Anda di halaman 1dari 169

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


A. Pendahuluan
Gambaran yang menyangkut informasi secara menyeluruh tentang aspek ketersediaan sumberdaya air dan pemanfaatannya memerlukan suatu sistem pendataan yang sistematis dan terpadu sehingga semua informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya air di dalam DPS maupun ketersediaannya dapat diketahui secara cepat dan efektif khususnya menyangkut keterkaitan antara jenis data yang satu dengan yang lainnya yang ditetapkan secara relasional yang menggambarkan karakteristik DPS secara lebih komprehensif. Data data yang tercakup dalam pengelolaan sumberdaya air adalah semua obyek yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan keberadaan sumberdaya air sekaligus keterkaitannya antar obyek baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sumberdaya air dalam suatu river basin merupakan obyek yang bersifat keruangan (geografis) yang mana keberadaan data yang satu dengan yang lain secara relatif akan sangat dibatasi oleh lokasi geografis baik secara topografis maupun hidrologis. Oleh karena itu keterkaitan antara obyek geografis dengan informasi detail yang terkait dengan obyek tersebut perlu didefinisikan secara terpadu menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan baik secara struktur maupun tampilannya. Keterpaduan (relasional) antara obyek yang bersifat spasial (geografis) dengan informasi detail yang terkandung pada obyek tersebut merupakan dasar utama dari GIS.

B. Apa itu GIS ?


GIS adalah suatu sistem informasi menyangkut keberadaan obyek di permukaan bumi berikut informasi yang terkandung di dalamnya yang mempunyai keterkaitan secara geografis dengan obyek lainnya. Secara sederhana GIS dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang memberikan suatu jawaban atas suatu pertanyaan Ada apa disana? Di dalam GIS, sistem yang dikembangkan adalah menyangkut segala hal yang berhubungan dengan pengumpulan, manajemen data spasial dan analisis terhadap obyek yang dilakukan dengan membuat overlay antar obyek. GIS didefinisikan sebagai suatu sistem manajemen database yang terkomputerisasi untuk mendapatkan data, mengumpulkan data, mengolah kembali, mentransformasikan dan melakukan analisis sekaligus menampilkan obyek baik secara spasial maupun dalam bentuk tabel. Secara lebih komprehensif GIS didefinisikan sebagai suatu sistem yang terintegrasi menggunakan perangkat komputer untuk melakukan proses yang berkelanjutan dan menyeluruh yang
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 1

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


meliputi pengumpulan data (capture), penyimpanan data (storage), pengaksesan data (retrieval), analisis dan menampilkan data (display) menggunakan posisi obyek di permukaan bumi yang terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Sistem informasi geografis atau Geographical Information System (GIS) menawarkan suatu sistem yang mengintegrasikan data yang bersifat keruangan (spasial / geografis) dengan data tekstual yang merupakan deskripsi menyeluruh tentang obyek dan keterkaitannya dengan obyek lain. Dengan sistem ini data dapat dikelola, dilakukan manipulasi untuk keperluan analisis secara komprehensif dan sekaligus menampilkan hasilnya dalam berbagai format baik dalam bentuk peta maupun berupa tabel atau report. Perbedaan sistem GIS dengan sistem yang lain yang mirip dengan sistem GIS ditunjukkan sebagai berikut : DBMS ( Data Base Management System)
Sistem tidak menampilkan secara eksplisit menyangkut informasi yang bersifat geografis. Aspek yang berkaitan dengan obyek menyangkut suatu lokasi geografis hanya ditampilkan secara tekstual dan tidak tereferensikan secara geografis.

Sistem Pemetaan
Dalam sistem ini, obyek ditampilkan secara spasial sehingga dapat dibuat suatu peta berdasarkan tema tertentu berdasarkan obyek yang bersangkutan namun penetapan hubungan layer geografis yang satu dengan yang lain tidak dapat dilakukan. Aspek kartografis lebih diutamakan sehingga lebih berorientasi grafis dan kurang memperhatikan aspek databasenya.

Facility Management System


Data dapat berupa data spasial maupun tekstual, namun tidak dapat dilakukan analisis spatial terhadap data tersebut

CAD / CAM
Tidak mereferensikan suatu obyek terhadap suatu sistem koordinat geografis atau proyeksi tertentu. Kemampuan databasenya sangat terbatas, bahkan sistem database yang ditawarkan tersebut hanya diperuntukan untuk data yang bersifat tekstual bukan spasial.

Sistem Visualisasi ( Scientifc Visualization System)


Merupakan sistem grafis multi dimensi yang lengkap namun tidak dapat melaksanakan fungsi dan tugas database dan sekaligus juga tidak dapat melakukan perintah yang diperlukan untuk melakukan analisis dua dimensi.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 2

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


Gambar 1. Konsep GIS dalam Hubungannya dengan Disiplin Ilmu Lain

Ilmu Komputer/MIS graphics visualization database system administration security

GI S

Bidang Aplikasi: Manajemen SDA Perencanaan Geologi Eksplorasi Mineral kehutanan Site Planning Pemasaran Teknik Sipil Lingkungan

Ilmu Kebumian : Kartografi Geodesi Pertanahan Statistik Spatial

Dalam gambar di atas dapat dipahami bahwa GIS memerlukan pemahaman secara multi disiplin untuk dapat dikembangkan secara optimal. Penguasaan bidang aplikasi tertentu masih memerlukan penguasaan bidang lain seperti ilmu Kartografi dan ilmu komputer, demikian juga sebaliknya. Penguasaan GIS tidak dapat dilakukan hanya dengan menguasai satu atau dua bidang saja dan mengabaikan bidang lain. Sebagai contoh seorang yang menguasai bidang perencanaan tidak akan dapat melakukan pekerjaan GIS secara optimal dan efisien tanpa menguasai 2 bidang ilmu yang lain seperti pada gambar di atas. Langkah dasar pembuatan GIS adalah membuat klasifikasi semua obyek yang ada di permukaan bumi berdasarkan kriteria atau topik tertentu. Klasifikasi data akan sangat tergantung pada sistem GIS yang akan dikembangkan.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 3

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


Gambar 2. Alur Konsep GIS

INPUT DATA

INPUT QUERRY

DATABASE GEOGRAFIS

TAMPILAN DAN PELAPORAN

TRANSFORMASI DAN ANALISIS

Sedangkan langkah pembuatan GIS diterangkan seperti pada berikut.


Gambar 3. Proses Pembuatan GIS

Wilayah Admistrasi Struktur dan Infrastruktur Karakteristik Hidrologi Stasiun Monitor Master Plan, Land Use Kenampakan alam Jalan Data Raster

Orthophoto

GIS sebagai suatu sistem database yang menggabungkan obyek spatial bersamasama dengan data tekstualnya yang mana tidak dapat saling terpisahkan seperti pada dua sisi dari mata uang. Obyek spatial seperti yang biasa dikenal sebagai peta, informasi tektual yang menyangkut obyek yang tergambar adalah sangatlah terbatas, bilamana dikehendaki ditampilkan secara detail maka peta tersebut akan tampak ruwet dan
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 4

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


bahkan mungkin tidak terbaca. Selain itu obyek yang tergambar di peta adalah sebagai gambar semua obyek menjadi satu kesatuan. Bilamana pengguna ingin mendapatkan satu atau beberapa obyek saja tidak secara keseluruhan seperti tampak di peta, maka pengguna harus melakukan reproduksi peta tersebut sesuai dengan yang diinginkan dan tentu saja dilakukan secara manual. Oleh karena itu pendekatan yang dilakukan dalam GIS adalah data disusun berdasarakan layer yang menggambarkan informasi yag sejenis (lihat gambar 3). Masing-masing layer dapat dilepas untuk tidak ditampilkan bersama-sama. Selain itu juga layer merupakan sebagai satu kesatuan informasi yang berdiri sendiri terlepas dari obyek lain. Ikatan yang ada dengan layer lain adalah sistem koordinat yang memungkinkan layer-layer tersebut tampak seperti berkaitan. Layer dapat diproses sebagai suatu data yang mempunyai informasi, maka layer tersebut harus diisi. Hal ini dilakukan agar layer yang dibuat berbeda dengan sistem yang ada di perangkat lunak desain (AutoCAD misalnya). Pengisian layer menggunakan aturan yang ada di dalam sistem database (misal dBase atau Ms Access). Dimana masing-masing obyek dianggap sebagai record. Seperti diketahui di dalam sistem database, record tersusun dari satu atau lebih field yang menjelaskan isi record tersebut. Aturan penamaan field dan jenis datanya harus ditetapkan terlebih dahulu menurut informasi yang mungkin mengisi field tersebut. Oleh karena itu GIS dapat dikatakan sebagai suatu database konvensional namun dengan tambahan fasilitas bahwa lokasi record dapat ditampilkan dalam bentuk peta (koordinat dan keberadaannya diketahui di permukaan bumi). GIS yang telah disusun menurut kaidah sistem database akan dapat dilakukan proses seperti layaknya database yaitu query. Query adalah suatu perintah yang memungkinkan obyek ; dalam bentuk record ; yang ada di permukaan bumi (bendung, sungai, mata air, dll) dipilih menggunakan kriteria tertentu dan sekaligus ditampilkan baik dalam bentuk peta maupun data tabular.

C. Alur Pekerjaan GIS


Sebagai telah diterangkan di atas, pekerjaan GIS dilakukan menurut diagram alur (flowchart) sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 5

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


Data Tabular / Database Konvensional Peta Dasar , Foto Udara, Citra Satelit Survey Lapangan

Data Layer (Table MapInfo)

Analisa Query

3 5 Tahun Insidental / ODBC*

Pelaporan & Pencetakan

Update Data GIS

Minimal 1 tahun sekali *ODBC = Online Database Connectivity

Flowchart di atas menggambarkan bahwa GIS memerlukan masukan-masukan data yang bervariasi. Penjelasan dari masing-masing komponen dijelaskan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Komponen Keterangan
1. Peta dasar yang berupa hardcopy perlu dilakukan digitasi menjadi data awal layer 2. peta dasar dalam bentuk digital perlu ditransfer ke dalam format MapInfo dan mungkin perlu pekerjaan editing agar menjadi data awal layer 3. Data Citra satelit dalam format tertentu bisa langsung dibaca di MapInfo dan selanjutnya dilakukan editing agar menjadi data awal layer layer 4. Foto Udara perlu discan dan diregister sesuai dengan sistem koordinat yang ada dan ditracing sesuai dengan data layer yang diinginkan 5. Pengadaan data ini dilakukan antara 3 5 tahun dimana kenampakan alam dan tata guna lahan diperkirakan telah mengalami perubahan yang signifikan yang tidak dapat dilakukan update secara parsial.

Peta Dasar, Foto Udara, Citra Satelit

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 6

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


1. Data tabular berupa laporan atau tabel digunakan sebagai data masukan sebagai pengisi data layer yang mana tidak ditemukan di peta dasar, foto udara, maupun citra satelit 2. Data dalam format digital (Excel, Lotus, Ms Access, dBase) dapat dibaca langsung menggunakan MapInfo, selanjutnya dimasukkan ke dalam field masing-masing layer menggunakan kata kunci tertentu yang telah dibuat pada data awal layer. 3. Dengan melakukan modifikasi data tabel dalam format digital di atas, maka dimungkinkan untuk dibuat secara online link sehingga bila ada perubahan di dalam data dasar (Excel, Lotus, Ms Access, dBase) maka secara otomatis data tersebut juga akan berubah di dalam layer MapInfo 1. Diperlukan untuk data-data yang belum tersedia dan tidak diketemukan pada kedua jenis data di atas, misal lokasi bendung, stasiun hidrologi, dll. Termasuk juga untuk meregister foto udara maupun citra satelit. 2. Survey menggunakan peralatan GPS untuk mendapatkan ikatan data secara geografis 3. Data informasi Lapangan yang menunjukkan adanya perubahan baik pada recordnya maupun pada fieldnya (informasi kantor Pengamat, Instansi lain, pengguna, dll) 4. Ada perubahan kecil data spatial, misal bentuk sungai, saluran maupun penambahan obyek baru yang berkaitan dengan data tersebut di atas. 5. Data dalam bentuk ini dapat berupa hasil survey lapangan, laporan pengamat, informasi dari instani terkait maupun dari keterangan pengguna. 1. Layer sebagai komponen utama GIS dimana hasil transfer, digitasi, editing, dan kombinasi data lapangan telah memenuhi kebutuhan dalam rangka mendukung pendataan asset yang bersifat geografis. 2. Layer yang lengkap berikut atribut fieldnya dapat diproses lebih lanjut dalam rangka mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air. 3. Tingkat detail informasi yang ada pada layer tergantung dari sampai sejauh mana pengelolaan sumber daya air memerlukan dukungan atas keberadaan ata tersebut. 1. Analisa data layer GIS yang dilakukan adalah memberikan informasi secara spesifik menyangkut data layer tersebut yang akan digunakan untuk penyusunan program, rencana kegiatan serta pembuatan water resources profile. 2. Analisa yang dapat dilakukan adalah analisa overlay dua atau lebih layer yang memberikan gambaran mengenai kombinasi keduanya

Data Tabular / Database Konvensional

Survey Lapangan

Data Layer (Table MapInfo)

Analisa / Query

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 7

Modul 1

Pengertian GIS (Geographic Information System)


3. Analisa juga dapat dilakukan berdasarkan kriteria tertentu, misalnya informasi bendung yang luas layanannya lebih dari 500 ha dimana mercu bendung tersebut rusak atau pintu intakenya tidak dapat diatur bukaannya. 4. Hasil query tersebut dapat disimpan sebagai hasil proses yang akan selalu tergantung dan terkait dengan data dasarnya 5. Hasil Query juga dapat dicetak secara berbeda dengan data lain yang tidak lolos kriteria, sehingga pengambil keputusan dapat melihat secara visual kondisi asset yang bersangkutan 1. Hasil proses layer dengan query atau hasil proses tematik dapat digunakan untuk keperluan pelengkap laporan, penyusunan program serta publikasi. 2. Ukuran pencetakan gambar dapat menggunakan berbagai ukuran kertas dan berbagai jenis media (tergantung jenis printer) 3. Hasil pelaporan GIS dapat ditransfer ke berbagai jenis file baik yang berupa bitmap, DXF file, atau format grafis lainnya

Pelaporan / Pencetakan

1. Data GIS adalah data yang akan selalu berubah mengikuti waktu sehingga memerlukan update secara berkala baik untuk kenampakan spatialnya maupun field masing-masing recordnya. 2. Update data layer GIS dilakukan dalam berbagai cara survey lapangan, membangun suatu sistem ODBC dengan sistem database lain sehingga field pada masing-masing record akan terbaharui Update / Penambahan record baru bilamana database dasarnya telah dirubah, dan mungkin juga memperbaharui peta dasarnya bilamana dianggap kenampakannya sudah relatif banyak berubah 3. Update juga dapat dilakukan secara berkala berdasarkan informasi dari petugas di lapangan dalam bentuk blanko atau form isian yang dikirim ke Balai secara rutin

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 1 - 8

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Tujuan 1. Mengenal data yang diperlukan dalam rangka membangun Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk mendukung pengelolaan sumber daya air di Balai 2. Mempersiapkan pengumpulan dan pengadaan data Materi

A. Jenis Data
1) Peta Topografi Peta Topografi adalah peta yang menggambarkan gambaran yang ada di permukaan bumi baik berupa kenampakan alam maupun buatan manusia. Peta topografi yang ada dibedakan berdasarkan skala peta, yang mana menggambarkan tingkat detail informasi maupun obyek yang tergambar, dimana skala peta makin besar, maka gambaran di peta semakin detail. Skala peta bervariasi mulai dari 1:1.000.000 hingga 1:5.000. Skala peta ditampilkan dalam bentuk perbandingan, yaitu : - 1 : 50,000 artinya obyek dengan panjang 50 meter akan digambarkan dengan ukuran 1 mm. - 1 : 25,000 artinya obyek dengan panjang 25 meter akan digambarkan dengan ukuran 1 mm. Skala 1 : 25,000 mempunyai skala lebih besar dibandingkan skala 1 : 50,000 bukan sebaliknya. Produk peta topografi saat ini diadakan dalam 2 bentuk, yaitu : - produk cetak kertas. Peta ini diadakan dalam bentuk cetakan kertas (cetak offset) atau kalkir - produk digital. Peta ini diadakan dalam bentuk data digital, yaitu dalam bentuk file dengan format data yang beragam antara lain AutoCAD, ArcInfo, dll 2) Peta tema tertentu Peta ini mirip dengan peta topografi, namun informasi yang ada tidak selengkap seperti yang ada di peta topografi. Peta ini menggambarkan suatu obyek berdasarkan tema tertentu, misal peta jaringan irigasi, peta jenis tanah, peta sungai, isohyet, peta hidrogeologi, rencana tata ruang dan sebagainya. Oleh karena itu informasi yang berkaitan dengan tema tersebut lebih detail dibandingkan dengan yang ada di peta topografi, sementara informasi obyek lain di luar tema tersebut ditampilkan lebih umum atau bahkan tidak ada sama sekali.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 1

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Skala peta yang ada ada beragam dari skala 1:1.000.000 hingga 1:1.000 bahkan hingga 1:500 (peta untuk keperluan konstruksi).
Gambar 1 Peta Topografi skala 1 : 25.000

Gambar 2 Peta Topografi skala 1 : 250.000

Jenis produk peta ini dapat berupa peta cetakan (kertas, kalkir) atau dalam bentuk format digital (AutoCAD).
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 2

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Gambar 3 Peta Topografi skala 1 : 10.000 dalam format AutoCAD

3) Citra Satelit Citra adalah hasil rekaman spatial yang didapat menggunakan sensor yang dipasang pada satelit tertentu, dimana jenis sensor akan memberikan jenis citra yang berbeda. Jenis sensor meliputi beberapa jenis antara lain : panchromatik (hitam putih), multi spectral (color / false color), dan radar. Kualitas citra ditentukan dari resolusi perekaman citra dan sensitivitas sensor satelit. Citra satelit yang ada di pasaran antara lain meliputi : Landsat TM, SPOT, Ikonos, Airborne Radar, dan lain lain.
Gambar 4. Citra Satelit

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 3

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Produk citra dipresentasikan sebagai coverage, yaitu dimana cakupan citra ditampilkan dalam unit satuan degree (derajat) bukan dalam ukuran metrik. Sehingga cakupan untuk suatu daerah dapat meliputi beberapa coverage. Data citra satelit dapat berbentuk cetakan (hard copy) maupun digital. Untuk citra digital, diperlukan perangkat lunak lain yang dapat membuka file tersebut sekaligus memproses citra tersebut berdasarkan algoritma tertentu. 4) Inventarisasi obyek dengan GPS GPS adalah alat untuk mendapatkan posisi koordinat suatu obyek, dimana koordinat tersebut ditampilkan dalam bentuk lintang (latitude) dan bujur (longitude). Koordinat tersebut direferensikan menggunakan datum WGS 84. Obyek inventarisasi antara lain: bendung, stasiun hidrologi, mata air, pompa air tanah, lokasi industri, stasiun sampling, dll. Data tersebut perlu disurvey ke lapangan bilamana peta obyek tersebut tidak tersedia (atau peta yang ada tidak mempunyai koordinat).
Gambar 5 GPS Navigasi Garmin 75

P G A

A J

D M V

G Y

5) Tabel tabel hasil inventarisasi yang telah dilakukan sebelumnya termasuk laporan-laporan yang berkaitan dengan sumber daya air.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 4

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Gambar 6. Data Table dan Deskripsi

B. Kebutuhan Data Dasar


Setelah data tersebut dikumpulkan dan diinventarisasi, maka selanjutnya adalah membuat suatu peta yang memberikan informasi menyangkut keberadaan peta yang telah ada / telah diadakan. Peta tersebut terdiri wilayah balai yang bersangkutan ditambah cakupan lembar peta termasuk informasi lain yang berkaitan dengan peta dasar tersebut. Peta tersebut dapat disiapkan secara manual sebagai gambaran kasar tentang keberadaan peta dan lembar mana saja yang belum tersedia. Informasi lembar peta tersebut juga dilengkapi dengan keterangan yang menyangkut skala, jenis proyeksi, datum yang dipakai serta edisi peta yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan agar dalam proses penyiapan layer nantinya tidak membingungkan bilamana ditemui ketidakcocokan gambaran spatial obyek yang bersangkutan. Karena obyek dengan skala yang berbeda, edisi berbeda, dan proyeksi berbeda akan menyebabkan gambaran spatial tidak match atau tidak sinkron. Selain itu tingkat detailnya pun juga berbeda.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 5

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Gambar 7 Keberadaan lembar Peta untuk Satu Wilayah Balai

Luas tiap lembar peta tergantung dari skala peta yang ada, jumlah lembar peta yang diperlukan untuk setiap balai akan lebih sedikit namun tingkat detail informasi yang ada akan berkurang sebaliknya detail informasi lebih lengkap namun jumlah lembar yang diperlukan juga lebih banyak.

C. Jenis Kandungan Data


Kandungan data yang diperlukan dari peta atau jenis data lain adalah berupa data sebagai berikut. 1) Data kenampakan alam
Gambar 8. Peta Kenampakan Alam

Data yang diperlukan meliputi semua obyek yang ada di permukaan bumi dan terbentuk oleh proses alami, selain itu juga obyek yang merupakan data pendukung khususnya yang berkaitan dengan orientasi pemahaman DPS yang tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap pengelolaan sumberdaya air dan di luar kewenangan otoritas pengelolaan sumber daya air juga dimasukkan ke dalam kategori ini. Obyek data yang tercakup meliputi : sungai, pantai, rawa, danau, gunung.,

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 6

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


kontur, jalan / jalan KA merupakan obyek data yang masuk dalam kategori ini. Obyek tersebut utamanya bersumber dari peta topografi / rupabumi yang diterbitkan khususnya oleh Bakosurtanal atau instansi lain yang berkepentingan dengan penerbitan peta. 2) Data Batas Administrasi Pemerintahan Semua data yang menyangkut wilayah kewenangan administrasi pemerintahan merupakan data dalam kategori ini. Data ini sangat berkaitan dengan orientasi wilayah dan tingkat kewenangan pengelolaan khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan DPS. Di dalam kategori ini termasuk juga nama-nama kota yang dibedakan berdasarkan levelnya sehingga memudahkan analisis lebih lanjut mengenai kondisi dan karakteristik DPS. Data batas administrasi pemerintahan yang diperlukan untuk GIS database ini adalah data-data yang menyangkut batas propinsi, batas kabupaten / kotamadya, batas kecamatan / kota administratif dan batas desa.
Gambar 9. Peta Administrasi

3) Data Penggunaan tanah / Rencana Tata Ruang Data ini berguna untuk memahami kondisi Gambar 10 Peta Penggunaan Lahan dan karakteristik DPS yang menyangkut trend perkembangan penggunaan lahannya dalam hubungannya dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya air khususnya untuk memperkirakan kemungkinan adanya perubahan ketersediaan sumberdaya air dan sekaligus kemungkinan adanya peningkatan pengguna sumberdaya air. Selain itu data yang menyangkut tata ruang dan master plan diperlukan untuk mendapatkan gambaran apakah perkembangan river basin masih dalam koridor tata ruang / master plan atau tidak.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 7

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Data ini pada dasarnya merupakan data yang sifatnya eksternal, artinya data yang berasal dari instansi lain seperti BPN, Bappeda, dll. Data yang diprioritaskan untuk mendukung usaha pengelolaan sumberdaya air ini adalah data penggunaan lahan dalam hubungannya dengan pemanfaatan sumberdaya air dan sekaligus untuk memperkirakan pengaruh penggunaan lahan terhadap penyediaan air. 4) Data Sarana dan Prasarana sumber daya air Data ini merupakan inti dari database Gambar 11 Peta Lokasi Pengguna Air sumberdaya air. Dengan keberadaan data ini dapat diketahui semua obyek / sarana investasi yang telah dibuat dan dikelola termasuk dengan kondisi terakhir dari obyek yang bersangkutan. Selain itu juga dapat diketahui seberapa jauh efisiensi pemanfaatan sumberdaya air melalui sarana dan prasarana yang dibuat. Obyek data yang masuk dalam kategori ini antara lain bendung, waduk, saluran, tanggul, daerah irigasi, bangunan air, dll. Obyek data ini pada umumnya didapat dengan melakukan identifikasi lapangan agar didapat posisi geografisnya dan khususnya juga untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai obyek terkini sebagai masukan data dan ditetapkan sebagai atribut obyek. Obyek ini memberikan gambaran mengenai penggunaan air, kondisi maupun kemampuannya untuk menampung atau mengalirkan air untuk keperluan tertentu. Data sarana dan prasarana ini akan memberikan gambaran sejauh mana sumberdaya air telah dimanfaatkan dan dikelola bahkan termasuk perlindungan yang telah dilaksanakan untuk menjaga agar ketersediaan air selalu dapat terjamin. Deskripsi detail menyangkut masing masing obyek data yang dimasukkan sebagai atribut obyek ditetapkan secara komprehensif sehingga bila dipergunakan untuk melakukan analisa maka data tersebut akan sangat membantu.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 8

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


5) Data karakteristik dan Manajemen sumber daya air
Gambar 12. Lokasi Stasiun Hidrometeorologi

Data ini mencakup semua obyek serta informasi mengenai apa yang berada di dalam suatu DPS khususnya semua obyek yang menyangkut stasiun monitoring, karakteristik hidrologis, sistem manajemen yang diterapkan bagi pengelolaan sumberdaya air di dalam DPS dan karakteristik lainnya yang berhubungan langsung dengan

ketersediaan dan penggunaan sumberdaya air. Obyek data yang tercakup dalam kategori ini antara lain data stasiun hidrometeorologi, isohyet, catchment area, batas wilayah kepengamatan, stasiun radio dan telemetri, sistem manajement pengelolaan air, dan obyek data lain yang berkaitan dengan kategori tersebut.

Hal hal lain yang perlu diketahui dan diperhatikan


Proyeksi Obyek di permukaan bumi seperti diketahui adalah berbentuk lengkung dan menyerupai bola. Oleh karena itu sistem koordinat dua dimensi yang dipakai adalah sistem koordinat spheris, bukan sistem koordinat kartesian. Sistem koordinat kartesian dua dimensi dapat ditampilkan bilamana telah dilakukan proyeksi untuk bidang permukaaan bumi tersebut. Untuk melakukan proyeksi ini diperlukan parameter tentang bumi tersebut yang meliputi bentuk bumi, metoda proyeksi dan datum yang dipakai. Metoda proyeksi yang dipakai ada berbagai
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 9

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


Gambar 13. Proyeksi Silindris

macam antara lain yaitu proyeksi silindris (cylindrical projection) yang memproyeksikan bumi ke bidang silinder, proyeksi kerucut (conic projection) yang memproyeksikan bidang bumi ke bidang kerucut, proyeksi azimuth (azimuthal projection) yang memproyeksikan bidang bumi ke bidang datar dan dan sistem tak terproyeksi (unprojected projection).
Gambar 14. Proyeksi Kerucut

Gambar 15. Proyeksi Azimuthal

Proyeksi yang sering digunakan dalam penggambaran peta adalah Universal Transverse Mercator (UTM), dimana bidang bumi dibagi menjadi 60 zone dengan beda zone dibuat setiap 6 derajat. Oleh karena itu masing-masing peta yang telah ada maupun yang akan diadakan harus mempunyai keterangan yang menyebutkan
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 10

Modul 2

Penyiapan Data Dasar GIS


sistem proyeksi yang dipakai, nomor zone (UTM) dan datum yang digunakan dalam perhitungan proyeksinya. Keterangan / Legenda Sebuah peta harus mempunyai keterangan yang menyangkut semua obyek yang disajikan dalam lembar peta. Semua obyek yang ditampilkan baik menggunakan simbol, jenis garis, warna dan bentuk arsiran (shading) suatu luasan tertentu harus dilengkapi keterangan yang menyangkut obyek yang digambarkan tersebut. Dengan keterangan atau legenda, peta dapat dibaca atau dibedakan berdasarkan simbol yang digunakan termasuk juga ukuran huruf, jenis huruf dan warnanya. Di dalam legenda juga disebutkan sumber pembuatan peta tersebut apakah menggunakan foto udara, citra satelit, atau pengukuran secara terestris, termasuk edisi petanya. Letak keterangan atau legenda tersebut biasanya ditempatkan di samping kiri atau di sebelah bawah sheet (lembar) peta
Gambar 16. Sistem Lembar Peta

Legenda

Lembar Peta

Keterangan lain

Grid atau Koordinat Suatu peta yang dibuat dengan benar, maka akan memunculkan grid atau nilai koordinatnya. Nilai koordinat tersebut akan berfungsi untuk mendapatkan lokasi tertentu dengan membaca nilai koordinatnya. Selain itu bilamana peta tersebut akan dilakukan digitasi, maka koordinat tersebut akan digunakan untuk melakukan registrasi sehingga sesuai dengan obyek lain yang telah ada sebelumnya.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 2 - 11

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS


Pengembangan GIS untuk mendukung pengelolaan sumber daya air memerlukan perangkat utama dan perangkat pendukung. Perangkat utama adalah perangkat yang keberadaannya harus ada. Sementara perangkat pendukung bisa memungkinkan diadakan atau tidak, tergantung dari keberadaan data atau peralatan lain yang dapat menggantikan peranan tersebut.

A. Peralatan Utama
Peralatan utama yang diperlukan dalam rangka membangun suatu sistem informasi geografis (GIS) adalah sebagai berikut : 1) Komputer Komputer merupakan jantung bagi pengelolaan GIS. Hal ini dikarenakan disiplin ilmu GIS berkembang dikarenakan adanya penemuan komputer yang mana memungkinkan pekerjaan yang sifatnya rutin dan berulang serta mempunyai algoritma tertentu dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Sebaliknya hampir mustahil dapat dilakukan bila hal tersebut dikerjakan secara manual. Peralatan komputer yang diperlukan juga harus mempunyai spesifikasi yang memenuhi persyaratan tertentu, tidak sembarang komputer dapat digunakan, bilamana dipaksakan akan menyebabkan proses yang lama bahkan dapat menyebabkan frustasi bagi operatornya karena spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Syarat-syarat tersebut meliputi jenis prosesor, memory, tipe monitor, memory display, kapasitas hard disk, dan peripheralnya. a) Prosesor Prosesor yang diperlukan untuk mengoperasikan GIS adalah minimal jenis Pentium II MMX dengan clock speed 233 MHz. Namun sebaiknya menggunakan prosesor Pentium III atau lebih. Prosesor yang lebih rendah dari spesifikasi diatas akan mempengaruhi kinerja operasi GIS yang akan akan menyebabkan operasi yang lambat, bahkan beberapa perintah tidak dapat dijalankan secara sempurna. Prosesor dapat diibaratkan kapasitas mesin kendaraan dan volume silinder.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 1

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS

Kendaraan dengan kapasitas kecil akan mengalami kesulitan bilamana digunakan untuk mengangkut beban yang berat dan volume beban yang besar. b) Memory (RAM) Memory dapat diibaratkan seperti daya tampung sebuah truk (bak truk); meskipun kapasitas mesin dan volume silindernya besar tapi tidak didukung dengan bak yang memadai, maka yang dapat diangkut menjadi terbatas baik beban maupun volumenya. Demikian juga dengan memori (RAM), bila prosesor yang digunakan mempunyai clock speed yang besar misal pentium III 700 MHz namun RAM-nya hanya menggunakan 64 MB atu bahkan 32 MB. Oleh karena itu RAM yang disarankan adalah 128 MB atau minimal 64 MB. RAM 128 MB disarankan digunakan pada komputer yang mempunyai prosesor Pentium II 233 MMX. Kelambatan kinerja prosesor paling tidak dapat dikurangi dengan besarnya memory. Sebagai contoh komputer prosesor Pentium III-500 MHz dengan RAM 64 MB akan memproses data AutoCAD dengan ukuran file 20 MB akan diproses selama lebih dari 1 jam, sedangkan bilamana menggunakan RAM 128 MB akan diproses kurang dari 5 menit. c) Monitor Display Monitor sebagai perangkat visual komputer memegang peranan penting. Monitor dengan resolusi yang rendah akan menyebabkan mata operator menjadi cepat lelah. GIS sebagai sistem yang memproses data spatial memerlukan tingkat resolusi yang tinggi sehingga kemampuan daya pisah obyek yang ditampilkan menjadi lebih baik. Dengan kemampuan tersebut, obyek yang ditampilkan monitor tampak menjadi lebih teduh. Resolusi yang tinggi juga memungkinkan pemisahan warna menjadi lebih baik dan halus. Selain itu juga ukuran monitor juga berperanan. Monitor ukuran 17 akan lebih baik daripada ukuran yang lebih rendah misal 14. Ukuran monitor disarankan
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 2

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS


minimal 15 agar operator tidak cepat menggunakan kacamata atau bahkan sering berganti kacamata.

d) Memory Display Monitor (VGA Card dan Memory) Memory display monitor sangat mempengaruhi dalam proses redraw dalam penampilan obyek spatial. Monitor dengan memory sebesar 4 MB akan mengalami kesulitan bilamana digunakan untuk keperluan GIS. Kecepatan menampilkan obyek menjadi lebih lambat, selain itu jenis VGA Card yang digunakan juga mempengaruhi. VGA card yang terpasang onboard bersama-sama dengan Chipsetnya akan berbeda kinerjanya bilamana dibandingkan dengan yang bertipe card tersendiri. Banyak tipe VGA card yang ada di pasaran; mulai dari yang paling murah hingga relatif mahal dengan memory yang bervariasi. Disarankan untuk keperluan GIS; VGA card yang digunakan adalah yang tipe card tersendiri (bukan onboard) dengan memory minimal 16 MB bahkan kalau dimungkinkan menggunakan VGA memory 32 MB. e) Hard Disk Hard Disk sebagai media penyimpanan data dan instalasi perangkat lunak yang diperlukan untuk GIS adalah minimal 6 GB. Hal ini dikarenakan besarnya file yang digunakan untuk mendukung kelengkapan GIS. Selain itu juga data spatial dengan jumlah obyek dan atribut yang banyak akan memerlukan space yang cukup besar. Selain itu juga data-data eksternal yang digunakan untuk menyiapkan layer dan keperluan pembuatan layout yang informatif (menggabungkan data vektor dan data raster) kebanyakan berupa file dengan space yang besar (AutoCAD, file raster (bitmap, gif, dll). Oleh karena itu disarankan hard disk yang digunakan untuk keperluan GIS lebih besar dari 6 GB. Saat ini kapasitas hard disk yang ada di pasaran paling kecil adalah sebesar 20 GB. f) Peripheral Perangkat lain yang terpasang di komputer antara lain adalah floopy disk drive, I/O port, dan CD ROM. Floopy disk drive merupakan perlengkapan standard komputer. Sementara untuk I/O port ada bermacam-macam. Untuk komputer lama kebanyakan hanya mempunyai port serial (COM) dan parallel (LPT), sedangkan untuk komputer keluaran akhir kebanyakan sudah dilengkapi dengan USB Port. USB port ini
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 3

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS


kebanyakan diperlukan untuk beberapa peralatan seperti Scanner, CD Writer External, dan lain-lain. Oleh karena itu GIS juga sering berhubungan dengan peralatan tersebut, maka sebaiknya I/O port juga mempunyai tipe sambungan USB. CD ROM sebenarnya bukan peralatan vital. Namun karena GIS sering berhubungan data dengan space yang besar (file AutoCAD) dimana tidak mungkin disimpan di dalam floopy disk, maka sebaiknya CD ROM juga harus ada. Selain itu juga banyaknya software saat ini - termasuk MapInfo - dimana data instalasinya berupa CD sehingga memerlukan CD ROM drive untuk membuka sekaligus mengaksesnya. 2) Printer Printer sebagai perangkat untuk mencetak hasil proses GIS dimana tidak cukup hanya ditampilkan saja di monitor. Printer yang diperlukan untuk keperluan ini juga mempunyai syarat tertentu. Printer dot matrix disarankan tidak digunakan untuk mencetak hasil proses GIS. Hal ini dikarenakan kualitas cetakannya kurang bagus juga tidak dimungkinkan untuk mencetak secara berwarna (color).

Printer yang disarankan adalah printer color minimal kelas inkjet dengan resolusi minimal 300 dpi sehingga hasil cetakannya dapat mendekati seperti pada tampilan di monitor. Printer laser juga dapat digunakan untuk mencetak hasil GIS secara hitam putih (gray scale), namun memory printernya minimal 4 MB. Printer laser dengan memory 1 MB tidak dapat mencetak hasil GIS yang kompleks yang mempunyai shading (arsir) yang beragam.

3) GPS (Global Positioning System) GPS sebagai perangkat untuk mendapatkan posisi koordinat suatu obyek yang ada di permukaan bumi sangat diperlukan di dalam GIS. Perangkat ini diperlukan

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 4

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS


khususnya untuk menampilkan obyek yang tidak ada di dalam peta baik peta topografi seperti lokasi bendung, stasiun hidrologi, mata air atau obyek lainnya. GPS yan digunakan adalah yang bertipe handheld untuk keperluan navigasi, bukan yang bertipe differential seperti yang digunakan untuk keperluan geodesi (pembuatan kerangka kontrol, BM, dan titik ikat).

Tipe GPS yang ada saat ini bervariasi; mulai dari yang mampu menerima signal satelit sebanyak 7 satelit (Garmin 75) hingga yang 12 satelit (Garmin 12 CX). GPS dengan kemampuan penerimaan signal satelit yang kecil akan menyebabkan proses penetapan koordinat lebih lama dibandingkan dengan yang mempunyai kemampuan penerimaan satelit yang lebih banyak.

B. Peralatan Pendukung
1) Digitizer Digitizer sebagai perangkat yang digunakan untuk memindahkan data yang ada di kertas (hard copy) menjadi data vektor (bukan data raster). Data tersebut dipindahkan dengan menelusuri gambar yang ada di kertas atau hard copy dengan cara mengklik dalam segmen tertentu. Digitizer adalah mirip dengan mouse namun gerakannya hanya terbatas pada wilayah meja digitizer. Selain itu juga juga lebih sensitif dan presisi. Dengan melakukan setting tertentu, maka

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 5

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS


gerakan mouse digitizer akan mengikuti gambar dengan sistem koordinat yang ada di kertas / peta yang bersangkutan.

Ukuran digitizer bervariasi mulai dari ukuran A3 hingga A0 termasuk resolusinya sehingga peta ukuran besar dapat diakomodir dan dipindahkan datanya. Digitizer ini diperlukan bilamana data digital obyek yang bersangkutan tidak tersedia. Peranan digitizer ini dapat saling bergantian dengan scanner namun dengan proses yang berbeda. 2) Scanner Berbeda dengan digitizer, perangkat ini berfungsi untuk memindahkan data yang berupa hard copy (kertas) menjadi data raster (bukan vektor). Data tersebut dipindahkan dengan melakukan scanning (mirip fotocopy). Kualitas hasilnya sangat tergantung dari resolusi yang dimiliki oleh scanner tersebut. Data raster yang dihasilkan dapat dirubah menjadi data vektor menggunakan perintah register di dalam program MapInfo (dijelaskan di dalam modul lain). Jenis scanner mulai dari yang sifatnya handheld hingga tipe flatbed dengan ukuran kurang dari A4 hingga A3 (mungkin sekarang ada ukuran yang lebih besar). Jenis koneksinya ke komputer ada 3 tipe yaitu scanner yang memerlukan koneksi menggunakan SCSI port, COM port atau menggunakan USB Port. Kekurangan yang tipe SCSI adalah scanner tersebut hanya dapat digunakan pada komputer yang mempunyai tipe koneksi SCSI port, namun tidak dapat digunakan di komputer dengan tipe koneksi lain. Scanner dengan tipe koneksi USB adalah jenis scanner keluaran baru baru ini. Scanner ini melakukan scanning lebih cepat dibandingkan dengan tipe sebelumnya.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 6

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS

3) Kamera Digital Kamera digital adalah kamera yang tidak membutuhkan film sebagai media perekamannya, namun menggunakan disket atau card dan hasilnya berupa file yang dapat dibuka di komputer. Kelebihan kamera digital ini adalah kualitas gambar akan lebih bagus dibandingkan dengan hasil cetakan foto yan discanning menggunakan scanner.

Kamera digital ini digunakan untuk mendapatan gambar-gambar yang berkaitan dengan obyek spatial yang ada di dalam GIS dan dimanfaatkan untuk menampilkan hasil cetakan GIS yang lebih informatif selain gambar yang bersifat vektor saja (pembuatan layout). 4) Media Backup Media backup bagi data GIS diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan keberadaan data tersebut. Media tersebut dapat berupa Zip Iomega Disk dengan kapasitas 100 MB, 250 MB hingga 1 GB. Selain itu saat ini juga ada media backup yang menggunakan CD Writer. Kelebihan media Backup CD Writer adalah data backup dapat dibuka dengan menggunakan CD ROM drive, tidak tergantung pada peralatan backup seperti pada Zip Iomega disk.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 7

Modul 3

Kebutuhan Peralatan untuk GIS

Iomega Zip Drive

CD Writer Eksternal

CD Writer Internal

5) Jaringan Komputer (LAN) Jaringan komputer diperlukan bilamana data GIS perlu dishare dengan pengguna lain sehingga pengguna tersebut dapat memanfaatkan data GIS untuk keperluan yang bersangkutan atau ingin melihat data GIS melalui komputer lain untuk keperluan tertentu. Selain itu LAN juga diperlukan untuk berbagi resources seperti Zip Iomega disk, CD Writer, dan printer.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 3 - 8

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


A. Perangkat Lunak
MapInfo sebagai salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan kegiatan GIS mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan dibandingkan perangkat lain yang sejenis seperti ArcInfo, ER Mapper, Spans, Erdas, dan lain-lain. Kelebihan MapInfo dibandingkan dengan perangkat lunak lain adalah kemampuan proses databasenya termasuk proses SQL query yang tidak ada di perangkat lain. Sementara kekurangannya adalah tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan analisa overlay spatial seperti ArcInfo, tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan proses raster to vector menggunakan algoritma tertentu seperti halnya pada ER Mapper. Kemampuan MapInfo antara lain adalah sebagai berikut. x Dapat membuka file dBASE, FoxBASE, ASCII, Lotus 1-2-3 dan Microsoft Excel secara langsung. x Mempunyai kemampuan melakukan import file grafis dalam berbagai macam format. x Fungsi fungsi database dapat dilakukan secara langsung di dalam program MapInfo x Mempunyai berbagai macam kemampuan tampilan, yaitu : Map, Browser, dan Grafik. Selain itu juga dapat secara bersamaan menampilkan sekaligus beberapa file dan melakukan updating data secara otomatis bilamana pada tampilan lain ada data yang dirubah. x Dapat melakukan akses database seperti Oracle maupun SyBase menggunakan table yang dilink ke MapInfo. x Dapat membuat suatu tampilan beberapa file (layer) seolah-olah menjadi satu layer (Seamless layer). x Mempunyai kemampuan untuk membuat peta berdasarkan tema tertentu (thematic map) dengan berbagai macam tipe dan template tematik dengan menggunakan atribut data yang ada pada obyek layer yang bersangkutan. x Mempunyai kemampuan untuk menampilkan data raster yang sesuai dengan sistem koordinat yang dipakai menggunakan metoda register dan ditampilkan sebagai background data vektor (data raster adalah data non atribut). x Mempunyai kemampuan query data untuk file (layer) tunggal dengan kriteria tertentu, bahkan mampu melakukan SQL Query yang melibatkan banyak file (layer) untuk mendapatkan analisa berdasarkan kriteria tertentu. x Kemampuan untuk membuat workspace yang akan menyimpan semua setting dan tampilan baik map, browser, maupun grafis dan membukanya
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 1

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


x x x x kembali di lain waktu, dimana kesemuanya akan ditampilkan dengan setting yang sama saat disimpan dalam workspace. Mampu melakukan OLE (Object Linking and Embedding) map window ke sistem aplikasi lain. Mempunyai sistem perintah yang komprehensif yang ditampilkan dalam bentuk icon maupun pull down menu. Menyediakan ribuan peta siap pakai yang sudah jadi dan fungsi yang memungkinkan untuk membuat peta lain berdasarkan peta tersebut. Mempunyai kemampuan untuk menampilkan layout window, yaitu suatu tampilan yang akan digunakan untuk mengatur tata letak dan scala peta serta browsernya dan selanjutnya dicetak menggunakan media printer atau plotter. Mempunyai kemampuan untuk mengubah sistem proyeksi peta ke berbagai sistem proyeksi lain dengan datum yang berbeda dan menampilkannya di layar tampilan ataupun digunakan pada saat melakukan digitasi.

MapInfo dibandingkan dengan perangkat lain mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : x Mudah dipelajari dan dioperasikan sehingga pengembangan di kemudian hari tidak mengalami kesulitan khususnya menyangkut sustainability dan operasionalnya. x Perintah-perintah dilakukan dengan mudah tanpa harus selalu menghafalkan perintah. Icon dan pull down menyediakan semua perintah yang diperlukan secara lebih interaktif. x Dapat dioperasikan dengan menggunakan PC, workstation atau mainframe dan dapat dijalankan pada berbagai macam sistem operasi. x Kompatibilitas dengan jenis data lain, bahkan dapat dilakukan link secara langsung ke berbagai macam format dengan fasilitas ODBC. x Space file data yang dibutuhkan relatif kecil sehingga dapat menampung ribuan jenis data sehingga tidak memerlukan hard disk dengan kapasitas sangat besar atau menetapkan suatu komputer khusus

B. Gambaran Umum Program MapInfo


1) Instalasi MapInfo Perangkat lunak MapInfo diinstal ke sistem komputer dilakukan menurut urutan sebagai berikut (Untuk Windows 95/98) :
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 2

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Klik Start, lalu klik Run Tempatkan CD didalam CD-ROM drive Ketik [Alamat CD-ROM drive]:Setup, lalu tekan Enter Masukkan Nama, nama perusahaan, dan serial number. Lalu klik Continue x Pilih Sistem instalasi program yang dipilih. Ada dua pilihan yaitu : Bilamana MapInfo akan diinstal pada komputer tunggal, bukan komputer yang terhubung dalam sistem network. Install ini tidak dimaksudkan untuk membuat konfigurasi server untuk menjalankan MapInfo, tetapi hanya mengkonfigurasi server untuk bertindak sebagai server bagi workstation lain. x x x x

Stand Alone

Network Server

x Pilih Jenis Install yang ingin dilakukan pada system komputer. Ada dua macam jenis install yang dapat dilakukan, yaitu : Standard Installation Custom Installation Program install akan menginstall program secara standard: MapInfo, File Help, Tutorial, MapBasic tools dan Data Sample Pemakai dapat memilih program apa saja yang akan diinstall khususnya untuk mengurangi program atau file yang tidak dibutuhkan guna menghemat kapasitas hard disk.

x Untuk Standard Installation, pilih directory dimana program group MapInfo akan disimpan dan juga tentukan path-nya, lalu klik Next. Sedangkan untuk Custom Installation, Pilih file yang akan diinstall lalu pilih Directory dimana program MapInfo akan disimpan, lalu klik Next. x Jika muncul Installation Succesful, maka program install sudah selesai, lalu klik OK. Sedangkan bilamana ODBC support juga akan diinstal, khususnya untuk mendapatkan kemampuan MapInfo agar dapat melakukan Link dengan sistem database lain, maka langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 3

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


x Pilih Custom Installation, lalu klik Next untuk memunculkan Custom Dialog. x Pada Custom Installation Dialog pilih ODBC Support x MapInfo akan menginstall ODBC Support. Untuk Win32, maka installler juga akan menginstall MapInfo ODBC Driver Installer. x Jalankan MapInfo ODBC Driver Installer untuk menampilkan MapInfo ODBC Driver Installation Dialog. x Klik drivers yang akan diinstall x Klik Next, drivers terpilih dan ODBC 3.0 akan terinstall.

2) Operasi Dasar MapInfo a. Membuka MapInfo MapInfo dapat dibuka pada Shortcut pada Windows display atau dari Programs Windows. Cara membuka MapInfo adalah sebagai berikut :
MapInfo dibuka dengan melakukan double klik ke shortcut icon MapInfo pada layar Windows seperti nampak pada gambar.

Atau dapat juga dibuka dengan menyorot MapInfo Professional melalui Programs manager pada windows display seperti gambar di samping Setelah itu akan muncul, tampilan mapinfo berikut ini :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 4

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Tampilan dialog box muncul, dimana ada beberapa pilihan, yaitu : x Restore previous Session : Membuka file table terakhir yang telah dibuka sebelumnya. x Open Last Used Workspace. Irian.WOR : Membuka file workspace yang telah dibuka sebelumnya. Mengenai workspace akan diterangkan nanti lebih lanjut. x Open a Workspace : Membuka file Workspace yang telah ada. x Open a Table : Membuka file Table yang telah ada x Bilamana ingin membuat file table baru, maka klik Cancel, lalu pada sorot File; pilih New. Pada Tampilan di atas klik Open a Table, lalu pilih file table yang sudah ada pada direktori tertentu, misal file table tersebut ada di direktory e:\Mapdata\bpp\level1. Di layar tampilan akan muncul seperti nampak pada gambar di samping. x Merubah direcktory file, dengan klik gambar tersebut x Memilih File Table, dengan menyorot file yang diinginkan. x Memlilih File of Type, disini ada beberapa type antara lain : MapInfo, Dbase DBF, Delimited ASCII, Lotus 123, Microsoft Excel, Raster Image, dan Microsoft Access Database. Sebagai contoh membuka file yang ada, yaitu : x Directory e:\mapdata\bpp\level1\Sumatera x File Name : Sungai.Tab x Files of Type : MapInfo. Maka tampilan table sungai akan muncul seperti pada Gambar di samping bawah.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 5

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Nampak Table Sungai muncul dimana tampilan display Map menunjukkan file table.map lengkap dengan atributenya.

b. Membuat Table Baru Table dalam MapInfo dibuat dengan cara sebagai berikut :
Buka Program MapInfo. Lalu sorot File pada display MapInfo. Kemudian pilih New Table untuk membuat table baru.Muncul dialog box yang meminta konfirmasi sebagai berikut : x Open New Browser. Artinya buka browser baru. x Open New Mapper, Artinya Membuka Map Baru selain yang sudah ada. x Add to Current Mapper, Artinya adalah menampilkan table baru tersebut sebagai layer ke map yang telah ada. x Create, Artinya adalah membuat table baru dengan konfirmasi tersebut di atas. Tanda 9 berarti dipilih. Bila Tombol Create diklik, maka akan muncul dialog box yang memunculkan perintah untuk membuat Struktur data field untuk table baru tersebut. Table yang dibuat berdasarkan hal-hal berikut : x Add Field. Menambah field baru x Name. Memberikan nama field baru x Type. Menetapkan type field yang digunakan untuk nama field yang bersangkutan. Character, karakter dan lebar karakternya (maksimum 254).

Penambahan field dapat dibuat sebanyak yang diinginkan dengan

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 6

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


berbagai macam type data. Integer, Angka yang bersifat Integer yaitu antara 2,000,000,000 - +2,000,000,000. Small Integer, angka integer yang berkisar antara -32,768 hingga 32,768. Float, Angka dalam bentuk decimal. Decimal, Angka dalam bentuk decimal dengan angka decimal tertentu. Date. Berisi data yang mengindikasikan tanggal seperti yang ada pada Setting Windows. Logical. Berisi data yang mengindikasikan nilai True, False, atau Yes, No. x Projection. Memilih jenis proyeksi yang digunakan. Jenis proyeksi yang dipilih ada berbagai macam, dimana Proyeksi yang dipilih berdasarkan : x Category ; Dimana ada Longitude / Latitude, Projection of The World, Projection of a Hemisphere, Regional Conformal Projection, UTM, Non Earth, Universal Polar Stereographic, dan Regional Equal Area Projection. x Category Member. Merupakan sub kategori dari Proyeksi yang tersebut di atas. x Setelah sistem Proyeksi yang dikehendaki telah ditentukan, lalu klik OK. x Tampilan akan muncul seperti sebelumnya, lalu klik tombol Create untuk membuat table baru berdasarkan struktur table yang telah ditetapkan. Dialog Box akan muncul untuk membuat nama file table baru. x Pada File Name ; Tuliskan nama tabel file tersebut. x Pada Save as Type: pilih MapInfo. x Lalu Klik Save untuk menyimpan file tersebut, namun sebelumnya harus ditentukan pada directory mana file tersebut akan disimpan.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 7

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


c. Menyimpan File Table
Cara menyimpan file table yang telah dibuat adalah : x Klik File, lalu sorot Save Table..,dimana akan menkonfirmasikan file table mana yang akan disimpan. x Pilih table yang akan disimpan x Lalu klik OK. Bilamana ingin terus keluar dari program MapInfo, maka sorot File, lalu sorot Exit.

3) Toolbar dan Menu MapInfo Fungsi MapInfo ditampilkan pada task bar yang tampak pada display window MapInfo.

Menu
File

Keterangan
Task yang berhubungan dengan operasi file seperti membuat table baru, membuka table, menutup, menyimpan, membuka aplikasi MapBasic termasuk perintah untuk mencetak (printing) Perintah untuk melakukan operasi obyek seperti menghapus, mengcopy, mempaste, merubah bentuk (reshape) dan undo Berisi fungsi fungsi tambahan seperti membuat report (crystal report) dan Tools manager yang berisi fungsi-fungsi aplikasi MapBasic yang telah dibuat MapInfo Berisi perintah untuk menggabungkan obyek, memisahkan obyek, menghapus sebagian, membuat node obyek, dan merubah data polyline menjadi region dan sebaliknya dan membuat buffer dan menghaluskan obyek polyline Berisi perintah Query, SQL Query, dan hasil statistik dari query Berisi operasi atribut, membuat titik, geocoding serta menggabung obyek berdasarkan atribut, serta editing atribut (Maintenance dan editing raster) Berisi pemilihan tipe obyek, Toolbar dan fungsi windows, setting warna dan setting Fungsi MapInfo Berisi fungsi-fungsi setting windows MapInfo (map, browser, grafik, redistrict, dan layout) dan setting tampilan windows Berisi panduan mengenai semua aspek fungsi dan icon MapInfo

Edit Tools Objects

Querry Table Options Windows Help

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 8

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Tampilan windows di dalam MapInfo dibedakan menjadi 5 tampilan utama window, yaitu : Window Map Browser Layout Graph Redistrict a. Toolbar Masing-masing tampilan terdapat toolbar yang terdiri dari 4 komponen, dimana masing-masing toolbar mempunyai karakteristik dan fungsi spesifik. Toolbar tersebut adalah Standard, drawing, main dan tools. Keterangan
Tampilan kandungan table dalam bentuk format peta (kenampakan spatial) Tampilan kandungan table dalam bentuk tabular data yang berisi record masing-masing field table Tampilan yang mengkombinasikan tampilan map, browser, dan legend termasuk tambahan obyek di luar table yang akan digunakan untuk keperluan pencetakan ke Printer Tampilan berupa grafik berdasarkan field obyek yang ada pada table Tampilan kandungan table hasil redistrict

(1) Standard Toolbar

1 2 4 3 6 7

5 13 10 9 8 12 11

14

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 9

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Keterangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Keterangan
Membuat Table baru berikut design atribut fieldnya Membuka Table yang sudah ada sebelumnya Menyimpan Table yang telah diedit baik obyek spatial maupun atributnya Mencetak tampilan Table (Map, Browser, Grafik, dan Layout Menghapus sebagian obyek hasil pilihan (selection) Mengcopy sebagian obyek selection ke dalam clipboard Mengcopy sebagian obyek selection ke dalam table aktif / editable (paste) Membatalkan perintah sebelumnya Menampilkan kandungan table dalam bentuk form tabel atribut (browser) Menampilkan kandungan table dalam bentuk peta (map) Menampilkan kandungan table dalam bentuk grafik Menampilkan kombinasi tampilan map, browser dan grafik untuk dicetak ke printer dengan format dan layout tertentu Menampilkan table hasil redistrict Icon untuk mendapatkan bantuan untuk topik-topik tertentu

(2) Drawing Toolbar

1 6 2 5 4

7 10 9 8 12 11

16 15 14 13

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 10

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Keterangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Keterangan
Membuat simbol untuk obyek yang berupa titik (koordinat) Membuat garis yang menghubungkan 2 titik yang merepresentasikan 1 jenis obyek spatial (obyek line) Membuat garis yang menghubungkan 2 titik atau lebih yang merepresentasikan 1 jenis obyek spatial (obyek polyline) Membuat garis lengkung untuk 1 jenis obyek spatial Membuat suatu obyek yang berupa luasan yang merepresentasikan 1 jenis obyek spatial (obyek polygon) Membuat suatu obyek yang berupa luasan dengan bentuk berupa ellips atau lingkaran Membuat suatu obyek yang berupa persegi panjang atau bujur sangkar Membuat suatu obyek yang berupa persegi panjang dengan sudut yang berupa lengkung Membuat keterangan yang berupa teks. Hanya pada tampilan Layout ! Membuat tampilan window baru pada tampilan layout Mengedit satu atau lebih node pada obyek yang berupa polyline atau poligon untuk dipindahkan, dihapus atau dicopy ke clipboard Menambahkan node pada obyek yang berupa polyline atau polygon Memilih jenis symbol untuk obyek yang berupa titik termasuk ukuran dan jenis warna Memilih jenis garis untuk obyek line atau polyline, ukuran dan jenis warnanya Memilih jenis arsiran luasan untuk obyek (polygon), jenis garis tepi, ukuran dan warnanya Memilih jenis huruf, ukuran dan warnanya yang akan digunakan untuk keperluan tampilan pada layout

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 11

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


(3) Main Toolbar

1 2 3 4 5 7 6

12 11 10 9 8

13 14 15 16 17

21 20 19 18

Keterangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keterangan
Perintah untuk memilih obyek tunggal Perintah untuk memilih beberapa obyek berdasarkan selected area yang berupa persegi panjang Perintah untuk memilih beberapa obyek yang berada pada radius tertentu Perintah untuk memilih beberapa obyek yang berada pada suatu area yang ditetapkan secara sembarang Perintah untuk memilih obyek berdasarkan obyek yang berupa region tertentu yang telah ada pada tampilan map Perintah untuk membatalkan semua hasil pilihan yang telah ada Perintah pemilihan obyek yang ada pada tampilan grafik (Graph window) Membesarkan tampilan obyek yang ada pada Map window Mengecilkan tampilan obyek yang ada pada Map window Menampilkan obyek yang ada pada Map window berdasarkan radius atau skala tertentu Perintah untuk memindahkan tampilan dengan tetap mempertahankan skala obyek tampilan pada Map window Perintah untuk mendapatkan keterangan masing-masing field obyek spatial yang ada pada tampilan Map window

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 12

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


13 14 15 16 17 18 19 20 21
Perintah untuk memberikan label obyek sesuai dengan field yang ada pada tampilan Map window Perintah untuk menampilkan susunan layer yang ada pada salah satu Map windows ternasuk yang memberikan informasi menyangkut visibility, editable, selectable dan auto label. Pada icon ini juga dimungkinkan untuk memilih tampilan secara temporer untuk masing-masing jenis obyek, dan pemilihan dan setting label. Perintah untuk mendapatkan informasi menyangkut jarak antar obyek pada tampilan Map window Perintah untuk menampilkan legend sebagai hasil proses pembuatan tematik Perintah untuk mendapatkan informasi secara statistik menyangkut field obyek spatial hasil pemilihan (selection) Menetapkan setting untuk keperluan redistrict Menetapkan hasil pemilihan obyek untuk keperluan redistrict Perintah untuk aktif / non aktif tampilan hasil clip obyek berdasarkan luasan tertentu Membuat clip tampilan obyek berdasarkan luasan tertentu yang ada pada tampilan Map window

(4) Tools toolbar

1 2 3 4

Tools icon pada toolbar yang ada pada tampilan MapInfo jumlahnya akan bervariasi tergantung dari jumlah tool yang di-load ke dalam MapInfo. Tools icons yang sering digunakan di dalam MapInfo adalah sebagai berikut.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 13

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Keterangan No 1 2 3 4 5 Keterangan
Perintah untuk mengaktifkan program yang dibuat dengan menggunakan MapBasic Application Perintah untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan fungsi MapBasic Application Perintah untuk menjalankan Map Wizard Perintah untuk membuat Grid pada peta sesuai dengan sistem koordinat & proyeksi peta yang ada Perintah untuk membuat skala pada tampilan Map window

b. Menu Menu MapInfo dibagi menjadi 4 bagian yaitu (1) Menu Map Window

Menu pada tampilan Map (Map window) sama dengan menu tampilan utama (hal modul 4-8) namun dengan penambahan satu menu yaitu Map. Menu ini digunakan untuk membuat manipulasi tampilan Map. Menu tersebut bilamana di-klik, maka

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 14

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


akan tampak dalam pulldown menu seperti pada gambar. Menu yang ada di dalam tampilan tersebut adalah sebagai berikut :

Keterangan Sub Menu


Layer Control

Fungsi
Menu ini berisi semua perintah operasi manipulasi untuk menampilkan table (layer)pada tampilan Map. Manipulasi tersebut meliputi display obyek, label obyek, urutan (order) table, dan modifikasi tematik Perintah untuk membuat tematik suatu table menggunakan data field obyek yang ada Perintah untuk memodifikasi tematik map (edit) yang telah ada. Menu ini akan aktif bilamana layer thematic telah dibuat dan ditampilkan dalam Map window Perintah untuk membuat legenda (keterangan) menggunakan data layer atau atribut layer yang telah ada di dalam Map window. Perintah untuk merubah skala tampilan (bukan skala peta) pada Map window baik menggunakan jarak atau menggunakan suatu skala tertentu Perintah untuk membuat tampilan Map window baru berdasarkan Map window yang sudah ada Perintah untuk menampilkan obyek seperti pada tampilan sebelumnya Perintah untuk menampilkan satu atau semua layer dalam satu tampilan Map window Perintah untuk menghilangkan label yang ditetapkan secara manual

Create Thematic Map Modify Thematic Map Create Legend Change View Clone View Previous View View Entire Layer Clear custom labels

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 15

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Save Cosmetic Objects Clear Cosmetic Layer Set Clip Region Clip Region On Digitizer Setup Setup Perintah untuk menyimpan obyek yang ada di dalam cosmetic layer menjadi satu layer tersendiri Perintah untuk menghilangkan data obyek yang ada di dalam cosmetic layer Perintah untuk membuat setting yang diperlukan agar tampilan obyek dapat dipotong dengan suatu luasan tertentu Perintah untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan perintah Clip. Perintah untuk membuat setting digitizer dan sekaligus melakukan digitasi secara langsung di dalam tampilan Map window Perintah untuk membuat setup yang berkaitan dengan tampilan Map window

(2) Menu Browser Window Browser window sebagai sarana untuk menampilkan semua data field obyek secara tabular. Untuk memanipulasi data tabular tersebut, misalkan hanya field tertentu saja yang ingin ditampilkan, maka menu Browse dapat digunakan.

Sub menu pada menu Browse adalah sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 16

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo

Sub Menu
Pick Fields Options

Fungsi
Perintah untuk menampilkan satu atau beberapa field yang ada di browser sekaligus juga bila diinginkan untuk merubah namanya secara temporer. Perintah untuk menampilkan data tabular tersebut apakah ingin menggunakan garis (grid) atau tidak

(3) Menu Layout Window

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 17

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Menu layout digunakan untuk mempersiapkan hasil proses Map windows untuk dicetak menggunakan printer dalam berbagai ukuran kertas dan skala. Tampilan layout tampak sebagai berikut :

Untuk memanipulasi tampilan layout, maka menu Layout diperlukan. Sub Menu di dalam menu tersebut adalah sebagai berikut. Sub Menu
Change Zoom View Actual Size View Entire Layout Previous View Bring to Front Send to Back Align Objects Create Drop Shadows Options

Fungsi
Perintah untuk merubah perbesaran atau perkecilan tampilan obyek di dalam layout Perintah untuk melihat ukuran obyek termasuk teks sesuai ukuran sebenarnya bila telah dicetak dengan printer Perintah untuk menampilkan layout secara keseluruhan di dalam satu tampilan (tidak perlu menggunakan grabber) Perintah untuk menampilkan tampilan layout sebelumnya Perintah untuk menampilkan frame obyek di layout sebagai obyek yang paling depan Perintah untuk menampilkan obyek di layout sebagai frame obyek yang palinng belakang Perintah untuk mengatur tampilan layout relatif terhadap kertas Perintah untuk membuat batas layout sebagai drop shadow Berisi perintah yang berkaitan dengan manipulasi layout seperti menampilkan ruler, page break, penampilan frame layout, dan jumlah

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 18

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


lembar kertas untuk mencetak semua layout yang dibuat

(4) Menu Graph Window Tampilan grafik yang menggambarkan secara grafis obyek tertentu berdasarkan field data yang bersangkutan. Tampilan graph window tampak seperti gambar berikut.

Sub menu pada graph window digunakan untuk perintah manipulasi grafik seperti format tampilan, pilihan setting grafik, pilihan series, jenis grid dan skala, keterangan, tampilan grafik 3 dimensi dan menyimpan grafik dalam suatu template tertentu.

(5) Menu Options

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 19

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Options adalah menu yang digunakan untuk membuat setting segala hal yang berkaitan dengan MapInfo. Options dibagi menjadi 3 komponen utama, yaitu : Setting yang berkaitan dengan obyek penggambaran (titik, garis, polyline, polygon (region / luasan), dan teks), setting tampilan untuk masing-masing window, dan setting yang berkaitan dengan pengaturan file address dan warna.

Keterangan Sub Menu


Line Style Region Style Symbol Style Text Style Toolbars

Fungsi
Perintah ini sama dengan perintah yang ada di dalam Drawing Toolbar Perintah ini sama dengan perintah yang ada di dalam Drawing Toolbar Perintah ini sama dengan perintah yang ada di dalam Drawing Toolbar Perintah ini sama dengan perintah yang ada di dalam Drawing Toolbar Perintah untuk merubah tampilan toolbar apakah floating atau tidak

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 20

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo

Show Theme Legend Window Show Statistic Window Show MapBasic Window Hide Status Bar Custom Colors Preference

Perintah untuk menampilkan window legend dari tampilan Map Perintah untuk menampilkan data statistik hasil selection dari obyek Perintah untuk menampilkan window program MapBasic Perintah untuk menampilkan atau menyembunyikan status bar Perintah untuk membuat jenis warna khusus Perintah untuk mengatur aspek tampilan, file address, setting, dan lain lain yang akan digunakan untuk menjalankan MapInfo

Dari sub Menu Options di atas, maka yang perlu diketahui adalah sub Menu Preference. Sub Menu tersebut bila diklik akan memunculkan pulldown menu sebagai berikut.

Keterangan Sub Menu Fungsi

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 21

Modul 4

GIS menggunakan Perangkat Lunak MapInfo


Perintah untuk mengatur setting system yang meliputi : 1. Copy to clipboard dengan pilihan (text, bitmap, metafile atau semuanya) 2. Color default (monitor, hitam-putih, color) 3. aspect ration adjustment (screen size, layout dan unitnya, jumlah Undo) 4. penggunaan symbol dari versi sebelumnya 5. pengatuan tanggal Perintah yang berkaitan dengan seting tampilan window yang berkaitan dengan : 1. Hightlight control (select , target) 2. Peringatan akan kehilangan data (cosmetic, map label, thematic layer) 3. Perubahan ukuran window ( fit, menjaga skala tetap) 4. Memindahkan duplicate node (none of layer, the same layer) 5. Snap Tolerance 6. Distance / area (spherical, cartesian) 7. Metric distance dan area unit 8. Scroll bar 9. Show info tips 10. Show coordinat in degree, minute, second Perintah untuk mengatur penampilan legend window Perintah yang berhubungan dengan MapInfo startup

System Settings

Map Window

Legend Window

Startup

Address Matching

Directories

Perintah untuk mengatur label penamaan jalan (mengikuti aturan yang berlaku di Amerika) Perintah yang berkaitan dengan pengaturan file (membuka, menyimpan, mengimpor) dan juga dengan jenis proses yang dilakukan (Table, Workspace, MapBasic, Import file, ODBC SQL Query, Theme template, Saved Query, Grid, Crystal Report, Graph Support)

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 4 - 22

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


A. Struktur Folder Data GIS
GIS adalah pekerjaan yang melibatkan jumlah file yang besar dan banyak jenis filenya. Sebagai gambaran satu table (layer) GIS paling tidak memerlukan 4 jenis file, dimana mempunyai nama yang sama namun berbeda extensionnya. Selain itu terdapat pula file hasil proses yang mempunyai extension *.wor, *.Qry, file export baik berupa vektor (*.dxf, *.shp, dll) maupun bitmap (*.bmp, *.jpg, dll). Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dibuat suatu struktur folder yang mengatur kesemuanya. Struktur tersebut adalah sebagai berikut :

GIS
Progo OpakOyo
Table Workspace Query External

Nama Folder untuk pekerjan GIS (di drive C atau D) Nama Balai

Nama sub Folder untuk data file MapInfo yang siap untuk dianalisa dan query Nama sub Folder untuk hasil proses layout atau tematik dalam bentuk Nama sub Folder untuk hasil proses query dengan extension *.Qry Nama sub Folder untuk data yang digunakan untuk membuat layer Dasar AutoCAD Survey Spreadsheet Raster Data digital (MapInfo, *.shp) yang belum ada atributnya Data AutoCAD (Import, Export) Data hasil survey GPS dalam format Excel Data lain yag telah dibuat dengan format Excel, Lotus, Ms Data yang berupa raster hasil scanning atau export MapInfo

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 1

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Dengan struktur data ini, maka operator harus menempatkan semua file berdasarkan folder tersebut, sehingga pencarian file menjadi lebih mudah.

B. Transfer File AutoCAD ke MapInfo


Data AutoCAD sebagai data digital dapat ditransfer ke MapInfo secara langsung dan sekaligus layer yang disusun di dalam autoCAD akan dibuat sebagai file tersendiri, sehinga dari satu file AutoCAD akan dapat terbentuk menjadi lebih dari satu layer MapInfo. Cara melakukan transfer data dari AutoCAD ke MapInfo dilakukan sebagai berikut:
Buka Tools pada MapInfo, Lalu klik Universal Translator. Sorot Universal Translator, maka akan muncul seperti gambar di bawah

Pada Source, masukkan format sumber gambar, dalam hal ini menggunakan format AutoCAD DWG/DXF. Setelah itu masukkan nama file AutoCAD yang akan ditransfer, misal cc.dwg. Lalu untuk Destination Format-nya pilih MapInfo TAB dan simpan file tersebut pada direktori yang ditentukan. Kemudian sorot Projection, dimana akan muncul tampilan berikut :

Pada Category masukkan Sistem Proyeksi yang dipakai, misal UTM (WGS84), lalu pada Category members pilih zone UTM peta tersebut sesuai dengan yang ada di peta, misal Zone 49 di bagian selatan Equator (Southern Hemisphere (WGS84)). (Category dan Category member tergantung dari sistem koordinat yang digunakan di dalam file AutoCAD. Category terdiri dari (Lintang / Bujur, UTM, Non Earth, Projection of the World, Projection of the Hemisphere, Regional Mercator

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 2

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


System, Regional Conformal Projection, dan lainlain)

C. Transfer Data ArcInfo / Shapefile ArcView ke MapInfo


Untuk file dengan format ArcInfo, maka proses transfer yang dilakukan adalah sebagai berikut : (1) Pembuatan Shape File dari file ArcInfo dalam program ArcView. (2) Transfer Shape file ke MapInfo. Proses tersebut dilakukan sebagai berikut : 1. Transfer file ArcInfo ke Shapefile ArcView
Buka ArcView, lalu sorot New, dimana icon views tersorot (seperti tampak pada gambar).

Klik tanda Add Theme untuk menampilkan gambar file yang ada di dalam format ArcInfo. File yang ada ditampilkan berdasarkan layer.

Sebagai contoh adalah file ArcInfo untuk daerah Lombok (proyek LREP), dimana file c180703 adalah file layer kontur. Data source types adalah Feature Data Source yang terletak pada sub directory 050lpi. Setelah itu klik Ok.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 3

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Pada Views1 akan muncul c180703, dimana mengindikasikan layer kontur daerah Lombok. Namun pada layar tampilan belum muncul. Dengan memberi tanda 9 pada kotak di depan nama file tersebut (lihat gambar), maka pada display layer kontur akan muncul. Setelah itu klik Theme, lalu sorot Convert to shapefile yang dimaksudkan untuk merubah file tersebut menjadi file dalam bentuk shape.

Pada layar tampilan akan muncul dialog box yang meminta konfirmasi untuk menetapkan nama shape file yang akan ditulis, sebagai contoh ketik namanya sebagai contur.shp sesuai dengan directory file yang diinginkan. Lalu klik Ok. Setelah itu pada layar akan meminta konfirmasi apakah shape file tersebut akan ditampilkan dalam tampilan views tersebut, sebaiknya klik No, Lalu keluar dari program ArcView.

2. Transfer Shapefile ArcView ke MapInfo


Untuk mentransfer shape file ke MapInfo, maka langkah yang dilakukan adalah sama dengan saat melakukan transfer dari file AutoCAD seperti tersebut di atas. Namun format data Source-nya adalah ESRI Shape. Lalu tentukan nama file shape nya (contur.shp). Sedangkan Destination Format-nya adalah MapInfo Tab dan akan disimpan pada direktori sesuai yang dikehendaki pemakai. Lalu klik OK. Maka proses tranfer ke MapInfo akan dilakukan untuk beberapa saat dan hasilnya berupa nama file yang sama dengan file shapenya yang mempunyai extension shp.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 4

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


3. Transfer file export file ArcInfo (*.e00) ke MapInfo Selain itu transfer file ArcInfo ke MapInfo dapat juga dilakukan dengan menggunakan fasilitas ArcLink, dimana file tersebut adalah hasil Export file format ArcInfo dalam format *.e00. Cara transfer dilakukan sebagai berikut :
Buka MapInfo, lalu klik Tools. Sorot ArcLink lalu sorot ARCINFO MapInfo. Pada layar tampilan akan muncul Dialog Box seperti gambar di bawah. Pada Dialog Box ditampilkan Input Parameter file yang akan ditransfer, yaitu : x Nama file hasil ekspor dari ArcInfo, misal linriver.e00, masukkan ke box Export Files. x Pada box Directories, pilih nama direktori file tersebut, misal : e:\mapdata\arc\coverage\basemap x Pada box Feature type to Translate, pilih type obyek yang akan ditransfer. Disini ada pilihan : x Polygons/points x Arcs x Annotation x Nodes x Geocode data x Tics x Other Data Setelah itu klik Save and Set Output.. Pada layar tampilan akan muncul tampilan yang meminta konfirmasi sebagai berikut : x Nama file hasil transfer pada box File Name. Disini nama file defaultnya sama dengan nama file inputnya, namun dapat dirubah sesuai dengan yang diinginkan, sebagai contoh ditulis sesuai dengan defaultnya yaitu linriver. x Lalu pilih type file hasil yang diinginkan pada box File Type, misal MapInfo Native (.TAB). x Setelah itu, pilih direktori untuk menempatkan nama file hasil transfer tersebut pada box Directories: (defaultnya sama dengan direktori file inputnya). x Sistem koordinat yang akan dipakai untuk file hasil transfer, dimana defaultnya adalah Non Earth System. Untuk merubah dapat dilakukan dengan cara : Klik Projection File.., maka akan muncul tampilan seperti pada gambar di bawah :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 5

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Pada Dialog Box ini dapat dilakukan pemilihan sistem proyeksi yang diinginkan. x Pada box Category, pilih Sistem Proyeksi yang diinginkan, misal UTM dengan spheroid WGS84. x Pada box Category Members, pilih yang sesuai, sebagai misal UTM Zone 50, Southern Hemisphere (WGS84), lalu klik OK.

Lalu layar tampilan akan muncul seperti tampilan sebelumnya, namun pada box Indicate Coordinate System of Export File nampak bahwa sistem proyeksi yang digunakan adalah UTM Zone 50, Southern Hemisphere (WGS84). Pada tampilan ini klik OK.

Pada layar tampilan , nampak Dialog Box seperti gambar di samping. Sorot nama file pada box Export Files untuk mengindikasikan bahwa file yang akan ditransfer adalah sesuai dengan yang diinginkan, misal linriver.e00. Lalu klik Translate. Untuk Sesaat program akan melakukan proses, setelah itu akan muncul tampilan sebagai nampak pada gambar di samping bawah.

Layar tampilan akan memberitahukan bahwa proses telah selesai, dan file keterangan proses (arclink.msg) ada pada direktory C:\WINDOWS\TEMP\. Lalu kik OK. Bila program MapInfo dibuka, maka file yang ditransfer adalah berupa file-file berikut: x Linriver_line.tab, merupakan file table yang berupa layer linriver_line dengan tipe line/polyline. x Linriver_tic.tab, merupakan file table yang berupa titik-titik yang dianggap sebagai koordinat referensi.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 6

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


D. Transfer File Raster ke MapInfo
Format data raster adalah file hasil scanning dengan scanner atau raster digital. Data ini dapat dibuka dalam MapInfo sebagai file Table. Namun pada file tersebut harus dapat diidentifikasi beberapa posisi titik kontrol yang ada dengan jumlah minimum 4 buah dengan posisi menyebar. Cara transfer ke dalam MapInfo adalah sebagai berikut :
Buka MapInfo, lalu klik Open Table (seperti nampak pada gambar di samping). x Pada Files of Type, pilih Raster Image x Pada File name, pilih nama data file raster yang dikehendaki, misal Jrat1a.gif x Lalu klik Open.

Pada layar tampilan akan meminta konfirmasi apakah diinginkan untuk menampilkan data raster pada MapInfo atau ingin menampilkan data raster sekaligus memasukkan data koordinat geografis sehingga data raster tersebut mempunyai posisi yang tertentu. Bila ingin menampilkan data raster sekaligus memberikan data geografisnya, maka klik Register. Dialog Box untuk proses register tersebut akan muncul, dimana akan ada beberapa icon sebagai berikut : x Skala Tampilan Gambar (+ / -). Icon ini dimaksudkan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan gambar sehingga pada waktu melakukan register posisi titik koordinat yang akan terlihat dengan Jelas. x Units. Unit ini tergantung pada Sistem proyeksi yang dipakai Untuk selanjutnya klik Projection untuk menetapkan Sistem Proyeksi yang akan dipakai.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 7

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Dialog Box akan muncul untuk mengkonfirmasikan sistem koordinat yang digunakan oleh gambar raster yang bersangkutan. x Pada box Category, pilih Sistem Koordinat / Proyeksi yang dipakai oleh gambar raster tersebut, misal Longitude / Latitude. x Pada box Category Members, pilih Longitude / Latitude berikut spheroid yang dipakai, misal WGS84. x Setelah itu klik OK. Tampilan Dialog box akan meminta data masukan koordinat yang digunakan untuk mereferensikan data raster. Dibutuhkan minimal 4 (empat) koordinat dengan posisi menyebar secara merata di gambar tersebut. Koordinat data masukan dalam unit Degree dengan decimal point (DDD.ddddd), dimana D adalah Derajat dan d adalah angka decimal point. Klik titik koordinat pertama pada gambar raster, lalu tampilan akan muncul seperti gambar berikut. Tampilan muncul dialog box dimana komponennya adalah sebagai berikut : x Label. No titik koordinat yang diklik, misal Pt1 x Map X. Koordinat bujur titik tersebut, misal 110.47439. Bila bujur barat maka nilainya negatif x Map Y. Koordinat lintang titik yang bersesuaian, misal 6.66667 (negatif berarti posisinya di bagian selatan Equator / Lintang Selatan). x Untuk Image X dan Y, dibiarkan saja. x Lalu klik OK. Klik untuk titik-titik selanjutnya (min. 4 titik) seperti nampak pada gambar. Bilamana Error (pixels) yang terjadi relatif besar (pada contoh sebesar 1), maka proses register harus diulang dengan cara melakukan editing titik yaitu dengan melakukan klik ulang titik yang bersangkutan hingga didapat nilai error yang kecil. Proses editing (registrasi ulang) dilakukan dengan melakukan klik pada titik yang dicurigai seperti nampak pada gambar di bawah.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 8

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Sebagai contoh klik Pt 1 yang dianggap ada kesalahan. Kesalahan ada dua macam, yaitu : x Kesalahan posisi waktu meng-klik titik koordinat. Klik kembali titik tersebut sesuai dengan posisinya yang dianggap benar. Lalu akan muncul dialog untuk memasukkan data koordinat, karena kesalahan bukan pada nilai koordinat yang dimasukkan maka langsung klik OK saja. (Kalau perlu tampilan diperbesar dengan icon + / -. x Kesalahan yang tejadi pada saat memasukkan nilai koordinat. Untuk melakukan koreksi klik Edit, maka akan muncul nilai koordinat titik yang bersangkutan. Ganti nilai koordinat tersebut dengan nilai yang dianggap betul. Apabila baik posisi koordinat maupun nilai koordinat yang dimasukkan sudah dianggap benar, lalu tekan OK.

E. Transfer data Spreadsheet (Excel / Lotus) ke MapInfo


Data Spreadsheet atau database yang dapat ditampilkan secara spatial adalah data yang salah satu kolomnya (field) mempunyai nilai numerik yang mencerminkan nilai posisi geografis; baik itu posisi lintang/bujur atau koordinat X dan Y (UTM) yang akan digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk Map. Dengan menggunakan perintah Create Points, maka suatu table yang mengandung informasi posisi geografis dapat ditampilkan ke dalam Map Windows. MapInfo akan menggunakan data kolom/field yang berisi data koordinat untuk ditampilkan menjadi obyek point. Langkah tersebut adalah sebagai berikut :
Buka Table Spreadsheet / data base. Untuk itu perlu ditetapkan : x File of Type. Artinya tentukan tipe file table yang akan dibuka, disini ada beberapa antara lain; DBASE DBF, Delimited ASCII, Lotus 1-2-3, Microsoft Excel, dll. x File Name. Tetapkan nama file table yanng akan dibuka. Misal StakuaAir.Xls.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 9

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Muncul Dialog Box (Excel Information) yang meminta konfirmasi tentang: x Use Row Above Selected Range for Column Titles. Artinya adalah bahwa baris di atas range yang dipilih akan digunakan sebagai nama judul field. Beri tanda 9 pada kotak di depannya. x Name of Range. Pilih Others, untuk menetapkan range data yang akan dianggap sebagai Record. Maka akan muncul : Tampilan dialog box seperti sebelumnya. Klik OK pada kotak dialog box tersebut (Excel Information). Dialog box untuk menetapkan range data-nya. x Ditanyakan Range Data yang akan dibuat sebagai Table. Disini data yang akan dipakai adalah Baris no. 2 hingga 21 dengan kolom A hingga K. Tuliskan Range data yang dikehendaki. x Lalu klik OK. x Setelah itu klik File, lalu Save_As untuk menyimpan nama table tersebut menjadi nama file table lain. (atau bisa juga dengan perintah Save) x Klik File lalu Close untuk menutup file hasil Save_As tadi. x Klik lagi File lalu Open. Pilih file yang disimpan menggunakan perintah Save_As. x Open browser untuk table tersebut dengan meng-klik Windows, lau sorot New browser Windows Disini akan muncul browser Table data Excel tersebut dalam format Tampilan Map Windows belum muncul. Hal ini dikarenakan MapInfo tidak akan memunculkan Map Windows selama tidak ada perintah untuk merubah Table tersebut menjadi ke dalam tampilan Map menggunakan data nilai spatial (koordinat) yang ada di dalam table tersebut. Untuk membuat tampilan Map, yang perlu dilakukan adalah : x Sorot Table x Sorot Create Points. Muncul Dialog box (Create Points) yang meminta konfirmasi sebagai berikut : x Create Points for Table. Sebagai contoh pilih StaKuaAir (bila terdapat table lainnya yang sejenis yang telah dibuka oleh MapInfo). x Using Symbol. Disini diminta konfirmasi bentuk

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 10

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


symbol point yang akan digunakan. Klik icon untuk memilih symbol yang akan digunakan. x Projection. Klik icon tersebut untuk menentukan sistem proyeksi apa yang digunakan dalam menetapkan nilai posisi geografis table tersebut. x Get X Coordinates from Column. Klik pulldown menu untuk menetapkan koordinat X (Bujur) dari field table tersebut. Pilih Longitude. x Get Y Coordinates from Column. Klik pulldown menu untuk menetapkan koordinat Y (Lintang) dari field table tersebut. Pilih Latitude. x Multiply the X coordinates by. Biarkan tetap dengan nilai 1, karena koordinat tersebut sudah sesuai dengan posisi geografisnya. x Multiply the X coordinates by. Bila nilai koordinat tersebut sudah sesuai unitnya, maka pengalinya adalah 1 (satu). Sama dengan langkah di atas. x Lalu klik OK. Untuk menampilkan Map Windows table tersebut, maka perlu dilakukan langkah berikut : x Sorot Windows x Sorot New Map Windows x Bila Map Table yang ada lebih dari satu, maka akan dimunculkan konfirmasi Map Table mana yang akan ditampilkan.

x x

Map Windows Table StaKuaAir akan muncul sesuai dengan posisi koordinatnya. Bila icon Info diklik, maka info (field) tentang stasiun tersebut akan ditampilkan.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 11

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


F. Transfer Data menggunakan Digitizer
Salah satu cara untuk memindahkan gambar yang ada di peta ke MapInfo adalah dengan cara melakukan tracing peta tersebut dengan menggunakan digitizer. Hasil digitasi adalah data dalam format vektor. Data dalam format vektor dimungkinkan utuk diedit, dipindahkan (move), di-customize ataupun ditetapkan field data yang merepresentasikannya. Digitasi memungkinkan penampilan data sesuai dengan kelompok data yang dikehendaki (layer). Dalam satu peta dapat dibuat lebih dari satu layer. Sedangkan untuk data raster adalah data yang digunakan untuk menampilkan gambaran obyek saja tanpa ada kemampuan untuk melakukan editing atau penamaan field. Data raster berguna untuk menampilkan kenampakan asli dari obyek sebagai background dari data table lain, khususnya berguna untuk penampilan obyek peta yang bersifat vektor. Pekerjaan digitasi peta memerlukan beberapa syarat, yaitu : x Digitizer, yaitu berupa meja yang berfungsi untuk melakukan tracing peta menggunakan mouse Digitiser, yaitu alat yang berupa mirip mouse yang digunakan untuk melakukan tracing peta di atas meja digitizer. x Digitizer Driver, yaitu driver yang berfungsi untuk menjalankan digitizer pada MapInfo. Program MapInfo memerlukan driver yang dilengkapi dengan : i VTI Tablet Interface (versi 2.10 atau lebih) i Wintab x Setup Digitizer. Setelah digitizer disambungkan ke komputer, maka perlu dibuat setup untuk mengkomunikasikan peta yang ada di meja digitizer dengan MapInfo. Untuk keperluan setup ini dibutuhkan informasi berikut : i Titik kontrol, yaitu titik kontrol yang ada di peta dan merupakan titik kontrol yang digunakan untuk peta tersebut. i Sistem Proyeksi, yaitu sistem proyeksi yang digunakan oleh peta dan yang akan digitasi ke dalam MapInfo. i Sistem Unit yang digunakan di peta.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 12

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Proses Setup Digitzer dilakukan dengan cara Sorot Map, lalu Digitizer Setup. Setelah itu semua informasi di atas akan ditanyakan pada proses setup tersebut. Langkah-langkah setup digitizer adalah sebagai berikut :
Pada Display Windows, Sorot Settings, lalu sorot Control Panel. Pada tampilan Tersebut klik shortcut Numonics Tablet untuk menampilkan Tablet Control Panel. (Kebetulan digitizernya bermerk Numonics) Pada dialog box ini, klik Information untuk menampilkan informasi yang ada saat ini dan akan dirubah sesuai dengan yang dikehendaki Pada tablet information ini, nampak bahwa digitizer yang digunakan adalah type 16 button. Pada Tampilan Units, pilih unit dengan satuan Centimeters lalu klik OK.

Tampilan akan muncul sepeti sebelumnya lalu klik Features untuk menetapkan setting digitizer yang ada. Yaitu : x Serial Port. Serial port apa yang digunakan untuk digitizer. Misal COM1. x Parity. Nilai parity dari digitizer yang bersangkutan x Tablet Size. Ukuran digitizer yang digunakan, disini misal 36 x 48 inch. x Cursor Type. Type tablet yang digunakan, misal 16-button cursor. x Lalu tekan OK. Komputer akan restart untuk memasukkan setting yang ditetapkan di atas. Setelah itu buka program MapInfo untuk melakukan Setup Digitizer.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 13

Modul 5

Struktur Folder Data dan Transfer File


Sorot File, lalu sorot New (seperti cara pada pembuatan file table baru). Setelah itu pada MapInfo Display, sorot Map, lalu Setup Digitizer. Akan muncul tampilan dialog box untuk setup digitizer seperti tampak pada gambar di samping. x Pilih Sistem Proyeksi yang digunakan oleh peta, informasi tersebut akan digunakan untuk keperluan digitasi dengan meng-klik Projection. x Masukkan koordinat titik kontrol yang ada di peta dengan cara klik Add. Klik titik kontrol pada meja digitizer dengan tablet digitizer, lalu akan muncul tampilan untuk memasukkan koordinat titik yang bersangkutan misal : 116.00 Bujur Timur dan -4.00 Lintang Selatan. (nilai negatif untuk Bujur barat dan Lintang Selatan). Demikian juga untuk titik-titik kontrol yang lain hingga minimal berjumlah 4 buah (jangan lupa untuk klik Add). Setelah pemasukan titik kontrol dianggap cukup ( pada contoh diambil 4 titik), lalu klik OK. Maka digitizer siap digunakan untuk melakukan tracing peta sesuai dengan table (layer) masing-masing.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 5 - 14

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


A. Layer GIS MapInfo
Layer-layer yang diperlukan dalam pembentukan GIS menggunakan MapInfo terdiri dari 5 komponen utama. Komponen-komponen tersebut adalah meliputi :

1. Layer Kenampakan alam Layer kenampakan alam sebagian besar didapatkan dari peta topografi baik dalam format hard copy (lembaran kertas) maupun data digital yang tersedia dalam berbagai format (ArcInfo, AutoCAD, Shapefile, atau MapInfo). Jenis dan nama layer tersebut adalah sebagai berikut :
Nama Layer Sungai.tab Pantai.tab Danau.tab Kontur.tab Gunung.tab Jalan.tab JalanKA.tab Data Spatial Sungai Pantai Danau / telaga / embung Kontur Gunung / puncak bukit Jalan Rel KA Data Tekstual (Field) No, Kode, nama, orde, Tipe sungai, DPS, sub DPS, panjang, Nama SWS, kode SWS, sumber data No, tipe, pulau, panjang, sumber data No, nama, sumber air, outlet, luas, DPS, nama SWS, sumber data No, jenis kontur, elevasi, sumber data No, Nama, elevasi, sumber data No, kelas, tipe, panjang, sumber data No, tipe, jenis, sumber data

2. Layer Administrasi Pemerintahan


Nama Layer Kabupaten.tab Kecamatan.tab Desa.tab Kota Propinsi Kota kabupaten Kota Kecamatan Data Spatial Batas kabupaten Batas kecamatan Batas desa Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten Ibukota Kecamatan Data Tekstual No, kode, nama, tipe, Propinsi, luas, sumber data No, kode, nama, Kabupaten, Propinsi, luas, sumber data No, kode, nama, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, luas, sumber data No, nama kota, Propinsi No, nama kota, Kabupaten, Propinsi No, nama kota, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 1

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


3. Layer Sarana dan Prasarana Sumberdaya Air
Nama Layer Bendung.tab Waduk.tab DI.tab Saluran.tab Diversion.tab Drain.tab Tanggul.tab Air tanah.tab Flap gate Outlet.tab Sewage.tab Industri.tab Hotel PDAM IPAL Rumahsakit.tab Data Spatial bendung Waduk Daerah irigasi Saluran Irigasi Saluran diversion Saluran pembuang, drain tanggul Pompa air tanah Pintu banjir Saluran pembuang masuk ke sungai Saluran sanitasi industri Hotel, wisata Lokasi pengambilan PDAM Pengolah limbah Lokasi rumah sakit Data Tekstual No, nama, jenis, sungai, luas layanan, luas catchment, DPS, tipe, lintang, bujur, lokasi, kondisi bendung, sumber data No, nama, DPS, luas catchment, kapasitas, fungsi, kondisi, sumber data No, nama DI, Kode DI, sumber air, luas, sumber data No, kode, nama, sumber air, kelas saluran, peak discharge, panjang, sumber data No, kode, nama, sumber air, panjang, sumber data No, nama, outlet, panjang, sumber data No, nama, jenis, panjang, sungai, pengelola, sumber data No, nama, tipe, kapasitas, durasi, pemanfaatan, pembuangan, lintang, bujur, sumber data No, nama, nama ungai, tahun dibangun, pengelola, lintang, bujur, sumber data No, nama bangunan, jenis pembuangan, nama sungai, lintang, bujur, sumber data No, nama, jenis, outlet, panjang, pengelola, sumber data No, nama, jenis, sumber air, pembuangan, lintang, bujur, sumber data No, nama, sumber air, pembuangan, lintang, bujur No, nama, sumber air, kapasitas, pembuang, lintang, bujur, sumber data No, nama, jenis, outlet, lintang, bujur, pengelola, sumber data No, nama, kelas, pemilik, pembuang, lintang, bujur, sumber data

4. Layer Karakteristik dan Manajemen Wilayah Sungai


Nama Layer DPS.tab SWS.tab Catchment bendung.tab Isohyet.tab Data Spatial DPS Batas SWS Catchment bendung Peta isohyet Data Tekstual No, nama, luas, total panjang sungai, sumber data No, nama, kode SWS, luas, sumber data No, nama bendung, luas layanan, luas tangkapan, sumber data No, nilai isohyet, sumber data

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 2

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Klimatologi.tab Stasiun klimatologi Stasiun penakar curah hujan Stasiun pencatat muka air Lokasi sampling kualitas air Batas wilayah kepengamatan, ranting, sub seksi Radio komunikasi Stasiun telemetri Kejadian banjir Wilayah genangan banjir No, nama, DPS, SWS, kode, lintang, bujur, penjaga, pengelola, lokasi, kondisi, kecamatan, kabupaten, propinsi, sumber data No, nama, DPS, SWS, kode, lintang, bujur, tipe, nama alat, penjaga, lokasi, kondisi, kecamatan, kabupaten, propinsi No, nama, DPS, SWS, kode, lintang, bujur, tipe, nama alat, penjaga, sungai, lokasi, kondisi, kecamatan, kabupaten, propinsi No, nama, kode, sungai, lokasi, lintang bujur, pelaksana, DO, BOD, COD, sumber data No, nama, luas, sumber data No, nama, jenis, operator, lintang, bujur, sumber data No, nama, pengelola, fungsi, lintang, bujur No, penyebab, tipe, tanggal kejadian, luas, sumber data No, nama wilayah, penybab, tinggi rata-rata, lama genangan, tahun kejadian, sumber data

Curah hujan.tab

AWLR.tab Sampling WQ.tab Pengamat.tab Radio.tab Telemetri.tab Banjir.tab Genangan.tab

5. Layer Tata Guna Lahan dan Rencana Tata Ruang


Nama Layer Sawah.tab Rawa.tab Hutan.tab Pemukiman.tab Landuse.tab RTRW.tab Geologi.tab Akuifer Data Spatial Daerah persawahan Wilayah rawa Wilayah hutan Wilayah pemukiman Tata guna lahan Rencana Tata Ruang Tata wilayah Karakteristik geologi Jenis akuifer Data Tekstual No, tipe sawah, luas, sumber data No, nama, jenis rawa, luas, sumber data No, jenis hutan, luas, sumber data No, jenis pemukiman, luas, sumber data No, jenis penggunaan, luas, tahun, sumber data No, peruntukan, luas, tahun penetapan, sumber data No, tipe, kelulusan, tahun survey, smber data No, tipe, tahun, sumber data

B. Data Dasar Pembentuk Layer


Layer tersebut di atas dibuat dengan berbagai macam cara tergantung dari jenis data yang ada termasuk juga format datanya apabila dalam bentuk data digital.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 3

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Seperti disebutkan di muka bahwa data dasar pembentuk layer yang berupa data spatial adalah peta dan survey lapangan dengan menggunakan GPS. Langkah langkah pembentukan layer berdasarkan data dasarnya dilakukan sebagai berikut : 1. Peta Topografi dalam bentuk cetakan Peta topografi dalam bentuk cetakan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : a. Digitasi Item
Informasi peta

Kegiatan
Catat sistem koordinat yang dipakai, datum termasuk keberadaan peta tersebut Driver, setting, peralatan pendukung, instalasi dan setup Tetapkan obyek apa saja yang akan didigitasi yang didasarkan pada obyek yang akan dibuat sebagai layer (lihat komponen layer di atas) Buat layer baru, nama layer, nama field layer termasuk type datanya Pekerjaan digitasi harus dibuat berdasarkan satu kesatuan obyek / record (misal sungai dibuat per ruas, jalan harus dibuat per satu kesatuan jenis jalan, dan sebagainya). Digitasi harus dilakukan dalam satu kesatuan layer artinya meskipun peta yang ada lebih dari satu lembar, namun nama layer harus tetap sama saat berganti lembar peta Data field diisi dengan mendasarkan informasi yang ada di peta atau sumber lain bilamana data yang diperlukan tidak ada di dalam peta tersebut

Digitizer Komponen obyek digitasi

Penyiapan data layer

Pekerjaan digitasi

Pengisian data atribut layer

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 4

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


b. Scanning Dengan Scanner Item
Informasi peta

Kegiatan
Catat sistem koordinat yang dipakai dan datumnya termasuk keberadaan peta tersebut Satu lembar peta perlu discan dalam 4 atau 6 bagian bila menggunakan Scanner A4. Hal ini dikarenakan keterbatasan ukuran scanner yang lebih kecil dibandingkan dengan lembar peta. Langkah scanning adalah sebagai berikut : 1. Scan lembar peta per bagian 2. Tetapkan bahwa lembar peta yang discan tidak miring sehingga pada saat register peta nanti tidak mengalami kesulitan 3. Scan dengan resolusi yang tinggi agar gambar tidak pecah saat dizoom 4. Tetapkan penamaan file mengikuti urutan sheet dan bagian 5. Save nama file tersebut alam format jpg dan ditempatkan pada direktori yang dikehendaki (raster) Lihat pada modul 5 Struktur Data dan Transfer File mengenai transfer data raster 1. Buat nama layer yang akan ditracing berikut nama fieldnya 2. Tracing masing-masing layer (usahakan gunakan mouse yang bagus) 3. Pada saat tracing data raster diharapkan menggunakan monitor yang mempunyai resolusi tinggi 4. Save nama layer tersebut dan simpan pada directory yang dikehendaki (Table). 5. Lanjutkan untuk layer berikutnya dengan cara yang sama.

Scanning

Registrasi data raster

Tracing peta raster

2. Peta Topografi dalam bentuk Data Digital Data digital yang dapat ditransfer ke MapInfo meliputi data dalam format AutoCAD, ArcInfo, Shapefile Arcview, maupun MapInfo. Perlu diingat data digital belum tentu sesuai dengan layer yang diinginkan baik mengenai definisi record maupun keberadaan fieldnya.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 5

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Jadi data tersebut perlu diedit lagi untuk disesuaikan dengan definisi layer yang ditetapkan.

a. Data Dasar Berupa data AutoCAD AutoCAD adalah program penggambaran untuk keperluan design dimana data yang terbentuk adalah data spatial. Ukuran, warna dan tipe obyek dibedakan dengan menetapkan obyek spatial sejenis sebagai layer. Layer disini berbeda dengan yang dimaksudkan di dalam GIS. Karena layer di file AutoCAD tidak memiliki field atribut yang berkaitan dengan informasi obyek, bahkan atribut (field) obyek dibuat sebagai layer tersendiri. File AutoCAD seperti yang diadakan untuk kebutuhan Balai di Propinsi Jawa Tengah dapat digambarkan sebagai berikut :
Layer MapInfo Sungai.tab Layer AutoCAD 6214 6250 6264 6270 6300 6350 7553 7563 6210 3212 3222 3232 3242 3255 3282 3292 3512 3522 3532 3542 3582 3592 7433 7673 Jenis Kode arsir Line Kode arsir Line Line Line Text Text Line Line Line Line Line Text Line Line Line Line Line Line Line Line Text Text Keterangan Ket arsir sungai yang lebar Sungai, Telaga Ket arsir sungai yang lebar Sungai, intermitten Sungai di hulu (perkiraan) Sungai, Saluran Nama: sungai, danau, teluk Nama: sungai, danau, teluk Garis pantai Kontur interval 12.5 m Kontur indeks interval 50 m Kontur interim interval 6.25 m Kontur depresi interval 12.5 m Titik tinggi Kontur indeks interval 50 m Kontur interim interval 6.25 m Kontur interval 12.5 m Kontur indeks interval 50 m Kontur interim interval 6.25 m Kontur depresi interval 12.5 m Kontur depresi interval 50 m Kontur depresi interim 6.25 m Spotheight / Titik Tinggi Nilai kontur indeks

Pantai.tab Kontur

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 6

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Jalan dengan lajur 2 atau lebih Jalan Nasional Jalan utama Jalan Lokal Jalan Lain Jalan Lain alternatif Jalan Setapak Jalan setapak alternatif RelKA.tab Rel KA dua jalur atau lebih Rel KA satu jalur Rel KA ringan (lori) Mata Air.tab Mata air Mata Air Panas Desa.tab Batas desa Nama Desa Nama Desa Nama Desa Kecamatan.tab Batas Kecamatan Nama Kecamatan Kabupaten.tab Batas Kabupaten Nama Propinsi, Kabupaten Propinsi Batas Propinsi Nama Propinsi, Kabupaten Landuse.tab Sawah irigasi Sawah Tadah hujan Tegalan Padang Rumput Perkebunan Semak / Alang Alang Hutan Rawa Garis batas vegetasi Pemukiman (P) Semak / Alang Alang (B) Tegalan (TL) Empang / Kolam (E) Hutan (H) 5313 Text Padang Rumput ( R ) Rawa (HR) Perkebunan (K) Sawah Irigasi (S) Sawah Tadah Hujan (SH) Kode arsir tidak dapat ditampilkan sebagai arsir pada saat ditransfer ke MapInfo Jalan.tab 2210 2310 2350 2410 2510 2590 2610 2690 2710 2720 2770 3375 3385 4250 7253 7263 7333 4240 7323 4230 7313 4220 7313 5214 5224 5234 5244 5254 5264 5274 5284 5310 Line Line Line Line Line Line Line Line Line Line Line Point Point Line Text Text Text Line Text Line Text Line Text Kode arsir Kode arsir Kode arsir Kode arsir Kode arsir Kode arsir Kode arsir Kode arsir Line

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 7

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Layer sungai yang dibentuk di dalam peta tersebut belum benar-benar berisi data sungai saja, namun juga terkandung data saluran dan drain. Oleh karena itu data sungai tersebut harus dibedakan antara sungai, saluran dan drain menggunakan kode tertentu yang disepakati, misal 1=sungai, 2=saluran dan 3=drain. Untuk mengerjakan kegiatan tersebut diperlukan seorang operator yang mengenal lapangan dan tersedianya data pendukung (peta jaringan irigasi, peta sungai, dll). Sementara untuk data Landuse dan batas administrasi, maka diperlukan proses khusus didalam AutoCAD untuk meng-generate data polyline yang diperlukan agar hasil transfer sudah secara otomatis membentuk luasan. Proses yang dilakukan untuk tiap layer MapInfo menggunakan data layer hasil proses transfer data AutoCAD dilakukan sebagai berikut : Nama Layer
Sungai.tab x x x x

Proses yang dilaksanakan


Menggabungkan masing layer AutoCAD dalam satu sheet menjadi satu layer menggunakan perintah Combine Menggabungkan layer tiap sheet yang mencakup seluruh wilayah balai atau DPS menjadi 1 (satu) nama layer sungai.tab Memberi kode untuk masing-masing obyek layer, misalkan 1=sungai, 2=saluran, dan 3=drain Memisahkan masing-masing obyek berdasarkan kode menggunakan perintah Query, dimana hasil query untuk masing-masing kode disimpan menjadi file tersendiri. Proses ini akan menghasilkan sebanyak 3 (tiga) layer yang berbeda (layer sungai, layer saluran, dan layer drain) Merubah karakteristik spatial (jenis garis, warna dan ukuran) Memodifikasi table struktur masing-masing layer sesuai dengan design field yang dikehendaki Mengedit data layer sungai sesuai dengan klasifikasi ruas sungai, dimana ruas sungai (ruas antar junction / pertemuan sungai) menjadi satu obyek record Mengisi data field masing-masing layer misal layer sungai (nama, kode sungai, orde, dan lain lain) dengan menggunakan data pendukung yang tersedia. Menggabungkan obyek spatial pantai menjadi satu obyek dengan batasan tertentu (misal batas desa) Merubah karakteristik spatial (jenis garis, warna dan ukuran) Merubah table struktur sesuai dengan field data yang dikehendaki Mengisi data fieldnya Memberi kode masing-masing jenis kontur sesuai dengan kode yang ada di AutoCAD menggunakan perintah Update Column

x x x x

Pantai Tab

x x x x

Kontur.tab

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 8

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


x x x x x Jalan.Tab x x x x x x RelKA.tab x x x x x Mata Air.tab x x x x x x Menggabungkan masing-masing obyek kontur menggunakan perintah Append Row to Table Menggabungkan obyek kontur masing-masing sheet yang ada di satu wilayah balai atau DPS menjadi satu nama table layer. Memodifikasi Table struktur layer sesuai dengan yang dikehendaki Mengisi data field elevasi masing-masing obyek kontur dengan menggunakan data layer pendukung (3255, 7433, dan 7673) Merubah karakteristik spatial data kontur (jenis garis, ukuran dan warna) Memberikan kode masing-masing layer AutoCAD yang menggambarkan obyek jalan sesuai dengan kodenya. Menggabungkan obyek jalan yang telah diberi kode di dalam satu sheet peta menjadi satu layer. Menggabungkan obyek layer jalan masing-masing sheet yang mencakup seluruh wilayah balai menjadi satu menggunakan perintah Append Row to Table. Merubah table struktur data layer sesuai dengan design field yang dikehendaki Memodifikasi karakteristik fisik data layer jalan (jenis garis, ukuran dan warna) Mengisi data fieldnya Memberi kode masing-masing obyek pada layer masing-masing sesuai dengan kodenya Menggabungkan masing-masing layer di dalam satu sheet menjadi satu nama layer Menggabungkan masing-masing layer yang ada di masing-masing sheet hingga mencakup seluruh wilayah balai menjadi satu nama layer Memodifikasi table struktur layer sesuai dengan design field yang dikehendaki Mengisi data field layer tersebut Memberi kode untuk masingmasing layer sesuai dengan kode layer di AutoCAD Menggabungkan layer masing-masing di dalam satu sheet menjadi satu nama layer Menggabungkan layer yang ada di masing-masing sheet yang mencakup seluruh wilayah balai menjadi satu nama layer Memodifikasi struktur table sesuai dengan design field yang dikehendaki Merubah karakteristik spatial layer tersebut (jenis simbol, ukuran dan warna) Mengisi data field layer mata air menggunakan data pendukung yang ada termasuk survey ke lapangan

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 9

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Desa.tab x x x x x Memilih data layer yang berkaitan dengan batas desa di dalam AutoCAD dan menyimpannya menjadi file tersendiri untuk masing-masing sheet Menggabungkan data desa pada masing-masing sheet peta menjadi satu nama layer desa. Mentransfer data desa menggunakan Universal Translator Menyiapkan table baru (sebagai Layer desa) yang dioverlay di atas data tersebut (ada informasi tentang nama desa, Kecamatan, Kabupaten dan Propinsi) Membuat obyek luasan (polygon) untuk masing-masing batas desa menggunakan data layer desa sebelumnya. Cara melaksanakannya menggunakan perintah Snap dan Trace. Mengisi data field obyek menggunakan data pendukung layer (7253, 7263, dan 7333) serta data pendukung lainnya. Layer Kecamatan.tab dibuat dengan cara menggenerate data layer desa menggunakan perintah Combine Object using Column. Memberi nama file hasil generate dengan Kecamatan.tab Modifikasi layer hasil generate baik table struktur fieldnya maupun karakteristik spatialnya (jenis luasan dan warna arsir, jenis garis batas, ukuran garis dan warnanya). Mengisi informasi field lain yang masih kosong. Layer Kecamatan.tab dibuat dengan cara menggenerate data layer desa menggunakan perintah Combine Object using Column. Memberi nama file hasil generate sebagai Kabupaten.tab Modifikasi layer hasil generate baik table struktur fieldnya maupun karakteristik spatialnya (jenis luasan dan warna arsir, jenis garis batas, ukuran garis dan warnanya). Mengisi informasi field lain yang masih kosong. Layer Kecamatan.tab dibuat dengan cara menggenerate data layer desa menggunakan perintah Combine Object using Column. Memberi nama file hasil generate sebagai Propinsi.tab Modifikasi layer hasil generate baik table struktur fieldnya maupun karakteristik spatialnya (jenis luasan dan warna arsir, jenis garis batas, ukuran garis dan warnanya). Mengisi informasi field lain yang masih kosong. Memproses data layer menggunakan program AutoCAD dengan memilih data layer yang berkaitan dengan data batas landuse Membuat file baru sebagai hasil proses WBLOCK di dalam AutoCAD yang berisi informasi batas landuse untuk masing-masing sheet Melakukan transfer data AutoCAD ke MapInfo menggunakan perintah Universal Translator Modul 6 - 10

x Kecamatan.tab x x x x Kabupaten.tab x x x x Propinsi.tab x x x

x Landuse.tab x x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


x x x x Membuat data line / polyline batasan masing-masing jenis penggunaan tanah menjadi obyek luasan (polygon) Memodifikasi table structure field layer sesuai dengan design field yang dikehendaki. Mengisi data masing-masing field sesuai dengan peruntukannya menggunakan data pendukung yang berupa teks seperti yang ada di halaman 7. Memodifikasi data spatial obyek sesuai dengan peruntukkannya menggunakan perintah Query dan kemudian merubah jenis arsir, warna, jenis garis batas dan ukurannya.

b. Data Dasar Berupa data file ArcInfo Berbeda dengan data dasar dengan format AutoCAD, file ArcInfo mempunyai karakteristik sebagai data GIS, yaitu obyek data spatial sebagai record dan mempunyai field yang berisi informasi menyangkut obyek yang bersangkutan (satu unit data berupa data spatial dan data tekstual) Oleh karena itu hasil proses file ArcInfo ke MapInfo sebagai data dasar pembuatan layer tidak memerlukan banyak pekerjaan data entry untuk pengisian data field bahkan pengeditan yang kompleks dan menghabiskan waktu dapat dihindari. Namun demikian data peta digital dengan format ArcInfo hanya terbatas pada data yang disebut sebagai coverage. Coverage adalah terminologi yang mirip dengan layer, namun obyek layer tersebut terbatas pada satu lembar peta, dimana masingmasing coverage diberi nama sama dengan nomor lembar peta asalnya. Oleh karena itu banyaknya coverage akan tergantung banyaknya lembar peta yang mencakup masing-masing wilayah balai. Padahal di dalam MapInfo layer adalah satu kesatuan obyek yang mencakup seluruh wilayah Balai. Perbedaan mendasar antara Layer MapInfo dengan coverage ArcInfo adalah sebagai berikut : Layer MapInfo
1 (satu) nama layer untuk satu wilayah tertentu (Balai) sehingga bisa mencakup beberapa coverage.

Coverage ArcInfo
1 (satu) nama coverage untuk satu lembar peta dasar berdasarkan satu informasi sejenis yang disatukan, sehingga dimungkinkan di dalam satu wilayah balai terdapat coverage yang sama namun dengan nama lembar yang berbeda

Nama coverage bisa tetap, namun untuk Banyaknya layer tergantung dari tingkat detail keperluan informasi yang lebih detail dan obyek yang didefinisikan sebagai obyek sejenis spesifik diperlukan modifikasi field coverage yang lebih banyak
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 11

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Layer MapInfo sebagai modifikasi hasil transfer data ArcInfo adalah layer penggabungan data coverage yang terdiri dari beberapa nomor sheet namun yang dibedakan berdasarkan field yang ada di file ArcInfo Layer MapInfo bentukan dari data transfer ArcInfo dibuat dengan cara append record dari satu coverage dan dilanjutkan ke coverage berikutnya hingga mencakup seluruh wilayah balai. Dan selanjutnya dilakukan pemisahan obyek berdasarkan data field yang tersedia sehingga akan terbentuk beberapa layer Satu coverage ArcInfo adalah berupa gabungan beberapa obyek yang sejenis (layer) namun terbatas pada satu lembar peta.

Coverage ArcInfo dibuat dengan cara digitasi, dimana satu coverage adalah hasil penyelesaian digitasi semua obyek yang ada di dalam satu lembar peta berikut fieldnya

Coverage data ArcInfo yang digunakan sebagai data pembentukan layer meliputi : Coverage (layer)
Hidrologi

Keterangan
Semua obyek yang berkaitan dengan kenampakan hidrologis seperti sungai, pantai, telaga, danau, waduk, saluran, drain, dan bangunan di dalamnya ditetapak sebagai satu layer, dimana field record obyek dibuat sebagai berikut : 6250 sungai utama 6270 Sungai lainnya / anak sungai 6210 Pantai Saluran, drain, telaga dan bangunan lain dianggap sebagai sungai lainnya / anak sungai Semua obyek yang berkaitan dengan data prasarana transportasi seperti jalan dan rel kereta api ditetapkan sebagai satu layer Code 2210 Jalan Nasional 2310 Jalan Propinsi 2350 Jalan Kabupaten 2410 Jalan Lokal 2510 Jalan Lain 2610 Jalan Setapak Code 1 100 Jalan Kecil 101 1.000 Jalan Sedang 1.001 100.000 Jalan Menengah 101.000 200.000 Jalan Utama Batas administrasi yang dibedakan antara desa, kecamatan, dan kabupaten Modul 6 - 12 Ruas

Komunikasi

Administrasi

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6

Layer GIS dan data dasar Pembentuknya


Kontur Tata Guna Lahan Kontur tidak dibedakan antara yang biasa, index, interim, dan depresi Obyek berupa polygon (luasan) lengkap dengan field atributnya Kode Keterangan P Pemukiman B Semak / alang alang TL Tegalan E Empang / Kolam H Hutan R Padang Rumput HR Rawa K Perkebunan S Sawah Irigasi SH Sawah Tadah Hujan

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 6 - 13

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


A. Konsep Dasar Penggambaran Layer
Layer sebagai komponen dasar GIS disiapkan berdasarkan satu kesatuan obyek dan didefinisikan sebagai satu record. Titik, garis, polyline ataupun polygon (luasan) harus didasarkan pada konsep satu kesatuan dan dianggap sebagai satu record. Misalkan untuk penggambaran suatu sungai, maka 1 record sungai dapat didefinisikan dalam berbagai alternatif. Alternatif I 1(satu) sungai dari hulu ke hilir berikut anak sungainya sebagai 1 record Alternatif II 1(satu) sungai dari hulu ke hilir yang dianggap sebagai sungai utama dianggap sebagai satu record. Anak sungai mulai dari percabangan hingga ke hulu dianggap sebagai record berikutnya dan seterusnya hingga percabangan terkecil. Alternatif III Sungai mulai dari muara hingga ke pertemuan sungai berikutnya (river reach) dianggap sebagai satu record. Untuk ruas sungai selanjutnya hingga pertemuan berikut dianggap sebagai record berikutnya, dan seterusnya Alternatif I Alternatif II
3 2 1 1 4 1 2 3 4 6

Alternatif III
8 7 5 9

1 record

4 record

9 record

Selain itu untuk sungai yang lebar jadi tampak dua garis, maka perlu dibuat record sungai imaginer yang merupakan centerline sungai yang bersangkutan. Untuk menampilkan sungai yang tampak lebar, maka diperlukan suatu layer khusus yang sifatnya sebagai cosmetic yang tidak mempunyai informasi apa-apa dan tidak diproses lebih lanjut sebagai obyek database.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 1

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


Sebelum Sesudah
Layer Sungai

Sungai yang kedua tepinya digambarkan

Layer cosmetic sungai

B. Perintah Penggambaran Layer


Jenis jenis obyek yang dapat digambarkan di dalam pembuatan data layer adalah meliputi penggambaran titik (symbol), penggambaran garis (line dan polyline), penggambaran luasan (polygon dan region), dan penggambaran teks. Jenis penggambaran obyek layer dilakukan pada drawing toolbar.

1. Penggambaran Titik (simbol) Perintah Symbol adalah perintah untuk membuat symbol pada obyek titik yang bersangkutan. Perintah pembuatan symbol dilakukan dengan icon , sedangkan apabila akan merubah type symbol dapat dilakukan dengan meng-klik pada icon . Apabila icon tersebut diklik maka akan muncul dialog box seperti berikut :
x Font. Disini akan muncul beberapa font yang merupakan library symbol yang ada di MapInfo, yang antara lain : i MapInfo 3.0 Compatible i MapInfo Arrow. Jenis jenis arah panah i MapInfo Carthographic. Jenis-jenis simbol Kartografi / Pemetaan i MapInfo Miscellaneous. Jenis Simbol lain-lain. i MapInfo Oil & Gas. Jenis-jenis simbol Perminyakan dan Gas. i MapInfo Real Estate. Jenis-jenis simbol Bangunan. Modul 7 - 2

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


i MapInfo Symbol. Simbol-simbol standard MapInfo. i MapInfo Transportation. Simbol-simbol pada bidang Transportasi. i MapInfo Weather. Simbol-simbol pada bidang Meteorology. Color. Penetapan warna Simbol. Warna bisa dipilih sesuai dengan yang dikehendaki Ukuran simbol. Ukuran simbol dapat diatur mulai dari ukuran yang paling kecil (1) hingga yang paling besar (48) Contoh jenis, warna dan ukuran simbol akan ditampilkan pada kotak Display.

x x

Untuk jenis symbol selain Font MapInfo Compatible, maka fungsi berikut dapat digunakan. x Rotation Angle. Simbol diputar menurut yang dikehendaki mulai dari 0 hingga 360 derajat x Background i None. Artinya simbol tidak diberi efek tertentu i Halo. Artinya simbol diberi efek dua garis dengan jenis warna yang berbeda i Border. Artinya simbol diberi efek dengan penggambaran ganda i Drop shadow. Artinya simbol diberi efek bayangbayang (shadow) i Bold. Artinya simbol diberi efek dengan garis tebal

Penggambaran titik (simbol) dilakukan dengan cara mengklik titik tersebut di layar window Map. Seperti berikut ini.
x Bila titik (simbol) tersebut di klik ganda (double klik), maka akan muncul kotak dialog Point Object. Location X. Artinya titik tersebut mempunyai koordinat X (atau Bujur / Longitude) sebesar 433.020,5 m. Nilai koordinat X ini bisa dirubah sesuai yang dikehendaki dan secara otomatis akan ditempatkan pada nilai X yang sesuai Location Y. Sama dengan di atas, namun untuk nilai Y (atau Lintang / Latitude).

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 3

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


x x Klik untuk beberapa titik secara sembarang pada layar window Map untuk mengisi Selanjutnya klik Info field yang ada seperti tampak pada gambar, biarkan nilai koordinat lintang dan bujur tetap dengan nilai 0.0000. Lakukan juga untuk titik lainnya. Pengisian nilai lintang dan bujur akan dilakukan secara otomatis menggunakan fasilitas yang ada di MapInfo

Perintahnya adalah sebagai berikut: x Table to Update. Isikan nama Table (dalam hal ini penggambaran titik) x Column to Update. Isikan nama field yang akan diisi nilainya (dalam gambar adalah field Bujur) x Get Value From Table. Secara otomatis MapInfo akan mengisikan sama dengan Table to Update (penggambaran titik), kalau tidak diinginkan yang lain, maka biarkan saja x Value. Isikan fungsi untuk mendapatkan koordinat X (Bujur) yaitu CentroidX(obj), sedangkan bila untuk koordinat Y (Lintang) diisikan CentroidY(obj) x Lalu Klik OK x Untuk melihat data titik yang dibuat secara tabular, maka klik Window, Lalu pilih New Browser Window. Pilih Nama table yang akan ditampilkan secara tabular (Table penggambaran titik) Maka data titik (simbol) yang dibuat secara tabular akan tampak seperti pada gambar.

2. Penggambaran Garis (Line dan Polyline) Garis dapat berupa garis tunggal ( ) dan juga kumpulan garis / polyline ( Cara membuat garis adalah sebagai berikut : ).

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 4

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


x Klik . Lalu klik pada layar Display dimana titik tersebut merupakan awal dari sebuah garis, sedangkan untuk membuat titik selanjutnya tombol mouse harus tetap ditekan hingga ke titik akhir yang membentuk sebuah garis. Maka garis yang terbentuk adalah garis tunggal. x Sedangkan untuk membuat sebuah polyline, klik , lalu klik di titik awal dimana merupakan awal dari polyline tersebut. Untuk membuat garis polyline maka tombol mouse sebelah kiri harus dilepas. Gerakkan cursor untuk membuat garis, lalu klik di titik yang dikehendaki. Untuk membuat titik berikutnya lakukan langkah yang sama. Bila polyline yang dibuat sudah selesai, maka double klik (atau Esc) pada titik akhir tersebut sehingga polyline tersebut akan terbentuk. x Type garis yang dibuat dapat dicustomize sesuai yang diinginkan, yaitu :
x Dengan menggunakkan perintah Select Object, klik obyek yang akan dirubah type garisnya. x Klik icon dialog box garis, maka akan muncul x Dialog box Type garis yang berisi tentang : i Style. Pada box ini ada bermacam-macam type garis yang dapat digunakan. Pilih jenis garis yang dikehendaki i Color. Ada berbagai macam warna yang disediakan. Pilih pilihan warna yang sesuai untuk obyek yang bersangkutan i Width. Disini dapat menggunakan baik pixels maupun points. Pilihan tebal garis menggunakan pixel mulai dari skala 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Sementara untuk point mempunyai nilai skala mulai dari 0.2, 0.5, 0.7, 1, 1.5, 2, 2.5, 3, 4, 5, dan 6. i Interleaved. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan obyek garis yang berupa tipe garis ganda dan rel KA sebagai garis yang menerus meskipun terdiri dari beberapa obyek yang saling menyambung x x x x x Line dengan ketebalan garis 1 pixel dan 3 pixel Polyline tunggal dengan ketebalan garis 2 dan 1 pixel Polyline ganda tebal garis 1 pixel non interleaved. Polyline ganda tebal garis 1 pixel interleaved. Perhatikan bahwa antara polyline yang satu dengan yang lain sambungannya terlihat. Sementara yang satunya sambungan tidak kelihatan.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 5

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


3. Penggambaran Luasan (Polygon dan Region) Luasan adalah obyek yang berupa polyline tertutup namun mempunyai sifat sebagai bidang dan dapat diketahui berapa luasnya dan didefinisikan sebagai , polygon. Perintah polygon dibuat dengan melakukan klik pada icon yang mana dapat berupa region yang tidak beraturan, lingkaran, persegi panjang, atau persegi panjang dengan sudut berupa lengkung. Pembuatan polygon mirip dengan pembuatan polyline, namun obyek yang dihasilkan adalah dalam bentuk region (luasan). Obyek polygon dapat dirubah sesuai dengan yang dikehendaki dengan melakukan klik pada icon , lalu akan muncul tampilan berikut :
Tampilan dialog box hampir sama dengan yang ada pada line / polyline, namun perbedaannya adalah adanya pilihan untuk Fill (arsiran luasan). x x x Fill Pattern. Disediakan berbagai macam pola arsir polygon yang dapat dipakai. Fill Foreground. Untuk menetapkan warna arsir pola polygon. Fill Background. Untuk menetapkan warna bagi latar belakang polygon yang bersangkutan. Bila tanda 9 dihilangkan maka latar belakang polygon dihilangkan sehingga akan nampak sebagai obyek yang transparan. Border Style. Untuk menetapkan jenis garis batas polygon yang bersangkutan. Color. Penetapan warna garis batas polygon. Width. Untuk penetapan tebal garis polygon. Tebal garis dapat ditetapkan dengan menggunakan Pixels atau Points.

x x x

4. Penulisan Teks Teks dibuat untuk membuat keterangan menyangkut obyek Layer tertentu. Namun demikian apabila obyek tersebut dituliskan di dalam obyek yang berupa Table (layer) data tertentu (sungai, bendung, jala, dll) yang akan diproses sebagai query, maka teks tersebut akan dianggap sebagai obyek yang mempunyai karakter fisik (koordinat, panjang, dan luas). Jadi seandainya untuk Table (layer) sungai mempunyai obyek data sebanyak 60 record (didefinisikan sebagai ruas sungai) dan
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 6

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


ditambahkan teks untuk memberi nama sungai yang bersangkutan misal berjumlah 10 keterangan nama sungai, maka ruas sungai yang ada dianggap sebanyak 70 obyek (record). Hal ini tentu saja akan mengganggu dalam proses query maupun hitungan statistik untuk obyek layer yang bersangkutan. Penulisan teks menyangkut keterangan obyek (nama sungai, nama bendung, luas pelayanan, dan sebagainya) akan ditampilkan melalui perintah Label yang ada dalam pilihan manipulasi Layer (akan dijelaskan nanti). Oleh karena itu, penulisan teks untuk keperluan khusus yang tidak ditemukan di dalam field data Table sebaiknya disiapkan tersendiri dalam bentuk table (layer) yang tidak akan diproses untuk keperluan database namun digunakan sebagai obyek pendukung tampilan Map (cosmetic layer). Penulisan teks juga digunakan untuk keperluan membuat keterangan atau pelengkap dalam tampilan Layout. Untuk melakukan penulisan teks di dalam tampilan Map, Layout, maupun setting Label obyek Table dilakukan sebagai berikut : Perintah text dilakukan dengan cara meng-klik icon , lalu menuliskan text yang diinginkan. Bila ingin merubah jenis text, maka klik icon , maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
x x x x Font. Jenis huruf yang digunakan Ukuran huruf yang dipakai Font Color. Warna huruf yang digunakan Background. i None. Tanpa background i Halo. Background huruf berupa Halo i Box. Background huruf berupa kotak yang menyelubungi text tersebut. i Color background. Warna background text. x Effect i Bold. Text dalam bentuk Bold. i Italic. Text berupa Italic i Underline. Text dengan garis bawah i All Caps. Text dalam bentuk huruf kapital i Shadow. Text dengan efek bayangan i Expanded. Text yang terbentuk beruapa text yang diexpand.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 7

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


C. Perintah Merubah Obyek (Editing) Layer
Perintah ini meliputi perintah untuk menggabungkan beberapa obyek menjadi satu obyek, perintah untuk memisahkan satu obyek menjadi beberapa obyek, perintah untuk menghapus sebagian obyek, dan lain lain. Perintah ini dapat dilakukan untuk obyek yang bersifat region maupun polyline. Perintah tersebut adalah : 1. Combine Perintah ini digunakan untuk menggabungkan beberapa obyek baik berupa polyline maupun region. Langkah langkah untuk perintah Combine adalah sebagai berikut.
Misal ada dua obyek yang berupa region akan digambungkan menjadi satu seperti nampak pada gambar. Maka langkah yang harus dtempuh adalah sebagai berikut : x Buat layer obyek yang bersangkutan menjadi editable melalui icon Layer Control ( ). x Klik icon pemilihan obyek menjadi aktif. x Klik obyek yang akan dipilih sebagai obyek utama, yang mana akan menjadi obyek yang menerima penggabungan obyek lain

Sorot Objects. Pada pull down menu akan sorot Set Target. Yaitu akan menjadikan obyek yang terpilih sebagai target penggabungan.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 8

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


x x x Obyek yang menjadi target akan ditandai menjadi tampak seperti gambar. Pilih obyek yang akan digabungkan ke obyek target Sorot Objects untuk memunculkan pull down menu perintah Combine.

Pull Down menu mempunyai beberapa perintah berikut : i Combine i Split i Erase i Erase Outside i Overlay Nodes i Buffer i Smooth i Unsmooth i Convert to Regions i Convert to Polylines x Untuk perintah penggabungan sorot Combine Dialog box akan muncul, dengan keterangan untuk dipilih sebagai berikut : x No Change. Artinya pada kolom destination tidak ada data yang diisikan. x Value. Artinya pada kolom yang bersangkutan data diisikan sesuai dengan yang dikehendaki. x Sum. Artinya Nilai yang merupakan penjumlahan dari nilai data kolom yang digabungkan. Perintah ini hanya berfungsi untuk data kolom yang bertype numeris. x Average. Artinya memasukkan nilai data kolom dengan nilai rata-rata semua obyek yang digabungkan. Bila dipilih Average Weight By, maka nilai rata-rata yang dimasukkan adalah nilai rata-rata dengan menggunakan nilai faktor. x No Data. Artinya semua nilai pada kolom akan diisi dengan nilai kosong.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 9

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


Sebagai contoh pada Aggregation method dipilih Sum. Lalu klik OK. Maka obyek yang digabungkan akan nampak seperti gambar

Beberapa obyek menjadi satu obyek seperti nampak pada gambar..

Perintah Combine dapat juga dilakukan untuk obyek line/polyline. 2. Split Perintah Split adalah perintah untuk memisahkan dua obyek yang saling berpotongan atau satu obyek berada dalam obyek lain menjadi satu obyek yang baru. Perintah ini juga dapat digunakan untuk memotong suatu polyline menjadi beberapa polyline. Langkah langkah yang dilakukan untuk melakukan split obyek adalah sebagai berikut : Lakukan langkah seperti pada perintah Combine, yaitu Select obyek yang akan displit, lalu Set Target obyek dengan menyorot Objects. Setelah itu klik obyek pemotong, lalu sorot kembali Objects untuk memunculkan pull down menu Split. Dialog box akan muncul sebagai berikut :
x x x x x Blank. Artinya data field name terpilih pada obyek split tersebut dihapus atau dibiarkan kosong. Value. Artinya data obyek split diisi dengan nilai yang sama dengan obyek yang menjadi Set target. Area Proportion. Artinya data obyek split akan diisi berdasarkan hitungan secara proporsional sesuai dengan perbandingan luasnya. No Data. Artinya semua data obyek split tidak akan diisi atau dibiarkan kosong. Lalu klik OK.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 10

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


Obyek hasil perintah split akan muncul seperti nampak pada gambar.

Obyek hasil perintah Split. Sedangkan obyek lainnya baik obyek yang dipotong maupun pemotongnya tetap seperti semula (tidak hilang). Obyek yang ada bertambah satu yaitu dari dua obyek menjadi 3 obyek (tambah satu obyek baru hasil perintah split).

Perintah Split untuk memotong sebuah polyline menjadi beberapa polyline dilakukan dengan menggunakan suatu region sebagai bidang pemotongnya. Langkah tersebut adalah sebagai berikut :
x x x x x x x x x 1 obyek Sorot Objects, sorot Split, maka akan muncul dialog box untuk menetapkan kriteria pemotongan. Klik OK. Maka obyek polyline hasil pemotongan akan nampak seperti pada gambar. Polyline menjadi dua bagian obyek. Klik polyline yang akan dipotong dimana icon Select sedang aktif. Sorot Objects, lalu polyline tersebut ditetapkan sebagai target dengan perintah Set Target. Polyline akan tampak seperti pada gambar di samping. Klik obyek region sebagai bidang pemotong.

1 obyek

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 11

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


3. Erase Berbeda dengan perintah Split di atas, maka perintah Erase adalah obyek yang menjadi target akan terpotong oleh obyek pemotong dan obyek hasil erase akan dihilangkan. Perintah Erase untuk obyek tersebut di atas akan nampak seperti pada gambar berikut :
Tampak bahwa obyek yang menjadi target Erase dipotong oleh obyek pemotongnya. Sementara hasil potongannya dihapuskan. Dialog box untuk perintah Erase sama dengan yang ada pada perintah Split. Obyek hasil Erase.

Untuk melakukan penghapusan sebagian obyek polyline dapat dilakukan seperti pada perintah Split polyline seperti yang telah diterangkan sebelumnya. 4. Erase Outside Perintah Erase Outside berlawanan dengan perintah Erase. Disini obyek yang dihapus adalah obyek yang berada di luar obyek yang terpotong. Sedangkan obyek hasil potongan tetap dimunculkan. Perintah ini dilakukan seperti pada perintahperintah sebelumnya. Hasil perintah Erase Outside dapat dilihat pada gambar berikut :

Obyek hasil Erase Outside.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 12

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


5. Convert Perintah Convert adalah perintah untuk mengubah obyek Polyline / Region menjadi Region / Polyline. a. Region to Polyline Perintah untuk mengubah obyek Region menjadi Polyline dilakukan dengan cara sebagai berikut : x Klik obyek region yang akan diubah menjadi Polyline. x Sorot Objects, lalu sorot Convert Region to Polyline x Region akan berubah menjadi polyline seperti nampak pada gambar.
Obyek berubah menjadi Polyline.

b. Polyline to Region Perintah ini digunakan sebagai kebalikan dari perintah di atas. Langkah langkah yang dilakukan sama dengan perintah di atas, namun pada pulldown menu Object yang disorot adalah Convert Polyline to Region. 6. Merubah Bentuk Obyek Garis / Luasan (Reshape) Sering dijumpai obyek (record) layer perlu diedit bentuknya yang tersusun atas node. Untuk memindahkan node yang membentuk garis atau luasan, perintah yang dapat digunakan adalah Reshape. Cara menggunakan perintah tersebut adalah sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 13

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


Untuk merubah bentuk region / polyline dilakukan dengan cara sebagai berikut : x Aktifkan layer obyek yang akan diedit tersebut menjadi selectable layer. , lalu klik obyek yang akan di edit x Klik icon Select bentuknya. Menu toolbar yang berfungsi untuk merubah garis / luasan akan aktif ( x x x
).

x x x

Klik icon Region / Polyline Edit ( ) sehingga node obyek akan muncul. Obyek akan nampak dengan node-nya Obyek dapat dirubah bentuknya dengan mengarahkan cursor mouse ke node obyek, lalu geser ke tempat yang dikehendaki dengan tetap menekan tombol mouse. Demikian juga untuk obyek polyline. Cara tersebut dapat diulang ulang untuk node obyek yang lain hingga obyek sesuai dengan yang dikehendaki. Bila ingin menghapus sebagian node, maka klik beberapa node yang akan dihapus dengan menekan tombol Ctrl bersama-sama, lalu klik Del.

7. Menambah atau Mengurangi Node Garis / Luasan (Add Nodes) Node pada garis / luasan dapat dihapus pada saat perintah Reshape aktif. Namun bila dikehendaki untuk menambah node, maka diperlukan icon lain yaitu Add Nodes . Perintah ini akan aktif apabila icon Reshape juga aktif. Perintah tersebut dilakukan sebagai berikut :
x x Klik icon Select untuk mengaktifkan icon Reshape Klik Tombol Reshape untuk menampilkan node obyek (garis / luasan), sehingga akan tampak seperti pada gambar di samping.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 14

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


x x x x Klik icon Add Nodes untuk menambah node obyek Arahkan cursor ke sisi obyek dimana node yang akan ditambahkan, misal seperti tampak pada gambar Klik tombol mouse kiri, tahan sambil menggerakkan cursor kearah yang dikehendaki Node hasil penambahan akan seperti tampak pada gambar di samping.

D. Fungsi Fungsi Lain yang Tidak Ada di Toolbars dan Icon


Ada beberapa fungsi penting yang digunakan dalam penggambaran obyek namun tidak ditampilkan di dalam Menu, toolbar, maupun icon MapInfo. Fungsi-fungsi tesebut antara lain adalah sebagai berikut :

1. Memulai garis atau luasan dari suatu obyek yang sudah ada secara tepat (Snap) Penggambaran obyek yang dimulai dari suatu bagian atau titik tertentu dari obyek yang sudah ada memerlukan fungsi tertentu untuk membantu agar pada saat diklik akan tepat di titik yang dikehendaki. Penetapan secara visual sangat sulit, meski kelihatannya titik yang dikehendaki sudah tepat tetapi bila diperbesar maka akan tampak bahwa titik yang dikehendaki meleset. Cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut adalah menggunakan fungsi Snap yang digambarkan sebagai berikut :
Untuk memulai penggambaran misal melalui satu pertemuan sungai (seperti tampak pada gambar), maka untuk menempatkan awal garis atau luasan secara tepat pada titik tersebut tekan tombol keyboard pada huruf S. lalu gerakkan mouse secara sembarang, maka pada saat mouse mengenai salah satu node tertentu, maka akan muncul tanda + (lihat gambar). Oleh karena itu untuk mendapatkan posisi pertemuan sungai, gerakkan mouse mendekati titik pertemuan hingga muncul tanda + yang berarti bahwa titik pertemuan sudah tepat diketemukan. Pada saat tanda + aktif maka apabila titik tersebut diklik untuk memulai suatu garis, maka titik tersebut sudah tepat secara akurat.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 15

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


Untuk membuat suatu garis, maka lanjutkan penggambaran (dengan sebelumnya menekan kembali huruf S ) hingga pada saat kita ingin mengakhiri obyek tersebut ke titik semula atau titik lain tertentu yang telah ada, maka tekan lagi tombol S untuk mengaktifkan fungsi Snap tersebut untuk mendapatkan titik yang dikehendaki. Hasil penggambaran akan tampak seperti pada gambar di samping.

Fungsi ini juga dapat digunakan untuk membuat titik melalui dari sebuah obyek yang sudah ada (titik, garis, atau luasan) dengan catatan bahwa obyek tersebut statusnya harus selectable meskipun tidak editable. 2. Garis Menyusur obyek yang sudah ada (Trace) Pada saat penggambaran obyek tertentu, sering dihadapkan bahwa garis tersebut harus berimpit dengan garis atau batasan tertentu yang sudah ada. Misalkan penggambaran DPS atau sub DPS satu sungai, dimana batasnya harus berimpit dengan DPS atau sub DPS di sebelahnya. Untuk menggambarkan obyek tersebut seperti itu, cara berikut dapat dilakukan.
Misalkan diinginkan untuk membuat suatu luasan dimana satu atau beberapa sisinya berimpit dengan obyek yang sudah ada (obyek selectable), maka caranya adalah tekan huruf S untuk memulai luasan dari suatu node obyek tertentu sebagai awal persinggungan, lalu gerakkan mouse mendekati akhir sisi persinggungan yang dikehendaki (misal seperti pada gambar). Untuk mendapatkan garis yang akan menyusuri sisi yang dikehendaki, maka tekan Ctrl atau Shift, maka akan tampak bahwa garis yang akan terbentuk adalah mengikuti sisi obyek. Ctrl atau Shift akan menyusuri sisi obyek secara berlawanan. Sisi yang dikehendaki akan tampak sebagai highlight (abu-abu). Lanjutkan penggambaran luasan hingga selesai hingga akan terbentuk seperti pada gambar di samping. Tampak bahwa luasan yang satu dengan yang lain saling berimpit di beberapa titik secara akurat dan tepat sehingga tidak ada gap atau overlap (saling tumpang tindih).

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 16

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


E. Menu dan Icons Pendukung Penggambaran Layer
Obyek gambar yang dibuat di dalam MapInfo disusun berdasarkan Layer. Obyek tersebut dapat ditampilkan sebagai layer tunggal atau bersama-sama dengan layer lain yang biasa disebut sebagai Overlay. Untuk melihat bagaimana masing-masing layer ditampilkan baik secara urutan tertentu, kenampakan layer, pemberian label, dan lain-lain dapat dilihat di dalam icon Layer Control. Icon tersebut berbentuk , bila diklik akan muncul :
x x x x Urutan Layer (urutan pertama akan ditempatkan di atas urutan kedua dan seterusnya) Visibility. Layer akan ditampilkan bila ada tanda 9. Editable. Layer yang mempunyai tanda 9 berarti obyeknya dapat diedit (dihapus, dirubah, digabung, dll) Selectable. Layer yang bertanda 9 berarti obyek tersebut dapat dipilih (select) baik untuk memunculkan info field obyek atau digunakan sebagai pendukung editing. Labeling. Layer dengan tanda berarti obyek tersebut akan ditampilkan berikut field atributnya. Display. Menu untuk merubah tampilan obyek layer secara berbeda dengan tampilan aslinya. Fungsinya adalah untuk membedakan secara spesifik tampilan layer relatif terhadap layer lainnya (display mode, tingkat zoom layer, penampakan arah garis, titik node dan centroid) Label. Menu untuk memberi keterangan obyek layer dalam berbagai kondisi (nama field, kenampakan, style, dan posisi label) Fungsi untuk menaikkan (Up) atau menurunkan (Down) urutan layer Fungsi untuk menambah (Add) atau mengurangi (Remove) tampilan layer pada tampilan Map window Menu untuk merubah layer tematik yang dibuat berdasarkan layer yang sudah ada

x x

x x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 17

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


1. Menu Display Menu display digunakan untuk menampilkan kenampakan layer secara berbeda dari kenampakan dasarnya, kenampakan ini hanya bersifat temporer yang ada pada tampilan Map window namun tidak merubah karakteristik obyek di dalam file Table yang telah dibuat. Hasil tampilan menu display ini hanya akan dapat dilihat kembali bila disimpan sebagai Workspace. Menu yang ada di dalam menu ini adalah sebagai berikut :
x Style Override. Tampilan untuk merubah tampilan obyek sesuai dengan jenis obyeknya (titik, garis, luasan dan atau teks). Pada gambar ditunjukkan bahwa yang terpampang hanya obyek titik (symbol), hal tersebut artinya obyek yang ada di layer hanya berupa obyek titik tidak ada obyek jenis lainnya. Zoom Layering. Tampilan untuk merubah tingkat tampilan obyek. Bila kotak di dalam Display within Zoom Range diberi tanda 9 maka obyek akan ditampilkan dalam Minimum Zoom dan Maximum Zoom, artinya bila obyek diperbesar dalam radius yang kurang dari Min Zoom maka obyek tidak akan ditampilkan. Demikian sebaliknya bila obyek diperkecil hingga radius tampilannya lebih besar dari Max Zoom, obyek tersebut juga tidak akan ditampilkan. Show Line Direction. Perintah untuk menunjukkan arah garis Show Nodes. Perintah untuk menunjukkan titik titik node polyline / polygon Show Centroids. Perintah untuk menunjukkan titik suatu obyek luasan.

x x x

2. Menu Label Perintah Label di dalam Layer Control dimaksudkan untuk memberi keterangan / informasi obyek yang ada di Map window sehingga obyek menjadi lebih informatif dari hanya sekedar tampilan obyek yang berupa titik, garis, dan luasan.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 18

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


Kalau di dalam AutoCAD label atau keterangan suatu peta akan dituliskan sebagai layer tersendiri, namun di dalam GIS keterangan yang menyangkut obyek diisikan di dalam field Layer obyek yang bersangkutan, dimana pemunculannya dapat diatur melalui perintah Label. Oleh karena itu di dalam suatu Layer yang berupa obyek tertentu dan akan digunakan sebagai bagian dari operasi database, maka penulisan teks sebagai obyek tidak dibenarkan. Teks yang diperbolehkan adalah teks sebagai hasil dari perintah Label (kecuali Cosmetic Layer). Menu Label yang diklik di dala Layer Control adalah sebagai berikut :
x Label with. Pemilihan nama field yang akan dituliskan sebagai teks di dalam tampilan Map window. Field dapat dipilih melalui pulldown menu sebagai berikut:

Visibility. i Pemilihan disini meliputi perintah yang untuk mengaktifkan (On) dan menampil-kan teks label dalam range zoom tertentu i Allow Duplicate Text. Perintah yang memperbolehkan teks label yang sama ditulis berkali-kali i Allow Overlapping Text. Perintah yang memperbolehkan teks label dituliskan saling overlap dengan teks label lain i Label Partial Segment. Perintah untuk membatasi penulisan teks label terbatas pada jumlah huruf tertentu i Style. Perintah untuk memilih jenis huruf berikut stylenya untuk teks label (sama dengan perintah untuk penulisan teks) i Label Lines. Perintah untuk memberikan garis penunjuk pada masing-masing label ke obyek yang bersangkutan dengan pilihan : None (tanpa garis penunjuk), Simple (garis

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 19

Modul 7

Penggambaran Layer menggunakan MapInfo


biasa), dan Arrow (garis penunjuk dengan anak panah) berikut pemilihan jenis garis yang diinginkan. i Position. Perintah untuk menempatkan label secara relatif terhadap obyek. Termasuk juga pemilihan obyek apakah akan mengikuti arah node obyek (rotated label with line) dan jarak relatif label terhadap obyek (label offset)

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 7 - 20

Modul 8

Proses Editing Layer dan Field Atribut


A. Editing Record Layer
Proses editing yang dapat dilakukan untuk layer adalah baik yang menyangkut data spatial maupun data field khususnya apabila obyek tersebut dianggap telah berubah. Obyek tersebut meliputi titik (simbol), garis (line, polyline) dan luasan (polygon). Perubahan yang mungkin terjadi ada 4 (empat) kemungkinan, yaitu : 1. 2. 3. 4. Penambahan obyek sebagai record Perubahan bentuk obyek (lokasi, panjang, dan atau luas) Pemecahan atau penggabungan record Perubahan informasi obyek (field record)

1. Penambahan Record Obyek Jenis Obyek


Titik (simbol) x x

Jenis Data
Survey Lapangan dengan GPS Data dalam bentuk table x x

Pelaksanaan
Disiapkan dalam Table Excel kemudian ditransfer ke GIS MapInfo menggunakan perintah Create Point Penambahan titik (simbol) di layer yang bersangkutan pada tampilan Map window dengan merubah koordinat dan dilanjutkan mengisi field atributnya Dilakukan seperti di atas Disiapkan dalam table Excel, ditransfer ke GIS MapInfo, dibuka dan dioverlay di atas layer yang akan ditambah, menggunakan perintah garis dengan menghubungkan masing-masing titik dan diisi data fieldnya Menggunakan perintah Reshape dan Add node. Ditransfer ke MapInfo menggunakan Universal Translator, dioverlay di atas layer yang akan ditambah, melakukan tracing di atasnya, lalu data fieldnya diisi Editing untuk menyempurnakan bentuk obyek dilakukan dengan menggunakan perintah Reshape dan Add node. Dilakukan digitasi menggunakan digitizer Diidentifikasi koordinatnya lalu diregister,

x Garis / Luasan x

Informasi dari stakeholder Survey Lapangan dengan GPS

x x

x x Data AutoCAD / ArcInfo / Shapefile ArcInfo x

x x Data foto Udara / Peta i Peta

x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 8 - 1

Modul 8

Proses Editing Layer dan Field Atribut


i Raster x x selanjutnya ditrace diatas Map window untuk menambah obyek yang diperlukan Diisi data fieldnya Discan menggunakan scanner, simpan dalam format resolusi tinggi (million sharp of color) Register di dalam MapInfo, lalu di trace di dalam Map window untuk menambah obyek yang diperlukan Identifikasi minimum 4 lokasi dengan GPS untuk mendapatkan koordinat Register di dalam MapInfo, lalu di trace di dalam Map window untuk menambah obyek yang diperlukan Menggunakan perintah reshape atau Add Nodeuntuk menyempurnakan bentuknya

x i Foto Udara / Peta tidak mempunyai koordinat x x x

2. Perubahan Bentuk Record Obyek Jenis Obyek


Titik (simbol) x

Jenis Data
Data Survey GPS x x

Pelaksanaan
Double click titik (simbol), masukkan koordinat yang dikehendaki Gunakan perintah Info untuk merubah data field koordinatnya Data hasil survey dimasukkan ke dalam Excel, lalu dibuka di MapInfo Overlay layer yang akan dirubah obyeknya Gunakan perintah Reshape dan Add Node untuk merubah obyek yang bersangkutan dengan mengaktifkan Snap. Drag node obyek yang lama dan geser ke titik yang dikehendaki, hapus node yang tidak dikehendaki Gunakan perintah Update Column untuk merubah data panjang atau luas memanfaatkan fungsi ObjectLen dan Area. Digitasi peta, dimana Layer yang akan dirubah harus diset editable dahulu. Bila sebagian node obyek yang berubah, maka digitasi obyek yang benar.

Garis / Luasan

Data Survey GPS

x x x

x x x Peta x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 8 - 2

Modul 8

Proses Editing Layer dan Field Atribut


x x Potong node obyek yang tidak dikehendaki menggunakan perintah Erase atau Erase Outside Atau dapat juga dipakai perintah Reshape untuk memunculkan node, klik node yang tidak dihendaki dengan perintah Delete. Gabungkan dengan obyek hasil yang digitasi menggunakan perintah Combine. Gunakan perintah Update Column untuk merubah data panjang atau luas memanfaatkan fungsi ObjectLen dan Area.

x x

3. Penggabungan atau Pemecahan Record Obyek Jenis Obyek


Garis / Luasan x

Jenis Data
Data Survey GPS x

Pelaksanaan
Masukkan data tersebut ke dalam format Excel, lalu buka menggunakan MapInfo, gunakan perintah Create Point untuk mendapatkan lokasi titik-titik tersebut (khusus untuk pemisahan obyek). Buka table layer yang bersangkutan dioverlay di atas layer titik hasil survey Buat luasan yang melalui titiktitik tersebut, dimana luasan tersebut dibuat berada diluar obyek yang akan dipisahkan Gunakan perintah Split untuk memisahkan obyek yang bersangkutan Hapus luasan bantu yang dibuat di atas Untuk menggabungkan dua obyek record atau lebih, gunakan perintah Combine. Gunakan perintah Update Column untuk mengubah data field (panjang atau luas) menggunakan fungsi ObjectLen dan atau Area

x x x x x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 8 - 3

Modul 8

Proses Editing Layer dan Field Atribut


4. Perubahan Data Field Obyek Jenis Obyek
Titik / Garis / Luasan x

Jenis Data
Hasil Survey, Informasi x lapangan (stakeholder) x

Pelaksanaan
Klik obyek yang bersangkutan menggunakan icon Info Isikan data perubahan pada field yang berkaitan satu per satu untuk setiap obyek.

B. Editing Struktur File Table


File Table (layer) perlu diedit secara khusus dikarenakan adanya perubahan atau penambahan field baik untuk field nama, tipe data, maupun sistem proyeksinya atau bahkan urut-urutan fieldnya. Akibat adanya penghapusan sebagian record obyek juga perlu diedit. Editing tersebut meliputi : 1. 2. 3. 4. Perubahan Struktur Table Merubah Nama Table Menghapus Table Packing Table

1. Perubahan Struktur Table Perubahan struktur table baik menyangkut perubahan nama field, perubahan tipe data field, penambahan atau pengurangan field, dan pengaturan urutan field. Utuk melakukan hal tersebut perintah yang digunakan adalah Table Maintenance lalu pilih Table Structure. Dimana tampilannya akan tampak sebagai berikut.
Klik layer yang akan dirubah struktur tablenya, lalu klik OK.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 8 - 4

Modul 8

Proses Editing Layer dan Field Atribut


x x Yang tersorot adalah field yang akan dirubah baik untuk nama maupun tipenya. Field Information. Di kotak ini nama field dapat dirubah, dimana yang dapat dirubah adalah i Name. Ketikan nama yang dikehendaki i Type. Pilih tipe data (character, integer, decimal, dll) Perintah untuk merubah urutan field Perintah untuk menambah field Perintah untuk Menghapus field Perintah untuk merubah sistem Proyeksi (koordinat)

x x x x

2. Merubah Nama Table Layer Table sebagai file yang mengandung data layer terdiri dari minimal 4 file yang terdiri dari beberapa file dengan extension *.DAT, *.ID, *.MAP, dan *.TAB. Oleh karena itu bila ingin merubah nama file, maka keempat file tersebut harus diganti dengan nama yang sama. Sebagai contoh Table layer Bendung berisi file: Nama File Table Bendung.tab Bendung.map Bendung.dat Bendung.id Rename (salah) Weir.tab Bendung.map Bendung.dat Bendung.id Rename (benar) Weir.tab Weir.map Weir.dat Weir.id

Bila diinginkan untuk merubah nama Table tersebut dengan hanya merubah nama 1 file table, misalkan bendung.tab menjadi weir.tab, maka file table tersebut tidak dapat dibuka. Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut, maka cara merubah nama file table dilakukan menggunakan perintah Rename Table sebagai berikut :
x x x x Klik Table Menu Klik Maintenance Klik Rename Table Maka akan muncul dialog box untuk memerintahkan perubahan nama file Table

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 8 - 5

Modul 8

Proses Editing Layer dan Field Atribut


x x Untuk merubah nama Table Bendung, klik Rename Akan muncul perintah untuk merubah nama file Table yang dikehendaki

3. Menghapus File Table Layer Sama dengan di atas, penghapusan file table dilakukan terhadap semua file yang berhubungan dengan table layer (minimal ada 4 (empat) file). Cara yang paling aman dan gampang untuk menghapus file table layer MapInfo, maka langkah yang dilakukan adalah seperti perintah untuk merubah nama file, namun yang diklik adalah Delete Table. Perlu diingat untuk melakukan hal tersebut, maka file table yang akan dihapus harus dibuka dahulu di MapInfo. File yang sudah dihapus tidak disimpan di dalam Recycle Bin dan tidak dapat dimunculkan kembali dengan perintah Undelete. 4. Perintah Untuk Packing Table Obyek yang ada di dalam Table layer dianggap sebagai Record, oleh karena itu bila satu atau lebih obyek dihapus dengan perintah Cut akan menyebabkan table browser akan menjadi seolah seperti blank (seperti tampak pada gambar).

Penampilan table browser seperti itu akan mengganggu. Untuk menghilangkan bank tersebut, maka langkah yang dilakukan adalah menggunakan perintah Table Maintenance Pack Table. Lalu akan tampak dialog box berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 8 - 6

Modul 8

Proses Editing Layer dan Field Atribut


x x Pilih nama Table yang akan dipack, misal bendung Pilih option jenis yang mana yang akan di Pack, ada 3 (tiga) pilihan : i Pack data tabular (browser) i Pack data Spatial (Map) i Pack kedua jenis data Pilih yang dikehendaki dengan memberi tanda pada bulatan di depannya (sebaiknya dipilih yang no. 3) Lalu klik OK Tampilan Table akan hilang dalam layar (tidak ada di dalam list Layer Control), namun file tersebut tidak diclose di dalam MapInfo Untuk menampilkan kembali, klik Layer Control Add, tambahkan nama layer yang dimaksud , lalu klik OK Layer hasil packing ditampilkan kembali

x x

x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 8 - 7

Modul 9

Penggabungan dan Pemisahan Obyek Layer


Obyek data (record) yang terhimpun di dalam Table layer terkadang perlu digabungkan dan atau dipisahkan (lihat modul 7 Penggambaran Layer). Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasikan keperluan agar definisi obyek sesuai dengan yang dikehendaki. Sebagai contoh obyek sungai yang didefinisikan sebagai ruas sungai antar junction (pertemuan) terkadang digambarkan menjadi dua atau lebih obyek sehingga seolah-olah satu ruas sungai yang ada terdapat 2 atau lebih ruas sungai. Oleh karena itu dua atau lebih obyek tersebut harus digabungkan menjadi 1 obyek untuk mendefinisikannya sebagai satu ruas sungai. Selain itu juga terkadang dijumpai 1 obyek (record) ruas sungai menggambarkan 2 atau lebih ruas sungai. Untuk kasus ini obyek yang bersangkutan harus dipisahkan menjadi 2 atau lebih obyek (record) sehingga definisi ruas sungai terpenuhi. Akibat dari penggabungan dan atau pemisahan obyek (record) dalam satu layer akan berpengaruh pada data field yang ada sebelumnya. Field yang ada di dalam obyek sebagai hasil penggabungan akan ditampilkan dalam berbagai kemungkinan. Nilai field akan dijumlah, dirata-rata, dikosongkan, tidak berubah, atau dibagi secara proporsional.

A. Penggabungan Obyek (record)


Penggabungan obyek yang terkandung di dalam layer menggunakan perintah Combine. Penggabungan tersebut dapat dilakukan terhadap 2 (dua) atau lebih obyek (record), dimana masing-masing obyek (record) telah mempunyai data field masing-masing sehingga data field mana yang akan diisikan ke dalam field obyek record hasil penggabungan. Pada saat menggunakan perintah Combine, akan muncul dialog box Data Aggregation sebagai berikut :
x Field yang ada pada obyek (record) akan ditunjukkan di dalam kotak yang berisi (Nama field yang dituju, Metoda pengisian data field, dan Weighting factor untuk field) x Metoda Penggabungan (Aggregation Method) yang akan digunakan, yang meliputi : i No Change. Artinya data field yang digunakan adalah sama dengan data field obyek (record) yang di-set untuk untuk perintah Combine. i Value. Data field dapat diisi menurut
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 9 - 1

Modul 9

Penggabungan dan Pemisahan Obyek Layer


yang dikehendaki (nama, dll) i Sum. Data field isian merupakan penjumlahan value field obyek yang digabungkan (misal luas, panjang, dll) untuk data yang bersifat numerik i Average. Data field merupakan nilai rata-rata field sebelumnya, dimana nilai rata-rata tersebut dihitung menggunakan pembobotan (weighting) dari field yang ada (orde, panjang sungai, dan lain-lain) untuk data yang bersifat numerik i No Data. Data field dikosongkan (tidak ada data)

B. Pemisahan Obyek (record)


Pemisahan obyek (record) yang ada di dalam layer menjadi 2 (dua) atau lebih obyek (record) akan berakibat mirip sama dengan proses penggabungan khususnya dalam data field yang ada di dalam obyek (record). Pemisahan obyek dilakukan dengan menggunakan perintah Split. Dialog box untuk pengisian data field hasil pemisahan adalah sebagai berikut :
x Daftar field obyek (record) yang akan diisi datanya dengan menggunakan metoda pengisian tertentu x Metoda Pemisahan data field, yang terdiri dari : i Blank. Data field (yang disorot) akan berisi data kosong i Value. Data field (yang disorot) akan beris data sesuai dengan data field awal i Area proportion. Data field akan diisi sesuai dengan nilai perbandingan luas / panjang (untuk data yang bersifat numerik) i No Data. Semua field tidak diisi data

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 9 - 2

Modul 9

Penggabungan dan Pemisahan Obyek Layer


C. Penggabungan Obyek (Record) menggunakan Data Field
Penggabungan obyek (record) juga dapat dilakukan khususnya bila dikehendaki untuk menggenerate data table baru menggunakan data table yang sudah ada. Sebagai contoh untuk membuat table batas Kecamatan yang berasal dari data Table batas Desa. Table batas Desa dengan field yang berisi informasi kecamatan akan digunakan untuk menggenerate table Kecamatan berdasarkan field Kecamatan. Perintah yang dapat digunakan adalah Combine Objects Using Column. Langkah yang dilakukan untuk menggunakan perintah tersebut adalah sebagai berikut :
x Gambar di samping adalah field Table layer Desa, dimana terdapat informasi menyangkut nama Kecamatan yang membawahi desa yang bersangkutan. Logikanya adalah sebagai berikut : Gabungkan desa desa yang berada di Kecamatan yang sama menjadi satu obyek (record). Obyek (record) yang terbentuk adalah obyek Kecamatan dan akan dinamai sebagai Table Kecamatan x Siapkan Table baru yang akan diisi sebagai Table Kecamatan lengkap dengan fieldnya, dan dioverlay di atas Table Desa. x Sorot Table Combine Objects using Column, maka akan muncul dialog box seperti pada gambar di samping. Langkah yang harus dilakukan adalah : i Combine objects from table. Pilih table yang akan digunakan sebagai sumber untuk membuat table baru (Kecamatan), disini pilih desa. i Group objects by column. Pilih field yang akan digunakan untuk menggabungkan obyek, disini adalah field KECAMATAN. i Store results in table. Simpan hasil penggabungan tersebut ke Table Kecamatan yang telah disiapkan sebelumnya. x Klik Next.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 9 - 3

Modul 9

Penggabungan dan Pemisahan Obyek Layer


x x x Muncul Dialog Box (Data Aggregation) yang mirip dengan proses penggabungan obyek (Combine). Sorot field yang dikehendaki, misal Nama Lalu pilih Aggregation method dengan pilihan : i Blank, berarti nama tidak akan diisi i Value, berarti field tersebut akan diisi menggunakan data field yang telah ada di table desa, misal field KECAMATAN i Sum, digunakan untuk data yang bersifat numerik (misal untuk luas_km2) sehingga luas obyek penggambungan adalah jumlah luas obyek desa yang ada di dalam satu Kecamatan. i Average, Nilai rata-rata dari field data pembentuknya i No Data, artinya semua data field hasil proses penggabungan dikosongkan (tidak ada data) Klik OK. Pada gambar disamping, pengisian field table adalah sebagai berikut : i No. Diisi data kosong (Blank) i Nama. Menggunakan nilai (value) data field KECAMATAN yang ada di dalam Table desa i Luas_km2. Menggunakan data jumlah total (Sum) seluruh desa yang ada di satu Kecamatan i Kabupaten. Tidak diisi data fieldnya i Sumber_data. Tidak diisi data fieldnya Klik OK. Hasil proses penggabungan seperti tampak pada gambar samping.

x x

x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 9 - 4

Modul 10

Ruas Sungai dan Pembuatan Kode Sungai


A. Ruas Sungai
Ruas sungai di dalam GIS didefinisikan sebagai satu satuan sungai mulai dari pertemuan yang satu ke pertemuan berikutnya (junction). Hal ini diselaraskan dengan sistem sungai yang dibuat di dalam Database RIM (River Infrastructure Maintenance). Semua obyek sarana maupun prasarana (bendung, Krib, drainase, pelindung tebing) yang ada di dalam ruas tersebut diikatkan ke dalamnya kecuali untuk obyek tanggul. Ruas sungai sebagai record mempunyai field berikut : Field
ID Nama Kode Orde Panjang (km) Type Sungai Sub DPS No sub DPS DPS Kode DPS SWS Kode SWS Sumber Data Nama sungai Kode Ruas Sungai Orde (bisa dibuat dari atas ke bawah atau sebaliknya) Panjang ruas sungai Sungai perenial atau intermitten Nama Sub DPS ruas sungai bersangkutan No Sub DPS di dalam Satu DPS Nama DPS No DPS di dalam satu SWS Nama SWS Kode SWS Sumber data layer sungai

Keterangan
No urut ruas sungai di Seluruh Balai

Field tersebut dibuat untuk keperluan Query data GIS nantinya, sehingga semua aspek yang berkaitan dengan informasi tentang sungai dapat dimasukkan disini. Namun demikian penamaan field tersebut di atas tidak menutup kemungkinan
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 10 - 1

Modul 10

Ruas Sungai dan Pembuatan Kode Sungai


untuk melakukan penambahan field baru yang diperlukan sebagai informasi pendukun menyangkut ruas sungai.

1. Kode Sungai Pembuatan kode sungai diperlukan dalam rangka untuk mengaitkan ruas sungai di dalam GIS dengan ruas sungai yang didefinisikan di dalam Database RIM yang dibuat dengan MapInfo. Dengan cara ini data ruas sungai berikut informasi yang terkait di dalam database RIM dapat ditampilkan di dalam MapInfo secara online menggunakan ODBC (Online Database Connectivity). Kode sungai perlu dibuat secara unique sehingga dibutuhkan suatu sistem penomoran yang spesifik. Kode sungai yang disepakati dalam rangka keperluan tersebut dikaitkan dengan hasil kesepakatan yang dibuat dalam pembahasan sistem Database RIM adalah sebagai berikut : Kode Sungai Keterangan P SSS DD UU O* RRR = = = = = = Pulau (1 = Sumatera, 2 = Jawa, dan seterusnya) 1 karakter No Satuan Wilayah Sungai ( 3 karakter ) Nomor DPS yang ada di satu SWS (2 karakter) Nomor Sub DPS yang ada di dalam satu DPS (2 karakter) Nomor orde sungai (dapat dibuat dari bawah atau dari atas) Nomor ruas sungai yang ada di satu sub DPS = P . SSS . DD . UU . O . RRR

* : direkomendasikan dibuat dari hilir atas dasar kesepakatan yang ditetapkan di Balai

2. Orde Sungai Orde sungai digunakan untuk mendapatkan informasi menyangkut kompleksitas suatu ruas sungai dilihat dari satu sungai secara keseluruhan. Ada banyak methode penetapan orde sungai yang dapat digunakan. Beberapa metoda penetapan orde sungai adalah sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 10 - 2

Modul 10

Ruas Sungai dan Pembuatan Kode Sungai


a. Metoda Strahler Metoda Strahler (AE Strahler, 1964) adalah penetapan orde sungai yang dimulai dari hulu sungai. Ruas sungai mulai dari hulu diberi nilai sama dengan 1. Ruas pertemuan sungai dengan orde 1 diberi nilai 2. Ruas pertemuan sungai dengan orde 2 diberi nilai sama dengan 3, dan seterusnya. Sistem pemberian nilai orde dapat dilihat seperti tampak pada gambar

Selanjutnya besarnya perbandingan antara jumlah ruas dengan orde 1 dengan jumlah ruas dengan orde 2 disebut sebagai Bifurcation Ratio (RE Horton, 1945), dimana nilainya berkisar antara 3 (tiga). Dari gambar penetapan orde sungai di atas dapat ditentukan besaranya nilai bifurcation ratio sebagai berikut : Orde 1 2 3 Jumlah Ruas 10 3 3 1 Bifurcation Ratio 3.3

Selanjutnya Horton juga menetapkan hubungan matematis panjang total ruas sungai per orde dibandingkan dengan luas DPS yang diekspresikan sebagai Drainage Density (Dd). Drainage Density (Dd) = Stream Length / Basin Area

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 10 - 3

Modul 10

Ruas Sungai dan Pembuatan Kode Sungai


b. Metoda USGS Ahli Geologi mengklasifikasikan orde sungai dengan kesepakatan, dimana nilai orde bertambah mengikuti perubahan ukuran dan jumlah tributariesnya. Seperti tampak pada gambar, di daerah hulu yang curam (steep) ruas sungai tanpa anak sungai diberi nilai 1. Dua ruas sungai dengan nilai orde 1 akan bergabung menjadi orde 2, dan seterusnya. Perlu dicatat disini bahwa orde sungai ditetapkan bukan atas dasar adanya aliran, namun berdasar atas ukuran tampang dan bentuk sungai tersebut.

c. Metoda Basin (Nelson) Ruas sungai terkecil di dalam satu sistem sungai yang tidak mempunyai anak sungai didefinisikan sebagai sungai dengan orde sama dengan 1 (satu). Dua ruas sungai yang mempunyai orde 1 (satu) yang bergabung akan diberi nilai orde sama dengan 2 (dua) atau sungai orde 2 adalah sungai yang mempunyai anak sungai dengan orde sama dengan 1 (satu. Sungai orde 3 (tiga) adalah sungai yang mempunyai anak sungai dengan orde 1 (satu) dan 2 (dua), dan seterusnya. Di dalam metode ini nilai orde sungai akan bertambah apabila terjadi perubahan debit, perubahan gradient, perubahan kecepatan aliran dan perubahan tampang ruas sungai (lebar dan kedalaman) untuk mengakomodasikan perubahan debit.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 10 - 4

Modul 10

Ruas Sungai dan Pembuatan Kode Sungai


Perubahan nomor orde lebih ditekankan pada adanya perubahan tampang ruas sungai sebagai akibat adanya perubahan debit sungai (seperti tampak pada ilustrasi pada gambar di bawah).

d. Kesepakatan Penetapan orde sungai juga dapat dilakukan mulai dari hilir sungai, yaitu ruas sungai dari muara diberi nilai 1 hingga ke titik pertemuan tertentu yang disepakati. Ruas selanjutnya ditetapkan sebagai orde 2 dan seterusnya (penetapan ruas sungai seperti yang dilakukan di Jawa Timur). Penetapan cara penomoran orde ruas sungai dengan cara ini yang disarankan dalam pembahasan database RIM bersamasama dengan Team Teknis Pusat.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 10 - 5

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


A. Pembuatan Peta Tematik
Peta tematik adalah peta yang menampilkan hasil proses analisis dari table MapInfo menggunakan variable (field) tertentu yang didefinisikan oleh data field table yang bersangkutan. Proses tematik adalah proses shading yang berdasar pada data field baik numerik maupun teks menggunakan warna, pola shading, jenis garis, pemakaian simbol, graduasi simbol dan bentuk tampilan grafik berupa bar chart atau pie chart. Peta tematik dibuat menurut langkah-langkah yang berurutan yang meminta konfirmasi berupa: 1) Tipe peta tematik yang dipilih. 2) Nama table dan nama field yang digunakan untuk membuat tematik. 3) Pilihan untuk bentuk tampilan dari peta tematik yang diinginkan. Sebelum membuat peta tematik, maka perlu diperhatikan hal-hal yang menyangkut variable tematik yang akan dipakai, table dimana data variable tersebut berasal termasuk data variable yang berasal dari table lain, dan penyiapan dan tampilan layer tematik yang akan dibuat. Secara ringkas akan dijelaskan disini komponen yang tercakup dalam membuat suatu tematik.

1. Variabel Tematik (Thematic Variables). Data yang ditampilkan di dalam suatu peta tematik disebut sebagai variabel tematik. Variabel tematik yang dapat ditampilkan dalam peta tematik dapat lebih dari satu variable. Peta tematik yang menampilkan kisaran nilai (ranges of values), kerapatan titik (dot density), dan tampilan berdasarkan nilai individual merupakan contoh peta tematik dengan menggunakan satu variabel. Sedangkan tematik berupa bar chart dan pie chart merupakan peta tematik yang menggunakan lebih dari satu variabel tematik. Suatu peta tematik dapat dibuat berdasarkan data hasil hitungan (expression) yang melibatkan data field dalam suatu table. Selain itu juga dapat dibuat tematik yang menampilkan dua obyek variable menjadi satu simbol (bivariate thematic). Sebagai contoh simbol warna digunakan untuk satu variabel tematik, sedangkan ukuran simbol digunakan untuk variabel tematik yang lain.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 1

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


2. Pengambilan Data Variabel Sebelum memulai membuat peta tematik, perlu diketahui terlebih dahulu informasi apa yang akan ditampilkan dan dimana informasi tersebut disimpan, apakah informasi tersebut berada dalam satu table atau berasal dari table lain. Jika data informasi yang akan ditampilkan dalam table berasal dari table yang sama maka data tersebut dapat diambil berdasarkan langkah-langkah pembuatan tematik yang ada pada dialog box. Sedangkan apabila data informasi berasal dari table lain, maka sebelumnya diperlukan membuat suatu kolom field temporer pada table tersebut melalui perintah Update Column. 3. Layer Tematik (Thematic Layer) Layer tematik yang dipisahkan dari layer pokoknya memberikan beberapa hal penting, yaitu : x Peta tematik dengan tampilan simbol bergraduasi tidak memerlukan peta dasar yang mengandung obyek titik (point), sebab tematik tersebut dibuat berdasarkan kriteria yang menyangkut type obyeknya. Oleh karena itu, peta tematik ini dapat dibuat meskipun peta dasarnya berupa region atau polyline. x Peta tematik dapat dibuat lebih dari satu untuk satu buah peta dasar (layer / table). x Layer kontrol untuk masing masing peta tematik dapat dibuat aktif / non aktif dan zoom layering untuk masing masing layer tematik dapat dibuat secara individual. Urutan layer tematik harus dibuat berdasarkan urutan tertentu khususnya pada saat ingin menampilkan beberapa peta tematik secara bersama-sama. Urutan layer tematik berurutan dari bawah ke atas pada dialog box Layer Control sebagai berikut : x Layer tematik Pie chart, bar chart, atau Simbol dengan ukuran yang bergraduasi. x Layer tematik Kerapatan titik (Dot Density). x Layer tematik kisaran nilai (ranged thematic layer), yang mana warna dan ukuran atribut digunakan pada layer ini. x Layer tematik nilai individual. x Layer utama atau layer pokok.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 2

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


Peta tematik yang dapat dibuat dengan menggunakan MapInfo adalah meliputi 6 (enam) jenis tipe tematik, yaitu : 4. Jenis Jenis Peta Tematik a. Peta Tematik Berdasarkan Data field Individual Pembuatan peta tematik yang menampilkan data individual dibuat seperti langkah di atas, namun perbedaannya adalah pada box Create Thematic Map Step 1 of 3, dipilih icon individual. Selain itu juga yang dimaksudkan dengan data individual disini adalah legend tematik yang dibuat berdasarkan nilai field dari tabel yang bersangkutan. Sebagai contoh pada table Kabupat di atas field yang tersedia adalah : Kode, Kabupaten, Propinsi, dan Pulau. Bila ingin membuat peta tematik dengan tema Kabupaten, maka legend yang dibuat adalah legend berdasarkan nama kabupaten. Demikian juga bila tema yang dibuat diklasifikasi berdasar propinsi sehingga tema yang dimunculkan adalah propinsi, meskipun data yang ada juga meliputi data kabupaten. Langkah langkah tersebut adalah sebagai berikut :
x x x x x Buka table yang dikehendaki, misal Table Kabupat Sorot Map, lalu sorot Create Thematic Map. Maka akan muncul dialog box seperti di samping. Klik Individuals, untuk menampilkan peta tematik berdasarkan kriteria data individual. Pilih Template Name, sesuai dengan yang diinginkan. Klik Next.

x Dialog box muncul, dengan konfirmasi mengenai : i Table. Pilih nama table sebagai dasar peta tematiknya. Misal Kabupat. i Field. Pilih nama field sebagai kriteria data individualnya. Misal Propinsi. Klik Next untuk menampilkan langkah selanjutnya.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 3

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


x Disini dialog box akan menunjukkan bahwa Legend peta tematik yang dibuat seperti nampak pada gambar. Bila ingin bentuk tematiknya akan dirubah dapat menggunakan icon yang ada di box Customize (Style, Legend). Klik OK. Hasil proses pembuatan tematik akan nampak seperti pada gambar berikut.

x x

b. Peta Tematik Berdasarkan Kisaran Data Field (Range) Langkah langkah untuk membuat peta tematik berdasarkan range data tersebut adalah sebagai berikut :
x x x Buka Table yang menunjukkan wilayah Kabupaten, sebagai contoh wilayah Pulau Sumatera. Buka Table yang merupakan table yang menunjukan jumlah penduduk untuk masing masing kabupaten. Disini akan dibuat peta tematik yang ingin menampilkan range jumlah penduduk di masing masing Kabupaten dengan menggunakan dua table yaitu table Wilayah Kabupaten dan table Penduduk berdasarkan Nama Kabupaten. Langkah tersebut dilakukan sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 4

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


x x Sorot Map Sorot Create Thematic Map, untuk membuat peta tematik berdasarkan kisaran nilai suatu table.

Muncul Dialog box pemilihan tipe peta tematik yang diinginkan. Klik Ranges. x Pada box Template Name, ada beberapa jenis yang dapat digunakan yaitu: x Region Range. Kisaran ditampilkan dalam bentuk suatu luasan (region). x Line Range. Kisaran nilai ditampilkan dalam bentuk tebal garis x Point Range. Kisaran nilai ditampilkan dalam bentuk titik dengan ukuran yang berbeda. x Klik Region Ranges, Solid Green, Dark Light x Pada box Preview, dimunculkan bentuk Legend kisaran nilainya. x Klik Next. Selanjutnya muncul dialog box yang meminta konfirmasi berikut : x Table. Pada box ini diminta konfirmasi mengenai Nama table yang akan dibuat peta tematiknya. Misal Table Kabupat. x Field. Box ini mempertanyakan field apa yang akan digunakan sebagai dasar pembuatan tematik. Pada kondisi default muncul field Kode. Namun data yang dibutuhkan adalah field jumlah penduduk yang mana tidak ada di Table Kabupat. Oleh karena itu klik Joint untuk mengambil field jumlah penduduk dari Table jumlah penduduk. x Pada dialog box akan muncul seperti gambar di samping. Keterangan yang dimunculkan adalah : i Table to Update : Kabupat. Diterangkan bahwa table yang digunakan sebagai dasar adalah Table Kabupat. i Karena data field diambil dari table lain, maka muncul Get Value from Table. Disini diminta konfirmasi mengenai nama table, dimana field yang dikehendaki berasal. i Calculate of . Pilih Value, yaitu nilai field yang akan digunakan dan pilih nama field yang dihendaki, disini
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 5

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


i x x dipilih Total80, yaitu jumpah populasi dari kabupaten yang bersangkutan. Lalu klik OK. Dialog box akan muncul seperti semula dengan konfirmasi yang sesuai dengan yang dikehendaki. Pada box Ignore Zeroes or Blank meminta konfirmasi apakah Nilai 0 atau kosong akan digunakan. Bila diinginkan bahwa nilai 0 atau kosong tidak ingin digunakan sebagai dasar penentuan Range tematik, maka klik kotak di depannya sehingga muncul tanda 9. Lalu klik Next. Muncul Dialog box seperti nampak pada gambar, dengan keterangan berikut : Preview. Muncul Range data tematik berdasarkan nilai jumlah penduduk. Untuk merubah nilai kriteria dapat menggunakan Box Customize yang berisi : Ranges. Kriteria Nilai kisaran dapat dirubah dengan meng-klik icon ini. Styles. Dengan icon ini bentuk dari tampilan range dapat dirubah. Legend. Icon ini digunakan untuk merubah keterangan yang ditampilkan di pada tampilan Legend. Save As. Icon ini menyimpan semua perintah yang didefinisikan untuk menyiapkan template tertentu pada pembuatan peta tematik yang bersangkutan. Hal ini akan berguna apabila di kemudian hari template tersebut akan digunakan untuk membuat peta tematik untuk wilayah lainnya (misal Kalimantan, Jawa, dll). Klik OK.

x x x i i i i

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 6

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


c. Peta Tematik Menggunakan Ukuran Simbol (Graduated) Peta tematik ini menampilkan data tentang obyek dimana data tersebut akan ditampilkan berdasarkan simbol dengan ukuran tertentu yang menunjukkan nilai data tersebut. Langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
x x x x x Buka table Kabupat dan table penduduk berdasarkan Kabupaten (Pop_Kab). Sorot Map, lalu sorot Create Thematic Map Klik Graduated. Klik Graduated Symbol Default Lalu klik Next.

Muncul Tampilan Seperti gambar di samping. Peta tematik yang akan dibuat adalah peta tematik yang menggunakan basis Table Kabupat, namun menggunakan table Pop_Kab. Langkahnya adalah : x Pilih Table Kabupat. x Pada box Field klik Join. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai field dari table lain. x Pada box Get Value from Table, pilih table data yang akan digunakan sebagai data tematiknya (Pop_Kab). x Lalu klik Join, yaitu untuk menetapkan kriteria penggabungan data table. x Maka akan muncul

Box Specify Join, dimana : x Where. Pilih field yang merupakan basis peta tematik tersebut. Disini Field Kabupaten yang dipilih x Matches. Pilih field yang bersesuaian dengan nama field tersebut di atas. Disini dipilih field Nama. x Pilih Contains, yang menetapkan bahwa Field tersebut berada dalam obyek Table dasarnya (Kabupat). Lalu klik OK.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 7

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


Tampilan akan muncul seperti sebelumnya. x Pilih field data yang akan digunakan pada box Calculate Value. Misal Total80. x Lalu klik OK.

Muncul tampilan yang menunjukkan bentuk tematiknya. Disini bentuk dan warna tampilan serta ukurannya dapat dirubah dengan meng-klik Setting. Sedangkan untuk merubah keterangannya dapat diklik Legend. Lalu klik OK. Tampilan peta tematik yang ditampilkan adalah wilayah kabupaten dengan jumlah penduduk berdasarkan simbol dengan ukuran yang bergraduasi sesuai dengan nilai legendnya.

d. Peta Tematik berdasarkan Tampilan Kerapatan Titik (Dot Density) Peta tematik ini adalah peta yang menampilkan data suatu obyek yang ditampilkan berupa titik. Titik titik tersebut merepresentasikan nilai tertentu, sehingga nilai suatu obyek akan ditampilkan sesuai dengan kelipatan dari nilai titik tersebut. Makin banyak dan rapat jumlah titiknya, maka nilainya semakin besar. Langkah langkah untuk membuat peta tematik berdasarkan jumlah titik adalah sebagai berikut :
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 8

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


Buka table seperti tersebut di atas. Lakukan langkah langkah seperti tersebut di atas. Lalu : x Klik Dot Density. x Lalu klik Dot Density Default. x Klik Next.

Pada dialog box ini ditampilkan keterangan bahwa nilai untuk sebuah titik mewakili nilai 36,000. Bila ingin merubah nilai tersebut dapat digunakan perintah pada icon Setting. Demikian juga untuk keterangan legend dapat digunakan icon Legend. Lalu klik OK.

e. Peta Tematik berupa Pie Chart Peta tematik ini adalah peta yang menampilkan data obyek yang dilengkapi dengan pie chart untuk masing-masing obyek. Pie chart didasarkan pada nilai yang ada di field obyek yang bersangkutan atau obyek lain. Langkah langkah yang ditempuh untuk membuat peta tematik dengan cara ini adalah sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 9

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


Lakukan langkah langkah seperti pembuatan tematik sebelumnya. Lalu pada dialog box Create Thematic Map, lakukan hal berikut : x Klik Pie Chart x Klik Pie Chart Defaut, atau dapat dipilih yang lain sesuai dengan yang dikehendaki. x Lalu klik Next. Pada box Table, Pilih table basis peta tematik yang akan digunakan (Kabupat). x Pada Fields from TABLE. Pilih field yang akan digunakan. Bila field yang akan digunakan berada pada table Kabupat, maka klik field tersebut lalu klik Add untuk memindahkan obyek tersebut ke box Fields for Pie/Bar Chart. Sedangkan bila field yang dibutuhkan berada di table lain, maka klik Join untuk menghubungkan dengan table lain. x Lalu klik Next. Dialog box akan menampilkan bentuk tematiknya seperti gambar di samping. Bila ingin merubahnya dapat digunakan icon Styles dan Legend. Lalu klik OK. Tampilan peta tematik dengan pie chart akan nampak seperti pada gambar. x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 10

Modul 11

Peta Tematik menggunakan Atribut Data Layer


e. Peta Tematik berupa Bar Chart Peta tematik ini mirip dengan tematik dengan tampilan pie chart, namun obyek yang ditampilkan adalah berupa grafik batang (bar chart). Langkah langkah yang dilakukan sama dengan langkah pada pembuatan pie chart tersebut di atas, namun tematik yang dipilih adalah Bar Chart.

Peta tematik yang dihasilkan adalah seperti pada gambar berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 11 - 11

Modul 12

Analisa Layer dengan Query dan SQL Query


Query adalah sarana yang ada di dalam suatu sistem database, dimana pengguna dapat melakukan pemilihan obyek (record) dari satu table atau lebih menggunakan kriteria tertentu terhadap obyek (record) atau field obyeknya. Hasil query dapat dilihat sebagai tampilan peta (map), tabular (browser) maupun grafik. Query dapat dilakukan bila table yang bersangkutan telah dibuka. Query dibedakan menjadi 2 (dua) jenis perintah, yaitu Query dan SQL Query. Untuk melakukan query obyek table, perlu diperhatikan hal-hal berikut : x x x x x Menentukan table mana yang akan dilakukan query Menentukan field mana yang akan digunakan sebagai kriteria query Memformulasikan kriteria query berikut syarat-syaratnya (condition) Mengelompokkan berdasarkan kolom untuk menetapkan sub totalnya Menetapkan urutan field hasil query

A. Query sederhana
Query jenis ini adalah perintah untuk memilih obyek menurut kriteria tertentu terhadap satu table saja (Select). Caranya adalah klik Menu Query Select, lalu akan muncul :
x x Pada Select Records from Table, pilih table Landuse, dimana akan dilakukan query dengan kriteria tertentu. That Satisfy, tuliskan ekspresi query atau gunakan Assist untuk menampilkan expression dialog Jenis_Lahan= Hutan And Luas_Lahan_km2 > 20 (artinya ingin didapatkan informasi berikut arealnya mengenai jenis lahan yang berupa Hutan dimana luasnya lebih besar dari 20 km2). Store result in Table : Selection (simpan nama hasil query dengan nama selection atau nama lain yang dikehendaki). Jika hasil disimpan menggunakan nama selection, maka hasil query akan disimpan sebagai Query1, query2, dst. Sort Result by Column : None (urutkan hasil query berdasarkan nama field tertentu atau None jika tidak perlu diurutkan). Browse Results : bila diinginkan hasil query dalam bentuk tabular, maka beri tanda 9 untuk membrowse hasilnya, kalo tanpa 9 berarti hasil tidak dibrowse.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 12 - 1

Modul 12

Analisa Layer dengan Query dan SQL Query


Maka obyek yang terpilih berdasarkan kriteria tersebut akan ditampilkan pada layar tampilan seperti tampak pada gambar di samping.

Terpilih

Contoh Perintah Query terhadap Table Sungai


x x Buka Table yang ingin dilakukan perintah Query, misal Table Sungai seperti nampak pada gambar. Klik Query Select, untuk memulai perintah Query, maka akan muncul dialog box seperti pada gambar di bawah.

x x

x x x x x x

Select Records from Table : Sungai (nama Table yang akan diquery) That Satisfy : Ekspresi dari query, misal obyek yang diquery adalah sungai yang mempunyai nama K. Gajahwong Store Result in Table : Tuliskan nama hasil query, misal Gajahwong Sort Result by Column : Hasil pemilihan tidak akan diurutkan menurut urutan tertentu (None) Browse Result : Hasil tidak perlu dibrowse (tanpa 9) Hasil query akan dihighlight seperti pada gambar di samping. Terlihat bahwa yang terpilih adalah hanya obyek tertentu (sungai dengan nama K. Gajahwong) Hasil query ini dapat disimpan sebagai Table tersendiri dengan nama sesuai hasil query menggunakan perintah File Save Query. File tersebut dapat dibuka secara independent, tanpa perlu membuka table Sungai. Namun file tersebut tidak dapat dibuka jika Table sungai dihapus, dpindahkan, atau diganti namanya.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 12 - 2

Modul 12

Analisa Layer dengan Query dan SQL Query


x x x x x x Cara melakukan overlay adalah : Klik Map Layer Control Add, lalu akan muncul dialog box seperti disamping Pilih layer yang akan diovelay, misal hasil query (Gajahwong) Klik Add. Urutan layer adalah layer Gajahwong ditempatkan di atas layer Sungai Sorot layer Gajahwong, lalu klik Display untuk merubah tampilan obyeknya (jenis garis, warna, dan tebal garis) Lalu sorot Label, untuk menampilkan label untuk obyeknya

Hasil overlay obyeknya akan tampak seperti gambar di samping

B. SQL Query
Query menggunakan bahasa SQL (bahasa standar Database) berbeda dengan yang ada di dalam Query sederhana. Disini diperlukan pemahaman bahasa program untuk melaksanakan keperluan tersebut. Oleh karena itu query menggunakan SQL dapat dilakukan setelah mempelajari dahulu bahasa SQL. Sebagai contoh bahasa SQL digunakan untuk mendapatkan informasi menyangkut suatu pertanyaan berikut :

DPS mana saja yang berada di satu wilayah Kabupaten dan tidak melintas di Kabupaten lain ?
Informasi yang dapat diberikan menggunakan SQL Query adalah sebagai berikut : Klik Query SQL
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 12 - 3

Modul 12

Analisa Layer dengan Query dan SQL Query


Akan muncul tampilan sebagai berikut :

fungsi-fungsi yang dapat digunakan untuk membentuk perintah SQL adalah : Operator Aggregates Functions

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 12 - 4

Modul 12

Analisa Layer dengan Query dan SQL Query


cara yang dilakukan adalah : i Buka file (Table) yang merepresentasikan DPS (Rivbasin.obj) dan file Table Wilayah Kabupaten (Kabupat.obj) i Buat perintah SQL sebagai berikut : Rivbasin.Obj Entirely Within Kabupat.Obj Artinya obyek DPS terletak sepenuhnya di dalam obyek wilayah Kabupaten Dimana Entirely Within mengekspresikan bahwa obyek-obyek mana saja (titik (simbol), garis atau luasan) yang terletak seluruhnya di dalam obyek (Region) Kabupaten. Perintah ini akan mengabaikan semua obyek yang tidak terletak sepenuhnya di wilayah obyek yang bersangkutan. Selain itu juga dapat ditambah kriteria lain dengan menambahkan suatu expression And untuk kriteria lain misalnya berada di Kabupaten Magelang, sehingga perintah SQL-nya adalah sebagai berikut : Rivbasin.Obj Entirely Within Kabupat.Obj And Kabupat.Name = Magelang Bila hasil DPS yang terpilih memunyai luas lebih besar dari 100 km2, maka perintah SQL-nya ditulis sebagai berikut : Rivbasin.Obj Entirely Within Kabupat.Obj And Kabupat.Name = Magelang And Rivbasin.Luas > 100

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 12 - 5

Modul 13

Penyiapan data Tabular dan Legenda


A. Data Tabular (browse) Table
Data tabular sebagai data field dari obyek (record) table MapInfo dapat ditampilkan secara utuh sesuai dengan urutan field yang dibentuk untuk pertama kali. Namun demikian Nama field dan urutannya dapat dirubah secara temporer untuk keperluan laporan atau pencetakan sesuai dengan yang dikehendaki asalkan tidak merubah tipe datanya. Data tabular ini dapat dicetak tersendiri, atau bersamasama dengan tampilan Map / Graph di dalam Layout atau ditransfer ke format lain. Sebagai contoh, ingin ditampilkan data tabular dari table Bendung berikut :
x x x x x x x x x x x x Buka Table yang dikehendaki, misal Bendung dan Sungai seperti tampak pada gambar di samping Dari tampilan Map tersebut, yang terlihat adalah data obyek spatial sebagai record, sementara data field obyeknya tidak diperlihatkan secara utuh Untuk melihat data field secara tabular : klik Map New Browser Windows Lalu akan muncul tampilan berikut Dialog box yang berisi daftar table yang telah dibuka Pilih Table yang akan ditampilkan secara tabular dengan cara : Sorot Nama Table (misal Bendung) klik OK Tampilan data tabular table bendung tampak seperti pada gambar disamping. Nama field sebagai header tabel Masing-masing obyek (record) disusun secara row-wise (menurut baris) Field record ditampilkan semua Untuk menampilkan beberapa field terpilih, lakukan Sorot Browse Pick Field, akan muncul dialog box Pada saat awal, semua field ditampilkan di dalam Browse sehingga Field in Table dan Columns in Browse isinya sama. Untuk memilih atau mengurangi jumlah field yang akan ditampilkan di dalam browse (tabel), maka sorot nama Field yang ada di kotak kanan (Columns in Browse), lalu klik Remove. Untuk mengatur urutan field di browse, gunakan tombol Up /Down.

x x

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 13 - 1

Modul 13

Penyiapan data Tabular dan Legenda


x Misalkan hanya field tertentu (ID, Nama, Intake, Sungai, Lokasi, Luas_ha) dengan menyorot field lain yang tidak diperlukan lalu klik Remove seperti tampak pada gambar disamping. Perintah Remove field lain bukan berarti menghapus field yang ada di table, namun lebih diartikan sebagai menyembunyikan field yang tidak dikehendaki untuk ditampilkan di layar Klik OK Tampilan browser akan tampak seperti pada gambar di samping ini dengan field-field tertentu saja yang tampak sementara field yang lain disembunyikan.

x x

x x

x x

Terkadang dijumpai nama field yang digunakan sebagai header tidak informatif sebagai akibat persyaratan yang harus dipenuhi saat membentuk field untuk table baru. Field tersebut dapat dirubah sesuai dengan yang dikehendaki termasuk menggunakan karakter yang tidak diperbolehkan saat membuat table baru seperti spasi, tanda kurung, special character dan sebagainya. Caranya sorot field yang ada di Columns in Browse, misal ID Lalu di kotak Edit Browser Column, perubahan nama field dilakukan di dalam kotak Name, sementara kotak Expression digunakan untuk mengisi field yang bersangkutan. ID No Nama Nama bendung Intake Jml Intake Sungai Sungai Lokasi Lokasi Luas_ha Luas (ha) Klik OK Tampilan data tabular di browser akan tampak seperti berikut

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 13 - 2

Modul 13

Penyiapan data Tabular dan Legenda


x Nama field sebagai header sudah berbeda dengan tampilan sebelumnya.

Data tabular tersebut dapat ditampilkan bersama-sama dengan tampilan Map di dalam Layout yang digunakan sebagai sarana untuk memberikan informasi detail menyangkut obyek yang ada di Map (dijelaskan lebih detail di dalam Modul 14 Layout dan Pencetakan Peta).

B. Legenda
Legenda atau keterangan obyek (record) tampilan Map sangat diperlukan di dalam mencetak suatu peta. Semua tampilan obyek yang ada di peta baik bentuk, warna maupun ukuran dapat dibuat legendanya secara spesifik. Selain itu juga legenda dapat dibuat berdasarkan data field obyek yang bersangkutan. Langkah-langkah pembuatan legenda dilakukan sebagai berikut :
x x x x x x x x Klik Map Create Legend Muncul dialog box seperti disamping Layer : Nama nama Layer yang tidak dibuat legend-nya Legend Frame : Nama layer yang akan dibuat legendnya Up / Down : Mengatur urutan legend yag akan dibuat Add / Remove : menambah / mengurangi legend Klik Next

Legend Properties i Window Title : Nama judul window untuk legend i Scroll Bars : memunculkan scroll bar pada window i Portrait / Landscape : Posisi yang diinginkan untuk legend x Legend Frame Defaults i Title Pattern : heading masing-masing obyek legend (# : nama layer) i Style Name Pattern : nama jenis obyek (% : line / region) i Jenis Huruf untuk masing-masing i Border Style : Jenis, ukuran, & warna garis pembatas.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 13 - 3

Modul 13

Penyiapan data Tabular dan Legenda


x x x Legend Frame : Nama Layer pembentuk legend Title : heading untuk masing-masing obyek legend Styles from : Style untuk pattern diambil dari : i Unique map styles : Sesuai dengan yang ditampilkan pada Map window i Unique values in column : Sesuai dengan data value field obyek x Label styles with : labelling style menggunakan : Style pattern atau field valuenya. x x x Hasil pembuatan legend seperti tampak pada gambar di samping Title Styles from unique map styles / Label styles with style pattern

x x x x

Untuk merubah teks masing-masing legend, klik masingmasing legend menjadi selectable Klik Legend Properties, maka akan muncul dialog box seperti gambar disamping atau double klik untuk legend yang bersangkutan Title : mengedit teks masing-masing heading layer Style : mengedit teks style obyek legend, dengan mengetiknya di kotak Edit selected text here.

Untuk merubah nama window Legend, legend harus terbebas dari selectable. Lalu Klik Legend Window Properties x Window Title : Tuliskan nama legend window yang dikehendaki Hasl editing window legend adalah sebagai berikut (berbeda dengan legend awal hasil default program)

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 13 - 4

Modul 13

Penyiapan data Tabular dan Legenda


Legend window bisa ditampilkan bersama-sama dengan tampilan Map yang disusun di layout untuk keperluan pencetakan

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 13 - 5

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


GIS sebagai bagian dari sistem informasi, maka salah satu hasil dari analisa datanya harus dapat dicetak menggunakan printer / plotter. Pencetakan hasil proses GIS menggunakan MapInfo dapat dilakukan pada semua jenis tampilan (window seperti Map window, Browser window, Graph Window, maupun Layout window. Namun untuk keleluasaan pencetakan bak setting cetakan (printout), Skala, dan atribut lain maka disarankan tampilan MapInfo yang dapat dicetak adalah yang jenis Layout Window. Hal ini dikarenakan Layout window dipersiapkan oleh MapInfo untuk keperluan tersebut di atas, sementara tampilan lainnya dipersiapkan untuk kebutuhan lain yang lebih spesifik di luar kebutuhan pencetakan. Pencetakan dapat dilakukan menggunakan printer baik jenis laser maupun kelas inkjet / deskjet. Jenis media (atau kertas) yang dapat digunakan juga bervariasi tergantung dari jens printernya.

A. Layout
Seperti dijelaskan secara umum di atas, Layout window pada MapInfo digunakan untuk mengorganisasikan beberapa jenis tampilan dan disatukan di dalam satu lembar media (kertas) dan sekaligus akan dicetak menggunakan media pencetakan (printer / plotter). Di dalam Layout window, semua tampilan window lainnya dapat disatukan menjadi satu lembar. Untuk membuat Layout, langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : Klik Window New Layout Window Seperti pada gambar berikut.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 1

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


Setelah itu akan muncul berikut :
x x x Pilihan untuk memilih jenis tampilan window yang telah dibuka di dalam MapInfo. Tampilan windows yang dapat dipilih akan diperlihatkan di dalam pulldown menu. Pilihan untuk menampilkan semua tampilan windows Pilihan untuk manampilkan Layout tanpa tampilan windows

x x

Tampilan Layout akan ditampilkan secara default seperti gambar di samping. Ukuran kotak dapat diatur dengan menempatkan cursor pada salah satu sudut kotak, lalu dengan tetap menahan tombol mouse kiri sambil digerakkan menurut yang dikehendaki. Sementara bila cursor ditempatkan di dalam kotak, maka kotak akan dipindahkan saja tidak dirubah bentuknya maupun ukurannya. Untuk menampilkan Layout window bersama-sama dengan tampilan window lainnya (Map, Browser, Graph, dan lain-lain), klik Window Tile Window Tampilan akan terlihat seperti pada gambar berikutnya

x x x x

Tampilan Layout Tampilan Browser Bendung Tampilan Browser Stasiun Curah Hujan Tampilan Map Window yang berisi Table Sungai, Sungai_cosm, Rainfall, dan Bendung

Dengan me-minimize Browser window, lalu melakukan Tile Window lagi, maka tampilan akan tampak seperti pada gambar disamping (hanya Layout dan Map window). x Frame Layout (bisa terdiri dari beberapa frame dalam satu Layout)

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 2

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


Pada saat Layout aktif (warna window barnya terang), maka pada menu barnya akan muncul Layout. Bila diklik lalu klik Options maka akan muncul tampilan seperti pada gambar di samping Layout Display Options). x Menampilkan Rulers Layout x Menampilkan page break untuk satu lembar Layout yang terdiri dari beberapa lembar kertas (media) x Menampilkan Layout selalu ditampakkan meskipun sedang aktif pada tampilan window lainnya (misal Map window) x Layout tidak ditampakkan (hanya warna biru) bilamana sedang tidak aktif x Layout tidak akan ditampakkan x Jumlah embar yang diperlukan untuk mencetak satu lembar Layout, kalau Width 1 page dan Height 1 page berarti lembar kertas yang diperlukan adalah sebanyak 1 lembar (jumlah perkalian dari width dengan height). Untuk menampilkan Layout ada beberapa pilihan x Merubah ukuran zoom Layout window x Menampilkan obyek pada Layout hingga ukuran di display nanti akan sama dengan yang akan dicetak di printer x Menampilkan Layout secara keseluruhan dalam satu lembar (meskipun dicetak dalam beberapa lembar kertas) x Menampilkan layout seperti pada tampilan sebelumnya x Menampilkan urutan frame masing-masing tampilan window apakah ditempatkan di atas (Front) atau dibawahnya (Back) x Mengatur tampilan batas layout relatif terhadap margin kertas x Membuat batas layout berupa shadows (bayang-bayang) x Seperti yang dijelaskan sebelumnya (Layout Display Option) Bila kotak frame pada Layout window didouble klik maka akan muncul dialog box Frame Object seperti gambar di samping. x Jenis tampilan window yang ada di dalam frame x Batasan koordinat masing-masing frame x Skala Frame terhadap obyek yang ada di Map window (Skala Peta) x Perintah untuk memasukkan kandungan data tampilan window (Map, browser, graph, legend, dll) di dalam masing-masing frame

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 3

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


Contoh Layout yang dapat dibuat dimana berisi data-data berikut : x Table (bendung, batas balai, stasiun curah hujan, sungai, grid) x Frame Tampilan Map (bendung, batas balai Stasiun curah hujan, sungai, bendung dan grid) x Frame browser (Bendung dan stasiun curah hujan) x Frame Legenda x Cosmetic Layer (Skala garis) x Keterangan di layout (Contoh Layout, Arah Utara) Pada gambar obyek yang berada di luar Balai tidak diperlihatkan tidak seperti pada gambar sebelumnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan perintah Clip Region.

Perintah Clip Region dilakukan untuk menampilkan obyek layer pada batasan tertentu (misal batas wilayah balai) sehingga meskipun cakupan obyek melebihi batasan tersebut tampilan Map akan membatasinya (clipping). Harap diingat bahwa perintah ini tdak berarti menghapus obyek yang berada diluarnya, obyek masih tetap ada hanya tidak ditampilkan. Untuk melakukan perintah Clip Region dapat dilakukan sebagai berikut :
x Pastikan dahulu bahwa obyek yang akan ditampilkan sudah dalam bentuk final (tematik, labeling, cosmetic layer, dan sebagainya) Tetapkan batasan obyek apa yang akan digunakan untuk membatasi tampilan obyek (obyek pembatas harus berupa luasan / region / polygon) dan harus berupa satu obyek saja tidak boleh lebih. Select (klik) obyek pembatas tersebut hingga akan terlihat selectable, lalu lakukan perintah seperti tampak pada gambar samping MapInfo akan melakukan proses Clip, dimana lama proses akan tergantung dari kompleksitas obyek yang ada di tampilan Map window (makin kompleks makin lama) Ada cara lain yang bisa digunakan untuk melakukan Clip tampilan Window, yaitu menggunakan cosmetic layer untuk membuat suatu luasan / region / polygon tanpa garis batas dan warnanya adalah sama dengan background Map. Kalau diinginkan batasan yang bersifat luwes, maka cosmetic layer tersebut dapat dirubah menjadi suatu layer baru dengan menggunakan perintah seperti disamping

Klik Map Clip Region

x x

Map Save Cosmetic Objects

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 4

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


Buat editable untuk cosmetic layer Buat polygon / luasan dengan cara membuat trace melalui batasan obyek yang akan digunakan untuk mengclip obyek Map. x Ubah properties polygon baik untuk fill maupun garis batasnya. Fill dibuat sesuai dengan warna background Map sementara garis batas tidak ditampilkan (None) Obyek Map akan ditampilkan seperti pada gambar di samping. Bilamana dikehendaki agar garis batas Balai tidak tampak seperti terpotong, maka sebaiknya cosmetic layer tersebut ditransfer sebagai layer tertentu menggunakan Map Save Cosmetic Objects. Data layer tersebut kemudian diatur urutannya agar berada di bawah Layer Batas Balai x x

B. Komponen Tampilan pada Layout


Komponen yang ada di dalam layout seperti pada gambar di bawah ini
x x Map window (bisa beberapa Map window sekaligus) Cosmetic Layer Map window i Grid i Skala i Label Browser Window (bisa beberapa Browser window sekaligus) Graph Window (bisa beberapa Graph window sekaligus) Legend window (bisa beberapa Legend window sekaligus) Cosmetic Layout Window i Title / keterangan i Keterangan Arah Utara

x x x x

Dari jenis tampilan yang digunakan untuk menyusun Layout tersebut di atas, ada beberapa yang perlu dijelaskan disini yaitu Pembuatan Grid, pembuatan Skala, Pembuatan title / keterangan dan pembuatan arah utara.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 5

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


1. Pembuatan Grid Grid pada tampilan Map window dibuat menggunakan MapBasic Application yang sudah dibuat dalam bentuk Tool di MapInfo. Caranya adalah sebagai berikut :
Untuk membuat Grid, pastikan bahwa Map window dalam keadaan aktif sebab Grid akan dibuat sebagai layer tersendiri. Klik Tools GridMaker Create Grid Akan muncul dialog box berikut : x Jenis Grid yang akan dibuat apakah dalam bentuk region atau sebagai Polyline x Melakukan perubahan Style obyek Grid baik untuk obyek berupa Regions atau Polylines. x Jarak spasi antar Grid baik dalam ukuran Derajat (Degree) atau Meter x Batas koordinat yang akan digunakan untuk membuat Grid baik untuk batasan Utara (North), Selatan (South), Timur (East) maupun Barat (West) x Membulatkan jarak spasi Grid yang dibuat ke Grid yang terdekat x Menetapkan jenis Proyeksi peta yang digunakan sebagai referensi Grid yang bersangkutan x Menetapkan jumlah titik tiap bidang Grid Selain itu juga pembuatan Grid dapat dilakukan juga dengan meng-klik icon pada Toolbar seperti pada gambar di samping, maka akan muncul tanda + untuk menetapkan batas Extent yang ditetapkan secara langsung pada tampilan Map Window. Sehingga nilai pada Extent akan diisi secara otomatis sesuai dengan pada saat klik di tampilan. Selanjutnya akan muncul sama dengan dialog box di atas, namun nilai Extent sudah diisi sesuai dengan posisi dimana klik dilakukan di Map window. Hasilnya akan tampak seperti pada gambar di samping

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 6

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


Bila icon Info diklik pada obyek Grid tersebut, maka field pada obyek Grid yang menggunakan jenis region akan tampak seperti pada gambar samping

Sementara untuk Grid yang menggunakan obyek berupa polyline dengan sistem proyeksi Latitude / longitude akan mempunyai field dan isiannya berbeda dengan yang jenis pertama dengan satuan dalam derajat (degree). Sedangkan bila sistem proyeksinya menggunakan Universal Transverse Mercator (UTM), maka akan mempunyai isian seperti pada gambar di samping (satuan seharusnya dalam meter bukan derajat (degree))

2. Pembuatan Skala Pembuatan skala garis pada peta dapat dibuat secara otomatis menggunakan perintah MapBasic Application yang disediakan oleh MapInfo. Untuk membuat skala garis tersebut dilakukan sebagai berikut : Klik Tools Scalebar Draw Scalebar
x x x x x x x Panjang skala di peta (tampilan Map Window) Satuan yang digunakan untuk panjang Perintah untuk mengkonversi panjang sesuai yang diakibatkan oleh kelengkungan bumi Jenis, ukurandan warna teks yang digunakan Jenis region, warna untuk skala garis Klik OK Selanjutnya tempatkan dengan mengklik pada Map window untuk menempatkan skala garis tersebut

Skala garis untuk peta yang ditampilkan di dalam Map Window akan dibuat seperti pada gambar di samping

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 7

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


3. Penulisan Judul atau Keterangan Layout Seperti dijelaskan di muka, penulisan teks untuk keperluan agar layout menjadi informatif tidak semata-mata hanya berdasarkan informasi yang tersedia di dalam field tiap layer. Teks terkadang perlu dituliskan secara tersendiri di luar layer yang ada. Namun demikian penulisan teks tersebut harus dilakukan di dalam Layout window bukan di dalam Map window. Penulisan teks dapat dilakukan menggunakan perintah Text dengan meng-klik icon yang ada di dalam menu toolbar yaitu untuk memulai penulisan teks dan untuk memilih jenis font (huruf), ukuran huruf, warna huruf dan style teks yang dikehendaki. (penjelasan secara lengkap dapat dilihat di Modul 7 Penggambaran Layer hal 6 7) 3. Pembuatan Symbol Arah Utara Arah utara sebagai simbol untuk orientasi peta dapat menggunakan library symbol yang telah tersedia di dalam MapInfo. Penulisan symbol arah utara dapat dibuat baik di dalam Map window maupun Layout window. Namun perlu diperhatikan di sini jika simbol arah utara yang dibuat di dalam Map window harus pada saat cosmetic layer sedang aktif (editable). Hal ini untuk menghindari agar simbol arah utara tidak dianggap sebagai obyek di dalam layer tertentu dan diproses sebagai obyek database. Pembuatan arah utara dapat dilakukan menggunakan icon symbol di dalam menu toolbar yaitu untuk memulai penulisan simbol dan untuk mengeset jenis simbol yang akan digunakan. Simbol arah utara yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 8

Modul 14

Layout dan Pencetakan Peta


untuk membuat simbol, maka jenis font yang dgunakan adalah MapInfo Arrows yang memberikan pilihan 11 (sebelas) jenis bentuk simbol arah utara. Untuk simbol arah utara di luar pilihan tersebut, maka diperlukan pembuatan simbol tersendiri menggunakan kemampuan kreativitas operatornya.

C. Pencetakan
Hasil layout window dapat dicetak menggunakan berbagai jenis printer / plotter baik tipe laser maupun deskjet / inkjet. Printer jenis dot matrix tidak dapat digunakan untuk mencetak hasil layout. Pencetakan layout dapat dilakukan menggunakan berbagai jenis media baik kertas, kalkir, plastik transparansi dan kertas film. Dengan menggunakan plotter (misal jenis HP Designjet500) hasil cetakan dapat dilakukan hingga ukuran A0.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 14 - 9

Modul 15

Export & Transfer data MapInfo ke Format Lain


Data table MapInfo dapat dieksport ke format lain dan selanjutnay dibaca dengan menggunakan perangkat lunak lain (misal Paintshop, Coreldraw, insert ke Word / Excel, dll). Untuk keperluan tersebut dapat digunakan fasilitas Export pada menu Table. Selain itu juga tampilan window dari MapInfo (Map, Browser, Graph, dan Layout) juga dapat ditansfer ke bitmap file dalam berbagai format.

A. Export Data Table ke Format Lain


Table MapInfo yang terdiri dari minimum empat file dapat dieksport menjadi satu file untuk dapat dibaca menggunakan perangkat lunak lain seperti Database (dBase, Foxpro, Ms Access, dll), Text Editor (Notepad, Ms Editor, dll), drawing (AutoCAD, dll), dan Mapnfo Interchange Format ( untuk dibaca di ArcView, AutoCAD Map, ER Mapper, dll). Cara melakukan export data table MapInfo dilakukan dengan meng-klik : Menu Table Export Seperti ditunjukkan dalam langkah berikut :
Export ke MapInfo Interchange Format (MIF) untuk dibaca di perangkat lunak GIS lain seperti ArcView, AutoCAD Maps, ER Mapper, dll. Hasil export ini berupa data spatial berikut data atributnya (field) masing-masing obyek

Export ke Txt file (ASCII) agar dapat dibaca di format Spreadsheet, word processor, text editor, dan lain lain. Hasil; export ini hanya berupa data tekstual yang berupa table tanpa data spatial, dimana : x Delimiter; character pembatas antara data field yang satu dengan yang lain, dimana dapat berupa : i Tab : spasi tertentu yang seragam i Other : koma, spasi, titik-koma, dan lain lain x File Character Set : Compatibilitas character x Use First Line for Column Titles : Menggunakan baris pertama sebagai heading / judul (titles)

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 15 - 1

Modul 15

Export & Transfer data MapInfo ke Format Lain


Format DBF diperlukan untuk digunakan dalam perangkat lunak database seperti Visual dBase, Ms Access, Foxpro, atau spreadsheet. File Character Set digunakan agar hasil export dapat dibaca menggunakan jenis character lain seperti Cyrilic, Arabic, Chinese, dan lain lain Format DXF digunakan agar data table MapInfo dapat dibaca menggunakan perangkat lunak Design (CAD / CAM) seperti AutoCAD, dan lain lain. Format export yang dapat dilakukan meliputi : x Preserve Multi-Polygon Regions as DXF Blocks : Obyek berupa luasan akan ditetapkan sebagai satu kesatuan obyek (Block) x Preserve Attribute Data : Data field diikutkan sebagai data x ASCII DXF File / Binary DXF File : Format data dapat dipilih baik apakah berupa data ASCII atau binary x Number of Decimal Places : Angka ketelitian hasil export berupa jumlah angka decimal. x Export file compliant with AutoCAD version (12 / 13): hasil export DXF menggunakan format AutoCAD ver 12 atau 13. x Set Transformation : Menetapkan konversi koordinat dari Table MapInfo ke AutoCAD.

Contoh File Export dengan format MIF

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 15 - 2

Modul 15

Export & Transfer data MapInfo ke Format Lain


Contoh File Export dengan format TXT

Contoh File Export dengan format DBF

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 15 - 3

Modul 15

Export & Transfer data MapInfo ke Format Lain


Contoh File Export dengan format DXF

B. Export Data dalam Format Bitmap (Raster)


Data table MapInfo yang telah dibuka, tampilannya dapat berupa Map Window, Browser Window (Tabular), Graph Window (grafik), dan Layout Window. Masing-masing tampilan tersebut dapat diexport dan dibaca menggunakan perangkat lunak image processing seperti (Corel Draw, Paint Shop Pro, Microsoft Photo Editor, Paint Brush, dan lain lain). Format hasil export juga dapat dipilih sesuai dengan yang dikehendaki. Extension yang dapat digunakan untuk menampung hasil export bitmap ini antara lain *.bmp (bitmap), *.wmf (metafile), *.jpg (JPEG File Interchange Format), *.png (portable network graphic), dan *.tif (Tagged Image File). Cara melakukan transfer data Tampilan window MapInfo adalah sebagai berikut : Klik File Save Window As
Image Size, ukuran raster yang akan dibuat, dimana ada dua pilihan, yaitu : x Same as Window : Ukuran yang dibuat sama dengan hasil setting yang dibuat menggunakan printer tertentu x Custom Size : Ukuran raster dapat dibuat sesuai dengan yang dikehendaki yang berbeda dengan defaultnya. x Klik Save.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 15 - 4

Modul 15

Export & Transfer data MapInfo ke Format Lain


Setelah tombol Save diklik, maka akan muncul dialog box seperti pada gambar di samping. x File Name : Nama file hasil export data raster x Save as type : jenis extension yang akan digunakan (bitmap, wmf, jpg, png, dan tif)

Contoh File hasil Save Window as Bitmap

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 15 - 5

Modul 16

Jaringan Komputer GIS / Database


Jaringan komputer sebagai salah satu sistem pendukung pengelolaan GIS / Database pada umumnya menggunakan LAN (Local Area Network), dimana antara satu komputer dengan komputer lainnya saling terhubung dan dapat berbagi resources. LAN dibangun dengan maksud agar database yang ada di balai tidak hanya berada di salah satu komputer saja namun tersebar di beberapa komputer. Dengan demikian database dapat diakses dari setiap komputer yang terhubung di dalam jaringan namun dengan jenis akses yang dibedakan tergantung dari kepentingan penggunanya. Dengan demikian proses updating database dapat dilakukan menggunakan setiap komputer yang ada tanpa perlu menggunakan komputer dimana database tersebut tersimpan. Akses database dibedakan menjadi dua, yaitu akses membaca dan akses membaca dan menulis. Akses pertama adalah dimaksudkan agar pengguna yang tidak mempunyai kewenangan untuk mengubah data hanya dapat membuka dan melihat kandungan database sekaligus juga melakukan proses query database. Sementara untuk akses jenis kedua dimaksudkan agar operator yang bertanggung jawab atas kandungan database berikut updatingnya dapat melakukan tugasnya dengan cara memasukkan password tertentu agar diijinkan untuk merubah kandungan database. Cara ini dilakukan bilamana sistem LAN yang ada berupa peer to peer tanpa menggunakan server dan sistem operasi jaringan tertentu (hanya menggunakan fasilitas windows). Kelemahan sistem ini adalah komputer yang berisi database tersebut harus selalu hidup (turn on) bilamana akan diakses dari komputer lain. Selain itu juga pengguna yang menggunakan komputer yang berisi database yang bersangkutan akan terbebas dari aturan itu sehingga yang bersangkutan dapat secara leluasa merubah kandungan database tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut idealnya semua database disimpan di dalam satu server sehingga kontrol terhadap keamanan database akan menjadi lebih terjamin, sementara operating system jaringan dapat menggunakan Linux, Windows NT atau Novel Netware. Hal ini dimaksudkan agar setiap pengguna komputer diharuskan menggunakan login masing-masing, dimana pengguna tersebut akan dibatasi akses ke server tergantung dari kewenangan yang diberikan oleh administrator jaringan.

A. Topologi Jaringan
Sistem jaringan komputer yang dikembangkan untuk integrated GIS / Database adalah menggunakan topologi bus, dimana masing-masing komputer terhubung ke hub controller sebagai pengendali sistem dan sharing baik data maupun peralatan (resources).
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 16 - 1

Modul 16

Jaringan Komputer GIS / Database

IBM C o mpati ble

IBM C o mpati ble

IBM C o mpati ble

IBM C o mpati ble

IBM C o mpati ble

IBM C o mpati ble

Hub
IBM C o mpati ble

SERVER

B. Hub Controller
Peralatan pengendali lalu lintas data dan penggunaan peralatan (printer, plotter, dll) antar komputer menggunakan Hub controller (lihat gambar). Jenis jenis hub ada beberapa macam tergantung dari jumlah port komputer yang akan disambungkan.

Jumlah port bervariasi mulai dari 6, 12 , 18 hingga 24. Bilamana jumlah komputer yang akan disambungkan melebihi dari jumlah port yang disediakan, maka hub bisa diseri sesuai dengan jumlah komputer yang ada. Namun demikian bila jumlah koneksi yang dibuat lebih banyak, maka Hub perlu diganti dengan menggunakan Switches. Hal ini dikarenakan kecepatan kendali Hub akan berkurang dan menurunkan kinerja bila komputer yang tersambung makin banyak, sementara Switches dapat mengatasi hal tersebut namun dengan harga yang relatif lebih mahal (hampir 3 kali lipat).

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 16 - 2

Modul 16

Jaringan Komputer GIS / Database


C. Ethernet Card (LAN Card)
Peralatan yang digunakan sebagai penghubung komputer dengan hub controller adalah ethernet card (lihat gambar). Pada gambar terlihat bahwa ada dua macam koneksi yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan jack USB (mirip koneksi telepon) atau jack coaxial (mirip dengan jack antenna TV). Adanya koneksi LAN diindikasikan dengan menyalanya lampu indikator.
Ethernet card Indikator Koneksi Kabel coaxial Koneksi kabel USB (RJ45)

D. Connector (Jack RJ 45)


Konektor sebagai penghubung antara ethernet card yang ada di komputer dengan hub controller dapat dilakukan baik menggunakan jack RJ45 (mirip jack telepon) atau jack coaxial (mirip jack TV). Perbedaan penggunaan jack tersebut ditentukan

dengan jenis media penghubungnya (kabel UTP atau coaxial). Pemasangan jack konektor RJ45 memerlukan tang khusus untuk keperluan itu.

E. Media Komunikasi (Kabel UTP)


Media penghubung antara komputer dengan hub yang paling umum digunakan adalah menggunakan kabel UTP (unshielded twisted pair), yaitu sejenis kabel

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 16 - 3

Modul 16

Jaringan Komputer GIS / Database


(mirip kabel telepon) dengan jumlah kabel di dalamnya sebanyak 8 saluran (untuk kabel telepon 4 saluran). banyak jenis kabel yang ada di pasaran, namun disarankan agar kabel UTP yang digunakan adalah jenis Belden (CAT 5) yang telah terbukti mempunyai kualitas sambungan yang bagus (lihat gambar) Penjelasan lebih detail menyangkut sistem jaringan komputer dapat dilihat pada pedoman Pengelolaan GIS / Database Terpadu

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 16 - 4

Modul 17

Pengamanan dan Backup Data


A. Pengamanan Data
Data GIS ataupun database adalah data yang sangat berharga sebagai asset Balai yang digunakan untuk mendukung pengelolaan atau pengambilan keputusan dalam rangka operasionalisasi Balai. Data GIS atau database disimpan dan dioperasikan menggunakan komputer, yang mana sangat rentan terhadap gangguan baik secara teknis maupun non teknis. Gangguan teknis seperti akibat virus, kerusakan peralatan, perangkat lunak atau kesalahan sistem operasi sangat mungkin terjadi. Kerusakan yang mungkin timbul mulai dari kerusakan file, file tidak bisa dibuka, space membengkak, bahkan hingga hilangnya data yang bersangkutan. Sementara gangguan non teknis meliputi terhapus tidak sengaja, overwrite dengan file yang kosong, terkena petir, hingga pencurian terhadap peralatan komputer yang berisi data tersebut. Pengamanan terhadap data yang dapat dilakukan meliputi : x Pengamanan terhadap serangan virus komputer dengan memasang program antivirus yang selalu diupdate secara berkala x Pengamanan terhadap sistem operasi komputer, dimana dapat menggunakan trustee tertentu (LAN dengan Server) atau password untuk data yang disharing dengan publik.Hal ini juga untuk menghindari pemakaian data oleh pihak pihak yang tidak berkepentingan sehingga kerusakan atau kehilangan data dapat dihindari (Administrasi jaringan). x Pengamanan terhadap supply listrik menggunakan UPS atau paling tidak stabilizer agar naik turun tegangan dapat dikendalikan x Pengamanan terhadap kerusakan atau kehilangan data dengan menggunakan metoda backup yang dlakuka secara rutin.

B. Back Up Data
Hal penting yang terkadang dilupakan dalam pemanfaatan fasilitas komputer adalah mem-back up data. Hal in mungkin dikarenakan terlalu percayanya pengguna komputer akan kondisi hard disk, fasilitas komputer dan fasilitas pendukung lainnya yang telah tersedia. Padahal pemakai komputer suatu saat akan dihadapkan pada masalah yang mungkin tidak terduga dan sudah berada di luar kemampuan pengguna komputer seperti disebutkan di bawah ini :

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 17 - 1

Modul 17

Pengamanan dan Backup Data


a) Komputer rusak yang menyebabkan hard disk yang ada juga ikut rusak, misalkan disebabkan karena tegangan listrik terlalu tinggi. b) Kualitas hard disk yang tidak bagus, yang mana akan mengakibatkan ketahanan hard disk tidak dipakai dalam waktu yang lama dan akibat selanjutnya adalah hard disk tidak bisa dibaca lagi. c) Hard disk terinfeksi virus yang belum dikenal, meski telah dipasang program anti virus, yang mengakibatkan isi hard disk hilang, format file menjadi kacau atau file tidak bisa dibaca lagi (corrupted). d) Pengguna komputer lain telah menggunakan komputer tersebut, membuka file tertentu serta merubah isi atau bahkan menghilangkannya.dan selanjutnya mengakibatkan hilangnya file yang ada di hard disk atau merubah file yang ada tanpa sepengetahuan pemilik file tersebut. e) Dan hal konyol lain, yang mudah-mudahan tidak terjadi, yaitu komputer dicuri orang lain. Dari uraian di atas, maka perlu dipahami bahwa kehilangan data file dapat muncul dari beberapa sumber yang tidak terduga sama sekali. Oleh karena itu back up data sangat perlu dilakukan untuk menghindarkan hal-hal tersebut di atas.

1. Metoda Back up data dapat dilakukan dengan cara menyimpan file tersebut dengan mengcopy file / directory, membuat perintah backup disk atau dengan meng-compress file tersebut dengan program PKZIP atau WINZIP terlebih dahulu dan menyimpan file tersebut ke dalam media lain. Back up data sebaiknya dilakukan per sub directory, khususnya untuk data pada beberapa directory tertentu yang dianggap sangat penting.

2. Peralatan Media dan peralatan backup yang dapat digunakan meliputi : x Floopy Disket x External Hard disk x Back up Tape
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 17 - 2

Modul 17

Pengamanan dan Backup Data


x Zip Tools. Yaitu peralatan yang berupa Zip Drive (misal Iomega) dan Zip Disk dengan Kapasitas bervariasi antara 100 MB hingga 1GB. x CD ROM. Memerlukan CD Writer dan CD tipe recordable / re-writable.

3. Waktu Back Up Pelaksanaan Backup data harus dilakasanakan secara teratur, selang waktu pelaksanaan dapat ditentukan oleh pengguna. Namun sebaiknya selang waktu yang dipilih jangan terlalu lama dan juga jangan terlalu singkat. Misal waktu back up data dilakukan setiap akhir minggu atau sebulan dua kali. Selain itu juga pelaksanaan backup data sebaiknya dilakukan menggunakan sistem rotasi sehingga didapat keyakinan bahwa data tersebut benar-benar aman. Sistem rotasi tersebut digambarkan sebagai berikut :
Minggu I Minggu II Minggu III

I Media

Media Kembali ke

Media

Minggu IV

Pada Minggu I, pelaksanaan back up dilakukan dengan menggunakan media A. Lalu pada minggu II digunakan media B (jangan gunakan media A). Selanjutnya untuk minggu III gunakan media C untuk mem-back up data file (media A dan B jangan digunakan). Pada minggu IV, pelaksanaan back up menggunakan media A (media B & C dibiarkan). Demikian seterusnya. Sehingga data backup yang ada berjumlah 3 (tiga) buah dengan versi waktu yang berbeda-beda. Hal ini dimaksudkan bilamana ada kerusakan pada salah satu media, maka media lain bisa dianggap sebagai cadangan meskipun data yang tersimpan berbeda waktunya. Namun bila jumlah media backup yang tersedia terbatas, maka paling tidak harus ada dua media yang yang harus tersedia, yang mana akan dipakai saling bergantian untuk setiap selang waktu pelaksanaan back up.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 17 - 3

Modul 18

Penggunaan GPS
GPS sebagai alat bantu penentuan posisi obyek di permukaan bumi terdiri dari berbagai jenis baik yang tipe sederhana hingga yang digunakan untuk keperluan yang teliti yang memerlukan akurasi tinggi. GPS yang digunakan untuk keperluan GIS adalah tipe navigasi dengan ketelitian sedang yaitu dengan kesalahan mutlak yang berkisar antara 6 70 meter. Bentuk dan ukuran GPS ini adalah relatif kecil yang mudah ditenteng (handheld) dan sekaligus mudah dalam pengoperasiannya. Penggunaan GPS untuk keperluan navigasi yang akan digunakan dalam modul ini adalah Garmin 48, yaitu GPS yang mempunyai kemampuan untuk menangkap sinyal satelit GPS hingga sebanyak 12 (sejenis dengan Garmin 12 CX, Garmin 12 XL) seperti tampak dalam gambar.

Garmin 48

Garmin 12 CX

Garmin GPSMAP

A. Tombol Utama
GPS Garmin 48 mempunyai tombol utama sebagai berikut :
Tombol untuk menghidupkan GPS, yaitu dengan cara ditekan dalam selang beberapa detik. Tombol untuk memindahkan jenis tampilan GPS pada jenis tampilan sesudahnya Tombol untuk menetapkan posisi sebagai waypoint Tombol untuk memulai pelaksanaan waypoint (melacak) ke suatu posisi tertentu

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 1

Modul 18

Penggunaan GPS
Tombol untuk menetapkan suatu pilihan tertentu (cursor, penamaan stasiun, dan lain lain Tombol untuk menampilkan jenis tampilan sebelumnya (kebalikan dari tombol Page) Tombol untuk memindahkan kursor pilihan pada GPS sebelum atau sesudahnya dalam arah atas atau bawah. Tombol untuk memindahkan kursor pilihan pada GPS sebelah kiri atau kanan.

B. Menghidupkan GPS
GPS dihidupkan dengan cara menekan tombol dalam beberapa saat hingga muncul di dalam tampilan di dalam layar display. GPS harus dipegang pada posisi sejajar dengan permukaan bumi, sementara antena GPS dipasang tegak lurus permukaan bumi. Setelah tombol tersebut ditekan, maka akan muncul gambar seperti pada gambar berikut. Tampilan ini akan muncul beberapa saat, setelah itu akan berganti tampilan selanjutnya yang disebut sebagai satelit page, yaitu tampilan dimana GPS akan melacak semua satelit yang dapat diterima di tempat tersebut. Pelacakan tersebut akan membutuhkan waktu beberapa saat, dimana sangat tergantung dari beberapa hal yang antara lain keterbukaan lokasi terhadap akses ke langit (free of open sky), tidak adanya gangguan (obstacle) baik secara fisik (pohon, gedung, ranting atau kenampakan fisik lainnya) maupun gangguan elektromagnetik seperti tegangan tinggi, medan magnet, radio komunikasi. Ingat !! Awan, mendung maupun hujan tidak mempengaruhi penerimaan signal satelit. Pada gambar di samping satelit yang berada pada hemisphere bumi di lokasi tersebut akan ditampilkan. Lingkaran luar adalah garis horison langit. Lingkaran kedua adalah lingkaran pandang pada kenampakan dengan sudut pandang 45q dari bidang horison langit. Setelah ditunggu beberapa saat hingga didapat jumlah satelit minimal untuk penetapan posisi, maka secara otomatis tampilan display GPS akan berubah seperti gambar berikut. x Arah gerakan terhadap target x Kecepatan gerakan GPS terhadap ground x Panjang total gerakan GPS terhadap titik awal (route) x Ketinggian lokasi terhadap Ellipsoid (terkadang di konotasikan sebagai muka air laut rata-rata meskipun terkadang tidak selalu
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 2

Modul 18

Penggunaan GPS
x x
Sattelite Page

begitu) Koordinat lokasi (akan berubah setiap saat tergantung dari konstelasi satelit dan jumlah satelit yang diterima) Waktu pengamatan saat itu
Map Page Navigation Page Menu Page

Position Page

Sistem display GPS ada 5 tampilan utama dengan sistem urutan seperti pada gambar di atas. Bila tombol Page ditekan maka tampilan akan berubah ke arah kanan, sementara bila tombol Quit ditekan maka tampilan akan berubah ke arah kiri.

C. Initialisasi GPS
GPS perlu dilakukan initialisasi, yaitu suatu proses untuk melakukan setting up ephemeris data satelit ke dalam receiver sehingga semua data signal satelit yang diterima oleh receiver dapat diproses sesuai dengan parameter masing-masing satelit. Proses initialisasi dilakukan apabila : 1. GPS dihidupkan untuk saat pertama kali sejak dibuka dari bungkusnya 2. GPS dibawa ke tempat lain sejauh lebih dari 500 mil dalam kondisi power off (dimatikan) 3. GPS tidak dioperasikan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun. 4. Terjadi perubahan data ephemeris satelit yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat, yang akan ditransmisikan lewat satelit dan diterima oleh semua jenis receiver GPS Initialisasi akan dilakukan oleh receiver secara otomatis dan biasanya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan proses position fixing biasa. Initialisasi dilakukan oleh routine program internal receiver yang disebut sebagai EZinit. Proses initialisasi dapat dipilih sesuai denga option yang tersedia yaitu : 1. Select Country, yaitu proses initialisasi berdasarkan pilihan posisi negara dimana GPS berada, nama negara dapat dipilih sesuai yang telah disimpan dalam database internal receiver. Penetapan posisi (position fix) menggunakan methode ini membutuhkan beberapa menit untuk pemrosesannya. 2. AutoLocate, yaitu GPS akan melakukan initialisasi sendiri dan sekaligus menetapkan posisi tanpa perlu mengetahui dimana GPS tersebut berada.
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 3

Modul 18

Penggunaan GPS
Penetapan posisi menggunakan cara ini memerlukan waktu penetapan posisi antara 3 5 menit. Program EZinit dapat diaktifkan dengan menekan tombol ENTER saat receiver belum menerima signal satelit. Jika receiver memunculkan prompt untuk melakukan initialisasi kembali padahal proses initialisasi sudah selesai dilakukan (mungkin akibat adanya gangguan antenna, gangguan signal, dll), maka pilih NO RE-INIT menggunakan tanda panah lalu tekan ENTER untuk membatalkan proses initialisasi. Cara melakukan initialisasi GPS adalah sebagai berikut :
Jika pilihan COUNTRY yang akan dipilih, tekan tombol beberapa kali hingga field COUNTRY tersorot. Lalu tekan Gunakan tombol untuk memilih negara dimana GPS tersebut berada (misal Indonesia), tekan tombol berulang-ulang hingga didapatkan INDONESIA. Lalu tekan untuk mengakhirinya

Setelah itu GPS akan melakukan pencarian signal satelit yang dapat diterima di hemisphere yang bersangkutan dimana waktu yang diperlukan adalah berkisar antara 3 5 menit. Untuk melihat sampai seberapa jauh signal satelit yang diterima dapat dilihat pada Sattelite Page. Apabila jumlah signal satelit yang diperlukan untuk penetapan posisi telah terpenuhi (3 4 Signal satelit), maka Sattelite Page akan berpindah ke Position Page secara otomatis. Jenis penetapan posisi akan ditampilkan apakah sebagai posisi Navigasi 2D atau Navigasi 3D di pojok kiri atas Sattelite Page. Masalah-masalah yang mungkin timbul pada saat proses initialisasi antara lain : 1. Keberadaan gedung tinggi, sekitar bukit atau gunung, dan di bawah pohon yang rindang (mempunyai daun lebat dan ranting padat) akan mempengaruhi proses initialisasi yaitu receiver tidak mampu menerima signal satelit secara minimal untuk menetapkan posisi. Untuk mengatasi hal tersebut, maka langkah yang harus ditempuh adalah mecari lokasi yang relatif terbuka (clear view of the sky). 2. Penetapan negara (COUNTRY), dimana GPS berada juga akan mempengaruhi proses initialisasi tersebut. Sebagai contoh seharusnya diisi INDONESIA, tetapi dalam optionnya dipilih INDIA. Untuk itu
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 4

Modul 18

Penggunaan GPS
maka harus dilakukan Initialisasi kembali dengan merubah COUNTRY yang sesuai. 3. Receiver telah dibawa ke tempat lain yang berjarak lebih dari 500 mil dari lokasi penetapan posisi terakhir dan dalam keadaan mati (turn off).

D. Penetapan Posisi (Marking a Position)


Proses navigasi dengan menetapkan posisi menggunakan GPS dilakukan sebagai berikut :
Tekan tombol power on sesaat hingga layar welcome timbul. Receiver akan melakukan self test hingga Sattelite Page muncul Posisi koordinat akan muncul bilamana jumlah signal satelit yang diterima telah memenuhi. Keterangan yang ada di dalam Sattelite Page adalah sebagai berikut : x Signal Satelit yang diterima berikut kekuatan signalnya x Lokasi satelit di bola langit , nama satelit: Diterima oleh receiver (angka polos) Tidak diterima (terganggu oleh pohon, gedung, bukit, dll) x Besarnya EPE (kesalahan posisi perkiraan) x Sistem Penetapan Posisi (2D atau 3D) x Kekuatan Battery x Lampu internal dihidupkan (pada saat mendung / gelap) x Nama Satelit

Status Receiver pada Sattelite Page adalah sebagai berikut : Searching AutoLocate
Receiver sedang mencari signal satelit yang dapat diterima GPS menginisialisasi dan mengumpulkan data ephemeris (almanak) baru. Proses ini memerlukan waktu hingga 5 menit tergantung dari kondisi satelit yang ada di langit saat itu yang dapat terlihat oleh receiver. Receiver mengumpulkan data dari satelit yang ada di dalam hemisphere langit saat itu, namun proses pengumpulannya belum mencukupi hingga syarat penetapan posisi terpenuhi paling tidak untuk posisi 2D Paling tidak 3 (tiga) satelit dengan struktur geometry yang baik agar memenuhi keperluan penetapan posisi lintang (latitude) dan bujur (longitude) dalam kondisi 2D. Keterangan 2D akan dimunculkan di pojok kiri atas display. Paling tidak 4 (empat) satelit dengan struktur geometry yang baik agar memenuhi keperluan penetapan posisi lintang (latitude), bujur

Acquiring

2D Nav

3D Nav

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 5

Modul 18

Penggunaan GPS
(longitude), dan ketinggian (altitude) dalam kondisi 3D. Keterangan 3D akan dimunculkan di pojok kiri atas display.
Catatan:
Ketinggian dicatat dari ellipsoid yang digunakan, bukan dari muka air laut rata-rata. Muka air laut rata-rata tidak selalu berimpit dengan ellipsoid, besarnya penyimpangan muka air laut dengan ellipsoid disebut sebagai undulasi Geoid.

Poor Cvg Not Usable

Simulator

Receiver tidak mampu menerima signal satelit untuk keperluan penetapan posisi baik 2D maupun 3D dikarenakan oleh jumlah satelit yang kurang serta jeleknya struktur posisi satelit yang ada Receiver tidak dapat digunakan. Hal ini mungkin disebabkan karena kesalahan initialisasi atau kondisi abnoral signal satelit yang diterima oleh receiver. Matikan receiver, lalu hidupkan kembali, lakukan initialisasi bila diperlukan. Receiver dalam fungsi mode simulator bukan navigasi.

Setelah jumlah satelit yang diterima oleh receiver cukup memadai bagi keperluan penetapan posisi, maka tampilan akan berubah secara otomatis menjadi position page seperti yang ditampilkan di halaman modul 18 3. Untuk menyimpan hasil posisi tersebut di dalam receiver, maka langkah yang harus dilakukan adalah : Tekan tombol . Posisi saat itu akan disimpan dalam bentuk waypoint secara default dalam bentuk 3 digit angka yang terletak di pojok kiri atas seperti tampak pada gambar berikut ini :
Nama waypoint tersebut (001) dapat dirubah sesuai dengan yang dikehendaki, caranya adalah sebagai berikut : x Gerakkan tombol untuk menggerakkan kursor hingga 001 tersorot, lalu tekan tombol . x Gerakkan tombol dan untuk merubah huruf, sementara dan digunakan untuk memindahkan kursor sesuai nama waypoint yang dikehendaki. Setelah selesai tekan . x Simbol waypoint dapat dirubah dari yang telah ditetapkan secara default. Gerakkan kursor hingga mengenai simbol ini. Tekan , lalu akan muncul pilihan simbol seperti pada gambar x Pemilihan simbol dapat dilakukan dengan menggunakan tombol dan . Setelah itu tekan untuk menetapkan pilihan yang dikehendaki x Selanjutnya simbol dapat ditampilkan sesuai dengan pilihan yang ada, yaitu :
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 6

Modul 18

Penggunaan GPS
Name with symbol, Simbol berikut nama waypointnya Symbol only, hanya simbol waypoint saja yang ditampilkan Comment with symbol, simbol dan komentar yang dibuat yang ditampilkan x Tekan , lalu tekan kembali untuk menyimpan nama waypoint yang dibuat.

E. Position Page
Bila receiver dibawa berjalan berkisar antara 3 4 menit dan lihat pada layar display position page, disitu akan tampak bahwa arah pergerakan, kecepatan gerakan, jarak yang ditempuh, dan ketinggian akan ditampilkan dan berubah pada setiap gerakan. Lintang dan bujur dari posisi dimana GPS berdiri akan ditampilkan di tengah layar display berikut waktu (jam) saat itu.

F. Map Page
Page selanjutnya dari receiver GPS adalah Map Page, yaitu tampilan yang dapat memperlihatkan keseluruhan perjalan survey GPS yang dilakukan pada saat itu (selama GPS tetap dihidupkan). Skala tampilan dapat dirubah sesuai dengan yang dikehendaki, caranya adalah : 1. Gunakan tombol tanda panah untuk memilih tanda perbesaran () yang berada di pojok atas layar display seperti tampak pada gambar, lalu klik . 2. Tekan tombol berulang-ulang hingga didapatkan nilai perbesaran yang dikehendaki misal 0.2 mil dari perbesaran semula yang sebesar 1.2 mil (seperti pada gambar). Lalu klik 3. Posisi dimana GPS berdiri akan dipresentasikan oleh simbol + di tengah display dan berada secara relatif terhadap titik-titik waypoint yang lain (misal RAMP). Garis yang tampak di layar display adalah route perjalanan survey GPS yang telah dilakukan.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 7

Modul 18

Penggunaan GPS
4. Selanjutnya gerakan GPS dibelokkan ke arah kiri sekitar 90q dari arah gerakan semula. Kemudian GPS dijalankan sekitar 2 3 menit. Terlihat di layar display bahwa bentuk display akan berubah dan arah gerakan kursor akan mengikuti arah gerakan yang akan dituju selalu ditempatkan di atas layar display GPS 5. Pada saat melakukan perjalanan tersebut dapat dibuat waypoint (penetapan posisi) untuk titik yang dikehendaki dengan menekan tombol

G. Pergi ke Suatu Titik Tertentu


Kadang kala diinginkan untuk menuju suatu titik tertentu yang telah ditetapkan posisinya sebagai waypoint sehingga jarak, arah dan lokasinya dapat ditampilkan di layar display. Caranya adalah menekan tombol dan memilih lokasi mana yang akan dituju. Maka selanjutnya tampilan akan berubah menjadi Map Page. Selanjutnya tekan untuk merubah tampilan display menjadi Navigation Page (highway page) seperti pada gambar berikut :

Istilah istilah yang sering ditemui dalam rangka pengoperasian GPS


Almanac Data Bearing (BRG) Course Made Good (CMG) Course Deviation Indicator (CDI) Course to Steer (CTS) Crosstrack Error (XTK) Desired Track (DTK) Differential GPS (DGPS) Estimated Time of Arrival (ETA) Informasi menyangkut konstelasi satelit yang dipancarkan ke receiver dari masing-masing satelit GPS. Data ini harus didapatkan terlebih dahulu sebelum proses navigasi dimulai Arah penyimpangan target yang dituju terhadap arah utara Arah penyimpangan starting point terhadap posisi GPS saat itu Skala yang ditampilkan di dalam highway page yang mengindikasikan jumlah penyimpangan total Arah yang diberikan paling efisien untuk mencapai target yang akan dituju Jarak tegak lurus penyimpangan posisi target saat itu terhadap route yang dikehendaki Arah target terhadap arah utara dari starting point Jenis proses GPS yang menggunakan radio beacon sehingga posisi yang didapat dapat dikoreksikan ke receiver Waktu yang telah ditempuh selama melakukan survey GPS

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 8

Modul 18

Penggunaan GPS
Estimated Time Enroute (ETE) Grid Ground Speed (SPD) Latitude Longitude Navigation Position Track (TRK) Universal Transverse Mercator (UTM) Velocity Made Good (VMG) Waypoint Waktu yang diperlukan untuk mencapai target yang dituju dengan menggunakan kecepatan pergerakan GPS saat ini Sistem koordinat yang memproyeksikan bumi ke bidang datar menggunakan zona berbentuk ujur sangkar Kecepatan pergerakan GPS relatif terhadap bumi Garis lintang Garis bujur Proses perjalanan dari satu titik ke titik lain dimana diketahui posisi saat itu dalam hubungannya dengan arah yang dituju Posisi yang direferensikan terhadap sistem koordinat geografis Arah gerakan relatif terhadap posisi bumi Sistem koordinat Grid yang mendasarkan bahwa bumi dbagi menjadi 60 zona Kecepatan yang dilakukan untuk mencapai target yang dituju Lokasi spesifik yang disimpan di dakam memory receiver GPS

Selain itu Navigation Page dapat berbentuk baik sebagai Highway Page maupun Compass Page. Caranya adalah menekan tombol dua kali, sehingga tampilan yan muncul adalah sebagai berikut :

Penjelasan :
Bearing to Waypoint Pointer to Waypoint Destination Waypoint Speed Over Ground DST TRK ETE : : : : : : : Penyimpangan arah target terhadap arah utara kompas Garis arah target yang dituju Target yang akan dituju (WRECK) Kecepatan GPS relatif terhadap permukaan tanah Jarak yang harus ditempuh untuk mencapai target Arah penyimpangan gerakan GPS terhadap arah utara Waktu yang diperlukan untuk mencapai target dengan kecepatan gerakan GPS saat itu.

H. Setup Window
Tampilan GPS berupa 5 page tambahan yaitu Map Setup, Track Setup, Find City, City Setup dan Navaid Setup dapat diatur dengan menyorot OPT yang berada di pojok kiri atas tampilan Map Page lalu tekan . Menu yang dikehendaki dapat dipilih lalu tekan . 1. Map Setup
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 9

Modul 18

Penggunaan GPS
Menu ini memberikan pilihan orientasi Map Page dan tampilan posisi satelit (Satellite sky view) sesuai dengan yang ditampilkan pada layar display. Map Page dan Satellite Page dapat diorientasikan sebagai North Up - Arah Utara, Track Up - Arah Gerakan, atau DTK Up - arah target yang dikehendaki. Setting defaultnya adalah Track Up. Untuk merubah orientasi, sorot field Map lalu tekan . Lalu pilih jenis orientasi yang dikehendaki, kemudian tekan . Pada Map Setup dapat pula diatur item-item apa sajakah yang ingin ditampilkan pada Map Page dengan memilih Yes atau No. item-item tersebut adalah sebagai berikut : Rings Route : : Menampilkan 3 lingkaran sebaran posisi Menampilkan garis lurus antara titik yang dituju dengan titik dimana GPS saat itu berada termasuk juga menampilkan titik-titik waypoint yang lain. Menunjukkan 9 titik waypoint yang terdekat dengan posisi GPS saat itu Menampilkan nama pada 9 titik waypoint Menampilkan titik-titik track yang telah dilewati selama survey GPS

Nearest Names Track Log

: : :

Untuk mengaktifkan atau mematikan map item tersebut sorot Yes atau No pada masing-masing map item lalu tekan . 2. Track Setup Setup ini dimaksudkan untuk mengatur track log data GPS. Pada setup ini juga dapat dipilih apakah data track akan disimpan berikut format track record apa yang dikehendaki. Untuk menghidupkan atau fungsi track log, sorot Record lalu tekan . Selanjutnya pilih OFF, FILL, atau WRAP alu tekan . Sementara untuk memilih metoda untuk menyimpan data track record (setiap berapa detik perubahan posisi disimpan sebagai record). Secara default data track record disimpan secara Automatic yang akan menyimpan data track sesuai dengan resolusi yang digunakan.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 10

Modul 18

Penggunaan GPS
Untuk merubah setting, sorot METHOD lalu tekan . Pilih TIME INTERVAL lalu tekan . Masukkan data jam (hours), menit (minute), dan detik (second) lalu tekan . Data track log yang disimpan akan sangat tergantung dari kapasitas memory yang tersisa. Oleh karena itu data track log dapat dihapus (tetapi tidak menghapus waypoint) untuk menghemat memory. Cara yang dilakukan adalah sorot CLEAR LOG lalu tekan . Selanjutnya sorot Yes lalu tekan . 3. Fungsi Find City Fungsi ini digunakan untuk mencari informasi mengenai posisi suatu kota (yang telah disimpan di dalam GPS sebagai database) di seluruh dunia. Informasi tersebut berupa data: jaraknya dari posisi GPS saat itu dan arahnya. 4. City Setup Setup ini digunakan untuk membuat setup yang berupa range zoom yang ditampilkan pada layar display dimana dibedakan menjadi 3 kategori yaitu small, medium, dan large. Untuk melakukan setup tersebut, sorot CITY SETUP lalu tekan . kemudian pilih City Size dan tekan . lalu masukkan range yang dikehendaki lalu tekan . Kota kecil tidak akan ditampilkan jika ditampilkan pada zoom yang besar (high zoom setting). 5. Navaid Setup Sama dengan City Setup, namun yang ditampilkan adalah data yang berkaitan dengan alat bantu navigasi seperti adanya mercu suar, buoys, dan lain lain.

I. Setup Menu
Menu ini digunakan untuk mengatur sistem Unit, Navigasi, Inteface dan Alarm. Oleh karena itu Setup menu dibedakan menjadi 4 komponen utama yaitu : System Setup Navigation Setup
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 11

Modul 18

Penggunaan GPS
Interface Setup, dan Alarm Setup. 1. System Setup. Sistem setup digunakan untuk mengatur sistem mode operasi GPS, sistem waktu dan sistem tampilan screen display. a. Mode. Mode operasi GPS dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Mode Normal yang berfungsi untuk mengoperasikan GPS sesuai dengan performance maksimumdan memberikan kemampuan daya tahan battery alkaline untuk digunakan secara kontinyu selama 12 jam. Sementara Mode Simulator digunakan untuk mengoperasikan GPS tanpa perlu mendapatkan informasi menyangkut keberadaan satelit. Mode ini digunakan untuk berlatih ataupun mendapatkan informasi menyangkut data waypoint yang telah tersimpan dan perlu dibuka di kantor atau di rumah. Untuk merubah Setup Mode, sorot MODE lalu tekan . Kemudian pilih mode yang dikehendaki lalu tekan . b. Date and Time Setup. Tanggal dan jam yang ditampilkan pada layar display adalah data yang dipancarkan oleh satelit secara langsung dan tidak dapat dirubah oleh pengguna. Waktu yang ditampilkan adalah waktu UTC (GMT). Oleh karena itu untuk menyesuaikan dengan waktu setempat, maka waktu tersebut harus ditambah dengan nilai tertentu sehingga akan sesuai dengan waktu lokal. Sebagai contoh untuk waktu WIB (Waktu Indonesia Barat), maka waktu UTC harus ditambah 7 jam. Untuk melakukan hal tersebut sorot OFFSET lalu tekan . Masukkan besarnya tambahan waktu yang dikehendaki (untuk WIB masukkan nilai 7) lalu tekan . Sementara untuk merubah format waktu (12 jam atau 24 jam sehari) sorot HOURS lalu tekan . pilih 12 atau 24 pada layar display lalu tekan . c. Screen Contrast. Layar tampilan GPS dapat diatur kontrasnya dengan menggunakan bar scale. Caranya adalah sorot CONTRAST lalu tekan . Atur bar scale sesuai dengan kontras yang dikehendaki, lalu tekan . d. Backlighting Timer. Layer tampilan GPS dapat dihidupkan selama waktu tertentu menggunakan fasilitas timer yang dapat diatur mulai dari 15, 30 , 60, 120, atau 240 detik. Selain itu itu timer juga dapat diatur selalu On yang
Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 12

Modul 18

Penggunaan GPS
digunakan untk pemakaian kontinyu, dimana di dalam layar display Satellite Page akan ditampilkan icon . Untuk men-set timer tersebut, sorot light timeout lalu tekan . Selanjutnya pilih setting timer yang dikehendaki dan tekan . Untuk menghidupkan atau mematikan backlighting tersebut tekan bergantian. e. Tone Setting. GPS memberikan beberapa pilihan untuk menetapkan penggunaan tone. Tone dapat digunakan sebagai tanda peringatan (message), message dan keystroke atau tidak keduanya. Cara untuk merubah tone tersebut adalah sebagai berikut : Sorot TONE lalu tekan . Selanjtunya pilih setting yang dikehendaki dan tekan . 2. Navigation Setup. Navigation setup dimaksudkan untuk mengatur atau memilih format posisi, Datum Peta, sistem Unit, Heading dan Speed filter. a. Format Posisi (Position Formats). Nilai default format posisi adalah Lintang (Latitude) dan Bujur (Longitude) yang ditetapkan dalam unit derajat-menit (hdddqmm.mmm). Namun demikian dapat dirubah sesuai dengan yang dikehendaki sebagai derajat-menit-detik (hdddqmmss.s), atau bahkan hanya dalam nilai derajat saja (hddd.dddddq). Selain itu juga dapat menggunakan format dalam unit lain seperti UTM/UPS, British, German, dan lain lain. Untuk merubah format posisi koordinat dilakukan dengan cara : Sorot POSITION FRMT lalu tekan . Selanjutnya pilih format sesuai dengan yang dikehendaki dan tekan . b. Datum Peta (Map Datum). Secara default datum peta yang digunakan adalah WGS 84. Namun demikian datum lain yang spesifik digunakan oleh seluruh negara di dunia juga disediakan. Terdapat sebanyak 106 datum yang telah tersedia di dalam database GPS yang dapat digunakan selain WGS 84. Untuk merubah Map Datum dapat dilakukan sebagai berikut : x Sorot MAP DATUM lalu tekan . x Pilih datum yang dikehendaki lalu tekan .

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 13

Modul 18

Penggunaan GPS
x Jika dikehendaki datum yang bersifat spesifik (user defined), maka pilih User lalu tekan . x Masukkan nilai DX, DY, DZ, dan DF lalu tekan . x Sorot SAVE? dan kemudian tekan . c. Sistem Unit (units of Measure). Unit yang digunakan oleh GPS secara default adalah Statute. Namun demikian unit lain seperti Nautical, Sistem Metric dapat juga digunakan. Untuk merubah sistem unit dilakukan dengan cara. Sorot UNITS lalu tekan . Pilih unit yang dikehendaki lalu tekan .

J. Interface Setup
GPS dapat dihubungkan ke peralatan eksternal lain dalam berbagai format seperti GRMN / GRMN, None / None, RTCM / None, RTCM / NMEA, NMEA / NMEA, dan None / NMEA. Format tersebut dijelaskan sebagai berikut : Format Keterangan Format yang diperlukan untuk menghubungkan antara satu nit GPS yang satu dengan yang lain atau untuk menghubungkan antara unit GPS dengan Komputer PC. Data yang dapat ditransfer adalah data Waypoint, Route, dan track log. Terdapat 8 pilihan data yang dapat ditransfer, yaitu : Send almanac, send waypoint, send track, send route, request almanac, request waypoint, request track, dan request route. Untuk melakukan pilihan transfer : Sorot HOST lalu tekan Pilih setting yang dikehendaki (misal GRMN/GRMN) lalu tekan . Untuk membuat semua kemampuan fungsi interface tidak berfungsi Jika output yang dikehendaki adalah hasil data NMEA tanpa kemampuan input differential. Hasil pilihan ini akan memunculkan tanda NMEA yang tersorot. Terdapat pilihan field yang ada yaitu format 0180 atau 0183 (1.5 atau 2.0), sementara transfer data rate dapat dipilih mulai dari 130, 300, 600, 1200, 2400, 4800 atau 9600 baud.

GRMN/GRMN

None/None

None/NMEA

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 14

Modul 18

Penggunaan GPS
K. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggunakan GPS
Dalam menggunakan perangkat GPS agar diperoleh hasil yang teliti dan akurat serta memberikan data yang sesuai dengan hasil yang dikehendaki adalah sebagai berikut : 1. Pastikan bahwa GPS yang digunakan mendapatkan supply battery yang cukup khususnya bila dikehendaki dipakai untuk operasi yang kontinyu. Disarankan battery yang digunakan adalah yang tipe Alkaline. 2. Check Map Datum yang digunakan dan format nilai posisi koordinat yang dikehendaki misal WGS84 dan hddd.dddddq sebelum unti GPS digunakan untuk mendapatkan posisi koordinat. 3. Diusahakan agar posisi unit GPS relatif terbuka untuk mendapatkan cakupan ke langit (open sky of view) sehingga signal satelit yang terpancar dapat diterima sepenuhnya oleh unit GPS. Posisi satelit dapat dimonitor melalui Sattelite Page, dimana signal satelit yang terganggu akan ditampakkan oleh tampilan nomor satelit yang diblok serta kekuatan signal yag lemah. Gerakkan posisi unit GPS sekitar posisi hingga didapatkan signal satelit yang terbanyak yang dapat diterima oleh unit GPS. 4. Bila lokasi yang akan ditetapkan posisinya tidak memungkinkan mendapatkan jumlah minimal signal satelit yang dikehendaki, maka sebaiknya posisi digeser dalam radius 10 meter dari lokasi yang dikehendaki, lalu pilih lokasi dengan jumlah signal yang terbanyak. 5. Dalam penetapan posisi koordinat sebaiknya menggunakan pilihan average, yaitu posisi ditetapkan berdasarkan nilai rata-rata penetapan posisi koordinat yang didapatkan dari beberapa data signal satelit.

Java Irrigation Improvement and Water Resources Management Project - Basin Water Resources Management Phase II

Modul 18 - 15