Anda di halaman 1dari 26

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................ ............................................................................................................ i ............................................................................................................. REKAPITULASI TEMUAN......................................................................... ........................................................................................................... ii ............................................................................................................. ............................................................................................................. BAB I KESIMPULAN DAN REKOMENDASI........................................... 1 A. Kesimpulan ..................................................................... 1 B. Rekomendasi................................................................... 1 BAB II TINJAUAN UMUM DAN URAIAN HASIL PEMERIKSAAN............... 2............................................................................................. ............................................................................................... A. TINJAUAN UMUM............................................................... 2 1. Dasar hukum pemeriksaan......................................... 2 2. Ruang lingkup pemeriksaan....................................... 2 3. Tujuan pemeriksaan................................................... 3 4. Waktu dan periode pemeriksaan................................ 3 5. Tim pemeriksaan........................................................ 3 6. Informasi singkat tentang objek pemeriksa................ 3 B. URAIAN HASIL PEMERIKSAAN........................................... 5 1. Aspek pengelolaan aparatur....................................... .................................................................................5 2. Aspek pengelolaan keuangan..................................... .................................................................................6

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

3. Aspek pengelolaan barang/ inventaris.................... ....................................................................... .. 16 BAB III LAMPIRAN.................................................................................... 17

REKAPITULASI TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN PADA DINAS KOPERINDAG KOTA PARIAMAN TAHUN 2008/2009

A.

JUMLAH TEMUAN
1. Aspek tugas Pokok dan Fungsi sebanyak 1 temuan, yaitu : a. Kelalaian dalam menyampaikan Tugas Pokok dan Fungsi ke bagian hukum Sekretariat Kota Paraiman Kewajiban setor ke Kas Negara sebanyak 1 temuan dengan jumlah Rp. 432.000,Kewajiban setor ke Kas Daerah Pemerintah Pariaman sebanyak 5 temuan dengan jumlah Rp. 2.557.000,Perbaikan administrasi/melengkapi temuan dengan jumlah Rp. 4.551.000,bukti Kota 3

2. Aspek Pengelolaan Keuangan sebanyak 9 temuan, terdiri dari : a. b. c.

sebanyak

B.

TINDAK LANJUT
1. Temuan yang telah ditindak lanjuti : a. Setor ke Kas Negara Rp. 432.000,Rp. 2.557.000,Rp. 4.551.000,-

b. Setor ke Kas Daerah Pemko Pariaman c. Perbaikan administrasi/melengkapi bukti

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

ii

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

iii

BAB I KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


A. KESIMPULAN
Berdasarkan PKPT dan Surat Perintah Tugas Inspektur Kota Pariaman Nomor : 25/SPT/Insp/III-2010, tanggal 11 Maret 2010, telah dilakukan pemeriksaan reguler pada Dinas Pertanian Kota Pariaman pada tanggal 17 Maret s/d 13 April 2010. Dari hasil pemeriksaan masih ditemui terjadinya kelemahan dalam penatausahaan keuangan terutama dalam hal pengadaan barang dan jasa. Temuan di atas penyebabnya dilatar belakangi oleh kurangnya kompetensi dari aparatur serta kurangnya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang ditetapkan dalam uraian tugas pada SKPD tersebut. Hal yang positif ditemui selama kami melakukan pemeriksaan adalah terjalinnya kerja sama positif antara tim pemeriksa dengan objek pemeriksaan guna kelancaran pelaksanaan pemeriksaan serta sikap pro aktif dari objek pemeriksaan untuk menindaklanjuti sebagian temuan hasil pemeriksaan yang di dapati.

B. REKOMENDASI
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Koperindag Kota Pariaman, kami menyarankan : 1. pada Dinas

Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman agar lebih meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap bawahanya dari aspek pengelolaan keuangan dan pelaksanaan Tupoksi. Kepada segenap aparatur PNS dilingkungan Dinas Pertanian Kota Pariaman untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kinerjanya, dengan tetap konsisten mempedomani ketentuan yang berlaku. Kepada pejabat, staf dan pelaksana tugas lainnya untuk segera menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan yang telah dimuat pada Laporan Hasil Pemeriksaan dan memberikan satu rangkap dokumen atas bukti tindak lanjut tersebut.

2.

3.

PENANGGUNG JAWAB TIM Inspektur

Drs. Effendi Jamal, MM


NIP19610607 198203 1 007

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

BAB II TINJAUAN UMUM DAN URAIAN HASIL PEMERIKSAAN


A. 1.
a.

TINJAUAN UMUM Dasar hukum pemeriksaan


Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2005 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaran Pemerintah Daerah. tentang Daerah. c. d. Tata Keputusan Presiden Nomor 74 tahun 2001 Cara Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah

b.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Walikota Pariaman Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007. Peraturan Daerah Nomor 21 tahun 2005 tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengawas Kota Pariaman. Peraturan Walikota Pariaman Nomor 170/900/2008 Tahun 2008 tentang Standar Biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2008. Peraturan Walikota Pariaman Nomor 273/900/2008 Tahun 2008 tentang PerubahanPertama Standar Biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2008. Peraturan Walikota Pariaman Nomor 04 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2009 Peraturan Daerah Nomor 04 tahun 2007 tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat Kota Pariaman. Surat Perintah Tugas Kepala Inspektorat Kota Pariaman Nomor : 25/SPT/Insp/III-2010, tanggal 11 Maret 2010.

e.

f. g.

h.

i.

j. k.

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

2.

Ruang lingkup pemeriksaan


Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan reguler, dengan tujuan untuk menilai tingkat kedisiplinan dan akuntabilitas aparatur serta ketaatan terhadap azas hemat, efektif dan efisien dalam pengelolaan keuangan serta dalam pelaksaanaan tugas pokok dan fungsi yang meliputi aspek pengelolaan aparatur, aspek pengelolaan keuangan dan aspek pengelolaan barang/jasa yang dilaksanakan pada Dinas Pertanian Kota Pariaman.

3.
a. b. c.

Tujuan pemeriksaan
Untuk menilai kinerja institusi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta program kegiatan yang telah ditetapkan. Untuk mencegah terjadinya kerugian Keuangan Negara dan Daerah. Memberikan pembinaan kepada objek pemeriksaan didasarkan atas kelemahan dan atau penyimpangan yang telah dilakukan guna menuju ke arah perbaikan. Sebagai pedoman bagi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah untuk menilai kinerja dari objek pemeriksaan.

d.

4.

Waktu dan periode pemeriksaan


Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 17 Maret s/d 13 April 2009, periode yang diperiksa adalah tahun anggaran 2009 s/d bulan Maret tahun anggaran 2010.

5.
a. b. c.

Tim pemeriksa
Susunan dari tim pemeriksa, yaitu : Drs. Efendi Jamal, MM H. Syahrul, SKM. M. Kes Bakhtar, SE. ( Penanggung Jawab ) ( Ketua Tim ) ( Anggota Tim ) ( Anggota Tim ) ( Anggota Tim )

d. Sitti Bulkis, S. Sos

e.

Yelmis Sri Yetti, SE

6.

Informasi singkat tentang objek pemeriksaan


SKPD Dinas Pertanian Kota Pariaman dibentuk dengan Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor : 04 Tahun 2007. Pada Peraturan Daerah dimaksud di atas secara umum telah diatur tugas pokok dan fungsinya. Uraian tugas dari masing-masing pejabat yang menduduki jabatan

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

struktural dan fungsional sudah dibuat dan ditetapkan dengan keputusan Walikota Pariaman. Struktur Organisasi Dan Tata Kerja dari Dinas Pertanian Kota Pariaman pada tahun 2010 serta satuan pengelola keuangan/barang tahun anggaran 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 1 : Struktur Organisasi Jabatan Struktural Tahun 2010


No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Nip Pangkat/Gol Pembina Tk.I, IV/b Pembina Tk.I, IV/b Pembina, IV/a Pembina, IV/a Pembina, IV/a Jabatan Kepala Dinas Sekretaris Kabid Tanaman Pangan & Holtikultura Kabid Perkebunan Kehutanan &

19580311 Ir. H. Syaiful 199003 1 002 Rizal,MM. Drs. Z,M.Pd Junaidi, 19611113 196603 1 006 19580311 199003 1 004 19600708 198503 1 006 19571221 198603 1 004 19611116 198203 1 003 NP, 010138018 19560810 19830 2 004 19620307 198302 1 001 19570901 198303 2 003

Risman, S.Tp Linda Ritawati, S.Si, MP Azwar A.Md Indrayani Syofrinaldi, SP Siska Rosalia Hasnil amir, BA Rosalika Wahyuni Chan,

Kabid Pengolahan , Pemasran hasil & bina Usaha Kabid Pertenakan Kesehatan Hewan dan

6. 7. 8. 9. 10.

Penata Tk. I, III/d Penata Tk. I, III/d Penata, III/c Penata, III/c Penata, III/c

Kasi Bina Produksi Padi Palawija Kasi Bina Holticultura Produksi

Kasi Produksi Tanaman Perkebunan Kasi pengembanggan tanaman kehutanan Perlindungan dan Konservasi lahan Kasi Pengolahan pemasaran hasil Kasi Bina Usaha Kasi Produksi Peternakan Kasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet dan

11. 12. 13. 14.

Muchlis, SP Agusrial Ir Darmiati Novia Rahmadhani

19590513 198301 2 001 19621231 198602 2 023 19591224 196211 1 001 19631012 198503 2 006

Penata, III/c Penata, III/c Penata, III/c Penata, III/c

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

Tabel 2 : Satuan Pengelola Keuangan /Barang 2010


No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Nama/Nip Ir.Armen,MM Drs. Sumiramis Drs.Nawalis Erwin Ifhadi Fakhrizal M.Nurdin Deni Jamal, SE Erman, HN Syafrina Pangkat/Gol Pembina Tk.I, IV/b Pembina Tk.I, IV/b Pembina, IV/a Pembina, IV/a Pembina, IV/a Penata Tk. I, III/d Penata Muda, III/a
Pengatur Muda, II/a

Jabatan Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran Bendahara Pengeluaran/ Pembayar Gaji Bendahara Penerima Pejabat Penatausahaan Keuangan .

Penata, III/c

Realisasi Penerimaan Dan Pengeluaran Keuangan 2008 dan 2009


Jumlah anggaran Tahun 2009 Jumlah Penerimaan Tahun 2009 Realisasi Sisa UYHD Jumlah anggaran Tahun 2010 Jumlah Penerimaan Tahun 2010 Realisasi s/d Maret 2010 Sisa UYHD Rp. Rp.,Rp.,Rp. ,Rp.,Rp. 499.669.482,Rp. 405.583.690,,-

Rp.

B.

URAIAN TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN


1. ASPEK PENGELOLAAN APARATUR Uraian Tugas Pokok dan fungsi belum dilaksanakan seperti : 1. Bidang Pengeloaan, Pemasaran dan Bina Hasil Usaha (P2HBU) belum : Membantu pemberian izin perlindungan Hak Cipta dan pelayanan informasi P2HBU Menyusun standar norma, pedoman, kriteria dan prosedur serta memberikan bimbingan teknis dan evaluasi dalam penangnan paska panen dan sarana P2HBU Melakukan penumbuhan pasar untuk produk P2HBU

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

a. Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Hasil belum : Melaksanakan penyimpanan buku, data dan bahan menurut ketentuan yang berlaku. b. Seksi bina Usaha belum : Melaksanakan pelatihan tekhnis dalam rangka bina usaha. Melaksanakan penyimpanan bahan, data dan bahan menurut ketentuan yang berlaku. 2. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan belum : Melaksanakan pengembangan sumber daya manusia peternakan dan kesehatan hewan. Melaksanakan pemberian izin dan pembinaan usaha peternakan dan keswan. a. Seksi produksi peternakan belum : Menyiapkan bahan perumusan komoditi dan peralatan serta menyiapkan rekomendasi penerbitan izin perusahaan peternakan. Melakukan penilaian dan analisa bahan baku. b. Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner belum : Melaksanakan pengawasan dan pengawalan peredaran obat. (0720) Hal ini tidak sesuai dengan Perwako No.22 tahun 2009, tanggal 18 Agustus 2009 Tentang Uraian Tugas Dinas Daerah Kota Pariaman. Hal ini disebabkan kelalaian dari masing-masing pejabat yang bersangkutan dan masih lemahnya pembinaan dari Kepala Dinas. . (10100) Akibatnya kurang terlaksananya kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mencapai tujuan kearah Pertanian secara keseluruhan. Tanggapan pejabat yang diperiksa: Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian agar memerintahkan secara tertulis masing-masing Kepala bidang dan Kasi melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan meningkatkan pengendalian terhadap staf. (5002.

2.

ASPEK PENGELOLAAN KEUANGAN

1. Ditemui pembayaran belanja pengadaan barang /jasa sebesar Rp. 19.450.000,- belum dipungut PPn sejumlah Rp. 245.545,- dan PPh sebesar Rp.36.818,- yaitu : a. Biaya bahan Percontohan pada pelatihan petani untuk kegiatan penangan pasca panen dan pengeloaan hasil pertanian kwt no.2233/gu sebesar Rp. 1.200.000.- belum dipungut Ppn sebesar Rp. 109.090, Pph sebesar Rp.16.363.b. Kwitansi pembayaran No.2319 pembelian Belanja Modal pompa air sejumlah Rp. 1.500.000,- belum disetor PPn sejumlah 136.364 PPh

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

sebesar Rp. 20.455,- ( pptk Farida, S.Sos ) Hal ini tidak sesuai dengan Surat Dirjen Pajak No. SE-13/PJ.43/2001 tanggal 10 Mei 2001 No 2 huruf d yang berbunyi Menaikan batas minimal pembayaran atas pembelian barang yang dikecualikan dari pemungutan pasal 22 yang semula Rp. 500.000 menjadi Rp. 1.000.000. Dan belum sesuai dengan maksud Kepres Nomor 42 Tahun 2002 Pasal 20 ayat (3) yang berbunyi: Bendaharawan instansi Pemerintah/BUMN/BUMD dan Bendaharawan lain sebagai Wajib Pungut Pajak menyetorkan seluruh penerimaan pajak yang telah dipungut dalam jangka waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Akibatnya tidak masuknya uang ke kas Negara sebesar Rp. 282.182,Hal ini disebabkan kelalaian dari Pimpinan Kegiatan dalam memungut Ppn/Pph dan masih lemahnya pengendalian dari Kepala Dinas. Tanggapan pejabat yang diperiksa : Pada prinsipnya obrik mengakui temuan menindaklanjuti Rp. 125.363,tersebut dan telah

Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian agar memerintahkan PPTK untuk menyetorkan PPN sejumlah Rp. 136.364,- dan PPh sebesar Rp.20.455,- ke Kas Negara. 2. Ditemui pembayaran biaya makan minum sebesar Rp. 3.427.000,belum dipungut PBN1 sebesar Rp. 342.700,- yaitu : 1. Kegiatan penghijauan lingkungan dengan kwitansi pembayaran nomor 920 dan 921 tgl 19 juni 2009 biaya rapat teknis Rp. 312.500,sejumlah Rp. 31.250 dan snack 150.000 sejumlah Rp. 15.000( Artisyah, S.Sos ) 2. Kegiatan penghijauan lingkungan dengan kwitansi pembayaran nomor 922 tgl 12 November 2009 biaya rapat teknis Rp. 317.000 sejumlah Rp. 31.700 ( Artisyah, S.Sos) 3. Kegiatan penanganan pasca panen dengan kwitansi pembayaran nomor 1180 tgl 11 Mei 2009 biaya rapat teknis Rp. 250.000,sejumlah Rp. 25.000 ( Mucklis , SP ) 4. Kegiatan penanganan pasca panen dengan kwitansi pembayaran nomor 1181 tgl 28 Mei 2009 biaya makan rapat peserta pelatihan Rp. 500.000,- sejumlah Rp. 50.000 (Mucklis , SP) 5. Kegiatan penanganan pasca panen dengan kwitansi pembayaran nomor 1182 tgl 28 Mei 2009 biaya snack rapat peserta pelatihan Rp. 240.000,- sejumlah Rp. 24.000 (Mucklis , SP) 6. Kegiatan penanganan pasca panen dengan kwitansi pembayaran nomor 1183 tgl 4 Juni 2009 biaya makan rapat peserta pelatihan Rp. 500.000,- sejumlah Rp. 50.000 (Mucklis , SP) 7. Kegiatan penanganan pasca panen dengan kwitansi pembayaran nomor 1184 tgl 4 Juni 2009 biaya snack rapat peserta pelatihan Rp. 240.000,- sejumlah Rp. 24.000 (Mucklis, SP ) 8. Kegiatan pengembangan agro bisnis pertanian kwitansi pembayaran nomor 1504 tgl 7 Desember 2009 biaya snack tgl 5 s/d 6 desember Rp. 480.000,- sejumlah Rp. 48.000,-(Ir.Darmiati )

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

9. Rapat evaluasi kegiatan promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah tahun 2009 sebesar 437.500.- belum dipungut dan disetorkan sebesar Rp. 43.750.Hal ini belum sesuai dengan maksud Edaran Walikota Pariaman No. 793/113/KPD/III-2004 tanggal 8 maret 2004 yang berbunyi sebagai berikut : setiap kegiatan yang memerlukan jasa restoran dan rumah makan/hotel harus menyisihkan pajaknya sebesar 10%. Hal ini disebabkan kelalaian pemegang kas dan kurangnya pengendali dari atasan. Akibatnya terjadi keterlambatan penerimaan pajak makan dan minum ke Kas Daerah sebesar Rp. 342.700,Tanggapan pejabat yang diperiksa: Pejabat yang diperiksa mengakui temuan tersebut dan telah menindaklanjutinya Disarankan kepada Kepala Dinas pertanian Kota Pariaman memerintahkan masing masing PPTK dan KPA untuk langsung menyetorkan PBN 1 yang dipungutnya setelah kegiatan dilakukan. 3. Ditemui biaya upah pembersihan lahan dan pembuatan lubang tanam demplot kebun pisang organik kegiatan pelatihan petani dan pelaku agribisnis pada kelompok tani Andestura kecamatan Pariaman Utara an. Hasan Basri sebesar Rp. 22.800.000,- belum membuat laporan kemajuan pelaksanaan demplot kebun pisang organic secara berkala. Hal ini tidak sesuai dengan SK Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman No : 030/SK/Diperta-2009. Tentang Tim Tekhnis, kelompok tani pelaksana dan petugas pendamping demplot kebun pisang organic poin 2 huruf a yang berbunyi : Meyiapkan laporan kemajuan pelaksanaan demplot kebun pisang organic. Hal ini disebabkan kelalaian PPTK & KPA dan lemahnya pengendali atasan.(10100). Akibatnya tidak didapatnya informasi tentang pelaksanaan deplot kebun pisang organic tersebut. Tanggapan pejabat yang diperiksa: Pejabat yang diperiksa menindaklanjutinya. mebenarkan temuan tersebut dan telah kemajuan dari

Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan PPTK. 4. Ditemui kwitansi No 2313 pembayaran belanja cetak buku kerja sebanyak 40 buah @ 120.000 yang tidak dilengkapi dengan berita acara penyerahan sesuai peruntukannya senilai Rp. 4.800.000. Kondisi ini bertentangan dengan maksud Permendagri no. 13 tahun 2006 pasal 132 ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut:

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

Setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah . Hal ini disebabkan PPTK pembayaran/belanja dimaksud Akibatnya dana sejumlah dipertanggungjawabkan. dan Rp KPA tidak melaksanakan belum dapat

4.800.000,-

Tanggapan pejabat yang diperiksa: Pejabat yang diperiksa mengakui temuan temuan tersebut dan menyerahkan daftar tanda terima buku kerja tersebut. Tanggapan balik pemeriksa : Pemeriksa tidak dapat mengakui kebenaran tanda terima tersebut, karena pada saat berlangsungnya pemeriksaan dari awal sampai akhir pemeriksa telah meminta bukti penyerahan barang tersebut, namun pejabat yang diperiksa tidak dapat memberikannya, jadi tanda terima yang ada saat ini adalah rekayasa. Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman untuk memerintah PPTK ( Artisyah ) dan KPA ( Jasmi, S.Sos ) untuk menyetorkan kembali uang ke Kas Daerah sejumlah Rp. 4.800.000,. 5. Ditemui Pembayaran biaya perjalanan dinas ganda pegawai Dinas Pertanian Kota Pariaman tahun 2009 sejumlah Rp. 1.180.000.- dengan uraian sebagai berikut, yaitu ;(0160). telah

No 1.

Nama Syaiful Rizal

No.kwt 127 13/1 554 13/1 2453 1694 1679 1744

Tgl

27,28,29,30,31/10 28/10 3/4 3/4

Tujuan Pdg Pariaman Utara setor Aceh Padang setor Balaikota Padang setor Jumlah setor Padang Padang Jumlah setor Padang DPPKA setor Pariaman

Jumlah (Rp) 125.000.60.000.60.000.7.900.000,125.000.125.000.60.000.125.000.60.000,245.000,100.000.200.000.100.000.100.000.50.000.50.000.50.000,-

2.

Donna Gracia

3171 1999 483 629 1442

11/8 11/8, 12/8 11/2 11/2 14/4

Syofrinaldi, NP

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

1186 1694 745

14/4 13/4 13/4

Selatan Pariaman Selatan setor DPPKA Padang setor Jml setor Aceh Pariaman Selatan Jumlah setor Padng Kantor walikota Setor Keltan Usaha tani Tungkal Selatan Jml setor Air santok Pariaman Tengah setor Padang Balai Kota Jml setor Padang Kantor walikota setor Pariaman Selatan Padang setor Pariaman Selatan BPS setor Padang Buktinggi setor

50.000.50.000.50.000.100.000.50.000.150.000.7.300.000,180.000,180.000,100.000.50.000,50.000 50.000.50.000.50.000.50.000.50.000.50.000.100.000.50.000.50.000.125.000,60.000,60.000,60.000,125.000,60.000,60.000,60.000,60.000,125.000,250.000,125.000,-

Indrayani

2454 3211 1563 1567

27,18,19,10, 31/10 27,28,29/10 10/7 10/7

Noerleni Azhar

Syofnir

1753 1733

15/4 15/4

Nurdin, SP

1356 1004

8/4 8/4

Meri Rizki 660 Amelia 662 Jasmi, S.Sos 1561 1566 1126b 1737 1345 1229 917 1408

8/6 8/6 10/7 10/7 13/4 13/4 12/6 12/6 28/4 28/4, 29/4

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

10

Jumlah setor Jumlah semua

305.000,1.180.000,-

Hal ini belum sesuai dengan maksud Permendagri no. 13 tahun 2006 pasal 132 ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut: Setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah . Dan Peraturan Menteri Keuangan No. 45/PMK.05/2007 pasal (7) dan pasal (20) ayat (2) yang berbunyi sebagai berikut: Pasal (7): Pejabat Negara, Pegawai Negeri dan Pegawai tidak tetap dilarang menerima biaya perjalanan dinas rangkap (dua kali atau lebih) untuk perjalanan dinas yang dilakukan dalam waktu yang sama . Pasal 20 ayat (2): Pejabat yang berwenang wajib membatasi pelaksanaan perjalanan dinas untuk hal-hal yang mempunyai prioritas tinggi dan penting serta mengadakan penghematan dengan mengurangi frekwensi, jumlah orang dan lamanya perjalanan. Hal ini disebabkan kelalaian Bendaharawan pengeluaran, PPTK dan KPA serta kurangnya koordinasi dan pengendali dari atasan dalam menetapkan kendali perjalanan dinas.(10100) Akibatnya terjadi kerugian daerah sejumlah Rp.1.180.000.Tanggapan pejabat yang diperiksa: Pejabat yang terkait membenarkan temuan tersebut ditindaklanjuti sejumlah Rp. 875.000,-, sisa Rp. 305.000,Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman memerintahkan kepada pegawai yang belum menindaklanjuti agar menyetorkan pembayaran perjalanan dinas ganda sejumlah RP. 305.000.- ke Kas Daerah dan bukti setoran disampaikan ke Inspektorat Kota Pariaman.(1004 ), dan memerintahkan kepada sekretaris untuk membuat kartu kendali perjalanan dinas. 6. Ditemui pembayaran yang tidak rasional pada kegiatan Penyediaan Bibit Unnggul Pertanian/Perkebunan Dinas Pertanian Kota Pariaman sebesar Rp.7.900.000,- dengan PPTK Sdr. Artisyah S.Sos dan KPA Jasmi S.Sos yaitu : 1. Pembayaran upah pembersihan lahan bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 40 OH @ Rp,50.000,- = Rp.2.000.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa untuk pembersihan lahan bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga pembersihan lahan 5 OH ( 5 x Rp. 50.000,- = Rp. 250.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 1.750.000,-

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

11

2. Pembayaran upah tenaga kerja pembuatan lobang bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 20 OH @ Rp,50.000,- = Rp.1.000.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja pembuatan lobang bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 5 OH ( 5 x Rp. 50.000,- = Rp. 250.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 750.000,3. Pembayaran upah tenaga kerja pemupukan bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 20 OH @ Rp,50.000,- = Rp.1.000.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja pemupukan bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 5 OH ( 5 x Rp. 50.000,- = Rp. 250.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 750.000,4. Ditemui Pembayaran upah tenaga kerja pemasangan tiang bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 20 OH @ Rp,50.000,- = Rp.1.000.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja pemasangan tiang bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 5 OH ( 5 x Rp. 50.000,- = Rp. 250.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 750.000,5. Pembayaran upah tenaga kerja penanaman bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 40 OH @ Rp,50.000,- = Rp.2.000.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja penanaman bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 5 OH ( 5 x Rp. 50.000,- = Rp. 250.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 1. 750.000,6. Pembayaran upah tenaga kerja penyiraman bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 10 OH @ Rp,50.000,- = Rp.500.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja penanaman bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 4 OH ( 4 x Rp. 50.000,- = Rp. 200.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 300.000,7. Pembayaran upah tenaga kerja penyiangan dan membumbun bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 20 OH @ Rp,50.000,- = Rp.1.000.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja penyiangan dan membumbun bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 5 OH ( 5 x Rp. 50.000,- = Rp. 250.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 750.000,8. Pembayaran upah tenaga kerja pemberantasan Hama dan Penyakit bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 15 OH @ Rp,50.000,- = Rp.750.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja pemberantasan Hama dan Penyakit bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 4 OH ( 4 x Rp. 50.000,- = Rp. 200.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 550.000,9. Pembayaran upah tenaga kerja pemupukan bibit naga an.Benni Indra Cs sejumlah 15 OH @ Rp,50.000,- = Rp.750.000,-. Dari hasil komfermasi dengan tim keknis/ pejabat penyuluh pertanian bahwa upah tenaga kerja pemupukan bibit naga sebanyak 100 lobang dibutuhkan tenaga 4 OH ( 4 x Rp. 50.000,- = Rp. 200.000,-). Dengan demikian terdapat pemborosan uang sebesar Rp. 550.000 Kondisi ini belum memenuhi maksud pasal 4 ayat 1 Permendagri 13 tahun 2006 Keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

12

peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat. Hal ini disebahkan PPTK, KPA dalam malakukan pembayaran upah tidak menggunakan azas efisien dan ekonomis. Akibatnya terdapat kelebihan pembayaran yang merugikan keuangan daerah sejumlah Rp. 7.900.000,Tanggapan pejabat yang diperiksa :

Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian untuk memerintahkan kepada KPA ( Jasmi, S.Sos ) dan PPTK ( Artisyah ) untuk mengembalikan uang ke kas sejumlah Rp. 7.900.000,PEMERIKSAAN PHISIK PROYEK : 1. Sewaktu diadakan cek fisik kelapangan ditemui kelemahan dan kekurangan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan sebesar Rp. Rp. 270.499.770,38 antara lain : (0140) A. Kegiatan Penghijauan lingkungan sebesar Rp. 71.128.720.- yaitu : a. Bahan bibit tanaman dengan nilai kontrak sebesar Rp. 49.900.000.-(empat puluh sembilan juta rupiah), SPK No.048/SPK/Pertanian/2009, tanggal 8 Desember 2009 terdapat kekurangan pekerjaan sebesar Rp. 4.410.000.b. Pagar dan Waring dengan nilai kontrak sebesar Rp. 42.000.000.(empat puluh dua juta rupiah), terdapat kekurangan pekerjaan sebesar Rp.38.040.000.c. Jasa Pekerjaan khusus (Upah) dengan nilai sebesar Rp14.560.000-,(empat belas juta lima ratus enam puluh ribu rupiah), kekurangan pekerjaan sebesar Rp.11.648.000.-. d. Belanja Pupuk dengan nilai kontrak sebesar Rp.21.300.000.(dua puluh satu juta rupiah), SPK No.042/SPK/Pertanian/2009 tanggal 24 November 2009 terdapat kekurangan pekerjaan sebesar Rp.17.030.720 sebagai berikut : URAIAN Bibit : - Pinang (100 -100) - Mangga (100-30) - Mahoni (50-50) - Galodokan (100-100) - Katapang (100-0) - Cemara Laut (100-0) - Asam Kandis (50070 100 100 300 bt g bt g bt 13.0005.000 5.000 5.000 910.00 0 500.00 0 500.00 0 1.500.00 BANYAK HRG SAT (RP) JUMLAH (RP) TOTAL 4.410.00 0

N o 1

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

13

200 btg) - Kelapa (150-150) - Bintangor (100-0) - Jambu Mete(100-0) Pagar dan Waring : - Pagar (1.400-180) - Waring(1.400-0) 2. Upah : - Pembersihan lahan(1.400-280) - Penggalian,penanam an,pemupukan(1.400 -280) - Pemasangan Pagar(1.400-180) - Penyiraman(1.400280) - Pemeliharaan(1.400280) 3. Pupuk : - Tanah Humas (1.400280) - Pupuk Organi (1.400280) - Pupuk An Organik (1.400-280) JUMLAH

100 100

g bt g bt g

5.000 5.000

0 500.00 0 500.00 0 38.040.0 00

1.22 0 1.40 0

bh bh

22.000 8.000

26.840.0 00 11.200.0 00 11.648.0 00

1.12 0 1.12 0 1.22 0 1.12 0 1.12 0

1.000 3.000 1.000 2.250* 3.000

1.120.00 0 3.360.00 0 1.120.00 0 2.688.00 0 3.360.00 0 17.030.7 20

1.12 0 1.12 0 1.12 0

4.500** 4.500** 6.200** *

5.040.00 0 5.040.00 0 6.950.72 0 71.128.7 20

Jumlah bibit :- tidak diberi pagar 1220 btg (Pinang 100, Mangga 70, Katapang 100, cemara laut 100, Asam Kandis 500, Kelapa 150, Bintangor 100, Jambu Mete 100 = 1220 ) - tidak diberi waring 1400 btg seluruh bibit - tidak ada upah 1120 btg (Mangga 70, Katapang 100, cemara laut 100, Asam Kandis 500, Kelapa 150, Bintangor 100, Jambu Mete 100 = 1120 ) - tidak diberi pupuk 1120 btg (Mangga 70, Katapang 100, cemara laut 100, Asam Kandis 500, Kelapa 150, Bintangor 100, Jambu Mete 100 = 1120 ) * **12.000kg/1400btg=8,57x525=4.500 ***600 kg/1400btg = 0,428 (per batang) x Rp.14.500 = Rp.6.200

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

14

B. Penyediaan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan dengan nilai Rp. 136.140.000, terdapat kekurangan pekerjaan sebesar Rp. 84.060.000.- Yaitu : a. Pekerjaan bahan praktek/bahan percontohan (Bibit Sirsak) dengan nilai kontrak sebsar Rp. 73.000.000.SPK No.057/SPK/Pertanian/2009, tanggal 19 November 2009, terdapat kekurang pekerjaan sebesar Rp. 39.753.000,- : Bibit Sirsak sebanyak 10.000 batang a Rp. 6.300.= Rp. 63.000.000.Bibit Sirsak yang terlaksana sebanyak 6.310 a Rp. 6.300.= Rp. 39.753.000,Jumlah kekurangan sebanyak 3.700 a Rp. 6.300.= Rp. 23.310.000 .b. Belanja Bahan Obat-obatan (Pupuk Kandang dan Pupuk Kimia) untuk Bibit Sirsak dengan nilai kontrak sebsar Rp. 63.140.000.SPK No.058/SPK/Pertanian/2009, tanggal 19 November 2009, terdapat kekurang pekerjaan sebesar Rp. 60.750.000 .- : Pupuk Kandang sebanyak 2.000 kg a Rp. 500.= Rp. 1.000.000.Pupuk Kimia sebanyak 5.000 kg a Rp. 11.950.= Rp. 59.750.000.Jumlah kekurangan sebesar = Rp. 60.750.000 .C. Pengadaan Sistim Insentif dan Disinsentif bagi petani/kelompol tani pekerjaan Pembangunan Rumah Kompos sebanyak 30 unit dengan nilai sebesar Rp. 221.280.000.- SPK No. 022 SPK/Pertanian/2009, tanggal 26-09-2009, terdapat kekurangan pekerjaan sebesar Rp. 19.183.050,38 : a. Menurut Kontrak : - Pasangan tiang kayu 0, 19 x Rp. 2.562.670.= Rp. 486.907,30.- Pasangan balok kayu 0,10 x Rp. 2.562.670.= Rp. 256.267,00.- Pasangan dinding papan 23,04 x Rp. 110.610,50.- = Rp. 2.548.465,92.- Pasangan kuda-kuda 0,31 x Rp. 2.562.670,00.= Rp. 794.427,70.- Pasangan rangka atap 29,15 x Rp. 30.923,75.= Rp. 901.427,31.- Pasangan Atap Asbes 29,15 x Rp. 27.758,50.= Rp. 809.160,28.=Rp. 6.645.502,06.b. Menurut Pemeriksaan : - Pasangan tiang kayu 0, 18 x Rp. 2.562.670.= Rp. 461.029,92.- Pasangan balok kayu 0,09 x Rp. 2.562.670.= Rp. 219.364,55.- Pasangan dinding papan 22,64 x Rp. 110.610,50.- = Rp. 2.493.160.67.- Pasangan kuda-kuda 0,23 x Rp. 2.562.670,00.= Rp. 594.129,41.- Pasangan rangka atap 0,23 x Rp. 30.923,75.= Rp.

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

15

594.539,44.- Pasangan Atap Asbes 29,00 x Rp. 27.758,50.804.996,50.6.645.502,06.-

Rp. =Rp. =Rp.

638.436,01.Jumlah kekurangan 30 unit x Rp. Rp. 638.436,01.- = Rp. 19.183.050,38 D. Pengadaan Bahan/Bibit Tanaman pada kegiatan Pemanfaatan Pekarangan SPK no. 006/Pertanian/2009, tanggal 27 Mei 2009 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 24.615.000.- terdapat kekurangan pekerjaan sebesar Rp. 21.878.000,- yaitu : JLH (btg) 1. Tanaman Buahbuahan c. Jambu biji d. Mangga Harum Manis e. Sawo Tanaman Hias f. Mawar g. Melati h. Bougenvile Tanaman Obat i. Rosela Merah j. Jeruk purut k. Tapak Dara Tanaman Sayur l. Kangkung Darat m. Bayam n. Terung Bulay o. Pare Jumlah Real (btg ) 80 20 60 17 8 160 160 Jlh krg (btg) Harga Sat (Rp) 3.000 6.500 15.000 5.000 2.600 8.400 9.000 4.500 8.000 37.000 78.000 1.400 1.500 Jumlah Kekurangan

300 300 300 450 450 450 250 250 180 50 25 500 500

220 300 280 450 450 450 250 250 120 33 17 340 340

660.000 1.950.000 4.200.000 2.250.000 1.170.000 3.780.000 2.250.000 1.125.000 960.000 1.221.000 1.326.000 476.000 510.000 21.878.000

2.

3.

4.

E. Jalan Usaha Tani di desa cubadak air Utara tahun 2009 di dengan kontrak swakelola kepada Sdr. Jasman lakukan dengan SPK No. 24/SPKS-TPH/2009, realisasi fisik pekerjaan per 09 Desember 2009 sebesar 50 % ( Rp. 74.250.000,-) laporan kemajuan sementara pembayaran per 23 Desember telah mencapai 100 % ( Rp. 148.500.000,-), sehingga selisih pembayaran adalah 50 % atau Senilai Rp.74.250.000,Hal ini tidak sesuai dengan :

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

16

a. Kepres No 80 tahun 2003 perubahan sebagaimana diubah dengan perubahan terakhir dengan peraturan presiden nomor 95 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan pengadaan barang/Jasa Pemerintah yang dinyatakan dalam pasal 3 huruf f. yang menyatakan bahwa : pengadaan barang/jasa wajib menerapkan prinsip-prinsip akuntabel, berarti harus mencapai sasaran baik fisik, keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pelayanan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa. b.Kontrak swakelola No. 24/SPKS-TPH/2009 pasal 3 waktu pelaksanaan Pihak kedua bersedia dan sanggup melaksanakan pekerjaan pembangunan JUT pada pasal 2 d Hal ini disebabkan masing-masing PPTK, KPA, Pemegang Barang dan Panitia Pemeriksa Barang tidak berfungsi dalam pengadaan kegiatan tersebut, karena pengadaan dan pendistribusian bahan/bibit tersebut langsung dilkerjakan/dikelola oleh Kepala Dinas Pertanian (Ir. Syaiful rizal MM) seperti pernyataan terlampir, serta penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan tidak mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan dalam kontrak. Akibatnya terjadi kelebihan pembayaran atau kekurangan fisik yang menimbulkan kerugian daerah sejumlah Rp. 270.449.000,38 Tanggapan Pejabat yag diperiksa :.

Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian agar mempertanggung jawabkan pekerjaan yang tidak dilaksanakan dan menagih kepada masing-masing rekanan untuk mengembalikan kerugian daerah atas kekurangan pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp. 270.499.770,38 ke Kas Daerah, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat Kota Pariaman .(1004) 1. Kegiatan Penghijauan lingkungan sebesar Rp. 71.128.720.2. Penyediaan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan sebesar Rp. 84.060.000.3. Pengadaan Sistim Insentif dan Disinsentif bagi petani/kelompol tani pekerjaan Pembangunan Rumah Kompos sebesar 19.183.050,38,4. Pengadaan Bahan/Bibit Tanaman pada kegiatan Pemanfaatan Pekarangan sebesar Rp. 21.878.000,5. Pengadaan Jalan Usaha Tani ( JUT ) sebesar Rp. 74.250.000,2. Pengadaan Ternak Kambing SPK No.19/SPK/Pertanian/2009, tanggal 19 November 2009, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 72.800.000.-(tujuh puluh delapan juta rupiah), terdapat kelemahan-kelemahan dan kekurangan pekerjaan sebesar Rp. 16.550.000.- Yaitu : a. Tidak membuat berita acara visum bagi ternak yang mati sebanyak 63 ekor ( 13 ekor jantan dan 50 ekor betina) b. Ternak kambing dengan kondisi tidak sehat sewaktu diterima peternak kambing dalam masa karantina sebanyak 17 ekor ( 4 jantan dan 13 betina ) dengan nilai sebesar Rp. 16.550.000.- an :

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

17

1. Sudirman sebanyak 1 ekor betina @ Rp. 750.000,- = Rp. 750.000,2. Zainal arifin sebanyak 6 ekor ( 1 ekor jantan, 5 ekor betina ) 1 ( satu ) ekor Kambing Jantan a Rp. 1.300.000.- = Rp. 1.300.000.5 ( lima ) ekor Kambing Betina a Rp. 750.000.= Rp. 3.750.000.3. Ali Umar desa Punggung ladiang 10 ekor ( 3 ekor jantan, 7 betina ) 3 ( tiga ) ekor jantan @ Rp. 1.300.000,= Rp. 3.900.000,7 ( tujuh ) ekor betina @ Rp. 750.000,= Rp. 5.250.000,i. Edi Bakri desa Cubadak Mentawai 2 ekor Kambing betina @ Rp. 750.000,Rp. 1.500.000,Hal ini tidak sesuai dengan : c. Surat perjanjian ternak pemerintah no : 050.036/Pertanian/2009, tanggal 14 desember 2009 yang berbunyi : Pasal 1 : Pihak kedua menerima 6(enam) ekor kambingyang terdiri dari 5(lima) ekor betina dan 1(satu) ekor jantan dengan kondisi sehat, tidak kurus dan tidak cacat. Pasal 4(1) : Bila ternyata ternak pemerintah yang diterima pihak kedua mati, bukan karena kesalahan atau kelalaian pihak kedua, maka pihak kedua bebas dari tanggung jawab untuk mengganti ternak yang bersangkutan dengan syarat ternak yang mati harus ada surat visum dari dokter hewan. d.Berita Acara Rapat Persiapan Pemilihan Penyedia barang/Jasa tanggal 9 Oktober 2009, tentang persyaratan ternak Kambing poin 6 yang berbunyi : Kambing harus kondisi sehat selama 14 hari kelender di wilayah Kota Pariaman sebelum diserahkan atau jika tidak memiliki kandang karantina dapat diserahkan langsung ke Peternakan Penerima dengan catatan selama 14 hari pertama ditangan peternak merupakan tanggung jawab penyedia barang. Kondisi ini disebabkan Akibatnya terdapat kerugian Daerah sebesar Rp. 16.550.000.Tanggapan Pejabat yag diperiksa :. Disarankan Kepada kepala Dinas Pertanian agar memerintahkan secara tertulis kepada PPTK dan KPA menagih biaya bibit kambing yang mati masa dalam karantinakepada Penyedia kambing (rekanan) dan menyetorkannya ke Kas Daerah sebesar Rp. 16.550.000.3. Pengadaan Teralis jendela kantor Puskeswan dengan nilai kontrak sebesar Rp. 7.700.000.-SPK No.07/SPK/Pertanian/2009, tanggal 28 Mei 2009, terdapat kemahalan harga sebesar Rp. 2.200.000 yaitu : Pembelian Teralis sebanyak 22 unit x Rp.350.000.= Rp. 7.700.000.Harga Pasar 22 unit x Rp. 250.000.= Rp.

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

18

5.500.000.Kemahalan harga sebesar 2.200.000.-

Rp.

Hal ini tidak sesuai dengan : Permendagri No. 2 tahun 1994 tentang pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah ps 12 yang berbunyi : Pelaksanaan anggaran belanja daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip antara lain: Hemat, tidak mewah, efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana/program kegiatan seta fungsi masing-masing Dinas/Lembaga/Satuan Kerja daerah lainnya. Hal ini disebabkan kelalaian bendaharawan pengeluaran, PPTK dan KPA serta kurangnya koordinasi dan pengendali dari atasan.(10100) Akibatnya terjadi kerugian daerah sejumlah Rp. 2.200.000.Tanggapan Pejabat yag diperiksa :.

Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman memerintahkan masing-masing PPTK dan KPA untuk menyetorkan uang ke Kas Daerah sebesar Rp. 2.200.000.-, bukti setoran disampaikan ke Inspektorat Kota Pariaman. (1004) C. ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA. 1. Kepala Sub Bagian umum Dinas Pertanian Kota Pariaman belum melaksanakan tata administrasi kepegawaian dan administrasi lainnya belum berjalan dengan baik, dimana pencatatan belum lengkap dalam membuat Daftar Urut Kepangkatan (DUK).(0320) Hal ini belum sesuai dengan maksud PP. No. 15 tahun 1979 tentang Daftar Urut Kepangkatan (DUK) dan Kepmendagri No. 287 tahun 1970 tentang tata Usaha kepegawaian dilingkungan Depdagri. Hal ini disebabkan kelalaian Kasubag umum dan kurangnya pengendali dari atasan.(10100) Akibatnya administrasi kepegawaian pada Dinas Peranian Kota Pariaman tidak tertata dengan baik. Pejabat yang diperiksa membenarkan temuan tersebut. Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Sub bagian Umum untuk membuat tata administrasi kepegawaian sesuai dengan detentan yan berlaku.(5001) D. ASPEK SARANA DAN PRASARANA

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

19

1. Sdr. Leni sebagai pemegang barang belum mencatat pengadaan barang tahun anggaran 2009 kedalam buku inventaris barang pada Dinas Pertanian (0330) : a. Kompresor kepala 2 + mesin Robin(1/2HP) dengan nilai RP. 4.800.000 b. Kunci-Kunci (Merek Tekhnis) dengan nilai Rp. 2.250.000.c. Dongkrak 3 Ton (Merek Tehiro) dengan nilai RP. 1.500.000.d. Katrol 1 Ton dengan nilai RP. 850.000.Hal tersebut belum sesuai dengan maksud Bab. IV Pasal 4 Kepmendagri dan Otonomi Daerah No. 11 Tahun 2001 tanggal 1 Pebruari 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang berbunyi : Bendaharawan khusus Barang Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan dan pengeluaran barang dan keadan persediaan barang kedalam Buku/Kartu Barang menurut jenisnya yaitu terdiri dari : a). Buku Barang Inventaris dan pakai habis b). Buku Hasil Pengadaan Barang c) Kartu Barang d) Kartu Persediaan Barang Akibatnya barang yang ada tidak tercatat pada Buku Inventaris Barang, mudah hilang dan disalah gunankan. (10100) Hal ini disebabkan kelalaian dari Pemegang Barang dan masih lemahnya pengendalian dari Kepala Dinas. Tanggapan Pejabat yang diperiksa : Disarankan kepada Kepala Dinas agar memerintahkan Pemegang Barang secara tertulis untuk mencatat pengadaan barang inventaris tahun anggaran 2009 ke dalam buku inventaris barang. (5001) Pejabat yang diperiksa membenarkan temuan tersebut. Disarankan kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman memerintahkan secara tertulis pemegang barang agar mencatat administrasi barang dipakai habis serta pengadaan barang cetakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(5001)(S)

2. Ditemui Barang Inventaris yang dibawa oleh mantan pegawai dinas Pertanian dan sampai saat pemeriksaan ( tanggal 22 Maret 2010 ) belum dikembalikan ke Dinas Pertanian yaitu An: a. Sdr. Azhar Mecy, M.Sc : 1(satu) unit Sepeda Motor Yamaha RX King B 6202 SQB,bantuan pusat. 1(satu) unit Laptop Toshiba L.310 pengadaan tahun 2008 dengan nilai Rp. 12.000.000.b. Sdr. Isniadi Juni, SP Staf BKD Pariaman : 1 (satu) unit Sepeda Moto Shogun BA 7576 UF pengadaan tahun

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

20

2006 dengan nilai Rp. 13.175.000.1 (satu) unit Infocus/LCD Merk Toshiba pengadaan tahun 2007 dengan nilai Rp. 15.950.000.-

c. Sdr. Ir.H.Bachrumsyah Bakri Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pariaman : 1 (satu) unit Sepeda Motor Revo BA 7859 UF pengadaan tahun 2007 dengan nilai Rp. 11.727.000. 1 (satu) unit Hadycam pengadaan tahun 2007 dengan nilai Rp.4.950.000. 1 (satu) unit Kulkas pengadaan tahun 2004 dengan nilai Rp. 2.017.000. 1 (satu) unit Meja pengadaan tahun 2007 dengan nilai Rp. 1.080.000. 10 (sepuluh) buah / 1 (satu) kotak Piring dengan nilai Rp. 55.000. 1 (satu) unit Gelas/Cangkir dengan nilai Rp.50,000, 1 Camera Digital pengadaan tahun 2007 dengan nilai Rp. 3.950.000 d. Sdri. Jasmi, S.Sos Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan : 1 (satu) unit Sepeda Motor Suzuki A100 BA 7585 JJ mili Propinsi dengan nilai Rp. 1.000.000. Seharusnya semua inventaris tersebut berada di Dinas Pertanian yang digunakan untuk keperluan dinas. Akibatnya barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan kurang tegasnya Kepala Dinas untuk menagih barang tersebut kepada pegawai yang telah membawa kendaraan tersebut. (10100) Komentar pejabat yang diperiksa : Disarankan kepada Kepala Dins agar menarik barang invantaria Dinas Pertanian tersebut kepada pegawai yang bersangkutan dan melaporkannya kepada Wali Kota Pariaman. (5001) Demikianlah Naskah Hasil pemeriksaan ini disampaikan sebagai bahan informasi dan pedoman tindak lanjutnya.

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

21

Pariaman, April 2010. I N S P E K T U R KOTA PARIAMAN = Drs.EFENDI JAMAL, MM = NIP. 19610607 198203 1007.

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

22

BAB III LAMPIRAN 1. Surat Perintah Tugas Inpektur Kota Pariaman. 2. Tanggapan Naskah Hasil Pemeriksaan

/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_4/172997453.doc

23