Anda di halaman 1dari 18

PEMERIKSAAN PENUNJANG ALERGI KULIT

Nenden L.S. SpKK

PEMERIKSAAN IN VITRO
1. Pemeriksaan imunitas humoral : Kadar Ig E total serum 2. Pemeriksaan imunitas seluler : Hitung eosinofil total : > 15 40 % Limfosit T Limfosit B Monosit & Neutrofil

Pemeriksaan Invivo : Uji kulit


merupakan cara untuk menentukan adanya respons imun terhadap alergen mencari alergen penyebab

Pembagian uji kulit berdasarkan


1. Lokasi di kulit - epidermal : uji tempel - intraepidermal : uji tusuk, uji gores - intradermal : uji tuberkulosis, uji lepromin, uji penisilin

2. Reaksi hipersensitivitas - Tipe cepat : uji tusuk, uji gores, uji penisilin - Tipe lambat : uji tempel, uji tuberkulin, uji lepromin

Uji tempel (patch test)


Indikasi : - Dermatitis kontak alergik (DKA) - Dermatitis kontak iritan (DKI) yang meragukan (DD/ DKA) - Erupsi obat

Macam : - uji tempel terbuka - uji tempel tertutup - uji tempel tertutup dengan penyinaran

Uji tempel terbuka

lokasi : retroaurikuler, fleksor lengan


bawah

oleskan setelah 24 jam dihapus baca : 24, 48, 72 dan 96 jam

Uji tempel tertutup Lokasi : punggung

Dibuka setelah 48 jam Baca : 48, 72, dan 96 jam

Uji tempel

Uji tempel tertutup dengan penyinaran


seperti uji tempel tertutup, dibuat 2 seri tutup dengan plester hitam selama 24 jam 1 seri di buka dan disinari (20-30 menit) tutup kembali baca : 48, 72 dan 96 jam

Uji tusuk (Prick Test)


untuk mengetahui penyebab alergi yang didasari reaksi hipersensitivitas tipe I indikasi : - urtikaria - dermatitis atopik - erupsi obat alergik

Uji tusuk
lokasi di lengan bawah (volar)
bahan alergen (makanan & inhalasi) ditusuk dengan jarum 25-27 G setelah 15 menit bahan dihapus baca : diameter urtika diameter kontrol (histamin)

Uji intradermal
indikasi : uji terhadap kelainan berdasarkan reaksi hipersensitivitas tipe cepat dan lambat tipe cepat : uji penisilin (baca : 15 30 menit) tipe lambat : uji tuberkulin, uji lepromin (baca : 48 jam)