Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PELAKSANAAN

PENDAMPINGAN EDS OLEH PENGAWAS TAHUN 2013

Oleh: TRI PITOYO, S.Pd. M.Pd. Pengawas TK/SD Kabupaten Demak

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH 2013

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................... ................................................................................

i ii iii

KATA PENGANTAR

BAB I

PENDAHULUAN

.................................................................... ........................................................

1 1 2 2

A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN

............................................................................ ..............................................................

C. DASAR HUKUM

BAB II

PELAKSANAAN PENDAMPINGAN EDS ............................... A. DAFTAR SEKOLAH BINAAN ........................................ ....................... .............................

3 3 3 7

B. KARAKTERISTIK SEKOLAH BINAAN C. PELAKSANAAN PENDAMPINGAN

BAB III

EVALUASI PELAKSANAAN PENDAMPINGAN EDS .........

BAB IV PENUTUP

.................................................................................. ...................................... .................................

10 10 10

A. SIMPULAN

B. REKOMENDASI .................................................................. .

LAMPIRAN FOTO KEGIATAN PENDAMPINGAN EDS

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenan-Nya kami dapat membuat laporan mengenai pelaksanaan pendampingan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Tahun 2013. Laporan ini merupakan gambaran singkat tentang pelaksanaan kegiatan pendampingan EDS yang telah terselenggara di Dabin I Gugus Gajah Mada pada tanggal 20 Agustus 2013 sampai dengan 28 Agustus 2013. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sejak persiapan, pelaksanaan keigatan hingga tersusunnya laporan ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami mengharapkan adanya saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun guna penyempurnaannya.

Demak, 04 September 2013 Pengawas,

TRI PITOYO, S.Pd, M.Pd. NIP. 19650505 199003 1 020

iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah daerah, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Berdasarkan UndangUndang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat (3), pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi, penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan. Dalam hal ini penjaminan mutu dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).Peraturan

Pemerintah 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 2 ayat 1 menyebutkan tentang lingkup standar nasional meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Sementara ayat 2 menyatakan bahwa untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan yang dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Salah satu alat untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan tersebut adalah evaluasi diri sekolah (EDS). Sedangkan dalam pasal 92 ayat 8 PP 19 Tahun 2005 disebutkan bahwa Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan.Sejalan dengan diterbitkannya Permendiknas No. 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP), sejak tahun 2010 Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang disebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) mengupayakan tercipta budaya mutu pendidikan dengan mendorong

terlaksananya proses penjaminan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Sekolah diberikan peningkatan kapasitas untuk dapat melakukan EDS secara mandiri dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan dengan mengacu kepada hasil EDS tersebut.

B.

Tujuan Tujuan umum Program Pendampingan EDS ini adalah untuk mendorong

implementasi SPMP, dimana Evaluasi Diri Sekolah (EDS/M) sebagai elemen esensial dalam SPMP. Laporan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kami sebagai pengawas sekolah binaan yang terlibat dalam program EDS tahun 2013. Pengawas sekolah, sebagai ujung tombak pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan di lapangan, melalui program ini telah berupaya membantu satuan pendidikan di dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan, memberikan pendampingan EDS bagi satuan pendidikan.

C.

Dasar Hukum Dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut.

1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2) Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 3) Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; 4)

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

5)

2007 tentang Standar Pelayanan Minimal Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

6)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan

7) Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru; 8)

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

BAB II PELAKSANAAN PENDAMPINGAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)


A. DAFTAR SEKOLAH BINAAN Di Daerah Binaan Gugus Gajah Mada, terdapat 7 SD, di mana semuanya menjadi sasaran program EDS tahun 2013. Adapun rincian 7 sekolah binaan tersebut adalah: AKREDITASI

NO

NAMA SEKOLAH

NPSN

ALAMAT

1 2 3 4 5 6 7

SD Negeri Mranak 1 SD Negeri Mranak 2 SD Negeri Botorejo 1 SD Negeri Botorejo 2 SD Negeri Sidomulyo 1 SD Negeri Sidomulyo 2 SD Negeri Sidomulyo 3

20319087 20319086 20319908 20319907 20340322 20340323 20340324

B B B B B A B

Desa Mranak Desa Mranak Desa Botorejo Desa Botorejo Desa Sidomulyo Desa Sidomulyo Desa Sidomulyo

B.

KARAKTERISTIK SEKOLAH BINAAN Berikut akan digambarkan karakteristik masing-masing sekolah binaan kami dalam program EDS. 1. SD Negeri Mranak 1 SD Negeri Mranak 1 berdiri tahun 1956 H.Iskandar, S.Pd.SD sebagai kepala sekolah.SD Negeri Mranak 1 memiliki guru 9,diantaranya berkualifikasi S1 = 8
3

orang, D2 = 1 orang. Sebanyak 4 guru sudah bersertifikasi sebagai guru profesional. SD Mranak 1 sebagai sekolah yang ada sejak jaman awal kemerdekaan, SD Mranak 1 sebagai sekolah yang mengembangkan budaya jawa,maka banyak prestasi yang diperoleh dalam lomba-lomba misalnya seni macapat dan tari klasik jawa. Sarana prasarana yang dimiliki SD Mranak 1 meliputi ruang kelas,ruang KS dan guru,gedung perpustakaan,halaman olahraga yang luas, WC guru dan siswa serta tempat parkir. jumlah murid keseluruhan 192 terbagi dalam 6 rombongan belajar. SD N Mranak 1 dalam visi misinya ingin mewujudkan Sekolah yang maju,tertib,disiplin,berprestasi berlandaskan iman dan taqwa.

2.

SD Negeri Mranak 2 SD Negeri Mranak 2 berdiri tahun 1976. Mastari, S.Ag sebagai kepala sekolah. SD Negeri Mranak 2 memiliki guru 9 orang, diantaranya berkualifikasi S1 = 6 orang, D2 = 3 orang. Sebanyak 6 guru sudah bersertifikasi guru profesional. SD Mranak 2 sebagai sekolah yang masih muda tetapi prestasinya patut dibanggakan baik prestasi akademik dan non akademik, SD Mranak 2 sebagai sekolah yang mengembangkan budaya jawa sekaligus mengembangkan nilai nilai keagamaan pada siswanya ,maka banyak prestasi yang diperoleh dalam lombalomba misalnya MAPSI dari macam cabangnya serta seni macapat dan tari klasik jawa dan seni beladiri silat selalu menjadi juara tingkat kecamatan, kabupaten bahkan sampai provinsi. Sarana prasarana yang dimiliki SD Mranak 2 meliputi ruang kelas,r uang KS dan guru, halaman olahraga yang luas,WC guru dan siswa serta tempat parkir. jumlah murid keseluruhan 108 terbagi dalam 6 rombongan belajar. SD N Mranak 2 dalam visi misinya ingin menjadikan sekolah yang berkarakter,berkepribadian bertaqwa dan menjadikan siswa yang berprestasi

3.

SD Negeri Botorejo 1 SD Negeri Botorejo 1 berdiri tahun 1927. Supadi, S.Pd sebagai kepala sekolah. SD Negeri Botorejo 1 memiliki guru 9 orang, kesemuanya berkualifikasi S1 .

SD Botorejo 1 sebagai sekolah yang ada sejak jaman penjajahan Belanda, tetapi prestasinya patut dibanggakan baik prestasi akademik khususnya cabang MAPSI bidang akademik selalu menjuarai tingkat provinsi. SD Negeri Botorejo 1 sebagai sekolah yang mengembangkan nilai nilai keagamaan pada siswanya ,maka

banyak prestasi yang diperoleh dalam lomba-lomba misalnya MAPSI dari selalu menjadi juara tingkat kecamatan,kabupaten bahkan sampai provinsi. Sarana prasarana yang dimiliki SD Negeri Botorejo 1 meliputi ruang kelas, ruang KS dan guru, WC guru dan siswa. Jumlah murid keseluruhan 115 terbagi dalam 6 rombongan belajar. SD Negeri Botorejo 1 dalam visi misinya : Terwujudnya insan yang bertaqwa,santun,cerdas,mandiri dan cinta tanah air.

4.

SD Negeri Botorejo 2 SD Negeri Botorejo 2 berdiri tahun 1978. Sudarwati, S.Pd.SD sebagai kepala sekolah. SD Negeri Botorejo 2 memiliki guru 9 orang, diantaranya berkualifikasi S1 = 6 orang, D2 = 3 orang dan sebanyak 6 orang guru sudah bersertifikasi sebagai guru profesional. SD Negeri Botorejo 2 sebagai sekolah yang masih muda masih membutuhkan perhatian untuk meningkatkan mutu sekolah tersebut, SD Botorejo 2 mengembangkan nilai nilai keagamaan pada siswanya ,maka banyak prestasi yang diperoleh dalam lomba MAPSI selalu menjadi juara tingkat kecamatan, kabupaten. Sarana prasarana yang dimiliki SD Negeri Botorejo 2 meliputi ruang kelas, ruang KS dan guru gedung perpustakaan, halaman olahraga yang luas, WC guru dan siswa serta tempat parkir. jumlah murid keseluruhan hanya 82 siswa, terbagi dalam 6 rombongan belajar. SD Negeri Botorejo 2 dalam visi misinya : Terwujudnya siswa yang berkualitas,luhur budipekerti berakhlak mulia,cinta tanah air dan bangsa.

5.

SD Negeri Sidomulyo 1 SD Negeri Sidomulyo 1 berdiri tahun 1962. Endang Poncorini, S.Pd.SD sebagai kepala sekolah. SD Negeri Sidomulyo 1 memiliki guru 11 orang, diantaranya

berkualifikasi S1 = 6 orang, D2 = 5 orang dan sebanyak 3 orang guru sudah bersertifikasi sebagai guru profesional. SD Sidomulyo 1 sebagai sekolah yang masih muda tetapi prestasinya patut dibanggakan baik prestasi akademik dan non akademik, SD Sidomulyo 1 sebagai sekolah yang mengembangkan seni modern sekaligus mengembangkan nilai nilai keagamaan pada siswanya ,maka banyak prestasi yang diperoleh dalam lombalomba misalnya seni pantomim dan MAPSI selalu menjadi juara tingkat

kecamatan dan kabupaten. Sarana prasarana yang dimiliki SD Sidomulyo 1 meliputi ruang kelas, ruang KS dan guru, halaman olahraga yang luas, WC guru dan siswa serta tempat parkir. Jumlah murid keseluruhan 183 terbagi dalam 6 rombongan belajar. SD Negeri Sidomulyo 1 dalam visinya adalah Membentuk anak didik yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bermutu dan berprestasi disegala bidang,berta mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan.

6.

SD Negeri Sidomulyo 2 SD Negeri Sidomulyo 2 berdiri tahun 1976. Suharno, S.Pd.SD sebagai kepala sekolah. SD Negeri Sidomulyo 2 memiliki guru 14 orang, diantaranya berkualifikasi S1 = 12 orang, D2 = 2 orang dan 6 orang guru sudah bersetifikat guru profesional. SD Sidomulyo 2 sebagai sekolah yang masih muda tetapi prestasinya patut dibanggakan baik prestasi akademik dan non akademik, SD Sidomulyo 2 sebagai sekolah yang mengembangkan seni beladiri sekaligus mengembangkan nilai nilai keagamaan pada siswanya ,maka banyak prestasi yang diperoleh dalam lombalomba misalnya Silat selalu menjadi juara tingkat kecamatan, kabupaten bahkan sampai provinsi, termasuk lomba akademik sering menjadi juara tingkat kabupaten. Sarana prasarana yang dimiliki SD Sidomulyo 2 meliputi ruang kelas, ruang KS dan guru, gedung perpustakaan halaman olahraga yang luas, WC guru dan siswa serta tempat parkir. jumlah murid keseluruhan 258 terbagi dalam 11 rombongan belajar. SD Negeri Sidomulyo 2 dalam visi sekolah : Unggul dalam prestasi,luhur budi pekerti, dilandasi iman yang hakiki.

7.

SD Negeri Sidomulyo 3. SD Negeri Sidomulyo 3 berdiri tahun 1962. Hanik Hidayati, S.Pd sebagai kepala sekolah. SD Negeri Sidomulyo 3 memiliki guru 11 orang, guru diantaranya berkualifikasi S1 = 6 orang, D2 = bersertifikasi guru profesional SD Sidomulyo 3 sebagai sekolah yang masih muda tetapi prestasinya patut dibanggakan baik prestasi akademik dan non akademik, SD Sidomulyo 3 sebagai sekolah yang mengembangkan mengembangkan nilai nilai keagamaan pada 5 dan sebanyak 4 orang guru sudah

siswanya, maka banyak prestasi yang diperoleh dalam lomba-lomba misalnya MAPSI selalu menjadi juara tingkat kecamatan, kabupaten. Sarana prasarana yang dimiliki SD Sidomulyo 3 meliputi ruang kelas, ruang KS dan guru, halaman olahraga yang luas, WC guru dan siswa serta tempat parkir. Jumlah murid keseluruhan 106 terbagi dalam 6 rombongan belajar. SD Negeri Sidomulyo 3 dalam visi yang ingin dicapai adalah Akhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta Ikhlas hati bina prestasi berinovasi tingkatkan lompeten kompetensi penuh percaya diri

C. NO

PELAKSANAAN PENDAMPINGAN SEKOLAH YANG DIKUNJUNGI KEGIATAN Mengecek jumlah PTK yang sudah mengisi EDS. Mendampingi PTK dalam pengisian setiap tahap EDS. Mengisi instrument pendampingan EDS. Mengecek jumlah PTK yang sudah mengisi EDS. Mendampingi PTK dalam pengisian setiap tahap EDS. Mengisi instrument pendampingan EDS. Mengecek jumlah PTK yang sudah mengisi EDS. Mendampingi PTK dalam pengisian setiap tahap EDS. Mengisi instrument pendampingan EDS. WAKTU PELAKSANAAN

SD N Mranak 1

20 Agustus 2013

SD N Mranak 2

21 Agustus 2013

SD N Botorejo 1

22 Agustus 2013

4 SD N Botorejo 2 5 SD N Sidomulyo 1 6 SD N Sidomulyo 2 7 SD N Sidomulyo 3

Mengecek jumlah PTK yang sudah mengisi EDS. Mendampingi PTK dalam pengisian setiap tahap EDS. Mengisi instrument pendampingan EDS. Mengecek jumlah PTK yang sudah mengisi EDS. Mendampingi PTK dalam pengisian setiap tahap EDS. Mengisi instrument pendampingan EDS. Mengecek jumlah PTK yang sudah mengisi EDS. Mendampingi PTK dalam pengisian setiap tahap EDS. Mengisi instrument pendampingan EDS. Mengecek jumlah PTK yang sudah mengisi EDS. Mendampingi PTK dalam pengisian setiap tahap EDS. Mengisi instrument pendampingan EDS.

24 Agustus 2013

26 Agustus 2013

27 Agustus 2013

28 Agustus 2013

BAB III EVALUASI PELAKSANAAN PENDAMPINGAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)


Pelaksanaan pendampingan evaluasi diri sekolah (EDS) di Daerah Binaan 1 Gugus Gajah Mada telah dilaksanakan selama 6 hari, yaitu mulai tanggal 20 sampai dengan 28 Agustus 2013. Adapun gambaran pelaksanaan kegiatan pendampingan EDS ini dipaparkan berikut ini. NO SEKOLAH SD Negeri Mranak 1 PERMASALAHAN YANG TERJADI Proses on line pada siang hari sangat lambat. Petugas operator terlalu sibuk. Proses on line pada pagi dan siang sangat lambat. Operator mengerjakan sendiri. 3 SD Negeri Botorejo 1 Operator kurang menguasai aplikasi. Kurang sosialisasi aplikasi. PEMECAHAN MASALAH Pengerjaan dilakukan pada malam hari. Ditambah 1 orang operator pembantu. Pengerjaan dilakukan pada malam hari. Guru-guru diharapkan membantu pekerjaan operator Operator agar selalu mencari belajar tentang aplkasi. Instansi terkait agar menambah sosialisasi aplikasi Guru agar belajar aktivasi kepada operator sekolah. Operator sekolah agar minta bantuan guru dalam mengerjkan aktivasi. Operator agar selalu mengikuti informasi aplikasi. Pengerjaan dilakukan pada malam hari. Pengerjaan dilakukan pada malam hari. Proses pengerjaan lebih banyak dilakukan pada malam hari. Informasi tentang aplikasi terbaru agar disosialisasikan.

SD Negeri Mranak 2

4 SD Negeri Botorejo 2 5 SD Negeri Sidomulyo 1 SD Negeri Sidomulyo2 7 SD Negeri Sidomulyo 3

Guru-guru belum bisa aktivasi sendiri. Operator mengerjakan tugas sendiri. Operator terlambat menerima informasi aplikasi. On line pada siang hari prosesnya sangat lambat. On line pada siang hari prosesnya lambat. On line pada pagi dan siang hari prosesnya sangat lambat. Kurang sosialisasi informasi tentang aplikasi.

BAB IV PENUTUP
A. Simpulan Telah dilaksanakan pendampingan di 7 sekolah yang terdiri atas (1) SD Negeri Mranak 1 (2) SD Negeri Mranak 2 (3) SD Negeri Botorejo 1 (4) SD Negeri Botorejo 2 (5) SD Negeri Sidomulyo 1 (6) SD Negeri Sidomulyo 2 (7) SD Negeri Sidomulyo 3. Kegiatan pendampingan dilaksanakan selama 6 hari dimulai pada tanggal 20 Agustus 2013 sampai dengan 28 Agustus 2013.

Permasalahan yang paling banyak muncul selama pendampingan adalah banyak operator yang lupa password, sehingga pada sangat mengganggu alur pelaksanaan pemetaan. Pemecahan yang diupayakan adalah dengan meminta kepada operator kabupaten untuk mereset akun baru. Permasalahan lain yang masih memerlukan perhatian adalah dalam hal kejujuran dalam pengisian instrumen EDS. Beberapa PTK belum mengisi instrumen EDS dengan benar dan hanya berorientasi pada aktifasi NUPTK. Namun demikian secara umum kegiatan pendampingan berjalan dengan lancar, dan semua masalah yang ditemukan di lapangan dapat dipecahkan dengan baik.

B.

Rekomendasi Rekomendasi yang dapat kami sampaikan demi pelaksanaan pemetaan yang lebih baik di antaranya: 1. Operator sekolah perlu untuk diikutsertakan dalam kegiatan CB, mengingat operator sekolah adalah ujung tombak pendataan di tingkat sekolah. 2. Agar pengisian dilakukan secara jujur, perlu dilakukan upaya-upaya yang mengarah kepada pendidikan karakter yang dilakukan oleh kepala sekolah, pengawas maupun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak. 3. Guru guru perlu diikutsertakan dalam pelatihan yang berkaitan dengan EDS dan aktivasi .

10

PENDAMPINGAN EDS DI SD NEGERI BOTOREJO 2

11

PENDAMPINGAN EDS DI SD NEGERI MRANAK 2

12

PENDAMPINGAN EDS DI SD NEGERI SIDOMULYO 2

13

PENDAMPINGAN EDS DI SD NEGERI SIDOMULYO 1

14

PENDAMPINGAN EDS DI SD NEGERI SIDOMULYO 3

15

PENDAMPINGAN EDS DI SD NEGERI BOTOREJO 1

16

PENDAMPINGAN EDS DI SD NEGERI MRANAK 1

17