Anda di halaman 1dari 20

BED SIDE TEACHING SEORANG LAKI-LAKI USIA 14 TAHUN POST KLL DENGAN KELUHAN NYERI PADA PAHA KANAN

DIANA ZAHRAWARDANI H2A008013 YOSYANA EKA SILVIA P. H2A008046 ERWIN ULINNUHA H2A008018 PEMBIMBING : dr. SUHARDIYONO, SpOT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH ORTHOPAEDI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIMUS RSUD TUGUREJO SEMARANG 2012

IDENTITAS PASIEN
Nama Umur Jenis kelamin Agama Alamat No CM Tanggal masuk

: An. M.Y : 14 tahun : laki-laki : Islam : Campurejo Boja : 402077 : 09-12-2012

ANAMNESIS
Keluhan Utama Nyeri di paha sebelah kanan
Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke IGD RS Tugurejo Semarang dengan nyeri paha sebelah kanan. Pasien merupakan korban kecelakaan sepeda motor. Pada waktu sebelum kejadian pasien bersama dengan kakaknya akan pergi berenang. Pasien dibonceng kakaknya dengan sepeda motor dengan kecepatan 80km /jam, kemudian saat ingin belok ke kanan dari arah belakang ada mobil dengan berkecepatan tinggi yang menabrak sepeda motor pasien, kemudian pasien dan kakaknya jatuh dari sepeda motor. Saat jatuh pasien masih memakai helm, pingsan (-), mual (-), muntah (-), pusing (-) dan pasien mengaku jika kaki sebelah kanan sulit untuk digerakkan.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat hipertensi disangkal Riwayat kencing manis disangkal Riwayat trauma sebelumnya disangkal Riwayat operasi sebelumnya disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat seperti pasien.

Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien berobat menggunakan jamkesmas. Kesan ekonomi kurang.

SURVEY PRIMER
A :Adekuat B :20 x /menit C :88x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup D :GCS 15 E : Didapatkan deformitas pada tungkai atas dextra

Ekstremitas Akral dingin Sianosis Edema Sensibilitas +/+ Motorik: Gerak Kekuatan Tonus Reflek fisiologis Reflek patologis

Superior -/-/-/+/+ +/+ 5/5 N/N +/+ -/-

Inferior -/-/+/- (paha)

sulit dinilai /+ sulit dinilai/5 sulit dinilai/ N +/ + -/ -

STATUS LOKALIS

Os Femur Dextra
Look : deformitas (+), udem (+), kemerahan (+) Feel : rabaaan hangat (-), sensitibilitas (+), nyeri tekan (+), arteri pulsasi distal (+) Movement : nyeri gerak aktif (+), nyeri gerak pasif (+)

Femur dextra Panjang Anatomis Panjang Klinis Segitiga Bryant 60 cm 65 cm s 12 9 12 9 65 cm 68 cm Femur sinistra

DIAGNOSIS SEMENTARA

Suspeck fraktur tertutup os femur dextra 1/3 tengah

DIAGNOSIS BANDING

Suspek fraktur tertutup os femur dextra 1/3 proksimal

X-Foto Os Femur Dextra (tanggal 10 Desember 2011)

Tampak diskontinuitas os femur 1/3 tengah Aposisi dan alignment tak baik Struktur tulang normal

Kesan : fraktur komplit os femur dextra 1/3 tengah

DIAGNOSIS KERJA

fraktur komplit os femur dextra 1/3 tengah

PENATALAKSANAAN
IP.Tx : Terapi cairan: infus NaCl 0,9% 20 tpm Antibiotik (Injeksi Cefazolin 2x1 gr IV) Analgetik (Injeksi Ketorolac 1 amp IV) Imobilisasi Konsul ke dokter spesialis ortophedi untuk penanganan selanjutnya. IP.Mx : Keadaan umum, darah rutin, albumin IP.Ex : Menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai pemeriksaan yang akan dijalankan untuk menegakkan diagnosis dan mengevaluasi terapi. Menjelaskan pada keluarga pasien bahwa diperlukan tindakan operasi untuk penanganan lebih lanjut.

X-FOTO POST ORIF


Post internal fiksasi Garis fraktur minimal Posisi baik

ANATOMI FEMUR

Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi yaitu acetabulum dengan bagian dari femur, terdiri dari : kepala, leher, bagian terbesar dan kecil, trokhanter dan batang, bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas.

ETIOLOGI FRAKTUR FEMUR


Fraktur akibat peristiwa trauma tunggal Tekanan yang berulang-ulang Kelemahan abnormal pada tulang

KLASIFIKASI

Fraktur collum femur


Fraktur intrakapsuler Fraktur ekstrakapsuler

Fraktur subtrochanter femur Fraktur batang femur Fraktur supracondyler Fraktur intercondyler

DIAGNOSIS
Tanda tanda local : Look : Pembengkakan, memar dan deformitas (penonjolan yang abnormal, angulasi, rotasi, pemendekan) mungkin terlihat jelas, tetapi hal yang penting adalah apakah kulit itu utuh; kalau kulit robek dan luka memiliki hubungan dengan fraktur, cedera terbuka

Feel : Terdapat nyeri tekan setempat, tetapi perlu juga memeriksa bagian distal dari fraktur untuk merasakan nadi dan untuk menguji sensasi. Cedera pembuluh darah adalah keadaan darurat yang memerlukan pembedahan Movement : Krepitus dan gerakan abnormal dapat ditemukan, tetapi lebih penting untuk menanyakan apakah pasien dapat menggerakan sendi sendi dibagian distal cedera.

PENATALAKSANAAN

Terapi konservatif :
Proteksi Immobilisasi saja tanpa reposisi Reposisi tertutup dan fiksasi dengan gips Traksi klo tujuan terapi definitif tanpa perlu operasi pada anak skin traksi, krglebih bulan di gips saja tidak pd ortu karna ototnya besar, hanya untuk analgetik

Terapi Operatif :

ORIF (Open Reduction Internal Fixation)

KOMPLIKASI

Early :

Lokal : Vaskuler : compartement syndrome Trauma vaskuler Neurologis : lesi medulla spinalis atau saraf perifer Sistemik : emboli lemak Crush syndrome Emboli paru dan emboli lemak

Late :
Malunion : Bila tulang sembuh dengan fungsi anatomis abnormal (angulasi, perpendekan, atau rotasi) dalam waktu yang normal Delayed union : Fraktur sembuh dalam jangka waktu yang lebih dari normal Nonunion : Fraktur yang tidak menyambung dalam 20 minggu