Juni

57

28/25 Mei

58

27/30 Juni

59

26/20 April 25/27 April 24/7 April

60

61

62

23/14-7

63

22/5 Mei

64

21/23 Juli

16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,14 bks. X Rp.12.000 = Rp.168.000 + PBN I 16.800,- =Rp.184.000,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN 19.200,- =Rp.211.200,12 bks. X Rp.12.000 = Rp.144.000 + PBN I 14.400,- =Rp.158.400,90 bks. X Rp.12.000 = Rp.1.080.000 + PBN I 108.000,- = 1.188.000,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 =

16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 14 bks x 12.000,-= 168.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 12 bks x 12.000,-= 144.000,sudah termasuk pajak 90 bks x 12.000,-= 1.080.000,- sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,=192.000,- sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-=

19.200,-

Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli Danhas Mardayeli

16.800,-

19.200,-

14.400,-

108.000,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

19.200,-

12

65

20/18 Mei

Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,16 bks. X Rp.12.000 = Rp.192.000 + PBN I 19.200,- =Rp.211.200,Jumlah setor

192.000,sudah termasuk pajak 16 bks x 12.000,-= 192.000,sudah termasuk pajak

Danhas 19.200,Mardayeli Danhas

1.444.600,-

Hal ini belum sesuai dengan maksud Perwako No.04 Tahun 2009, tanggal 27 Januari 2009 halaman (6) yang berbunyi sebagai berikut :

STNDAR BIAYA MAKAN DAN MINUM SUDAH TERMASUK PAJAK MAKAN MINUM Rp.12.500,- DAN SNACK Rp.6.000.
Hal ini disebabkan kelalaian KPA dan PPTK ,PPK dan bendahara kurang memahami

aturan yang berlaku . ( 10100 ) Akibatnya terjadi pengeluran daerah yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku sejumlah Rp. 1.444.600,Menurut Pejabat yang diperiksa: pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut dan akan menindaklanjuti.

Disarankan kepada kepala kantor Lingkungan hidup memerintahkan bendahara pengeluaran untuk menagih kembali kelebihan biaya makan minum tersebut ke PPTK dan menyetorkannya ke kas daerah, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat Kota Pariaman. Telah ditindaklanjuti 5. Ditemui kwitansi pembayaran tidak dibubuhi dengan materai sejumlah Rp. 125.000,- dengan uraian sebagai berikut: A. Periode Juni - Desember 2009 sejumlah Rp. 93.000,No 1 2 3 No.Kwt 56/GU 9 45/GU 9 16/GU-9 Uraian Kegiatan Pembayaran fotocopy kegiatan Lakip Pembayaran fotocopy kegiatan umum Penggandaan kegiatan manajemen pengelolaan sampah Jumlah 750.000 760.000 980.000 Bea Meterai 3.000 3.000 3.000

13

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 18 20 21 22 23 24 25 26

14/GU 9 05/GU 10 08/GU 10 09/GU 10 10GU 10 44/GU 10 43/GU 10 13GU 10 12/GU 10 119/GU 11 85/GU 11 83/GU 11 80/GU 11 06/GU 11 05/GU 11 04/GU 11 04/14-9 31/ Agus 32/28-9 09/. 07/11-9 06/11-9 33/11-5 30/Agus

Penggandaan kegiatan pengadaan sarana & prasarana ATK penyusunan Lakip ATK sarana & prasarana ATK Koordinasi penilaian lingkungan ATK Plot Projek kawasan peduli lingkungan Belanja cetak Belanja cetak Belnja penggandaan koordinasi penilaian kota sehat Plot Projek kawasan peduli lingkungan Pembelian bahan baku Belanja cetak piagam Belanja fotocopy Belanja hadiah Belanja buku agama Belanja buku agama Belanja buku agama Pembelian komponen listrik Rp.825.000,Pembuatan spanduk Rp.300.000,Pengumuman lelang Rp.750.000,Pembelian suku cadang kendaraan Rp.350.000,Biaya cetak amplop dinas Rp.987.500,Biaya foto cofy jilid Rp.615.000,Pembelian nasi bungkus Rp.1.485.000,Biaya pembuatan Plank Rp.4.900.000,Jumlah

775.200 500.000 670.500 655.000 762.000 922.500 965.000 755.000 737.600 1.815.000 600.000 755.000 4.000.000 500.000 500.000 500.000 825.000 300.000 750.000 350.000 987.500 615.000 1.485.000 4.900.000

3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 6.000 3.000 3.000 6.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 6.000 6.000 93.000

B . Periode Januari - Mei 2010 sejumlah Rp. 32.000,No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 09/.. 15/29-1 13/29-1 14/1 79/Apr. No.Kwt 17/Jan 10/ Jan 21/11-2 25/29 Jan 27/22 Feb Uraian Kegiatan Pembelian alat-alat listrik Rp.925.000,Pembelian alat-alat K3 Rp.500.000,Pembelian nasi bks 23 bks.a.Rp.15.000,=Rp.345.000 Pembelian nasi bks 20 bks.a.Rp.15.000,=Rp.300.000 Pembelian nasi bks 20 bks.a.Rp.15.000,=Rp.300.000 Rapat hutan kota tgl.13 Jan. 40 bks.a.Rp.15.000,-=Rp.600.000,Pemb.service printer Rp.745.000,Pemb.buku agama dan filsafat Rp.997.000,Pemb.buku ilmu peng.umum Rp.990.000,Pemb.buku peraturan perundangan Rp.995.000,Pembelian ATK Rp.375.000,Bea Meterai 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000

14

12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

72/ 20/Apr 73/3-5 78/April 21/April 77/. 02/17 Feb 03/18-3 05/12-3 04/3-3 09/5-4 81/3-5 76/3-5

Pembelian ATK Rp.300.000,Pembelian ATK Rp.998.000,Pembelian alat-alat listrik dan Elektronik Rp.500.000,Pemby.Foto Cofy 2.500 lbr.a.Rp.200,=Rp.500.000.Pemby.Foto Cofy 3.750 lbr.a.Rp.200,=Rp.750.000.Biaya Makan minum rapat tgl.5 Mei Rp.562.000,Biaya Makan minum rapat tgl.17 Mei Rp.345.000,Biaya Makan minum rapat tgl.18 Maret Rp.345.000,Biaya Makan minum rapat tgl.12 Maret Rp.345.000,Biaya Makan minum rapat tgl.3 Maret Rp.345.000,Biaya Makan minum rapat tgl.5 April Rp.300.000,Pemb.kunci meja Rp.300.000,Bahan bangunan Rp.500.000,Jumlah

3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 32.000

Hal ini belum sesuai dengan maksud PP no. 24 tahun 2000 pasal pasal 2 ayat (2) yang berbunyi sebagai berikut:

b. Yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.250.000,- ( dua ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp.1.000.000,- ( satu juta rupiah) dikenakan Bea Materai dengan tarif sebesa Rp.3000 ( tiga ribu rupiah) . c. Yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.1.000.000,- ( satu juta rupiah) dikenakan Bea Materai dengan tarif sebesar Rp.6000 (enam ribu rupiah)
Hal ini disebabkan kelalaian PPTK dan KPA untuk memahami aturan yang berlaku serta kurangnya pengendali dari atasan. ( 10100 ) Akibatnya terjadi pembayaran keuangan daerah mematuhi ketentuan yang berlaku. Menurut Pejabat yang diperiksa: pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut dan akan menindaklanjuti. Direkomendasikan kepada bendahara pengeluaran untuk melengkapi pembayaran tersebut dengan bea materai. Telah ditindaklanjuti sejumlah Rp. 125.000,-. yang tidak

15

6.

Ditemukan pembayaran ganda atas uang transportasi perjalanan dinas ke Pekan Baru kepada sdr. Romi Satria Efendi sejumlah Rp. 450.000,- (100 ltr ) , sebelumnya telah dilakukan pembayaran Definal, dengan uraian sbb :
No 1 NAMA Ir Definal URAIAN PEMBAYARAN Transportasi Penginapan Uang Saku JUMLAH 450.000 1.500.000 2.600.000 4.550.000 450.000 900.000 1.600.000 2.950.000

biaya transportasi kepada Ir.

Romi Satria Efendi

Transportasi Penginapan Uang Saku

Hal ini belum sesuai dengan maksud Perwako No.04 Tahun 2009, tanggal 27 Januari 2009 halaman (5) yang berbunyi sebagai berikut:

Untuk perjalanan dinas luar daerah luar propinsi yang tidak memiliki jalur penerbangan dan dilakukan dengan menggunakan trasnportasi darat dan air, biaya transportasi dihitung berdasarkan harga tiket trasportasi darat eksekutif yang berlaku dengan catatan tambahan : a. Jika menggunakan kendaraan dinas diberikan bantuan BBM, 1 Liter untuk 6 kilometer ( dengan melampirkan bon BBM )
Hal ini disebabkan kelalaian PPTK dan KPA untuk memahami aturan yang berlaku serta kurangnya pengendali dari atasan. ( 10100 ) Akibatnya terjadi pengeluran daerah yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku sejumlah Rp. 450.000,-. Menurut Pejabat yang diperiksa: Pejabat yang diperiksa membenarkan temuan tersebut dan akan menindaklanjutinya.

16

Disarankan kepada Kepala kantor Lingkungan hidup memerintahkan saudara Romi Satria Efendi untuk menyetorkan kembali biaya BBM tersebut sejumlah Rp. 450.000,- ke Daerah, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat Kota Pariaman. Telah ditindaklanjuti.

7. Ditemui perjalanan dinas ganda pegawai Kantor Lingkungan hidup Kota Pariaman periode juni 2009 sampai dengan Mei 2010 sejumlah total Rp.530.000,-dengan rincian sebagai berikut : ( 0160 ) A. Periode Juni sampai Desember 2009 sejumlah Rp. 330.000,No 1 Nama Setiadi Kusuma No.kwt 27 11 Tgl 2 Nov 1,2,3 Nov Tujuan Padang Batam setor Padang Jakarta setor Padang Dinkes Kota setor Padang Dinas Pendidikan setor Jumlah (Rp) 100.000,3.450.000,100.000,200.000,4.200.000,100.000,200.000,100.000,50.000,150.000,80.000,80.000,330.000,-

Efniyetti

13 08

1,2 Des 2,3,4 des

Mardayelli danhas

101 75

16,17 Juni 15,16 Juni

Wiwit Sundari

96 83

6,7 Juli 6,7 Juli

Jml.setor

B. Periode Januari sampai Mei 2010 sejumlah Rp. 200.000,No 1 Nama Zulhendri No.kwt 43 40 Tgl 18, 19 Maret 17,18 Maret Tujuan Pariaman Padang setor Padang Pariaman setor Pariaman Padng setor Jumlah (Rp) 110.000,300.000,55.000,350.000,130.000,65.000,110.000,300.000,80.000,200.000,-

M. Taufik

26 42

17,18 Maret 18, 19 Maret

Wiwit Sundari

23 48

8,9 Maret 7,8 Maret

Jumlah setor

17

Hal ini belum sesuai dengan maksud Peraturan Menteri Keuangan No. 45/PMK.05/2007 pasal (7) dan pasal (20) ayat (2) yang berbunyi sebagai berikut: Pasal (7):

Pejabat Negara, Pegawai Negeri dan Pegawai tidak tetap dilarang menerima biaya perjalanan dinas rangkap (dua kali atau lebih) untuk perjalanan dinas yang dilakukan dalam waktu yang sama .
Hal ini disebabkan kelalaian pemegang kas, pimpinan kegiatan serta kurangnya koordinasi dan pengendalian dari atasan.(10100) Akibatnya terjadi kerugian daerah sejumlah Rp. 530.000.Menurut Pejabat yang diperiksa: pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut dan akan menindaklanjuti. Disarankan kepada Bendahara pengeluaran untuk menagih kembali biaya perjalanan dinas ganda tersebut ke pejabat terkait dan menyetorkan kembali ke Kas daerah, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat Kota Pariaman. Telah ditindaklanjuti. 8. Ditemui SPT/SPPD perjalanan dinas kepala kantor keluar daerah untuk periode januari mei 2010 tidak dilengkapi dengan tanda tangan pejabat yang berwenang (Sekdako) sejumlah Rp. 15.350.000,- dengan rincian sbb :
N0 1 NAMA Definal,SP.M.Si TUJUAN jakarta 3 s/d 7 Januari Jumlah Rp.4.950.000,Keterangan SPT dan SSPD tidak ditanda tangani Sekdako sda sda

2 3.

Definal,SP.M.Si Definal,SP.M.Si

Batam 24 s/d 27 Mei Medan 19 s/d 20 Maret

Rp.4.950.000,Rp. 5.450.000

Hal ini belum sesuai dengan Perwako No.05 tahun 2010 halaman 10 huruf (C) berbunyi sebagai berikut:

yang

Untuk pejabat eselon III,IV dan Staf oleh Kepala SKPD, kecuali Kepala Kantor dan Camat ditanda tangani oleh Sekretaris daerah.

18

Hal ini disebabkan kelalaian PPTK dan KPA untuk memahami aturan yang berlaku serta kurangnya pengendali dari atasan. ( 10100 ) Akibatnya terjadi pengeluran daerah yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku sejumlah Rp.15.350.000,Menurut Pejabat yang diperiksa: pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut dan akan menindaklanjuti. Disarankan kepada

9. Ditemui pembayaran kegiatan tidak sesuai tahun anggaran , kegiatan tahun 2009 dibayarkan tahun 2010 sejumlah Rp. 750.000,- . Biaya seleksi calon peserta Diklat PIM II (an. Ir.Definal ) tanggal 27 s/d 29 Desember 2009 dengan Kwitansi No.02/Bp sejumlah Rp.750.000,tahun 2010 (Januari 2010 ). Hal ini belum sesuai dengan maksud Permendagri no. 13 tahun 2006 berbunyi sebagai berikut: pasal 21 yang dibayarkan pada anggaran

APBD merupakan dasar pengeloaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terhitung mulai 1 Januari sampai dengan tangga 3 Desember
Hal ini disebabkan kelalaian PPTK dan KPA untuk memahami aturan yang berlaku serta kurangnya pengendali dari atasan. ( 10100 ) Akibatnya terjadi pengeluran daerah yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku sejumlah Rp.750.000,Menurut Pejabat yang diperiksa: Pejabat yang doperiksa membenarkan temuan tersebut dan akan menindaklanjuti.

19

Disarankan kepada Kepala kantor Lingkungan hidup menyetorkan kembali biaya calon seleksi tersebut ke kas daerah, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat kota Pariaman. Telah ditindaklanjuti. 3. BIDANG SARANA DAN PRASARANA 1. Ditemui Tata Administrasi, perencanaan pengadaan barang, pengelolaan dan pemeliharaan terhadap barang inventaris Permasalahan yang ditemukan antara lain : a. b. c. Pemakaian alat dan bahan kimia peminjaman/pemakaian alat. Buku stock bahan kimia beserta masa berlakunya belum dibuat Saat pemeriksaan beberapa bahan kimia tabung bahan kimia tersebut. d. Laporan Inventaris sudah ada namun masih ada aset yang belum tercatat misalnya : pembangunan taman depan hotel nan tongga dan taman lapangan merdeka seharusnya masuk kedalam data aset konstruksi yang dalam pelaksanaan . e. Kurangnya pemeliharaan terhadap peralatan/inventaris misal : Tiang lampu tampu taman depan kantor LH rebah dan tidak berfungsi , alat-alat mesin pengolah kompos di TPA Tungkal selatan yang belum difungsikan mengalami kerusakan. f. Penyimpanan barang/peralatan kurang aman terjadi gempa. 2. Ditemukan beberapa hasil pengadaan tahun 2007, 2008 ,2009 tidak dapat dimanfaatkan dan tidak mencapai sasaran ,diantaranya : a. Beberapa bahan kimia dari pengadaaan tahun 2007, 2008 dan 2009, senilai Rp. 53.107.995,- . telah kadaluarsa .( rincian pada lampiran II ) , misal : alat alat labor kimia yang disimpan dalam lemari/etalase kaca akan rentan terhadap kerusakan jika yang dinyatakan habis dalam aset yang akan dihapuskan tidak dijumpai bukti fisik berupa kotak maupun sisa di labor belum disertai dengan bon pada Kantor Lingkungan Hidup Kota Pariaman belum terlaksana dengan baik. ( 0812 )

20

b.

Pengadaaan bak lucuran sampah /dam penahan persampahan

tahun 2008 senilai

Rp.49.800.000,- belum dimanfaatkan, Dinas tata ruang yang menangani membuat jalan dan tempat pembuangan ke bagian lain TPA Tungkal Selatan. c. d. Saluran drainase pengadaan tahun 2008 rusak tertimbun akibat pengalihan tempat pembuangan. Bak Sampah Fiber hasil Pengadaan tahun 2009 di desa balai Kurai taji dan beberapa lokasi lainnya sebahagian telah rusak dan hilang. Hal ini tidak sesuai dengan Permendagri 17 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah , diantara berbunyi : Pasal 6 ayat 4,6 dan 7 : 4) Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku pengguna barang milik daerah, berwenang dan bertanggung jawab: a. mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya kepada Kepala Daerah melalui pengelola; b. mengajukan permohonan penetapan status untuk penguasaan dan penggunaan barang milik daerah yang diperoleh dari beban APBD dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala Daerah melalui pengelola; c. melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya; d. menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya; e. mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya; f. mengajukan usul pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan kepada Kepala Daerah melalui pengelola; g. menyerahkan tanah dan bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan

21

penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya kepada Kepala Daerah melalui pengelola; h. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik daerah yang ada dalam penguasaannya; dan i. menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) yang berada dalam penguasaannya kepada pengelola. (6) Penyimpan barang bertugas menerima, menyimpan dan menyalurkan barang yang berada pada pengguna/kuasa pengguna; dan (7) Pengurus barang bertugas mengurus barang milik daerah dalam pemakaian pada masing-masing pengguna/kuasa pengguna.

Pasal 20 (1) Penyaluran barang milik daerah oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima. (2) Pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada Pengelola melalui pembantu pengelola. (3) Kuasa pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengguna. Pasal 45 (1) Pengelola, pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib melakukan pengamanan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. (2) Pengamanan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. pengamanan administrasi meliputi kegiatan pembukuan, inventarisasi, pelaporan dan penyimpanan dokumen kepemilikan; b. pengamanan fisik untuk mencegah terjadinya penurunan fungsi barang, penurunan jumlah barang dan hilangnya barang; c. pengamanan fisik untuk tanah dan bangunan dilakukan dengan cara pemagaran dan pemasangan tanda batas, selain tanah dan bangunan dilakukan dengan cara penyimpanan dan pemeliharaan; dan

22

d. pengamanan hukum antara lain meliputi kegiatan melengkapi bukti status kepemilikan.

Hal ini disebabkan karena Kepala SKPD selaku Pengguna barang beserta pengurus barang dalam menjalankan tugasnya kurang berpedoman kepada aturan. ( 10601 ) Akibatnya pengelolaan barang milik daerah dari sisi fungsionalnya, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, efisiensi , akuntabilitas dan kepastian nilai menjadi tidak terpenuhi. Tanggapan Obrik :

4. BIDANG PENGADAAN BARANG DAN JASA 1. Ditemukan beberapa kelemahan prosedur dan administrasi dalam Pengadaan barang/ jasa pada Kantor Lingkungan Hidup Kota Pariaman. Dari tahapan pengadaan barang jasa ( persiapan pengadaan, pelelangan, pelaksanaan kontrak,pengawasan dan pelaporan ) ditemukan masih banyak kekurangan dan ketidaksesuain dengan aturan yang berlaku diantaranya : 1. Penunjukkan panitia pengadaan barang dan jasa belum memperhatikan unsur kompetensinya dalam melakukan pengadaan 2. Panitia belum menyiapkan dokumen pengadaan dengan lengkap 3. Penyusunan dan penetapan HPS belum didukung data yang lengkap dan belum dapat dipertanggungjawabkan 4. Pada dokumen pemilihan beserta kelengkapan kualifikasi penyedia jasa ditemukan beberapa kelemahan dalam penanggalan, tandatangan kurang, keabsahan data kualifikasi dan lain-lain. 5. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belum didukung gambar, lokasi dokumentasi serta data-data lain yang jelas dan terinci. 6. Pengawasan pekerjaan tidak terlaksana dengan baik, surat penunjukkan pengawas lapangan, jadwal dan intensitas pengawasan dilapangan dan laporan pengawasan tidak ada. ,

23

Hal ini tidak sesuai dengan : Keputusan Presiden nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana diubah dengan perubahan terakhir dengan Peraturan Presiden nomor 95 Tahun 2007 tentang Pedoman pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dinyatakan dalam : Pasal 3 ayat 2 agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai APBN/APBD dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel. Akibatnya pengadaan barang jasa yang dilakukan kurang efisien, efektif dan akuntabel. Hal ini disebabkan KPA, pejabat/panitia pengadaan, PPTK , Pemeriksa barang menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Tanggapan Obrik : tidak

2. Ditemui pemborosan keuangan daerah atas beberapa pengadaan barang dan jasa tahun 2009 senilai Rp. 95.027.000,-, dengan rincian sebagai berikut : a. Ditemukan jumlah pengadaan pupuk kandang/pupuk kimiawi tidak sesuai kontrak, jumlah pengadaan 25 krg, jumlah ditemui/terpakai 9 krg sehingga tersisa 16 krg dengan nilai Rp.12.000.000,- . Dari kegiatan pengadaan Pupuk oleh CV. Army Jaya Teknik SPK no. no.20/spk/klh2009 tanggal 05 Oktober 2009 senilai Rp.27.390.000,- selama 30 hari kalender (05 Oktober 04 November 2009 ) Dari Berita Acara serah terima barang no. 20/KLH-2009 tanggal 13 November 2009 pada syarat serah terima ke tiga dinyatakan pemberian pupuk kimia diberikan sekali 3 bulan sebanyak 0.3 kg setiap batangnya. Jika dipakai syarat menurut BA no.02/KLH-2009 maka dari November 2009 juli 2010 ( 9 bulan ) jumlah pemupukan adalah 3 kali, maka pemupukan per batang : 3 x 0,3 kg = 0,9 kg/btg, jumlah total = 500 btg x 0,9 kg = 450 kg ( 9 krg pupuk @50 kg )) b. Terjadi kemahalan harga atas pembelian beberapa alat labor lingkungan hidup dengan CV. Multi Sarana laboratory ( SPK no. 22/spk/klh-2009 )

24

tanggal 29 Oktober 2009 sejumlah Rp. sebagai berikut :

38.575.000,-, dengan uraian

c. Terjadi kemahalan harga atas pekerjaan Penanaman Pohon pelindung di Bantaran Sungai senilai Rp. 44.452.000,Pekerjaan Penanaman Pohon pelindung di Bantaran Sungai dilakukan oleh CV. Rahaf SPK. No : 09/SPK/KLH-2009 tanggal 6 April 2009 senilai Rp.87.300.000,- , waktu pelaksanaan 40 hari kalender , masa pemeliharaan 180 hari kalender, lokasi penanaman di bantaran batang Mangau desa Marunggi Kota Pariaman. Dari hasil uji petik, konfirmasi dan perbandingan dengan kontrak sejenis pada Dinas pertanian didapati harga bibit mahoni, ketaping, pupuk, material pagar kemahalan, analisa harga satuan yang dibuat kurang dapat dipertanggung jawabkan.

Hal ini tidak sesuai dengan Keppres Nomor 80 tahun 2003 Tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden no.95 tahun 2007 , antara lain menyebutkan :

25

a. Pasal 3 menyebutkan bahwa Pengadaan barang/jasa wajib menerapkan prinsip-

prinsip efisien, efektif, terbuka dan bersaing , transparan, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.
b. Pasal 5 menyebutkan bahwa Pengguna barang/jasa, penyedia barang/jasa, dan

para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa.
c. Pasal 9 ayat 5 menyatakan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen/Penguna

Anggaran bertanggung jawab dari segi administrasi, fisik, keuangan dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilakukannya.
d. Pasal 10 ayat 5 menyatakan tugas,

wewenang dan tanggung jawab menyusun dan menyiapkan Harga

panitia/pejabat pengadaan antara lain Perkiraan Sendiri.

e. Pasal 13 menyatakan bahwa Pengguna barang/jasa wajib memiliki harga

perkiraan sendiri (HPS) yang dikalkulasikan secara keahlian dan berdasarkan data yang dapat dipertangungjawabkan.
f. Lampiran I Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 huruf E.1 menyatakan bahwa perhitungan HPS harus dilakukan dengan cermat, dengan menggunakan data dasar dan mempertimbangkan: 1) Analisis harga satuan pekerjaan yang bersangkutan. 2) Perkiraan perhitungan biaya oleh konsultan/engineer estimate 3) Harga pasar setempat pada waktu penyusunan HPS. 4) Harga kontrak/Surat Perintah Kerja (SPK) untuk barang/pekerjaan sejenis setempat yang pernah dilaksanakan. 5) Informasi harga satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), badan/instansi lainnya dan media cetak yang datanya dapat dipertanggungjawabkan. 6) Harga/tarif barang/jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/agen tunggal atau lembaga independen. 7) Daftar harga standar/tarif biaya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. 8) Informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

26

Akibatnya terjadinya pemborosan keuangan daerah sebesar Rp. 95.027.000,dengan rincian sebagai berikut : a. CV. Army Jaya Teknik sebesar Rp. 12.000.000,b. CV. Mitra Sarana laboratory sebesar Rp. 38.575.000,c. CV. Rahaf sebesar Rp. 44.452.000,-

Hal tersebut disebabkan oleh : 1. Panitia /pejabat Pengadaan tidak membuat HPS sesuai ketentuan. 2. Kepala Kantor selaku Pengguna Anggaran lalai dalam melaksanakan tugasnya menyetujui dan menetapkan HPS. 3. Pemeriksa barang lalai dalam menjalankan tugasnya memeriksa barang Tanggapan Pejabat yang diperiksa : Demikianlah Laporan hasil pemeriksaan ini disampiakan sebagai bahan informasi dan pedoman untuk tindak lanjutnya.

27