Anda di halaman 1dari 100

PATOLOGI ENDOKRIN

AZHAM PURWANDHONO
LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

ENDOKRIN
Kelenjar yang mengeluarkan Hormon

1. Hipofise-Hipotalamus 2. Tiroid 3. Paratiroid 4. Adrenal 5. Timus


AZHAM PURWANDHONO

ENDOKRIN
HIPOTALAMUS TRH PIF
(Dopamine)

CRH

GHRH

GIH

GnRH

TSH

PRL

ACTH

HIPOFISE
AZHAM PURWANDHONO

GH

FSH

LH

HIPOFISE (PITUITARY)
1 cm, 0,5 gr pada sella turcica Terdiri dari : 2. Neurohipofise 1. Adenohipofise
GH PRL ACTH TSH FSH LH Oksitosin ADH

AZHAM PURWANDHONO

AZHAM PURWANDHONO

HIPERPITUITARISM
Oleh karena :

Adenoma Hiperplasia Carcinoma Kelainan hipotalamus

AZHAM PURWANDHONO

ADENOMA HIPOFISE
10 % tumor otak Usia 30-50 tahun Satu jenis tumor 1 jenis hormon
Prolaktinoma Somatotrof Adenoma Kortikotrof Adenoma

AZHAM PURWANDHONO

ADENOMA HIPOFISE
Makroskopis :
Batas jelas, lunak Kecil(mm) besar(cm) Lesi besar invasive adenoma Perdarahan apoplexi

Mikroskopis :
Sel uniform, poligonal, jalur-jalur/lembaran Jaringan ikat penyangga Inti uniform - pleomorfik

AZHAM PURWANDHONO

ADENOMA HIPOFISE
Klinik :
R bayangan pada sella turcica ekspansi sellar erosi tulang kerusakan diafragma

Gangguan produksi hipopituarism Penekanan tumor gangguan penglihatan TIK : pusing, mual, muntah
AZHAM PURWANDHONO

PROLAKTINOMA
Tumor hipofise terbanyak (30%) Usia 20 40 tahun, wanita > pria Mikro atau makro Efek tumor :
Amenore, galaktore, libido kurang, infertil (akibat Prolaktin >>)

Prolaktin tinggi juga karena :


Hamil, stres, hiperplasi sel laktotrof

AZHAM PURWANDHONO

Hiperplasia sel laktotrof karena


Hipotalamus rusak neuron dopaminergik rusak Obat yang menekan reseptor dopamin pada hipofise : phenotiazin, reserpin, haloperidol

Terapi : Bromocriptin
agonis receptor dopamin

AZHAM PURWANDHONO

SOMATOTROF ADENOMA
Mutasi somatik monoclonal Efek tumor GH meningkat Anak Gigantisme Dewasa Acromegali GH tinggi juga dapat menimbulkan
Disfungsi gonad DM Hipertensi - Arthritis - Congestive jantung - Ca gastro intestinal

AZHAM PURWANDHONO

KORTIKOTROF ADENOMA
Sering sebagai mikroadenoma Efek ACTH naik hiperkortikoism (penyakit Cushing) Nelson Syndrome
Kortikotrof adenoma lebih besar (setelah adrenal dioperasi) Hiperpigmentasi (karena MSH tinggi)

AZHAM PURWANDHONO

HIPOPITUITARISM
Penyebab :
Tumor non fungsional/kista Operasi/radiasi Apoplexi Ischemic necrosis/post partum necrosis (Sheehan Syndrome) Empty sella syndrome Genetik Tumor primer/sekunder Infeksi/degenerasi
AZHAM PURWANDHONO

HIPOPITUITARISM
Klinis :
Fungsi kelenjar perifer turun
- Adrenal - Thyroid - Gonad

Wajah pucat MSH rendah Atrofi genetalia

AZHAM PURWANDHONO

HIPOFISE POSTERIOR
Produksi hormon :
ADH Oksitosin

Diabetes Insipidus
- ADH rendah - Etiologi : trauma, infeksi, tumor - Klinis : - Haus
- Urine banyak - Na serum tinggi, osmositas

AZHAM PURWANDHONO

HIPOFISE POSTERIOR
Syndrome of Inappropriate ADH Secretion :
ADH tinggi Etiologi : Small Cell Ca Klinis : - Urine sedikit
- Na serum rendah

AZHAM PURWANDHONO

TUMOR HIPOTALAMUS
Glioma

Craniopharyngioma

AZHAM PURWANDHONO

CRANIOPHARYNGIOMA
Dari : vestigeal remnant Rathke pouch Usia : anak dewasa muda Morfologi :
Umumnya jinak Soliter Kistik Multiloculated Mirip Adamantinoma

AZHAM PURWANDHONO

THYROID
Asal : evaginasi epitel pharyngeal Normal : 15 20 gr Hormon aktif :
T3, T4 bebas Ikatan dengan TBG

AZHAM PURWANDHONO

THYROID
Fungsi :
Katabolisme :
Karbohidrat Lemak

Anabolisme : sintesa protein

AZHAM PURWANDHONO

THYROID
Goitrogen (bahan penghambat sintesa hormon)
Propil tiourasil (PTU) oksidasi Jodium Jodium pelepasan T3, T4 Jodium dosis tinggi proteolisis tiroglobulin

AZHAM PURWANDHONO

THYROID
C cell produksi Calcitonin Fungsi :
Absorbsi calcium Kerja Osteoclast

AZHAM PURWANDHONO

HIPERTIROIDISM
Lab : T3, T4

Gejala :
- Nervous

- Lemah otot - Keringatan


- Kurus
- Diare

- Palpitasi
- Tremor

- Emosional
- Capek
- Gangguan

- Kulit panas - Tiroid >>

siklus haid

AZHAM PURWANDHONO

HIPERTIROIDISM
Terjadi :
Hipermetabolik Overaktif simpatetik

AZHAM PURWANDHONO

HIPERTIROIDISM
Tirotoksikosis dapat karena :
Diffuse hiperplasia (85% Graves) Hipertiroidism Tx hormon tiroid berlebihan Multinodular goiter Neoplasma Tiroid Tiroiditis

AZHAM PURWANDHONO

HIPERTIROIDISM
Gejala : 1. Cardiac : aritmi / palpitasi / cardiomegali 2. Otot : atrofi / fatty changes 3. Tulang : osteoporosis, fraktur 4. Limfoid : hiperplasi 5. Ocular : Staring gaze, lid lag 6. Neuromuscular : tremor, cemas, insomnia, emosional 7. Kulit : berkeringat, rasa panas, kemerahan 8. GI : rasa haus, lapar
AZHAM PURWANDHONO

HIPERTIROIDISM
Dx :
Tanda klinis Lab : T4 bebas >>, TSH <<

Tx :
blocker fungsi adrenergik PTU sintesa T3, T4 Jodium pelepasan T3, T4 Radioactive jodium

AZHAM PURWANDHONO

HIPOTIROID
Sebab : 1. Primer gangguan Tiroid 2. Sekunder

Hipotiroid karena parenkim tiroid : Embrional Radiasi Operatif Hashimoto


AZHAM PURWANDHONO

HIPOTIROID
Hipotiroid karena sintesa :
Idiopatik Cacat sintesa turunan Jodium intake kurang Bahan-bahan goitrogen

Hipotiroid karena supratiroidal :


Lesi hipofise Lesi hipotalamus
AZHAM PURWANDHONO

CRETINISM
Bayi, anak-anak

Daerah rendah jodium, pegunungan


Gangguan metabolisme

Ciri klinik : pertumbuhan skeletal dan syaraf Retardasi mental Tubuh pendek, kecil Wajah kasar Lidah menjulur Hernia umbilicus
AZHAM PURWANDHONO

MIXEDEMA
Pada anak besar dewasa Aktivitas fisik dan mental Tanda klinis :
Fatigue Apatis Bicara dan intelektual Tidak tahan dingin Gemuk Simpatis : konstipasi, kulit kering/dingin/pucat CO : nafas pendek
AZHAM PURWANDHONO

MIXEDEMA
PA :
Matrix glycosaminoglycan Matrix hyaluronic acid

Lab :
T4, T3 TSH

AZHAM PURWANDHONO

HASHIMOTO TIROIDITIS
Peny. Autoimmune hipotiroid

Umur 45-65 th
: = 10-20 : 1 Ada unsur familial twin monozigot (30-60%) Sering disertai Rh. Artritis, SLE

AZHAM PURWANDHONO

HASHIMOTO TIROIDITIS
Ab yang timbul

Ab Tiroglobulin Ab Tiroperoxidase Ab TSH rec menghambat T3, T4 Ab Jodium transporter

AZHAM PURWANDHONO

HASHIMOTO TIROIDITIS
Morfologi

Diffuse, batas jelas Pucat, abu-abu, kenyal, noduler Kapsul intak

AZHAM PURWANDHONO

HASHIMOTO TIROIDITIS

Oby. 10x

Oby. 40x

Kerusakan folikel tiroid, epitel degenerasi (sel hurtle) Germinal Center


AZHAM PURWANDHONO

HASHIMOTO TIROIDITIS
Klinik :

Struma tidak nyeri, simetrik difus Kadang-kadang noduler Hipotiroidism, kadang-kadang hipertiroidism transien Faktor risiko timbul limfoma

AZHAM PURWANDHONO

De Quervain Tiroiditis
Jarang terjadi

Usia 30-50 tahun


: = 1 : 3-5

AZHAM PURWANDHONO

De Quervain Tiroiditis
Patogenesis : Ada faktor infeksi virus :
Coxsachie vir Mumps Measles Adenovirus

Ada HLA B 35
Virus Jaringan rusak Ag M (HLA B35) T cell Cytotoxic sel rusak
AZHAM PURWANDHONO

De Quervain Tiroiditis
Morfologi :

Unilateral / bilateral Kenyal, kapsul intak Kadang-kadang perlekatan jaringan sekitar Warna kuning pucat, kecoklatan

AZHAM PURWANDHONO

De Quervain Tiroiditis
Klinik :

Terjadi mendadak/bertahap Nyeroi leher, panas, capek, malas, anorexi, myalgia Terdapat struma Dapat sembuh spontan T3, T4 , TSH

AZHAM PURWANDHONO

GRAVES DISEASE
Trias yang harus ada :
Hipertiroid, dengan goiter aktif Ophthalmopathy : exophthalmos Dermatopathy: pretibial myxedema

Usia 20-40 th :=1:7 Ada faktor genetik Terdapat MHC-haplotype HLA DR3HLA DR8
AZHAM PURWANDHONO

GRAVES DISEASE

Pretibial myxedema

GRAVES DISEASE
Patogenesis
Terdapat Ab ;
TSI (Thyroid Stimulating Immunoglobulin) TGI (Thyroid Growth Stimulating Immunoglobulin) TSH binding inhibitor immunoglobulin (antibody anti TSH receptor)

AZHAM PURWANDHONO

GRAVES DISEASE
Morfologi :

Struma s/d 80 gr, simetri berkapsul Konsistensi lunak, halus, merah seperti daging Sel-sel silindris, papil-papil kecil Colloid sedikit, dengan scalloped margin Infiltrasi limfosit (B cell)

AZHAM PURWANDHONO

GRAVES DISEASE

Oby 10x

Oby 40x

1. Proliferasi folikel 2. Epitel kuboid tinggi, papil + 3. Vakuol koloid di lumen 4. Sebukan limfosit

GRAVES DISEASE
Terapi :

Jodium involusi epitel, sekresi tiroglobilin PTU sintesa Radioaktif jodium pembedahan

AZHAM PURWANDHONO

DIFFUSE NON TOXIC (SIMPLE) GOITER


A. Endemik
Pada semua usia tut muda Pada daerah rendah jodium pegunungan 10% populasi (+) Ada faktor goitrogen :
Calcium Kubis Bloomkol Lobak singkong
AZHAM PURWANDHONO

DIFFUSE NON TOXIC (SIMPLE) GOITER


B. Sporadik
Wanita > pria Usia pubertas dewasa muda Terdapat perubahan kelainan pada :
Transpor jodium Dehalogenase Organification Iodotyrosin coupling

AZHAM PURWANDHONO

DIFFUSE NON TOXIC (SIMPLE) GOITER


Morfologi : 2 stadium 1. Hiperplasi membesar simetrik diffuse 100-150 gr 2. Involusi colloid lebih besar, colloid lebih banyak colloid goiter Klinik - Pada anak hipotiroid kretinism - Pada dewasa keluhan sedikit
AZHAM PURWANDHONO

MULTINODULAR GOITER
Dapat sporadik atau endemik

Usia lebih tua


Menyerupai neoplasma

AZHAM PURWANDHONO

MULTINODULAR GOITER
Morfologi :

Multinodular s/d 2000 gr Asimetrik, masuk substernal plunging goiter Bila 1 nodul dominan solitary nodule (adenomatous goitre) Irisan warna coklat, gelatinous, fibrosis, perdarahan, kalsifikasi, kistik Mikroskopis : folikel banyak koloid, epitel pipih, atrofik/hiperplasi
AZHAM PURWANDHONO

MULTINODULAR GOITER
Klinis :

Bila besar gangguan kosmetis tekanan pada opesofagus, trakea, vena Bila salah satu nodul hiperfungsi Plummer syndrome

AZHAM PURWANDHONO

NEOPLASMA TIROID
Bentukan soliter, palpabel

:=1:4
Sebagian besar nodul soliter jinak Nodul neoplastik 90% adenoma

AZHAM PURWANDHONO

NEOPLASMA TIROID
Kriteria penyokong Diagnosa

Nodul soliter neoplasma Usia muda neoplasma Laki-laki neoplasma Pernah diterapi R Ca Hot nodule jinak

AZHAM PURWANDHONO

ADENOMA TIROID
Soliter

Folikel follicular adenoma


Tersering : simple colloid adenoma Sangat jarang jadi carcinoma

AZHAM PURWANDHONO

ADENOMA TIROID
Morfologi :
Tumor soliter Bentuk speris Berkapsul, tekan jar sekitar Ukuran + 3 cm Warna abu-abu putih, merah kecoklatan Kadang perdarahan, fibrosis, kalsifikasi, kistik

AZHAM PURWANDHONO

ADENOMA TIROID
Mikroskopis :
Folikel ukuran sama, isi koloid Jenis :
Simple colloid (macrofollicular) Fetal (microfollicular) Embryonal (trabecular) Hurthle cell (oxiphyl, oncocyte) Atypical Adenoma with papillae (= papillae adenoma) (= encapsulated papillary ca)
AZHAM PURWANDHONO

CARCINOMA THYROID
Umumnya usia dewasa

Wanita > pria, khususnya usia muda


Terdapat reseptor estrogen pada sel-sel

tumor

AZHAM PURWANDHONO

CARCINOMA THYROID
Jenis : - Papillary Ca - Follicular Ca - Medullary Ca - Anaplastic Ca

75-85% 10-30% 5% 5%

AZHAM PURWANDHONO

CARCINOMA THYROID
Patogenesa :
Faktor radiasi, tut < 20 th Adanya colloid goitre dan tiroiditis Terjadinya aktivasi/mutasi RET oncogen terutama papillary dan medullary Ca Mutasi RAS gen terjadi pada adenoma dan Ca Mutasi inaktivasi pada gen tumor suppressor P53 khususnya pada anaplastic Ca

AZHAM PURWANDHONO

PAPILLARY CA
Semua usia, tut 20 40 th Erat hubungannya dg fakta radiasi Morfologi :
Soliter atau multipel Batas jelas/berkapsul/menyebar diluar Kadang fibrosis, kalsifikasi, kistik Irisan : granula/papil kecil-kecil
AZHAM PURWANDHONO

PAPILLARY CA

AZHAM PURWANDHONO

PAPILLARY CA
Mikroskopis :
Papil dengan fibrovasculer, dilapisi epitel Inti dengan ground glass appearance / orphan annie Intra nuclear inclusion / groves Psammoma bodies

AZHAM PURWANDHONO

PAPILLARY CA

Oby. 10x
AZHAM PURWANDHONO

Oby. 40x

PAPILLARY CA
Klinis :

Sering asimptomatik Sering metastasis kelenjar leher Radioactive jodium cold nodule FNA, cara diagnosa yang tepat

AZHAM PURWANDHONO

FOLLICULAR CA
Wanita > pria

Usia 40 50 th
Sering sudah didapatkan colloid goitre

AZHAM PURWANDHONO

FOLLICULAR CA
Morfologi :
Single nodule Batas jelas / infiltratif Tumor besar infiltrasi ke jar sekitar Warna abu-abu coklat merah muda Kadang fibrosis, kalsifikasi

AZHAM PURWANDHONO

FOLLICULAR CA
Mikroskopis :

Folikel seperti normal atau dengan diferensiasi rendah Kadang sel hurthle (+) Invasi sel pada kapsul atau vaskular

AZHAM PURWANDHONO

FOLLICULAR CA
Klinis :

Nodul kecil, lambat laun membesar R : cold nodule Metastasis hematogen ke organ jauh

AZHAM PURWANDHONO

MEDULLARY CA
Dari para follicular cell Hormon yang dikeluarkan :
Calcitonin Serotonin Somatostatin CEA VIP (Vasoactive Intestinal Peptide)

AZHAM PURWANDHONO

MEDULLARY CA
80 % tipe sporadik

20 % termasuk MEN syndrome / familial


Sporadik dan familial dewasa 40-50 th MEN Syndrome anak-anak

AZHAM PURWANDHONO

MEDULLARY CA
Morfologi :

Soliter tipe sporadik Multipel tipe familial Jaringan tumor halus, warna abu-abu coklat Kadang nekrosis, perdarahan

AZHAM PURWANDHONO

MEDULLARY CA
Mikroskopis :

Sel poligonal, spindel, dalam sarang / trabekula / folikel Deposit amiloid (dari molekul Calcitonin )
Nodul di tiroid Kadang disertai diare karena VIP Tipe sporadik / MEN tumbuh agresif Tipe familial low grade

Klinis :

AZHAM PURWANDHONO

ANAPLASTIC CA
Sangat agresif Usia tua, 65 th Sering didahului multinodular goiter Morfologi :
Large, pleiomorphic giant cell Spindle cell Small anaplastic cell
AZHAM PURWANDHONO

CONGENITAL ANOMALI THYROID


Kista Ductus thyroglossus
Sisa-sisa vestigeal remnant Lesi kecil 2 - 3 cm Letak antara glossus - tiroid

AZHAM PURWANDHONO

PARATIROID
Dari kantung pharyngeal, ada 4 kelenjar

Berat 35-40 mg
Tdd : - chief cell germal parathormon

- oxyphil cell Kerja paratiroid dikendalikan Ca++ darah

AZHAM PURWANDHONO

PARATIROID
Peran PTH :
Tulang : menambah aktivitas osteoklas Ginjal : meningkatkan
Resorbsi Calcium Konversi vit D aktif Ekskresi Phosphat

Usus : menambah absorbsi Calcium

AZHAM PURWANDHONO

Tumor ganas yang lain Calcium darah tinggi


1. Metastasis tulang osteolisis 2. PTH related protein (PTH rP)

AZHAM PURWANDHONO

HIPERPARATIROIDISM PRIMER
Sebab :
Adenoma 75-80% Hiperplasia 10-15% Carcinoma 5%

Usia : > 50 th Wanita > pria Ada faktor radiasi sebelumnya

AZHAM PURWANDHONO

HIPERPARATIROIDISM PRIMER
Morfologi :
Tumor soliter, kecil 0,5 5 gr Lunak, batas jelas, kecoklatan

Mikroskopis :
Sel2 poligonal, uniform Inti kecil, central

Klinis :
Asimptomatik hiperparatiroidism Simptomatik hiperparatiroidism
AZHAM PURWANDHONO

HIPERPARATIROIDISM PRIMER
Simptomatik : - tulang : osteoporosis - ginjal : nephrolitiasis - gastrointestinal :konstipasi, ulcus, dll - CNS : depresi - Neuromuscular : lemah - Cardiac : kalsifikasi katup

AZHAM PURWANDHONO

GLANDULA ADRENALIS
Gland adrenal : cortex & medulla Cortex adrenal :
1. Glucocorticoid (cortisol) 2. Mineralocortiocoid (aldosteron) 3. Sex steroid (estrogen/androgen)

Medulla adrenal : catecholamine (epinefrin)


AZHAM PURWANDHONO

ADRENOCORTIOL HYPERFUNCTION (HYPERADRENALISM)


1. Cushing Syndrome

2. Hyperaldestronism
3. Adrenogenital syndrome

AZHAM PURWANDHONO

CUSHING SYNDROME
Produk glucocorticoid >> Sebab glucocorticoid >> :
1. Pemberian obat glucocorticoid luar (iatrogenic) 2. Primary hypothalamic pituitary disease 3. Hypersecretion of cortisol in adrenal 4. Secretion of ectopic ACTH in non endocrine neoplasm

AZHAM PURWANDHONO

CUSHING SYNDROME
PITUITARY CUSHING SYNDROME (50%)
Adenoma hipofise ACTH Hiperplasia hipofise krn trofik hormon hipofise

Ciri : cortisol , ACTH

ADRENAL CUSHING SYNDROME (15-30%)


Adenoma / carcinoma adrenal Hiperplasia adrenal Ciri : cortisol , ACTH

AZHAM PURWANDHONO

CUSHING SYNDROME
PARANEOPLASTIC CUSHING SYNDROME Small cell ca paru Carcinoid tumor Medullary ca thyroid Islet cell ca pancreas
Ciri : Cortisol ACTH (ok corticotropin RF tumor)

Morfologi :
Jar. Hipofise dan adrenal sesuai jenis kelainannya
AZHAM PURWANDHONO

HYPERCORTICOLISM
Klinis :
Hipertensi Kegemukan Lemah otot atrofi Hiperglikemia Glikosuria Truncal obesity Moon face Buffalo hump Osteoporosis Mental disturbances

Polidipsia
Kulit tips, fragil, striae

Hirsutism

AZHAM PURWANDHONO

INSUFISIENSI ADRENOCORTICAL
1. Primary acute adrenocortical insufficiency

(adrenal crisis) 2. Primary chronic adrenocortical insufficiency (addison disease) 3. Secondary adrenocortical insufficiency

AZHAM PURWANDHONO

ADRENAL CRISIS
Chronic adrenocortical insufficiency KU pasien tambah parah Tx corticosteroid withdrawal Adrenal hemorrhage :
Bayi lahir dg masalah Tx antikoagulan DIC Bakteriemi

AZHAM PURWANDHONO

Waterhouse Friederichsen Syndrome Anak-anak Bacterial infection


Neisseria meningitis Pseudomonas H. influenza

Hipotensi shock DIC

AZHAM PURWANDHONO

Friederichsen Syndrome
Adrenocortical insuff karena adrenal hemorrhage dan bacterial infection Ciri-ciri :
Infeksi karena : Neisseria meningitis Pseudomonas Pneumococci H. influenza Hipotensi progresif shock Koagulasi menyebar purpura pd kulit

Klinis : biasanya pada anak-anak


AZHAM PURWANDHONO

ADDISON DISEASE
= Primary chronic adrenocortical insufficiency
Gejala klinik timbul bila > 90% adrenal rusak Patogenesis :

90% karena autoimmune adrenalitis, TBC, metastasis Ca

AZHAM PURWANDHONO

ADDISON DISEASE
1. Autoimmune adrenalitis (60-70%)

Selain adrenal, organ lain sering ikut terjadi poses autoimun tsb, yaitu pada :

Hashimoto Anemia pernisiosa Dm toipe 2 Idiopathic hypoparathyroidism

Didapatkan antiadrenal antibodies Didapatkan HLA B8 DR 3


AZHAM PURWANDHONO

ADDISON DISEASE
2. Infeksi

Sering karena TBC 90 % Addison (dulu)

3. Metastasis Ca

Ca paru, mamma

AZHAM PURWANDHONO

MEDULLA ADRENAL
Sel chromaffin catecholamines

(epinephrine, norepinephrine) Sel ini diinduksi oleh serat syaraf pregangliom sistem simpatetik Norephinephrine = adrenalin, pada sirkulasi aliran darah / adrenergic receptor sel > aktif (mis myocard , vasokonstriksi )

AZHAM PURWANDHONO

MEDULLA ADRENAL
Sel chromaffin adalah termasuk sel

neuroendokrin (epinephrin, norephinephrin) Sel neuroendokrin (diluar medulla adrenalis) membentuk kelompok2/nodul paraganglion system (sistem syaraf otonom)

AZHAM PURWANDHONO

PHAEOCHROMOCYTOMA
Dari cell chromaffin catecholamine 85% timbul pada medulla, yang lain dari

paraganglion extra adrenal 90% sporadik 10% autosomal dominan, familial syndrome Tipe sporradik : usia 40-60 th Wanita sedikit lebih banyak Tipe familial anak-anak, laki > Dx ganas hanya ditentukan metastasi +/AZHAM PURWANDHONO

PHAEOCHROMOCYTOMA
Klinis :

Tanda utama : hipertensi Nyeri dada, nausea, vomiting Pada jantung cathecolamine cardiomyopathy

AZHAM PURWANDHONO