Anda di halaman 1dari 5

Fase III: fase terapi pemeliharaan, dilakukan untuk mencegah terjadinya kekambuhan pada penyakit periodontal.

Berikut ini adalah beberapa prosedur yang dilakukan pada fase ini: 1. Riwayat medis dan riwayat gigi pasien 2. Reevalusi kesehatan periodontal setiap 6 bulan dengan mencatat scor plak, ada tidaknya inflamasi gingiva, kedalaman poket dan mobilitas gigi 3. Melekukan radiografi untuk mengetahui perkembangan periodontal dan tulang alveolar tiap 3 atau 4 tahun sekali 4. Scalling dan polishing tiap 6 bulan seksli, tergantung dari evektivitas kontrol plak pasien dan pada kecenderungan pembentukan kalkulus 5. Aplikasi tablet fluoride secara topikal untuk mencegah karies
Eruption Gingivitis Definisi : Keradangan gusi yang disebabkan adanya proses erupsi gigi pada anak anak. Ini berkaitan dengan kesulitan erupsi yang menyebabkan adanya pengumpulan plak. Klinis : keradangan sekitar gigi yang akan erupsi - rasa sakit - sering terjadi pada anak 6-7 tahun. Penyebab : kesulitan erupsi gigi permanen karena posisi - Faktor lokal - Debris, plak Terapi : Ringan : Peningkatan OH. (Oral Hygiene) Berat : Antibiotik. 1. ERUPSI GIGI Definisi

Proses munculnya gigi mnembus gingival Proses faal dan tidak berhubungan dengan gangguan sistemik, sering terjadi pada masa anak dan balita Proses ini dimuali sejak janin usia 7 minggu, berasal dari lapisan ektodermal(email dan odontoblast) dan mesodermal(pulpa, dentin, sementum,tulang alveolar dan membrane periodontal) Proses yang berkesinambungan dimulai dari awal pembentukan benih melalui beberapa tahap sampai gigi muncul ke rongga mulut(stewart,1992 and Koch,1991) Tahap erupsi gigi

Pergerakan gigi di dalam tulang alveolar menuju ke dataran oklusal

Tanda tanda erupsi gigi decidui

Gingival terlihat merahan kadang gatal Poduksi saliva yang berlebih Susah makan Rewel Diare Sakit Dehidrasi Gusi sedikit mengembung

temperature tubuh naik(berhubungan dengan keseimbangan garam kalsium dan fosfor) bila diraba terasa puncak gigi memasukan jari pada mulut pipi ruam merah kadang terjadi gangguan peristaltic ringan Tanda erupsi gigi permanen????

Umur lebih dari 6 th Gigi decidui goyang Menimbulan gejala local seperti erupsi decidui tapi tidak parah

Pada Anak-anak Jaringan gingiva tepi mengandung : Pembuluh darah yang banyak Jaringan fiber yang sedikit Epitel Tingkat keratinisasi lebih sedikit Gingiva lebih merah. Ligamentum periodontal Kurang fibrous (jaringan Fiber) dan pembuluh darah banyak Ruang ligamentum periodontal lebih luas sementum dan tulang alveolar lebih tipis. Tulang alveolar Marrow Space lebih luas, vaskularisasi banyak dan trabekula sedikit bila kena infeksi, progresivitas penyakit periodontal meningkat.

Penyakit Periodontal Penyakit Periodontal yang paling serimg terjadi pada anak-anak dan remaja adalah : gingivitis Gambaran klinis : 1. Radang pada bagian marginal gingiva 2. Hilangnya stippling 3. Pembesaran gingiva 4. Adanya perdarahan secara spontan atau karena rangsangan. Pembagian penyakit periodontal Pubertas gingivitis Definisi : Radang pada gusi yang disebabkan adanya perubahan hormonal pada remaja. Klinis : Pembesaran interdental papil - Mudah berdarah Penyebab : faktor lokal dan gangguan keseimbangan hormonal sering terjadi pada bagian anterior gigi dan biasanya pada anak-anak usia 11-14 tahun.

Terapi : 1. Menghilangkan faktor lokal 2. peningkatan OH 3. restorasi karies yang mengiritasi 4. bila tidak ada faktor lokal dapat dilakukan tindakan bedah Faktor faktor yang memperburuk : Penggunaan alat orthodonsi (plat yang menekan dan alat cekat yang bisa menyebabkan penimbunan plak). Pencegahan : Peningkatan OH (Oral Hygiene) Kontrol secara teratur

Eruption Gingivitis Definisi : Keradangan gusi yang disebabkan adanya proses erupsi gigi pada anak anak. Ini berkaitan dengan kesulitan erupsi yang menyebabkan adanya pengumpulan plak. Klinis : keradangan sekitar gigi yang akan erupsi - rasa sakit - sering terjadi pada anak 6-7 tahun. Penyebab : kesulitan erupsi gigi permanen karena posisi - Faktor lokal - Debris, plak Terapi : Ringan : Peningkatan OH. (Oral Hygiene) Berat : Antibiotik.

Gingivitis biasanya terjadi pada anak saat gigi erupsi gigi sulung maupun gigi tetap dan menyebabkan rasa sakit. Pada anak usia 6-7 tahun saat gigi permanen sedang erupsi, gingival marginnya tidak terlindungi oleh kontur mahkota gigi. Keadaan ini menyebabkan sisa makanan masuk ke dalam gingiva dan menyebabkan peradangan. Terjadi inflamasi gingiva tanpa adanya kehilangan tulang atau perlekatan jaringan ikat. Tanda pertama dari inflamasi adanya hiperamie, warna gingiva berubah dari merah muda menjadi merah tua, disebabkan dilatasi kapiler, sehingga jaringan lunak karena

4
banyak mengandung darah. Gingiva menjadi besar (membengkak), licin, berkilat dan keras, perdarahan gingiva spontan atau bila dilakukan probing, gingiva sensitif, gatalgatal dan terbentuknya saku periodontal akibat rusaknya jaringan kolagen. Muncul perlahan-lahan dalam jangka lama dan tidak terasa nyeri kecuali ada komplikasi dengan keadaan akut. Bila peradangan ini dibiarkan dapat berlanjut menjadi periodontitis

Gingivitis kronis
Gingivitis kronis adalah tipe gingivitis yang sering terjadi dan selalu dihubungkan dengan kurangnya kebersihan mulut seseorang. Pada sebagian besar kasus, seorang pasien biasanya tidak merasa bahwa mereka memiliki gingivitis kronis dan tidak akan mencari perawatan medis sampai gejalanya tampak jelas (Alison, 2006). Sedikit perdarahan dan pembengkakan ringan pada gusi adalah tanda-tanda dan gejala awal. Jika hadir dalam tahap awal, gingivitis dapat diperbaiki dengan langkah-langkah sederhana seperti menyikat gigi, flossing dan pembersihan (Alison, 2006). Etiologi/patologi: infiltrat inflamasi sebagai respon dari akumulasi plak pada margin gingiva. Flora awal pada plak adalah kokus Gram positif dalam waktu 4-7 hari, kemudian diikuti organisme Gram negatif filamen dan fusiform setelah 2 minggu (Millett & Welbury, 2000). Gejala klinis: bengkak dan eritem pada margin gingiva. Berdarah saat menggosok gigi atau makan (Millett & Welbury, 2000). Gingiva kemungkinan sakit saat disentuh, gingiva mudah berdarah saat menyikat gigi atau memakai dental floss, napas bau, gigi sensitif (Alison, 2006). Perawatan: instruksi gosok gigi yang baik dan benar, penggunaan obat kumur klorheksidin 0,2% (Millett & Welbury, 2000). Kondisi ini jika tidak dirawat dapat berproses menjadi periodontitis (Millett & Welbury, 2000).

PERAWATAN
Menurut Glickman ada empat tahap yang dilakukan dalam merawat penyakit periodontal yaitu : 1. tahap jaringan lunak 2. tahap fungsional 3. tahap sistemik 4. tahap pemeliharaan 1. Tahap jaringan lunak Pada tahap ini dilakukan tindakan untuk meredakan inflamasi gingiva, menghilangkan saku periodontal dan faktor-faktor penyebabnya. Disamping itu juga untuk mempertahankan kontur gingiva dan hubungan mukogingiva yang baik. Pemeliharaan kesehatan jaringan periodontal dapat dilakukan dengan penambalan lesi karies, koreksi tepi tambalan proksimal yang cacat dan memelihara jalur ekskursi makanan yang baik. 2. Tahap fungsional Hubungan oklusal yang optimal adalah hubungan oklusal yang memberikan stimulasi fungsional yang baik untuk memelihara kesehatan jaringan periodontal. Untuk mencapai hubungan oklusal yang optimal, usaha yang perlu dan dapat dilakukan adalah : occlusal adjustment, pembuatan gigi palsu, perawatan ortodonti, splinting (bila terdapat gigi yang mobiliti) dan koreksi kebiasaan jelek (misal bruksim atau clenching). 3. Tahap sistemik Kondisi sistemik memerlukan perhatian khusus pada pelaksanaan perawatan

penyakit periodontal, karena kondisi sistemik dapat mempengaruhi respon jaringan terhadap perawatan atau mengganggu pemeliharaan kesehatan jaringan setelah perawatan selesai.

16
Masalah sistemik memerlukan kerja sama dengan dokter yang biasa merawat pasien atau merujuk ke dokter spesialis. 4. Tahap pemeliharaan Prosedur yang diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan periodontal yang telah sembuh yaitu dengan memberikan instruksi higine mulut (kontrol plak), kunjungan berkala ke dokter gigi untuk memeriksa tambalan, karies baru atau faktor penyebab penyakit lainnya.