Anda di halaman 1dari 15

B-09

Ketua : Suci Firva Septia 1102009277 Sekretaris : Nia Anestya 1102009203 Anggota : Try Setiawardana 1102007279 Dwi Prayogie Rusli 1102008314 Mestikarini Astari 1102009170 Puti Intan Shubury 1102009227 Rachmah Kurniasari 1102009231 Ratna Sari 1102009237 Ratri Ramadianingtyas 1102009238 Wisnu Budi Prayoga. P 1102009302

JUDUL PENELITIAN

Suplement multipel mikronutrisi selama kehamilan tidak mengurangi anemia atau meningkatkan status zat besi dibandingkan dengan hanya suplement zat besi di semirural meksiko.

LATAR BELAKANG PENELITIAN

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar di banyak Negara berkembang dan telah dikaitkan dengan berbagai konsekuensi yang merugikan termasuk pengembangan mental yang buruk, penurunan produktivitas, kematian ibu, dan berat lahir rendah. Kekurangan zat besi dianggap sebagai penyebab utama anemia, terutama di kalangan anak-anak dan wanita hamil.

OBJEKTIF PENELITIAN

Untuk membandingkan keefektifan penggunaan suplemen multipel mikronutrisi dan hanya menggunakan suplemen zat besi pada ibu hamil dengan membandingkan konsentrasi Haemoglobin dan serum feritin di semirural, meksiko.

VARIABEL INDEPENDEN (FAKTOR RISIKO/EXPOSURE)


Anemia Malas berkunjung ke puskesmas Melahirkan di paraji Sosial ekonomi rendah Tidak makan makanan bergizi selama kehamilan Tidak ada makanan tambahan untuk bayi

VARIABEL DEPENDEN (OUTCOME)


Defesiensi zat besi sebelum dan sesudah melahirkan Berat Bayi Lahir Rendah

DESAIN PENELITIAN (KELEBIHAN & KEKURANGAN DESAIN)


Desain penelitian: Studi Eksperimental Randomized Cotrol Trial Kelebihan: Memberikan perlakuan pada masyarakat untuk di observasi secara individu dan kelompok. Baik untuk menentukan hubungan sebab dan akibat. Subjek dalam populasi adalah kelompok yang acak. Dapat dipakai untuk mengevaluasi obat-obatan baru Kekurangan:

KELEMAHAN
Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan u ji klinis karena adanyahambatan pada faktor etis. Semua penelitian eksperimen yang dilakukan pada manusia harus mendapatkan persetujuan dari badan penilai faktor etis. Sering ditemukan waktu yang tepat untuk melakukan uji klinis

LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN


Lokasi : Cuernavaca, Morelos, Meksiko Waktu : 1997-2000

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN


Populasi Sampel

: 921 ibu hamil : Darah vena

JUMLAH SAMPEL, CARA PENGAMBILAN SAMPEL


Jumlah : 873 ibu hamil Cara pengambilan : Random, Untuk pengukuran kuantitatif feritin dalam serum ditentukan dengan sandwich immunoassay (ELISA, Opus Behring Laboratories) menggunakan komersial kits (Dade Behring). CRP dalam serum diukur dengan sistem immunonephelometry

STATISTIK YANG DIGUNAKAN

Student t test

HASIL PENELITIAN

Meskipun prevalensi anemia sama pada kedua titik (P> 0,05), namu kekurangan zat besi lebih tinggi (P = 0,026) pada batas awal pada kelompok zat besi dan dibandingkan dengan kelompok kontrol risiko anemia lebih tinggi (P = 0,014) dan juga Anemia defisiensi besi (IDA) (P = 0,026) pada kelompok MM dibandingkan dengan kelompok FE pada sample usia kehamilan 32 minggu. Selanjutnya disesuaikan atas perbedaan dasar BMI (P> 0,025). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada sample 1 bulan setelah kelahiran yang telah disesuaikan status zat besi, BMI, dan juga tidak efektif dalam pemberian suplementasi yang telah dimodifikasi.

PEMBAHASAN
Kelebihan penelitian : Untuk mengetahui betapa pentingan zat besi terutama untuk ibu hamil dan balita Kekurangan penelitian : Kurangnya keefektifan mikronutrisi sebagai suplemen tambahan dikarenakan isi dari kandungan mikronutrisi tersebut tidak terlalu menguntungkan karena rendahnya defisiensi terhadap vitamin-vitamin yang ada di suplemen mikronutrisi multipel.

SIMPULAN PENELITIAN

Penelitian ini sangat jelas mengindikasikan bahwa pemberian mikronutrien suplemen selama kehamilan tidak terlalu ampuh dalam mengurangi anemia atau defisiensi besi bila dibandingkan dengan tablet besi.