Anda di halaman 1dari 8

Penulis Editor Tebal Terbit 2008 Penerbit

: Bayu Krisna : Andiek Kurniawan : 90 halaman : Cetakan Pertama, : PT. Tangga Pustaka

Banyak orang berpendapat bahwa kehebatan berbicara merupakan factor talenta alias bakat, tetapi tidak sepenuhnya benar. Proses yang tulus akan sangat menentukan kualitas berbicara seseorang. Setelah itu usaha yang keras untuk memasarkan kemampuannya menjadi kunci keberhasilan. Berbicara secara sederhana dibagi menjadi dua kategori, yaitu bicara di depan buplik dan bicara intepersonal.Berbicara di depan puklik memiliki ciri-ciri khusus diantaranya adalah ada pembagian waktu bicara yang jelas antar pembicara yang di depan panggung dengan pendengarnya. Syarat yang harus dipenuhi seorang pembicara public ialah power of voice (kekuatan volume suara), expression, body language, mind management (kemampuan mengelola pikiran). Dan berbicara interpersonal adalah berbicra santai dengan beberapa orang, cirri-cirinya yaitu tidak ada jarak antara pihak-pihak yang berbicara, tidak ada yang spesifik diposisikan sebagai pembicara atau narasumber, tidak ada pembagian sesi pada saat berbicara.

Hambatan Dalam Berbicara


Hambatan fisik Saat tampil sebagai pembicara, hal yang diutamakan bagi audiens adalah hal yang didengarnya, bukan hal yang dilihatnya. Jadi, jangan pernah merisaukan soal penampilan fisik. Tampil apa adanya justru adalah kekuatan terbesar yang belum pernah Anda sadari sebelumnya.

Hambatan psikis Ialah hambatan yang dimunculkan oleh aspek kejiwaan atau perasaan diri, seperti perasaan takut, gelisah, dan sebagainya. Kenyataannya, sebagian perasaan yang muncul pada saat akan berbicara sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh cara berfikir. Contohnya saat kita terlanjur mempunyai keyakinan bahwa tidak mampu berbicara di depan publik, hal itu akan benar terjadi. Keyakinan yang telah menancap sangat kuat dan kurun waktu yang lama akan membentuk apa yang disebut sebagai konsep diri. Cara yang bisa dilakukan untuk mengganti konsep diri yang benar adalah melakukan penelusuran mengganti konsep diri yang benar adalah melakukan penelusuran memori yang indah dan pernah dijalani terkait dengan kemampuan berbicara.

Carilah informasi yang dapat menarik perhatian penonton, caranya :


Trik Kartu Nama Menurut trainer Dale Carnegie Indonesia yang dipadu Paul J. Siregar, mengidentifikasi topik yang mampu menyedot perhatian seseorang bisa dilakukan hanya dari melihat selembar kartu nama. Saat melihat kartu nama, Anda bisa memperoleh beberapa informasi, misalnya dari nama yang tertulis, Anda dapat mengira-ngira dari etnis atau suku apa. Anda juga dapat melihat dari tempat pemilik kartu nama itu bekerja, Anda bisa membuka topik yang berhubungan dengan pekerjaannya. Up-To-Date Info Opening harus Up-To-Date ! Artinya benar-benar terbaru, segar, dan mampu menjadi bagian materi yang disajikan. Opening yang baik adalah opening yang mampu membuat koneksitas antara emosi dan pikiran pembicara dengan emosi dan pikiran audiensnya. Kekuatan Apresiasi Keterampilan mengapresiasi bisa menjadi salah satu kekuatan untuk membuat opening ketika harus menjadi pembicara publik. Apresiasi merupakan bentuk pujian terhadap orang lainsehingga merasa diperhatikan pikiran dan perasaannya. Teknik apresiasi dalam opening adalah kemampuan untuk masuk ke dalam pikiran dan perasaan audiens. Faktor Kesamaan The Ice Breaker

Melempar pertanyaan terkait dengan tema yang diangkat Mengekspos tokoh yang cukup dikenal di kalangan audiensnya. Mempersiapkan opening yang menarik

Mata Telinga, dan Ingatan Body Language Kekuatan Spontanitas Protokoler Imitasi

Aktif di Berbagai Organisasi Membuat Forum Marketing Gratis Ciri Khas Ampuhnya WoM

Popularitas Meningkat Karier Meningkat Penghasilan Meningkat