Anda di halaman 1dari 28

Ketua : Syifa Ananta Khairunnisa Sekretaris : Vilona Afrita Zilmi Anggota : Milatianingrum Muhammad Fajar Ramadhan Nabilla Risdiana

Putri Novi Irdasari Renata Setyariantika Syifa Ananta Khairunnisa Tissa Noveria Tria Margerrie P

(1102012290) (1102012302) (1102012164) (1102012172) (1102012188) (1102012199) (1102012235) (1102012290) (1102012296) (1102012299)

JAKARTA-MICOM: Tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Putri Aryanti Haryowibowo, 21, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Agar cicit mantan penguasa Orde Baru itu dapat kembali ke rutan narkoba Polda Metro Jaya, penyidik masih menunggu keterangan dari dokter soal kondisi kesehatan Putri. Sekarang masih di rumah sakit nanti kalau sudah ada surat dari dokter, apakah dia sudah layak dikembalikan ke sini tentu penyidik segera menjemputnya, terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar, Senin (11/4) Baharudin mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sudah menerima rekam medis milik Putri. Namun, Baharudin berdalih bahwa hasil rekam medis itu tidak sepenuhnya harus diketahui oleh publik. Kita kan ada, medical record kan kita ambil. Itu medical record kita dapat. Untuk yang pertama kali dia dimasukkan, dia dalam keadaan muntah-muntah dan tidak semua keadaan ini kita sampaikan pada publik, kata Baharudin. Seperti yang sudah diberitakan, Putri Aryanti Haryowibowo ditangkap Jajaran Reserse Narkoba Polda Metro Jaya karena mengonsumsi markotika jenis sabu di Hotel Maharani, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu.

LI.1. Mampu memahami dan menjelaskan tentang rekam medis LO.1.1. Pengertian rekam medis LO.1.2. Perkembangan rekam medis di Indonesia LO.1.3. Jenis rekam medis LO.1.4. Isi rekam medis LO.1.5. Kegunaan rekam medis LO.1.6. Kerahasiaan rekam medis LO.1.7. Lama penyimpanan rekam medis

LI.2. Mampu memahami dan menjelaskan tentang kerahasiaan medis LO.2.1. Definisi rekam medis LO.2.2. Aspek kerahasiaan medis yang harus dijaga LO.2.3. Kerahasiaan medis dalam KODEKI

LI.3. Mampu memahami dan menjelaskan UUD yang mengatur tentang rekam medis dan kerahasiaan medis LO.3.1. UUD yang mengatur tentang rekam medis LO.3.2 UUD yang mengatur tentang kerahaisaan medis

LI.4. Mampu memahami dan menjelaskan tentang pandangan islam terhadap suatu rahasia

Rekam medis adalah kumpulan keterangan tentang identitas, hasil anamnesis, pemeriksaan, dan catatan segala kegiatan para pelayan kesehatan atas pasien dari waktu ke waktu. Catatan ini berupa tulisan atau gambar, dan dapat pula nerupa elektronik, seperti komputer, mikrofilm, rekaman suara. (M.Jusuf Hanafiah dan Amri Amir, 2008)

Menurut Permenkes No. 749a/Menkes!Per/XII/1989: Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, basil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima pasien pada sarana kesebatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.

1.
2.

3.

4. 5. 6.

Keputusan Menkes RI No. 031/Birhup/1972 Keputusan Menkes RI No.304/Brihup/1972 tentang Pemeliharaan dan Perencanaan Rumah Sakit. Pada Bab I Pasal 3 Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.134/Menkes/SK/IV/78 Fatwa IDI tentang RM, dalam SK No.315/PB/A.4/88 Peraturan Menteri Kesehatan RI No.749a/Menkes/Per/XII/1989 SK. Direkotorat Jenderal Pelayanan Medik No. 78 tahun 1991

M.Jusuf Hanafiah dan Amri Amir, 2008 : 1. Rekam medis untuk pasien rawat jalan pada sarana pelayanan kesehatan 2. Rekam medis untuk pasien rawat inap dan rawat satu hari 3. Rekam medis untuk pasien gawat darurat 4. Rekam medis untuk pasien dalam keadaan bencana 5. Rekam medis untuk pelayanan dokter spesialis & dokter gigi spesialis 6. Rekam medis untuk pelayanan ambulans atau pengobatan massal

Rekam medis mempunyai dua bentuk yaitu:


1. 2.

Rekam medis konvensional Rekam medis elektronik

Isi rekam medis pasien rawat jalan adalah:


1. 2. 3. 4. 5.

Identitas dan formulir perijinan Riwayat penyakit Laporan Pemeriksaan fisik dan penunjang Diagnosis dan/atau diagnosis banding. Instruksi diagnosis dan teraupetik

Isi rekam medis untuk pasien rawat inap:


1. 2. 3. 4. 5.

Persetujuan tindakan medik Catatan konsultasi Catatan perawat dan tenaga kesehatan Catatan observasi klinik dan hasil pengobatan Resume akhir dan evaluasi pengobatan

Permenkes No. 749a tahun 1989:


1.

2. 3. 4. 5.

Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien. Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum. Bahan untuk kepentingan penelitian Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan. Sebagai bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan

Menurut Basbeth,2005.
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Adminstrative value: Legal value: Financial value Research value Education value Documentation value

Isi RM adalah milik pasien yang wajib dijaga kerahasiaannya. Sehingga dibuat ketentuannya yaitu:
1.

2. 3.

Hanya petugas RM yang diizinkan masuk ruang penyimpanan rekam medis. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi RM. Selama penderita dirawat, rekam medis menjadi tanggung jawab perawat ruangan dan menjaga kerahasiaannya.

Permenkes tentang RM tahun 1989, pada pasal 7, dinyatakan:


1.

2.

Lama penyimpanan RM sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun terhitung tanggal terakhir pasien berobat. Lama penyimpanan RM yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat khusus dapat ditetapkan tersendiri.

Sebelum dimusnahkan, berkas tersebut harus:


1. 2.

3.

Diambil informasi-informasi utama. Menyimpan berkas anak-anak hingga batas usia tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menyimpan berkas RM sesuai ketentuan yang berlaku di Inggris, Departemen Kesehatan merekomendasi masa retensi RM

Kerahasiaan medis adalah informasi yang diketahui oleh dr dan pasien yang bersangkutan tentang hasil anamnesis, hasil pemeriksaan, dan terapi yang di jalankan oleh pasien yang tertuang dalam rekam medik.

Aspek-aspek yang harus dijaga sama seperti keterangan dari isi RM, yaitu:
1. 2. 3. 4. 5.

6.

Identitas dan formulir perizinan Riwayat penyakit Laporan pemeriksaan fisik Diagnosis dan/atau diagnosis banding Instruksi diagnostic dan terapeutik Persetujuan tindakan medic

7.

8.
9. 10.

Catatan konsultasi Catatan perawat dan tenaga kesehatan lainnya Catatan observasi klinik dan hasil pengobatan Resume akhir dan evaluasi pengobatan

Pasal yang mengandung tentang kerahasiaan medis:


1. 2. 3.

Pasal 1 KODEKI Pasal 7c KODEKI Pasal 12 KODEKI

1.

2. 3. 4. 5.

Undang-Undang Praktik Kedokteran Nomor 29Tahun 2004, psl. 46 dan 47 Undang-undang Pelayanan Kesehatan Pasal 79 Pasal 46 ayat (1) UU Praktik Kedokteran UU No. 29 tentang praktik Kedokteran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 749a/Menkes/Per/XII/1989

1.

2.

3.

4.

Pasal 48 Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 Paragraf 4 Pasal 322 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 pada Pasal 53 Pasal 10 ayat (1), Pasal 11 ayat (1) dan (2) Permenkes RI Nomor 269/Menkes/Per/III/2008


Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan ditanyakan.(Al Isra: 34)


Barangsiapa yang memandikan seorang mayit, lalu ia merahasiakan keburukan mayit itu, maka Allah ampuni dia sebanyak empat puluh kali. (HR. Al Hakim dan ia berkata bahwa ini adalah hadits shahih menurut syarat Imam Muslim, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib No. 3492)