Anda di halaman 1dari 17

1

BAB I. PENDAHULUAN

A. JUDUL Wirausaha di Bidang Tanaman Anggrek Siap Berbunga

B. ANALISIS SITUASI Ikan gabus ( Channa Striata ) merupakan salah satu ikan yang asli hidup di perairan tawar Indonesia. Anggrek adalah salah satu jenis tanaman hias yang banyak digemari. Banyak orang memanfaatkan ikan gabus ini untuk bahan olahan makanan, krupuk bahkan obat-obatan. Kegunaan ikan gabus ini membuat konsumen tertarik terhadap ikan gabus. Ikan gabus dapat hidup di rawa dan keramba. Kandungan gizi ikan gabus tidak kalah dari ikan air tawar lain yang cukup populer, seperti ikan mas dan ikan bandeng. Keunggulan ikan gabus adalah kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Kadar protein per 100 gram ikan gabus setara ikan bandeng, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan lele maupun ikan mas yang sering kita konsumsi. Ikan gabus memiliki potensi yang cukup besar untuk dibudidayakan, karena selain enak dikonsumsi ikan gabus juga memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan . Saat ini permintaan anggrek terus meningkat. Hal tersebut dikarenakan anggrek sangat populer digunakan dalam berbagai hal, seperti upacara keagamaan, hiasan dan dekorasi ruangan, ucapan selamat, untuk ungkapan duka cita serta untuk hiasan rumah maupun hanya sekedar hobi. Dilihat dari hal tersebut, peluang usaha anggrek sebenarnya terbuka lebar. Di Purwokerto masih sedikit penjual bunga yang khusus menjual tanaman bunga anggrek. Kebanyakan penjual anggrek di Purwokerto masih mencampur anggrek dengan tanaman hias lain. Biasanya masyarakat akan lebih tertarik membeli sesuatu pada tempat yang memang khusus menjual barang tersebut. Tentu hal tersebut menjadi sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memulai usaha baru.

Usaha dibidang hortikultura seperti anggrek dapat mendatangkan banyak keuntungan. Minat masyarakat terhadap anggrek tidak hanya tinggi sesaat seperti yang terjadi pada gelombang cinta. Sebagaimana pengalaman salah satu anggota tim pada usaha budidaya anggrek, diketahui bahwa 85% konsumen lebih memilih untuk membeli anggrek yang telah berbunga. Hal ini dikarenakan: 1. Tanaman anggrek yang siap masuk ke fase pembungaan resiko kegagalan relatif kecil 2. Tanaman anggrek yang telah berbunga dapat digunakan langsung sebagai penghias rumah atau kantor. Purwokerto merupakan pasar yang potensial untuk usaha penjualan tanaman anggrek siap berbunga, hal ini dikarenakan Purwokerto sebagai ibukota Kabupaten Banyumas, sehingga kegiatan pemerintahan dan wiraswasta terpusat di kota ini, akan tetapi dikota purwokerto itu sendiri belum memiliki sentra agribisnis tanaman hias khususnya tanaman anggrek. Padahal kondisi agroklimat di Purwokerto juga mendukung untuk usaha anggrek yang siap beerbunga. Program Mahasiswa Wirausaha merupakan program yang diadakan oleh Universitas Jenderal Soedirman dalam rangka mengembangkan & membantu mahasiswa yang berwirausaha. Dalam program ini mahasiswa akan memperoleh bantual modal untuk pengembangan usaha, dengan adanya peluang ini tim manfaatkan untuk mengembangkan usaha yang telah tim jalankan sebelumnya, yaitu usaha tanaman anggrek siap berbunga.

C. PERUMUSAN MASALAH Anggrek merupakan tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan banyak peminatnya. Di Purwokerto masih sangat sedikit yang memanfaatkan peluang tersebut. Salah satu kendala yang sering dihadapi bagi yang ingin terjun kedalam agribisnis anggrek kesulitan menemukan lahan dan anggrek yang berkualitas, sehingga tim penyusun menyediakan lahan untuk mengembangan serta pembungaan anggrek yang kemudian akan dipasarkan.

D. TUJUAN Tujuan PMW wirausaha di bidang tanaman anggrek siap berbunga adalah : 1. Mengembangkan produk-produk hortikultura. 2. Menambah nilai jual anggrek 3. Menciptakan peluang usaha kecil menengah. 4. Menciptakan jiwa kewirausahaan mahasiswa. 5. Memperoleh pengalaman dan keuntungan dari kegiatan usaha.

E. LUARAN Luaran yang diharapkan dari kegiatan PMW wirausaha tanaman anggrek yang siap berbunga adalah terciptanya wirausaha baru dibidang tpenjualan dan pengembangan tanaman anggrek .

F. MANFAAT Manfaat PMW wirausaha di bidang tanaman anggrek yang siap berbunga adalah : 1. Dapat mempraktekan teori wirausaha di bidang hortikultura yang hubunganya dengan tanaman anggrek 2. Memperoleh keuntungan 3. Memasyarakatkan produk hortikultura.

BAB II. PROFIL USAHA

A. IDENTITAS USAHA Agribisnis tanaman anggrek yang siap bunga merupakan usaha yang bergerak di bidang pertanian, khususnya di hortikultura. Usaha ini sudah mulai didirikan pada awal tahun 2010, yaitu bulan Febuari. Dalam perjalanan usaha ini sebelumnya hanya fokus pada budidaya anggrek dan menjualnya. Namun setelah dianalisis ternyata konsumen lebih menyukai anggrek yang telah berbunga. Usaha ini bertempat di desa Bobosan Kota Purwokerto, Jl Gunung Slamet No 27A RT 2 RW 4 Kota Purwokerto Jawa Tengah Kode Pos 53127. Desa Bobosan memiliki kondisi agroklimat yang sesuai untuk membungakan anggrek, sehingga kondisi tersebut sangat menguntungkan untuk keberlanjutan usaha ini. Pada usaha sebelumnya tim telah memiliki asset berupa : Tabel 1. Inventarisasi yang telah tim miliki No 1 2 3 Jenis Asset Rumah anggrek beserta paranet Rak anggrek Peralatan perawatan Total Jumlah 1 paket 4 buah 1 paket Nilai Rupiah 2.500.000 800.000 200.000 3.500.000

B. IDENTITAS TIM PENGELOLA USAHA

Nama NIM Fakultas Program studi Alamat

: Ankardiansyah Pandu Pradana : A1L009125 : Pertanian : Agroteknologi : Bobosan Jl Gunung Slamet No 27 A RT 2 RW 4 Purwokerto

Pengalaman usaha

: Agribisnis Anggrek Hasil Kultur Jaringan

Nama NIM Fakultas Program studi Alamat Pengalaman usaha

: Refa Firgiyanto : A1L008083 : Pertanian : Agroteknologi : Ledug Rt 02/Rw 01 Kembaran Banyumas : Agribisnis Tanaman Pangan (Kangkung)

Nama NIM Fakultas Program studi Alamat Pengalaman usaha

: Ragil Satrio Nugroho : A1L009108 : Pertanian : Agroteknologi : Jl. Satria 1 No.76 Sugiwaras Pemalang : Penyedia Jasa Konsultasi (Sekolah Kehidupan)

Nama NIM Fakultas Program studi Alamat Pengalaman usaha

: Hendra Herdika Adiputra : C1K009031 : Ekonomi : Ekonomi Internasional : Perumahan Purwosari , Jl kalpataru 8 no 41 rt 4 / 5 Kec . Baturaden Kota . Purwokerto : Agribisnis Pengembangan Ikan Lele

Nama

: Ernie hartini

NIM Fakultas Program studi Alamat

: A1L009158 : Pertanian : Agroteknologi : Jl. Madrani gang sadewa No.10 Rt 07/Rw 07 Grendeng Purwokerto

Pengalaman Usaha

: Usaha Pernak-Pernik Remaja

C. STRUKTUR ORGANISASI Untuk meningkatkan kinerja usaha maka sumber daya yang dimiliki harus dikelola dengan baik. Setiap personal memiliki bagian kerja sendiri sesuai dengan struktur manajemen. Pembagian struktur manajemen di perusahaan kami adalah sebagai berikut : a. Ankardiansyah Pandu Pradana, sebagai Manajer Utama. Memiliki tanggung jawab antara lain: 1. Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha 2. Mengarahkan dan memberi motivasi pada anggota 3. Menjalin hubungan kerja dengan mitra bisnis 4. Bertanggung jawab untuk mengembangkan usaha b. Hendra Hardika Adiputra, sebagai Kepala Marketing. Ernie Hartini sebagai staff marketing. Memiliki tanggung jawab antara lain : 1. Bertanggung jawab terhadap kegiatan pemasaran 2. Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kondisi usaha, terutama mengenai Pemasaran 3. Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha c. Ragil Satrio Nugroho sebagai Kepala Bagian Keuangan. Memiliki tanggung jawab antara lain : 1. Mengatur arus kas masuk dan keluar 2. Mengatur pemberian kompensasi kepada anggota 3. Memberikan pertimbangan berkaitan dengan kondisi usaha, terutama mengenai keuangan

d. Refa Firgiyanto sebagai Manajer Produksi. Memiliki tanggung jawab antara lain : 1. Mengatur produksi agar berjalan dengan lancar & baik 2. Mengatur penjadwalan perawatan anggrek 3. Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha 4. Bertanggung jawab untuk mengembangkan usaha

BAB III. ANALISIS KELAYAKAN USAHA

A. ASPEK PASAR Agribisnis anggrek yang siap berbunga mempunyai wilayah pemasaran yang jelas, yaitu Kota Purwokerto dan sekitarnya. Tim memilih Kota Purwokerto karena Purwokerto merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas. Sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas tentu kegiatan pemerintahan dan industri terpusat dikota ini. Sebagai pusat pemerintahan dan industri tentu Purwokerto memiliki banyak penduduk yang sebagian besar merupakan penduduk yang mampu untuk membeli produk kebutuhan sekunder bahkan tersier. Konsumen yang menjadi sasaran tim adalah : 1. Ibu rumah tangga : sebagian besar ibu rumah tangga ingin menghias rumah mereka dengan aneka tanaman hias, salah satunya adalah bunga anggrek, karena bunga anggrek memiliki nilai keindahan tersendiri. 2. Pegawai negeri, pegawai bank & pengusaha : kalangan ini memiliki jaringan yang cukup luas dan memiliki kebiasaan untuk bersilaturahmi dari satu rumah ke rumah rekan sekantornya. Sehingga akan tercipta kondisi untuk menunjukan bahwa rumah mereka merupakan rumah yang asri dan nyaman untuk ditinggali, sehingga mereka akan berusaha membuat rumah mereka asri dan indah, salah satunya adalah dengan menanam tanaman hias anggrek. Selain indah, anggrek juga memiliki nilai prestisius yang lebih dibandingkan tanaman hias lainnya.

Usaha anggrek yang siap berbunga yang kami jalankan tentu memiliki pesaing, yaitu toko bunga di Trubus (Depo Pelita Sokaraja) dan nurseri-nurseri yang ada di purwokerto. Namun pesaing-pesaing tersebut tidak terlalu mempengaruhi usaha tim karena pesaing-pesaing tersebut tidak fokus pada penjualan anggrek yang siap berbunga. Agar mendapatkan hasil yang maksimal tentu sebuah produk unggul harus diimbangi oleh teknik pemasaran yang baik. Beberapa teknik pemasaran yang kami gunakan adalah :

1. Memasang papan iklan di tempat-tempat strategis. 2. Menggunakan kartu nama. Kartu nama tersebut nantinya juga diisi dengan informasi produk kami. 3. Menawarkan langsung pada konsumen. 4. Melalui pameran, ekspo dan kegiatan pemasaran lainnya.

B. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI Produk yang akan kami pasarkan merupakan produk pertanian yang termasuk kedalam hortikultura. Untuk mendapatkan produk ini, salah satu anggota tim kami telah memiliki jaringan dengan PT Eka Karya Graha Flora yang berada di Jakarta dan CV Sani Orchid yang berada di Kota Malang. Produk yang akan kami ambil dari dua sumber tersebut berupa anggrek yang sudah masuk fase generatif (berbunga) dan anggrek yang masih dalam keadaan kuncup sehingga tim dapat membeli produk tersebut dengan harga yang terjangkau. Selanjutnya tim mulai merawat anggrek hingga bunga mulai mekar dan mulai dipasarkan ke konsumen dengan harga jual yang lebih tinggi karena telah berbunga. Untuk melakukan produksi, dalam hal ini membungakan anggrek tim hanya memerlukan beberapa alat perawatan seperti penyiram anggrek, pupuk, dan obat agar tanaman tetap sehat. Berikut adalah proses produksi dalam tim kami : Tim membeli anggrek belum berbunga & bunga masih kuncup Tim merawat anggrek hingga berbunga Anggrek berbunga siap dipasarkan dan dijual pada konsumen

Untuk menghasilkan sebuah produk tentu diperlukan produksi yang matang dan terencana dengan baik. Usaha anggrek yang siap berbunga ini memerlukan waktu produksi selama 2 bulan. Dalam waktu 2 bulan tersebut tim kami mampu membungakan 350 pot bunga anggrek dengan kualitas yang baik sesuai standar mutu perusahaan tim, yaitu anggrek harus terlihat segar, seluruh bagian tanaman harus kokoh, sehat dan kuat, daun berwarna hijau jelas, bunga segar dan jumlah kuntum banyak serta berbunga dengan baik. C. ASPEK MANAJEMEN USAHA Sebuah usaha tentu perlu pengelola atau seseorang yang menjalankan usaha. Untuk menjalankan usaha ini tim kami tidak mempekerjakan karyawan dari luar tim karena sumber daya manusia yang dimiliki oleh tim dirasa telah mencukupi dan mampu untuk menjalankan usaha ini. Jumlah pengelola sekaligus pelaksana kegiatan ini ada 5 orang yaitu seluruh anggota tim PMW Agribisnis Anggrek yang Siap Berbunga. 1. Pembagian kerja Pembagian waktu kerja dilakukan secara professional, yaitu dengan penjadwalan secara rutin untuk melakukan perawatan terhadap anggrek yang sudah masuk fase berbunga. Penjadwalan ini dilakukan bersama-sama disesuaikan dengan waktu kuliah masing-masing anggota sehingga kuliah dan usaha dapat sama-sama berjalan dengan baik. Perawatan dilakukan pada pagi hari dan sore hari. 2. Sistem penggajian/upah Dalam suatu usaha yang dirintis bersama sistem pembagian upah harus jelas. Dikarenakan setiap pekerja telah bekerja secara professional maka kami memutuskan sistem dari pembagian upah akan dilakukan dengan cara membagi rata setiap pendapatan kepada masing-masing pekerja (anggota PMW). Dengan begitu diharapkan setiap pekerja dapat bekerja secara maksimal.

10

D. ASPEK KEUANGAN Untuk menjalankan sebuah usaha tentu diperlukan modal awal baik berupa kemampuan maupun berupa modal dana. Dalam kegiatan ini modal usaha kami yang berjumlah Rp 22.699.950 kami ajukan pada program PMW sepenuhnya. Sebelumnya tim telah memiliki investasi berupa rumah anggrek, rak anggrek, dan peralatan perawatan dengan nilai investasi Rp 3.500.000. Dalam satu kali masa produksi kami dapat menghasilkan 350 pot anggrek dendrobium siap bunga dan 150 pot anggrek bulan siap bunga. Anggrek tersebut nantinya ada yang dijual dengan pot biasa dan dengan pot khusus yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Satu kali produksi kami memerlukan biaya sebesar Rp. 16.799.950 dengan rincian yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Biaya produksi / habis pakai No 1 2 3 4 5 6 Modal Pupuk Anggrek dendrobium Anggrek Bulan Media tanam Pot Fungisida, bakterisida, dan insektisida Qty 1 paket 350 pot 150 pot 1 paket 50 pot 1 paket Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)

100.000 100.000 28.857 10.099.950 35.000 5.250.000 150.000 150.000 20.000 1.000.000 200.000 200.000 Total 16.799.950

Dengan permodalan seperti yang tertera diatas, tim dapat memproyeksikan pendapatan tim dalam satu kali produksi. Pendapatan tim dapat dilihat pada tabel berikut :

11

Tabel 3. Rincian pendapatan dari hasil usaha Harga Satuan (Rp) 37.000 45.000 47.000 Jumlah (Rp) 6.475.000 3.375.000 7.050.000

No 1 2 3

Pendapatan Penjualan anggrek dendrobium berbunga Penjualan anggrek bulan berbunga Penjualan anggrek dendrobium super berbunga Penjualan anggrek bulan berbunga super berbunga Penjualan anggrek dendrobium berbunga dengan pot khusus Penjualan anggrek bulan berbunga dengan pot khusus

Qty 175 pot 75 pot 150 pot

50 pot

65.000

3.250.000

25 pot

65.000

1.625.000

25 pot

75.000

1.875.000 23.650.000

Pendapatan per bulan Pendapatan = Penerimaan per produksi (2 bulan) Biaya produksi = 23.650.000 16.799.950 = 6.850.050

12

Pendapatan per bulan = pendapatan per produksi : 2 = 6.850.050 :2 = 3.425.025 Efisiensi Rasio R/C ratio = = = 1,40 Rentabilitas Rentabilitas = = = 0,4%

x 100% x 100%

Periode biaya investasi (Analisis BEP) BEP = Modal awal usaha : Penerimaan perbulan = 22.699.950 : 3.425.025 = 7 bulan

13

BAB IV. RENCANA PENGEMBALIAN MODAL DAN KEBERLANJUTAN USAHA Dalam ketentuan dari program PMW ini,setiap kelompok yang lolos dan telah mendapatkan dana dari DIKTI harus mengembalikan dana tesebut dalam jangka waktu maksimal 3 tahun. Usaha anggrek siap bunga ini akan memberikan pendapatan per bulan sebesar Rp.3.425.025. Maka kelompok kami memutuskan untuk mengembalikan dana dengan cara mengangsur selama 11 bulan setelah memulai usaha, dan dalam per bulannya kami akan mengembalikan dana sebesar Rp. 2.000.000 Usaha anggrek yang siap berbunga ini memilki sebuah prospek yang sangat menjamin untuk keberlanjutan usaha. Ini dikarenakan beberapa faktor yang mendukung seperti bunga anggrek yang memiliki daya pikat yang tinggi dan tidak akan hilang ditelan oleh jaman, kondisi agroklimat kota Purwokerto yang dapat mendukung anggrek tesebut tumbuh dengan baik, pembangunan kota Purwokerto yang pesat seperti pembangunan kota wisata dan hotel-hotel baru. Maka sasaran utama konsumen kami adalah ibu rumah tangga, pegawai swasta dan pegawai negeri. Demi berlangsungnya keberlanjutan usaha ini kami akan memiliki badan usaha seperti CV. Dan juga usaha kami ini akan berlanjut untuk menyediakan anggrek potong dan bunga-bunga potong lainnya untuk memenuhi permintaan para konsumen, karena kami melihat peluang ini pada hari-hari besar konsumen sangat tertarik pada bunga potong.

14

15

BAB V. JADWAL KEGIATAN USAHA

Tahap

Jenis Kegiatan 1 Pembelian bahan baku

Bulan I 2 3 4

Bulan II - IV 1 2 3 4

Bulan V - VI 1 2 3 4

Bulan VII - IX 1 2 3 4 1

Bulan X 2 3 4

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

Persiapan

Pembelian alat kegiatan Persiapan produksi Proses Produksi

Pelaksanaan Pemasaran Pengembalian Modal Evaluasi program Laporan Laporan hasil

16

BAB VI. RANCANGAN BIAYA PMW

a. Biaya Habis Pakai Tabel 4. Rincan biaya habis pakai No T a 1 b 2 3 4 5 6 Pupuk Anggrek dendrobium Anggrek Bulan Media tanam Pot Fungisida, bakterisida, dan insektisida Total 16.799.950 Modal Qty 1 paket 350 pot 150 pot 1 paket 50 pot 1 paket Harga Satuan (Rp) 100.000 Jumlah (Rp) 100.000

28.857 10.099.950 35.000 150.000 20.000 200.000 5.250.000 150.000 1.000.000 200.000

b. Peralatan Penunjang PMW Tabel 5. Rincian peralatan penunjang PMW Harga Satuan (Rp) 50.000 75.000 2.000.000 25.000 500.000 150.000 100.000 350.000 Total Jumlah (Rp) 150.000 300.000 2.000.000 250.000 500.000 600.000 300.000 350.000 4.450.000

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Modal Semprotan anggrek Meja penjualan Tenda promosi Buku Katalog Brosur X Banner Spanduk Website

Qty 3 buah 4 buah 1 buah 10 buah 1 paket 4 buah 3 buah 1 buah

17

c. Biaya Perjalanan Tabel 6. Rincian biaya perjalanan No 1 2 Modal Perjalanan pra produksi Perjalanan pemasaran Qty 1 paket 1 paket Harga Satuan (Rp) 350.000 350.000 Total Jumlah (Rp) 350.000 350.000 700.000

d. Biaya Lain-Lain Tabel 7. Rincian biaya lain-lain No 1 2 3 4 Modal Kartu nama Biaya komunikasi ATK Dokumentasi & Laporan Qty 5 paket 1 paket 1 paket 1 paket Harga Satuan (Rp) 50.000 300.000 100.000 200.000 Total Jumlah (Rp) 50.000 300.000 100.000 200.000 750.000