Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang
Kota Makassar merupakan salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota yang dijuluki kota angina mamiri ini berbatasan dengan selat Makassar sebelah barat,kabupaten pangkajene di sebelah utara,kabupaten maros di sebelah timur dan kabupaten gowa di sebelah selatan.Kota ini tergolong salah satu kota terbesar di Indonesia dari aspek pembangunannya. Secara geografis letak Makassar sangatlah strategis di karenakan berada di tengah-tengah wilayah Indonesia,oleh karenanya Makassar juga sebagai jembatan penghubung antara Indonesia bagian barat dan bagian timur. Perkembangan dan peninggkatan taraf hidup masyarakat sangat mempengaruhi moda trasportasi masyarakat Indonesia,yang dimana sebagai negara kepualauan sangatlah mengandalkan angkutan udara dalam perjalanan trasportasi Oleh karena pertumbuhan penerbangan tersebut ,dibutuhkan pula sarana dan prasarana penunjang untuk kelancaran dan keselamatan penerbangan maka dari itu pembangunan hanggar pesawat sangatlah di butuhkan demi kelancaran arus dan penerbangan. Saat ini bangunan struktur baja masih sangat jarang sekali digunakan.Hal ini disebabkan karena bangunan yang menggunakan struktur baja akan menghabiskan biaya lebih besar,bangunan yang menggunakan struktur baja lebih muda dalam pembangunannya.Di Indonesia sendiri ,metode yang sering digunaka dalam merencanakan bangunan struktur baja adalah menggunakan Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia tahun 1984 (PPBBI 84).Sedangkan saat ini sudah banyak peraturan baru yang telah 1

2 ditetapkan,diantaranya adalah SNI 03-1729-1989 dan SNI 031729-2002 03-1729-2002 yang berisi tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung adalah peraturan perencanaan gedung baja yang telah mengadopsi metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) yang telah lama digunakan di Indonesia dan di Amerika.Hal ini tentu berbeda dengan SNI 03-1729-2002 yang masih menggunakan konsep Allowable Stress Design.SNI 03-1729-2002 sendiri memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan PPBBI 1984.Keuntungan tersebut antara lain adalah kolom panjang dengan Lk (Panjang Tekuk) yang besar,kapasitas yang dihasilkan akan lebih besar dari PPBBI 1984.Sehingga ,dengan menggunakan SNI 03-1729-2002 akan lebih ekonomis.Akan tetapi untuk Lk (Panjang Tekuk) yang kecil (kasus kolom pendek),Kapasitas yang dihasilkan oleh PPBBI 1984 lebih bebih besar dari SNI 03-1729-2002.Sehingga ,dengan menggunakan PPBBI 1984 lebuh ekonomis.Sedangkan dari segi pembebanan ,untuk beban mati yang lebih besar dari beban hidup.SNI 03-1729-2002 jauh lebih efisien.Akan tetapi untuk beban hidup yang lebih besar dari beban mati,perencanaan dengan menggunakan PPBBI 1984 jauh lebih efektif.

1.2. Rumusan Masalah


Berkaitan dengan uraian pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah: 1. Bagaimana merencanakan dimensi awal dari bangunan(struktur tangga,balok anak ,dan plat lantai) tersebut. 2. Bagaimanakah pembebanan strukurnya. 3. Berapakah besarnya gaya-gaya dalamnya 4. Bagaimana merencanakan dimensi struktur utama bangunan tersebut 5. Bagaimana merencankan detail sambungan pada komponen baja tersebut 6. Bagaimana perencanaan pondasi dari struktur Hanggar tersebut 7. Bagaimana menuangkan hasil perhitungan dan perencanaan ke daam gambar teknik

Halaman ini sengaja dikosongkan