Anda di halaman 1dari 32

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ilmu matematika, sesuai dengan hakikat keilmuannya, merupakan ujung tombak dalam pengembangan sains dan teknologi. Fakultas MIPA Jurusan Matematika selain mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan tersebut dapat membantu dunia industri/instansi melalui pengembangan kemampuan mahasiswa dalam satu media praktek kerja lapangan. Untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas salah satu cara yang ditempuh oleh Universitas Negeri Makassar khususnya Fakultas MIPA Jurusan Matematika adalah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Praktek Kerja Lapangan merupakan salah satu mata kuliah wajib untuk menyelesaikan studi di Fakultas MIPA Jurusan Matematika. Pelaksanaan PKL dimaksudkan untuk mengetahui situasi dunia kerja dan memperluas cakrawala berfikir mahasiswa. Selain maksud tersebut itu di atas dapat pula dimanfaatkan untuk membandingkan teori yang diperoleh selama dibangku kuliah dengan kenyataan/praktek yang ada di lapangan

(Industri/Instansi tempat praktek). Dalam era globalisasi dewasa ini, menuntut adanya peningkatan daya saing di semua sektor usaha. Penguasaan dan pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi terbukti mampu meningkatkan daya saing, baik secara individual, regional, maupun internasional.

B. Tujuan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Setiap kegiatan yang dilaksanakan harus mempunyai tujuan. Tanpa adanya tujuan maka arah dari kagiatan yang dilaksanakan akan tidak mempunyai sasaran dan arah yang pasti sehingga apa yang diharapakan tidak akan tercapai. Maka dari itu tujuan dilaksanakan PKL adalah sebagai berikut : 1. Tujuan umum Secara umum tujuan dilaksanakan PKL adalah agar mahasiswa dapat dan mampu mengembangkan serta menyesuaikan ilmu yang diberikan selama di kampus, juga mampu menghadapi kendala-kendala dan masalah-masalah yang di jumpai dalam pelaksanaan kerja yang sebenarnya pada waktu yang akan datang. 2. Tujuan khusus Tujuan khusus dilaksanakan PKL oleh mahasiswa adalah untuk mendapatkan pengalaman yang merupakan nilai tambah bagi mahasiswa yang bersangkutan.

C. Manfaat Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar, tidak hanya dituntut untuk menguasai profesi sebagai guru, tetapi juga

dituntut untuk menguasai beberapa hal-hal penting, dan adapun manfaat dari PKL yaitu sebagai berikut: 1. Meningkatkan, memperluas, dan memantapkan keterampilan yang membentuk kemampuan mahasiswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja baik sebagai guru maupun bekerja pada salah satu perusahaan/instansi yang sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. 2. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap profesionalisme yang diperlukan mahasiswa dalam memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya. 3. Meningkatkan pengalaman mahasiswa pada aspek-aspek usaha dan potensinya dalam lapangan kerja antara lain struktur organisasi instansi/industri asosiasi usaha, jenjang karier, manajemen usaha dan sebagainya. 4. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memasyarakatkan diri pada usaha iklim lingkungan kerja sebenarnya, baik sebagai pekerja penerima upah (employes) maupun pekerja penerima mandiri

(enterpreneur) terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja. 5. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses teknologi baru dari lapangan kerja ke lingkungan kampus atau sebaliknya. 6. Memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan di perguruan tinggi. 7. Membandingkan antara teori dan pelajaran yang didapatkan di kampus dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan.

8. Dapat menyusun karya tulis, laporan sesuai dengan hasil praktek yang dilaksanakan pada tempat praktek kerja lapangan.

D. Tujuan Penulisan Laporan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan 1. 2. Melaporkan hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), Sebagai bahan acuan pembimbing instansi untuk memberikan penilaian, 3. Memperluas cakrawala berfikir dan pengalaman mahasiswa dalam hal teknik-teknik penyusunan karya ilmiah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Sejarah Singkat Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Lahirnya departemen agama republik Indonesia (RI) tidak dapat dipisahkan dengan dasar Negara yakni pancasila dan undang-undang dasar 1945.Hal ini merupakan Kristalisasi dari aspirasi dan tuntutan rakyat Indonesia yang religious. Pada departemen agama itulah terlihat dengan jelas system dan mekanisme ketatanegaraan kita yang unik, dimana Negara secara aktif dan positif mengembangkan kehidupan beragama maupun tidak menjadi Negara demokarasi. Keberadaan kantor jabatan agama daerah tersebut secara kontinyu terbentuklah kantor urusan agama kabupaten/kotapaja yang bertugas melaksanakan pengawasan oleh PPN. Setelah Negara kesatuan kita dinyatakan dalam keadaan yang aman yang ditandai terjadinya peralihan Negara RIS menjadi RI pda tahun 1950, maka pada pertengahan tahun 1951 (2 atau 3 bulan) pemberlakuan Undang-undang no.22 tahun 1946 (1 April 1951) untuk luar jawa dan Madura tersebut, lahirlah Departemen Agama Kota Makassar dengan nama kantor urusan agama kota besar Makassar yang beralamat Jl.Karebosi kantor gubernur (kantor walikota Makassar sekarang).

Masa ini disebut masa pembentukan dengan struktur organisasi Kantor Depertemen Agama yang masih sangat sederhana yang lebih dominan mengarah pada pelaksanaan tugas urusan penghuluan dan ibadah sosial. Para pejabat pertama ketika itu adalah sebagai berikut: 1. Kepala kantor 2. Sekertaris 3. Bagian : Abdul Rahman Tahir : AR.Munir : Fahruddin HS

4. Bagian Ibadah Haji : Abdul Rahim Selama masa pembentukan itu upaya sosialisasi,konsiliodasi dan koordinasi senantiasa dilaksanakan berkat bantuan dan dukungan baik dari pemerintah kota Makassar yang dijabat oleh walikota Ahmad Dara Saharuddin maupun propinsi Sulawesi selatan yang dijabat oleh gubernur Sudiro. Keberadaan Kantor Urusa Agama kota besar Makassar secara deyure terjadi pada tahun 1952 setelah pindah kekantor hadat tinggi (Kantor

Poltabes sekarang). Pada masa itu disebut masa konsilidasi yang ditandai dengan terbentuknya beberapa bagian baru yaitu, bagian keuangan dan kepegawaian. Bersamaan dengan tahun 1952 itu juga berdiri pada Kantor Urusan Agama Kabupaten Makassar yang merupakan kantor perwakilan beberapa daerah tingkat II dengan kepala kantor pertama adalah K.H.Muh.Husain Taha. Keberadaan kantor urusan agama kabupaten ini hanya berlangsung

dari tahun 1956 s/d 1957 setelah dilebur menjadi 4 Kantor Urusan Agama Kabupaten yaitu: 1. Kantor urusan agama kabupaten Gowa 2. Kantor urusan agama kabupaten Jentak 3. Kantor urusan agama kabupaten maros 4. Kantor urusan agama kabupaten Pangkep Seiring dengan itu pula pada tahun 1952 mulailah dibentuk kantor urusan agama kecamatan yaitu: 1. Kantor urusan agama kecamatan maros dengan pejabat pertama adalah K.H.Ali Mabhan Daeng Tojeng pada tahun 1952 2. Kantor urusan agama kecamatan Makassar dengan pejabat pertama adalah Baso Daeng Nangka pada tahun 1952 Setelah 3 tahun Abdul Rahman Tahir menjabat sebagai kepala kantor yaitu sekitar tahun 1954 beliau dimutasi menjadi kepala jawatan urusan agama propinsi (JAURAP) dan sebagai pengganti beliau K.H.Husain Taha. Dalam kebijakan kepemimpinan K.H.Husain Taha terjadi pergeseran para pejabat pembantu beliau yaitu jabatan sekretaris yang sebelumnya dipegang oleh AR.Munir diganti oleh H.Zainuddin. Demikian juga halnya jabatan kepenghuluan sebelumnya yang sebelumnya dipegang oleh Fahruddin HS diganti oleh Abu Bakar pada tahun 1956 kantor urusan agama kota besar Makassar pindak kejalan WR. Supratman dan berlangsung samapai dengan tahun 1973.

Masa jabatan K.H.Husain Taha berjalan selama 12 tahun dari tahun 1954 s/d 1966 pada saat beliau memasuki punabakti (pensiun) kemudian digantikan oleh M.Arsyad Daud pada awal tahun 1967 yang sebelumnya sebagai kepala jawatan penerangan agama islam. Para pejabat pembangtiu M.Arsyad Daud pada awal

kepemimpinannya ketika itu adalah: 1. Hamusta Ibrahim untuk jabatab sekretaris (tata usaha) 2. Abubakar untuk jabatan kepenghuluan (kemudian menjadi agama islam) 3. Bakrie Wahid untuk jabatan kepala penerangan agama islam 4. Syafriel Suhaeli untuk jabatan kepala pendidikan agama islam Pada tahun 1968 setelah kuarang lebih 1 tahun masa jabatan M.Arsyad Daud melalui walikota H.M.Daeng Patompo atas nama pemerintah kota menerangkan satu peristiwa sejarah berkenaan dengan dilaksnakannya MTQ tingkat nasional pertama di kota Makassar.Seiring dengan perkembangan dan perluasan wilayah pemerintah kota madya Makassar ketika itu menjadikan sebagiaan kabupaten Gowa dan kabupaten Maros khususnya diwilayah perbatasan dialihkan ke pemerintah kota madya. Ada 3 Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan peralihan dari kabupaten gowa dan maros,masing-masing yakni: 1. Kantor urusan agama kec.karuwisi yang berubah nama kantor urusan agama kec.panakukang kab.Gowa pada tahun 1967 dialihkan kekota

madya Ujung Pandang pada tahun 1972 dengan pejabat pertama H.Moh.Djawad Abdullah 2. Kantor Urusan Agama Kec.Tamalate Kab.Gowa dialihkan kekota madya ujung pandang pada tahun 1972 dengan pejabat pertama Ahmad Sembo. 3. Kantor Urusan Agama (KUA) kec.biringkanaya kab.maros dialihkan kekota madya ujung pandang tahun 1972 dengan pejabat pertama H.K.Usman. Sejak urusan agama islam dinyatakan berdiri sendiri dan penghuluan berada dibawahnya,maka dibentuklah kantor Perwakilan Departemen Agama (PERDEPAG) sebagai cikal bakal lahirnya seksi-seksi yang terdiri dari: 1. 2. 3. Penerangan agama islam Pendidikan agama islam Urusan agama islam Keberadaan kantor perwakilan tersebut menghilangkan istilah kantor urusan agama kota Makassar sebagai induk organisasi ketika itu dan menjadikan M.Arsyad Daud kambali dilantik untuk kedua kalinya sebagai kantor perwakilan.sekitar tahun 1974 kantor perwakilan sempat berkantor di jalan Gunung Batu Putih selama kurang lebih 1 tahun dan kemudian berpindah ke jalan Nuri pada tahun 1975. Berselang bebrapa bulan berada di jalan nuri kembali M.Arsyad Daud dilantik untuk ketiga kalinya sehubungan dengan adanya perubahan nama kantor Perwakilan Departemen Agama menjadi Kantor Departemen Agama

yang merujuk kepada surat keputuaasan menteri nomor 18 tahun 1975 tentang susunan organisasi dan tata kerja Departemen agama (DEPAG) disempurnakan. Masa jabatan H.M.Arsyad Daud berlangsung selama 19 tahun,dari tahun 1967 s/d 1986 setelah memasuki masa pensiun. Selama masa jabatan H.M.Arsyad Daud telah terjadi 5 kali pergantian Walikota Makassar masing-masing yaitu: 1. Walikota Arumpala 2. Walikota H.Muh.daeng patompo 3. Walikota H.Abustam 4. Walikota H.Yance Raib 5. Walikota H.Suwahyo Pengganti H.M.Arsyad Daun adalah H.Mahmuddin yang

sebelumnya beliau adalah kepala kantor departemen agama kab.sidrap. masa jabatan H.Mahmuddin berlangsung selama 2 tahun dari tahun 1986 sampai tahun1988. Baik pada masa itu periode H.M.Arsyad Daud maupun

H.Mahmuddin orang paling banyak membantu keduanya dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi kantor kepala sub.bagian tata usaha adalah Drs.H.Muh.Arief,Ms yang kemudian menduduki jabatan kepala kantor departemen agama berikutnya tahun 1988.Kemudiam berikutnya setelah kantor departemen agama mendapat tempat perkantoran yang sudah

10

permanen, yakni dijalan Rappocini Raya No.223 yang ditempati sekarang ini,telah terjadi pergantian beberapa kali pergantian kepala kantor. Adapun urusan pimpinan kepala Kantor Depertemen Agama Kota Makassar dijabat oleh Drs.H.Nurdin baturante, M.Ag, terjadi perubahan struktur organisasi Kantor Departemen Agama Kota dan kabupaten diseluruh Indonesia, termasuk Kantor Departemen Agama kota Makassar. Dengan mengacu pada KMA 373 tersebut, maka struktur organisasi Kantor Kementrian Agama Kota Makassar sebagai berikut: 1. Kepala kantor 2. Kepala sub.bagian Tata Usaha 3. Kepala seksi urusan haji dan umrah 4. Kepala seksi urusan agama islam 5. Kepala seksi Mapenda 6. Kepala seksi Penamas 7. Kepala seksi Pekapontren 8. Penyelenggara zakat dan wakaf Kemudian dengan KMA 373 itu pula KUA kecematan yang dulunya hanya II KUA,sekarang telah dimemarkan menjadi 14 KUA kecamatan dengan susunan sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. KUA Kec.Mariso KUA Kec.Mamajang KUA Kec.Tamalate KUA Kec.Rappocini

11

5. 6. 7. 8. 9.

KUA Kec.Makassar KUA Kec.Ujung Pandang KUA Kec.Wajo KUA Kec.Bontoala KUA Kec.Ujung tanah

10. KUA Kec.Tallo 11. KUA Kec.Panakkukang 12. KUA Kec.Biring kanaya 13. KUA Kec.Manggala 14. KUA Kec.Tamalanrea Pada tahun 1 Januari 2010 Kantor Depertemen Agama (DEPAG) berubah menjadi Kantor Kementrian Agama (KEMENAG) diseluruh bagian kota indonesia. Atas keputusan Menteri Agama.

B.

Struktur organisasi Sebagaimana lazimnya suatu instansi dalam menjalankan tugasnya agar tujuan yang direncanakan dapat tercapai, maka perencanaan tersebut dikongkritkan dalam suatu organisasi yang terperinci, baik berhubungan masalah-masalah teknis maupun mengenai pemberian tanggung jawab pada semua tingkat dalam dalam kementrian Agama Kota Makassar. Adanya struktur organisasi dalam suatu instansi Kantor Kemenrian Agama (KEMENAG) merupakan salah satu syarat untuk menunjang suksesnya tujuan pada instansi tersebut. Oleh karena itu tanpa adanya suatu

12

organisasi maka dapat mengakibatkan kesimpang siuran dalam menjalankan tugas pada masing-masing pegawai. Adapun struktur organisasi Kantor Kementrian Agama (KEMENAG) Kota Makassar dapat dilihat pada halaman berikut ini :

13

STRUKTUR ORGANISASI KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KOTA MAKASSAR KEPALA KANTOR

KEPALA SUB BAG

KEPALA SEKSI PEND.

KEPALA SEKSI

KEPALA SEKSI PEND. AGAMA

KEPALA SEKSI PENY. HAJI &

KEPALA SEKSI

KEPALA SEKSI

KEPALA SEKSI

Sumber : Kantor Kementrian Agama Kota Makassar 2013

14

C. Pembagian tugas (job description) Struktur organisasi yang telah dimiliki Kantor Kementrian Agama Kota Makassar memerlukan penafsiran-penafsiran yang jelas dan konkrit sehingga para pegawai atau bagian dalam organisasi mengerti dan menjelaskan tugas dan fungsinya sesuai yang ditetapkan oleh Kantor Kemenrian Agama Kota Makassar. Oleh karena itu berikut ini akan dijelaskan fungsi dan tugas berdasarkan struktur organisasi yang dibuat oleh Kantor Kementrian Agama Kota Makassar. 1. Kepala kantor a. Bertanggung jawab kepada Kantor Kementrian Agama kota Makassar b. Mengkoordinir dan mengawasi kegiatan para staf Kantor

Kementerian Agama Kota Makassar c. Menandatangani surat-surat yang masuk setelah mendapatkan bubuhan tandatangan dari bagian Tata Usaha d. Menghimpun kegiatan Kantor Kementrian Agama Kota Makassar 2. Sub.Bagian Tata Usaha (SUBAG.TU) 1. Melakukan pelayanan, pembinaan, dan bimbingan tugas pokok Seksi Tata Usaha 2. Bertanggung jawab atas seksi tata usaha 3. Melakukan penyusunan laporan kegiatan Seksi Tata Usaha (TU) 4. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala kantor atau atasan.

15

3.

Seksi Pendidikan Madrasah a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis dan perencanaan di bidang pendidikan madrasah; b. melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta

pengelolaan data dan informasi di bidang RA, MI, MTs, MA, dan MAK. c. Pelaksanaan pelayanan, bimbingan, dan penyiapan pembinaan di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengembangan potensi siswa, kelembagaan, kerja sama, dan pengelolaan sistem informasi pendidikan madrasah; d. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pendidikan madrasah. 4. Seksi Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis dan perencanaan di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren; b. Pelaksanaan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendidikan madrasah diniyah takmiliyah, diniyah formal dan kesetaraan, pendidikan pesantren, dan pendidikan al-Quran, serta pengelolaan sistem informasi pendidikan diniyah dan pondok pesantren; dan c. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.

16

5.

Seksi Pendidikan Agama Islam a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis dan perencanaan di bidang pendidikan agama Islam; b. Pelaksanaan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendidikan agama Islam pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB), Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/SMPLB), Sekolah Menengah

Atas/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMALB/SMK), dan pengelolaan sistem informasi pendidikan agama Islam; dan c. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pendidikan agama Islam. 6. Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis dan perencanaan di bidang penyelenggaraan haji dan umrah; b. Penyiapan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendaftaran, dokumen, akomodasi, transportasi, perlengkapan haji, pengelolaan keuangan haji, dan pembinaan jemaah haji dan umrah, serta pengelolaan sistem informasi haji dan umrah; dan c. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.

17

7.

Seksi Bimas Islam a. Melakukan pelayanan,pembinaan,dan bimbingan tugas pokok seksi Bimas Islam b. Melakukan penyusunan kegiatan pemberdayaan dan

pengembangan aturan perkawinan c. Melakukan penyusunan kegiatan pelayanan kepenghuluan d. Melakukan penyusunan kegiatan pelayanan hisab dan rukyat e. Melakukan penyusunan kegiatan bendahara penerima biaya pencatatan NR f. Melakukan pelayanan penasihat perkawinan. 8. Seksi Penyelenggara Syariah a. Melaksanakan pelayanan dan bimbingan pengembangan MTQ dan pembinaan sarana b. Melakukan Pelayanan dan bimbingan kerukunan ummat beragama c. Pelaksana Pelayanan urusan publikasi dakwa dan HBI d. Melakukan Pelayanan urusan penyuluh dan bimbingan dakwah e. Melakuakan Pelayanan urusan pemberdayaan masjid f. Melakukan pelayanan urusan siaran dan tamaddun 9. Seksi Penyelenggara Kristen Melaksanakan pelayanan, bimbingan, pembinaan, dan pengelolaan sistem informasi di bidang bimbingan masyarakat Kristen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama.

18

Adapun beberapa bagian dari kementrian agama kota Makassar diluar struktur organisasi yang tercantum di atas yakni pelaksana Umum, Kepegawaian dan Keuangan.memiliki tugas-tugas sebagai berikut : 1. Sub Bagian Seksi Umum a. Mengkoordinir dan mengawasi surat masuk dan surat keluar lalu mendisposisikan surat masuk kemudian diarsipkan dalam catatan berdasarkan surat. b. Membuka dan menyortir surat-surat masuk yang bersifat rutin. c. Meneruskan surat-surat yang sudah disortir kepada sub unit urusan agenda/arsip. d. Menyampaikan surat-surat yang sudah diagendakan kepada kepala kantor/kabag seketariat dan unit-unit kerja lainnya sesuai dengan kode yang telah ditentukan. e. Memelihara dan mengatur pemakaian cap dinas kantor. f. Menerima, meneliti dan mencatat semua konsep surat/bahan-bahan yang akan diketik. g. Mengajukan atau menyampaikan surat-surat yang akan ditanda tangani kepada pejabat-pejabat yang bersangkutan. h. Menyusun laporan tentang hasil pelaksanaan tugas sub bagian umum. i. Melakukan penyediaan, pendistribusian, pemeliharaan dan usul panghapusan paerlengkapan kantor. j. Menerima dan menyimpan ATK

19

k. Menghimpun

peraturan

perundang-undangan,surat

keputusan,

instruksi dan surat edaran l. Mempersiapkan buku tamu,absen pegawai serta absen rapat m. Menyusun data keagamaan n. Mencatat dan mengatur kegiatan kepala kantor. 2. Kepegawaian 1. Menghimpun, memelihara, peraturan pedoman/petunjuk pelaksanaan kepegawaian 2. Menyusun konsep usul mutasi 3. Menyiapkan bahan pelantikan pejabat dan penyumpahan PNS 4. Menyusun data statistik kepegawaian dan daftar unit kepangkatan 5. Menangani berkas guru honorer 6. Menngelola surat tugas laporan bulanan pengawas dan guru non islam 7. Menyusun konsep KGB (Kenaikan Gaji Berkala) 3. Kepala Sub.bagian keuangan Keuangan a. Mengadministrasikan gaji seksi mapenda dan urais b. Membuat daftar pembayaran uang makan pegawai setiap bulan c. Menghitung dan membagika gaji tiap pegawai di tiap-tiap seksi d. Melaksanakan pembukuan administrasi pajak e. Membuat daftar gaji, lembur, dan honor pegawai f. Melakukan pendataan buku kas umum dan melaporkannya

20

g. Bendahara pengeluaran yang melakukan pelayanan buku kas atau buku bank pegawai berupa tabungan ataupun giro bank.

D. Visi Dan Misi Kementerian Agama RI 1. Visi Terwujudnya masyarakat indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta saling menghormati antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah negara kesatuan republik Indonesia.

2.

Misi Meningkatkan kualitas bimbingan, pemahaman, pengamalan dan pelayanan kehidupan beragama Meningkatkan penghayatan moral dan etika keagamaan Meningkatkan kualitas pendidikan umat beragama

Meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji

Memberdayakan umat beragama dan lembaga keagamaan

Memperkokoh kerukunan umat beragama dan mengembangkan keselarasan pemahaman keagamaan dengan wawasan kebangsaaan indonesia.

21

BAB III METODE PELAKSANAAN PKL

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan PKL Sebagai penujang dalam penulisan laporan, tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan sangat menentukan nilai objektifitas sebagai laporan PKL yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan dan disampaikan sebagai suatu karya ilmiah mahasiswa sehingga perlu dijabarkan tempat dan waktu pelaksanaan sebagai berikut. Pelaksanaan PKL ini bertempat di Kantor Kementrian Agama Kota Makassar terletak di Jl. Rappocini Raya No.223. Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang di laksanakan selama 2 bulan terhitung sejak tanggal 22 Juli 2013 sampai tanggal 13 September 2013. Adapun waktu kerja normal yang berlaku di Kantor Kementerian Agama Kota Makassar yaitu : NO 1 2 3 4 5 HARI Senin Selasa Rabu Kamis jumat MASUK 08.00 08.00 08.00 08.00 08.00 ISTIRAHAT 12.00 13.00 12.00 13.00 12.00 13.00 12.00 13.00 12.00 13.00 KELUAR 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

22

BAB IV PEMBAHASAN

A. Kegiatan PKL yang dilaksanakan Sebagai seorang mahasiswa yang menyatakan siap dan sanggup mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada selama pelaksanaan PKL, maka penulis memulai sebuah pekerjaan yang terlebih dahulu meminta izin dan petunjuk yang tepat agar dalam pelaksanaan tugas tersebut tidak terjadi kesalahan. Kantor Kementrian Agama Kota Makassar pada setiap bidang kerjanya telah memiliki minimal sebuah komputer lengkap dengan sebuah printer dalam pengolahan data dan informasi. Jadi selama melaksanakan PKL penulis senantiasa menggunakan komputer untuk perekaman dan pengolahan data. Selama melaksanakan PKL, penulis di tempatkan seksi bagian umum. Untuk lebih jelasnya mengenai kegiatan yang dilakukan saat PKL dapat di lihat pada uraian berikut : Seksi Umum Tugas : Melakukan urusan surat menyurat dan perlengkapan rumah tangga. Uraian pakerjaan :

23

Mengkoordinir dan mengawasi surat masuk, surat keluar dan undangan lalu mendisposisikan surat dan undangan kemudian

diarsipkan dalam catatan berdasarkan surat. Di bawah ini pengertian dan jenis surat yang diterima dan digunakan oleh Kantor Kementrian Agama Kota Makassar, sebagai berikut : a. Pengertian surat Surat adalah pernyataan tertulis dalam segala bentuk dan corak yang digunakan sebagai saran komunikasi untuk menyampaikan informasi dari suatu pihak kepada pihak lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk produk teknologi maju. b. Jenis surat yang diterima dan digunakan oleh Kantor Kementrian terdiri dari: Surat dinas adalah surat yang berisi pemberitahuan, pernyataan, anjuran, saran, permintaan, tanggapan, dan jawaban atas pernyataan/permintaan yang menyangkut kedinasan. Nota dinas adalah surat yang sifatnya formil isinya ringkas dan jelas yang digunakan antar pejabat dalam lingkungan satuan organisasi yang memuat pemberitahuan tanggapan,penyampaian, penjelasan dan jawaban. Surat edaran adalah surat yang ditujukan kepada pejabat-pejabat tertentu yang isinya memberikan penjelasan dan petunjukpetunjuk yang dianggap perlu tentang hal-hal yang telah diatur dalam keputusan peraturan dan instruksi.

24

Laporan adalah surat yang isinya pertanggungjawaban dari bawahan kepada atasan tentang pelaksanaan sesuatu tugas yang dibebankan kepadanya. Surat kawat adalah surat yang disusun dalam bentuk surat yang disampaikan/diterima oleh/dari pihak lain untuk diselesaikan dengan cepat dan penyampaiannya melalui pos Telegram adalah surat singkat dan padat yang perlu segera disampaikan untuk mendapatkan penyelesaian dengan cepat melalui kantor telegraf atau radio. Memo adalah surat yang sifatnya informil atau tidak resmi isinya ringkas jelas digunakan antar pejabat dalam lingkungan suatu organisasi. Pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan tentang sesuatu hal yang ditujukan kepada para karyawan atau masyarakat umum. Undangan adalah surat yang isinya mengundang agar yang menerima datang pada tempat, waktu, dan acara yang ditentukan. Surat pengantar adalah surat yang digunakan untuk mengatur atau mengirim sesuatu hal baik berupa surat barang dan lain-lain yang disertai penjelasan singkat. c. Proses penerimaan surat masuk dan surat keluar, sebagai berikut : Menerima dan mengadakan surat-surat masuk menurut kode yang telah ditentukan.

25

Menerima dan menggandakan surat-surat keluar sesuai dengan kode indeks yang telah ditentukan. Mencatat/menunjukan/hubungan antara surat-surat masuk/keluar dan retronya. Melayani unit-unit kerja lainya dalam melanjutkan surat-surat atau mencari retro yang diperlukan. Mencatat seluruh peredaran surat/baik mengenai pengiriman keluar, kepenyimpanan, tempat kode penyimpanan, tanggal dan lain-lain. Menyusun statistik surat-surat masuk/keluar. Menyusun dan memelihara daftar untuk masing-masing surat. Mengatur, menyimpan dan memelihara arsipsecara sistimatis dan terus menerus. Melaksanakan pengetikan, dan mengkoreksi surat yang selesai diketik serta Memeriksa dan mempersiapkan, serta mencatat dan meneruskan surat-surat yang akan dikirim. Mempersiapkan buku tamu,absen pegawai serta absen rapat

B. Faktor Pendukung Pelaksanaan Program Kerja Faktor-faktor pendukung pelaksanaan program kerja mahasiswa PKL di Kantor kementrian Agama (KEMENAG) Makassar Jl. Rappocini Raya No. 223 Makassar. Sebagai berikut:

26

1. Adanya dukungan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Makassar dalam mensukseskan kegiatan. Sehingga Program Kerja tersebut berjalan dengan efektif, dan efisien serta tergolong sukses. 2. Lokasi/Tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kementrian Agama Kota Makassar (KEMENAG) dengan lokasi tempat tinggal, dapat di jangkau dengan mudah oleh kami peserta PKL, sehingga memudahkan di dalam menjalankan Program Kerja tanpa memikirkan transportasi yang akan digunakan. 3. Partisipasi yang baik oleh pegawai di lingkungan Kantor kementrian Agama Kota Makassar didalam mengajar memberi pemahan pada

kami. Hal ini di lihat dari antusiasnya yang tak bosan-bosannya mengajari kami agar bisa memahami pekerjaan-pekerjaan diberikan kepada kami yang harus dilaksanakan, demi tercapainya tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang kami jalankan.

C. Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Kerja Faktor-faktor penghambat pelaksanaan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kementrian Agama Kota Makassar (KEMENAG) sebagai berikut: 1. Terbatasnya peralatan komputer/ruangan untuk ditempati belajar di Kementrian Agama Kota Makassar JL. Rappocini Raya No. 223 Makassar.

27

Minimnya

sosialisasi

dengan

dosen

pembimbing.

Sehingga

menyebabkan kesulitan dalam penyusunan laporan hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL).

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Dari hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kantor Kementerian Agama Kota Makassar penulis dapat menarik kesimpulan yaitu penulis dapat mengetahui bagaimana kinerja yang dilakukan para pelaksana di Kantor Kementrian Agama Kota Makassar yakni mencakup beberapa hal yaitu: 1. Mengetahui tugas dan tanggung jawab mengenai pelaksana umum yang mengkoordinir semua kegiatan kepegawaian mulai dari mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhan ataupun sarana dan prasarana dari tiap-tiap bagian. 2. Mengetahui tentang pelaksanaan serta kegiatan urusan agama islam mulai dari proses bimbingan nikah, perceraian, sampai pada pelayanan hisab dan Rukyat. 3. Mengetahui jenis pelayanan proses pelaksanaan haji dan umrah berdasarkan atas keputusan presiden dan Kantor Kementerian Agama setempat.

28

4.

Mengetahui proses sertifikasi honorer pada tiap-tiap sekolah dan tiaptiap pengawas serta tenaga pengajar baik dari sekolah islam ataupun non islam.

5.

Mengetahui tentang pelayanan dan bimbingan pendidikan agama islam pada masyarakat dan pemberdayaan mesjid.

6.

Mengetahui tentang kerja sama kelembagaan dan pengembangan potensi pondok pesantren serta pelayanannya kepada masyarakat.

7. 8.

Mengetahui tentang proses penyelenggara zakat dan wakaf Serta beberapa hal yang secara tidak langsung mampu memberikan pembelajaran moral kepada penulis. Sehingga kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) sangat tepat

dilaksanakan karena secara nyata dapat mengaplikasikan teori yang didapat dibangku kuliah.

B. Saran Setelah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan selama + 2 bulan, melihat dan membandingkan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan, maka penulis memberikan saran-saran : 1. Bagi Universitas Negeri Makassar Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam pengembangan teknologi oleh karena itu diperlukan adanya pelatihan dan pendidikan yang cukup sebelum melakukan Praktek Kerja

29

Lapangan (PKL) sehingga mahasiswa PKL bisa bekerja secara maksimal. 2. Bagi Kementerian Agama Kota Makassar 1. Dalam menghasilkan suatu informasi yang bermanfaat dibutuhkan kerja sama yang baik antara pimpinan dan bawahan serta pimpinan itu sendiri. 2. Agar Kantor Kementerian Agama Kota Makassar dapat

merekomendasikan mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebagai pegawai honorer dengan melihat prestasi selama PKL. 3. Agar hubungan kerjasama antara Universitas Negeri Makassar khususnya Mahasiswa Jurusan Matematika dengan Kemenag Kota Makassar lebih ditingkatkan.

30

DAFTAR PUSTAKA

Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kota Makassar 2013 (PMA Nomor 13 Tahun 2012) Tata persuratan dinas di lingkungan kementrian agama (Kementrian Agama RI Sekretariat Jendral tahun 2013)

31

32