Anda di halaman 1dari 13

STUDI KASUS

ANALISIS KASUS PENYEBARAN KONTEN PRIBADI (FOTO BUGIL) MELALUI AKUN FACEBOOK OLEH OKNUM GURU SMP SWASTA DI KABUPATEN TUBAN (SULISTIYOWATI ) DARI PROSPEKTIK ETIKA PENGGUNAAN FACEBOOK DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI

OLEH :

MUNAWIR ANSARI, ST
TAHUN 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan studi kasus Analisis kasus penyebaran konten pribadi (foto bugil) melalui akun facebook oleh oknum guru smp swasta di kabupaten tuban (sulistiyowati ) dari prospektik etika penggunaan facebook dan undang-undang nomor 4 tahun 2008 tentang pornografi Facebook mulai digunakan oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Selain dampak positif dari penggunaan Facebook, ada banyak dampak negatif dari penggunaannya, terutama jika berlebihan.Penggunaan fasilitas Facebook cara praktis dan instan untuk mendapatkan jaringan pertemanan melalui dunia maya, sehingga tidak terikat oleh perbedaan jarak, ruang, dan waktu. Penggunaan facebook memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi pengguna atau orang lain. Tulisan ini bermaksud supaya kita bisa meminimalisir dampak negatif dari penggunaan jejaring sosial facebook dengan mengetahui etika penggunaan facebook dan peraturan perundangan yang berlaku untuk menjerat penyalahgunaan facebook. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode yang mengacu pada berita dari surat kabar yang relevan, situs internet yang dikunjungi untuk mencari referensi dan beberapa buku yang dibaca yang sesuai dengan masalah dampak penggunaan Facebook. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Tulisan ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk

kesempurnaan tulisan ini.

Penyusun,

Munawir Ansari, ST.

1. Pendahuluan Pengguna internet dewasa ini bukan hanya bagi yang berkecimpun di dunia Teknologi Informasi saja. Seiring dengan perkembangan waktu dan modernisasi, internet menjadi sebuah kebutuhan dan aktifitas tetap manusia sebagai anggota masyarakat. Selain menjadi tuntutan profesi, pengembangan ilmu pengetahuan, berita, dan hiburan, berinternet juga menjadi cara alternatif seseorang untuk bergaul sebagai makhluk lain sebagi fungsi manusia sebagai makhluk sosial. Kombinasi penggunaan teknologi di bidang sosial salah satunya adalah penggunaan media jejaring sosial (social networking).

Jumlah Pengguna internet tahun 2012 di Indonesia dari hasil survei yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)

mengungkapkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang atau 24,23 persen dari total populasi negara Indonesia(kompas.com). Hanya dengan bermodal sebuah komputer atau laptop dengan sambungan kabel LAN, Wifi atau Modem, seseorang dapat mengakses internet dengan mudah dan bebas selama 24 jam setiap harinya. Kehadiran internet memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan data yang belum tentu bisa ditemukan secara langsung dalam media cetak yang bisa dijumpai sehari-hari. Terutama karena halangan cara dan biaya yang tidak sedikit.

Seiring dengan perkembangan internet yang pesat, banyak situs dan aplikasi pertemanan (Jejaring Sosial), promosi, milis, dan aplikasi-aplikasi lain. Di antaranya adalah GoogleTalk, AIM, Yahoo, Multiply, Live Messanger, mIRC, My Space, Friendster, dan Facebook. Dan Facebook merupakan aplikasi internet yang paling banyak digunakan oleh orang.

Sejak tahun 2007, facebook mengalami peningkatan penggunaan di Indonesia. Hingga sekarang, Indonesia menjadi salah satu negara dengan masyarakat pengguna Facebook yang besar dengan jumlah 43juta pengguna untuk tahun 2012 (socialbakers.com).

Penggunaan Facebook ternyata memberi banyak dampak positif dan negatif, salah satu dampak negatif dari penggunaan facebook adalah penyebaran konten yang berbau pornografi melalui akun jejaring social facebook. Seperti yang dilakukan oleh salah satu oknum guru SMP Swasta di Kabupaten tuban yang bernama

Sulistiyowati yang mengungah foto bugilnya ke dinding facebook pribadinya, pada makalah bertujuan untuk menganalis kasus atau tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut dari prospektif etika menggunakan facebook dan UndangUndang Nomor 4 tahun 2008 tentang Pornografi pasal 29, 34 atau 32 yang dijadikan dakwaan dengan hukuman penjara selama 12 tahun. 2. Rumusan masalah Adapun Rumusan masalah dari kasus penyebaran konten pribadi (foto bugil)

melalui akun facebook oleh oknum guru smp swasta di kabupaten tuban (sulistiyowati) adalah sebagai berikut: a. Bagaimana etika menggunukan facebook yang benar? b. Bagaimana tindakan yang dilakukan oleh sulistiyowati dilihat dari sudut pandang etika menggunakan facebook? c. Bagaimana tindakan sulistiyowati dilihat dari prospektif hukum yang berlaku di Indonesia?

3. Tujuan Adapun tujuan dari analisis kasus ini adalah untuk: a. Mengetahui etika menggunkan jejaring social seperti facebook; b. Mengetahui tindakan yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam menggunakan facebook; c. Mengetahui dampak dari penyalahgunaan penggunaan facebook baik dari sisi pengguna pribadi maupun dari sisi pengguna yang lain; d. Mengetahui jenis hukuman yang diberikan jika melakukan tindakan penyebaran konten pornografi melalui jejaring sosial atau facebook;

4. Analisis dan Pembahasan Masalah a. Etika menggunakan facebook Dalam menggunakan facebook harus mengetahui Etika dan tata cara menggunakan Facebook yang baik dan benar, menurut hary yang merupakan Professional Website Design & Development & www.balicart.com, beberapa etika dalam menggunakan facebook adalah sebagai berikut : 1. Status hubungan Anda adalah keputusan bersama pasangan Jangan pernah mengubah-ubah status hubungan Anda jika tidak didasari kesepakatan bersama antara Anda dan pasangan. Banyak kasus buruk terjadi akibat seseorang merubah statusnya secara sepihak. Jangan lupa, teman-teman Anda atau teman pasangan Anda bisa mengetahui hal ini dengan cepat. Usahan keadaan pribadi tidak untuk di ekspos ke facebook. 2. Berteman dengan teman dari sahabat Anda pun ada etikanya Ketika ingin berteman dengan teman sahabat Anda di facebook, jangan lupakan keberadaan teman Anda yang di sini berperan sebagai penghubung. Katakan dari siapa Anda mengetahui profil mereka. Usahakan berteman dengan seseorang yang dikenal atau orang lain yang disarankan oleh temen kita. 3. Jangan banjiri profil dengan foto, video, dan komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan Anda. Hal itu sepertinya tidak pantas dilakukan di Facebook. Jika Anda ingin minta simpati, teleponlah teman Anda, jangan bertanya pada orang-orang di dunia maya, apalagi di Facebook yang diakses banyak orang. Anda malah bisa dipermalukan. Dan usahakan juga foto-foto pribadi yang tidak atau kurang layak untuk tidak dipublikasikan karena akan menimbulkan pro dan kontra dari teman facebook anda dan kemungkinan besar kalau melangar hukum bisa dikenakan sanksi atau penjara oleh pihak yang berwajib. 4. Jangan curhat dan buka rahasia di Facebook Jika Anda ingin curhat dan sejenisnya, lebih baik Anda tidak melakukannya di Facebook. Gunakan saja e-mail, telepon atau lakukan saat sedang makan bersama

teman Anda misalnya. Masih banyak fasilitas lain bukan? Anda tentu tidak ingin rahasia Anda diumbar oleh orang yang tidak bertanggungjawab. 5. Kenali Perbedaan antara Wall dan Message Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi Anda sebaiknya tidak usah terlalu diekspos. Pesan-pesan pribadi yang hanya untuk dikonsumsi berdua jangan sampai dibaca oleh orang lain. 6. Jangan sekali-kali Membuat profil Palsu Mungkin terlintas di benak Anda untuk membuat akun palsu mantan pacar yang telah menyakiti Anda. Kemudian, Anda posting hal-hal buruk tentangnya. Tentu saja, jangan pernah benar-benar melakukan hal ini. Jika aksi Anda ketahuan, orangorang malah bisa memberi cap negatif pada Anda. Intinya adalah jangan umbar banyak informasi tentang diri Anda apalagi yang bersifat pribadi. Anda tak akan pernah tahu apa saja yang bisa terjadi ke depannya. Ingat, dunia maya meski menyenangkan tetap penuh dengan risiko dan juga orang-orang jahat. 7. Menambah teman lama dan lalu melupakan mereka Hal ini banyak kita lakukan dan mungkin inilah kejahatan terbesar dari jejaring sosial. Anda iseng mencari-cari nama teman SD atau SMP anda dulu di Facebook dan ternyata anda menemukannya. Lalu anda tambahkan ia sebagai teman dan kemudian setelah menjadi teman di Facebook anda melupakannya lagi dengan tidak pernah menyapanya sama sekali. 8. Menambahkan orang yang tidak dikenal sama sekali Situs jejaring sosial seperti halnya dunia maya menjadi rimba belantara yang liar. Untuk itulah kalau seandainya ada seseorang yang hendak menambahkan anda sebagai temannya tapi anda tidak mengenal dia sama sekali, baiknya dihindari atau anda bisa cari tahu tentang dia dulu sebelum anda memutuskan untuk menambahkan dia sebagai teman. Hal itu bisa anda lakukan dengan mengirimkan email ke dia. 9. Menerima invitation dari orang yang tidak anda kenal Seperti halnya poin di atas, suatu hari anda menerima invitation dan anda setuju untuk bergabung. Lalu ketika anda lihat, ternyata tidak terdapat teman-teman anda

dalam group tersebut atau group tersebut merupakan group yang tidak sesuai dengan minat anda, anda bisa keluar dari group tersebut karena group tersebut tidak bermanfaat bagi anda. 10. Mengupdate Facebook di saat semestinya anda sakit Yang ini mungkin bisa disebut kecerobohan yang terencana. Anda sedang tidak ingin masuk kerja dan pikir-pikir mungkin akan bilang sakit, lalu anda menelpon kantor dan menginformasikan kalau anda tidak bisa masuk kantor hari ini. Lalu karena iseng dan ceroboh maka anda buka facebook dan anda mengupdate status anda setiap beberapa menit, seperti sekarang sedang sarapan, sedang makan es krim, main video game atau yang lainnya. Yang seperti itulah yang disebut kecerobohan yang terencana karena bisa jadi bos atau rekan kerja anda di kantor mengawasi facebook anda. 11. Menulis di wall dibandingkan komunikasi secara pribadi Keterbukaan atau narsisme, itulah yang terjadi ketika para penggunanya ingin selalu berbagi kepada orang lain tentang apa yang mereka lakukan lewat status di Facebook. Hal ini mungkin bagus, tapi jika seandainya anda membutuhkan sesuatu yang pribadi baiknya jangan ditulis di wall sehingga semua orang bisa membacanya. Contohnya anda ingin mengadakan acara khusus yang cuma akan dikunjungi oleh beberapa teman undangan anda, tapi karena anda menuliskannya di wall maka rencana acara khusus itu menjadi tidak khusus lagi karena banyak teman-teman anda yang lainnya yang tahu. 12. Mengeluh di status Facebook Hal yang paling mengganggu di Facebook adalah membaca wall seseorang yang isinya berupa keluhan pribadi. Misalkan anda baru saja putus cinta dan anda menulis di wall, aku menyesal kisah cinta kita berakhir seperti ini. Aku sayang kamu dan akan merindukanmu dan aku harap kamu dapat memaafkan aku suatu hari nanti. Jangan tuliskan keluhan yang sifatnya sangat pribadi di wall, karena mungkin bukan simpati yang anda dapatkan tapi bisa jadi orang-orang mengenal anda cengeng.

13. Mengupload photo di Facebook dan menghapus file aslinya Walaupun Facebook bisa digunakan untuk menyimpan foto-foto pribadi anda tapi jangan sekali-kali menghapus foto asli yang terdapat di komputer anda. Facebook tidak begitu bagus ketika harus mengkompres dan merubah besar ukuran foto. Jika suatu saat facebook kita diblokir maka foto kita hilang semua. 14. Men-Tag teman dalam foto tanpa sepengetahuannya Saya baru sadar kalau hal ini sangat mengganggu ketika kemarin teman di Facebook mengupload foto yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan saya dan ia rupanya men-Tag saya dan beberapa temannya. Karena foto itu menghebohkan maka banyak yang berkomentar, dan repotnya itu komentar yang ada diinformasikan ke email mereka yang di-Tag. Cukup menjengkelkan juga karena kita menerima email yang banyak tapi kita tidak merasa mengenalinya. Kita bisa pilih remove Tag di foto itu dan ingat agar jangan men-Tag foto seseorang tanpa sepengetahuan orang tersebut, tapi sepertinya fasilitas ini setiap TAG harus mendapat persetujuan dan telah diperbaiki oleh FB.(Kompas.com) Sulistiyowati merupakan seorang guru dengan tugas utama mengajar, mendidik, dan membinah anak didiknya, sehingga apa yang telah dia lakukan tidak mencerminkan sikap dia sebagai seorang guru, dilihat dari segi etika hal ini memang tidak pantas karena selain melanggar hukum juga tidak sesuai dengan etika dalam menggunkan facebook maupun etika seorang guru dan etika dalam kehidupan bermasyarkat. Kalau dilihat dari etika facebook sulistiyowati melanggar etika Jangan banjiri profil dengan foto, video, dan komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan Anda dan Men-Tag teman dalam foto tanpa sepengetahuannya karena foto bugil sulistiyowati muncul di wall atau dinding facebooknya ada tiga kemungkinan kenapa foto itu bisa ada di dinding facebooknya sulistiyowati, yang pertama foto tersebut bisa saja di tag oleh Chandra yang merupakan pacarnya sulistiyowati karena menurut pengakuan sulistiyowati foto-foto bugil tersebut dia kirim ke chandara melalui MMS dengan menggunakan smartphone blackbarynya.

Kemungkinan kedua bisa saja foto tersebut diupload langsung oleh Chandra tetapi dengan syarat Chandra harus memiliki username dan password akun facebook miliknya sulistiyowati. Kemungkinan hal ini bisa dilakukan karena mengingat selama ini banyak pasangan yang memberikan username dan password akun facebooknya kepada pasangannya dengan alasan keterbukaan dan saling percaya satu sama lain. Kemungkinan ketiga sulistiyowati mengunduh sendiri foto-foto tidak senonoh tersebut dengan maksud mencari sensasi dan popularitas di facebook. Banyak orangorang memasukan foto-foto yang seksi di dinding atau profil facebooknya dengan tujuan supaya banyak orang-orang yang hidung belang mau berteman dengan sulistiyowati. b. Kronologis kejadian ungah foto-foto bugil milik sulistiyowati di akun facebook Sulistiyowati adalah seorang guru SMP yang tinggal di Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Guru SMP tersebut dijebloskan ke penjara lantaran menaruh lima foto bugil dirinya di akun Facebook miliknya. Kejadian ini terungkap Polres Tuban menerima laporan ada kehebohan siswa dan warga terkait foto bugil Sulistiyowati itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, janda beranak satu itu ternyata menaruh foto itu bugil tidak sengaja. Sulistiyowati sebenarnya hendak mengirim foto hasil jepretannya sendiri pada Chandra, kenalanannya di facebook melalui MMS. Dia mengirim foto itu dengan maksud menyenangkan perasaan Chandra. Celakanya, ketika mengirim lima foto bugil dengan pose yang berbagai ragam secara tak sengaja foto itu juga muncul di akun pribadi Sulistiyowati. Kejadian ini baru disadari Sulistiyowati setelah ia menjadi pergunjingan siswanya. Wahyu mengatakan dalam pemeriksaan, Sulistiyowati juga mengelak dan mengaku dijebak oleh Chandra. "Walau mengaku seperti itu, pengakuan ini belum bisa dibenarkan. Karena yang memiliki password serta id facebook tersangka adalah tersangka sendiri," kata Wahyu di kantornya. Selain itu, dari hasil penyelidikan polisi, identitas

Chandra ternyata anonim. "Tersangka hanya mengenal korban melalui facebook. Dia tidak pernah bertatap muka dengan dia," kata Wahyu. Atas kejadian ini, Sulistiyowati dijerat dengan Pasal 29, 34 dan 32 Undang-undang nomor 4 tahun 2008 tentang pornografi. Dia juga terancam dipenjara hingga 12 tahun karena perbuatan yang sebenarnya tak diinginkannya itu.

c. Tindakan sulistiyowati dilihat dari prospektif hukum yang berlaku di Indonesia Atas tindakan sulistiowati tersebut dijerat dengan Pasal 29, 34 dan 32 Undangundang nomor 4 tahun 2008 tentang pornografi. Dalam pasal 29 Undang-undang nomor 4 tahun 2008 tentang pornografi menyatakan Setiap orang yang memproduksi, menyiarkan, membuat, mengimpor, memperbanyak, mengekspor, menggandakan, menawarkan, menyebarluaskan, memperjualbelikan,

menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah). Sedangkan untuk pasal 32 Undang-undang nomor 4 tahun 2008 menyatakan Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). Untuk pasal 34 Undang-undang nomor 4 tahun 2008 menyatakan Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Untuk tindakan sulistiyowati tersebut dituntut dengan rentan hukuman 6 bulan sampai dengan 12 tahun, dari pengakuannya sulistiyowati bisa dikategorikan

menjadi korban karena sulistiyowati tidak mengetahui kenapa foto-fotonya bisa ada didinding facebooknya, tetapi pihak yang berwajib tidak boleh percaya begitu saja karana harus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Karena kasus ini harus dilakukan uji forensik terlebih dahulu terhadap data atau foto-foto tersebut, apakah foto tersebut diupload oleh pacar sulistiyowati atau sulistiyowati sendiri yang mengunduh foto-foto tersebut. Jika foto-foto tersebut diunduh oleh pacarnya sulistiyowati atau Chandra maka sulistiyowati selaku korban bisa dijatuhkan hukuman minimal atau hukuman ringan kerena tidak mengetahui kenapa foto-fotonya bisa ada didinding facebooknya dan bisa juga dibebaskan atau tidak dikenai hukuman. Tetapi walaupun sebagai korban tindakan sulistiyowati tetap melanggar hukum karena dia memproduksi atau membuat foto bugilnya sendiri dan menyebarkan foto-fotonya tersebut walaupun cuma di sebarkan ke pacarya saja. Tetapi jika sulistiyowati sendiri yang mengungah sendiri foto-fotonya kedinding facebooknya maka sulistiyowati bisa dikenakan hukuman maksimal atau hukuman terberat yaitu maksimal 12 tahun penjara. Jika terbukti sulistiyowati maka tindakan sulistiyowati tidak saja melanggar hukum tetapi melanggar etika dan kode etika guru karena guru adalah panutan dan contoh. Dan kejadian ini juga menjadi sorotan public karena yang melakuakan tindakan ini adalah seorang guru seorang dianggap pahlawan tanpa tanda jasa yang dianggap bersih dan berprilaku sopan santun. Karena banyak kejadian yang seperti yang dilakukan oleh sulistiyowati yang dilakukan oleh masyarakat biasa maupun oleh public figure atau artis, tetapi hal itu dianggap biasa walaupun merekan memasukan foto-foto seksi ke facebook seperti yang dilakukan oleh sulistiyowati. Untuk kontral dari hal-hal negative penggunaan facebook kita tidak harus berpatokan pada hokum dan etika saja tetapi pengontrolan diri masing-masing adalah hal yang paling penting.

5. Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan Dari apa yang telah dialami oleh sulistiyowati kita dapat menarik kesimpulan antara lain : 1. Dalam menggunakan facebook kita harus memperhatikan etika dan tata cara penggunaan facebook yang baik dan benar; 2. Dalam menggunakan jejaring sosial perlu menjaga privasi pribadi masingmasing penguna baik dalam hal isi konten maupun securyti keamanan akun. 3. Dalam melakukan penyebaran konten baik di internet maupun facebook perlu dipikirkan dampak dari konten kita publikasikan; 4. Dalam menggunakan faceboook kita harus berusaha untuk menghindari dampak negatif penggunaan facebook tersebut seperti konten yang berbau sara, pornografi, dan pencemaran nama baik.

b. Saran Dari kasus diatas, ada beberapan saran atau masukan dari saya untuk pengguna situs jejaring sosial atau facebook : 1. Jangan pernah memberi password dan username facebook kita kepada orang lain walaupun orang tersebut sangan dekat dengan kita; 2. Jangan pernah mengirim konten-konten yang berbau porno lewat internet; 3. Jangan mudah percaya dengan orang lain karena orang kita kenal belum tentu bisa menjaga kepercayaan kita; 4. Perlu ditanamkan tentang dampak negative penggunaan facebook; 5. Perlunya penanaman konsep tentang penggunaan intenet sehat di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Syaripudin Acep, Pedoaman Internet yang aman nyaman dan bertanggungjawab, Creative commons, Jakarta, 2010 Onno W. Purbo, Tony Wiharjito, Buku pintar internet keamanan jaringan internet, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000 Wahyono Teguh, Etika Komputer dan Tanggungjawab Profesional di bidang TI, Andi, Yogyakarta, 2012 http://www.bkpk.go.id http://www.kompas.com http://www.socialbakers.com http://www.tribunews.com