Anda di halaman 1dari 33

XVIII. RANGKAIAN REGISTER DAN COUNTER A.

SHIFT REGISTER Shift register terdiri dari deretan FlipFlop yang saling dikoneksikan dan masing-masing Flip-Flop menyimpan informasi 1 bit yang dapat digeser dari satu Flip-Flop ke Flip-Flop yang lain sesuai dengan pulsa clock.
Kegunaan register antara lain : 1. Temporary memory,temporary storage. 2. Menggeser informasi memory. 3. Mengubah data parallel.

Lanjutan
Counter pada dasarnya adalah register yang berjalan melalui urutan keadaaan yang sudah ditentukan terlebih dahulu dengan datangnya pulsa clock. Gerbang pada counter dihubungkan dengan cara sedemikian rupa untuk menghasilkan urutan keadaan linier di dalam register. Meskipun counter adalah tipe khusus dari register tetapi biasanya untuk membedakan digunakan nama counter

B.

SERIAL - IN PARALLEL - OUT

Contoh dengan D FF Tabel kebenaran


Input 1 0 1 1 0 0 Pulsa Q1 1 0 1 1 0 0 1 2 3 4 5 6 OUTPUT Q2 0 1 0 1 1 0 Q3 0 0 1 0 1 1 Q4 0 0 0 1 0 1 Serial Clock

Gambar Rangkaian Logikanya

Q1 Serial - IN D FF1 D FF2

Q2 D FF3

Q3

Q4

Clock Clear (Reset)

D FF4

C.

PARALLEL IN SERIAL - OUT


A

Contoh dengan D - FF
B C
D

Data Clock

D1 Clock Cara Kerja

Q1

D2 Q2

D3 Q3

D4

Serial Out

XIX. RANGKAIAN REGISTER DAN COUNTER


Ada 3 macam jenis shift register counter a. Ring Counter b. Twisted Ring Counter (Switch-tail Ring Counter /Johnson/Moebuis Counter ) c. Maximum Length Shift Counter Penentuan kode biner untuk Ring Counter dan Twisted Ring Counter adalah tetap. A. PERANGCANGAN RING COUNTER Contoh untuk Ring Counter 3 bit, memiliki diagram keadaan sebagai berikut

a 100/100

d 110/XXX g 111/XXX

b 010/010

e 011/XXX h 000/XXX

c 001/001

f 101/XXX

Urutan hitungan utama

Keadaan ilaegal/tidak digunakan

Untuk Ring Counter dengan n Flep Flop ( 3 FlepFlop untuk contoh diatas ) jumlah keadaan di urut kan hitungan utama adalah n ( 3 untuk contoh di atas ) berarti ada ada 2nn ( 5 untuk contoh diatas) keadaan yang tidak digunakan. Rangkaian Ring Counter, dengan state diagram seperti diatas, tidak bersifat self corecting, dan keadaan illegalnya tak akan menemukan urutan hitungan utamanya. Untuk rangkaian dengan diagram keadaan yang memiliki illegal state recovery, dapat dilakukan dengan memberikan distribusi CA = AB. Misalkan, Jika memasuki keadaan 011, kedaan berikutnya menjadi 101, tanpa recovery.

Dengan menggunakan rangkaian recovery, signal umpan balik untuk keadaan berikutnya menjadi 001, termasuk pada urutan hitungan utama. Berikut ini adalah contoh Ring Counter dengan Illegal State recovery

0000

1000

1001

0100

1010

1011

0010

0101

0001

0011

0110

0111

1100

1101

1110

1111

Ring Counter diatas adalah Ring Counter 4bit, jadi Memiliki 4 keadaan pada urutan hitungan utama, dan memiliki keadaan illegal sebanyak 2n n = 12 keadaan. Perancangan untuk membuat rangkaian Ring Counter dapat anda lakukan sendiri.

B. PERANCANGAN TWISTED RING COUNTER


Contoh untuk Ring Counter 3 bit, memiliki diagram keadaan sebagai berikut :
a 100 b 110 c 111 d 011 e 001 f 000 g 010 h 101

Keadaan illegal

Urutan hitungan utama

Untuk n Flep - Flop disusun menjadi Twisted Ring Counter, jumlah keadaan pada urutan hitungan Utama adalah 2n, sehingga akan ada 2n 2n keadaan illegal. Misalkan untuk Twisted Ring Counter 3 bit, maka ada 6 keadaan pada urutan hitungan utama, 2 keadaan illegal. Dari diagram keadaan untuk Twisted Ring Counter Dapat diturunkan Tabel eksitasi sebagai berikut :

Tabel eksitasi

PS A B C

NS A B C

OUTPUT D - FF

DA 1 0 1 0 1 0 1 0

DB 0 0 0 0 1 1 1 1

DC 0 0 1 1 0 0 1 1

0 0 0 0 1 1 1 1

0 0 1 1 0 0 1 1

0 1 0 1 0 1 0 1

1 0 1 0 1 0 1 0

0 0 0 0 1 1 1 1

0 0 1 1 0 0 1 1

Peta - K Dengan Peta K diperoleh


BC A A 100 110 BC 000 010 BC 001 011 BC 101 111

dan persamaan eksitasi menjadi : DA = (BC) + BC = C Db = A Dc = B

Gambar Rangkaian Digital

D FF A Da
Clock

D FF B Db

D FF C Dc

Dari rangkaian digital tersebut anda lakukan pengujian untuk 3 bit Twisted Ring Counter. Dari hasil pengujian rangkaian Digital tersebut diatas tidak memiliki kemampuan untuk I llegal state recovery. Untuk membuat illegal state recovery; maka eksitasi ke Da diubah menjadi Da = C + ABC dan ini dapat anda kerjakan sendiri.

A Da ac

B Db

C
Dc

C. MAXIMUM LENGTH SHIFT COUNTER


Contoh maximum length shift Counter 3 bit:
a 100 b 010 c 101 d 110 e 111 f 011 g 001

h 010

Keadaan illegal

Urutan hitungan utama

Untuk n Flip Flop, jumlah keadaan di urutan hitungan utama ada sebanyak 2n 1 dan 1 keadaan illegal, jika n = 4 maka urutan hitungan utama adalah 24-1 = 15 keadaan dan 1 keadaan illegalnya adalah 1. Jika rangkaian berada pada keadaan 0000, rangkaian tidak bisa recovery. Satu metode untuk illegal state recovery, termasuk mendecode keadaan ini dan menggunakan output t erdecode untuk memilah secara paralel 1111.

XX. RANGKAIAN REGISTER DAN COUNTER


A. ASYNCHRONOUS COUNTER Counter dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu pencacah asinkron (ripple counter) dan pencacah sinkron. Pada pencacah ripple perubahan keadaan output dari flipflop digunakan untuk menyulut (mentrigger) flip-flop lainnya. Pada pencacah sinkron pulsa clock input dihubungkan dengan input CP dari semua flip-flop.

Binary Ripple Counter


A4
Q
J K

A3
Q J K

A2
Q J K

A1
Q
J K Clock Pulse

Pencacah binary ripple terdiri dari hubungan seri 4 buah JK flip-flop yang outputnya selalu di komplemen dengan cara membuat input J dan K selalu 1. Flip-flop paling kanan yang merupakan bit LSB menerima pulsa cacah dari clock pulse. Tanda lingkaran pada input CP setiap flip-flop menandakan bahwa output flip-flop akan berubah keadaan bila terjadi perubahan keadaan dari 1 ke 0 pada input CP (negative edge triggering).Perubahan keadan dari output flip-flop akan terjadi mulai dari flip-flop paling kanan dan bergerak kearah kiri. Output dari A2-A1 merupakan kode biner 4 bit yang akan mencacah dari desimal 0-15. Pancacah seperti ini dinamakan up counter. Untuk menghasilkan cacahan yang bergerak turun atau mundur maka A4-A1 diambil dari Q setiap flip-flop dan pencacah seperti ini disebut down counter.

BCD RIPPLE COUNTER


Pencacah BCD ripple hanya mencacah dari desimal 0-9 atau kode biner 4 bit dari 000 1001. Untuk melaksanakan pencacahan seperti ini binary ripple harus dimodifikasi untuk manghasilkan output setiap flip-flop 0000 setelah terjadi keadaan 1001.
Q8 Q Q J K Q4 Q J K Q2 Q1

J K

J K

Clock Pulse

Pada pencacahan BCD ripple diatas kondisi untuk transisi keadaan dari setiap flip-flop seperti berikut ini : 1. Q1 dikomplemen pada setiap perubahan pulsa clock dari 1 ke 0. 2. Q2 dikomplemen jika Q8 = 0 dan Q1 berubah dari 1 ke 0. Q2 di clear/reset jika Q8 = 1 dan Q1 berubah dari 1 ke 0. 3. Q4 dikomplemen jika Q2 berubah dari 1 ke 0. 4. Q8 dikomplemen jika Q4 Q2 = 1 1 dan Q1 berubah dari 1 ke 0. Q8 di clear/reset jika salah Q4 atau Q2 = 0 dan Q1 berubah dari 1 ke 0.

Timing diagram dari BCD ripple digambarkan seperti di bawah ini.

counter

dapat

Clock
0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0

01
0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0

02
0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0

04
0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0

08

B. PERANCANGAN SYNCHRONOUS COUNTER Counter sinkron menyimpan kode bilangan biner dan numerik atau menurunkan bilangan biner setiap terjadi clock. Counter seringkali di jelaskan dengan banyaknya bit ( Flep-Flop ) yang terdapat didalamnya seperti counter 3 bit. Sebuah counter dapat dijelaskan dengan jumlah keadaan atau counter bermodulus 5 ( juga disebut counter pembagi 5 ). Contoh 1. Rancang 3 bit binary counter dengan T-FF, dengan tabel eksitasi sebagai berikut :

Contoh 1. Tabel eksitasi


PS A B C 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 NS A B C 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 INPUT FF TA 0 0 0 1 0 0 0 1 TB 0 1 0 1 0 1 0 1 TC 1 1 1 1 1 1 1 1

Persamaan eksitasi adalah TA = BC TB = C TC = 1

Contoh 1. Gambar rangkaian digital

T-FF A TA

T-FF B TB

T-FF C TC

CLK

Contoh 2. Buatlah counter dengan diagram keadaan sebagai berikut menggunakan JK-FF

000

001

010

100

101

110

111

011

Illegal State Recovery

Contoh 2. Tabel eksitasi


PS A B C
0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1

NS A B C
0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0

INPUT JK - FF JA
0 0 1 1 X X X X

KA
X X X X 0 0 1 1

JB
0 1 X X 0 1 X X

KB
X X 1 1 X X 1 1

JC
1 X 0 X 1 X 0 X

KC
X 1 X 1 X 1 X 1

Persamaan eksitasi adalah JA = BC KA = B JB = C KB = 1 JC = 1 KC = 1

Contoh 2. Gambar rangkaian logika

JK - FF A KA JA

JK - FF B KB JB

JK - FF C KC JC

XX. RANGKAIAN REGISTER DAN COUNTER


B. BCD COUNTER Perancangan decode counter, untuk menghitung dari 0 hingga 9 dan disebut BCD Counter. Diperlukan 4 bit untuk mencapai 9 ( 1001 ), jadi ada 16 keadaan, 10 keadaan diurutan hitungan utama dan 6 illegal state. Counter ini memiliki input eksternal X, bila X = 1 Counter ini menghitung naik dan bila X = 0 counter ini menghitung turun.

Lanjutan ..
k,l,m n,o,p a/ 0000 b/ 0001 c/ 0010 j/ 1001 i/ 1000

Dengan K/1010 L/1011 M/1100 N/1101 O/1110 P/1111

d/ 0011 e/ 0100 f/ 0101 g/ 0110

h/ 0111