Anda di halaman 1dari 18

Alpukat dan Stroke eramuslim - Bagi yang biasa menyerup es teler atau es doger pasti tahu bahwa buah

alpukat ada di dalamnya. Namun, tidak ada yang tahu bila rajin mengkomsumsi alpukat bisa menekan resiko stroke, jantung dan kencing manis. Serta, darah tinggi. Alpukat atau avocado, buah yang dagingnya hijau lunak, dengan rasa yummy. Buah yang satu ini memang pas untuk segala hidangan sehat sehari-hari. Bukan hanya untuk jus, campuran es campur, puding namun ia bisa juga untuk campuran salad. Bahkan, alpukat juga sering disebut sebagai buah untuk segala keperluan. Meski, kulitnya yang tidak terlalu sempurna dibandingkan apel atau pear dan harganya murah, namun alpukat tak kalah 'sakti' dengan buah lainnya. Ia mampu menurunkan risiko stroke dan serangan jantung, karena alpukat merupakan satu-satunya buah yang kaya lemak, bahkan kadarnya lebih dari dua kali kandungan lemak dalam durian. Walaupun demikian, kita tak perlu takut karena lemak alpukat termasuk lemak sehat, karena didominasikan asam lemak tak jenuh tunggal oleat yang bersifat antioksidan kuat. Lemak alpukat membantu menurunkan kadar "kolesterol jahat" LDL sambil menaikkan "kolesterol Baik" HDL. Antioksidan merupakan perisai tubuh yang handal dalam melawan radikal bebas yang merupakan hasil dari berbagai reaksi kimia bagian dari proses metabolisme tubuh. Tapi, ada beberapa radikal bebas yang ada di sekitar kehidupan kita seperti ozon, asap rokok, obat-obatan dan beberapa unsur kimia. Radikal bebas dapat menimbulkan kerusakan atau gangguan fungsi sel-sel tubuh. Bila sel-sel terganggu, bisa menimbulkan penyakit degeratif seperti aterosklerosis, penyakit jantung, hipertensi, stroke dan kencing manis. Rajin memakan alpukat, bisa mengendalikan penyakitpenyakit berat tersebut. Selain itu, kemampuan perisai antioksidan diperkuat lagi oleh kandungan betakaroten, klorofil, vitamin E, dan vitamin B-kompleks yang berlimpah dalam alpukat. Pelaku vegetarian umumnya kurang optimal mendapatkan asupan lemak, karena mereka pantang daging (yang selalu kaya lemak). Selain mengharapkan kecukupan asupan lemak dari minyak goreng, alpukat bisa menjadi pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan lemak. Lemak alpukat merupakan lemak sehat, sebagaimana yang terdapat dalam minyak zaitun. Selain mampu mengendalikan hipertensi, alpukat juga kaya mineral kalium, tapi rendah kandungan natriumnya. Perbandingan ini mendorong suasana basa di dalam tubuh kita. Berkurangnya keasaman tubuh (darah dan jaringan) akan menekan munculnya penyakit akibat kondisi tubuh terlalu asam, seperti alergi, pusing, panik, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan. Karena kadar asam folat dan vitamin E-nya juga tinggi kalium alpukat lebih efektif dalam merendam hipertensi dan dapat membantu memperlancar aliran darah. Berbeda dari buah-buahan lain, alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit mengandung gula buah, tapi berlimpah serat selulose. Faktor ini menjadikan alpukat dianjurkan sebagai bagian dari

menu untuk mengendalikan diabetes. Di samping itu, alpukat ternyata bagus banget buat kulit dan rambut. Zat besi dan zat tembaga yang berlimpah membuat alpukat penting dalam pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia gizi. Paduan antara vitamin C, vitamin E, zat besi, kalium dan manganya menjadikan alpukat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut. Dengan adanya asam folat dan vitamin B, serta vitamin-vitamin B lainnya, alpukat ideal untuk merangsang pembentukan jaringan kolagen. Perlu anda tahu, bahwa kebiasaan menyantap alpukat segar tanpa dimasak sangat menguntungkan, karena zat gizi dan senyawa fitokimiawinya menjadi tetap utuh. Namun tetap harus diingat bahwa alpukat mengandung lemak yang bisa membuat berat badan tubuh kian bertambah. (to/kpl)
http://www.khabib.staff.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=19&Itemid=6 Khabib Mustofa, Dr. techn. Gadjah Mada University Faculty of Mathematics & Natural Sciences tgl 25 agustus 2013

OBAT HIPERTENSI
Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi suatu penyakit yang sering dianggap ringan, karena memang tak begitu terasa berat hanya terasa pusing-pusing saja, padahal Hipertensi atau penyakit Tekanan Darah Tinggi ini merupakan penyakit yang cukup serius dengan resiko sampai kepada kematian, sehingga para akhli sering menyebutnya sebagai "Silent Killing". Namun dengan perawatan yang intensif Hipertensi atau Penyakit Tekanan Darah Tinggi ini dapat dipulihkan.
Senin, 31 Desember 2012

Obat Hipertensi = Alpukat


ALPUKAT buah yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik hampir di semua wilayah Indonesia, dibalik harganya yang murah dan mudah didapat ternyata buah Alpukat ini sangat bermanfat untuk mengobati Hipertensi atau penyakit Tekanan Darah Tinggi, hal ini disebabkan oleh karena Alpukat mengandung berbagai Zat Vitamin dan Mineral anatara lain:

Vitamin A: Kombinasi Vitamin A dengan Vitamin E sangat berguna untuk membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.

Vitamin B6: Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sindrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.

Vitamin E: Dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit.

Potasium atau Kalium: Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.

Lemak tak jenuh: Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.

Asam oleat: Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.

Zat Besi dan Tembaga: Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.

Mineral Mangaan dan Seng: Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga. Selain buah Alpukat yang sangat bermanfat untuk kesehatan kita, Daun Alpukat juga sangat berguna untuk pengobatan Hipertensi. Selain itu Daun Alpukat sejak lama diyakini juga efektif untuk mengatasi penyakit kencing batu, menstruasi tidak teratur, sakit kepala, nyeri syaraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak (bronchial swellings), hingga darah tinggi alias hipertensi, yang disebut terakhir yakni hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat dan menjadi penyebab utama kematian kardiovascular di berbagai komunitas di seluruh dunia.

Penelitian Azizahwati dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia memperlihatkan daun Persea americana tersebut memang mujarab sebagai obat antihipertensi. Bagi penderita hipertensi, kegemukan merupakan ciri khas. Daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah pada penderita obesitas dengan hipertensi akan lebih tinggi dibandingkan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal.

Selain berguna sebagai obat hipertensi, Daun Alpukat manjur sebagai obat antihiperlipidemia. Hiperlipidemia adalah kondisi yang disebabkan oleh kandungan lemak atau kolesterol yang terlalu tinggi di dalam darah. Bagi yang mengalami hiperlipidemia, pola makan berlemak menjadi penyebab utama. Hal itu kian parah dengan gaya hidup minim olahraga. Hiperlipidemia merupakan salah satu pemicu serangan jantung yang terjadi akibat kolesterol dalam darah mengendap sebagai plak di dinding pembuluh darah, kemudian luruh lantas menyumbat pembuluh darah. Hipertensi dan hiperlipidemia menjadi penyebab kematian paling tinggi saat ini.

Sebab Darah Tinggi. Apa sebenarnya penyebab darang tinggi ? Penyebab darah tinggi atau hipertensi sangat variatif namun dari kebanyakan penderita hipertensi disebabkan karena faktor genetik atau keturunan. Penyebab lain yang kerap muncul adalah karena stress, berfikir berat, sering minuman keras, sering makan yang mengandung lemak tinggi, kegemukan dan kurangnya olahraga. Karena orang gemuk cenderung malas dalam berolah raga sebab susah (kesulitan) dalam bergerak.

Gejala darah tinggi. Gejala-gejala darah tinggi yang kerap terjadi kepala pusing, jantung selalu berdebar, susah tidur, mudah marah,

sakit pinggang, rering mngalami pendarahan dari hidung, wajah kelihatan kemerahan, damn mudah mengalami kelelahan.

Cara mengobati darah tinggi dengan herbal. Obat herbal merupakan alternatif pilihan dalam penyembuhan suatu penyakit dibanding dengan obat kimia yang notabene tidak aman digunakan apalagi jika dikonsumsi terus menerus dalam waktu yang panjang. Sebab mengobati darah tinggi memerlukan waktu apalagi jika sudah kronis, apalagi jika terkena stroke . Dengan Daun Alpukat hipertensi dapat disembuhkan, namun memang perlu kesabaran dan ketelatenan yang memerlukan waktu, namun tidak mempunyai efek samping seperti obat kimia.

Cara mengobati Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi dengan Daun Alpukat sebagai berikut ; Sediakan 3 - 5 lembar Daun Alpukat, rebus dengan 2 gelas air, tambahkan 5 - 10 gr gula batu, setelah tinggal 1,5 gelas dinginkan lalu diminum 1 kali dalam sehari

Menyembuhkan Hipertensi dan Mencegah Stroke Buah Alpukat termasuk buah yang mengandung lemak tinggi (sekitar 6,5 persen), namun lemak tersebut merupakan lemak tak jenuh tunggal oleat, yang lazim disebut omega-9. Lemak jenis ini mampu menurunkan kelebihan kolesterol jahat LDL secara efektif, terutama jika kita juga membatasi konsumsi lemak jenuh. Hasilnya akan nyata kalau makan alpukat dibarengi dengan mengurangi makanan gorengan dan bersantan, serta daging berlemak, dan kuah mengandung lemak gajih. Efektivitas alpukat menurunkan kadar kolesterol jahat juga dipacu kandungan seratnya yang tinggi. Serat larut dalam alpukat akan menyerap kelebihan kolesterol jahat dan membuangnya bersama sampah makanan. Sebuah alpukat ukuran sedang mengandung serat 10 gram. Menyantapnya sebuah saja sudah memenuhi 40% kecukupan asupan serat sehari.

Alpukat kaya mineral kalium. Separuh alpukat ukuran sedang mengandung 548 mg kalium, 15 persen lebih tinggi dari kandungan kalium dalam sebuah pisang. Kalium dapat meredakan tekanan darah tinggi, mengontrol debar jantung, dan menjaga kesehatan sistem saraf. Kombinasi lemak baik, serat, dan kalium membuat alpukat mampu mencegah serangan penyakit akibat hipertensi dan kelebihan kolesterol, khususnya stroke dan penyakit jantung. Penderita diabetes pun dapat memetik manfaat tersebut untuk memangkas risiko sama, yang sering merupakan komplikasi.

Gara-gara kaya lemak, alpukat sering dituduh sebagai penyebab kegemukan. Padahal itu tidak benar. Kalau pola makan kita sudah sarat kalori, makan alpukat atau makanan apa pun tentu mudah menambah berat badan. Jika pola makan kita baik, makan alpukat tidak perlu jadi masalah. Apalagi alpukat mengandung lemak yang menyehatkan.

Membuat Awet Muda Kendati tidak banyak, alpukat cukup mengandung vitamin A dan klorofil. Di dalam lemaknya tersimpan banyak vitamin E. Kombinasi vitamin A, klorofil, dan vitamin E sebagai antioksidan terbukti menjaga kulit penduduk Meksiko tampak kenyal dan segar meski telah berumur. Jarang pula yang terserang kanker. Mereka amat gemar makan saus alpukat (guacamole), seperti kebiasaan kita makan sambal di sini.

Kandungan kaliumnya yang tinggi menjadikan alpukat buah pembentuk basa. Dalam teori Food Combining, makanan pembentuk basa melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas, sehingga tidak mudah rusak. Dampak paling nyata dari sel yang terjaga adalah wajah tampak awet muda. Nah, rugi, kan, kalau kita tetap menjauhi alpukat?

Mata sering berkunang-kunang dan kepala pening? Periksakan ke dokter. Jika benar kita menderita kurang darah (Hb rendah), jangan ragu makan alpukat. Di dalam alpukat terdapat zat besi dan zat tembaga, yang berperan penting dalam pembentukan darah segar dan mencegah anemia akibat kurang gizi besi. Magnesium dan kalsiumnya membantu menjaga kesehatan tulang. alpukat baik bagi ibu hamil. Kandungan asam folatnya amat dibutuhkan janin, agar otak dan tulang belakangnya dapat tumbuh sehat sempurna. Satu buah sedang alpukat mengandung 114 mkg asam folat, sudah memenuhi 30 persen kecukupan asam folat harian yang dianjurkan.

Selain asam folat, kandungan vitamin B-kompleks lain yang tersimpan dalam alpukat adalah vitamin B6. Penting untuk mengontrol fungsi sistem saraf. Rendahnya konsentrasi vitamin B6 dalam darah mudah menimbulkan mualmual pada trimester pertama kehamilan. Nah, makan alpukat pada pra-kehamilan dan selama hamil dapat mencegah mual karena ngidam. Belakangan sejumlah ilmuwan menemukan fakta baru. alpukat sarat glutation, senyawa fitokimiawi alami non-gizi yang berkhasiat. Glutation merupakan antioksidan kuat pengusir beragam kanker, khususnya kanker mulut dan tenggorokan, serta mencegah serangan jantung. Dibandingkan dengan pisang, apel, blewah, maupun anggur, kandungan glutation dalam alpukat 3 kali lipatnya.

Beta-sitoterol adalah senyawa fitokimiawi lain yang ditemukan dalam alpukat. Lemak nabati merupakan bagian lemak baik, khasiatnya menurunkan seluruh jenis lemak darah yang dapat memicu penyakit akibat gangguan pembuluh, khususnya stroke dan serangan jantung. Beta-sitosterol akan menormalkan kadar kolesterol jahat, trigliserida, maupun total lemak darah. Jumlahnya mencapai 4 kali lipat dibanding yan Diposkan oleh pandji susilo di 21.56

http://www.obathip.com/2012/12/obat-hipertensi-alpukat.html

Kamis, 13 Desember 2012 Penyebab Hipertensi

Hipertensi atau Teknan Darah Tinggi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia, hal ini disebabkan kerena penyebab penyakit yang satu ini pada awalnya banyak tidak dirasakan sebagai suatu atau gejala penyakit tekanana darah tinggi, penyakit ini baru dirasakan oleh seseorang ketika secara tiba-tiba orang merasakan kondisi badannya tidak nyaman, dan ketika diperiksa oleh Dokter tensinya menunjukan angka yang cukup tinggi, seorang dikatakan mengidap penyakit tekanan darah tinggi jika tekanan darahnya menunjukan angka 140/100 mmHg. Tidak dirasakannya keluhan awal penyakit ini karena disebabkan beberapa hal antara lain; Penyebab Hipertens: 1. Karena Keturunan

Prof DR Dr Jose Roesma, SpPD-KGH dalam acara The 5th Scientific Meeting on Hypertension 2011 di sebuah hotel di Jakarta pada hari Sabtu tanggal 26 Februari 2011, menyatakan bahwa "Sekitar 90-95 persen atau 9 dari 10 penderita hipertensi karena faktor keturunan, jadi artinya sudah ada bakat yang diturunkan," ujarnya. Lebih lanjut beliau menuturkan bahwa bakat ini bisa dari orangtua, paman, kakek, nenek atau bibinya dan baru akan muncul atau berkembang kalau situasi serta lingkungan sekitarnya mendukung. Karena faktor turunan ini tidak bisa dielakkan, maka lingkungan ini yang harus dijaga misalnya menjaga berat badan, tidak mengonsumsi garam berlebih dan olahraga agar tidak menjadi hipertensi. "Hipertensi ini biasanya diam-diam atau tidak memiliki gejala yang muncul, kadang setelah 5-10 tahun baru terasa atau sudah ada komplikasinya," Menurutnya diperkirakan terdapat 76 persen kasus hipertensi di masyarakat yang belum terdiagnosis, dalam hal ini seseorang tidak tahu bahwa dirinya mengidap hipertensi. Hal ini karena hipertensi tidak menunjukkan gejala atau keluhan apa pun sehingga sering disebut sebagai the silent killer. Tingginya prevalensi hipertensi diduga terkait erat

dengan gaya hidup, tingkat stres, pola makan terutama dalam hal konsumsi garam serta kurangnya aktivitas fisik. Berdasarkan data Riskesdas 2007 diketahui hampir seperempat (24,5 persen) penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun mengonsumsi satu kali atau lebih makanan asin setiap harinya. Sedangkan Prof Dr Ruly M A Roesli, SpPD-KGH. menyatakan bahwa "Kalau seseorang sudah memiliki tekanan darah tinggi maka harus mengubah gaya hidup dan juga mengonsumsi obat. Karena kalau tidak dalam 10 tahun tinggal pilih jantung, stroke atau cuci darah,". Tekanan darah dibilang normal jika nilainya 120/80 dan dikatakan tekanan darah tinggi jika nilainya 140/90. Dan jika tekanannya diantara 120-140 untuk sistolik dan 80-90 untuk diastoliknya, maka disebut dengan prehipertensi. Orang yang prehipertensi ini harus hati-hati dan menjaga pola hidupnya agar tidak menimbulkan komplikasi. Prof Rully mengungkapkan dalam mengukur tekanan darah juga harus dilakukan dengan benar, seperti dalam posisi duduk, tidak habis merokok, tidak habis minum kopi, tidak setelah olahraga, tidak penuh kondisi kandung kemihnya dan alatnya sudah dikalibrasi."Untuk itu mengukur tekanan darah itu penting dan harus dilakukan secara teratur dan benar. Sebaiknya semua orang tahu berapa tekanan darah yang dimilikinya, sama seperti ketika dia tahu apa golongan darahnya,". Masyarakat harus mengetahui bahwa hipertensi ini adalah kondisi medis yang serius, bisa menimbulkan komplikasi dan tidak boleh disepelekan. Karenanya periksalah tekanan darah secara berkala dan benar.

2. U s i a

Penyakit hipertensi sangat erat kaitannya dengan umur. Semakin tua seseorang maka semakin besar risiko terserang penyakit tersebut. Umur lebih dari 40 tahun mempunyai risiko terkena hipertensi, dengan bertambahnya umur risiko terkena hipertensi lebih besar sehingga prevalensi dikalangan usia lanjut cukup tinggi yaitu sekitar 40 % dengan kematian sekitar 50 % diatas umur 60 tahun. Hal ini disebabkan karena pembuluh arteri kehilangan elastisitas atau kelenturan serta tekanan darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia, ditambah karena asupan makanan dan minuman dengan pola yang tidak sehat yang berlebihan selama puluhan tahun menyebabkan menumpuknya lemak atau residu mineral dalam pembuluh darah sehingga terjadi pewnyempitan atau penyumbatan, sehingga kerja jantung memompa darah harus bekerja lebih keras sehingga meningkatkan tekanan darah dalam tubuh, peningkatan kasus hipertensi akan berkembang pada umur lima puluhan dan enampuluhan. Jenis kelaminpun memperngaruhi timbulnya hipertensi, dimana pria lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan wanita dengan rasio sekitar 2,29 mmHg untuk peningkatan darah sistolik. Wanita yang sedang memasuki menopause berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi, tetapi penelitian lain mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang relatif sama menderita hipertensi.

3. Kafein/Kopi

Penderita Hipertensi atau tekanan darah tinggi (tekanan darah melebihi 140/90) perlu waspada terhadap kopi. Tekanan darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan ginjal (uremia), jantung, pendarahan pada retina dan pecahnya pembuluh darah otak (stroke). Pada sebagian orang, minum kopi dapat menimbulkan jantung berdebar-debar, denyutnya bisa melebihi 80 kali per menit. Hal itu disebabkan efek stimulan kopi. Mengkonsumsi kopi secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang berpotensi mempercepat terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Otot jantung mendapat makanan dari pembuluh darah nadi korona kiri dan kanan, bila pembuluh darah korona tersumbat terjadilah PJKPada peminum kopi kelas berat, penyerapan gula dalam darahnya berlangsung lebih cepat, sehingga keinginan untuk untuk menambah konsumsi gula terus meningkat. Ternyata hal tersebut memicu terjadinya penumpukan kolesterol, yang berdampak terhadap penebalan, penyempitan dan kekakuan dinding pembuluh darah, dengan demikian PJK pun menjadi sulit dihindari. Selain kop, berbagai bahan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah ialah zat pengawet, pil KB, gula yang dimurnikan, lemak padat, serta obat-obtan seperti anabolic steroida, disopyramide, trimeprazine, chenodiol, dan diuretika thiazide. Kebiasaan merokok dan stress juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Kafein adalah zat stimulan yang terdapat didalam kopi, Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh National Coffe Association of the USA, dalam secangkir kopi seduhan terkandung 110-150 mg kafein dan dalam kopi instant 40-108 mg kafein. Dengan demikian dalam tubuh seorang yang biasa minum kopi seduhan minimal 3 cangkir sehari, terdapat sekitar 330-450 mg kafein. Lantas apakah jumlah tersebut sudah melampaui ambang batas yang membahayakan ?. Bila dikonsumsi 6 cangkir per hari sela dua minggu berturut-turut, kafein dalam kopi dapat menimbulkan ketagihan. Kafein dapat menjadi racun dan berakibat fatal kalau tingkat konsumsinya mencapai 150 mg per kg berat badan. Misalnya seorang yang memiliki berat badan 70 kg, akan mengalami keracunan yang mematikan (LD50) bila mengkonsumsi kafein 10.500 mg (150 mg/kg x 70 kg ) atau setara dengan 70-95 cangkir kopi seduhan. Efek Kafein Beberapa penelitian menunjukan bahwa orang yang mengkonsumsi kafein secara teratur sepanjang hari mempunyai tekanan darah rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi sama sekali. Konsumsi kopi lebih dari dua cangkir (200-250 mg kafein) terbukti meningkatkan tekanan sistolik sebesar 3-14 mmHg dan tekanan diastolik sebesar 4-13 mmHg pada orang yang tidak mempunyai hipertensi. Kafein dapat membuat pembuluh darah menyempit yang diakibatkan karena efek kafein yang memblokir adenosin yaitu hormon yang menjaga agar pembuluh darah tetap lebar. Kafein juga merangsang kelenjar adrenal untuk melepas lebih banyak kortisol dan adrenalin. Sebagaimana nikotin, morfin, dan kokain, kafein termasuk kelompok senyawa alkaloid. Selain terdapat pada biji kopi, kafein juga dapat diisolasi dari daun tehh. Dalam secangkir teh terdapat 9-50 mg kafein,

tergantung pada lamanya seduhan dan suhu air, salah satu sifat kafein ialah mudah larut dalam air. Kafein pun terdapat dalam coklat, kola dan obat-obatan. Pada beberapa obat sakit kepala, kandungan kafein mencapai 35 mg atau lebih. Digunakan karena menimbulkan efek stimulasi sentral, menghilangkan rasa lesu dan menimbulkan rasa nyaman, sekaligus dapat memperkuat daya kerja senyawa paracetamol (N-acetyl-p-aminophenol). Kafein dan paracetamol bersinergi sebagai analgesik (pereda rasa sakit) dan antipiretik (penurun panas). Selain itu, kafein juga merupakan senyawa kimia yang bersifat diuretic (memperlancar buang air kecil) dan banyak digunakan sebagai stimulan (obat yang merangsang aktivitas fungsi organ). Kafein di Dalam Tubuh Dalam tubuh manusia senyawa kafein dapat memacu hormon adrenalin, yang berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah dan detak jantung, sekresi asam lambung, senyawa gula pada aliran darah dan otot dalam kondisi siap beraktivitas. Hal itu yang menyebabkan pada sebagian orang, kopi menjadi minuman pengusir kantuk dan penambah gairah. Dalam kondisi normal, organ hati selalu mengatur kadar gula darah sekitar 0,1 persen. Jika terjadi kelebihan glukosa maka hormon insulin akan merubahnya menjadi glikogen. Sebaliknya jika kekurangan glukosa, hormon adrenalin akan mengubah glikogen menjadi glukosa. Karena berpengaruh terhadap keseimbangan hormon insulin-adrenalin, maka penderita diabetes melitus (DM) perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi kopi.

4. G a r a m

Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Komponen kation dan anion ini dapat berupa senyawa anorganik seperti klorida (Cl), dan bisa juga berupa senyawa organik sepertiasetat (CH3COO) dan ion monoatomik seperti fluorida (F), serta ion poliatomik seperti sulfat (SO42). Natrium klorida(NaCl) merupakan bahan utama garam dapu. Tingginya kadar garam yang dikonsumsi ini berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tubuh kita dianjurkan hanya mendapat asupan garam sebanyak 2.300 miligram per hari. Pada usia 50 ke atas, hendaknya dikurangi menjadi 1.500 miligram. Efek Garam

Penyakit hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi memang sudah akrab di telinga masyarakat. Meski ada anggapan bahwa penyakit ini sangat biasa, perlu diingat bahwa hipertensi dapat berujung pada stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Dr Samuel Oetoro,MS, SpGK, pakar gizi dari Universitas Indonesia, mengatakan hipertensi disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, termasuk terlalu banyak mengkonsumsi garam. Kemudian diperparah dengan pola hidup yang malas berolahraga. Jika rajin olahraga, pembuluh da rah jadi lebih fleksibel, gampang buka tutup. Sedangkan yang tidak berolahraga, pembuluh darah jadi kaku karena tidak pernah dilatih. Nah saat jantung memompa, sedangkan ujung disumbat, jadinya muncrat, hipertensi seperti itu, ujar Samuel. Kandungan garam yang tinggi, pengurus Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia ini melanjutkan, terdapat pada garam dapur dan penyedap rasa. Dan kadar garam tertinggi terdapat pada makanan yang diawetkan, seperti camilan anak-anak, makanan olahan, mi instan, dan junk food. Selain itu, saus cabai dan tomat, kecap botol, serta saus dressing untuk salad. (Penderita) hipertensi harus menjaga konsumsinya dengan memakan sereal, nasi merah, ikan, dan hindari daging, kata Samuel. Kendalikan dalam mengkonsumsi Garam Mengkonsumsi garam memang haruslah diatur karena hal ini juga mampu berdampak pada kesehatan jantung kita. Namun, bagaimana cara untuk mengetahui bahwa kita harus membatasi jumlah asupan garam yang masuk kedalam tubuh kita. Karena penggunaan garam tidak hanya terdapat pada makanan yang mengandung rasa asin, karena makanan lain juga menmgandung kandungan garam. Yang harus diwaspadai dari garam sebenarnya bukan rasa asinnya, tapi kandungan sodium atau natrium. Garam dalam pengertian yang kita kenal sehari-hari terdiri dari sodium 40 persen dan sisanya ion klorida. Supaya tubuh selalu sehat, konsumsi sodium dibatasi 2300 mg atau sekitar 6 gram garam (satu sendok teh). Menurut Fendy Susanto dari Nutrifood Research Center, sodium atau natrium ini bukan cuma terdapat pada garam tapi juga makanan-makanan olahan lain, termasuk juga saus sambal dan kecap. mengonsumsi garam berlebih membuat pembuluh darah pada ginjal menyempit dan menahan aliran darah. Untuk itulah, ginjal memproduksi hormon Renin dan Angiostenin agar pembuluh darah utama mengeluarkan tekanan darah yang besar sehingga pembuluh darah pada ginjal bisa mengalirkan darah seperti biasanya. Tekanan darah yang besar dan kuat ini menyebabkan seseorang menderita hipertensi tipe sekunder, yakni hipertensi yang disebabkan oleh masalah di bagian tubuh lainnya, dalam hal ini ginjal. Konsumsi garam per hari yang dianjurkan adalah sebesar 1500-2000 mg atau setara dengan satu sendok teh.

Perlu diingat bahwa sebagian orang sensitif terhadap garam sehingga mengonsumsi garam sedikit saja akan menaikkan tekanan darah. Membatasi konsumsi garam sejak dini akan membebaskan Anda dari hipertensi, penyakit ginjal, dan tentu saja penyakit jantung koroner. Kadar garam tinggi dalam tubuh dapat mempersempit arteri ginjal, sehingga membatasi aliran darah dan menyulitkan kinerjanya. Akibatnya, ginjal melepaskan hormon yang disebut renin dan angiotensin, yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah perifer, dan menyebabkan hipertensi. Para ilmuwan telah mampu membuktikan bahwa mekanisme hipertensi dipicu oleh beberapa alasan lain.Sebagai akibat dari asupan garam yang berlebihan, sistem saraf simpatis dirangsang, dan produksi meningkat adrenalin. Arteri yang menyempit, resistensi meningkat, dan mengurangi aliran darah. Sehubungan dengan penemuan ini, sekelompok peneliti Amerika mendorong dokter untuk meninjau prinsip-prinsip pengobatan hipertensi. Penyakit ini biasanya disertai dengan insufisiensi ginjal, dan diuretik digunakan untuk mengobati jenis hipertensi, karena mereka menghilangkan kelebihan garam. Para ilmuwan bersikeras bahwa perlu untuk menggunakan tidak hanya diuretik, tetapi juga obat yang memblokir sistem saraf pusat simpatik Sementara itu, berdasarkan Panduan Umum Gizi Seimbang 2003, konsumsi garam tidak boleh lebih dari 6 gram (1 sendok teh) dalam 1 hari atau sama dengan 2300 mg natrium. Garam sangat erat dengan hipertensi. Setengah sendok teh garam saja bisa menaikkan tekanan sistolik naik sebesar 5 poin dan tekanan diastolik naik 3 poin, ini berdasarkan penelitian, jelas Fendy Susanto dari Nutrifood Research Centre, Program Development and Scientific Support, diJakarta beberapa waktu lalu.

5. R o k o k Nikotin dalam tembakaulah penyebab meningkatnya tekanan darah segera setelah isapan pertama. Seperti zat-zat kimia lain dalam asap rokok, nikotin diserap oleh pembuluh-pembuluh darah amat kecil di dalam paru-paru dan diedarkan ke aliran darah. Hanya dalam beberapa detik nikotin sudah mencapai otak. Otak bereaksi terhadap nikotin dengan memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas epinefrin (adrenalin). Hormon yang kuat ini akan menyempitkan pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan yang lebih tinggi. Setelah merokok dua batang saja maka baik tekanan sistolik maupun diastolik akan meningkat 10 mmHg. Tekanan darah akan tetap pada ketinggian ini sampai 30 menit setelah kita berhenti mengisap rokok. Sementara efek nikotin perlahan-lahan menghilang, tekanan darah juga akan menurun dengan perlahan. Namun pada perokok berat tekanan darah akan berada pada level tinggi sepanjang hari. Kalau Anda perokok, ukurlah tekanan darah secara teratur di rumah. Ceriterakan kepada dokter jika pengukuran di rumah lebih tinggi daripada saat kontrol ke dokter. Di samping meningkatkan pelepasan adrenalin, rokok memberikan pengaruh lain yang merusak. Zat-zat kimia yang diserap dari asap rokok dapat mempengaruhi dinding dalam arteri sehingga lebih peka

terhadap penumpukan lemak yang mengandung kolesterol (plak) yang menyebabkan arteri menjadi lebih sempit. Rokok juga memicu dilepasnya hormon yang menyebabkan tubuh menahan cairan. Kedua faktor ini yaitu penyempitan arteri dan penimbunan cairan dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah. Zat Berbahaya dalam Rokok

A. Nikotin Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok pengaruh bagi tubuh manusia :

menyebabkan kecanduan / ketergantungan merusak jaringan otak menyebabkan darah cepat membeku mengeraskan dinding arteri

B. Tar Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker, Pengaruh bagi tubuh manusia :

membunuh sel dalam saluran darah Meningkatkan produksi lendir diparu-paru Menyebabkan kanker paru-paru

C. Karbon Monoksida Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh. pengaruh bagi tubuh manusia :

mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen menghalangi transportasi dalam darah

D. Zat Karsinogen Pengaruh bagi tubuh manusia Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh

E. Zat Iritan Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru Menyebabkan batuk

6. Alkohol Alkohol adalah kelompok senyawa yang mengandung satu atau lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol dapat dikenali dengan rumus umumnya R-OH. Alkohol merupakan salah satu zat yang penting dalam kimia organik karena dapat diubah dari dan ke banyak tipe senyawa lainnya. Reaksi dengan alkohol akan menghasilkan 2 macam senyawa. Reaksi bisa menghasilkan senyawa yang mengandung ikatan R-O atau dapat juga menghasilkan senyawa mengandung ikatan O-H.

Salah satu senyawa alkohol, etanol (etil alkohol, atau alkohol sehari-hari), adalah salah satu senyawa yang dapat ditemukan pada minuman beralkohol. Rumus kimianya CH3CH2OH. Para peneliti di Wake Forest University Baptist Medical Center akan berusaha untuk menentukan pengaruh konsumsi alkohol terhadap risiko hipertensi dan diabetes tipe 2 menggunakan data yang dikumpulkan selama studi lima-tahun kondisi prediabetic. Kondisi prediabetic adalah peningkatan resistensi insulin-insulin dibutuhkan lebih dan lebih untuk mencerna jumlah yang sama glukosa, produk utama dari pencernaan karbohidrat. Capri G. Foy, Ph.D., rekan penelitian di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat akan menggunakan data studi yang dikumpulkan selama Insulin Resistance Atherosclerosis Study (IRAS) untuk mencoba menyelesaikan temuan berbeda dari studi sebelumnya tentang hubungan alkohol, diabetes dan hipertensi.IRA menganalisis hubungan antara resistansi insulin dan faktor risiko kardiovaskular antara orang dewasa AS. Analisis baru akan didanai oleh hibah $ 65.008 dari Robert Wood Johnson Foundation di bawah program penelitian percontohan berusaha untuk mengintegrasikan masalah penyalahgunaan zat menjadi obat utama. "Konsumsi alkohol yang sangat lazim terjadi di Amerika Serikat, dengan mayoritas orang Amerika menjadi diri dijelaskan peminum saat ini," kata Foy. Tetapi studi pada efek alkohol pada diabetes telah menghasilkan pesan yang membingungkan.

Dia mengatakan bahwa beberapa studi "diidentifikasi minum berat sebagai faktor resiko untuk diabetes tipe 2, sementara bukti lain menunjukkan bahwa konsumsi alkohol moderat - 1 sampai 2 minuman per hari - dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dibandingkan untuk menyelesaikan pantang atau konsumsi berat . " Studi hubungan antara konsumsi alkohol dan tekanan darah tinggi, faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular, juga telah menghasilkan hasil yang beragam, kata Foy. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi moderat dikaitkan dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi, tapi bahwa minum berat dapat meningkatkan risiko. Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa efek perlindungan dari konsumsi alkohol moderat pada hipertensi mungkin kurang menonjol di antara perempuan, kata Foy. 6. Kurang Olah Raga Olahraga tidak saja bermanfaat untuk mencegahhipertensi, tetapi juga menjadi bagian untuk pengobatan hipertensi. Aktifitas olah raga yang bermanfaat untuk mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah jenis latihan kebugaran (endurance) dengan intensitas sedang, seperti berjalan, jogging, bersepeda, dan berenang. Olahraga kebugaran berintensitas sedang dapat memperbaiki tekanan darah, karena olah raga kebugaran memobilisasi massa otot sehingga mengakibatkan kontraksi berkala yang ringan dan menenangkan.untuk mewujudkan proses ini, otototot memompa darah secara aktif sehingga kerja jantung lebih ringan dalam memompa darah. Selama latihan tersebut, tekanan darah sedikit meningkat namun kemudian jantung dan pembuluh darah menjadi terbiasa bekerja dengan tekanan darah lebih rendah. Mereka yang berlatih kebugaran secara teratur memiliki detak jantung istirahat lebih rendah dan stabil. Frekuensi dan kekuatan gerakan sangat penting untuk diperhatikan. Sebagai contoh, mendorong beban secara perlahan dengan kekuatan besar cenderung memperburuk hipertensi. Karena itu, olah raga yang memerlukan kontraksi kuat dan berkepanjangan, seperti latihan beban, harus dihindari. Tujuan Anda sebaliknya: melakukan kontraksi lebih sering namun tidak kuat. Dengan cara ini, aliran darah melalui otot-otot akan lebih lancar dan mengurangi tekanannya. Ketika bersepeda, kurangilah beban pedal dan kayuhlah sedikit lebih cepat. Anda dapat bersepeda tandem dengan yang lebih senior agar dapat mengayuh lebih cepat tanpa memaksakan diri. Latihan kebugaran harus dilakukan sesuai kemampuan agar bermanfaat. Anda harus tetap bisa bernapas relatif mudah. Jika Anda tidak dapat mengucapkan sebuah kalimat pendek tanpa terputus-putus, Anda perlu mengurangi intensitas latihan atau beristirahat. Menggunakan monitor detak jantung, frekuensi detak jantung Anda sebaiknya tidak melebihi 75% detak jantung maksimum. Detak jantung maksimum adalah (220 umur) Anda. Jika Anda berumur 40, detak jantung maksimum Anda adalah 180 (220-40). Anda sebaiknya memiliki denyut tidak melebihi 135 per menit (180 x 0,75). Agar olah raga itu bermanfaat pengobatan maka lakukanlah oleh raga paling sedikit 2 hari sekali, dengan waktu minimal 30 menit da, setelah 3 bulan anda dapat merasakan hasilnya, yaitu badan yang bugar dan lebih sehat. 7. Kolestrol

Hiper-kolesterol adalah istilah untuk kadar kolesterol dalam darah tinggi, yaitu jika setelah memeriksakan darahnya ke laboratorium, hasil laboratorium menunjukkan angka lebih dari 200 mg/dL ini dapat diklasifikasikan termasuk kadar kolesterol tinggi. Kolestrol ini timbul terutama karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak antara terlalu banyak mengkonsumsi Kolestrol yang tinggi merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya Hipertensi atau tekanan darah ting daging berlemak, dan makanan bersantan, maka perlu kiranya waspada dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Sebab, jika terjadi komplikasi atau kolesterol tinggi dan hipertensi, maka bisa berakibat fatal. Seseorang digolongkan mempunyai tekanan darah tinggi atau Hipertensi apabila tekanan darahnya di atas 140/90 mmHg, yaitu tekanan pada pembuluh nadi dari peredaran darah sistemik di dalam tubuh, Dokter ahli penyakit dalam, Dr dr Makbul Aman SpPD mengatakan, ada beragam penyakit yang bisa muncul akibat kolesterol satu diantaranya adalah hipertensi ini. Makbul mengatakan, penyakit yang bisa terjadi akibat kolesterol tinggi yaitu hipertensi yang juga akan berakibat menjadi penyakit jantung koroner, gangguan fungsi hati, obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya. Kolesterol memang dibutuhkan tubuh, namun dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah jika terlalu banyak, tambahnya. Penyakit kolesterol merupakan penyakit yang harus diwasapdai. Sebab penyakit kolesterol ini membawa dampak negatif bagi tubuh dan merupakan salah satu penyakit yang membawa penyakit lainnya mudah timbul. Sementara itu, dokter penyakit dalam lainnya, dr Haerani SpPD juga mengatakan tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Hipertensi ini dapat menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah sehingga dinding pembuluh kehilangan fungsinya secara normal.Hipertensi ini berhubungan dengan garam. Upayakan jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam. Soal kebiasaan makan daging, sebaiknya jangan berlebihan, terangnya. Ketika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah akibat penumpukan plak dari timbunan kolesterol LDL, kecepatan aliran darah akan semakin meningkat. Analoginya mungkin bisa disamakan ketika kita menutup setengah muara selang dengan jari ketika air mengalir di dalamnya. Kita bisa melihat sendiri pancuran air akan semakin tinggi dan deras. Hal tersebut diakibatkan semakin sempitnya lubang yang dapat dilalui oleh air. Sehingga tekanan air menyebabkan kecepatan aliran air semakin tinggi. Demikian yang terjadi dalam pembuluh darah kita ketika pembuluh darah setengah tersumbat oleh timbunan plak.

Jika diabaikan, hipertensi akan menyebabkan kerusakan lebih jauh dan sangat fatal bagi tubuh. Target kerusakan organ akibat Hipertensi antara lain: Otak: menyebabkan stroke Mata: menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan Jantung: menyebabkan penyakit jantung koroner (termasuk infark jantung), gagal jantung Ginjal: menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal terminal Bijaksananya, kendalikan kadar kolesterol sedini mungkin. Dampak hiperkolesterol semakin mengerikan jika Anda memiliki latar belakang hipertensi sebelumnya. Berikut beberapa kiat yang dapat menekan kemungkinan timbulnya dampak hipertensi dari hiperkolesterol: Diet. Menjaga pola makan. Jauhi makanan berlemak. Natrium pada garam juga dilarang untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Perbanyak makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi. Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu. Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk. Berhenti merokok SANGAT berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dampak hipertensi pada ke otak adalah stroke, dimana stroke disebabkan oleh perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi. 8. Kegemukan/obesitas

Obesitas diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di jaringan lemak tubuh dan dapat mengakibatkan terjadinya beberapa penyakit. Hubungan obesitas dan hipertensi telah diketahui sejak lama dan kedua keadaan ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Pada Swedish Obese Study didapatkan angka kejadian hipertensi pada obesitas adalah sebesar 13,5% dan angka ini akan makin meningkat seiring dengan peningkatan indeks massa tubuh dan waist-hip- ratio. Obesitas merupakan suatu keadaan dimana terdapat jaringan adipose dalam proporsi yang abnormal dalam tubuh. Hubungan obesitas dengan hipertensi telah diketahui sejak lama. Diduga timbulnya hipertensi pada obesitas adalah berkaitan dengan meningkatnya volume plasma dan curah jantung akibat berbagai perubahan hormonal, metabolik, neurologi dan hemodinamik yang terjadi pada obesitas. Penanganan terhadap hipertensi pada obesitas adalah meliputi usaha menurunkan berat badan dan penggunaan obat anti hipertensi. Penyekat EKA, angiotensin reseptor bloker, kalsium antagonis dan alfa bloker merupakan obat anti hipertensi yang dapat diberikan pada keadaan ini. Diuretik dan beta bloker walaupun memiliki efektifitas yang baik untuk mengontrol tekanan darah, tetapi memiliki beberapa efek yang kurang mnguntungkan pada obesitas.

Pengaruh obesitas terhadap hipertensi Kegemukan atau obesitas adalah faktor resiko yang dapat meningkatkan penyakit jantung. Upaya penurunan berat badan sering dilakukan untuk mengurangi tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi. Pengurangan tekanan darah dapat terjadi bila berhasil menurunkan berat badan sebesar 4,5 kg. Fakta menyebutkan bahwa beberapa orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas memiliki resiko hipertensi lebih besar daripada yang lainnya. (R. Brian Hayens, Frans H. H. Leenen, dan Eddy Soetrisno, 2000) Orang yang gemuk, jantungnya bekerja lebih keras dalam memompa darah. Hal ini dapat dipahami karena biasanya pembuluh darah orang-orang yang gemuk terjepit kulit yang berlemak. Keadaan ini diduga dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, tubuhnya bekerja keras untuk membakar kelebihan kalori yang masuk. Pembakaran kalori ini memerlukan suplai oksigen dalam darah yang cukup. Semakin banyak kalori yang dibakar, semakin banyak pula pasokan oksigen dalam darah. Banyaknya pasokan darah tentu menjadikan jantung bekerja lebih keras. Dampaknya tekanan darah orang yang obesitas cenderung tinggi.

Diposkan oleh pandji susilo http://www.obathip.com/2012/12/penyebab-hipertensi.html